Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 1. April 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM NOVEL KARAVANSARA KARYA RIO JOHAN 1Sri Kurnia Hastuti Sebayang, 2Sherly Wardani, 3Seget Tartiyoso 1STKIP Budidaya Binjai 2STKIP Budidaya Binjai 3STKIP Budidaya Binjai E-mail : hastutisrikurnia@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur dalam novel 'Karavansara' berdasarkan teori tindak tutur Austin yang dikembangkan oleh Searle. Analisis akan difokuskan pada identifikasi dan klasifikasi tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dengan mempertimbangkan diksi, makna, dan konteks. Dalam kajian pragmatik, tindak tutur terbagi menjadi tiga aspek utama: lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Lokusi merujuk pada bentuk fisik ucapan, seperti pertanyaan atau pernyataan. Ilokusi mengacu pada maksud atau tujuan di balik ucapan tersebut, misalnya untuk menginformasikan, meminta, atau menyatakan perasaan. Sementara itu, perlokusi berkaitan dengan efek atau respons yang dihasilkan oleh ucapan terhadap pendengar. Analisis terhadap novel 'Karavansara' menunjukkan bahwa penulis menggunakan berbagai macam cara untuk menyampaikan pesan. Kita berhasil mengidentifikasi 11 kalimat yang berfungsi sebagai pernyataan atau berita, 6 kalimat yang berupa pertanyaan, dan 1 kalimat yang berisi perintah. Selain itu, kita juga menemukan 22 kalimat yang memiliki tujuan yang lebih kompleks, seperti untuk menyatakan keyakinan, meminta bantuan, atau mengungkapkan Kata kunci : Pragmatik. Tindak Tutur. Novel. Karavansara. PENDAHULUAN Bahasa memungkinkan manusia untuk mengungkapkan diri dan menjalin hubungan sosial. (Sebayang dan Sofyan. 2019: . Menurut Wiranto Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 1. April 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 . alam Tuti Hidayah, dkk, 2020: . melihat Bahasa adalah konstruksi sosial yang kompleks yang memungkinkan manusia bertukar informasi melalui kombinasi kata, frasa, dan klausa. Terbukti dari penggunaannya sebagai percakapan sehari-hari. Bahasa memungkinkan seseorang untuk menyampaikan semua ide, gagasan, pengalaman, keinginan, dan Selain itu, bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud seseorang dalam berbicara kepada orang lain (Mailani, dkk. 2022 : . Tindak tutur tidak dapat dilepaskan dari orang yang berbicara. Orang yang bertindak dengan mengucapkan atau menerima perkataan disebut penuturTindak tutur merupakan tindakan berbahasa yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga melibatkan aspek ilokusi . aksud penutu. , perlokusi . fek terhadap mitra tutu. , dan illokusi . ingkat kesantuna. (Sayidah. Ezza, dan Utomo, 2021 : . Sehingga berkomunikasi dipahami dengan benar oleh penutur dan mitra tuturnya. Mitra tutur dapat memahami pesan yang disampaikan oleh pembicara. Linguistik mempelajari bahasa sebagai cara untuk berkomunikasi. Cabang linguistik yang disebut pragmatik mempelajari struktur luar bahasa, seperti bagaimana kesatuan bahasa digunakan dalam komunikasi (Wijana dan Rohmadi, 2010: 3-. Istilah dalam ilmu bahasa pragmatik, sesungguhnya sudah mulai dikenal sejak zaman kehidupan seorang filusuf yang sangat ternama, yaitu Charler morris. Dalam ilmu pragmatik telah diajarkan memaknai bahasa yang sesuai dengan konteks. Ketika seseorang mengucapkan ujaran, mereka secara tidak langsung juga mengambil tindakan, dalam ilmu pragmatik disebut tindak tutur. Tindak tutur merujuk pada aksi yang dilakukan melalui bahasa. Pragmatik, sebagai cabang ilmu bahasa, mempelajari bagaimana konteks sosial dan budaya mempengaruhi penggunaan bahasa dalam situasi komunikasi. Dengan kata lain. Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 1. April 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 pragmatik menyelidiki bagaimana penutur dan mitra tutur saling berinteraksi dan memahami makna yang tersirat di balik ujaran. Adanya penutur dan mitra tutur adalah syarat utama terjadinya komunikasi, sehingga peristiwa tutur dan tindak tutur terjadi setiap kali Tindak tutur mencakup berbagai jenis tindakan berbahasa, mulai dari yang sederhana seperti mengucapkan selamat hingga yang lebih kompleks seperti menjelaskan ide yang rumit. (Septianingsih, 2016 : yang berarti bahwa semua tuturan mengandung arti tindakan Searle berpendapat setiap tindakan berbahasa memiliki tiga fungsi: sebagai menimbulkan efek. Lokusi berkaitan dengan bentuk fisik ucapan, sedangkan ilokusi berkaitan dengan maksud atau tujuan penutur dalam mengucapkan kalimat tersebut. Perlokusi, di sisi lain, berkaitan dengan pengaruh atau respons yang ditimbulkan oleh ucapan tersebut pada mitra tutur. idayah Tuti, 2020 : . Dalam novel, kita sering menemukan tokoh-tokoh yang berbicara satu sama lain. Percakapan mereka ini sebenarnya adalah contoh dari tindak tutur. Jadi, novel itu seperti panggung sandiwara di mana kita bisa melihat bagaimana orang-orang berinteraksi menggunakan kata-kata. Novel biasanya terdiri dari karangan yang panjang yang menceritakan tentang kehidupan seseorang dan orang-orang di yang mereka kenal. Mereka dapat mengarahkan pembaca ke dunia nyata melalui cerita mereka dengan menonjolkan karakter dan sifat pelaku. Percakapan dalam novel harus selaras dengan konteks di mana bahasa yang digunakan, sehingga bersifat pragmatik. Sangat penting untuk memahami bukan hanya komponen bahasa tetapi juga komponen di luar bahasa, seperti konteks tuturan. Pemahaman ini adalah ciri bahasa Pendekatan pragmatik sangat penting untuk penelitian novel karena novel adalah gambaran kehidupan masyarakat yang digambarkan melalui cerita yang indah, menghibur, dan mendidik. Pendekatan Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 1. April 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 pragmatik memungkinkan peneliti untuk mempelajari apa yang terjadi dalam novel kebahasaan dan makna yang lebih mendalam. Pembaca harus memahami makna sebelum dapat berkomentar tentang isi. Berdasarkan pemaparan sebelumnya, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai jenis tindak tutur yang terkandung dalam novel yang menjadi objek kajian. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian dibuat supaya dapat diketahui apakah penelitian mendapat hasil yang maksimal atau tidak. Sugiyono . Tujuan mengembangkan dan membuktikan pengetahuan. Tujuan ini merupakan persepsi yang mampu menguraikan atau memperkirakan situasi atau pemecahan masalah pada keadaan dan dapat membuktikan yang akan Adapun tujuan penelitian ini adalah: Mengidentifikasi jenis-jenis Karavansara karya Rio Johan. Menjelaskan fungsi dari tindak tutur yang digunakan oleh tokohtokoh dalam novel. Menganalisis pengembangan cerita dan karakter tokoh. METODE PENELITIAN Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini berusaha memahami makna yang terkandung dalam teks secara lebih mendalam. Jenis penelitian ini menghasilkan data dalam bentuk tulisan atau lisan yang