e-ISSN : 3025-7905 p-ISSN: 3026-166X FUTURE ACADEMIA The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Volume 2. No 1. Februari 2024 pp. DOI https://doi. org/10. 61579/future. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PjBL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI SMAN 1 SAKTI Mardalena SMAN 1 SAKTI *Corresponding author E-mail addresses: mardalena40@guru. ABSTRAK ARTICLE INFO Article history: Received January 31, 2024 Revised February 15, 2024 Accepted February 25, 2024 Available online February 29, 2024 Kata Kunci: Problem Basic Learning. Pendekatan Scientific. Self Confident Keywords: Basic Learning Problems. Scientific Approach. Self Confident This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2024 by Author. Published by Yayasan Sagita Akademia Maju Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas IX materi Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 melalui model pembelajaran PBL (Problem Basic Learnin. pada SMPN 3 Sakti. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas1 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas IX tahun ajaran 2021/2022 sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan teknik analisis diskriptif komparatif dengan membandingkan kondisi awal dengan hasilhasil yang dicapai pada siklus, dan analisis deskriptif kualitatif hasil observasi dengan membandingkan hasil observasi dan refleksi sebelum menggunakan model PBL dan setelah menggunakan model PBL. Hasil dari penerapan pedekatan Scientific pada pembelajaran sejaah dapat dilihat dari tabel pertama sebelum diterapkan pendekatan ini masih 25% yang memiliki self confident dalam pembelajaran. Akan tetapi setelah diterapkan pendekatan ini didapati hasil 50% siswa sudah aktif ABSTRACT This research aims to determine the improvement in learning outcomes of class IX students on the Preamble to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia through the PBL (Problem Basic Learnin. learning model at SMPN 3 Sakti. The research method used is classroom action research (PTK) which consists of 1 cycle. The research subjects were 30 class IX students for the 2021/2022academic year. Data analysis uses comparative descriptive analysis techniques by comparing initial conditions with the results achieved in the cycle, and qualitative descriptive analysis of observation results by comparing the results of observations and reflections before using the PBL model and after using the PBL model. The results of applying the scientific approach to PPKN learning can be seen from the first table. Before applying this approach, there were still 25% who were selfconfident in learning. However, after applying this approach, it was found that 50% of students were actively PENDAHULUAN Pendidikan adalah salahsatu komponen yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan memegang peranan penting didalam mengembangkan kemampuan intelektual dari siswa. Oleh karena itu pemerintah selaku penyedia sarana dan prasarana untuk keberhasilan atau kemajuan suatu Future Academia. Vol. No. 1 Februari 2024, pp. negara maka pemerintah harus benar-benar kritis terhadap pendidikan. Pemerintah harus ikut andil dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 yang menjelaskan bahwa : Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan sikap kepribadian yang sehat serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi pesertadidik agar menjadi manusia yang sehat, rohani dan jasmani, kritis, kebersamaan,berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis sertabertanggungjawab. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD NRI 1945. Sejarah merupakan cabang ilmu sosiologi yang bertujuan untuk menilik peristiwa dari suatu periode waktu yang signifikan. Keilmuan sejarah bermanfaat untuk membentuk pemikiran etis, strategi atas masalah pemerintahan, perubahan, masa depan, bantuan ilmu pengetahuan, referensi, dan bukti. (Kuntowijo, 1. Oleh karena itu, dasar utama dalam mempelajari sejarah adalah perannya sebagai salah satu pilar pendidikan yang digunakan untuk memahami orang lain atas banyak aspek. adirman, 2. Selain itu, pokok mempelajari sejarah juga digunakan sebagai bentuk kontribusi terhadap masyarakat dalam pemahaman moral dan identitas. Mata pelajaran sejarah