Jurnal Dimas Canthing Vol 3 No 1 Tahun 2026 E-ISSN: 3031-4607 Pengelolaan Sampah Organik dan Non-Organik di Desa Tunjungmuli Kecamatan Karangmoncol Adelia Putri Maharani1. Putri Olivia Nurman2. Rizki Widodo3. Selfianatun Nisa4. Riko Abim Saputro5. Rifky Alifudin6. Dika Abdan Wibowo7. Edo Aji Saputro8. Ayu Sitanini9 1,2,3,4,8,9Fakultas Sains dan Teknik Universitas Perwira Purbalingga 5,6,7Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Perwira Purbalingga e-mail: adeliaptrmhrn0220@gmail. Abstrak Pengabdian ini membahas pengelolaan sampah organik dan non-organik di Desa Tunjungmuli. Kecamatan Karangmoncol. Kabupaten Purbalingga. Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan meliputi sosialisasi, pembinaan, pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi produk kerajinan, serta pengolahan sampah organik menjadi kompos. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat serta siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang benar dan berkelanjutan dengan penerapan prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. Sampah organik berhasil diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian, sedangkan sampah anorganik dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi seperti tas dan dompet daur ulang. Program ini juga menanamkan pendidikan karakter peduli lingkungan bagi generasi muda. Kesimpulannya, pengelolaan sampah di Desa Tunjungmuli berhasil meningkatkan keterampilan dan kreativitas masyarakat dalam mengelola sampah secara efektif dan mandiri, serta berpotensi menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat diterapkan di wilayah lain. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. Sampah Organik. Sampah Non-Organik PENDAHULUAN Desa Tunjungmuli adalah salah satu desa yang ada di kecamatan Karangmoncol. Purbalingga. Jawa Tengah. Indonesia. Desa yang terletak di sebelah utara Kabupaten Purbalingga dan berbatasan dengan Kabupaten Pemalang masih memiliki kesejukan udara yang alami, karena masih di anggota yang terkait hutan lindung. Keadaan geografis yang cukup lapang dengan luas desa sebesar 9. 000Ha dengan jumlah penduduk sebesar 000orang membuat Tunjungmuli dibagi menjadi 5 Dusun yang terdiri dari 54 Rukun Tetangga (RT) dan 21 Rukun Warga (RW). Tunjungmuli juga berbatasan langsung sebelah utara pada Tanah Perhutani, sebelah selatan dengan desa Tamansari, sebelah Timur dengan Desa Panusupan, dan sebelah barat dengan Desa Kramat. Di Desa Tunjungmuli juga terdapat Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Pengolahan sampah di TPA masih terbatas pengolahan sampah organik, sedangkan sampah anorganik belum dimanfaatkan secara maksimal. Pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk yang dapat digunakan kembali sangat dibutuhkan untuk mengurangi beban TPA dalam menampung sampah anorganik. Proses memanfaatkan barang bekas atau sampah untuk Jurnal Dimas Canthing Vol 3 No 1 Tahun 2026 E-ISSN: 3031-4607 menghasilkan produk yang dapat digunakan kembali memiliki manfaat antara lain: . mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA, . mengurangi dampak lingkungan akibat penumpukan sampah. Di Desa Tunjungmuli juga terdapat Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA). Pengolahan sampah di TPA masih terbatas pengolahan sampah organik, sedangkan sampah anorganik belum dimanfaatkan secara maksimal. Pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk yang dapat digunakan kembali sangat dibutuhkan untuk mengurangi beban TPA dalam menampung sampah anorganik. Proses memanfaatkan barang bekas atau sampah untuk menghasilkan produk yang dapat digunakan kembali memiliki manfaat antara lain: . mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA, . mengurangi dampak lingkungan akibat penumpukan sampah,. dapat menambah penghasilan dari produk daur ulang yang dihasilkan . Sampah anorganik, khususnya sampah plastik meliputi bungkus kopi, bungkus mie instan, bungkus detergen dapat dimanfaatkan untuk bahan pembuatan kerajinan tangan seperti tas, dompet, jepit rambut dan aneka aksesoris lainnya . Berdasarkan latar belakang di atas, pelatihan pengelolaan sampah anorganik sangat diperlukan. Salah satu bentuk pengelolaan sampah anorganik adalah dengan memanfaatkan sampah anorganik seperti kemasan bekas sabun, plastik kresek, dan kemasan detergen menjadi produk baru bernilai ekonomis seperti tas dan dompet yang kemudian dapat dijual sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara finansial. Hal ini juga sejalan dengan visi dan misi Desa Tunjungmuli dimana untuk menyelesaikan permasalahan kesejahteraan masyarakat yang rendah maka kreatifitas masyarakat harus