Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 PENGARUH KINERJA DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN TOBA SAMOSIR Erikson Sibuea1. Robert Tua Siregar2. Sarintan E Damanik3. Mustafa Ginting4 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Sekolah PascasarjanaUniversitas Simalungun ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Kinerja dan Tingkat Pendidikan Terhadap sumber daya manusia di Sekretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir baik secara parsial maupun secara serempak. Sumber data yang diperoleh merupakan data primer yaitu dari melalui penyebaran angket pertanyaan terhadap 98 pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir. Setelah data diperoleh, maka selanjutnya data ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan metoda analisis kualitatif dan Untuk pengolahan data yang dimaksud dilakukan dengan cara perhitungan manual dan dengan menggunakan bantuan software komputer, yaitu SPSS Versi 20. Dari hasil analisis secara kualitatif diperoleh gambaran bahwa kinerja, tingkat pendidikan dan sumber daya manusia berada dalam kategori cukup. Sedangkan analisis secara kuantitatif diperoleh kesimpulan bahwa secara serempak ada pengaruh nyata kinerja dan tingkat pendidikan dalam meningkatkan sumber daya manusia di Sekretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir, yaitu sebesar 0,21%. Untuk uji secara parsial dapat diketahui bahwa kedua variabel kinerja dan tingkat pendidikan berpengaruh nyata terhadap sumber daya manusia. Untuk variabel kinerja, setiap peningkatan kinerja sebesar 1% maka akan diikuti pada peningkatan sumber daya manusia sebesar 21,0% dan untuk variabel tingkat pendidikan, setiap peningkatan tingkat pendidikan sebesar 1% maka akan diikuti pada peningkatan sumber daya manusia sebesar 16,3%. Dari uji secara parsial diperoleh bahwa variabel kinerja lebih berpengaruh nyata daripada variabel tingkat pendidikan didalam meningkatkan sumber daya manusia pegawai secretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir. Implikasi dari penelitian ini kepada jajaran pimpinan dan pegawai di lingkungan secretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir untuk lebih meningkatkan kinerja dan tingkat pendidikan sehingga akan dicapai sumber daya manusia yang lebih baik. Kata Kunci : Kinerja. Tingkat Pendidikan. Sumber Daya Manusia ABSTRACT This research was conducted to determine the performance and educational level of human resources at the Regional Secretariat of Toba Samosir Regency, either partially or simultaneously. The source of the data obtained is primary data, namely from distributing questionnaires to 98 employees of the Regional Secretariat of Toba Samosir Regency. After the data was obtained, then the data was tabulated and analyzed using qualitative and quantitative analysis methods. The intended data processing is carried out by means of manual calculations and with the help of computer software, namely SPSS Version 20. From the results of qualitative analysis, it is obtained that performance, level of education and human resources are in the sufficient category. While the quantitative analysis concluded that simultaneously there was a real influence on performance and level of education in improving human resources at the Regional Secretariat of Toba Samosir Regency, which was 0. For the partial test, it can be seen that the two variables of performance and level of education have a significant effect on human resources. For performance variables, every 1% increase in performance will be followed by an increase in human resources by 21. 0% and for the education level variable. This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 every increase in education level by 1% will be followed by an increase in human resources by 16. From the partial test it was found that the performance variable had a more significant effect than the education level variable in improving the human resources of the employees of the Regional Secretariat of Toba Samosir Regency. The implications of this research for the leadership and employees in the Regional secretariat of Toba Samosir Regency are to further improve performance and levels of education so that better human resources will be achieved. Keywords: Performance. Education Level. Human Resources PENDAHULUAN Peran lembaga Sekretariat Daerahmerupakan suatu lembaga yang menentukan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia secara khusus di Kabupaten Toba Samosir guna mencetak kader - kader yang mempunyai kualitas sumber daya manusia. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi sekretariat Daerah bagaimana tidak ? kemajuansuatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber manusianya. Kualitas sumber daya manusia akan tergantung kepada kualitas pendidikan. Peran pendidikan menjadi sangat vital dan sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, damai, terbuka, dan demokratis. Oleh karena itu, pembaruan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan suatu bangsa. Berkaitan dengan hal tersebut, sekarang pemerintah telah mempercepat perencanaan Millenium Development Goals (MDGS), yang semula dicanangkan tahun 2020 dipercepat Millenium Development Goals (MDGS) adalah era pasar bebas atau era globalisasi, sebagai era persaingan mutu kualitas, siapa yang berkualitas dialah yang akan maju dan mampu mempertahankan eksistensinya. Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia berkualitas merupakan suatu yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Percepatan arus informasi dalam era globalisasi dewasa ini menuntut semua bidang kehidupan untuk menyesuaikan visi, misi, tujuan dan strateginya agar sesuai dengan kebutuhan. Penyesuaian tersebut secara langsung mengubah tatanan dalam sistem pendidikan nasional yang senantiasa harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang terjadi, (Mulyasa. Memasuki era milinium baru pada era globalisasi sekarang ini dan dimasa akan datang kompetisi yang terjadi sudah bersifat global dan adanya perubahan - perubahan kondisi ekonomi menyebabkan banyak organisasi melakukan langkah restrukturisasi. Hal ini mendorong terjadinya perubahan paradigma organisasi dari biasa - biasa saja . menjadi mengikuti perkembangan zaman . Kondisi ini harus benar - benar disadari dan dipersiapkan secara proporsional. Persiapan ini terutama pada masalah sumber daya manusia yang bermutu dengan kualifikasi yang sesuai dengan perkembangan dunia saat ini. Oleh karena itu, peningkatan kinerja dan pendidikan perlu diupayakan secara terus menerus dan berkesinambungan dalam menghadapi tuntutan masyarakat, dalam hal ini masyarakat yang membutuhkan layanan tentang pendidikan baik itu formal maupun non formal. Menanggapi hal diatas tentunya diperlukan kesiapan yang baik lagi bagi pegawai di sekretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir, melalui kinerja yang optimal. Peningkatan kinerja melalui pengetahuan dan penguasaan pegawai atas teknis pelaksanaan tugas yang diberikan harus lebih baik. Oleh sebab itu. Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir terus This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 berupaya menanggapi hal tersebut melalui pendidikan formal maupun non formal bagi pegawai di lingkungan sekretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir. Dengan pendidikan serta pelatihan yang dilakukan diharapkan mampu meningkatkan kredibilitas pegawai dalam mengantisipasi tuntutan dalam bidang sumber daya manuisia di masa sekarang dan masa yang akan datang. Berdasarkan pengamatan sementara yang penulis lakukan adalah masih terlihat pekerjaan - pekerjaan yang belum selesai tepat pada waktunya. Melorotnya waktu penyelesaian pekerjaan mengindikasikan bahwa kinerja pegawai disekretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir masih belum optimal. Atas dasar fenomena ini, penulis mencoba meneliti akar permasalahan yang terjadi, serta menuangkan dalam bentuk tesis dengan judul AuPengaruh Kinerja dan Tingkat Pendidikan Terhadap Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kabupaten Toba SamosirAy. METODE PENELITIAN Metode kualitatif, yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan trianggulasi . , analisis data bersifat induktif / kualitatif, dan hasil pebelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran UmumWilayah Penelitian Secara astronomis berada di 2A 15A LS Ae 2A 21A Lintang Utara dan 99A 00A Ae 99A 11A Bujur Timur. Sesuai dengan letak