menjadi pijakan bagi pelajar dalam menumbuhkan latihan siswa untuk mampu memahami dan menyamarkan hal-hal di balik peristiwa sejarah sehingga melahirkan pedoman untuk bertindak. Namun, fakta yang diperoleh dari pengamatan Wiriaatmadja . mengungkap pendapat siswa tentang mata pelajaran sejarah yang membosankan dan monoton sebab didominasi oleh tahun dan peristiwa (Wiriaatmadj. Kondisi tersebut terjadi lantaran metode pembelajaran yang digunakan sejauh ini adalah metode ceramah dan mengutamakan hafalan sehingga sedikit informasi yang berhasil dipahami secara komprehensif, tanpa meninggalkan kesan. Metode pembelajaran tersebut menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran sejarah. Penelitian yang dilakukan oleh Sulfemi . menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dan minat belajar siswa. Artinya, semakin tinggi motivasi siswa, maka semakin tinggi motivasi belajar siswa. Selain motivasi, hal lain yang berdampak pada minat belajar siswa adalah kepribadian, ekspresi, serta konsep diri dengan faktor internal dan eksternal. (Susant. Di sisi lain, penerapan metode pembelajaran dan media penunjang menjadi unsur penting dalam meningkatkan minat belajar siswa. Namun, pembelajaran sejarah belum memanfaatkan media seperti file, laporan, galeri, dan struktur warisan otentik. Oleh karena itu, minat terhadap mata pelajaran sejarah tidak meningkat. Pada era pendidikan abad 21, pengajar didorong untuk membentuk pembelajaran yang ideal dengan menggunakan perangkat sistem pembelajaran dan penerapan student-centered learning agar siswa belajar secara aktif. Penggunaan student-centered learning diupayakan untuk membantu siswa mampu menganalisis masalah kompleks dengan mengembangkan metodologi dan memeriksa jawaban secara kooperatif. (J. Michael Hannafi. Future Academia. Vol. No. 1 Februari 2024, pp. Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian poject yaitu PjBL (Project Based Learnin. Pendekatan yang dilakukan yaitu scientific. Pendekatan ini dirancang agar peserta didik diberikan ruang untuk bereksplorasi terhadap materi pembelajaran. Metode Project Based Learning merupakan penyempurnaan dari metode Problem Based Learning. Project Based Learning merupakan salah satu strategipelatihan yang berorientasi pada CTL atau contextual teaching and learning process. CTL merupakan konsep pembelajaran yang membantu pendidik mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata dan mendorong peserta didik untuk menggunakan pengetahuan yang dimilikinya dapat diterapkan dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat. Project Based Learning adalah pembelajaran yang lebih menekankan pada pemecahan problem otentik yang terjadi sehariAahari melalui pengalaman belajar praktik langsung Project Based Learning has also referred to by other names, such as projectAaBased teaching, experienced Based education, authentic learning or anchored instruction. Project Based Learning juga dapat diartikan sebagai pembelajaran berbasis proyek, pendidikan berbasis pengalaman, belajar autentik pembelajaran yang berakar pada masalahAamasalah kehidupan nyata. Gijbels menyatakan bahwa Project Based Learning is used to refer to many contextualized approaches to instructionthat anchor much of learning and teachingin concrete. This focus on concrete problemas initiating the learning process is central inmost definition of Project Based Learning. Jadi Project Based Learning adalah cara pembelajaran yang bermuara pada proses pelatihan berdasarkan masalahAamasalah nyata yang dilakukan sendiri melalui kegiatan tertentu . Titik berat masalah nyata yang dilakukan dalam suatu proyek kegiatan sebagai proses pembelajaran ini merupakan hal yang paling penting. (Murniarti, 2. Dalam penelitian ini, peserta didik diminta untuk membuat proyek berupa poster melalui aplikasi canva. Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok dan diminta untuk masing-masing kelompok membuat poster. Hal tersebut dilakukan untuk menarik minat belajar peserta didik. Berangkat dari latar belakang masalah, maka penelitian ini diajukan judul AuPenerapan Model Pembelajaran PjBL Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI SMAN 1 SAKTIAy Rumusan Masalah Dari pembatasan masalah diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut. AuApakah dengan penerapan model PjBL dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas XI di SMAN 1 Sakti? Tujuan Pnelitian Sesuai dengan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana penerapan model PjBL dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas XI di SMAN 1 Sakti Project Based Learning (PjBL) Project based learning merupakan sebuah metode pembelajaran yang sudah banyak dikembangkan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, project based learning bermakna sebagai pembelajaran Future Academia. Vol. No. 1 Februari 2024, pp. berbasis proyek. Project based learning adalah sebuah metode pembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang Definisi secara lebih komperehensif tentang Project Based Learning menurut The George Lucas Educational Foundation . adalah sebagai berikut : Project-based learning is curriculum fueled and standards based. Project Based Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menghendaki adanya standar isi dalam kurikulumnya. Melalui Project Based Learning, proses inquiry dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun . guiding questio. dan membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek . dalam kurikulum. Pada saat pertanyaan terjawab, secara langsung peserta didik dapat melihat berbagai elemen mayor sekaligus berbagai prinsip dalam sebuah displin yang sedang dikajinya. Project-based learning asks a question or poses a problem that each student can Project Based Learning adalah model pembelajaran yang menuntut pendidik mengembangkan pertanyaan penuntun . guiding questio. Mengingat bahwa masing - masing peserta didik memiliki gaya belajar yang berbeda, maka Project Based Learning memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten . dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif. Hal ini memungkinkan setiap peserta didik pada akhirnya mampu menjawab pertanyaan penuntun. Project-based learning asks students to investigate issues and topics addressing realworld problems while integrating subjects across the curriculum. Project Based Leraning merupakan pendekatan pembelajaran yang menuntut peserta didik membuat AujembatanAy yang menghubungkan antar berbagai subjek materi. Melalui jalan ini, peserta didik dapat melihat pengetahuan secara holistik. Lebih daripada itu. Project Based Learning merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata, hal ini akan berharga bagi atensi dan usaha peserta didik. Project-based learning is a method that fosters abstract, intellectual tasks to explore complex issues. Project Based Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang memperhatikan pemahaman. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi dan mensintesis informasi melalui cara yang bermakna. Global SchoolNet . melaporkan hasil penelitian the AutoDesk Foundation tentang karakteristik Project Based Learning. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa Project Based Learning adalah pendekatan pembelajaran yang memiliki karakteristik sebagai berikut:peserta didik membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja,adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada peserta didik,peserta didik mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan atau tantangan yang diajukan,peserta didik secara kolaboratif bertanggungjawab untuk mengakses dan mengelola informasi untuk memecahkan permasalahan,proses evaluasi dijalankan secara kontinyu,peserta didik secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang sudah dijalankan,produk akhir aktivitas belajar akan dievaluasi secara kualitatif, dan situasi pembelajaran sangat toleran terhadap kesalahan dan Metode Project Based Learning merupakan penyempurnaan dari metode Problem Based Learning. Project Based Learning merupakan salah satu strategi pelatihan yang berorientasi pada CTL atau contextual teaching and learning process. CTLmerupakan Future Academia. Vol. No. 1 Februari 2024, pp. konsep pembelajaran yang membantu pendidik mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata dan mendorong peserta didik untuk menggunakan pengetahuan yang dimilikinya dapat diterapkan dalam kehidupan merekasebagai anggota masyarakat. Project Based Learning adalah pembelajaran yang lebihmenekankan