menggambarkan kejadian, sikap, dan lainnya dari objek yang diamati Sugiono . Metode deskriptif digunakan untuk mengumpulkan. Penulis menggunakan metode ini untuk menggambarkan tindak tutur dalam novel Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 1. April 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 Rio Johan. Karavansara, secara jelas dan berdasarkan data. Data penelitian ini diperoleh dari novel 'Karavansara' yang ditulis oleh Rio Johan, yang berisi kata-kata, kalimat, atau prasa yang berkaitan dengan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari keterangan responden dan dokumen-dokumen, baik dalam bentuk kata-kata maupun statistik. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, yang didukung oleh pedoman analisis tindak tutur untuk mengkaji novel Karavansara. (Cheer dan Agustina 2. Data dikumpulkan melalui baca, analisis, dan katat. Makna dalam penelitian ini diperoleh dari cara penulis membaca novel Karavansara dengan cermat dan teliti, dan kemudian menganalisis ucapan setiap tokoh dalam novel. Langkah terakhir adalah pencatatan dan pengelompokan semua jenis tuturan yang ada, seperti tidak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Hasil Penelitian Peneliti melakukan penelitian pada Novel Karavansara oleh Rio Johan Penelitian ini menghasilkan deskripsi jenis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang ditemukan dalam novel tersebut. Jenis Tindak Tutur Lokusi Jumlah total tindak tutur lokusi yang berhasil diidentifikasi dalam penelitian ini adalah 17. Tindak Tutur Ilokusi Dari analisis data, ditemukan total 25 data, yang terdiri dari enam tindak tutur asertif, lima tindak tutur direktif, delapan tindak tutur ekspresif, dan dua tindak tutur deklaratif. Tindak Tutur Perlokusi Jumlah data yang diperoleh adalah 3 data untuk respons positif dan 2 data untuk respons negatif. Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 1. April 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 Pembahasan Penelitian Berikut ini akan dipaparkan secara berurutan analisis terhadap jenis-jenis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang ditemukan dalam novel "Karavansara" karya Rio Johan. Jenis Tindak Tutur Lokusi Penelitian ini menemukan berbagai jenis kalimat, mulai dari kalimat berita sampai perintah, yang termasuk dalam kategori tindak tutur lokusi. Semua jenis kalimat ini akan dijelaskan secara berurutan berdasarkan temuan kami dalam novel "Karavansara". Jenis Tindak Tutur Lokusi Berita Novel Karavansara oleh Rio Johan mengandung contoh tutur lokusi berita yang menyampaikan fakta. Shirin: AuAku sebentar lagi tujuh belas tahunAy (Karavansara : . "Tuan Babak sangat menyukai budak Makedonia itu, tapi dia bersih Shahzad. (Karavansara:. Tuturan tersebut memenuhi kriteria tindak tutur lokusi karena Shahzad hanya memberi tahu Surin tentang perasaan Tuan Babak tanpa berharap apa pun dari lawan tuturnya, yang berarti dia hanya memberi tahu Surin berita. Tuan Babak : AuKami tidak akan pergi ke Tabriz. sebaliknya, kami akan kembali ke Isfahan besok. Ay (Karavansara:. Fakta bahwa Tuan Babak memberikan informasi menunjukkan bahwa pernyataan tersebut termasuk dalam kategori lokusi berita. Tuturan tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa beberapa faktor menyebabkan perjalanan mereka gagal dan mengharuskan mereka berputar kembali. Shahzad : Au Adik saya dan saya hanyalah musafir, seperti Anda. Ay (Karavansar:. Menurut kriteria tindak tutur