PENELITIAN ASLI PENGARUH NORMA SUBJEKTIF. KEPERCAYAAN. DAN KEAMANAN TRANSAKSI TERHADAP ADOPSI QRIS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS KOTA BATAM Riwana Permata Sari Lau1. Neni Marlina Br Purba1 1Fakultas Ilmu Sosial dan Humaiora,Universitas Putera Batam. Batam. Kepulauan Riau, 29434 Indonesia Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Tanggal Dikirim: 21 Januari 2026 Tanggal Diterima: 22 Januari 2026 Tanggal Dipublish: 22 Januari 2026 Kata Norma Subjektif. Kepercayaan. Keamanan Transaksi. Adopsi QRIS Penulis Korespondensi: Neni Marlina Br Purba Email: nenimarlina05@gmail. Penelitian ditujukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dikelompok mahasiswa Program studi akuntansi pada perguruan tinggi di Kota Batam. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui metode survei, data primer diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada 100 mahasiswa yang telah menggunakan QRIS dalam enam bulan terakhir. Pemilihan responden dilakukan menerapkan teknik purposive sampling, sedangkan pengolahan data dianalisis melalui metode regresi linier berganda dengan metode perangkat lunak SPSS. Berdasarkan hasil pengolahan data, secara parsial keamanan transaksi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat adopsi QRIS, di sisi lain norma subjektif dan kepercayaan tidak Meskipun demikian, ketiga variabel secara simultan terbukti berkontribusi terhadap adopsi QRIS. Hal ini menunjukkan bahwa pertimbangan keamanan transaksi menjadi faktor dominan bagi QRIS, dibandingkan dengan pengaruh sosial maupun tingkat kepercayaan secara umum terhadap sistem pembayaran digital. Jurnal Mutiara Akuntansi e-ISSN: 2579-7611 Vol. 10 No. 2 Desember 2025 (Hal 68-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JMA DOI: https://doi. org/10. 51544/jma. How To Cite: Lau. Riwana Permata Sari, and Neni Marlina Br Purba. AuPengaruh Norma Subjektif. Kepercayaan. Dan Keamanan Transaksi Terhadap Adopsi Qris Pada Mahasiswa Universitas Kota Batam. Ay Jurnal Mutiara Akuntansi 10 . : 68Ae80. https://doi. org/https://doi. org/10. 51544/jma. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International Licens. ASLI Pendahuluan Perkembangan teknologi pembayaran di Indonesia menunjukkan pergeseran dari sistem tunai menuju sistem non-cash yang lebih efisien dan modern. Perkembangan era digital mendorong mahasiswa untuk semakin mengandalkan teknologi dalam menunjang aktivitas akademik serta transaksi ekonomi sehari-hari. Sistem pembayaran non-cash menawarkan kemudahan, efisiensi waktu, pengurangan risiko kehilangan uang tunai, serta kemudahan pemantauan transaksi secara real-time. Meskipun demikian, pemanfaatan sistem ini masih menghadapi tantangan berupa kesenjangan literasi digital dan kekhawatiran terhadap keamanan transaksi (Tatian et , 2. QRIS menjadi satu diantara sarana transaksi non-cash yang penggunaannya terus meluas di Indonesia. Skema pembayaran ini memanfaatkan teknologi kode respons cepat yang berdasarkan ketetapan Bank Indonesia berperan sebagai standar nasional sebagai penyelaras beragam layanan pembayaran digital. Melalui sistem tersebut, satu kode dapat digunakan oleh berbagai aplikasi keuangan, baik yang disediakan oleh perbankan maupun penyedia jasa non-bank. Penerapan QRIS ditujukan untuk menyederhanakan proses pembayaran, meningkatkan perlindungan informasi transaksi, serta mendorong keterjangkauan layanan keuangan digital bagi masyarakat secara lebih luas (Bank Indonesia, 2. Tabel 1. Perkembanganl QRIS di Provinsi Kepulauan Riau Tahun (Triwulan II) (Triwulan II) (Triwulan II) Jumlah Transaksi QRIS Transaksi Transaksi Transaksi Pertum (%) Nilai Transaks i QRIS Rp 598,68 Miliar Rp 1. Triwulan Rp 2. Triwulan Pertum Jumlah Pengguna QRIS Pengguna Pengguna Pengguna Pertum Sumber: Bank Indonesia. Laporan Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau 3, 2024, 2. Penggunaan QRIS di Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan peningkatan yang signifikan, sebagaimana disajikan pada tabel 1. Perkembangan QRIS di Provinsi Kepulauan Riau. Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa jumlah transaksi, nilai transaksi, dan jumlah pengguna QRIS meningkat secara konsisten dari tahun 2023 Namun, meskipun nilai transaksi meningkat tajam, laju pertumbuhan jumlah transaksi dan pengguna pada tahun 2025 mulai melambat. Kondisi ini mengindikasikan bahwa penggunaan QRIS masih didominasi oleh transaksi bernilai kecil, terutama untuk kebutuhan harian. Perlambatan pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa adopsi QRIS belum sepenuhnya didukung oleh kepercayaan dan keamanan yang kuat, khususnya di kalangan mahasiswa. Pada tahap awal, penggunaan QRIS banyak dipengaruhi oleh faktor sosial seperti tren digital, ajakan teman sebaya, dan dukungan merchant kampus. Namun, seiring waktu, mahasiswa mulai lebih mempertimbangkan aspek rasional seperti keamanan data, risiko penipuan, dan keandalan sistem, sehingga penggunaan QRIS cenderung dibatasi pada transaksi bernilai kecil. Norma Subjektif (NS). Kepercayaan (KP), dan Keamanan Transaksi (KT) menjadi faktor penting dalam menjelaskan fenomena tersebut. NSberkaitan dengan pengaruh lingkungan sosial yang belum sepenuhnya mendukung pembayaran digital. KP mencerminkan keyakinan pengguna terhadap keandalan sistem, sementara KT menekankan perlindungan teknis terhadap risiko digital. Kekhawatiran terhadap kebocoran data, gangguan sistem, dan penipuan digital masih menjadi hambatan utama yang membatasi adopsi QRIS secara lebih luas, khususnya di lingkungan mahasiswa Kota Batam. Penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang beragam terkait faktor-faktor adopsi QRIS. (Tatian et al. , 2. menegaskan peran norma subjektif dalam adopsi pembayaran digital, sementara (Andriyani F et al. , 2. menemukan bahwa KP dan KT lebih dominan dibandingkan pengaruh sosial. Namun, kajian yang secara spesifik mengintegrasikan NS. KP, dan KT dalam konteks mahasiswa di Kota Batam masih Dengan mempertimbangkan kondisi dan permasalahan yang telah dijelaskan, penelitian ini diberi judul AuPengaruh Norma Subjektif. Kepercayaan, dan Keamanan Transaksi terhadap Adopsi QRIS pada Mahasiswa di Universitas Kota Batam. Ay Tinjauan Pustaka Teori Dasar Penelitian Penelitian ini berlandaskan pada Theory of Planned Behavior (TPB) yang mengindikasikan bahwa pola perilaku individu merupakan hasil dari niat, sedangkan niat dibentuk oleh faktor psikologis dan sosial. TPB menekankan bahwa individu akan melakukan suatu perilaku apabila memiliki dorongan internal yang kuat serta merasa perilaku tersebut dapat dilakukan secara aman dan terkendali. Kerangka ini banyak digunakan dalam studi adopsi teknologi karena mampu menjelaskan proses pengambilan keputusan secara rasional dalam konteks penggunaan sistem baru. Pada penelitian ini. NS merepresentasikan tekanan sosial yang berasal dari lingkungan sekitar, yakni teman sebaya, keluarga , dan lingkungan kampus, dalam membentuk keputusan mahasiswa untuk menggunakan QRIS. NS berperan sebagai dorongan eksternal yang dapat memperkuat atau melemahkan niat penggunaan, terutama pada kelompok usia muda yang cenderung sensitif terhadap tren dan penerimaan sosial. Selain faktor sosial. KP menjadi aspek penting dalam adopsi teknologi pembayaran KP mencerminkan keyakinan pengguna terhadap keandalan, integritas, dan kredibilitas sistem QRIS dalam menjalankan transaksi tanpa menimbulkan kerugian. Tingkat KP yang tinggi dapat menurunkan persepsi risiko dan meningkatkan kenyamanan mahasiswa dalam menggunakan QRIS secara berkelanjutan. Aspek lain yang turut memengaruhi adalah KT, yang berhubungan dengan perlindungan data pribadi, keamanan dana, serta minimnya risiko penipuan atau gangguan sistem. Dalam TPB, keamanan transaksi memiliki keterkaitan yang kuat dengan perceived behavioral control (PBC), karena tingkat persepsi keamanan yang lebih tinggi