pada pemecahan problemotentik yang terjadi sehariAahari melaluipengalaman belajar praktik langsung dimasyarakat. Project Based Learning has also referred to by other names, such as projectAaBased teaching, experiencedAaBased education, authentic learning or anchored instruction. Project Based Learning jugadapat diartikansebagai pembelajaran berbasis proyek,pendidikan berbasis pengalaman, belajarautentik pembelajaran yang berakar padamasalahAamasalah kehidupan nyata. Gijbels menyatakan bahwa Project BasedLearning is used to refer to manycontextualized approaches to instructionthat anchor much of learning and teachingin concrete. This focus on concrete problemas initiating the learning process is central inmost definition of Project Based Learning. Jadi Project Based Learning adalah carapembelajaran yang bermuara pada proses pelatihan berdasarkan masalahAamasalahnyata yang dilakukan sendiri melalui kegiatan tertentu . Titik berat masalah nyata yang dilakukan dalam suatu proyek kegiatan sebagai proses pembelajaran ini merupakan hal yang paling penting. Pembelajaran metodeProject BasedLearning peserta didik belajar melalui situasi dansetting pada masalahAamasalah yang nyataatau kontekstual. Karena itu, semua dijalankan dengan caracara: dinamikakerja kelompok, investigasi secara independen, mencapai tingkat pemahaman yang tinggi, mengembangkan keterampilan individual dan sosial. Metode Project Based Learning ini berbeda dengan pembelajaran langsung yang menekankan pada prestasi ideAaide dan keterampilan pendidik. Peran pendidik pada metode Project Based Learning adalah menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Project Based Learning tidak akan terjadi tanpa keterampilan pendidik dalam mengembangkan lingkungan pelatihan yang memungkinkan terjadinya pertukaran ide dan dialog secara terbuka antara pelatih dan peserta. Pembelajaran dengan metode Project Based Learning harus menggunakan masalahmasalah nyata sehingga peserta pelatihan belajar, berpikir, kritis dan terampil memecahkan masalah dan mendukung pengembangan keterampilan teknis serta perolehan pengetahuan yang mendalam. Pada metode pembelajaran Project Based Learning ini memfokuskan pada: pemecahan masalah nyata, kerjakelompok, umpan balik, diskusi dan laporan akhir. Peserta didik didorong untuk lebih aktif terlibat dalam materi pelajaran dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis, sehingga peserta didik berlatih melakukan penyelidikan dan inkuiri . Pendekatan Scientific Model pembelajaran saintifik diartikan sebagai model pembelajaran yang dikembangkan dengan berdasar pada pendekatan ilmiah dalam pembelajaran. Berkenaani dengan definisi ini, sebelum menguraikan komponen model pembelajaran saintifik perlu dipahami terlebih dahulu konsep pendekatan ilmiah dalam pembelajaran. Pendekatan ilmiah dalam pembelajaran dikemukakan Kemendikbud . sebagai asumsi atau aksioma ilmiah yan gmelandasi proses Future Academia. Vol. No. 1 Februari 2024, pp. Model pembelajaran saintifik merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa beraktifitas sebagaimana seorang ahli sains. Dalam praktiknya siswa diharuskan melakukan serangkaian aktivitas selayaknya langkah-langkah penerapan metode ilmiah. (Isnamaynti, 2. Serangkaian aktivitas dimaksud Merumuskan masalah. Mengajukan hipotesis. Mengumpulkan data. Mengolah dan menganalisis data, dan Membuat kesimpulan. Model pembelajaran pendekatan saintifik dapat dikatakan sebagai proses pembelajaran yang memandu siswa untuk memecahkan masalah melalui kegiatan perencanaan yang matang, pengumpulan data yang cermat dan analisis yang teliti untuk menghasilkan sebuah simpulan. Guna mampu melaksanakan kegiatan ini, siswa harus dibina kepekaannya terhadap fenomena, ditingkatkan kemampuannya dalam mengajukan pertanyaan, dilatih ketelitiaanya dalam mengumpulkan data, dikembangkan kecermatannya dalam mengolah data untuk menjawab pertanyaan, serta dipandu dalam membuat simpulan sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukannya. Dalam pandangan Barringer, etal. Pembelajaran proses saintifik merupakan pembelajaran yang menuntut siswa berfikir secara sistematis dan kritis dalam upaya memecahkan masalah yang penyelesaiannya tidak mudah dilihat. (Aprilia, 2. Bertemali dengan hal