JPN Jurnal Pembangunan Nagari ISSN: 2527-6387 Vol. No. Desember, 2023. Hal. DOI: 10. 30559/jpn. Copyright A Balitbang Provinsi Sumatera Barat Balitbang Provinsi Sumatera Barat Pengaruh Materi Pembelajaran dan Pengetahuan Terhadap Perilaku Peserta Program Sekolah Keluarga dangan Lingkungan Keluarga sebagai Variabel Moderating di Kota Bukittinggi Titin Titin1. Almasdi Almasdi2 Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim. Bukittinggi. Indonesia. Email: titin. makey@gmail. Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim. Bukittinggi. Indonesia. Email: almasdi. stiehas@gmail. Artikel Diterima: . Agustus 2. Artikel Direvisi: . November 2. Artikel Disetujui: . Desember 2. ABSTRACT Family School is present as a public service innovation with the aim of improving the function of the family and integrating the coaching patterns of family members oriented towards improving the quality of family resilience. This study aims to determine the effect of learning materials and knowledge on the behavior of Family School Program participants with family environment as a moderating variable in Bukittinggi City. This type of research uses the Smart PLS variance-based Structural Equation Modeling method, the object of research is family school participants in Bukittinggi, the number of samples is 223 respondents. The results show that learning materials, knowledge and family environment affect the behavior of family school participants. In moderating factors, the family environment weakens the influence of learning materials on behavior, the family environment is able to strengthen the influence of knowledge on the behavior of family school participants. Given the many benefits and knowledge gained, it is hoped that the family school program will be implemented continuously in an effort to create great and resilient families. The conclusion of this article is that learning materials have a positive and significant effect on the behavior of family school participants in Bukittinggi, knowledge has a positive and significant effect on the behavior of family school participants in Bukittinggi. Keywords: Knowledge. Learning Materials. Behavior. Environment Family. ABSTRAK Sekolah Keluarga hadir sebagai inovasi pelayanan publik dengan tujuan untuk memperbaiki fungsi dari keluarga dan menyatupadukan pola pembinaan dari anggota keluarga yang berorientasi dengan peningkatan kualitasketahanan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Materi Pembelajaran dan Pengetahuan Terhadap Perilaku Peserta Program Sekolah Keluarga dengan Lingkungan Keluarga Sebagai Variabel Moderating di Kota Bukittinggi. Jenis penelitian ini dengan metode Structural Equation Modelling berbasis varians Smart PLS, objek penelitian adalah peserta sekolah keluarga di Bukittinggi, jumlah sampel sebanyak 223 responden. Hasil menunjukkan bahwa materi pembelajaran, pengetahuan dan lingkungan keluarga berpengaruh terhadap perilaku peserta sekolah keluarga. Dalam faktor memoderasi lingkungan keluarga memperlemah pengaruh materi pembelajaran terhadap perilaku, lingkungan keluarga mampu memperkuat pengaruh pengetahuan terhadap perilaku peserta sekolah keluarga. Mengingat banyaknya manfaat dan ilmu pengetahuan yang didapatkan diharapkan program sekolah keluarga dilaksanakan secara berkesinambungan dalam upaya menciptakan keluarga hebat dan tangguh. Kesimpulan dari artikel ini bahwa materi pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku peserta sekolah keluarga di Bukittinggi, pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku peserta sekolah keluarga di Bukittinggi. Kata Kunci: Pengetahuan. Materi Pembelajaran. Perilaku. Lingkungan Keluarga. Pendahuluan Penulis Koresponden: Nama : Titin Titin Email : titin. makey@gmail. Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2023 | 129 Dalam Undang-undang nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga menyatakan bahwa Pembangunan keluarga adalah upaya mewujudkan keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan yang sehat. Dimana keluarga adalah adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami, istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya (Undang-Undang 52 Tahun 2. Keluarga memiliki peranan yang sangat penting di dalam lingkungan, masyarakat dan bangsa Indonesia, pembangunan keluarga diamanatkan dalam undang-undang No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga agar timbul rasa aman, tentram dan harapan masa depan yang lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan bathin. Di Bukittinggi dapat kita lihat berbagai kasus permasalahan sosial yang terjadi di tengahtengah masyarakat seperti tabel dibawah ini: Tabel 1. Data Penduduk Berdasarkan Kepemilikan Akta Perceraian tahun 2022 Jumlah Kepemilikan Akta Perceraian Wilayah Kasus Memiliki Belum Memilih Kec Mandiangin Kec ABTB Kec Guguak Panjang Total Sumber: Dinas Dukcapil Bukittinggi Tabel. Data kekerasan Pada Anak dan Perempuan yang Dilayani di Dinas P3APPKB Bukittinggi Tahun 2022 Jumlah Jumlah Jenis Kasus Jumlah Kasuh Korban Pelaku Perempuan Kekerasan Fisik Kekerasan Psikis/ mental Kekerasan Seksual Penelantaran Permasalahan Sosial Lainnya Total Anak Kekerasan Fisik Kekerasan Psikis Kekerasan Seksual Penelantaran LGBT Anak Berprilaku menyimpang A Anak berprilaku menyimpang A Gangguan belajar Dispensasi Kawin Total Sumber: Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Bukittinggi 130 | Titin. Titin & Almasdi. Almasdi Tahun Tabel 3. Data penyakit HIV AIDS di Kota Bukittinggi Tahun 2022 HIV AIDS Sumber: Dinas P3APPKB Bukittinggi Dari 3 tabel di atas tergambar bahwa permasalahan sosial yang muncul di tengah-tengah masyarakat semuanya berakar dari keluarga, dimana ini menandakan bahwa tidak kuatnya pondasi dalam keluarga, kurangnya pemahaman tentang ketahanan keluarga serta lemahnya kontrol yang dijalankan oleh orang tua. Maka program sekolah keluarga merupakan salah satu strategi untuk mengantisipasi permasalahan keluarga ini yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi dan di kelola oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan. Anak dan Keluarga Berencana Kota Bukittinggi. Program sekolah keluarga ini sudah diawali pada tahun 2018 yang lalu yang digagas oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bukittinggi. Oleh sebab itu materi Sekolah Keluarga dijabarkan dalam beberapa materi yang terkait langsung dengan permasalahan yang timbul di masyarakat dalam suatu modul. Materi diuraikan secara praktis kepada peserta sesuai dengan kondisi sosial budaya lokal yang ada sehingga mudah dipahami dan menjawab banyak persoalan yang terjadi dalam keluarga dan lingkungannya masing-masing. Selanjutnya menurut Atalia Praratya . pada penelitiannya yang berjudul Pengaruh Pengembangan Program Komunikasi Instruksional Sekolah Non Formal Sekolah Perempuan Menggapai Cita-Cita (Sekoper Cint. Terhadap Perilaku Peserta Didik di Provinsi Jawa Barat, mengemukakan bahwa rancangan dan implementasi komunikasi instruksional AuSekoper CintaAy berpengaruh signifikan terhadap perilaku peserta didik Sekolah Perempuan. Sebelum melakukan penelitian ini, penulis telah melakukan survey terhadap pelaksanaan program dan peserta sekolah keluarga bahwa materi pembelajaran yang diberikan berupa tema keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rahmah. Manajemen Stress. Manajemen Konflik Rumah Tangga. Perempan dan Anak Berhadapan dengan Hukum. Komunikasi Baik dan Menyenangkan. Dampak Fisik Akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Pengembangan Diri. Public Speaking. Konsep Dasar Perkawinan. Pergeseran Paradigma Pengasuhan dan Pendidikan Seksualitas dan Pubertas Pada anak. Manajemen Keuangan Keluarga. Maka tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisa materi pembelajaran, pengetahuan terhadap perilaku peserta program sekolah keluarga dengan lingkungan keluarga sebagai variabel moderasi. Metodologi Penelitian ini adalah penelitian Action Research dengan proses demokratis dan partisipatori. Data yang digunakan berupa data sekunder yaitu umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan dan status perkawinan responden. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta yang mengikuti program sekolah keluarga yang dilaksanakan di Bukittinggi sebanyak 500 orang. Untuk menghitung sampel per kecamatan dihitung dengan rumus Proportionated Stratified Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2023 | 131 Random Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 223 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2023, yang dilaksanakan di beberapa kelurahan yang berada pada tiga kecamatan di Kota Bukittinggi. Pengumpulan data dilakukan dengan melampirkan pertanyaan dalam bentuk koesioner yang dibagikan pada peserta. Peneliti menyesuaikan waktu luang responden sehingga tidak menganggu aktivitas responden. Kemudian data diolah dengan Analisa Structural Equation Modelling Partial Least Square (SEM PLS). Dalam pengujian hipotesa dapat dilihat dari nilai t statistik dan nilai probabilitas. Teknik analisis data digunakan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini dilakukan di 3 kecamatan dan 24 Kelurahan di Kota Bukittinggi. Pertama. Kecamatan Mandiangin Koto Selayan yang tergabung di dalamnya 9 kelurahan yaitu Pintu Kabun. Puhun Tembok. Kubu Gulai Bancah. Campago Ipuah. Campago Guguak Bulek. Garegeh. Manggis Ganting. Pulai Anak Aia dan Koto Selayan. Kedua. Kecamatan Guguak Panjang yang tergabung di dalamnya 7 kelurahan yaitu Kayu Kubu. Pakan Kurai. Benteng Pasar Atas. Bukit Cangang Kayu Ramang. Aua Tajungkang Tengah Sawah. Tarok Dipo dan Bukit Apit Puhun. Ketiga. Kecamatan Aua Birugo Tigo Baleh yang tergabung di dalamnya Sembilan kelurahan yaitu Belakang Balok. Birugo. Aur Kuning. Sapiran. Parit Antang. Kubu Tanjung. Ladang Cakiah dan Pakan Labuah Tabel 4. Rekapitulasi Jumlah Peserta Sekolah Keluarga Tahun 2023 Kecamatan Jumlah Peserta Mandiangin Koto Selayan Aua Birugo Tigo Baleh Guguak Panjang JUMLAH Persentase Sumber: Dinas DP3APPKB Pada tabel 4 menjelaskan bahwa jumlah peserta sekolah keluarga dari masing-masing kecamatan, yang dijadikan populasi dalam penelitian ini. Materi dan Narasumber Penyusunan modul dilakukan dengan rapat bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan unsur terkait, yang memuat delapan . fungsi keluarga. Materi di atas disampaikan oleh tenaga profesional di bidangnya masing-masing antara lain oleh Kementrian agama. Bundo kanduang. Psikolog. Tim Dinas Pendidikan. Dinas Kesehatan. Lingkungan Hidup. DP3APPKB. Dinas Sosial. Politeknik Kesehatan. Dinas UMKM. Dekranasda dan perguruan tinggi swasta. 