Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Pemanfaatan Biodiversitas Pesisir Sebagai Mitigasi Bencana: Pembelajaran Project di SMK Negeri 1 Batudaa Pantai Provinsi Gorontalo Herinda Mardin*1. Ilyas H. Husain2. Masra Latjompoh3. Jusna Ahmad4. Chairunnisah Lamangantjo5 1,2,3,4,5Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Gorontalo *Email: herindamardin@ung. Email: ilyas. husain@ung. Email: masralatjompoh@ung. Email: jusnaahmad@ung. Email: chairunnisahlamangantjo@ung. Submitted: 04-02-2024 Revised: 21-05-2024 Accepted: 30-06-2024 Abstract Natural disasters like earthquakes, tidal floods, and strong winds frequently occur in coastal areas, necessitating disaster mitigation. Coastal biodiversity can serve as a tool for disaster mitigation in coastal SMK Negeri 1 Batudaa Pantai, located in the coastal area of Tomini Bay. Gorontalo Province, conducts community service activities regarding the use of coastal biodiversity as disaster mitigation due to the importance of this knowledge for coastal communities. This activity was attended by 41 students from classes X and XI at SMK Negeri 1 Batudaa Pantai. On May 20, 2024, the SMK Negeri 1 Batudaa Pantai school building hosted the activity from 8:00 WITA until its conclusion. Lecture, discussion, and active participation are methods used in activities. Service activities run well and smoothly. Participants were enthusiastic about participating in this activity, which provided benefits. This activity benefits participants by enhancing their understanding of how to utilize coastal biodiversity to prevent unwanted natural disasters. The importance of knowing coastal biodiversity as disaster mitigation can minimize the occurrence of natural disasters in coastal areas. Keywords: Coastal Biodiversity. Disaster mitigation. Learning Abstrak Bencana alam seperti gempa bumi, banjir rob, dan angin kencang sering terjadi di wilayah pesisir, sehingga diperlukan mitigasi bencana. Keanekaragaman hayati pesisir dapat menjadi salah satu sarana mitigasi bencana di wilayah pesisir. SMK Negeri 1 Batudaa Pantai yang terletak di wilayah pesisir Teluk Tomini. Provinsi Gorontalo, menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pemanfaatan keanekaragaman hayati pesisir sebagai mitigasi bencana karena pentingnya pengetahuan tersebut bagi masyarakat pesisir. Kegiatan ini diikuti oleh 41 siswa dari kelas X dan XI di SMK Negeri 1 Batudaa Pantai. Pada tanggal 20 Mei 2024, gedung sekolah SMK Negeri 1 Batudaa Pantai menyelenggarakan kegiatan tersebut mulai 00 WITA hingga selesai. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah ceramah, diskusi, dan partisipasi aktif. Kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dan lancar. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, sehingga memberikan manfaat. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi peserta karena dapat meningkatkan pemahaman tentang cara memanfaatkan keanekaragaman hayati pesisir untuk mencegah terjadinya bencana alam yang tidak diinginkan. Pentingnya mengetahui keanekaragaman hayati pesisir sebagai mitigasi bencana dapat meminimalisir terjadinya bencana alam di wilayah pesisir. Kata Kunci: Biodiversitas Pesisir. Mitigasi Bencana. Pembelajaran Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik PENDAHULUAN Migitasi memperkecil dampak bencana alam (Niode et al. , 2. Menurut undang-undang nomor 24 tahun 2007, migitasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko dalam menghadapi Biodiversitas pesisir memiliki peran penting dalam mitigasi bencana alam. Ekosistem pesisir seperti mangrove, terumbu karang, dan padang lamun tidak hanya menyediakan habitat bagi berbagai spesies, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung alami dampak bencana alam Hutan mangrove merupakan ekosistem hutan yang menjadi salah satu pertahanan terbaik untuk menjaga kawasan pesisir, sehingga hutan mangrove menjadi penting dalam menjaga ekosistem pantai dan Penyusun hutan mangrove mempunyai ciri khas tersendiri, hal adaptasi dari tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Mangrove sebagai akar nafas . Sistem perakaran pohon mangrove merupakan bentuk adaptasi dengan Vol 6. