Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat . Volume : 1 | Nomor 1 | Nopember 2023 | E-ISSN : 3026-6912 DOI: https://doi. org/10. 47709/hcs. Penyuluhan Kesehatan Tentang Manajemen Pembuangan Sampah Yang Baik Di Desa Perkebunan Marpinggan Kecamatan angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan Elpiana Sari1. Amvina2. Siska Futri Nasution3. Ummi Irmadani Harahap4. Efrida Yanti3 Institut Teknologi dan Kesehatan Sumatera Utara elpianasari10@gmail. com,anaamvina@gmail. com, siskafutri1@gmail. ummiirmadanihrp@gmail. com, efridayanti44@yahoo. Histori Naskah: Diajukan: 6-11-2023 Disetujui: 7-11-2023 Publikasi: 8-11-2023 This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License Pendahuluan Sampah merupakan salah satu permasalahan kompleks yang dihadapi oleh negara-negara berkembang maupun negara-negara maju di dunia, termasuk Indonesia. Permasalahan sampah bukan lagi sekedar masalah kebersihan dan lingkungan saja, akan tetapi sudah menjadi masalah sosial yang berpotensi menimbulkan konflik. Sistem pengolahan sampah di Indonesia umumnya masih terbilang tradisional ini seringkali akhirnya berubah menjadi praktek pembuangan sampah secara sembarangan tanpa mengikuti ketentuan teknis di lokasi yang sudah ditentukan. Masalah pengolahan sampah ialah dimana sampah merupakan suatu bahan yang terbuang dari hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai Sampah berasal dari rumah tangga pada umumnya yang tidak mampu untuk dikelola, sehingga dapat menimbulkan penyebaran lingkungan yang berdampak bagi kesehatan masyarakat sekita Desa Perkebunan Marpinggan stempat. Studi Literatur Sampah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan manusia yang berwujud padat, baik berupa zat organik maupun anorganik yang bersifat dapat terurai maupun tidak terurai, dan dianggap sudah tidak berguna lagi, sehingga dibuang ke lingkungan. Alam tidak mengenal sampah, yang ada hanyalah daur materi dan energi. Hanya manusia yang menyampah yang mengakibatkan munculnya sampah. Segala macam organisme yang ada di alam ini selalu menghasilkan bahan buangan, karena tidak ada proses konversi yang memiliki efisiensi 100%. Sebagian besar bahan buangan yang dihasilkan oleh organisme yang ada di alam ini bersifat organik . emiliki ikatan CHO, bagian tubuh makhluk hidu. Sampah yang berasal dari aktivitas manusia yang dapat bersifat organik maupun anorganik. Contoh sampah organik adalah: sisa-sisa bahan makanan, kertas, kayu dan bambu. Sedangkan sampah anorganik adalah hasil dari proses pabrik misalnya: plastik, logam, gelas, dan karet. Ditinjau dari kepentingan kelestarian lingkungan, sampah yang bersifat organik tidak begitu bermasalah karena dengan mudah dapat dirombak oleh mikrobia menjadi bahan yang mudah menyatu kembali dengan alam. Sebaliknya sampah anorganik sukar terombak dan menjadi bahan Pencemaran lingkungan umumnya berasal dari sampah yang melonggok pada suatu tempat penampungan atau pembuangan. Perombakan sampah organik dalam suasana anaerob menyebabkan miskin oksigen yang akan menimbulkan bau tak sedap. Makin tinggi kandungan protein dalam sampah, makin tak sedap bau yang ditimbulkan. Dampak lain karena timbunan sampah dalam jumlah besar adalah lingkungan yang kotor dan pemandangan yang kumuh. Timbunan sampah menjadi sarang bagi vektor dan Tikus, lalat, nyamuk akan berkembang biak dengan pesat. Karakteristik Sampah Penyuluhan Kesehatan Tentang Manajemen Pembuangan Sampah Yang Baik Di Desa Perkebunan Marpinggan Kecamatan angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat . Volume : 1 | Nomor 1 | Nopember 2023 | E-ISSN : 3026-6912 DOI: https://doi. org/10. 47709/hcs. Sampah organik/mudah busuk berasal dari: sisa makanan, sisa sayuran dan kulit buah-buahan, sisa ikan dan daging, sampah kebun . umput, daun dan rantin. Sampah anorganik/tidak mudah busuk berupa : kertas, kayu, kain, kaca, logam, plastik , karet dan Sampah yang dihasilkan sekolah kebanyakan adalah jenis sampah kering dan hanya sedikit sampah basah. Sampah kering yang dihasilkan kebanyakan berupa kertas, plastik dan sedikit logam. Sedangkan sampah basah berasal dari guguran daun pohon, sisa makanan dan daun pisang pembungkus makanan. Pengolahan Sampah . Pemilahan yaitu memisahkan menjadi kelompok sampah organik dan non organik dan ditempatkan dalam wadah yang berbeda. Pengolahan dengan menerapkan konsep 3R yaitu: Reuse . enggunaan kembal. yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu yang masih memungkinkan untuk dipakai . enggunaan kembali botol-botol beka. Reduce . yaitu berusaha mengurangi segala sesuatu yang dapat menimbulkan sampah serta mengurangi sampah-sampah yang sudah ada. Recycle . aur ulan. yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu untuk diolah menjadi barang yang lebih berguna . aur ulang sampah organik menjadi kompo. Untuk sampah yang tidak dapat ditangani dalam lingkup sekolah, dikumpulkan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang telah disediakan untuk selanjutnya diangkut oleh petugas kebersihan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hasil Dari hasil kegiatan penyuluhan tentang manajemen pembuangan sampah oleh masyarakat Desa Perkebunan Marpinggan ini diantaranya adalah : Masyarakat diberikan pendidikan kesehatan . mengenai pengertian sampah, karakteristik sampah, pengelolaan sampah, perencanaan pengelolaan sampah yang baik dan benar dilingkungan Dari hasil penyuluhan. Masyarakat memahami mengenai isi materi dan diakhir sesi diberikan waktu tanya jawab. Didapatkan beberapa pertanyaan dari Masyarakat diantaranya: Bagaimanakah cara membedakan sampah organik dan nun organik? Bagaimana cara mendaur ulang sampah agar bermanfaat? Bagaimana sebaiknya bentuk tempat sampah yang baik? Untuk mengevaluasi tingkat pemahaman Masyarakat terhadap isi materi penyuluhan, maka diberikan beberapa pertanyaan terkait isi materi penyuluhan dan Masyarakat dipersilahkan untuk Dengan adanya program pengabdian masyarakat yang berupa penyuluhan mengenai manajemen pembuangan sampah yang baik ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang pengertian sampah, karakteristik sampah, pengelolaan sampah, perencanaan pengelolaan sampah yang baik dan benar. , selain itu diharapkan semakin meningkatkan kesadaran Masyarakat akan bahaya yang bisa ditimbulkan akibat tidak membuang sampah pada tempatnya. Lebih jauh, diharapkan kegiatan-kegiatan serupa dapat berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat Indonesia khususnya pada siswa dan siswi sebagai generasi muda agar ikut aktif menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Institut Teknologi dan Kesehatan Sumatera UtarI dan Ilmu-ilmu Kesehatan semakin dikenal sebagai institusi yang mempunyai kepedulian terhadap permasalahan masyarakat khususnya generasi muda. Pembahasan Proses Kegiatan Kegiatan pendidikan kesehatan . tentang manajemen pembuangan sampah yang baik di Desa Perkebunan Marpinggan Kecamatan angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan secara Penyuluhan Kesehatan Tentang Manajemen Pembuangan Sampah Yang Baik Di Desa Perkebunan Marpinggan Kecamatan angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat . Volume : 1 | Nomor 1 | Nopember 2023 | E-ISSN : 3026-6912 DOI: https://doi. org/10. 47709/hcs. umum berjalan dengan lancar. Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat setempat membantu mempersiapkan tempat dan mengkoordinir peserta penyuluhan. Peserta penyuluhan merupakan Masyarakat Desa Perkebunan Marpinggan. Sebelum melakukan kegiatan penyuluhan, pemateri memperkenalkan diri terlebih dahulu kemudian mencoba menggali pengetahuan dasar pengelolaan Pemateri mengajukan beberapa pertanyaan mengenai pengertian sampah, karakteristik sampah, pengelolaan sampah, perencanaan pengelolaan sampah yang baik dan benar di Desa Perkebunan Marpinggan. Setelah menggali pengetahuan dasar kemudian pemateri mulai memaparkan materi pendidikan kesehatan mengenai manajemen pembuangan sampah yang baik. Selama kegiatan penyuluhan berlangsung tampak peserta antusias dan memperhatikan isi materi penyuluhan. Keberlanjutan Program Kegiatan pendidikan kesehatan . tentang manajemen pembuangan sampah yang baik di Desa Perkebunan Marpinggan terlaksana dengan baik bahkan para peserta terlihat antusias dan mengharapkan kegiatan penyuluhan dapat berlanjut dengan pemberian materi yang lainnya terutama terkait pengelolaan dan pemanfaatan daur ulang sampah. Kepala Desa juga mengharapkan akan adanya kegiatan yang berkelanjutan sehingga semakin dapat meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang sampah yang dapat membaahayakan kesehatan lingkungan yang berdampak pada Masyarakat itu sendiri. Rekomendasi Rencana Tindak Lanjut Berdasarkan evaluasi dan monitoring yang dilakukan maka rekomendasi yang kami ajukan bagi kegiatan ini adalah : - Kegiatan yang sama seharusnya dilaksanakan secara kontinyu untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan Masyarakat terutama tentang pengelolaan sampah. Kegiatan dapat berupa penyuluhan secara berkelanjutan kepada Masyarakat setempat. - Diadakan kerjasama dengan instansi yang memiliki pengalaman dalam daur ulang sampah. Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pendidikan kesehatan . tentang manajemen pembuangan sampah yang baik di Desa Perkebunan Marpinggan Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan telah terlaksana dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pendidikan kesehatan . tentang manajemen pembuangan sampah yang baik di Desa Perkebunan Marpinggan Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan mendapatkan respon yang antusias dari Kepala Desa. Tokoh Masyarakat, dan Masyarakat itu sendiri. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada tim yang telah terjun bersama dalam melaksanakan kegiatan peningkatan kualitas kesehatan dan penyuluhan ini. Tidak lupa juga saya menyampaikan terimakasih kepada pihak pimpinan, segenap pengurus. Kepala Desa. Tokoh Masyarakat dan Masyarakat Desa Perkebunan Marpinggan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan serta semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Kami menyadari bahwa kegiatan pengabdian ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kendala yang dijumpai di lapangan. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan sebagai tindak lanjut program ini sangat kami harapkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh seluruh lapisan masyarakat. Referensi