dapat meningkatkan keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menggunakan teknologi pembayaran digital secara nyaman dan terkendali. Norma Subjektif berpengaruh terhadap adopsi QRIS Norma subjektif merefleksikan pengaruh sosial yang bersumber dari keluarga, teman sebaya, maupun lingkungan sekitar dalam membentuk keputusan individu untuk menggunakan QRIS. Adanya dukungan atau dorongan dari lingkungan sosial dapat menumbuhkan pandangan bahwa penggunaan QRIS merupakan perilaku yang wajar dan dapat diterima secara sosial, sehingga meningkatkan kecenderungan mahasiswa untuk menggunakannya. Temuan Tatian et al. menyatakan bahwa NS memiliki pengaruh positif terhadap adopsi QRIS. Namun demikian, hasil yang berbeda oleh Andriyani et al. yang menyatakan bahwa NS tidak selalu berperan signifikan, mengingat penggunaan QRIS telah menjadi praktik yang umum di masyarakat. Berdasarkan pemaparan tersebut, hipotesis penelitian dirumuskan bahwa norma subjektif berpengaruh terhadap adopsi QRIS. H1: NS berpengaruh positif signifikan terhadap adopsi QRIS pada mahasiswa Universitas Kota Batam. Kepercayaan berpengaruh terhadap adopsi QRIS Kepercayaan menggambarkan tingkat keyakinan pengguna terhadap keandalan sistem, integritas layanan, serta kemampuan QRIS dalam menjaga keamanan data dan dana selama berlangsungnya transaksi. Tingkat kepercayaan yang tinggi dapat menekan persepsi risiko dan meningkatkan rasa aman mahasiswa dalam memanfaatkan sistem pembayaran digital. Hasil penelitian Apriliani et al. mengungkapkan bahwa kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi QRIS. Namun, temuan yang berbeda disampaikan oleh Rimadani et al. yang mengungkapkan bahwa kepercayaan tidak menghasilkan pengaruh yang signifikan terhadap adopsi QRIS. Berdasarkan pemaparan tersebut, hipotesis penelitian dirumuskan bahwa kepercayaan berpengaruh terhadap adopsi QRIS. H2: KP berpengaruh positif signifikan terhadap adopsi QRIS pada mahasiswa Universitas Kota Batam. Keamanan transaksi berpengaruh terhadap adopsi QRIS KT berkaitan dengan penilaian pengguna mengenai perlindungan data pribadi, keamanan dana, serta keandalan sistem QRIS dalam meminimalkan risiko penyalahgunaan dan gangguan teknis. Persepsi keamanan yang baik dapat meningkatkan rasa aman dan keyakinan pengguna dalam melakukan transaksi nontunai. Penelitian Andriyani et al. menyatakan bahwa KT berpengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi QRIS, meskipun Nurendra et al. menemukan bahwa keamanan tidak selalu menjadi faktor penentu. Berdasarkan penjelasan tersebut, hipotesis yang diajukan adalah bahwa KT berpengaruh terhadap adopsi QRIS. H3: KT berpengaruh positif signifikan terhadap adopsi QRIS padanmahasiswa Universitas Kota Batam. Norma Subjerktif, kepercayaan, dan keamanan transaksi secara simultan berpengaruh terhadap adopsi QRIS Adopsi QRIS merupakan hasil interaksi antara faktor sosial, psikologis, dan teknis, yang tercermin melalui NS. KP, dan KT. Dukungan lingkungan sosial, keyakinan terhadap sistem, serta persepsi keamanan yang memadai secara bersama-sama dapat meningkatkan kecenderungan mahasiswa untuk menggunakan QRIS dalam aktivitas transaksi sehari-hari. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara simultan berkontribusi terhadap adopsi QRIS (Tatian et al. , 2024. Ekaputra et al. , 2. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan menyatakan bahwa NS. KP dan KT transaksi secara simultan berpengaruh terhadap adopsi QRIS. H4: NS. KP, dan KT secara simultan berpengaruh signifikan terhadap adopsi QRIS pada mahasiswa Universitas Kota Batam. Kerangka Pemikiran Gambar 1. Kerangka Pemikiran Metode Studi ini menerapkan teknik kuantitatif serta desain kausal asosiatif untuk menganalisis keterkaitan antara NS. KP, dan KT transaksi dengan tingkat penggunaan QRIS oleh mahasiswa. Pendekatan kuantitatif di tetap kan karena mampu memberikan pengukuran sistematis dan objektif terhadap hubungan