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. kondisi tanah yang memiliki kadar oksigen yang rendah bahkan sama . Selain karakteristiknya yang unik, hutan mangrove juga menjadi habitat yang istimewa serta berperan penting dalam membentuk Hutan mampu menahan dan mengurangi kekuatan dari gelombang laut yang ekosistem menjadi fungsi utama hutan mangrove. Vegetasi yang mengambil peran besar untuk melindungi pantai agar pesisir tidak terkikis langsung oleh gelombang air Daerah pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan daerah yang rawan bencana alam seperti gempa, banjir pasang dan angin besar sehingga Bencana yang mengancam kawasan pesisir tidak hanya gelombang tinggi, namun juga tsunami. Tingkat kerawanan yang berbeda-beda pada masing-masing pantai berpengaruh pada tingkat mitigasi bencana yang ada di pantai tersebut. Semakin tinggi tingkat kerawanan bencana tsunami maka seharusnya semakin lengkap pula fasilitas terkait dengan mitigasi bencana (Febrianingrum et , 2. Pencegahan meminimalisir terjadinya dampak dari suatu bencana dapat terwujud Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jika adanya perencanaan terhadap tindakan dalam upaya migitasi melakukan identifikasi ancaman dicegah dan menentukan berbagai tingkat ancaman dari ringan hingga kemungkinan yang paling buruk ketika bencana terjadi dengan demikian dilakukan identifikasi terjadinya kerentanan dan ancaman yang akan terjadi selain itu melakukan identifikasi atas tindakan migitasi berdasarkan lokasi dan melakukan rencana aksi dalam meminimalisir terjadinya Kegiatan yang dilakukan dalam migitasi bencana dalam yakni pengenalan dan pemantauan bencana, mengidentifikasi pengenalan sumber bencana, mengupayakan fisik dan mengawasi pelaksanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan hidup teknologi tinggi (Fadli, 2. Adapun faktor-faktor hutan mangrove dapat mereduksi tsunami jika dilihat dari, tingkat kelebaran hutan mangrove, diameter pohon. Vol 6. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. kepadatan pohon, tinggi pohon tekstur tanah, lokasi tanah, tipe vegetasi dataran rendah, proporsi biomassa diatas permukaan tanah yang terdapat diakar, keberadaan habitat tepi pantai (Santoso et al. , dengan adanya penanaman dan pemeliharaan dapat mengurangi arus tsunami dengan kepadatan daripada hutan (Munandar Kusumawati, 2. Biodiversitas pesisir mampu menjadi indikator mitigasi bencana seperti terumbu karang, hutan manggrove, padang lamun dan vegetasi pesisir lainnya. Terumbu penghalang fisik yang memecah ombak dan mengurangi energi Ini membantu melindungi garis pantai dari erosi dan kerusakan akibat gelombang besar. Padang lamun, dengan sistem akarnya yang padat, menstabilkan sedimen di dasar laut dan mencegah erosi Vegetasi membantu memperlambat arus air, yang memungkinkan lebih banyak memperkuat garis pantai. Vegetasi pesisir seperti rumput laut dan tanaman pantai lainnya membantu mengikat tanah dan mencegah erosi yang disebabkan oleh angin dan air. Pentingnya pengetahuan ini Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pengabdian mengenai pemanfaatan biodiversitas pesisir sebagai mitigasi bencana di SMK Negeri Batudaa Pantai yang terletak di wilayah Provinsi Gorontalo. METODE PELAKSANAAN Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sebagai berikut: Metode Ceramah: metode ini digunakan untuk memberikan materi kepada para peserta yang hadir dalam kegiatan. Materi yang diberikan berupa PPT dengan menggunakan Materi terkait biodiversitas pesisir, jenis-jenis hayati (Keanekaragaman hayati Materi kedua yang diberikan terkait pemanfaatan biodiversitas pesisir sebagai pembelajaran procject. Metode Diskusi: metode ini dilaksanakan setelah materi Metode diskusi dimulai dengan sesi tanya jawab dalam 2 sesi, pertanyaan diajukan oleh peserta Metode Partisipatif Aktif: pada saat pemberian materi, peserta Vol 6. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. menanyakan terkait materi di luar sesi diskusi. Peserta turut berpartisipasi aktif dalam proses narasumber kepada peserta. Kegiatan ini diikuti oleh 41 orang peserta didik dari kelas X dan XI yang semuanya merupakan peserta didik di SMK Negeri 1 Batudaa Pantai. Kegiatan dilaksanakan di gedung sekolah SMK Negeri 1 Batudaa Pantai. Narasumber dalam kegiatan ini adalah ibu Herinda Mardin. Si. Pd. ibu Dr. Masra Latjompoh. Pd. HASIL DAN PEMBAHASAN Keanekaragaman hayati adalah variasi di antara organisme hidup dari berbagai sumber termasuk ekosistem darat, laut, dan gurun, serta kompleks ekologi di mana Point penting terkait keanekaragaman hayati adalah: Keanekaragaman menggambarkan kekayaan dan Keberagaman kehidupan di bumi Keanekaragaman adalah fitur paling kompleks dan penting di Planet kita Tanpa keanekaragaman hayati, kehidupan tidak akan bertahan. Keanekaragaman mempunyai arti penting secara ekologis dan ekonomi. Memberi kita Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik makanan, perumahan, bahan bakar, pakaian dan beberapa sumber daya Negara mendapatkan keuntungan moneter melalui pariwisata. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki pengetahuan yang baik tentang hidup yang berkelanjutan. Keanekaragaman hayati terdiri atas 3 jenis yaitu: keanekaragaman hayati tingkat Keanekaragaman hayati tingkat Keanekaragaman hayati tingkat Keanekaragaman Tingkat genetic merujuk pada variasi genetik yang ada di dalam populasi suatu spesies atau antara Keanekaragaman genetik adalah dasar dari variasi fisik, perilaku, dan fisiologis di dalam spesies yang memungkinkan mereka beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan bertahan dari berbagai tantangan seperti penyakit dan perubahan iklim contohnya perbedaan warna Sementara keanekaragaman hayati tingkat jenis mengacu pada jumlah dan variasi spesies yang berbeda Keanekaragaman spesies mikroorganisme hingga tumbuhan Vol 6. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Tingginya menunjukkan ekosistem yang sehat Sedangkan ekosistem merujuk pada variasi ekosistem yang ada di Bumi, organisme hidup . Keanekaragaman mencakup berbagai habitat seperti hutan, padang rumput, lahan basah, terumbu karang, dan ekosistem air tawar dan laut. Biodiversitas pesisir mencakup berbagai bentuk kehidupan dan ekosistem yang berada di sepanjang garis pantai hingga ke perairan Daerah pesisir adalah tempat pertemuan antara daratan dan laut, menciptakan ekosistem yang sangat dinamis dan kaya akan keanekaragaman hayati. Beberapa diantara ekosistem pesisir sangat ekologis, ekonomi sebagai berikut. Hutan Mangrove sekumpulan pepohonan yang tumbuh di area sekitar garis pantai yang dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut serta berada pada tempat yang mengalami akumulasi bahan organik dan pelumpuran. Hutan mangrove yang juga biasa dikenal dengan sebutan hutan bakau ini merupakan sebuah ekosistem yang bersifat khas Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik karena adanya aktivitas daur penggenangan oleh pasang surut air laut. Hutan Mangrove melindungi pantai dari erosi, menyerap gelombang besar, dan berbagai spesies ikan, burung. Hutan Mangrove memberikan produk seperti kayu, madu, dan bahan baku untuk industri farmasi. Mereka perikanan dengan menyediakan tempat pembesaran bagi ikan dan udang (Rahim et al. , 2. Terumbu karang adalah struktur bawah laut yang terbentuk dari endapan kalsium karbonat yang dihasilkan oleh karang. Terumbu ini biasanya ditemukan di perairan tropis yang jernih dan Fungsi hayati laut yang sangat tinggi, dan berperan sebagai tempat berlindung dan pembesaran bagi banyak spesies laut. Manfaat ekonomi terumbu karang yaitu mendukung industri pariwisata, bahan baku untuk obat-obatan. Mereka juga berkontribusi pada mengurangi biaya pemeliharaan infrastruktur pesisir. Vol 6. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Tumbuhan lamun atau biasa tumbuhan yang hidup dan tumbuh di bawah permukaan laut dangkal. Faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi lamun di perairan antara lain, cahaya, suhu, salinitas, sedimen, dan Fungsi ekologis padang lamun yaitu menyediakan habitat penting bagi ikan, penyu, dan invertebrata laut. Mereka juga sedimen, meningkatkan kualitas air, dan menyerap karbon. Manfaat ekonomi padang lamun yaitu mendukung perikanan komersial dan rekreasi, serta pariwisata ekologi. Mereka juga penyerapan karbon, membantu mitigasi perubahan iklim. Pentingnya kelestarian biodiversitas pesisir dari Meningkatnya suhu laut dan kenaikan permukaan air laut Pemutihan karang dan hilangnya habitat pesisir adalah beberapa dampak yang signifikan. Ancaman polusi, limbah industri, pertanian, dan plastik mencemari ekosistem pesisir, merusak habitat, dan mengancam kesehatan organisme laut (Halim et al. , 2. Termasuk ancaman pembangunan Pantai, yaitu pengembangan pesisir yang Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tidak terkendali, seperti konstruksi hotel dan infrastruktur, merusak habitat alami dan mengurangi area ekosistem pesisir. Serta eksploitasi berlebihan contohnya penangkapan ikan yang berlebihan, pemanenan terumbu karang merusak ekosistem dan menurunkan populasi spesies (Pranyoto, 2. Biodiversitas pesisir memiliki peran penting dalam mitigasi bencana alam. Ekosistem pesisir seperti mangrove, terumbu karang, dan padang lamun tidak hanya menyediakan habitat bagi berbagai spesies, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung alami yang membantu mengurangi dampak bencana alam. Hutan mangrove bertindak sebagai penghalang alami yang tsunami dan gelombang laut besar. Akar-akar mangrove yang kuat dan saling terkait membantu menyebarkan kekuatan gelombang, sehingga melindungi pemukiman pesisir dari kerusakan parah (Prasetioet et al. Terumbu karang berfungsi sebagai penghalang fisik yang memecah ombak dan mengurangi mencapai pantai. Ini membantu melindungi garis pantai dari erosi Vol 6. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. dan kerusakan akibat gelombang Padang lamun, dengan sistem akarnya yang padat, menstabilkan sedimen di dasar laut dan mencegah erosi pantai. Vegetasi memperlambat arus air, yang memperkuat garis pantai. Vegetasi pesisir lainnya seperti rumput laut membantu mengikat tanah dan mencegah erosi yang disebabkan oleh angin dan air. Biodiversitas memainkan peran penting dalam mitigasi bencana melalui berbagai mekanisme alami yang melindungi garis pantai dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Memahami dan melestarikan ekosistem pesisir adalah langkah penting dalam strategi mitigasi bencana yang berkelanjutan (Tamitiadini et al. Marfai, 2019. Marfai et al. Kegiatan dengan lancar dan peserta sangat antusias mengikuti alur kegiatan. Sebelum kegiatan inti dimulai, narasumber sudah memberikan pertanyaan pemantik dan asesmen awal untuk mengetahui Tingkat pengetahuan peserta didik terkait biodiversitas pesisir dan mitigasi Kemudian materi dan Kembali dilakukan asesmen untuk mengukur sejauh Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mana kemampuan daya tangkap peserta didik terhadap materi yang Pendalaman materi dilakukan pada sesi diskusi, peserta didik diberikan kesempatan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan. Pada sesi akhir, peserta sangat antusias Vol 6. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. diberikan oleh narasumber. Peserta menjadi lebih aktif bertanya dan materi di akhir sesi diskusi. Kegiatan pemberian materi, sesi diskusi dan foto bersama secara berturut-turut gambar 1, 2 dan 3. Gambar 1. Pemberian Materi oleh Narasumber Gambar 2. Sesi Dikusi Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Gambar 3. Sesi Foto Bersama Pada akhir sesi, dilakukan foto bersama, karena banyaknya peserta, maka sesi foto bersama dibagi menjadi sesi. Sesi pertama adalah foto bersama dengan para taruni dan sesi kedua bersama para taruna. alam yang tidak diinginkan. Pentingnya biodiversitas pesisir sebagai mitigasi terjadinya bencana alam di wilayah PENUTUP Kesimpulan yang dapat ditarik dari kegiatan pengabdian ini adalah AuPemanfaatan Biodiversitas Pesisir Sebagai Mitigasi Bencana: Pembelajaran Project di SMK Negeri Batudaa Pantai Provinsi GorontaloAy berjalan dengan baik dan lancar. Peserta sangat antusias memberikan manfaat. Berdasarkan pertanyaan pemantik dan asesmen awal yang diberikan serta asesmen akhir, kegiatan ini memberikan pemahaman kepada peserta terkait memanfaatkan biodiversitas pesisir untuk mencegah terjadinya bencana DAFTAR PUSTAKA