lokusi berita, ucapan Shahzad termasuk dalam kategori tindak tutur lokusi karena pada situasi sebelumnya, dia Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 1. April 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 menerima pertanyaan dari seorang musafir, dan dia menjawab dan memberi tahu musafir tentang keadaan mereka juga. Tuan Babak: AuIni adalah tempat Husain al-Akbar bersenang-senang setiap malam dengan salah satu atau lebih penghuni haremnya" (Karavansar:. Dari tuturan tersebut, termasuk dalam kategori ucapan lokusi berita karena konteksnya adalah tuan babak memberi tahu Surin bahwan di mana Husain Al-Akbar bersenang-senang. Maksud dari ucapan tersebut hanyalah memberi tahu lawan tuturnya informasi tanpa mengharapkan apa pun dari lawan tuturnya. Jenis Tindak Tutur Lokusi Tanya Novel Karavansara oleh Rio Johan mengandung contoh tutur lokusi Tanya : Shirin: Aubolehkan aku tidur di tendamu Tuan BabakAy (Karavansara:. Kalimat yang di tuturkan oleh mitra tutur tersebut termasuk kedalam tindak tutur lokusi tanya karena dalam tuturan tersebut berisikan kalimat tanya. Pada situasi tutur tersebut, penutur mengharapkan sebuah jawaban dari lawan tuturnya. AuKenapa gadis dusun itu tidak menyimpan lampas di Lokakarya saja?Ay tanya isteri kedua Tuan Babak. (Karavansara:. Kalimat yang dituturkan oleh penutur tersebut termasuk kedalam jenis tindak tutur lokusi tanya, karena tuturan tersebut mengandung kalimat tanya AukenapaAy yang berartikan kalimat tersebut adalah sebuah kalimat pertanyaan yang mengharapkan jawaban dari lawan tuturnya. Surin: AuApa sebenarnya salahku?Ao (Karavansara:. Dalam konteks tuturan tersebut Shirin yang kebingungan atas situasi yang sedang terjadi, sehingga Surin menuturkan sebuah pertanyaan yang mengharapkan sebuah jawaban dari lawan tuturnya. Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 1. April 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 . Shirin. AuAnda tahu mengapa Tuan Babak memilih saya sebagai istri ketiganya?Ay (Karavansara:. Kalimat yang dituturkan oleh penutur tersebut termasuk kedalam tindak tutur lokusi tanya karena dalam percakapan tersebut penutur mengutarakan kalimat yang bermaknakan sebuah . Tuan Babak: AuDan, anakku, maukah kau menukar kebebasan yang kuberikan padamu dengan kehidupan harem?" (Karavansara:. Kalimat yang dituturkan oleh penutur tersebut termasuk kedalam tindak tutur lokusi tanya karena dalam percakapan tersebut penutur mengutarakan kalimat yang bermaknakan sebuah . Musafir: AuKemana tujuan kalian?Ay (Karavansara:. Kalimat mengutarakan kalimat yang bermaknakan sebuah pertanyaan tentang . Surin: AuBagaimana dengan Shahzad?Ay (Karavansara:. Kalimat yang dituturkan oleh penutur tersebut termasuk kedalam tindak tutur lokusi tanya karena dalam percakapan tersebut penutur mengutarakan kalimat yang bermaknakan sebuah . Orang-orang: Auo khalifah, masih sanggupkah berdiri digunung arafahAy . Karena konteksnya mengandung kalimat pertanyaan yang diakhiri dengan tanda tanya, pernyataan ini termasuk dalam tindak tutur lokusi tanya. Musafir: AuSungguh culas kan?Ay (Karavansara:. Tuturan tersebut termasuk kedalam tindak tutur lokusi tanya, karena penutur meminta pendapat tentang kebenaran suatu kejadian yang licik. Sirin: AuAda masalah yang dihadapi oleh kedua istri tuan babak yang Anda ketahui? Masalahnya adalah mereka tidak memiliki keturunan. Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 1. April 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 yang pasti diinginkan Tuan Babak" Di lokakarya, istri pertama tuan babak tidak diajarkan apa pun selain duduk diharem dan mengisap pipa, dan istri kedua tuan babak hanya diajarkan menennun dan Saya, seorang perempuan serupa dengan mereka, diajari hal-hal seperti ini. Tahukah kau apa yang saya maksud, adikku? Saya memiliki sesuatu yang unik. Ay(Karavansara:. Tuturan Sirin termasuk dalam kategori tindak tutur tanya karena terdapat beberapa kalimat pertanyaan, seperti "Anda tahu masalah yang dihadapi oleh kedua istri tuan babak itu?" dan "Kau tahu maksudku adikku?" Dalam konteks tuturan, penutur bertanya kepada mitra tuturnya dan kemudian mengungkapkan jawaban pertanyaannya sendiri karena tidak mendapat jawaban dari mitra tuturnya. Jenis Tindak Tutur Lokusi Perintah Novel Karavansara oleh Rio Johan mengandung contoh tutur lokusi . Shirin: AuSeperti yang saya katakan sebelumnya, saya ingin kau keluar Tuan Babak. (Karavansara:. Karena penutur mengucapkan kalimat yang berarti adiknya harus meninggalkan tempat itu, kalimat yang diucapkannya termasuk dalam kategori tindak tutur lokusi perintah. Karena dia tidak ingin adiknya menjadi tahanan Tuan Babak, penutur memberi saran kepada rekannya untuk diikuti. Tuan Babak: Au Senangkanlah hatiku, nikmati anggur ini, dan peluk aku, sayangku. Ay (Karavansara:. Dalam tuturan ini,termasuk dalam lokusi perintah tindak tutur karena penutur meminta mitra tutur untuk memakan buah dan kemudian memeluk si penutur. Jenis Tindak Tutur Ilokusi Jenis Tindak Tutur Ilokusi asertif Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas tindak tutur ilokusi . Surin: AuTangan kanan keduaAy Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 1. April 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 (Karavansara:. Dari perkataan yang di ungkapkan oleh Surin tersebut menunjukan tindak tutur asertif menyombongkan atau meyakini Tuan Babak, karena dalam konteks tuturan tersebut Surin menyombongkan dirinya yang telah menjalani latihan itu dan dia sudah pandai dalam segala hal maka dia mengharapkan bisa menjadi tangan kanan keduanya Tuan Babak. Shahzad: Aumirip lebahAy Audan mengelilingi sarangnyaAy (Karavansara:. Konteks dari tuturan tersebut adalah penutur mengikat lawan tuturnya tentang kebenaran atas apa yang di ungkapkan, karna berdasarkan yang mereka lihat hiasan dari langit-langit ruangan itu berbentuk seperti lebah yang mengelilingi sarangnya. Shahzad : AuAnda akan melakukan banyak perjalanan nanti karena Anda telah mengikuti Tuan Babak. Anda akan menjelajahi banyak (Karavansara:. Surin Dalam pernyataan tersebut. Shahzad membuatnya termasuk dalam tindak tutur ilokusi asertif memberi tahu, bahwa Surin telah memilih jalan hidupnya yang sekarang maka Surin bersiap-siap barunya bersama Tuan Babak. Shirin: AuAnda tidak akan menduga rahasia apa pun yang telah masuk ke telingaku. Ay (Karavansara:. Itu adalah contoh tindak tutur iloksui asertif karena Shirin mengatakan dalam tuturan bahwa dia mengetahui banyak rahasia Shahzad bersama tuan Babak. Konteks dari tuturan tersebut Shirin memberikan ancaman kepada Shahzad dengan mengatakan tuturan tersebut. Shahzad: AuTuan Babak bernegosiasi dengan orang Inggris dan Portugis, tetapi dia melawan pengaruh Yesuit di Teheren. Meskipun orang Portugis itu menawar dengan gigih, saya tidak yakin tuan babak sudi akan memberikan Shirin kepadanya. Ay Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 1. April 