132 | Titin. Titin & Almasdi. Almasdi Gambar 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur 20-29 th 30-39 th 40-49 th >50 th Sumber : Data Primer diolah 2023 Dari gambar 1 dapat disimpulkan bahwa responden paling banyak adalah umur 30Ae39 tahun sebanyak 115 orang . %), sedangkan yang paling sedikit adalah umur >50 tahun sebanyak 10 orang . %). Gambar 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Laki-laki . Perempuan 223 org Sumber: Data Primer diolah 2023 Gambar 2 ini menjelaskan bahwa responden dengan Jenis kelamin mayoritas adalah Perempuan sebanyak 223 orang . %) Gambar 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Lain-lain . PNS . 1 org Swasta . 31 org Buruh . Petani. 0 org IRT . Sumber : Data Primer diolah 2023 Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2023 | 133 Pada gambar 3 dapat disimpulkan bahwa responden paling banyak bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 181 orang . %), kemudian yang paling sedikit bekerja sebagai buruh sebanyak 2 orang . %). Gambar 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pedidikan Strata 1 . Diploma . 26 org SD . 4 org SLTP . SLTA . Sumber: Data Primer diolah 2023 Pada gambar 4 dapat disimpulkan bahwa paling banyak responden dengan berlatar belakang pendidikan tamat SLTA 146 orang . %) dan paling sedikit responden dengan pendidikan tamat SD sebanyak 4 orang . %). Gambar 5. Karakteristik Responden Berdasarkan Status Perkawinan Tidak Kawin . Sumber : Data Primer diolah 2023 Dari gambar 5 dapat dilihat bahwa responden mayoritas dengan status kawin sebanyak 200 orang . %) dan responden tidak kawin sebanyak 23 orang . %). Variabel Materi Pembelajaran Pengetahuan Lingkungan Keluarga Perilaku Tabel 5. Avergae Variance Extracted Avergae Variance Extracted (AVE) 0,540 0,540 0,519 0,587 Sumber: Hasil Pengolahan data. Smart-PLS, 2023 Penyajian data di atas untuk melihat nilai Average Variance Extracted (AVE) dimana jika nilai Avergae Variance Extracted (AVE) di atas 0,5 maka model tersebut dapat dikategorikan mempunyai nilai validitas konvergen (Convergent Validit. yang tinggi. Gabungan nilai Outer 134 | Titin. Titin & Almasdi. Almasdi Model dengan Average Variance Extracted (AVE) mengindiksikan penelitian ini sudah valid konvergen dan telah memenuhi syarat untuk diteruskan ke tahap uji validitas diskriman (Discriminant Validit. Indikator Lingkungan Keluarga Materi Pembelajaran Pengetahuan Perilaku Tabel 6. Fornell Larcker Criterion Lingkungan Materi Keluarga Pembelajaran 0,720 0,411 0,701 0,548 0,570 0,590 0,547 Pengetahuan 0,735 0,669 Perilaku 0,766 Sumber: Hasil Pengolahan Smart PLS, 2023 Maka didapatkan informasi semua nilai rasio dibawah nilai yang di sarankan. Bahwa dalam model yang sama variable lingkungan keluarga, materi pembelajaran, pengetahuan dan perilaku berbeda satu sama lainnya. Tabel 7. Composite validity Indikator Lingkungan Keluarga Materi Pembelajaran Pengetahuan Perilaku Composite Reability 0,843 0,828 0,824 0,894 Sumber: Hasil Pengolahan Smart PLS, 2023 Pada penyajian data di tabel 7 menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai Composite Reability di atas 0,7 dimana indikator yang telah ditetapkan mampu mengukur setiap variabel dengan baik atau dapat dikatakan bahwa konstruk memiliki realibilitas yang baik sesuai dengan batas nilai minimum yang diisyaratkan. Tabel 8. CronbachAos Alpha Indikator Lingkungan Keluarga Materi Pembelajaran Pengetahuan Perilaku CronbachAos Alpha 0,768 0,741 0,716 0,857 Sumber: Hasil Pengolahan Smart PLS, 2023 Tabel 8 di atas menunjukkan nilai Cronbach Alpha berada di atas nilai 0,70. Artinya semua variable laten yang berada di atas 0,70 memiliki reabilitas yang baik sesuai dengan batas nilai minimum yang di syaratkan. Kemudian dapat disimpulkan bahwa semua konstruk reliabel, baik pada composite reliability maupun cronbach alpha mempunyai nilai di atas 0,70. Maka semua variable pada model penelitian ini memiliki Internal Consistency Reability. Berdasarkan gambaran data di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa penelitian ini mempunyai Convergence Validity yang baik, discriminant validity yang baik dan internal Consistency Reability yang baik juga. Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2023 | 135 Tabel 9. Koefisien Determinasi (R. R Square 0,569 Perilaku (Y) R Square Adjusted 0,559 Sumber: Hasil Pengolahan Smart PLS, 2023 Dari penyajian data di atas diperoleh informasi tentang sumbangan pengaruh materi pembelajaran, pengetahuan dan lingkungan keluarga terhadap perilaku peserta sebesar 0,569. Artinya besarnya pengaruh yang diberikan oleh materi pembelajaran, pengetahuan dan lingkungan keluarga secara simultan terhadap perilaku peserta adalah sebesar 56,9 %. Sedangkan sisa lainnya . ,1 %) dijelaskan oleh variable-variabel lain yang tidak diteliti. Lingkungan Keluarga (Z) Materi Pembelajaran (X. Moderating Effect 1 Moderating Effect 1 Pengetahuan (X. Perilaku (Y) Tabel 10. Nilai Q-Square SS0 SSE Q2 (=1-SSE/SSO) Sumber: Hasil Pengolahan Smart PLS, 2023 Tabel 11. Path Coeffecients Pengetahuan (X. y Perilaku (Y) Lingkungan Keluarga (Z) y Perilaku (Y) Materi Pembelajaran (X. y Perilaku (Y) Moderating Effect 1 y Perilaku (Y) Moderating Effect 2 y Perilaku (Y) Original Sampel 0,437 Sampel Mean (M) Standard Deviasi 0,430 0,072 6,107 0,000 0,275 0,282 0,065 4,220 0,000 0,177 0,182 0,058 3,044 0,002 -0,169 -0,170 0,059 2,877 0,004 0,177 0,120 0,056 2,099 0,036 T Statistik P Value Sumber: Hasil Pengolahan Smart PLS, 2023 Dasar pengujian hipotesis dapat kita lihat dari nilai t-statistik dan nilai probability. Untuk membuktikan hipotesis digunakan nilai statistik untuk alpha 5 % nilai t-statistik yang digunakan yaitu 1,96. Sehingga kriteria penerimaan/penolakan hipotesa adalah Ha diterima dan Ho ditolak jika >1,96. Untuk menolak/menerima hipotesis menggunakan probabilitas maka Ha diterima jika nilai p < 0,05. Materi Pembelajaran Berpengaruh Positif dan Signifikansi terhadap Perilaku Peserta Sekolah Keluarga di Bukittinggi Materi pembelajaran pada sekolah keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku peserta sekolah keluarga di Bukittinggi. Nilai t-statistik sebesar statistik 3,044 yang berarti besar dari 1,96 dan nilai p-Value nya 0,002 yang lebih kecil dari 0,05. Pengaruh materi pembelajaran dengan perilaku peserta positif dimana dasar nilai positif nya adalah dari nilai koefesien regresi sebesar 0,117. 136 | Titin. Titin & Almasdi. Almasdi Sejalan dengan penelitian (Sahdan, 2. , yang berjudul AuPengaruh materi pembelajaran kebutuhan dan jenis kebutuhan terhadap prilaku konsumsi siswa kelas X di MAN Kabupaten KamparAy berkesimpulan bahwa terdapat hubungan signifikan materi pembelajaran kebutuhan terhadap perilaku konsumsi siswa MAN Kampar. Hal ini dapat diartikan di dalam penelitian ini bahwa materi pembelajaran memang akan membentuk pola perilaku siswa MAN Kampar dalam perilaku konsumsi mereka, semakin baik pemahaman materi pola konsumsi akan baik juga perilaku konsumsi siswa, demikian juga sebaliknya. Begitu juga dalam sekolah keluarga dapat menjadi faktor pendukung dalam membentuk perilaku peserta sekolah keluarga dalam menciptakan ketahanan keluarga. Hal ini dikarenakan disekolah keluarga peserta diberikan materi tentang 8 fungsi keluarga diantaranya yang berkaitan dengan bentuk-bentuk kekerasan yang dilakukan kepada perempuan dan anak, penyebab serta cara mengatasinya. Kasus kekerasan terjadi dipicu oleh permasalahan lain yang menyebabkan pelaku tidak bisa mengendalikan emosionalnya atau lemahnya pemahaman Disamping itu pengaruh negatif seperti