Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Kedisiplinan Peserta Didik Miftahul Jannah1. Nadiah2 Universitas Islam Jakarta1, 2 Email: mitajann05@gmail. nadiahdiyaa@gmail. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Observasi peneliti terhadap peserta didik di SMKN 14 Jakarta menjadi pendorong penelitian ini. Pertanyaan yang diteliti adalah apakah kegiatan ekstrakurikuler berdampak signifikan terhadap kedisiplinan peserta didik di SMKN 14 Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah menentukan dampak mendasar kegiatan ekstrakurikuler terhadap kedisiplinan peserta Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkuantifikasi dan mengkaji dampak kegiatan ekstrakurikuler terhadap kedisiplinan peserta didik. Pendekatan kuantitatif dengan metodologi survei merupakan metodologi penelitian yang digunakan. Kuesioner dan indikator kedisiplinan seperti mematuhi aturan dan mengumpulkan tugas tepat waktu digunakan untuk mengumpulkan data. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, dan metode korelasi Product Moment digunakan untuk analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "rt" dalam tabel signifikan pada 5% = 0,325 dan tingkat signifikansi 1% = 0,418, sedangkan "rxy" atau "ro" sebesar 0,720 dihasilkan ketika diuji dari perspektif uji koefisien Product Moment. Oleh karena itu, jelas bahwa "ro" > "rt" pada tingkat signifikansi 5% dan 1%. Hipotesis Alternatif (H. dengan demikian diterima atau disetujui berdasarkan temuan ini, sementara Hipotesis Nol (H. ditolak atau tidak disetujui. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kedisiplinan peserta didik dan kegiatan ekstrakurikuler rohani islam (Rohi. saling memengaruhi secara Kata Kunci: Kegiatan Ekstrakurikuler. Rohani Islam (Rohi. Kedisiplinan. Peserta Didik. SMKN 14 Jakarta http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Setiap peserta didik harus diajarkan disiplin sebagai karakter. Semua kegiatan, membutuhkan disiplin, seperti shalat tepat waktu dan tidak terlambat, di antara hal-hal Pendidikan disiplin sangat penting, terutama di sekolah, untuk mengembangkan karakter moral. Salah satu contohnya adalah SMKN 14 Jakarta, mengembangkan karakter moral melalui pengajaran, keteladanan, dan pengembangan. Hal ini memastikan proses belajar mengajar yang terorganisir, efektif, dan lancar dengan mendukung pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, dan berkarakter. Hal ini mendorong peserta didik untuk menjadi lebih baik daripada lawan mereka. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 31-44, 2025 | 31 Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Kedisiplinan Peserta Didik Miftahul Jannah. Nadiah Tetapi kalau yang perihal rohani islam nya, rohis itu jadwal nya dihari jumAoat karena sudah ditetapkan untuk jadwalnya. Untuk pelatih Ae pelatih nya pun kita koepratif, untuk kedisiplinan pelatih kita sama-sama bagus, kalau pelatih nya bermasalah wajib melapor ke kami dan kami pun kalau ada yang permasalahan di kedisiplinan waktu, dan waktu itu anak-anak susah untuk sholat tepat waktu kalau tidak dilihatin, akan tetapi mulai adanya kebiasaan jadi mereka terbiasa tanpa disuruh, dan jika ada bermasalah jadi sesama Kedisiplinan ekskul rohani ini permasalahan nya juga di waktu jam adzan ashar yang suka berubah Ae rubah. Jadi kegiatan rohis baAoda ashar sudah mulai kegiatan ekskul nya, ekskul itu dijadwalkan sebenarnya secara tertulis mulai itu jam 15 sampai 17. 05 akan tetapi dari permasalahan jam waktu bisa berubah Ae rubah kadang sebelum jam tiga kadang lewat kadangpun setengah empat. Jadi, solusi nya pun kami tetap fleksibel disitu, tetapi secara tertulis tetap jam 15. 