astronomis. Kecamatan Balige yang terletak pada wilayah dataran tinggi dengan ketinggian antara 905 Ae 1200 meter, tergolong ke dalam daerah beriklim tropis basah, berada pada 2A03Ao-2A40Ao LU dan 98A56Ao-99A40Ao BT dan memiliki luas 021,8 km2 serta memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut: C sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Simalungun C sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Utara C sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Asahan dan Labuhan Batu C sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Samosir. Kabupaten Toba Samosir berada di Dataran Tinggi Bukit Barisan dengan ketinggian 200 m di atas permukaan laut, dengan topografi dan konten tanah yang beraneka ragam, yaitu datar, landai, miring dan terjal. Struktur tanahnya lebih labil dan berada pada wilayah gempa tektonik dan vulkanik. Kabupaten Toba Samosir terletak pada bagian tengah Provinsi Sumatera Utara dan berada di jajaran Bukit Barisan dengan topografi berbukit dan This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 bergelombang, dengan posisi tersebut, wilayah Toba Samosir merupakan daerah pengaman bagi kabupaten lainnya karena wilayah ini merupakan hulu dari beberapa sungai besar dan kecil yang mengalir ke Wilayah Timur Sumatera Utara. Komposisi tanah didominasi jenis tanah Tufo Toba, pasir tercampur tanah liat, kapur dan sebagian lainnya beruipa lapisan tanah batuan yang relatif kurang subur untuk Kabupaten Toba Samosir merupakan daerah yang cukup terkenal di kawasan nusantara, terutama karena potensi keindahan alam dan sumber daya manusianya. Keindahan alam dan panorama kawasan Danau Toba, kekayaan seni budaya asli merupakan potensi daerah yang dapat digali dan dikembangkan dalam upaya pengembangan kepariwisataan di tanah air. Potensi alam, antara lain luasnya lahan kering dapat diolah menjadi areal persawahan baru dengan membangun sarana irigasi yang memadai. Perairan Danau Toba yang cukup luas dan sungai yang dapat dimanfaatkan potensinya untuk irigasi dan pembangkit tenaga Potensi tambang yang telah diinventarisasi dan disertifikasi oleh Direktorat Inventarisasi Daya Mineral Bandung : Batu Gamping. Teras. Dedusit. Lempung dan Diatomea. Sesuai dengan potensi yang dimilki, maka sektor andalan pembangunan di Kabupaten Toba Samosir adalah Pembangunan Sumber Daya Manusia yang meliputi pendidikan, kesehatan, pertanian, pariwisata, industri dan teknologi informasi. Sebagian besar wilayah Kabupaten Toba Samosir terletak di daerah dataran tinggi yang berada 300 meter hingga 500 meter di atas permukaan laut dengan perbandingan luas daerah ketinggian sebagai Tabel 1 Luas Wilayah Ketinggian Kabupaten Toba Samosir No. Tingkat Ketinggian . eter di atas permukaan lau. Luas Wilayah (Km. < 500 137,84 500 Ae 1. 480,72 000 Ae 1. 169,19 > 1. 5,96 Total 800,31 Sumber : BPS Kabupaten Toba Samosir dalam Angka, 2017 Persentase (%) 3,63 38,96 57,08 0,34 100,00 Daerah ketinggian Kabupaten Toba Samosir yang berada antara 501 sampai dengan 000 meter di atas permukaan laut, yakni mencapai 38,96 persen. Daerah ketinggian antara 001 sampai dengan 1. 400 meter di atas permukaan laut mencapai 57,08 persen. Sedangkan daerah ketinggian > 1. 400 meter di atas permukaan laut terdapat 0,34 persen. Dilihat dari sudut kemiringan/lereng tanah di Kabupaten Toba Samosir dapat dibedakan atas lahan datar . engan tingkat kemiringan lahan mencapai dua perse. lahan landai . ingkat kemiringan lahan antara 2,1 hingga 15 perse. lahan miring . ingkat kemiringan lahan antara 15,1 hingga 40 perse. serta lahan terjal . ingkat kemiringan di atas 40 perse. Tabel 2 Luas Wilayah dan Kemiringan Kabupaten Toba Samosir No. Tingkat Kemiringan Datar Landai Luas Wilayah (Km. 119,76 019,03 Persentase (%) This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License 3,15 26,82 Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. Miring Terjal Total Sumber : BPS Kabupaten Toba Samosir dalam Angka, 2017 E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 682,62 800,31 25,58 44,45 100,00 Wilayah dengan tingkat kemiringan tanah 2, 1 Ae 15% . di Kabupaten Toba Samosir mencapai 26,81 persen. disusul kemudian lahan curam . ingkat kemiringan 40,1 %) mencapai 44,45 persen. Sedangkan lahan miring . ingkat kemiringan 15,1 Ae 40% ) berkisar 25,58 persen. Dan lahan datar . ingkat kemiringan 2%) mencapai 3,15 persen. Secara administrasi Kabupaten Toba Samosir pada tahun 2013 terdiri dari 16 kecamatan dengan 244 desa/kelurahan, yaitu 231 desa dan 13 kelurahan. Kecamatan Balige merupakan kecamatan dengan jumlah desa / kelurahan terbanyak, yaitu 35 desa/kelurahan. Sedangkan Kecamatan Tampahan merupakan kecamatan dengan jumlah desa/kelurahan yang paling sedikit, yaitu hanya 6 desa. Tabel 3 Jumlahdan Kepadatan Penduduk di Kabupaten Toba Samosir Kecamatan Luas Wilayah (Km. Balige Tampahan Laguboti Habinsaran Borbor Nassau Silaen Sigumpar Porsea Pintu Pohan Meranti Siantar Narumonda Parmaksian Lumban Julu Uluan Ajibata Bonatua Lunasi Jumlah Sumber : BPS Kabupaten Toba Samosir dalam Angka, 2017 Penduduk . Kepadatan . iwa/Km. Menurut Statistik Daerah Toba Samosir tahun 2017, selama 3 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi di Toba Samosir selalu positif. PDRB Perkapita merupakan PDRB . tas dasar harga berlak. dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Pada tahun 2013 besaran PDRB Perkapita Kabupaten Toba Samosir mencapai Rp. 28,24 juta dengan laju peningkatan sebesar 12,36 persen dibandingkan dengan PDRB Perkapita tahun 2012 yang berkisar Rp. 25,13 juta. Besaran PDRB perkapita Kabupaten Toba Samosir tahun 2013 menempati urutan ke-7 dari 33 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara setelah Batubara. Medan. Deli Serdang. Labuhan Batu Selatan. Labuhan Batu Utara, dan Binjai. PDRB Kabupaten Toba Samosir menyumbang sebesar 1. 24 persen terhadap pembentukan PDRB Sumatera Utara tahun 2016. Sebagian besar penduduk Kabupaten Toba Samosir menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Hal ini dapat dilihat dari luas lahan pertanian, khususnya lahan persawahan. Pertanian menjadi sektor andalan bagi Kabupaten This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 Toba Samosir dalam menggerakan perekonomian daerah. Tahun 2014 sektor ini memberi kontribusi yang cukup besar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Toba Samosir, yaitu sekitar 22,53 persen terhadap total PDRB (Toba Samosir Dalam Angka, 2. Kabupaten Toba Samosir merupakan salah satu sentra penghasil padi dan jagung di Sumatera Utara. Jika dibandingkan dengan kabupaten lain, produksi padi di Toba Samosir mencapai 3,81 persen dari seluruh produksi padi di Sumatera Utara dan masuk pada peringkat ke delapan (Statistik Daerah BPS Toba Samosir, 2. Selain padi dan jagung, hasil pertanian Kabupaten Toba Samosir adalah cabe, bawang merah, bawang putih, bawang daun, ubi kayu, andaliman, kacang tanah, sayur mayur dan sebagainya. Selain itu, untuk tanaman buah-buahan yang cukup potensial di Kabupaten Toba Samosir adalah buah mangga, avokad, durian, pisang, jeruk dan nenas. Tabel 4 Jumlah Rumah Tangga di Kabupaten Toba Samosir Kecamatan Penduduk . Balige Tampahan Laguboti Habinsaran Borbor Nassau Silaen Sigumpar Porsea Pintu Pohan Meranti Siantar Narumonda Parmaksian Lumban Julu Uluan Ajibata Bonatua Lunasi Jumlah Sumber : BPS Kabupaten Toba Samosir dalam Angka, 2017 Rumah Tangga Potensi Wilayah Kabupaten Toba Samosir Kabupaten Toba Samosir terletak di bagian tengah provinsi Sumatera Utara di jajaran Bukit Barisan dengan topografi berbukit dan bergelombang, dengan posisi tersebut, wilayah Toba Samosir merupakan daerah pengaman bagi kabupaten lainnya karena wilayah ini merupakan hulu dari beberapa sungai besar dan kecil yang mengalir ke wilayah timur Sumatera Utara. Komposisi tanah didominasi jenis tanah Tufo Toba, pasir tercampur tanah liat, kapur dan sebagian lainnya beruipa lapisan tanah batuan yang relatif kurang subur untuk Kabupaten Toba Samosir merupakan daerah yang cukup terkenal di kawasan nusantara, terutama karena potensi keindahan alam dan sumber daya manusianya. Keindahan alam dan panorama kawasan Danau Toba, kekayaan seni budaya asli merupakan potensi daerah yang dapat digali dan dikembangkan dalam upaya pengembangan kepariwisataan di tanah air. Potensi alam, antara lain luasnya lahan kering dapat diolah menjadi areal persawahan baru dengan membangun sarana irigasi yang memadai. Perairan Danau Toba yang cukup luas dan sungai yang dapat dimanfaatkan potensinya untuk irigasi dan pembangkit tenaga listrik. This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 Analisa Kuantitatif Pengaruh Kinerja (X. Terhadap Sumber Daya Manusia (Y) Hipotesis pertama yang diuji adalah pengaruh Kinerja (X. dengan Sumber Daya Manusia (Y). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi menghasilkan persamaan regresi Y = 24,463 0,392 X1. dapat dilihat pada tabel 5 berikut Tabel. PengaruhKinerja (X. Terhadap Sumber Daya Manusia (Y) Coefficientsa Standardized Coefficients Unstandardized Coefficients Std. Model Error Beta 1 (Constan. Kinerja Dependent Variable:Sumber Daya Manusia Sumber: Hasil uji SPSS Collinearity Correlations Statistics Zero- Partia Sig. Part Tolerance VIF Berdasarkan tabel diatas, hasil pengujian signifikansi pengaruh variabel Kepemimpinan kepala sekolah terhadap mutu pendidikan diketahui bahwa t. hitung = 24. sedangkan t. tabel = 7,95. Dengan T. hitung > T. tabel pada = 5%, artinya bahwa ada pengaruh secara signifikan antara Kinerja terhadap sumber daya manusia. kesimpulan bahwa Kekuatan variabel Kinerja (X. mempengaruhisumber daya manusia (Y) Tabel 6 Uji r Kinerja (X. Terhadap Sumber Daya Manusia (Y) Model Summaryb Change Statistics Std. Error of R Square the Estimate Change Change df1 df2 Adjusted Model Square R Square Predictors: (Constan. Kinerja Dependent Variable: Sumber Daya Manusia Sumber: Hasil uji SPSS Sig. Change Hasil uji koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,210 atau 21,0 %. Hasil tersebut memberikan pengertian bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel independen yakni Kinerja (X. terhadapsumber daya manusia (X. berarti sebesar 21,0 %, sedangkan sisanya sebesar 79,9 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini Pengaruh Tingkat Pendidikan (X. Terhadap Sumber Daya Manusia (Y) Hipotesis pertama yang diuji adalah pengaruh Tingkat Pendidikan (X. terhadap sumber daya manusia (Y). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan persamaan regresi Y = 26,273 0,295 X2. pada tabel 7 berikut. Tabel 7 Pengaruh Tingkat Pendidikan (X . Terhadap sumber daya manusia (Y) Model Unstandardized Coefficients Coefficientsa Standardized Coefficients Sig. Correlations Collinearity Statistics This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. 1 (Constan. Std. Error E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 Beta Tingkat Pendidikan Dependent Variable: Sumber Daya Manusia Sumber: Hasil uji SPSS Zero- Partia Toleranc Part VIF Berdasarkan tabel diatas, hasil pengujian signifikansi pengaruh variabel Tingkat Pendidikan terhadap sumber daya manusia diketahui bahwa t. hitung = 26. 273 sedangkan t. 7,95. Dengan T. hitung >T. tabel pada = 5%, artinya bahwa ada pengaruh secara signifikan antara sumber daya manusia terhadap sumber daya manusia. Jadi dapat disimpulkan bahwa Kekuatan variabel Tingkat Pendidikan (X. mempengaruhi sumber daya manusia(Y) Tabel 8 Uji rTingkat Pendidikan (X . Terhadap sumber daya manusia (Y) Model Summaryb Adjuste Squar Std. Error of Model Square the Estimate Predictors: (Constan. Tingkat Pendidikan Dependent Variable: Sumber Daya Manusia Sumber : data diolah Change Statistics R Square Change F Change df1 df2 Sig. Change Hasil uji koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,163 atau 16,3 %. Hasil tersebut memberikan pengertian bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel independen yakni Tingkat Pendidikan (X. terhadap sumber daya manusia (X. berarti sebesar 16,3 %, sedangkan sisanya sebesar 83,7 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Pengaruh Kinerja (X. dan Tingkat Pendidikan (X. terhadap sumber daya manusia (Y). Hipotesis ketiga yang diuji adalah pengaruh Kinerja (X. dan Tingkat Pendidikan (X. terhadap sumber daya manusia (Y) secara bersama-sama dengan persamaan regresi Y = 12,067 0,403 X1 0,331 X2. pada tabel berikut : Tabel 9 Uji Kinerja (X. dan Tingkat Pendidikan (X . terhadap sumber daya manusia (Y) Unstandardized Coefficients Std. Error Coefficientsa Standardiz Coefficients Model Beta 1 (Constan. Kinerja Tingkat Pendidikan Dependent Variable: Sumber Daya Manusia Sumber : data diolah Sig. Correlations Zeroorder Partial Part Collinearity Statistics Tole rance VIF This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 