pornografi di media digital begitu banyak dan leluasa ditonton oleh semua orang termasuk anak-anak, remaja dan orang dewasa, sehingga akan lebih akan mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang. Oleh sebab itu, di sekolah keluarga juga terdapat materi tentang pengasuhan diera digital. Materi yang diberikan juga memiliki kekhasan lokal, melibatkan bundo kanduang, lembaga Kerapatan Adat Minangkabau serta materi memaparkan peranan Tungko Tigo Sajarangan yaitu tokoh adat, cadiak pandai dan alim Hasil dari jawaban responden menyatakan bahwa materi yang mereka terima pada proses pembelajaran sekolah keluarga memang temanya sesuai dengan permasalahan yang ditemui ditengah-tengah masyarakat seperti pergeseran paradigma pengasuhan di era digital. Peserta diberi pemahaman bagaimana pemanfaatan gadget pada anak-anak dengan kontrol yang kuat dari orang tua, yang mencegah anak-anak terkontaminasi dari hal-hal negatif. Pengetahuan Berpengaruh Positif dan Signifikansi terhadap Perilaku Peserta Sekolah Keluarga di Bukittinggi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pada sekolah keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku peserta sekolah keluarga di Bukittinggi. Ini dilihat dari nilai t-statistik sebesar statistik 6,107 yang berarti besar dari 1,96 dan nilai p-Value nya 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Pengaruh pengetahuan dengan perilaku peserta positif dimana dasar nilai positif nya adalah dari nilai koefisien regresi sebesar 0,437. Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Kedang et al. , . judul penelitian AuPengaruh Pengetahuan dan Sikap terhadap perilaku pencegahan HIV AIDS pada siswa SMAN 4 KupangAy berkesimpulan bahwa terdapat pengaruh pengetahuan terhadap pencegahan HIV AIDS, artinya pengetahuan seseorang akan berpengaruh baik pada sikap atau perilaku seseorang. Dari penelitian ini dapat dilihat pengaruh pengetahuan terhadap perilaku peserta sekolah keluarga, berdasarkan nilai t statistik menjelaskan bahwa pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku peserta sekolah keluarga di Bukitinggi. Hasil ini menjelaskan bahwa semakin baik pengetahuan peserta terhadap 8 fungsi keluarga dan peranan keluarga maka akan berdampak baik juga pada perilaku peserta di dalam keluarganya. Berbagai jenis pengetahuan telah diberikan oleh narasumber kepada peserta sekolah keluarga yang terdapat Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2023 | 137 pada 8 fungsi keluarga seperti pengetahuan tentang konsep dasar perkawinan, mengenal otak dan kepribadian manusia, komunikasi efektif, menjadi orang tua hebat, anak berhadapan dengan hukum, kesehatan reproduksi remaja, pola asuh pada anak dan lain sebagainya. Pada sekolah keluarga diajarkan bagaimana pola asuh yang benar dan sesuai dengan tatanan kehidupan masyarakat yang berdasarkan ajaran Islam dan tatanan budaya adat Minangkabau. Setelah mengikuti sekolah keluarga ada peningkatan pengetahuan peserta terhadap peranan orang tua dalam pengasuhan anak, serta peserta dapat memahami akan pentingnya menciptakan keluarga yang mampu dalam menangkis pengaruh negative dan buruk dari luar. Lingkungan Keluarga Berpengaruh Positif dan Signifikansi terhadap Perilaku Peserta Sekolah Keluarga di Bukittinggi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku peserta sekolah keluarga di Bukittinggi. Ini dilihat dari nilai tstatistik sebesar statistik 4,220 yang berarti besar dari 1,96 dan nilai p-Value nya 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Pengaruh materi pembelajaran dengan perilaku peserta positif dimana dasar nilai positif nya adalah dari nilai koefisien regresi sebesar 0,275. Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Marfuatun et al. dengan judul penelitian AuPengaruh Lingkungan Keluarga terhadap Pembentukan Perilaku AnakAy Berdasarkan perhitungan statistik yang dilakukan oleh peneliti diketahui bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan keluarga terhadap perilaku peserta sekolah keluarga, artinya semakin baik lingkungan keluarga maka akan menyumbangkan dukungan yang baik pada perilaku peserta. Berdasarkan perhitungan statistik yang dilakukan oleh peneliti diketahui bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan keluarga terhadap perilaku peserta sekolah keluarga, artinya semakin baik lingkungan keluarga maka akan menyumbangkan dukungan yang baik pada perilaku peserta. Cerminan lingkungan keluarga yang baik akan tercermin dari bagaimana komunikasi yang terjalin dalam keluarga, kemudian dukungan keluarga sangat baik terhadap pendidikan anak, serta suasana rumah dan lingkungan sekitar tempat tinggal nyaman bagi anggota keluarga. Lingkungan keluarga adalah sekolah atau tempat belajar pertama bagi anak, tempat mereka mendapatkan dan melihat hal hal yang baik, dari apa yang mereka lihat akan membantu proses pembentukan perilaku yang baik. Lingkungan Keluarga tidak Memoderasi Pengaruh Materi Pembelajaran terhadap Perilaku Peserta Sekolah Keluarga di Bukittinggi Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa materi pembelajaran dengan lingkungan keluarga sebagai pemoderasi, berpengaruh negatif namun signifikan terhadap perilaku peserta sekolah keluarga di Bukittinggi. Dapat dilihat dari hasil analisis data bahwa nilai t-statistiknya sebesar 2,877 yang berarti besar dari 1,96 dan nilai p-valuenya 0,004 yang lebih kecil dari 0,05. Pengaruh materi pembelajaran terhadap perilaku peserta sekolah keluarga dengan lingkungan keluarga sebagai pemoderasi tidak berpengaruh positif, dimana pengaruh negatifnya dilihat dari nilai koefesien regresi sebesar -0,169. Dengan ini membuktikan bahwa lingkungan keluarga tidak mampu memperkuat pemahaman materi pembelajaran terhadap perilaku peserta sekolah keluarga di Bukittinggi, namun memberikan nilai yang signifikan pengaruh materi pembelajaran terhadap perilaku 138 | Titin. Titin & Almasdi. Almasdi Dengan ini dapat diartikan bahwa materi pembelajaran yang diberikan kepada peserta mampu memberi pengaruh terhadap perilaku peserta namun faktor lingkungan keluarga tidak mendukung materi pembelajaran tersebut. Lingkungan Keluarga Memoderasi Pengaruh Pengetahuan terhadap Perilaku Peserta Sekolah Keluarga di Bukittinggi Hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa pengetahuan dengan lingkungan keluarga sebagai pemoderasi, berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku peserta sekolah keluarga di Bukittinggi. Dapat dilihat dari hasil analisis data bahwa nilai t-statistiknya sebesar 2,099 yang berarti besar dari 1,96 dan nilai p-valuenya 0,036 yang lebih kecil dari 0,05. Pengaruh pengetahuan terhadap perilaku peserta sekolah keluarga dengan lingkungan keluarga sebagai pemoderasi berpengaruh positif, dimana pengaruh positifnya dilihat dari nilai koefesien regresi sebesar 0,177. Dengan ini membuktikan bahwa faktor lingkungan keluarga peserta mampu memperkuat pengaruh pengetahuan terhadap perilaku peserta sekolah keluarga di Bukittinggi, dan menghasilkan nilai yang signifikan yang memperkuat hipotesa pengaruh pengetahuan terhadap perilaku peserta. Dengan ini dapat diartikan bahwa pengetahuan yang diberikan kepada peserta mampu memberi pengaruh terhadap perilaku peserta yang didukung faktor lingkungan Pernyataan lain juga dijelaskan oleh Walikota