15 (Pak Kowiyu. Selasa, 06 mei 2. Kelangsungan bergantung pada disiplin. Seseorang dapat melakukan tugas apa pun dengan benar dan efektif setelah ia membentuk kebiasaan Tanpa bantuan instruksional, disiplin tidak dapat tumbuh, dan meskipun demikian, disiplin harus dicapai secara Karena perlu mendukung dan mengembangkan kegiatan ekstrakulikuler ini agar peserta didik menikmatinya. Kegiatan ekstrakulikuler ini juga dapat membantu mengajarkan peserta didik cara kedispilinan. Disiplin berarti mematuhi aturan yang telah Untuk menjadi disiplin, perlu termasuk pikiran, hati, dan perasaan kita. Berbeda dengan militer, disiplin di sini tidak terlalu menekankan kebutuhan peserta didik akan disiplin. Meskipun demikian, para pendidik menggunakan beberapa pendekatan untuk menumbuhkan pemahaman tentang pentingnya disiplin, dimulai sejak usia dini. Berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu strategi tersebut. Diharapkan hal ini akan mendorong rasa disiplin yang kuat dalam berbagai kegiatan terkait sekolah, yang juga membutuhkan bantuan dari pihak lain, termasuk para guru dan orang tua atau wali. Dasar disiplin diletakkan melalui bimbingan keluarga di rumah, yang dapat dilanjutkan di sekolah untuk meningkatkan pembelajaran dan lebih lanjut menumbuhkan minat serta kemampuan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang terarah. Dengan melakukan hal ini, pemborosan waktu di luar jam sekolah dapat Terdapat kegiatan yang sangat mendasar dalam bidang pendidikan, seperti kegiatan ekstrakurikuler, yang dapat membantu membentuk perspektif peserta didik. Setiap pembelajaran peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler diadakan selama dan setelah sekolah untuk membantu peserta didik meningkatkan hal-hal yang telah mereka Salah satu bagian dari pengelolaan keterlibatan pendidikan adalah membantu peserta didik tumbuh dan belajar. Memberikan berbagai kesempatan belajar kepada peserta didik merupakan salah satu cara untuk membantu mereka tumbuh dan Agar peserta didik dapat belajar dan memperoleh pengalaman, mereka perlu melakukan berbagai tugas yang bermanfaat. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu cara bagi peserta didik untuk tumbuh dan melakukan hal-hal yang berkaitan dengan sekolah. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 31-44, 2025 | 32 Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Kedisiplinan Peserta Didik Miftahul Jannah. Nadiah METODE Peserta didik di SMKN 14 JAKARTA Rohis diberikan survey sebagai bagian dari metodologi penelitian kuantitatif penelitian. Menurut Darmawan dalam (Purwanza et al. Dalam sebuah penelitian, populasi adalah deskripsi sejumlah besar data. Menurut Suharyadi dan Purwanto (Purwanza et al. , 2. Populasi juga merupakan pengelompokan semua individu, item, dan metrik potensial lainnya yang menjadi subjek 37 peserta didik Rohis bersekolah di SMKN 14 JAKARTA. Peserta dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X dan XI. Arikunto menyatakan bahwa sampel merupakan komponen ukuran dan komposisi suatu populasi. (N. Sari et al. , 2. , . Dengan demikian, seluruh populasi dapat dijadikan sampel penelitian jika jumlah individunya kurang dari 100Ae150 orang. Pengambilan sampel jenuh berarti sampel diambil dari setiap orang dalam suatu Pengambilan sampel jenuh mengambil sampel yang sangat kecil dari populasi, sementara kedua metode lainnya mengambil sampel dari seluruh populasi. Dengan kata lain, anggota dari keseluruhan populasi membentuk sampel penelitian. Sampel sekitar 10Ae15% atau 20Ae25% dari populasi dapat diambil jika terdapat lebih dari 100 individu dalam populasi. Berdasarkan premis tersebut, maka tercatat 37 peserta didik kelas X dan XI yang terdaftar dalam Rohani