Sosialisasi Sikap Sportivitas Dalam Permainan Sepakbola Pada Pemuda Dan Remaja Desa Suka Negeri Kecamatan Air Nipis Dody Ertanto . Megi Personi . Rahmad Ferdiansah . Elisa Safitri . Alfi Azm . 1,2,3,4,. Universitas Dehasen Bengkulu Email: 1 dody@gmail. ARTICLE HISTORY Received . Juni 2. Revised . Juli 2. Accepted . Juli 2. KEYWORDS Community Service. Sportsmanship. Football This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Universitas Dehasen Bengkulu yang bertujuan untuk menyosialisasikan pentingnya sikap sportivitas dalam permainan sepak bola kepada remaja di Desa Suka Negeri. Kecamatan Air Nipis. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kesadaran pemain muda terhadap nilai-nilai sportif seperti kejujuran, menghargai lawan, menaati aturan, dan menerima kekalahan dengan lapang dada. Sepak bola yang seharusnya menjadi sarana pembentukan karakter, sering kali justru menjadi pemicu konflik akibat minimnya pemahaman tentang etika bermain. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif, yang mencakup penyuluhan materi, diskusi, serta simulasi pertandingan sepak bola dengan penerapan langsung sikap sportivitas. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2025 dan diikuti oleh 30 peserta, yang terdiri dari remaja, tokoh pemuda. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap konsep sportivitas, dan sebagian besar mulai menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif saat bermain. Kegiatan ini membuktikan bahwa olahraga dapat menjadi media efektif dalam pendidikan karakter, khususnya di lingkungan pedesaan. Diharapkan, dengan adanya sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, nilai-nilai sportivitas dapat terus ditanamkan dan menjadi bagian dari budaya bermain yang sehat dan membangun. Kegiatan ini juga memperkuat peran dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian masyarakat. ABSTRACT This Community Service Program (PKM) is a collaboration between lecturers and students of Dehasen Bengkulu University which aims to socialize the importance of sportsmanship in football to teenagers in Suka Negeri Village. Air Nipis District. This activity was motivated by the low awareness of young players towards sportsmanship values such as honesty, respecting opponents, obeying the rules, and accepting defeat with an open heart. Football, which should be a means of character building, often triggers conflict due to a lack of understanding of playing The method of implementing this activity uses an educational and participatory approach, which includes material counseling, discussions, and soccer match simulations with direct application of sportsmanship. The activity was carried out on June 7, 2025 and was attended by 30 participants, consisting of teenagers, youth leaders. The results of the activity showed that participants experienced an increase in understanding of the concept of sportsmanship, and most began to show a more positive change in attitude when playing. This activity proves that sports can be an effective medium in character education, especially in rural areas. It is hoped that with the synergy between universities and the community, the values of sportsmanship can continue to be instilled and become part of a healthy and constructive playing culture. This activity also strengthens the role of lecturers and students in implementing the Tri Dharma of Higher Education, especially in the aspect of community service. PENDAHULUAN Sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia, termasuk di Indonesia. Permainan ini digemari oleh berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa, dari kota besar hingga pelosok desa. desa-desa seperti desa suka negeri, kecamatan air nipis, sepak bola tidak hanya menjadi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Lapangan sepak bola sering menjadi pusat aktivitas warga, terutama anak-anak dan remaja yang menjadikannya sebagai tempat berkumpul, bermain, dan bersosialisasi. Namun, popularitas dan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola tidak selalu diiringi dengan pemahaman yang cukup mengenai nilai-nilai penting dalam olahraga, khususnya sikap sportivitas. Dalam berbagai pertandingan antar klub lokal, baik yang bersifat formal maupun informal, masih sering ditemukan tindakan-tindakan tidak sportif seperti saling ejek, kekerasan fisik, protes keras terhadap wasit, bahkan tidak jarang berujung pada konflik antar pemain maupun suporter. Fenomena ini menunjukkan bahwa nilai-nilai sportivitas belum tertanam kuat dalam diri para pemain muda di wilayah pedesaan. Sikap sportif merupakan nilai dasar dalam olahraga yang mencerminkan kejujuran, rasa hormat terhadap lawan, penerimaan terhadap kekalahan, serta penghormatan terhadap peraturan dan keputusan wasit. Tanpa adanya sikap sportif, olahraga yang seharusnya menjadi sarana membentuk karakter justru dapat menjadi pemicu konflik. Dalam konteks sepak bola di Desa Suka Negeri, hal ini menjadi perhatian penting karena kegiatan olahraga