Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu ISSN: P 2527-6875 | E 2684-9569 Vol. No. Desember 2025 | Pages. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Interntional Lincese Al-Bahtsu Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Pengaruh Literasi Digital Youtube Keagamaan Terhadap Pemahaman dan Kesadaran Beragama Siswa di SMPN 18 Kota Bengkulu Nihi Asli1. Suhirman2. Desy Eka Citra Dewi3 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu nihiasli@gmail. suhirman@mail. dewiekacitra@mail. Abstract This research is motivated by the explosion of information obtained from current digital literacy such as: YouTube. Instagram. Twitter and other sources. YouTube is a very young platform that can be accessed as a media for preaching and learning media in schools. This research aims to: 1. To find out whether there is an influence of religious YouTube digital literacy on students' understanding of religion at SMPN 18 Bengkulu City. Find out whether there is an influence of religious YouTube digital literacy on students' religious awareness at SMPN 18 Bengkulu City. The type of research used is quantitative with an associative approach. The research instrument used was a questionnaire. The data analysis technique is hypothesis testing using simple linear regression, t test and coefficient of determination ((R. Research results: . There is an influence of religious YouTube digital literacy on students' understanding of religion at SMPN 18 Bengkulu City as evidenced by the regression equation Y1 = 48. 531 18 Bengkulu City as proven by the regression equation Y2 = 48. Keywords: YouTube Digital Literacy. Religious Understanding and Awareness. How to cite this article: Asli. Suhirman. Citra. Pengaruh Literasi Digital Youtube Keagamaan Terhadap Pemahaman dan Kesadaran Beragama Siswa di SMPN 18 Kota Bengkulu. Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 10. , 1-8. Received: 7/6/2025 Revised: 10/4/2025 Accepted: 10/24/2025 160 | Nihi Asli1. Suhirman2. Desy Eka Citra Dewi3 PENDAHULUAN Di Indonesia sekarang ini memiliki kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat, karena di Era Pembelajaran abad 21 dituntut untuk memiliki kompetensi dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran digital. Kompetensi tersebut yaitu pengetahuan dan keterampilan teknis terhadap pemanfaatan terhadap media digital. Kompetensi terhadap penggunaan internet sebagai media belajar pada era milenial ini disebut pula dengan istilah Literasi Digital. (Putra, 2. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah cara interaksi individu dengan individu yang lain. Internet menjadi sebuah ruang digital baru yang menciptakan sebuah ruang kultural. Tidak dapat dihindarkan bahwa keberadaan internet memberikan banyak kemudahan kepada penggunanya. (Nasrullah, 2. Literasi digital adalah ketertarikan, sikap dan kemampuan individu yang secara langsung menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat. Secara sederhana bahwa komponen penting literasi digital adalah siswa mampu meng-akses secara mudah . , mengelola . informasi yang didapat, melakukan evaluasi terhadap informasi yang didapat, melakukan integrasi informasi dengan cara membandingkan setiap informasi yang didapat dengan informasi lain, membuat . informasi baru, dan mengkomunikasikannya kepada orang lain. (Mahmudah, 2. Hague & Payton mengartikan literasi digital sebagai kemampuan individu untuk menerapkan keterampilan fungsional pada perangkat digital sehingga seseorang dapat menemukan dan memilih informasi, berpikir kritis, berkreativitas, berkolaborasi bersama orang lain, berkomunikasi secara efektif, dan tetap menghiraukan keamanan elektronik serta konteks sosial-budaya yang berkembang. Pada konteks pendidikan, literasi digital yang baik juga berperan dalam mengembangkan pengetahuan seseorang mengenai materi pelajaran tertentu dengan mendorong rasa ingin tahu dan kreativitas yang dimiliki Aas Siti Solihah. AoPenguatan Profesionalisme Guru Dalam Mengembangkan Literasi Digital Kegamaan (Studi Di SMP Islamic School Al-Bayan Jakart. Ao. Jurnal Institur PTIQ Jakarta, 2019, h. 43Ae51. Berdasarkan pemaparan di atas maka dapat di simpulkan bahwa Literasi digital adalah kemampuan memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital, dan kemampuan menggunakan teknologi dan informasi dari piranti digital secara efektif dan efisien dalam berbagai konteks, seperti akademik, karir, dan kehidupan sehari-hari. Penyelenggaraan pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Prinsip tersebut sesuai dengan ketentuan umum Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan agama. Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2025 | Pages. 159-166 | 161 Penelitian ini penting dilakukan untuk menemukan pemahaman dan kesadaran beragama melalui literasi digital di SMPN 18 Kota Bengkulu. Dikarenakan media pembelajaran sangatlah penting apalagi di dukung oleh adanya literasi digital karena dengan adanya literasi digital itu memudahkan proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar tidak hanya tatap muka saja namun melalui literasi digital dapat mengirim tugas melalui aplikasi media social atau menggunakan media digital dengan bermodal adanya sinyal internet Siswa dapat belajar atau mendapat bahan ajar dari guru tanpa harus bertemu langsung. Dilihat dari kemajuan zaman yang mana media digital sangatlah tidak asing lagi bagi siswa bahkan menjadi kebutuhan utama bagi siswa. Namun dibalik maju nya siswa yang mengikuti zaman pada literasi digital ada saja sebagian siswa yang tidak paham atau tidak mengikuti kemajuan zaman yang serba canggih terhadap teknologi yang tidak dapat memanfaatkan kecanggihannya. (Pamungkas, 2. Berdasarkan data yang dirilis oleh WeAreSocial. net dan Hootsuite pada Januari 2018, tercatat ada sekitar 130 juta orang Indonesia yang terbilang aktif di media sosial. Dalam laporan tersebut dapat diungkapkan bahwa total populasi Indonesia mencapai 265,4 juta jiwa, sedangkan pengguna iternetnya setengah dari populasi, yakni sebesar 13,7 juta. Bila dilihat dari jumlah pengguna internetnya, maka bisa dibilang seluruh pengguna internet di Indonesia sudah mengakses media sosial. We Are Social mengatakan 132,7 juta pengguna internet, 130 juta diantaranya pengguna aktif di media sosial dengan penetrasi 49%. Sedangkan dari jumlah perangkat. We Are Social mengatakan unique mobile users menyentuh angka 177,9 juta dengan penetrasi 67%. Hasil survey globalwebindex pada pengguna internet di Indonesia dalam rentang usia 16-64 tahun, menunjukkan bahwa ada beberapa platform media sosial yang aktif digunakan oleh masyarakat Indonesia. Platform tersebut terbagi dalam dua kategori media sosial, yaitu media jejaring sosial 3 dan messenger. Youtube menempati peringkat pertama dengan persentase penggunaan sebesar 43%, di peringkat ke dua Facebook dengan persentase penggunaan sebesar 41%, kemudian Whatsapp dengan persentase penggunaan sebesar 40%. Media sosial merupakan alat komunikasi yang populer saat ini. Fungsi media sosial untuk berinteraksi semakin besar, terutama karena kemudahan fasilitasnya dalam menyebarkan informasi. Juga karena informasi yang dapat diakses oleh masyarakat dengan cepat dan terbuka di media sosial tersebut membuat sebagian besar masyarakat Indonesia terperdaya dan terbawa emosi dalam isu yang sedang merebak. Individu dalam masyarakat dengan mudah dapat menyebarkan berbagai hal dari mulai aktifitas pribadi, keluarga, bisnis, politik ataupun mencurahkan permasalah yang sedang dihadapi dalam media sosial. (Ummah, 2. Digital library, sumber berita online, media pembelajaran dengan pemanfaatan internet, berbagi file melalui e-mail, sumber belajar dengan e-book, interaksi dan kolaborasi melalui media dan jejaring sosial, menulis dan berbagi informasi melalui blog, serta search engine internet yang dapat digunakan untuk mencari referensi pembelajaran merupakan kontribusi positif media digital terhadap bidang pendidikan yang tentunya dapat terjadi dengan dukungan kompetensi mumpuni pengguna teknologi itu sendiri. Bagi pendidikan tinggi, mungkin gejala ini dapat diantisipasi karena mahasiswa tentu dapat membedakan berita hoax dan benar. Sayangnya, anakanak madrasah diniyah, madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, serta madrasah aliyah masih begitu lemah This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 162 | Nihi Asli1. Suhirman2. Desy Eka Citra Dewi3 tingkat literasinya sehingga mudah terkena dampak negatif hoax tersebut. (Pardianto. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan penulis bahwa di SMPN 18 Kota Bengkulu sebagai lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan siswa-siswi untuk menghadapi perkembangan zaman, termasuk tantangan yang muncul dalam konteks literasi digital dan keagamaan. Keterampilan literasi digital dianggap penting karena mampu mempengaruhi cara siswa mengakses, memahami, dan menyampaikan informasi keagamaan melalui media digital. Literasi digital yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Youtube. Saat ini di SMPN 18 Kota Bengkulu sebagai salah satu bentuk kretaif dan inovatif guru dalam menunjang pelaksanaan kurikulum merdeka salah satu media digital yang digunakan adalah youtube sebagai literasi digital keagamaan untuk menunjang kegiatan proses pelaksanaan pelajaran Pendidikan Agama Islam baik didalam kelas maupun diluar kelas /Masjid waktu pelaksanaan Imtaq di hari jumAoat . Pelajaran Pendidikan Agama Islam didalam kelas biasanya link Youtube dibagi sebelum atau di waktu proses belajar berlangsung tetapi untuk kegiatan Imtaq diluar kelas biasanya siswa dan siswinya diberikan tugas untuk mengamati dan mempelajarai sebua link Youtube yang berisi tentang pembinaan ibadah dan akhlak muliah yang biasanya link Youtube dikirim ke grup WAG kelas sebelum pelaksanaan kegiatan diluar kelas /Imtaq disetiap hari jum,at dengan jadwal yang berbeda. Literasi digital Youtube, keagamaan merujuk pada kemampuan seseorang untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan bijak dan bertanggung jawab dalam konteks Ini mencakup pemahaman tentang bagaimana teknologi digital youtube dapat digunakan untuk mendukung praktik keagamaan, memahami isu-isu etika dan moral terkait dengan penggunaan teknologi, serta mengenali dan mengelola informasi keagamaan secara online. (Habibi M, 2. Penggunaan Youtube sebagai media literasi digital di SMPN 18 Kota Bengkulu diterapkan tanpa memaksa siswa ,karena tidak semua siswa memiliki handpone dan data inilah yang menjadi salah satu hambatan pelakasanaan program tersebut. Sehingga tidak semua siswa bisa berperan aktif dalam kegiatan kegiatan Imtaq yang menggunakan link Youtube keagamaan. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Metode kuantitatif ini melibatkan pengumpulan data untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan tentang pendapat orang atas sebuah isu atau topik. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang didasarkan pada pengumpulan dan analisis data berbentuk angka . untuk menjelaskan, memprediksi, dan mengontrol fenomena yang diminati. Penelitian kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerik yang diolah dengan metode Dengan metode kuantitatif akan diperoleh signifikasi hubungan antar variabel. (Sugiyono, 2. Desain penelitian ini adalah dengan menerapkan pendekatan asosiatif sebagai metode penelitian yang berlandaskan filsafat positivisme yang meneliti populasi atau sampel tertentu, dengan menggunakan instrument data yang bersifat statistik yang bertujuan menguji hipotesis yang ditetapkan. (Sugiyono, 2. Berdasarkan model judul Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2025 | Pages. 159-166 | 163 dalam penelitian maka desain penelitian ini menggunakan pemecahan masalah dengan menggunakan pemecahan regresi sederhana, adalah penelitan yang jika dalam penelitian mempunyai satu variabel independen (X) dan dua variabel devenden (Y). Model hubungan variabel ganda dengan satu variabel independen dan dua variabel dependen, untuk mencari hubungan antara variabel X dengan Y1, dan X dengan Y2 digunakan analisis regresi sederhana. (Sugiyono, 2. Tempat penelitian dilakukan di SMPN 18 Kota Bengkulu. Jl. KS. Tubun No. Jl. Gedang. Kec. Gading Cempaka Kota Bengkulu. Bengkulu 38225. Waktu penelitian dilaksanakan dari tanggal 29 April s/d 29 Mei 2024. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik deskriptif ini digunakan sebagai dasar untuk menguraikan kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai Pengaruh Literasi Digital Youtube Keagamaan terhadap Pemahaman beragama dan Kesadaran Beragama Siswa . Untuk penyajian data dari hasil penelitian perolehan data terkait dengan penelitian yang dilakukan dengan pengumpulan data secara langsung dengan cara menyebarkan angket kepada responden. Angket di sebarkan kepada 90 Siswa kelas VII dan Vi yang ada di SMPN 18 Kota Bengkulu. Literrasi Digital Youtube Keagamaan (X) Instrumen yang digunakan untuk mengetahui Pengaruh Literasi Digital Youtube Keagamaan berupa angket yang terdiri dari 20 item pertanyaan, yang masing-masing item pernyataan mempunyai 5 alternatif jawaban dengan rentang skor 1-5. Tabel 1. Pengaruh Literasi Dogital Youtube Keagamaan (X) Kategori Interval Frekuensi Presentase Tinggi > 96 Sedang 80 Ae 96 Rendah < 80 Jumlah Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa Literasi Digital Youtube Keagamaan di SMPN 18 Kota Bengkulu berada pada kategori sedang yang dimaksud disini adalah Pengaruh Literasi Digital Youtube Keagamaan diSMPN 18 Kota Bengkulu . Pemahaman Agama (Y. Insturumen yang digunakan untuk mengetahui Pemahaman agama siswa di SMPAN 18 Kota Bengkulu adalah dengan menggunakan angket yang peneliti siapkan terdiri dari 20 item pertanyaan yang masing masing item pertanyaan mempunyai 5 alternatif jawaban dengan rentang skor 1- 5. Tabel 2. Tingkat Pemahaman Agama diSMPN 18 Kota Bengkulu This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 164 | Nihi Asli1. Suhirman2. Desy Eka Citra Dewi3 Kategori Interval Frekuensi Presentase Tinggi > 96 Sedang 78 Ae 96 Rendah < 80 8,9 % Jumlah Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa Literasi Digital Youtube Keagamaan di SMPN 18 Kota Bengkulu berada pada kategori sedang yang dimaksud disini adalah Pengaruh Literasi Digital Youtube Keagamaan diSMPN 18 Kota Bengkulu . Pemahaman Agama (Y. Insturumen yang digunakan untuk mengetahui Pemahaman agama siswa di SMPAN 18 Kota Bengkulu adalah dengan menggunakan angket yang peneliti siapkan terdiri dari 20 item pertanyaan yang masing masing item pertanyaan mempunyai 5 alternatif jawaban dengan rentang skor 1- 5. Tabel 2. Tingkat Pemahaman Agama No Kategori Interval Frekuensi Presentase Tinggi > 96 Sedang 78 Ae 96 Rendah < 80 8,9 % Jumlah Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa tingkat Pemahaman Beragama di SMPN 18 Kota Bengkulu berada pada kategori sedang yaitu 71 (%), yang dimaksud di sini adalah tingkat pemahaman agama siswa di SMPN 18 Kota Bengkulu. Kesadaran Beragama (Y. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui Kesadaran beragama adalah menggunakan angket yang terdiri dari 20 item pernyataan, yang masingmasing item pernyataan mempunyai 5 alternatif jawaban dengan rentang skor 1 - 5. Tabel 3. Kesadaran Beragama Siswa di SMPN 18 Kota Bengkulu Kategori Interval Frekuensi Presentase Tinggi > 95 15,6 % Sedang 77 - 95 76,7 % Rendah 7,8 % Jumlah < 77 Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2025 | Pages. 159-166 | 165 Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa Kesadran beragama siswa di SMPN 18 Kota Bengkulu berada pada kategori sedang yaitu 76,7 ( %) , yang dimaksud di sini adalah tingkat kesadaran beragama siwa diSMPN 18 Kota Bengkulu. Penelitian ini membangun pada temuan dan konteks dari penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Hamdan & Mahmudin. Hamid & Falihin, tetapi dengan fokus yang lebih khusus dan pendekatan yang berbeda. Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk mengevaluasi dampak video dakwah terhadap kesadaran keagamaan remaja di era digital melalui konten video di plaform youtube. Penelitian ini menyelidiki bagaimana video dakwah dapat mempengaruhi pandangan dan perilaku remaja terhadap agama serta seberapa efektif video dakwah dalam menyampaikan pesan keagamaan pada Seiring dengan itu, penelitian ini juga akan menggambarkan strategi yang dapat digunakan secara lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran keagamaan pada remaja melalui media digital youtube keagamaan . Media sosial youtube keagamaan ini memberikan kontribusi yang lebih mendalam dalam pemahaman dan kesadaran beragama bagi remaja dizaman yang serba digital saat ini , pengaruh konkret dari video dakwah terhadap remaja di era digital dalam menyebarluaskan pesan keagamaan dan memahami dampak konkret dari video dakwah terhadap kesadaran keagamaan remaja dan sejauh mana efektivitas video dakwah dapat dievaluasi dalam konteks ini. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengisi pengetahuan dan kesadaran beragama bagi remaja. Media pembelajaran youtube juga diunggulkan dalam beberapa kategori ketika Pertama, dengan menggunakan youtueb sebagai media maka guru akan lebih mudah dalam membahas materi di kelas. Kedua, dengan menggunakan youtube maka guru akan mudah mengatur waktu sehingga ketercapaian kompetensi dasarnya lebih Ketiga, guru akan memiliki semangat mengajar yang lebih baik . Sementara itu dengan menggunakan media youtube, maka siswa akan memiliki pengetahuan awal materi pembelajaran, karena bisa ditonton dirumah. Selain itu peserta didik juga akan lebih nyaman serta bersemangat dalam melaksanakan praktekAepraktek keagamaan karena mereka sudah menonton berulang ulang dari Youtub yang menjadi sumber KESIMPULAN Berdasarkan analisis data dari hasil penelitian dan pembahasan secara teoritis dan empiris tentang pengaruh literasi digital youtube keagamaan terhadap pemahaman dan kesadaran beragama siswa di SMPN 18 Kota Bengkulu maka dapat disimpulkan bahwa: Terdapat pengarauh literasi digital youtube keagamaan terhadap pemahaman agama siswa di SMPN 18 Kota Bengkulu yang dibuktikan dari hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa nilai koefisien konstanta adalah sebesar 48,889 koefisien variabel bebas (X) adalah sebesar 0,392. Sehingga diperoleh persamaan regresi (Y. = 48,889 0,153 (Y. Dari uji koefisien determinasi (R. menunjukan bahwa indikator variabel (X) literasi digital youtube keagamaan berpengaruh terhadap pemahaman agama siawa di SMPN 18 Kota Bengkulu (Y. sebesar 30,9 %. Dan didukung oleh hasil uji hipotesis dimana pengambilan keputusan jika t hitung lebih besar dari t tabel maka Ho This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 166 | Nihi Asli1. Suhirman2. Desy Eka Citra Dewi3 ditolak dan Ha di terima. Dari hasil perhitungan t hitung sebesar 52,257 > t tabel yaitu 1,662 taraf signifikan 5%, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dari hasil pengujian hipotesis tersebut terbukti bahwa terdapat pengaruh literasi digital Youtube keagamaan terhadap pemahaman agama siswa di SMPN 18 Kota Bengkulu. Terdapat pengaruh literasi digital youtube keagamaan terhadap kesadaran beragama siswa di SMPN 18 Kota Bengkulu yang dibuktikan dari hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan nilai koefisien konstanta koefisien variabel bebas (X) adalah sebesar 0,430. Sehingga diperoleh persamaan regresi Variabel Kesadaran beragama (Y. = 48,998 0,430 (X). Dari uji koefisien determinasi (R. menunjukan bahwa indikator variabel (X) pada literasi digital youtube keagamaan berpengaruh terhadap variabel (Y2 ) kesadaran beragama siswa di SMPN 18 Kota Bengkulu sebesar 31,4 %. Dan didukung oleh hasil uji hipotesis dimana pengambilan keputusan Jika t hitung lebih besar dari t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima . Dari hasil perhitungan t hitung sebesar 4,002 > t tabel yaitu 1,662 taraf signifikan 5%, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dari hasil pengujian hipotesis tersebut terbukti bahwa terdapat pengaruh literasi digital Youtube keagamaan terhadap kesadaran beragama siswa di SMPN 18 Kota Bengkulu. DAFTAR PUSTAKA