Islam (Rohi. Dengan demikian, peneliti telah memilih sampel penelitian tetap sebanyak 37 peserta didik di kelas X dan XI. Dengan demikian, 37 peserta didik tersebut memenuhi ukuran sampel Beberapa cara pengumpulan informasi ini adalah melalui survei penelitian, wawancara, dan observasi. Observasi Salah satu cara peneliti mengumpulkan data adalah melalui pengamatan langsung terhadap peristiwa, perilaku, atau fenomena yang terjadi di alam. Angket Kuesioner adalah perangkat atau alat yang menanyakan serangkaian pertanyaan mengumpulkan data. Tujuan kuesioner ini adalah untuk mengumpulkan data, sudut pandang, atau tanggapan dari individu mengenai subjek tertentu. Setiap pertanyaan dalam studi ini diberi bobot berdasarkan pedoman pengukuran skala Likert. Point pada item positif : Point pada item negative : Wawancara Wawancara adalah percakapan antara dua orang atau lebih. Wawancara dilakukan oleh pewawancara dan narasumber. Dalam Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 31-44, 2025 | 33 Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Kedisiplinan Peserta Didik Miftahul Jannah. Nadiah wawancara, narasumber atau peneliti dapat berbicara langsung dengan responden. Untuk disebarkan, peneliti mewawancarai peserta didik Rohani Islam (Rohi. kelas X dan XI. Adapun teknik analisis data penelitian ini, yakni: Mencari angka korelasi, dengan rumus : menggunakan rumus berikut sebelum menguji kebenarannya: df = N Ae nr Menghitung nilai momen produproduct moment "r" pada tingkat signifikansi 5% dan 1% menggunakan dba atau df. Keterangan : Memberikan interpretasi terhadap rxy. Tabel 3. 3 Interpretasi Data HASIL DAN PEMBAHASAN Sebanyak 37 peserta didik diberikan survei dengan 20 pertanyaan untuk variabel X (Kegiatan Ekstrakurikule. dan 20 pertanyaan untuk variabel Y (Kedisiplinan Peserta Didi. Tujuan kuesioner ini adalah untuk menguji data tentang bagaimana perilaku peserta didik. Peneliti menggunakan skala Likert untuk memberikan bobot pada item kuesioner. Objek dibobot sebagai berikut: C Point pada item positif : C Point pada item negative : Langkah-langkah berikut diambil untuk menafsirkan hasil rxy: Buatlah hipotesis (H. dan hipotesis alternatif (H. Tentukan derajat kebebasan . Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 31-44, 2025 | 34 Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Kedisiplinan Peserta Didik Miftahul Jannah. Nadiah Informasi mengenai dampak kegiatan ekstrakurikuler terhadap kedispilinan peserta didik diperoleh dari jawaban kuesioner yang diberikan kepada 37 peserta didik aktif di SMKN 14 Jakarta. Setiap peserta menerima skor, dan para peneliti menambahkan bobot setiap peserta berdasarkan hasil penelitian yang disebutkan di atas. Kuesioner diberikan kepada peserta didik aktif pada hari Jumat, 23 Mei 2025. Skor keseluruhan dari kuesioner yang diisi oleh peserta didik SMKN 14 Jakarta adalah sebagai berikut. hasilnya ditampilkan dalam tabel di bawah Para peneliti menggunakan informasi dalam tabel di atas untuk menganalisis data tentang bagaimana kegiatan ekstrakurikuler memengaruhi disiplin peserta didik. Setelah itu, mereka membuat tabel distribusi frekuensi dengan mengikuti langkah-langkah Langkah 1 Tabel 4. Jumlah Variabel X dan Y Tabel 4. Hasil Skor Kuesioner Variabel X (Kegiatan Ekstrakurikule. dan Variabel Y (Kedisiplinan Peserta Didi. Seperti yang dapat dilihat dari tabel hasil kuesioner untuk Variabel X dan Y di atas. N = 37. OcX = 3319. OcY = 3369. OcX2 = 300895. OcY2 = 309645. OcXY = 304386. Langkah 2 : Mencari Rentang Kelas (R) Variabel X dan Variabel Y Tabel 4. Rentang Kelas Variabel X dan Variabel Y Jumlah nilai tertinggi dan terendah Variabel X sama dengan jumlah nilai tertinggi dan terendah Variabel Y. Tentukan mengambil selisih antara skor tertinggi Variabel X dan skor terendahnya dengan skor tertinggi Variabel Y. Singkatnya, ini berarti Variabel X bisa mendapatkan skor tertinggi 100 poin atau terendah 65 poin. Dalam hal ini, 100 - 65 = 35. Karena tahu bahwa Variabel Y memiliki skor tertinggi, 100, dan skor terendah, 72. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 31-44, 2025 | 35 Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Kedisiplinan Peserta Didik Miftahul Jannah. Nadiah dapat menghilangkan 100 dari 72 untuk Langkah 3 : Mencari Banyak Kelas Variabel X dan Variabel Y (BK) Tabel 4. Banyak Kelas Variabel X dan Variabel Rumus untuk hitung jumlah kelas adalah 1 3,3 log n. Jika n pada Variabel X dan Y adalah 37, maka 1 3,3 log 37 adalah 6,175065676, dibulatkan menjadi 6. Variabel X dan Y memiliki 6 kelas. Langkah 4 : Mencari Panjang Kelas Interval . Skor memiliki 6 kelas interval, termasuk kelas interval 65 hingga 70 dengan 1 responden, menurut tabel di atas. , 71 sampai 76 sebanyak 4 responden, dan 77 sampai 82 sebanyak 4 responden, 83 sampai 88 sebanyak 4 responden, 89 sampai 94 sebanyak 8 responden, dan 95 sampai 100 sebanyak 16 responden. Secara keseluruhan jumlah frekuensi yaitu 37. Panduan tabel di atas untuk membuat grafik histogram frekuensi dari grup interval: Grafik 4. Frekuensi Variabel X (Kegiatan Ekstrakurikule. Panjang Kelas Interval . kemudian ditentukan menggunakan rumus berikut setelah jumlah kelas ditentukan: Tabel 4. Panjang Kelas Interval . Langkah 5 : Membuat Tabel Distribusi Frekuensi Variabel X dan Variabel Y Tabel 4. Distribusi Frekuensi Variabel Y Adapun Distribusi Frekuensi Variabel X (Kegiatan Ekstrakurikule. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Variabel X Berdasarkan tabel sebelumnya, interval antara 97 dan 101 memiliki skor frekuensi tertinggi . , dengan rerata 99. Interval antara 72 dan 26 memiliki frekuensi Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 31-44, 2025 | 36 Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Kedisiplinan Peserta Didik Miftahul Jannah. Nadiah terendah, dengan rerata 74, yang setara dengan 3 tanggapan. Dengan demikian, dengan menggunakan tabel sebelumnya sebagai panduan, peneliti menghasilkan grafik histogram frekuensi berikut untuk setiap kelas: Grafik 4. Frekuensi Variabel Y (Kedisiplinan Peserta Didi. Langkah 6 : Mencari Rata-Rata Mean Tabel 4. Jumlah Variabel X dan Y Tabel sebelumnya menunjukkan dengan jelas bahwa rumus berikut dapat digunakan untuk menentukan nilai rata-rata kedua sigma X, yaitu 3319 dibagi N, yaitu 37, menghasilkan 90, seperti yang dapat dilihat dari rumus sebelumnya. Diketahui juga bahwa sigma Y, yaitu 3369 dibagi N, yaitu 37, menghasilkan 91. Langkah 7 : Mencari Angka Indeks Korelasi Antara Variabel X dan Variabel Y . Tabel 4. Variabel X . egiatan ekstrakurikule. dan Variabel Y . edisiplinan peserta didi. memiliki hubungan sebesar 0,720, atau 72%. Hal ini menunjukkan bahwa Kegiatan di luar sekolah memengaruhi kedisiplinan peserta Peneliti menggunakan korelasi personal, menghitung analisis data yang disebutkan di Peneliti perhitungan dan perhitungan non-parametrik dalam SPSS 26: Tabel 4. Hasil Analisis Korelasi Variabel X Terhadap Variabel Y SPSS 26 dapat menghitung rata-rata kedua variabel. Variabel X memiliki rata-rata 89,70, dibulatkan menjadi 90, dan Variabel Y memiliki rata-rata 91,05. Sementara itu. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 31-44, 2025 | 37 Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Kedisiplinan Peserta Didik Miftahul Jannah. Nadiah Langkah 6 dan perhitungan statistik parametrik menghasilkan hasil yang sama. Tabel 4. Analisi Korelasi Variabel X Terhadap Variabel Y Dengan menggunakan SPSS 26, koefisien korelasi, atau nilai R, adalah 0,720, dengan Error of Estimate sebesar 6,299 dan R2 Square sebesar 0,518. Nilai R menunjukkan bagaimana X dan Y berkorelasi. Dengan demikian, koefisien korelasi pada Tabel 4. 12, 0,720, sesuai dengan perhitungan statistik parametrik pada Perhitungan R2 menjelaskan sejauh mana variabel X memengaruhi variabel Y. Nilai R2 tabel adalah 0,518. Mengkuadratkan menghasilkan koefisien determinasi, yaitu 51% . ,720 = 0,. Hal ini menunjukkan bahwa 51% variasi faktor yang memengaruhi disiplin siswa ekstrakurikuler, sedangkan sisanya 49% . 51%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak tercakup dalam penelitian ini. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler mempengaruhi kedisiplinan peserta didik sebesar 51% dan faktor lain sebesar 49%. Hasil di atas menunjukkan korelasi sebesar 0,720, atau 72%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memengaruhi perilaku peserta didik. Kesimpulan ini didukung oleh korelasi sebesar 72%. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku peserta didik. Perhitungan yang disebutkan di atas menunjukkan adanya korelasi sebesar 0,720 antara kuesioner penelitian tentang dampak kegiatan ekstrakurikuler terhadap disiplin peserta didik. Ada berbagai teknik interpretatif untuk memastikan dampak dari kedua variabel yang diteliti, termasuk yang berikut: Memberikan Interpretasi Terhadap Angka Indeks Korelasi Product Moment Secara Sederhana Tabel 4. Interpretasi Data Tabel 4. Correlation Dari hasil perhitungan di atas berhasil diperoleh rxy sebesar 0,720. Peneliti menemukan indeks korelasi positif. Variabel X (Kegiatan Ekstrakurikule. dan Y Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 31-44, 2025 | 38 Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Kedisiplinan Peserta Didik Miftahul Jannah. Nadiah (Kedisiplinan Peserta Didi. mempengaruhi kedisiplinan peserta didik. Rxy yang dihitung sebesar 0,720, yang berada di antara 0,70 hingga 0,90, menunjukkan bahwa kedisiplinan peserta Berdasarkan pedoman pada Tabel 4. 14, dapat disimpulkan bahwa Variabel X dan Variabel Y memiliki hubungan yang kuat atau tinggi. Memberikan Interpretasi Terhadap Angka Indeks Korelasi AurAy Product Moment Yang Dapat Dilihat Pada Tabel Nilai AurAy Product Moment Peneliti mengembangkan Hipotesis Alternatif (H. dan Hipotesis Nol (H. untuk menyelidiki dampak model dua variabel Berikut adalah teori-teori tersebut: Hipotesis Nihil (H. Dipercayai Variabel . edisiplinan peserta didi. dan Variabel X . egiatan ekstrakurikule. tidak mempunyai pengaruh satu sama lain. Hipotesis Statistik (H. Variabel X . egiatan ekstrakurikule. diduga mempunyai dampak terhadap Variabel Y . edisiplinan peserta didi. Dengan membandingkan "r" yang ditemukan dalam Tabel Nilai momen produk "r" . dengan "r" yang diperoleh dari perhitungan atau pengamatan "r" . , hipotesis dapat diuji. Menemukan derajat kebebasan . atau derajat kebebasan menggunakan rumus berikut harus menjadi langkah pertama sebelum melanjutkan. Sebanyak 37 responden yang merupakan peserta didik SMKN 14 Jakarta merupakan jumlah sampel total dalam penelitian ini. Oleh karena itu, jika N = 37, maka X dan Y merupakan variabel yang korelasinya diinginkan, dan nr = 1. Hal ini menghasilkan df, yaitu df = 37 - 1 = 36. Nilai momen produk "r" pada tingkat signifikansi 5% = 0,325 dan pada tingkat signifikansi 1% = 0,418 menghasilkan df 36, sebagaimana ditunjukkan pada tabel momen produk "r". Hipotesis Alternatif (H. , yang menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memengaruhi disiplin peserta didik, diterima atau didukung karena terbukti bahwa ro > rt pada tingkat signifikansi 5% dan 1%. Hasil wawancara Pembimbing Rohis Menurut Bapak Yazid Mubarak. Ag. Kelompok Rohis dikembangkan melalui tanggung jawab bersama, teladan, dan Memberikan tanggung jawab kepemimpinan, termasuk mengorganisir kegiatan atau mengawasi kelompok belajar, serta melakukan penilaian dan pelaporan, merupakan cara paling efisien untuk Kurangnya komitmen awal peserta didik, masalah penjadwalan, dan kurangnya dukungan Untuk mengatasinya, diperlukan kerja sama dan komitmen bersama dengan pendidik lain, yang memungkinkan kelompok Rohis diakui pengembangan karakter (Yazid Mubarak. Ag. Pembimbing Rohis. Senin, 19 Mei Menurut saya, kelompok Rohis sangat baik untuk menumbuhkan tanggung jawab dan disiplin. Kami belajar menghargai waktu, berkolaborasi dengan orang lain, dan menyelesaikan sesuatu secara efektif melalui . embaca Al-Qur'a. , dan bekerja dalam panitia acara. Yang terpenting, kami berkomitmen dan berniat untuk terus berkembang karena kelompok Rohis merupakan wadah untuk mengembangkan karakter dan kepribadian, bukan sekadar kegiatan sampingan. Shafa Kirana, ketua Rohis ( Rohani Isla. , menyatakan bahwa saya telah melihat banyak peningkatan sejak bergabung dengan ekstrakurikuler Rohis, termasuk manajemen waktu yang lebih baik, pemahaman agama yang lebih mendalam, dan disiplin dalam Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 31-44, 2025 | 39 Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Kedisiplinan Peserta Didik Miftahul Jannah. Nadiah beribadah maupun mengerjakan tugas. Saya juga merasa lebih bertanggung jawab karena Rohis integritas dan keandala, saya mengatasi kendala, termasuk menurunnya minat peserta didik terhadap Rohis, dengan menggunakan strategi inovatif seperti membuat pameran dan konten menarik untuk akun Instagram Rohis agar lebih banyak peserta didik yang tertarik (Shafa Kirana. Ketua Rohis SMKN 14 Jakarta. JumAoat, 23 Mei 2. Bergabung dengan Rohis, menurut saya, dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan menambah pengetahuan agama. Selain itu, hal ini juga menumbuhkan nilai-nilai meningkatkan manajemen waktu. Meskipun terkadang ada kendala, seperti terlalu sibuk atau teman-teman yang tidak tertarik, lebih berpartisipasi jika kegiatannya dibuat Salah satu peserta Rohis. Ade Syifa, mengaku menjadi bagian dari Rohis telah membantunya menjadi lebih cerdas dalam memprioritaskan kegiatan dan membangun rutinitas harian yang konsisten. Dalam apa pun yang saya lakukan, saya tetap dapat berkomitmen lebih lanjut, ketulusan, kejujuran , dan manajemen waktu adalah nilai-nilai yang paling kedisiplinan mereka. Meskipun terkadang menyelesaikan setiap tugas sebaik mungkin (Ade Syifa, peserta Rohis di SMKN 14 Jakarta. Jumat, 23 Mei 2. Rohis, menurut saya, membuat kita lebih bertanggung jawab dan disiplin. Kemampuan kita untuk memilih kegiatan penting dan merencanakan jadwalnya pun meningkat. Karena kita terbiasa belajar di lingkungan yang suportif, kita harus berusaha memenuhi semua tanggung jawab kita, meskipun kita merasa lesu. Kepala Sekolah. Ibu Kristari Yuningsih. Pd. , menyatakan dalam wawancara bahwa kegiatan ekstrakurikuler sangat penting untuk membantu anak-anak membangun karakter disiplin mereka. Peserta didik belajar tanggung jawab, kepatuhan terhadap jadwal, dan kepatuhan terhadap aturan melalui latihan-latihan ini. Rohis dan peserta didik lain yang berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler biasanya lebih disiplin, dapat diandalkan, dan percaya diri. Sekolah dengan menawarkan penilaian karakter secara berkala, jadwal yang terencana, dan mentor yang terlibat. Disiplin, kejujuran, kolaborasi, dan inisiatif juga dievaluasi. halhal ini