tersebut, pembelajaran ini akan melibatkan siswa dalam kegiatan memecahkan masalah yang kompleks melalui kegiatan curah gagasan, berfikir kreatif, melakukan aktivitas penelitian, dan membangun konseptualisasi pengetahuan. Berdasarkan pengertiandi atas, model pembelajaran saintifik proses dikembangkan dengan berdasarkan pada konsep penelitian ilmiah. Hal ini berarti proses pembelajaran harus berisi serangkaian aktivitas penelitian yang dilakukan siswa dalam upaya membangun pengetahuan. Konsepsi semacam ini dijelaaskan, bahwa pembelajaran merupakan proses membangun makna dari informasi baru dengan menggunakan kerangka kerja konseptual. Proses memahami informasif actual dalam kerangka konseptual memungkinkan siswa untuk mengambil, mengatur, dan mempertahankan informasi baru tersebut. Ketika informasi factual di pelajari tanpa kerangka kerjakonseptual yang jelas, berbagai informasi yang dipelajari tersebut biasanya dulipakan dalam waktu singkat. Ada sejumlah alasan utama mengapa pembelajaran harus dilaksanakannya sebagaimana layaknya kegiatan penelitian. Pertama, peminjaman konsep ini dalam bidang pembelajaran diharapkan mampu membina siswa dalam hal memecahkan masalah. Dengan kata lain model pembelajaran saintifik proses di orientasikan untuk membina siswa agar terampil memecahkan masalah baik masalah yang berhubungan dengan konsep materi pembelajaran dan lebih jauh memecahkan masalah dalam kehidupan nyata siswa. Bahwa model pembelajaran saintifik diarahkan membangun kemampuan siswa memecahkan masalah hal ini sejalan dengan tujuan utama penelitian itu sendiri. Drew menjelaskan bahwa penelitian merupakan proses yang dilakukan untuk Future Academia. Vol. No. 1 Februari 2024, pp. memecahkan masalah dan memperluas pengetahuan. Secara lebih lugas. Lowe mengungkapkan bahwa penelitian adalah jalan ketiga bagi kita untuk memahami dunia disekitar kita. Melalui karateristik yang terkandung didalamnya ,penelitian sangat bermanfaat untuk mempelajari dan memahami dunia dan pengetahuan yang berkembang didalamnya. (Muhammad rrsyam, 2. Berdasarkan tujuan penelitian ini, jelaslah bahwa pembelajaran dengan menerapkan model saintifik proses memang ditujukan untuk membangun kompetensi siswa dalam memecahkan masalah melalui pengetahuan kemampuan berfikir kritis, dan kemampuan berfikir kreatif. Selain di orientasikan bagi pengembangan kemampuan pemecahan masalah, model ini juga ditujukan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang Orientasi ini selaras dengan tujuan penelitian itu sendiri sebagaimana yang dikemukakan oleh Creswell bahwa masalah satu tujuan penelitian adalah menigkatkan pemahaman, pengetahuan, dan konsep keilmuan Berbagai penelitian menunjukkan penerapan metode ilmiah dalam pembelajaran telah mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sekaligus menguatkan retensi terhadap materi yang dipelajari. Model pembelajaran saintifik proses juga akan sangat bermanfaat bagi siswa dalam hal membina kepekaan siswa terhadap berbagai problematika yang terjadi Melalui model ini siswa akan dibiasakan untuk mengumpulkan isu-isu oenting,dan lainnyamelaluikegiatanbertanya,meneliti,danmenalar. Berdasarkankeluasan pengetahuan yang diperolehnya siswa lebih lanjut akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi selama mengikuti proses pembelajaran. Rasa percaya diri merupakan hal penting dimiliki siswa agar mereka berani melakukan berbagai aktivitas belajar dan terbiasa dengan menanggung risiko pembelajaran. Selain ketiga orientasi diatas, model saintifik proses juga dikembangkan untuk membina kemampuan siswa dalam berkomunikasi dan berargumentasi. Kemampuan ini akan terbina selama proses pembelajaran sebab siswa akan senantiasa dibiasakan untuk mengomunikasikan hasil penelitiannya ketika mendapatkan bantahan-bantahan dari temannya. Pembiasan berkomunikasi dan berargumentasi ini juga akan memunculkan karakter positif dalam diri siswa yang antara lain bertanggungjawab, santun, toleran, berani, dan kritis serta cetis. (Oktiva, 2. Model pembelajaran saintifik proses, sebagaimana penelitian, memiliki beberapa karakteristik khusus dalam penerapannya. Karakteristik tersebut diantaranya sebagai berikut. Objektif, artinya pembelajaran senantiasa dilakukan atas objek tertentu dan siswa dibiasakan memberikan