antarvariabel berdasarkan pengolahan data statistik. Informasi penelitian dikumpulkan dari sumber primer, yaitu jawaban responden yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner penelitian. Subjek penelitian mencakup mahasiswa Program Studi Akuntansi pada perguruan tinggi di Kota Batam yang tercatat aktif pada semester genap tahun akademik 2024/2025 berdasarkan data Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dengan jumlah mahasiswa 685 orang. Tabel 2. Populasi Penelitian Nama Universitas Jumlah UniversitasiBatam (UNIBA) UniversitasiInternasional Batam (UIB) UniversitasiRiau Kepulauan UniversitasiIbnu Sina Universitas Universal Total Mahasiswa Sumber: https://pddikti. Pemilihan responden dilakukan secara selektif dengan menerapkan teknik purposive sampling, di mana subjek penelitian dibatasi pada mahasiswa yang pernah melakukan transaksi menggunakan QRIS dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Penentuan jumlah responden mengacu pada perhitungan rumus Slovin dengan margin of error sebesar 10 persen, sehingga diperoleh 90 responden yang dinilai cukup untuk merepresentasikan kebutuhan analisis penelitian. Instrumen penelitian, berupa kuesioner, disusun melalui skala Likert lima tingkat untuk mengukur tiap variabel penelitian berdasarkan indikator yang telah ditentukan. Variabel adopsi QRIS diukur melalui beberapa aspek, antara lain intensitas penggunaan, konsistensi dalam menggunakan QRIS, serta kecenderungan responden menjadikan QRIS sebagai metode pembayaran utama dalam melakukan transaksi (Kumoro et al. NS diukur melalui pengaruh teman sebaya, keluarga, dan lingkungan kampus dalam mendorong penggunaan QRIS (Kumoro et al. , 2. KP mencerminkan keyakinan responden terhadap keandalan sistem, perlindungan data pribadi, serta KT dari penyalahgunaan (Ekaputra et al. , 2024. Samiun et al. , 2. Sementara itu. KT diukur melalui persepsi perlindungan terhadap risiko kehilangan uang tunai, keamanan dari penipuan atau tindakan kriminal, serta pengaruh kondisi jaringan dan perangkat terhadap KT (Ekaputra et al. , 2024. Samiun et al. , 2. Indikatorindikator tersebut digunakan untuk menggambarkan secara komprehensif persepsi dan perilaku mahasiswa dalam mengadopsi QRIS. Pengolahan data yang diteliti dilakukan melalui teknik regresi linier berganda melalui bantuan aplikasi SPSS versi 27. Tahapan analisis mencakup penyajian gambaran statistik data, penilaian kelayakan data, pengujian asumsi dasar model, serta pengujian hipotesis penelitian. Pengujian hipotesi dijalankan melalui pengujian parsial dan simultan, disertai dengan pengukuran kemampuan model untuk menjelaskan variabel dependen melalui nilai Adjusted RA. Penggunaan regresi linier berganda memungkinkan peneliti untuk menilai pengaruh dari setiap variabel bebas, baik secara individual maupun bersama-sama, terhadap tingkat adopsi QRIS. Hasil Profil Responden Penelitian ini melibatkan partisipasi sebanyak 100 mahasiswa Program Studi Akuntansi di Kota Batam yang seluruhnya telah menggunakan QRIS dalam enam bulan terakhir, sehingga tingkat kelayakan responden mencapai 100%. Responden berasal dari lima perguruan tinggi dengan distribusi relatif merata, yaitu Universitas Batam sebanyak 23 responden . %). Universitas Internasional Batam 22 responden . %). Universitas Ibnu Sina 21 responden . %). Universitas Riau Kepulauan 17 responden . %), dan Universitas Universal 17 responden . %). Berdasarkan masa akademik, mayoritas responden berada pada semester tujuh sebanyak 56 responden . %), diikuti semester lima 24 responden . %), semester tiga 17 responden . %), dan semester sembilan 3 responden . %). Dari sisi status pekerjaan, 71 responden . %) merupakan mahasiswa yang bekerja sambil kuliah, sedangkan 29 responden . %) tidak bekerja. Berdasarkan jenis kelamin, responden perempuan berjumlah 64 orang . %), sedangkan laki-laki 36 orang . %). Berdasarkan usia, elompok usia di atas 23 tahun mendominasi responden penelitian dengan jumlah 51 orang . %), diikuti usia 20-22 tahun 34 orang . %), dan usia di bawah 20 tahun 15 orang . %). Uji Validitas Berdasarkan tabel 3. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan pada variabel adopsi QRIS. NS. KP. KT menunjukkan nilai r hitung yang lebih besar daripada r tabel sebesar 0,1966. Dengan demikiian, seluruh item pernyataan dinyatakan valid karena mampu mengukur variabel yang diteliti secara tepat dan layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Tabel 3. Hasil Uji Validasi Data Uji Reabilitas Uji reliabilitasmenunjukkan seluruh variabel memiliki nilai CronbachAos Alpha di atas 0,60, sehingga instrumen penelitian dinyatakan reliabel dan layak digunakan. Analisis Data Tabel 4. Hasil Uji Statistik Deskriptif Berdasarkan tabell4, variabel Adopsi QRIS memiliki nilai rata-rata sebesar 45,02 dengan standar deviasi 3,80, yang menunjukkan tingkat adopsi QRIS responden tergolong tinggi. Variabel NS memiliki nilai rata-rata tertinggi, yaitu 51,90, dengan standar deviasi 4,60, yang mengindikasikan adanya pengaruh sosial yang cukup kuat terhadap responden. Selanjutnya, variabel KP memiliki nilai rata-rata sebesar 36,30 dengan standar deviasi 2,76, sedangkan variabel KT memiliki nilai rata-rata 35,84 dengan standar deviasi 2,56. Nilai standar deviasi yang relatif rendah pada seluruh variabel menunjukkan bahwa data responden cenderung homogen. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 5. Hasil Uji KolmogorovAeSmirnov Berdasarkan hasil pada Tabel 5, nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,068 melebihi batas signifikans 0,05, sehingga residual dinyatakan berdistribusi normal dan memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolinearitas Tabel 6. Hasil Uji Multikolinearitas Berdasarkan Tabel 6, seluruh variabel independen memiliki nilai Tolerance di atas 0,10 dan VIF di bawah 10, sehingga model regresi dinyatakan bebas dari Uji Heteroskedastisitas Tabel 7. Hasil Uji Glejser Berdasarkan Tabel 7, seluruh variabel memiliki nilai signifikansi di atas 0,05, sehingga model regresi dinyatakan bebas dari heteroskedastisitas dan layak digunakan pada analisis selanjutnya. Uji Regresi Linear Berganda Tabel 8. Hasil Uji Linear Berganda Berdasarkan Tabel 8, hasil regresi menunjukkan bahwa konstanta sebesar 12,686 merepresentasikan tingkat adopsi QRIS ketika seluruh variabel independen bernilai Norma subjektif memiliki koefisien positif sebesar 0,155, kepercayaan menunjukkan koefisien negatif sebesar Ae0,045, sedangkan keamanan transaksi memiliki koefisien terbesar, yaitu 0,723, yang mengindikasikan pengaruh paling dominan terhadap adopsi QRIS. Uji Hipotesis Uji Partial (T) Tabel 9. Hasil Uji Partial (T) Berdasarkan hasil uji parsial pada tabel 9, variabel NS memiliki nilai t hitung sebesar 1,784 dengan nilai sig 0,078, yang lebih besar dari 0,05, sedangkan variabel KP menyatakan nilai t hitung sebesar -0,275 dengan nilai sig 0,784, yang juga lebih tinggi dari 0,05. Sementara itu, variabel KT memiliki nilai t hitung sebesar 4,121 dengan nilai sig < 0,001, yang lebih kecil dari 0,05, sehingga menunjukkan peranan yang aling kuat dalam menjelaskan adopsi QRIS dibandingkan dengan variabel Uji Simultan (F) Berdasarkan tabel 10. Hasil uji F menyatakan nilai F hitung 17,181 dengan nilai sig < 0,001. Nilai sig tersebut lebih kecil dari ,05, sehingga disimpulkan bahwa NS. KP, dan KT secara simultan berpengaruh signifikan terhadap adopsi QRIS. Demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap adopsi QRIS diterima. Tabel 10. Hasil Uji Simultan (F) Uji Koefisien Determinasi (Adjusted RA) Tabel 11. Hasil Uji Simultan Berdasarkan abel 10, diperoleh nilai Adjusted RA sebesar 0,329. Nilai tersebut menunjukkan variabel NS. KP dan KT mampu menjelaskannsebesar 32,9% variasi pada variabel adopsi QRIS. Sementara itu, sisanya sebesar 67,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang diteliti pada penelitian