didokumentasikan dalam laporan karakter (Kristari Yuningsih. Pd. Kepala Sekolah SMKN 14 Jakarta. Senin, 26 Mei Karena mengajarkan manajemen waktu, kejujuran, dan disiplin kepada peserta didik, saya pikir kegiatan ekstrakurikuler seperti kelompok pengajian . sangat bermanfaat dalam membentuk karakter peserta didik. Selain itu, kami merasa lebih terinspirasi untuk terus bertumbuh dan berkembang sebagai manusia, baik di dalam maupun di luar kelas ketika kami memiliki mentor dan menerima evaluasi secara berkala. Diskusi tambahan berdasarkan data yang diperoleh, yang telah diperiksa secara cermat dan menyeluruh. Setelah membandingkan teori dengan penerapan deskriptifnya, perdebatan berpusat pada sudut pandang peneliti. Interpretasi data yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memiliki dampak sebesar 0,720 terhadap kedisiplinan peserta Temuan yang berkisar antara 0,70 hingga 0,90 menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memiliki pengaruh yang signifikan atau tinggi. Jadi, dapat dipahami dan mengerti bahwa yang dilakukan di SMKN 14 Jakarta, jelas bahwa kegiatan ekstrakurikuler memiliki dampak sebesar 51% terhadap kedisiplinan peserta didik. Standar moral yang tinggi, pemahaman yang lebih dalam tentang Islam, iman yang kuat, dan kapasitas untuk mengamalkan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 31-44, 2025 | 40 Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Kedisiplinan Peserta Didik Miftahul Jannah. Nadiah nilai-nilai agama dalam kehidupan seharihari semuanya dipupuk melalui kegiatan Dengan meningkatkan kesadaran sosial dan spiritual, menjaga lingkungan sekolah yang rohani dan baik, serta menumbuhkan kepemimpinan dan kegiatan-kegiatan berkontribusi pada pengembangan karakter Karena disiplin membuat peserta didik lebih dapat diandalkan, bertanggung jawab, dan fokus dalam mencapai tujuan pembelajaran, disiplin juga merupakan komponen kunci dari prestasi akademik dan perkembangan sosial. Respons kuesioner dari Variabel X ke Variabel Y menunjukkan pengaruh, dengan skor 0,720, yang dianggap cukup kuat. Ini menunjukkan bahwa tingkat kedispilinan peserta didik meningkat seiring dengan tingkat aktivitas dan perhatian mereka. Para peneliti juga menemukan bahwa kegiatan ekstrakurikuler meningkatkan kedispilinan peserta didik. Hal ini menunjukkan bagaimana kegiatan ekstrakurikuler telah terbukti memengaruhi sikap anak-anak dalam mengelola diri mereka, yang keduanya secara langsung memengaruhi tingkat kedisiplinan mereka di dalam kelas. KESIMPULAN Dalam Ekstrakurikuler Berdampak Kedisiplinan Peserta didik Dengan nilai 0,720, atau 72%, analisis dampak kegiatan ekstrakurikuler (Variabel X) terhadap disiplin peserta didik (Variabel Y) menunjukkan bahwa pengaruhnya kuat atau Hasil ro dan rt yang tinggi menunjukkan hal ini, ro peneliti sebesar 0,720, sedangkan rt sebesar 0,325 pada tingkat signifikansi 5% dan 0,418 pada tingkat signifikansi 1%. Akibatnya, pada tingkat signifikansi 5% dan 1%, terbukti bahwa ro > rt. Akibatnya. Dampak kegiatan ekstrakurikuler terhadap kedisiplinan peserta didik ditunjukkan dengan diterimanya Hipotesis Alternatif (H. dan ditolaknya Hipotesis Nol. Faktor yang memengaruhi efektivitas kegiatan ekstrakurikuler dalam membentuk kedisiplinan peserta didik ini meliputi manajemen waktu yang terstruktur namun fleksibel, partisipasi aktif peserta didik dalam kegiatan, dan keberadaan mentor atau guru yang bertindak sebagai panutan disiplin merupakan faktor-faktor yang memengaruhi seberapa baik kegiatan ekstrakurikuler membangun kedisiplinan peserta. Lebih jauh meningkatkan penerapan nilai-nilai disiplin, terutama melalui kegiatan keagamaan rutin seperti kegiatan ROHIS. DAFTAR PUSTAKA