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 (Karavansara:. Dalam tuturan yang di tuturkan oleh Shahzad tersebut selain termasuk dalam tindak tutur ekpresif. Karena sepenggal kata dari tuturan tersebut, itu juga termasuk dalam kategori tindak tutur ilokusi asertif. AuTuan Babak melakukan perundingan dengan orang Inggris dan Portugis, tetapi dia melawan pengaruh orang yesuit di Teheren. Ay Dalam tuturan ini, penutur berbicara tentang keadaan sebenarnya kepada mitra tuturnya. Konteksnya adalah untuk menyampaikan pendapatnya tentang situasi dan kebenaran. Tuan Babak: AuSaya akan menganggap pria sebagai musim panas dan wanita sebagai musim dinginAy (Karavansara:. dari tuturan tersebut termasuk dalam kategori tindak tutur ilokusi asertif karena konteksnya menyampaikan atau menggambarkan keadaan yang dialami oleh Tindak Tutur Ilokusi Direktif Jenis tindak tutur ini dapat ditemukan dalam novel Karavansara karya Rio Johan. Tuan Babak: AuSelamat tinggal. Shirin, dan sampai jumpa lagi di separuh duniaAy (Karavansara:. Dalam tuturan tersebut penutur mengucapkan kata AuShirin ucapkan selamat tinggalAy yang dimaksudkan dengan kalimat tersebut adalah penutur menyuruh mitra tutur untuk mengucapkan selamat tinggal karna konteks dari tuturan tersebut adalah Surin yang akan di bawa oleh Tuan Babak pergi dari tempat tinggal dan kehidupannya di jalanan, dan memulai kehidupan baru Surin bersama Keluarga Tuan Babak. Tuan Babak: AuTurki sangat mengerikan! Lihatlah betapa bodohnya mereka dalam menggunakan bahasa Persia. Tentyara-tantara kita berlogat turki dan sekarang juga ingin melakukan perdagangan!" (Karavansara:. Pada bagian "Lihatlah betapa culasnya mereka menggunakan bahasa Persia", penutur meminta mitra tutur untuk Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 1. April 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh penutur, yang dikenal sebagai tindak tutur direktif menyuruh. Shirin: AuKita harus memanfaatkan kesempatan ini. ini tidak dapat Ay(Karavansara:. Di sini, penutur mengharapkan tindakan atas kesempatan yang mereka miliki. Tuan Babak: AuDan, anakku, maukah kau menukar kebebasan yang kuberikan padamu dengan kehidupan harem?Ay (Karavansara:. Tuturan yang telah dituturkan oleh Tuan Babak diatas termasuk kedalam tindak tutur direktif menantang, karena dalam tuturan tersebut terdapat pertanyaan yang mengarah ke sebuah tantangan. Apakah mitra tutur berani mengikuti apa yang dikatakan oleh penutur. Shirin: AuAgar Anda tidak dipersalahkan dan menjadi buronan, harus ada yang bertanggung jawab. Ay (Karavansara:. Tuturan yang diucapkan oleh Shirin adalah contoh tindak tutur direktif menyuruh, karena dalam konteks percakapan. Shirin meminta adiknya untuk pergi dari tempat itu sementara dia tetap tinggal sebagai tersangka. Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif Berikut ini adalah beberapa contoh tindak tutur ilokusi ekspresif yang berhasil diidentifikasi dalam novel "Karavansara". Tuan Babak: AuShahzad, jika saja bau-bauan itu bisa membuatku kaya langsung ketika bangun besok pagi" (Karavansara:. Ini adalah contoh tindak tutur ekspresif mengeluh karena maksudnya adalah penutur mengeluhkan keadaan dan berpikir bau-bauan itu bisa membuatnya kaya esok pagi. Istri kedua Tuan Babak: Aupemburu taman murahan, sungguh menyedihkanAy (Karavansara:. Ini adalah contoh tindak tutur ilokusi ekspresif karena penutur mengkritik mitra tuturnya. Konteks dari tuturan Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 