Bukittinggi di depan Tim Humas Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reforrmasi Birokrasi (PANRB). Inovasi Program sekolah keluarga ini membawa dampak positif dengan meningkatnya pengetahuan dan perubahan perilaku. Dari aspek sosial, jaringan kepedulian yang kuat tercipta di lingkungan masyarakat karena peserta saling berbagi ilmu dari Sekolah Keluarga. Dari aspek lingkungan, pelaksanaan Sekolah Keluarga mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi lingkungan keluarga masyarakat yang berdampak menurunnya kasus Sosial (Humas Menpanrb, 2. Kesimpulan dan Rekomendasi Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa materi pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku peserta sekolah keluarga di Bukittinggi, pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku peserta sekolah keluarga di Bukittinggi. Lingkungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku peserta sekolah keluarga di Bukittinggi, lingkungan keluarga memoderasi negatif namun signifikan pengaruh materi pembelajaran terhadap perilaku peserta. Lingkungan keluarga memoderasi positif dan signifikan pengaruh pengetahuan terhadap perilaku peserta dan hipotesis diterima. Berdasarkan kesimpulan di atas maka rekomendasi yang dapat peneliti berikan adalah sebagai berikut: Materi Pembelajaran: Kepada dinas yang memegang program sekolah keluarga dalam pemilihan materi yang akan diberikan kepada peserta agar lebih disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat/ peserta. Pemilihan materi disesuaikan dengan kasus permasalahan sosial dan isu yang sedang berkembang. Narasumber yang ditugaskan diharapkan dapat menyampaikan materi secara komunikatif, edukatif dan persuasif sehingga tujuan yang diharapkan terpenuhi. Pengetahuan: Bagi Pemerintah dalam hal ini dinas terkait agar melakukan evaluasi terhadap peserta sekolah keluarga setelah mendapatkan ilmu pengetahuan selama mengikuti sekolah keluarga untuk mengaplikasikannya ditengah keluarga dan di Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2023 | 139 lingkungan masyarakat sekitarnya. Sebagai salah satu bentuk peran aktif dalam upaya peningkatan kualitas keluarga di Bukittinggi serta bentuk upaya membentengi keluarga terhadap pengaruh buruk dari luar. Lingkungan Keluarga: Dinas terkait melakukan pemilihan peserta yang dimaksimalkan pada warga dari latar belakang lingkungan keluarga yang rentan dan warga dari pemukiman penduduk yang padat. Serta untuk mempengaruhi lingkungan keluarga dapat diwujudkan apabila kepala keluarga ikut berkomitmen, mengingat pentingnya peran kepala keluarga dalam mengaplikasikan materi pembelajaran dalam lingkungan keluarga dan proses perubahan perilaku. maka diharapkan peserta lebih banyak dari bapak-bapak atau Adapun implikasi pada penelitian ini adalah dengan semakin baiknya pengetahuan seseorang akan mempengaruhi dia dalam berprilaku positif sesuai dengan tatanan sosial, nilai agama dan adat istiadat. Pelaksanaan kegiatan sekolah keluarga telah banyak dirasakan manfaatnya oleh pesertanya dan telah memberikan hasil signifikan bagi pola asuh keluarga. maka dirasa perlu dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Karena kegiatan ini erat kaitannya dengan tujuan utama pembangunan Kota Bukittinggi yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan kelompok sasaran adalah seluruh keluarga dengan memprioritaskan keluarga yang rentan. Ucapan Terima Kasih dan Penyandang Dana Penulis berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penelitian ini. Konflik Kepentingan Penulis menyatakan tidak memiliki kepentingan dalam penelitian dan penulisan artikel ini. Referensi