Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. : Januari-Juni 2024 Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. : Januari-Juni 2024 ISSN 2528-3391 (Prin. ISSN 2776-3153 (Onlin. DOI: http://doi. org/10. Tersedia online di https://jurnalassyifa. Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue Knowledge and Behavior of Dengue Dengue Hemorrhagic Fever Prevention Regitha Chayany1. Yudi AkbarA*. Aulia RahmiA. Faridah Hanum. Nurlis STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe *Email Coresponden: nersyudi7@gmail. ABSTRAK Perilaku tersebut juga di dukung dengan adanya sarana dan prasarana agar perilaku yang di inginkan dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengetahuan dan perilaku masyarakat mengenai penyakit dan cara pencegahan demam berdarah dengue. Metode dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 153 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang di kembangkan oleh peneliti. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa mayoritas pengetahuan masyarakat baik yaitu sebanyak 126 responden . ,4%) namun mayoritas masyarakat tidak melakukan perilaku tindakan pencegahan penyakit demam berdarah yaitu sebanyak 77 responden . ,9%). Pengetahuan pada masyarakat sangat mempengaruhi bagaimana perilaku yang di terapkan oleh masyarakat dalam meningkatkan pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue. Kata kunci : Demam berdarah dengue, pengetahuan, perilaku, masyarakat ABSTRACT This behavior is also supported by the existence of facilities and infrastructure so that the desired behavior can be achieved. This study aims to see how people's knowledge and behavior regarding the disease and how to prevent dengue hemorrhagic fever. The method in this study is descriptive with a sample of 153 people using the accidental sampling technique. The instrument used is a questionnaire developed by the researcher. The results of this study were obtained that the majority of public knowledge was good, namely 126 respondents . 4%), but the majority of people did not carry out dengue fever prevention behaviors, namely 77 respondents . 9%). Knowledge in the community greatly affects how the behavior applied by the community in improving the prevention of Dengue Hemorrhagic Fever disease. Keywords : Dengue hemorrhagic fever, knowledge, behavior, society Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. : Januari-Juni 2024 PENDAHULUAN Penyakit demam berdarah adalah penyakit infeksi oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Anak-anak bisa terkena penyakit demam berdarah yang sangat parah yang bisa menyebabkan perdarahan dan shok. Demam berdarah ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus. (Krishna, 2. Menurut WHO . , penyakit demam berdarah telah meningkat secara dramatis diseluruh dunia bahkan telah dilaporkan prevalensi demam berdarah memperkirakan 3,9 milyar orang di 128 negara beresiko terinfeksi virus dengue, dan di dunia melaporkan jumlah kasus tahunan meningkat dari 2,2 juta pada tahun 2010 menjadi lebih dari 3,34 juta pada tahun 2016. Pada Tahun 2024, tercatat 88. 593 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan 621 kasus kematian di Indonesia. Berdasarkan laporan, dari 456 kabupaten/kota di 34 provinsi, kematian akibat DBD terjadi di 174 kabupaten/kota di 28 provinsi ( Kemenkes,2. Kasus demam berdarah di Aceh tahun 2019 berjumlah 2. 386 kasus, dengan jumlah kematian sebanyak 6 orang, jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 1. 533 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 5 orang (Dinkes Aceh, 2. Kasus demam berdarah di Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya di wilayah kerja puskesmas Bebesen sepanjang tahun 2022 berjumlah 34 orang dengan rentang usia 0 Ae 65 tahun (Puskesmas Bebesen, 2. Kasus demam berdarah di Indonesia terus meningkat setiap tahun nya, dikarenakan kurangnya penyuluhan dan kurangnya tingkat pengetahuan pada masyarakat terkait pencegahan demam berdarah dengue. Dengan demikian penulis sangat tertarik dengan penelitian tersebut. hal ini berdasarkan penelitian yang terdahulu. Hasil dari penelitian Maria. L Dawe, dkk . menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang tetapi menunjukkan sikap positif terhadap pencegahan demam berdarah, sedangkan hasil dari penelitian Nina Sumarni, dkk . mendapatkan hasil bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan, sikap dan tindakan yang kurang baik dalam pencegahan dan pemberantasan vektor demam berdarah. Hasil dari penelitian Tika Fransiska Dewi, dkk . juga membuktikan hampir setengah . ,7%) pengetahuan tentang penyakit demam berdarah dengue kurang, sebagian besar . ,3%) Perilaku pencegahan demam berdarah dengue kurang, sedangkan hasil uji spearman rank didapatkan p value =0,05 dengan nilai korelasi 0,654, sehingga bisa disimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan maka semakin baik juga perilaku pencegahan penyakit demam berdarah dengue. Berdasarkan survey awal yang telah di lakukan oleh peneliti di desa Blang Kolak II dengan melakukan wawancara dengan 5 orang masyarakat, di dapatkan 3 dari 5 orang masyarakat memiliki riwayat pernah terjangkit penyakit demam berdarah dengue. 5 orang masyarakat ini juga masih memiliki pengetahuan dan perilaku yang kurang mengenai penyakit demam berdarah dan juga bagaimana cara pencegahan nya. METODE Penelitian ini bersifat desktiptif dengan menggunakan teknik accidental Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. : Januari-Juni 2024 pengetahuan dan perilaku pencegahan demam berdarah dengue yang dikembangkan oleh peneliti. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di kampung Blang Kolak II Takengon yang berusia 20-50 tahun, yang berjumlah 153 responden. Analisa data dilakukan secara univariat yaitu analisis yang dilakukan terhadap tiap variabel dalam hasil penelitian. Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi dan presentase dari setiap variabel. HASIL Analisa Univariat Tabel 1 Distribusi Frekuensi karakteristik responden . = . Karakteristik Responden Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Umur 20 Ae 25 Remaja Akhir 26 Ae 35 Dewasa Awal 36 Ae 45 Dewasa Akhir 46 Ae 50 Lansia Awal Suku Gayo Jawa Aceh Melayu Pendidikan Terakhir SMA/SMK/MA D3/D4/S1/S2/S3 Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Jumlah Frekuensi Persentase Berdasarkan tabel 1 diatas diperoleh bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 95 responden . ,1%). Mayoritas umur responden berkisar antara 20-25 tahun yaitu sebanyak 77 responden . ,3%). Responden yang mayoritas nya bersuku Gayo yaitu sebanyak 80 responden . Pendidikan reponden paling banyak berada pada tingkat SMA/SMK/MA yaitu sebanyak 110 responden . ,9%). Mayoritas responden bekerja yaitu sebanyak 96 responden . ,7%). Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. : Januari-Juni 2024 Tabel 2 Distribusi frekuensi pengetahuan masyarakat tentang penyakit Demam Berdarah Dengue. Pengetahuan Frekuensi Baik Cukup Kurang Jumlah Persentase Dari tabel 2 di dapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yg baik terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue yaitu sebanyak 126 responden . ,4%). Tabel 3 Distribusi frekuensi perilaku masyarakat tentang cara pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue. Perilaku Dilakukan Tidak Dilakukan Jumlah Frekuensi Persentase Dari tabel 3 di dapatkan bahwa mayoritas resonden tidak melakukan tindakan perilaku pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue yaitu sebanyak 77 responden . ,3%). PEMBAHASAN Pengetahuan tentang penyakit demam berdarah dengue Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di kampung Blang Kolak II Takengon, menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 126 responden . ,4%), di bandingkan responden yang memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 18 responden . ,8%), dan pengetahuan kurang yaitu sebanyak 9 responden . ,9%). Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Nur Indang, dkk . menunjukan hasil bahwa sebagian besar responden juga memiliki pengetahuan yang baik tentang Demam Berdarah yaitu sebanyak 109 responden . ,5%). Hasil penelitian Citra Cahyati Nst, dkk . mendapatkan hasil mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Biru-Biru dalam kategori baik . ,33%) terhadap pencegahan penyakit DBD dan mayoritas tingkat sikapnya dalam kategori cukup . ,33%) dalam pencegahan penyakit DBD, namun tidak sedikit tingkat perilaku masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Biru-Biru menunjukkan dalam kategori kurang . %) bahkan hanya minoritas masyarakat yang memiliki tingkat perilaku baik . ,67%) dalam hal pencegahan penyakit DBD. Hasil dari penelitian Shinta Kurnia Dewi . tentang pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam pencegahan penyakit demam berdarah dengue di Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen dapat disimpulkan bahwa responden berpengetahuan baik sebanyak 256 responden dengan persentase Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. : Januari-Juni 2024 69,6% sedangkan responden yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 54 responden dengan persentase 14,7%. Menurut asumsi peneliti, pengetahuan masyarakat mengenai penyakit demam berdarah dengue sudah sangat baik, dibandingkan dengan masyarakat yang memiliki pengetahuan yang kurang dan pengetahuan yang cukup. Hal ini menunjukkan bahwa pada umumnya masyarakat di Kampung Blang Kolak II memiliki pengetahuan yang baik seputar tentang penyakit demam berdarah Perilaku pencegahan penyakit demam berdarah dengue Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di kampung Blang Kolak II Takengon, dari hasil Analisa univariat pada tabel 3 menunjukan bahwa mayoritas responden tidak melakukan tindakan pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue yaitu sebanyak 77 responden . ,3%), di bandingkan dengan yang melakukan tindakan pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue yaitu sebanyak 76 responden . ,9%). Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Dewi, 2. , dalam penelitiannya diketahui bahwa responden yang memiliki perilaku kurang memiliki persentase sebesar 59,5% sedangkan responden yang memiliki perilaku baik memiliki persentase sebesar 16,3%. Kuesioner mengenai tindakan pencegahan demam berdarah dengue terdiri dari 12 pernyataan yang terdiri dari dua pilihan jawaban yaitu AumelakukanAy dan Autidak melakukanAy. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Bellinda Putri Kollondam, dkk . yang menunjukan bahwa Upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue seperti hasil yang ditunjukan dalam penelitian ini bahwa sebanyak 92 responden . ,4%) masih memiliki tindakan yang kurang meskipun pengetahuan dan sikap responden sudah baik, sedangkan untuk responden yang melakukan tindakan baik yaitu 71 responden . ,4%). Dan hasil dari penelitian Kevin Sevdo, dkk . mendapatkan hasil bahwa perilaku masyarakat tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue di wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya sebagian besar berkategorikan perilaku Negatif . Menurut asumsi peneliti. Salah satu faktor yang menyebabkan buruknya perilaku masyarakat dalam hal pencegahan demam berdarah bukan dikarenakan kurangnya pengetahuan sehingga untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat pun masih kurang, hanya saja masyarakat kurang kesadaran dan malas untuk SIMPULAN Mayoritas masyarakat di kampung tersebut sudah memiliki pengetahuan yang baik mengenai penyakit demam berdarah dengue yaitu sebanyak 82,4%, namun memiliki perilaku yang kurang dalam pencegahan penyakit yaitu sebanyak 50,3%. DAFTAR PUSTAKA