penelitian secara objektif terhadap objek tersebut. Faktual artinya pembelajaran senantiasa dilakukan terhadap masalahmasalah faktual yang terjadi disekitar siswa sehingga siswa dibiasakan untuk menemukan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan Future Academia. Vol. No. 1 Februari 2024, pp. Sistematis artinya pembelajaran dilakukan atas tahap belajar yang sistematis dan tahapan belajar ini berfungsi sebagai panduan pelaksanaan pembelajaran. Bermetode artinya dilaksanakan berdasarkan metode pembelajaran ilmiah tertentu yang sudah teruji keefektifannya. Cermat dan tepat artinya pembelajaran dilakukan untuk membina kecermatan dan ketepatan siswa dalam mengkaji sebuah fenomena atau objek belajar tertentu. Logis artinya pembelajaran senantiasa mengangkat hal yang masuk akal. Aktual yakni bahwa pembelajaran senantiasa melibatkan konteks kehidupan anak sebagai sumber belajar yang bermakna. Disinterested artinya pembelajaran harus dilakukan dengan tidak memihak melainkan benar-benar didadasarkan atas capaian belajar siswa yang sebenarnya. Unsupported opinion artinya pembelajaran tidak dilakukan untuk menumbuhkan pendapat atau opini yang tidak disertai bukti-bukti Verifikatif, artinya hasil belajar yang diperoleh siswa dapat diverifikasi kebenarannya dalam arti dikonfirmasikan, direvisi dan diulang dengan cara yang sama atau beda Hasil Belajar Siswa Pengertian Hasil Belajar Siswa. Masalah belajar adalah masalah bagi setiap manusia, dengan belajar manusia memperoleh keterampilan, kemampuan sehingga terbentuklah sikap dan bertambahlah ilmu pengetahuan. Jadi hasil belajar itu adalah suatu hasil nyata yang dicapai oleh siswa dalam usaha menguasai kecakapan jasmani dan rohani di sekolah yang diwujudkan dalam bentuk raport pada setiap Untuk mengetahui perkembangan sampai di mana hasil yang telah dicapai oleh seseorang dalam belajar, maka harus dilakukan evaluasi. Untuk menentukan kemajuan yang dicapai maka harus ada kriteria . yang mengacu pada tujuan yang telah ditentukan sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh strategi belajar mengajar terhadap keberhasilan belajar siswa. Hasil belajar siswa menurut W. Winkel adalah keberhasilan yang dicapai oleh siswa, yakni prestasi belajar siswa di sekolah yang mewujudkan dalam bentuk angka. Menurut Winarno Surakhmad dalam buku. Interaksi Belajar Mengajar, hasil belajar siswa bagi kebanyakan orang berarti ulangan, ujian atau tes. Maksud ulangan tersebut ialah untuk memperoleh suatu indek dalam menentukan keberhasilan Menurut Purwanto hasil belajar adalah perubahan perilaku yang terjadi setelah mengikuti pembelajaran sesuai dengan tujuan pendidikan dalam domain kognitif, afektif dan psikomotorik. Dalam domain kognitif diklasifikasikan menjadi kemampuan hapalan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Dalam domain afektif hasil belajar meliputi level penerimaan, partisipasi, penilaian, organisasi, dan karakterisasi. Sedang domain psikomotorik terdiri dari level persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan kompleks dan Menurut Arsyad pengertian hasil belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang mungkin disebabkan oleh terjadinya Future Academia. Vol. No. 1 Februari 2024, pp. perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya. Perubahan diarahkan pada diri peserta didik secara terencana, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Perubahan tingkah laku yang dapat diamati dari penampilan orang yang belajar adalah hasil belajar. Pada hakikatnya hasil belajar menunjukkan tingkat kemampuan siswa dalam mengikuti suatu proses pembelajaran. Hasil belajar siswa dalam hal ini meliputi tiga aspek, yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek (Ahdar Jamaluddin, 2. Aspek kognitif, kemampuan kognitif yang meliputi:pengetahuan,pemahaman, penerapan, analisis, sintesis,dan evaluasi. Aspek afektif, kemampuan afektif meliputi penerimaan, partisipasi, penilaian, dan penentuan sikap,organisasi, dan pembentukan pola hidup. Aspek psikomotorik, kemampuan psikomorik meliputi : persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan kompleks, gerakan penyesuaian dan kreativitas Senada dengan pendapat diatas Arikunto menyatakan bahwa hasil belajar merupakan sesuatu yang diperoleh dari dan