PEMBAHASAN Dari hasil analisa deskriptif yaitu dengan menyebar angket pertanyaan terhadap 98 responden memberi makna bahwa secara umum ketiga variabel dalam penelitian dalam kategori yang cukup baik. Namun demikian dari beberapa pertanyaan yang diajukan masih terlihat bahwa dalam hal penempatan kerja yang berdasarkan pada tingkat pendidikan menunjukkan persentase keraguan pegawai masih cukup tinggi, artinya bahwa dalam penempatan kerja yang dilakukan masih dilakukan dengan cara - cara pilih - pilih atas pertimbangan sesuatu diluar dari prosedur yang ada. Disamping itu juga, untuk tingkat berinovasi pegawai, ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan, tingkat kreatifitas, penyusunan pengorganisasian dilakukan oleh pegawai yang mempunyai tingkat pendidikan masih belum optimal, hal ini dapat dilihat dari jawaban 98 responden yang menyatakan bahwa persentase tingkat keragu - raguan masih cukup tinggi. Untuk pemecahan persoalan pekerjaan yang ada atau kebuntuan dalam bekerja tidak selamanya dilakukan oleh pegawai yang berpendidikan, faktor pengalaman dalam bekerja menjadi bahan pertimbangan dalam pemecahan persoalan tersebut dan pemahaman bekerja serta sistem penilaian pegawai masih perlu adanya Uji statistic dilakukan dengan model regresi linear berganda menunjukkan bahwa adanya hubungan yang linear positif antara kinerja dan tingkat pendidikan terhadap sumber daya manusia, artinya bahwa apabila kinerja dan tingkat pendidikan ditingkatkan maka akan diikuti pada peningkatan sumber daya manusia. Hasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan kinerja terhadap tingkat pendidikan terhadap sumber daya manusia. Hasil uji ini memberi gambaran bahwa variabel kinerja lebih berpengaruh signifikan terhadap sumber daya manusia. Sementara itu hasil uji serempak diperoleh makna bahwa variabel kinerja dan tingkat pendidikan secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap sumber daya manusia. KESIMPULAN Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Secara deskriptif memberi makna bahwa secara umum kinerja dan tingkat pendidikan terhadap sumber daya manusia dalam kategori yang cukup baik. Dari model regresi yang diperoleh dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang linear positif antara kinerja dan tingkat pendidikan terhadap sumber daya manusia. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja dan tingkat pendidikan akan diikuti pada peningkatan sumber daya manusia. Secara parsial untuk variabel kinerja diperoleh nilai t ratio sebesar 3,433 lebih besar dari nilai t - tabel sebesar 2,35 ini berarti bahwa ada pengaruh nyata kinerja terhadap sumber daya manusia. Besarnya koefisien kinerja yaitu sebesar 0,210 menunjukkan bahwa peningkatan kinerja sebesar 1 % maka akan diikuti pada peningkatan kinerja sebesar 21,0 %. Sedangkan untuk variabel tingkat pendidikan diperoleh nilai t - ratio sebesar 2,405 lebih besar dari nilai t - tabel sebesar 2,35 ini berarti bahwa ada pengaruh nyata tingkat pendidikan terhadap sumber daya manusia. Besarnya koefisien tingkat pendidikan yaitu sebesar 0,163 mengindikasikan bahwa peningkatan tingkat pendidikan sebesar 1% maka akan diikuti pada peningkatan sumber daya manusiasebesar 16,3 %. Hasil dari uji parsial menunjukkan bahwa variabel kinerja lebih This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Regional Planning DOI : 10. 36985/jrp. E Ae ISSN : 2302 Ae 5980 Vol. 4 No. 2 Agustus 2022 berpengaruh nyata daripada variabel tingkat pendidikan dalam meningkatkan sumber daya manusia pegawai di sekretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir Uji secara serempak diperoleh nilai F-ratio sebesar 16,316 lebih besar dari nilai F-tabel sebesar 4,79. Jadi dapat disimpulkan bahwa hipotesa H1 diterima yang berarti bahwa secara simultan ada pengaruh nyata kinerja dan tingkat pendidikan terhadap sumber daya manusia pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir Dari uji determinasi (R. diperoleh nilai R2 sebesar sebesar 0,256 atau 25,6 %. Hal ini menunjukkan bahwa 25,6 %. Sumber daya manusia dijelaskan oleh kinerja dan tingkat pendidikan sedangkan sisanya sebesar 74,4 % dijelaskan oleh faktor - faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian. DAFTAR PUSTAKA