di sini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga oleh remaja dan anak-anak yang masih dalam tahap perkembangan karakter. Permasalahan Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 257 Ae 260 | 257 ini semakin kompleks karena keterbatasan akses terhadap pendidikan karakter di bidang olahraga di Banyak anak-anak dan remaja bermain sepak bola tanpa pendampingan dari pelatih atau pembina yang memahami aspek sportivitas. Kegiatan bermain sering dilakukan secara otodidak, sehingga perilaku yang terbentuk pun cenderung mengikuti kebiasaan lingkungan sekitar yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai fair play. Ditambah lagi, kurangnya kegiatan sosialisasi atau edukasi khusus yang membahas tentang pentingnya sportivitas dalam permainan turut memperparah kondisi ini. Lingkungan yang minim edukasi tentang sportivitas dapat berkontribusi terhadap terbentuknya pola pikir kompetitif yang tidak Bagi sebagian besar anak-anak di desa, kemenangan sering kali dianggap sebagai tujuan utama, tanpa memperhatikan cara mencapainya. Menyikapi kondisi ini, diperlukan adanya upaya nyata untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak dan remaja di Desa Suka Negeri tentang pentingnya sportivitas dalam bermain sepak bola. Upaya ini dapat dilakukan melalui kegiatan edukatif seperti sosialisasi yang bersifat interaktif dan melibatkan langsung para pemain muda. Sosialisasi ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga menanamkan kesadaran melalui contoh konkret, simulasi, serta permainan yang menekankan pada penerapan nilai sportivitas. Program (PKM) ini disusun sebagai bentuk kontribusi dosen dan mahasiswa dalam memberikan solusi terhadap persoalan sosial di masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan karakter melalui olahraga. Melalui kegiatan Sosialisasi Pentingnya Sikap Sportif dalam Permainan Sepak Bola di Desa Suka Negeri. Kecamatan Air Nipis, kami berupaya untuk memberikan edukasi yang menyeluruh kepada anak-anak dan remaja tentang bagaimana bermain sepak bola dengan cara yang benar, jujur, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Kegiatan ini akan mencakup sesi penyuluhan mengenai pengertian sikap sportif, diskusi tentang contoh perilaku sportif dan tidak sportif, serta praktik langsung dalam bentuk game yang disertai evaluasi. Melalui pendekatan ini, peserta tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga merasakan secara langsung bagaimana menerapkan sikap sportif dalam permainan. Desa Suka Negeri dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu desa aktif dalam kegiatan olahraga namun masih minim pendampingan karakter oleh tenaga profesional. Dengan adanya program ini, kami berharap dapat memberikan dampak positif secara langsung kepada peserta dan menjadi pemicu bagi masyarakat dan perangkat desa untuk lebih memperhatikan aspek pendidikan karakter dalam setiap kegiatan olahraga lokal. Lebih jauh lagi, kegiatan ini juga menjadi bentuk aktualisasi peran dosen dan mahasiswa sebagai agen perubahan. Dosen dan Mahasiswa tidak hanya memiliki peran akademik di lingkungan kampus, tetapi juga berkewajiban untuk terlibat langsung dalam menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat. Dengan terjun langsung ke desa dan berinteraksi dengan generasi muda, kami percaya bahwa kegiatan ini akan menjadi pengalaman bermakna sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan karakter anak-anak desa. METODE Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini adalah pendekatan edukatifpartisipatif, yaitu menggabungkan penyampaian materi secara langsung dengan keterlibatan aktif peserta dalam praktik di lapangan. Pendekatan ini dipilih agar peserta tidak hanya memahami konsep sportivitas secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi nyata saat bermain sepak bola. Kegiatan diawali dengan sesi penyuluhan atau sosialisasi, menggunakan media seperti slide presentasi, poster, dan diskusi kelompok. Materi yang disampaikan mencakup pengertian sportivitas, pentingnya bersikap sportif dalam pertandingan, serta contoh konkret perilaku sportif dan tidak sportif yang sering terjadi dalam permainan sepak bola. Tim PKM juga memberikan studi kasus ringan dan mengajak peserta menganalisisnya bersama. Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pertandingan sepak bola mini yang dilakukan di lapangan desa. Peserta dibagi dalam beberapa tim dan diarahkan untuk bermain sambil menerapkan nilai-nilai sportivitas yang telah dibahas. Selama permainan berlangsung, tim PKM mengamati perilaku peserta serta memberikan bimbingan langsung. Setelah pertandingan, dilakukan sesi refleksi dan evaluasi, di mana peserta diajak untuk merenungkan pengalaman mereka dan menyampaikan pelajaran yang mereka dapatkan terkait sportivitas. Metode ini bertujuan agar peserta dapat menginternalisasi nilai-nilai tersebut secara lebih mendalam dan membawanya ke dalam kehidupan sehari-hari. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 Juni 2025 di Desa Suka Negeri berjalan dengan lancar dan sesuai rencana. Jumlah peserta yang hadir mencapai 30 orang, terdiri remaja berusia 15-18 tahun, serta beberapa tokoh pemuda dan guru olahraga setempat. Antusiasme peserta sangat 258 | Dody Ertanto. Megi Personi. Rahmad Ferdiansah. Elisa Safitri. Alfi Azm . Sosialisasi Sikap Sportivitas Dalam Permainan Sepakbola. tinggi, terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi tanya jawab, diskusi, dan keterlibatan penuh dalam simulasi permainan sepak bola. Pada sesi penyuluhan, peserta tampak serius menyimak penjelasan mengenai nilai-nilai sportivitas. Sebagian besar dari mereka belum pernah mendapatkan materi serupa sebelumnya, sehingga kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang membuka wawasan. Setelah sesi penyampaian materi, peserta mengikuti simulasi pertandingan dengan semangat dan menunjukkan perubahan sikap positif, seperti memberi salam kepada lawan, tidak saling mengejek, serta mampu menerima kekalahan dengan lebih tenang. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman mereka terhadap sportivitas mulai terbentuk. Dari evaluasi singkat pascakegiatan, sekitar 85% peserta mampu menjawab dengan benar pertanyaan terkait contoh sikap sportif, serta menyebutkan manfaat bersikap jujur dan adil dalam Selain itu, tokoh masyarakat dan guru yang hadir menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa dokumentasi kegiatan, poster edukatif, dan laporan akhir, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembinaan lebih lanjut di desa. Secara umum, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan dan target capaian yang direncanakan, baik dari sisi edukatif maupun dampak sosial Gambar 1 Dokumentasi Gambar 2 Dokumentasi Pembahasan Kegiatan sosialisasi ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif dan partisipatif efektif dalam meningkatkan pemahaman serta penerapan nilai-nilai sportivitas di kalangan remaja desa. Melalui kombinasi antara penyampaian materi dan praktik langsung, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoretis, tetapi juga merasakan langsung bagaimana sikap sportif diterapkan dalam Ini sejalan dengan tujuan utama kegiatan PKM, yaitu membentuk karakter yang jujur, bertanggung jawab, dan menghargai orang lain melalui media olahraga. Respon peserta yang antusias selama kegiatan menandakan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan pengalaman mereka sehari-hari. Dalam sesi diskusi, banyak peserta yang mengaku sering mengalami atau menyaksikan perilaku tidak sportif saat bermain sepak bola. Setelah menerima penjelasan dan mengikuti simulasi, mereka mulai menyadari bahwa sportivitas bukan hanya tentang Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 257 Ae 260 | 259 aturan permainan, tetapi juga mencerminkan sikap dan nilai diri. Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga membentuk kesadaran sosial dan moral. Selain itu, keterlibatan tokoh masyarakat, guru olahraga, dan pemuda desa dalam kegiatan ini menjadi faktor penting dalam memperluas dampak sosialisasi. Dengan melibatkan pihak-pihak lokal, nilai-nilai yang telah ditanamkan dalam kegiatan ini berpotensi diteruskan secara mandiri dan berkelanjutan di kemudian hari. Pembahasan ini menunjukkan bahwa sosialisasi sikap sportivitas dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam pembinaan karakter generasi muda, terutama di wilayah pedesaan yang minim akses terhadap pendidikan karakter formal. Kegiatan ini juga memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial melalui pendekatan yang aplikatif dan kontekstual. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kegiatan PKM sosialisasi sikap sportivitas dalam permainan sepak bola di Desa Suka Negeri berhasil dilaksanakan dengan baik dan memperoleh respons yang sangat positif dari peserta. Melalui metode penyuluhan interaktif dan praktik langsung, peserta yang mayoritas adalah remaja dapat memahami pentingnya menerapkan sikap sportif dalam setiap permainan, terutama dalam olahraga sepak bola. Mereka mulai menyadari bahwa sportivitas bukan hanya soal mematuhi aturan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan saling menghormati. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan perubahan sikap peserta secara nyata dalam kegiatan simulasi yang dilakukan Saran Agar dampak dari kegiatan ini berkelanjutan, disarankan agar pihak tokoh pemuda, serta pemerintah desa dapat melanjutkan pembinaan nilai-nilai sportivitas melalui kegiatan olahraga rutin. Pembentukan komunitas sepak bola yang menjunjung nilai edukatif juga perlu didukung, dengan melibatkan pelatih atau pendamping yang memahami pentingnya pendidikan karakter. Selain itu, kegiatan serupa dapat diperluas ke desa-desa lain di Kecamatan Air Nipis untuk menanamkan budaya fair play sejak dini. Diharapkan mahasiswa, melalui program pengabdian masyarakat lainnya, terus hadir di tengah masyarakat untuk membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beretika dan berjiwa sportif. DAFTAR PUSTAKA