sesudah kegiatan pembelajaran Hasil belajar ini dinyatakan dalam bentuk angka, huruf atau kata-kata baik, sedang dan kurang. Hasil belajar ini merupakan kemampuan aktual yang dapat diukur langsung melalui tes yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. (Tinding, 2. Hasil belajar tampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada siswa, yang dapaat diamati dan dapat diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan, sikap dan Perubahan tersebut diartikan terjadinya peningkatan dan perkembangan yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, sikap kurang sopan menjadi sopan, dan nilai rendah menjadi METODE Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 1 Adapun langkah-langkah dalam setiap siklus terdiri dari: Planning . Acting . Observasi . Refleting . Penelitian dilaksanakan di SMA N 1 Sakti Kelas XI tahun pelajaran 2021/2022yang berjumlah 25 siswa dengan rincian putri sebanyak 15 orang dan putra 10 orang. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari guru,siswa kelas XI dan dokumen atau arsip. Dalam pengumpulan data teknik yang digunakan adalah menggunakan observasi dan tes. penelitian ini dengancaramembandingkandanmengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda. Future Academia. Vol. No. 1 Februari 2024, pp. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada pembahasan materi sumpah pemuda Guru membentuk kelompok menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri darri 5 siswa. Penilan yang dilakukan oleh guru tidak hanya pada saat pengerjaan proyek poster dan diskusi, melainkan juga dinilai aspek perindividu. Berdasarkan hasil penilian sebelum menggunakan metode PjBL didapati hasil penilaiaan sebagai berikut : Nama siswa Tampilan Presentasi Kerjasama Anisa Oo Oo Oo Anamial Oo Oo Oo Animikial Oo Oo Oo Bahruddin Oo Oo Oo Badrul Kamal Oo Oo Oo Banta Cut latifah Oo Oo Oo Chairiah Oo Oo Oo Cut aja jasmani Oo Oo Dina anindya Oo Oo Diki Darmawan Oo Oo Dedi Wanda Oo Oo Elvi Anisa Oo Oo Egy pradana Oo Oo Eci sulistya Oo Oo Guntur rahmad Oo Oo Geubrina Oo Oo Gabril al falah Oo Hais munandar Oo Oo Hanum Oo Oo Oo Future Academia. Vol. No. 1 Februari 2024, pp. Haninndya Oo Oo Oo Ikram Oo Oo Indah permata Oo Oo Syafrijal Oo Oo Oo Oo Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa metode dan model yang digunakan guru pada saat mengajar belum maksimal dapat meningkatkan minat belajar siswa Selanjutnya. Guru mengubah metode dan model pembelajaran dengan metode sientific dengan model PjBL maka didapati hasil sebagai berikut : Nama siswa Tampilan Presentasi Kerjasama Anisa Oo Oo Oo Anamial Oo Oo Oo Animikial Oo Oo Oo Bahruddin Oo Oo Badrul Kamal Oo Oo Banta Oo Cut latifah Oo Chairiah Oo Cut aja jasmani Dina anindya Oo Diki Darmawan Oo Dedi Wanda Oo Elvi Anisa Oo Egy pradana Eci sulistya Oo Guntur rahmad Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Future Academia. Vol. No. 1 Februari 2024, pp. Geubrina Oo Oo Oo Gabril al falah Oo Oo Oo Hais munandar Oo Oo Oo Hanum Oo Oo Oo Haninndya Oo Oo Oo Ikram Oo Oo Oo Indah permata Oo Oo Oo Syafrijal Oo Oo Oo Wardana Oo Oo Dengan adanya penerapan model pembelajaran PjBL maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PjBL sangat berpengaruh dalam meningkatkan minat belajar siswa. Siswa menjadi lebih percaya diri dikarrenakan guru aktif dalam memberikan motivasi kepada siswa sehingga ada umpan balik dari siswa terrsebut. SIMPULAN DAN SARAN Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode PjBL dapat meningkatkan minat belajar siswa dilihat dari tabel penilaian. Hasil nya yaitu 50% dari siswa sudah mulai senang dan memiliki minat yang tinggi terhadap proses pembelajaran. Merujuk pada hasil penelitian yang diperoleh maka penulis dapat menyarankan bagi guru agar dapat merancang proses pembelajaran yang sesuai dengan materi yang ingin disampaikan sehingga materi tersebut dapat diterima dengan baik oleh siswa, sehingga pelaksanaan pembelajaran dikelas lebih efektif, dan dapat meningkatkan aktifitasguru dan siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Model pembelajaran PjBL dengan pendekatan scientific dapat diterapkan pada materi maupun mata pelajaran yang lain sehingga dapat lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap materi juga DAFTAR PUSTAKA