ditingkatkan dengan memanfaatkan semaksimal mungkin potensi desa. METODE Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di aula Desa Tunjungmuli yang dimulai dari meninjau secara langsung kondisi eksisting wilayah mitra, pembinaan/sosialisasi masyarakat, sosialisasi pemanfaatan sampah plastik hingga monitoring dan evaluasi yang merupakan tahap akhir dari kegiatan ini. Peran mitra sangat mempengaruhi kelancaran kegiatan ini, dimana mitra sangat membantu dalam hal pengumpulan data-data kondisi eksisting dan mengumpulkan sampah-sampah plastik dari TPA yang dibutuhkan untuk pelatihan ini. Tinjauan Kondisi Eksisting Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan meninjau kondisi eksisting melalui survey lapangan secara langsung ke wilayah mitra. Tinjauan ini dilakukan untuk mendapatkan data-data akurat tentang kondisi wilayah 2 Pembinaan Masyarakat Jurnal Dimas Canthing Vol 3 No 1 Tahun 2026 E-ISSN: 3031-4607 Berdasarkan hasil penelitian pada tahun 2010, diketahui bahwa sosialisasi kepada masyarakat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberlanjutan program pengelolaan sampah. Oleh karena itu pembinaan masyarakat yang lebih bersifat sosialisasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah perlu diciptakan, untuk itu masyarakat harus dibekali dengan pengetahuan dan tata cara pengelolaan sampah yang benar mulai dari proses pemilahan sampai proses pengolahannya. Pembinaan masyarakat ini ditargetkan kepada warga desa Tunjungmuli, pasar serta anak anak sekolah di Desa Tunjungmuli. Gambar 1 Sosialisasi Pengelolaan Sampah Organik dan Non-Organik Pemanfaatan Sampah Plastik Setelah pembinaan masyarakat selesai kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi tas dan daur ulang Kegiatan ini berbentuk sosialisasi dimana pemanfaatan sampah plastik dipraktekkan dan diaplikasikan langsung kepada masyarakat Mitra. Luaran yang akan dihasilkan dari workshop ini adalah produk berupa tas dan dompet daur Gambar 2 Pengelolaan Sampah Plastik Menjadi Kerajinan Pemanfaatan Sampah organik Jurnal Dimas Canthing Vol 3 No 1 Tahun 2026 E-ISSN: 3031-4607 Setelah pembinaan masyarakat selesai kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pemanfaatan sampah organik menjadi kompos kegiatan ini berbentuk sosialisasi dimana pemanfaatan sampah organik dipraktekan dan diaplikasikan langsung ke masyarakat. Monitoring dan Evaluasi Monitoring dan evaluasi diperlukan untuk mengamati dan menilai apakah kegiatan pelatihan ini sudah sesuai dengan tujuan awal dan mencapai target yang diinginkan. Jika ada permasalahan dalam kegiatan ini dapat segera diperbaiki sehingga kegiatan ini dapat berkelanjutan di masa yang akan . HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan survei awal, kegiatan edukasi dan pendampingan pengelolaan sampah yang dilaksanakan di Desa Tunjungmuli. Kecamatan Karangmoncol. Kabupaten Purbalingga menunjukkan hasil yang positif dalam upaya meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan. Berdasarkan rangkaian kegiatan yang meliputi sosialisasi, perizinan, observasi, penyuluhan, diskusi, pelatihan, hingga evaluasi, diperoleh beberapa capaian penting sebagai berikut. Pertama, kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat dan siswa mengenai bahaya sampah terhadap kesehatan, lingkungan, serta potensi pencemaran jika tidak dikelola dengan baik. Edukasi yang diberikan menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya, serta penerapan prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terbukti dengan munculnya kesadaran warga untuk mulai memilah sampah organik dan non-organik, serta meningkatnya kepedulian siswa dalam membuang sampah sesuai tempatnya. Kedua, kegiatan ini berhasil mengarahkan masyarakat untuk melakukan pengolahan sampah yang lebih produktif. Sampah organik berhasil diolah menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian warga. Sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam diolah menjadi produk kerajinan tangan maupun dijual kembali sehingga memberikan nilai tambah secara ekonomi. Kegiatan pelatihan keterampilan daur ulang ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha kecil berbasis pemanfaatan limbah. Ketiga, kegiatan ini berkontribusi terhadap penanaman pendidikan karakter peduli lingkungan, khususnya bagi siswa. Melalui praktik nyata pemilahan dan pengolahan sampah, siswa memperoleh pengalaman langsung tentang bagaimana menjaga kebersihan lingkungan serta memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang berguna. Pendidikan karakter ini diharapkan Jurnal Dimas Canthing Vol 3 No 1 Tahun 2026 E-ISSN: 3031-4607 mampu membentuk generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan di masa mendatang. Beberapa kajian terdahulu tentang kegiatan sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah menunjukkan hasil yang sama, yaitu mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa program pengabdian masyarakat ini berhasil memberikan dampak nyata dalam peningkatan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat Desa Tunjungmuli dalam mengelola sampah. Kehadiran fasilitas pendukung, pelatihan keterampilan, serta penerapan prinsip 3R telah mendorong masyarakat untuk lebih aktif, kreatif, dan mandiri dalam menjaga kebersihan serta mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Keberhasilan ini diharapkan dapat berlanjut secara berkesinambungan dan menjadi model penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat diadaptasi oleh desadesa lain di wilayah Purbalingga maupun daerah sekitarnya. KESIMPULAN Penelitian mengenai pengelolaan sampah organik dan non-organik di Desa Tunjungmuli. Kecamatan Karangmoncol, menunjukkan bahwa pelaksanaan program edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah berhasil memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat setempat. Melalui rangkaian kegiatan yang meliputi sosialisasi, pembinaan, pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi produk kerajinan, serta pengolahan sampah organik menjadi kompos, masyarakat dan siswa di desa tersebut mengalami peningkatan kesadaran dan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang benar dan berkelanjutan. Program ini berhasil menumbuhkan kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya serta menerapkan prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. dalam kehidupan seharihari. Selain itu, pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos memberikan manfaat langsung bagi kegiatan pertanian warga, sementara pemanfaatan sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam menjadi produk kerajinan tangan maupun barang yang dapat dijual menambah nilai ekonomi dan membuka peluang usaha kecil berbasis limbah. Kegiatan ini juga berperan penting dalam menanamkan pendidikan karakter peduli lingkungan, khususnya bagi generasi muda, melalui pengalaman langsung dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Secara keseluruhan, program pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat Desa Tunjungmuli dalam mengelola sampah secara efektif dan kreatif. Keberadaan fasilitas pendukung, pelatihan keterampilan, serta penerapan prinsip 3R telah mendorong masyarakat menjadi lebih aktif dan mandiri dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mengolah sampah menjadi produk yang Jurnal Dimas Canthing Vol 3 No 1 Tahun 2026 E-ISSN: 3031-4607 Keberhasilan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat diterapkan di desa-desa lain di wilayah Purbalingga maupun daerah sekitarnya. SARAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengelolaan sampah organik dan non-organik di Desa Tunjungmuli, beberapa saran dapat diberikan untuk mendukung keberlanjutan dan peningkatan efektivitas program pengelolaan sampah tersebut. Pertama, pemerintah desa dan pihak terkait hendaknya terus memberikan dukungan yang berkelanjutan, baik dalam bentuk fasilitas pengolahan sampah maupun pelatihan keterampilan kepada masyarakat, agar kesadaran dan kemampuan dalam mengelola sampah tetap terjaga dan Kedua, perlu adanya peningkatan kapasitas dan fasilitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Tunjungmuli, khususnya untuk pengolahan sampah anorganik, sehingga pemanfaatan limbah dapat lebih optimal dan berdampak positif terhadap lingkungan serta ekonomi Selanjutnya, pelibatan masyarakat secara lebih luas, termasuk pelajar, ibu rumah tangga, dan pelaku usaha kecil, sangat dianjurkan agar program pengelolaan sampah dapat menjangkau berbagai kelompok dan memberikan manfaat yang merata. Selain itu, pengembangan produk daur ulang dari sampah anorganik perlu didukung dengan pelatihan tambahan mengenai pemasaran dan pengembangan usaha agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan. Terakhir, monitoring dan evaluasi secara rutin perlu dilakukan untuk mengidentifikasi kendala dan peluang perbaikan dalam pelaksanaan program, sehingga kegiatan pengelolaan sampah dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat Desa Tunjungmuli serta dapat berkelanjutan dalam jangka panjang. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Manager Pasar Desa Tunjungmuli dan Bapak/Ibu Pemilik Usaha di Desa Tunjungmuli yang telah memberi dukungan terhadap kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Organik dan Non-Organik ini. REFERENSI