1. April 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 tersebut adalah penutur mengharapkan adanya tindakan dari lawan tuturnya setelah penutur mengungkapkan kalimat sindiran tersebut. Tuan Babak: AuTurki sangat mengerikan! Lihatlah betapa bodohnya mereka dalam menggunakan bahasa Persia. Semua dari kita berlogat turki, dan sekarang mereka ingin mengganggu perdagangan juga!" (Karavansara:. Konteks dari tuturan tesebut adalah penutur mengungkapkan ekspresi kekesalannya terhadap orang-orang turki itu, penutur mengharapkan keadaan balik seperti dahulu lagi. Shirin: AuKau seperti orang penyakitan yang manja saja!Ay . Ini adalah contoh tindak tutur ekspresif kritis karena penutur mengungkapkan perasaannya setelah melihat lawan tuturnya berkelakuan seperti orang sakit. Shahaz: AuAda beberapa hal yang saya pahami tentang Tuan Babak, dan ada beberapa yang tidak" . Kalimat tersebut termasuk kedalaam tindak tutur ekpresif mengeluh karena dalam kalimat yang telah di tuturkan, penutur mengeluhkan bahwa dia sedikit memahami Tuan Babak tapi tidak semua tentang Tuan Babak dapat dia pahami. Tuan Babak: Audia melakukannya dengan lembut dan pelanAy . Dalam perasaannya saat ayahnya mengajarinya semua hal, yang merupakan tindak tutur ekspresif mengeluh. Shirin: Auseharusnya aku tahuA, bodohnya akuAAy . Karena penutur mengeluhkan dan menyesali apa yang telah dia perbuat, ucapan tersebut termasuk dalam kategori tindak tutur ekspresif mengeluh. Tuan Babak: AuTurki sangat mengerikan! Lihatlah betapa bodohnya mereka dalam menggunakan bahasa Persia. Tentara kita berlogat turki dan sekarang juga ingin berdagang. (Karavansara:. Tuturan ini tidak hanya termasuk dalam tindak tutur direktif, tetapi juga dalam tindak tutur eksprsif mengeluh. Dilihat dari Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 1. April 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 kalimat AuTentyara-tentara kita semuanya berlogat turki dan sekarang mereka juga ingin mencomot perdagangan!Ay konteks dari tuturan tersebut adalah Tuan Babak menyampaikan kekesalannya terhadap orang-orang turki itu. Tindak Tutur Ilokusi Deklaratif Pembahasan berikutnya akan berfokus pada identifikasi dan analisis tindak tutur ilokusi deklaratif yang ditemukan dalam novel "Karavansara". Tuan babak : Au Aku tahu itu karena aku yang mengirimkan lampu ini ke sini, karena itu berasal dari lokakarya terbaik di Isfahan. Ay . Dari tuturan Tuan Babak tersebut itu hanyalah kalimat informasi yang memberi tahu Surin tentang keadaan di tempat itu, yang menunjukkan bahwa itu adalah jenis tindak tutur ilokusi . Tuan Babak: AuKarena mereka masih muda sepertimu, anakku, semua yang hidup ditawarkan tidak berguna bagi mereka" . Karena ucapan Tuan Babak hanyalah kalimat informasi, itu menunjukkan bahwa itu adalah jenis tindak tutur ilokusi Maksud dari ucapan tersebut adalah bahwa penutur hanya menjawab pertanyaan mitra tutur dengan memberikan jawaban tentang keadaan sebenarnya. Shahzad: AuTuan Babak dengan tegas mengubah budak Makedonia itu menjadi orang persia, meskipun dia sangat menyukainya. Ay . Menurut Sahzad, ini termasuk dalam kategori tindak tutur ilokusi deklaratif karena artinya penutur memberi tahu mitra tutur informasi tanpa meminta balasan atau tanggapan dari mereka. Shahzad: AuTuan Babak bernegosiasi dengan Inggris dan. Portugis, tetapi dia melawan pengaruh Yesuit di Teheren. Meskipun orang Portugis itu menawar dengan gigih, saya tidak yakin tuan babak sudi akan memberikan Shirin kepadanya. Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 1. April 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 . Dari perkataan yang di ungkapkan oleh Sahzad tersebut termasuk kedalam tindak tutur ilokusi deklaratif, karena makna dalam tuturan tersebut adalah si penutur hanya mengeluarkan pendapatnya saja kepada mitra tutur, tanpa mengharapkan timbal balik dari mitra tutur. Konteks dari tuturan tersebut penutur hanya mengemukakan pendapatnya. AuDia menegaskan bahwa saya akan baik-baik saja dan bahwa satusatunya hal yang akan saya lakukan adalah memberikan pendidikan seorang ayah kepada anaknya,Ay kata Tuan Babak. Dalam tindak tutur ilokusi deklaratif, penutur hanya mengungkapkan perasaannya tanpa mengharapkan balasan dari orang lain. Tindak Tutur Ilokusi Komisif Adapun jenis tindak tutur ilokusi komisif yang ditemukan adalah : Shahzad: Auaku tidak mau menghianati Tuan BabakAy . Tuturan yang diucapkan oleh Shahzad tersebut menunjukkan bahwa pembicara berkomitmen untuk tidak menghianati Tuan Babak, yang membuatnya termasuk dalam kategori deklarasi ilokusi komisif. Jenis Tindak Tutur Perlokusi Di bawah ini akan dijelaskan secara berurutan berbagai jenis bahasa perlokusi yang ditemukan dalam novel Karavansara karya Rio Johan. Tuan Babak: AuBukan, tapi untuk jadi tangan kanan kuAy (Karavansara:. Termasuk dalam kategori tindak tutur perlokusi, ucapan yang diucapkan oleh penutur memberikan pengaruh yang mendapat respon positif dari mitra tuturnya. Shirin: AuSaya yakin bahwa Pero Dias de Calbar tidak akan kembali. Dia tidak akan menjemput dan mengeluarkan saya dari keadaan ini. Ay (Karavansara:. Dari tuturan yang telah di ungkapkan oleh penutur bahwa tuturan tersebut termasuk kedalam tindak tutur perlokusi Jurnal Artikulasi Volume 7 Nomor 1. April 2025 p Ae ISSN : 2620-4886 e Ae ISSN : 2302-6545 karena setelah penutur menuturkan kalimat tersebut mitra tutur memberikan respon yang kebingungan. Shahzad: Auaku tidak mau menghianati Tuan BabakAy. Tuturan Shahzad termasuk dalam kategori tindak tutur perlokusi respon negatif karena dalam konteksnya, penutur mengungkapkan bahwa dia tidak akan menghianati Tuan Babak, dan mitra tutur langsung menanggapi dengan kecewa setelah penutur mengucapkan kalimat tersebut. , mitra tutur memberikan ekspresi sedih dan kecewa kepada si penutur. KESIMPULAN Makna bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam novel Karavansara dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, tindak tutur lokusi adalah jenis tindak tutur yang disampaikan dalam kalimat dengan makna yang dapat dipahami oleh mitra tutur. Kedua, tindak tutur ilokusi mencakup tindakan seperti memberikan izin, mengucapkan terima kasih, meminta, menawarkan, dan berjanji. Ketiga, tindak tutur yang bertujuan untuk mempengaruhi pendengar disebut tindak tutur perlokusi. Keempat, terdapat total 11 data tentang jenis tindak tutur lokusi dalam novel Karavansara karya Rio Johan, yang terdiri dari 4 data berupa berita, 6 data berupa pertanyaan, dan 1 data berupa perintah. Kelima, novel ini juga memuat 22 data mengenai jenis tindak tutur ilokusi, yang terdiri dari 4 tindak tutur asertif, 5 tindak tutur direktif, 7 tindak tutur ekspresif, 1 tindak tutur komisif, dan 5 tindak tutur deklaratif. Keenam, dalam Karavansara, terdapat dua data tentang tindak tutur perlokusi: satu data mencerminkan respon positif dan satu data mencerminkan respon negatif. DAFTAR PUSTAKA