ini. Penggunaan nilai Adjusted RA dinilai lebih tepat karena model regresi melibatkan lebih dari satu variabel independen, sehingga mampu memberikan gambaran lebih akurat terhadap kemampuan model untuk menjelaskan variabel dependen. Pembahasan Pengaruh norma subjektif Terhadap Adopsi QRIS Hasil penelitian menunjukkan bahwa NS tidak berpengaruhhterhadap adopsi QRIS pada mahasiswa akuntansi. Hal ini mengindikasikan bahwa dorongan dari keluarga, teman, maupun lingkungan kampus bukan menjadi faktor utama dalam keputusan penggunaan QRIS. Mahasiswa cenderung mengambil keputusan secara mandiri berdasarkan pertimbangan rasional dan kebutuhan praktis, sehingga pengaruh sosial tidak memiliki peran yang dominan dalam adopsi QRIS. Pengaruh kepercayaan terhadap Adopsi QRIS Hasil pengujian menunjukkan bahwa KP tidak berpengaruh terhadap adopsi QRIS pada mahasiswa akuntansi. KP terhadap keamanan dan keandalan QRIS telah terbentuk secara umum sehingga tidak lagi menjadi faktor pembeda dalam keputusan Dalam kondisi ini, mahasiswa lebih mempertimbangkan aspek teknis yang bersifat langsung dibandingkan tingkat kepercayaan itu sendiri. Pengaruh keamanan transaksi terhadap Adopsi QRIS KT terbukti berpengaruh positiffdan signifikannterhadap adopsi QRIS pada mahasiswa akuntansi. Semakin tinggi persepsi mahasiswa terhadap perlindungan data, keamanan dana, dan rendahnya risiko penipuan, semakin besar kecenderungan mereka menggunakan QRIS. Temuan ini menunjukkan bahwa keamanan merupakan faktor utama dalam mendorong adopsi sistem pembayaran digital. Pengaruh norma subjektif, kepercayaan dan keamanan transaksi terhadap Adopsi QRIS Secara simultan. NS. KP dan KT berpengaruh terhadap adopsi QRIS pada mahasiswa akuntansi. Walapun tidak seluruh variabel memengaruhi secara parsial, kombinasi ketiganya tetap bisa menjelaskan perilaku penggunaan QRIS, dengan KT sebagai faktor yang paling dominan dalam model penelitian. Kesimpulan Sebagai penutup dari rangkaian penelitian ini, berikut disajikan beberapa poin kesimpulan yang disusun berdasarkan temuan empiris yang diperoleh dari hasil analisis data penelitian: Norma subjektif tidak terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap adopsi QRIS pada mahasiswa di Kota Batam, yang menunjukkan bahwa keputusan penggunaan QRIS cenderung tidak dipengaruhi oleh dorongan sosial dari lingkungan sekitar. Kepercayaan terhadap sistem QRIS juga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap adopsi QRIS, mengindikasikan bahwa tingkat kepercayaan mahasiswa terhadap QRIS sudah relatif merata dan tidak menjadi faktor pembeda dalam keputusan penggunaan. Keamanan transaksi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi QRIS, yang menunjukkan bahwa aspek perlindungan data, keamanan dana, serta risiko penipuan menjadi pertimbangan utama mahasiswa dalam menggunakan QRIS. Secara simultan, norma subjektif, kepercayaan, dan keamanan transaksi berpengaruh signifikan terhadap adopsi QRIS, dengan keamanan transaksi sebagai variabel yang paling dominan dalam menjelaskan perilaku penggunaan QRIS. Saran Sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian yanggtelah dilakukan, peneliti menyampaikan beberapa saran kepada pihak-pihak terkait sebagaiiberikut: Mahasiswa diharapkan dapat lebih memperhatikan aspek keamanan dalam menggunakan layanan pembayaran digital, khususnya dengan menjaga keamanan perangkat dan data pribadi saat melakukan transaksi menggunakan QRIS. Pihak perguruan tinggi disarankan untuk meningkatkan edukasi dan literasi keuangan digital melalui kegiatan sosialisasi yang menekankan pentingnya keamanan transaksi dalam penggunaan sistem pembayaran digital. Penelitian selanjutnyaddisarankan untuk mengembangkan model penelitian dengan menambahkan variabel lain, seperti kemudahan penggunaan, persepsi manfaat, atau literasi digital, agar dapat memberikan gambaran yangllebih luas mengenaiifaktor-faktor yang memengaruhi adopsi QRISi Daftar Pustaka