AL-HIKMAH : Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . p-ISSN 2685-4139 e-ISSN 2656-4327 MOTIVASI MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN HUBUNGANNYA DENGAN AKHLAK DAN PRESTASI SISWA Mohamad Yudiyanto1. Rinda Fauzian2 1,2STAI Sabili Bandung. MTs N 1 Pangandaran yudiyantompd@gmail. Abstrak Motivasi belajar dapat menentukan akhlak dan prestasi belajar siswa. Sementara itu salah satu fenomena yang penting dan menarik untuk diteliti ialah rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler keagamaan di SMK Mutiara dan SMK Muhammadiyah 2 Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan ialah mixed method. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Analisis data yang digunakan ialah analisis pendahuluan dan analisis uji hipotesa. Hasil penelitian menunjukan . motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di SMK Mutiara memiliki tingkat hubungan rendah dan di SMK Muhammadiyah 2 Kota Bandung memiliki tingkat hubungan cukup tinggi, . SMK Mutiara dan SMK Muhammadiyah 2 memiliki korelasi positif. Akan tetapi, ada perbedaan yang signifikan antara keduanya, terutama dalam hal signifikansi. Intensitas ekstrakurikuler keagamaan di SMK Muhammadiyah 2 Kota Bandung lebih intens dibandingkan pelaksanaan ekstrakurikuler keagaaman di SMK Mutiara. Kata Kunci: Motivaasi. Akhlak. Prestasi Abstract Motivation to learn can determine student morals and achievement. Meanwhile, one of the phenomena that is important and interesting to research is the low motivation of students in participating in religious extracurricular activities at SMK Mutiara and SMK Muhammadiyah 2 Bandung. The research method used is a mixed method. Data were collected through observation, interviews, documentation and questionnaires. The data analysis used is preliminary analysis and hypothesis test analysis. The results showed . student motivation in participating in religious extracurricular activities at SMK Mutiara had a low level of relationship and at SMK Muhammadiyah 2 Bandung City had a high enough level of relationship, . SMK Mutiara and SMK Muhammadiyah 2 had a positive correlation. However, there are significant differences between the two, especially in terms of significance. The intensity of religious extracurricular activities at SMK Muhammadiyah 2 Bandung is more intense than the implementation of religious extracurricular activities at SMK Mutiara. Keywords: Motivation. Morals. Achievement Pendahuluan Peserta didik akan berhasil dalam belajar dan mendapatkan nilai yang baik dari pendidikan, serta dapat mencapai tujuan hidupnya jika memiliki keinginan untuk belajar. Hal ini adalah prinsip dan hukum pertama dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran. Keinginan dan dorongan untuk belajar inilah yang disebut motivasi. Motivasi dalam hal ini meliputi dua hal: . mengetahui apa yang akan dipelajari, dan . memahami mengapa hal tersebut patut dipelajari. Dengan berpijak pada kedua unsur motivasi inilah sebagai dasar permulaan yang baik Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 38 Mohamad Yudiyanto. Rinda Fauzian untuk belajar. Sebab, tanpa motivasi . idak mengerti apa yang akan dipelajari dan tidak mengerti mengapa hal itu patut dipelajar. , kegiatan belajar mengajar sulit untuk berhasil. Istilah motivasi . sering kita dengar pada kehidupan sehari-hari. Di lingkungan sekolah dikenal istilah motivasi belajar, di lingkungan kerja dikenal istilah motivasi kerja. Motivasi . diartikan sebagai kekuatan, dorongan, kebutuhan, semangat, tekanan, atau mekanisme psikologi yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai prestasi tertentu sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Dalam arti kognitif motivasi diasumsikan sebagai aktivitas individu untuk menentukan kerangka dasar tujuan dan penentuan perilaku untuk mencapai tujuan itu. Dalam arti afeksi, motivasi bermakna sikap dan nilai dasar yang dianut oleh seseorang atau sekelompok orang untuk bertindak atau tidak bertindak. Definisi Motivasi adalah perubahan energi dalam diri . seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan 2. Dalam Sardiman3 motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya AufeelingAy dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Sementara itu. Dimyati dan Mudjiono4 mengutip pendapat Koeswara mengatakan bahwa siswa belajar karena didorong kekuatan mental, kekuatan mental itu berupa keinginan dan perhatian, kemauan, cita-cita di dalam diri seorang terkadang adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilaku individu dalam belajar. Menurut Sadirman A. 5 Motivasi dapat juga dikatakan serangkain usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakan perasaan tidak suka itu. Jadi motivasi itu dapat dirangsang oleh faktor dari luar tetapi motivasi itu adalah tumbuh di dalam diri seseorang. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar itu dapat tercapai. Motivasi yang ada pada diri peserta didik sangat penting dalam kegiatan Ada tidaknya motivasi peserta didik untuk belajar sangat berpengaruh dalam proses belajar itu sendiri. Tabrani Rusyan mengemukakan bahwa siswa yang mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar, maka akan menunjukan minat. Sudarwan Danim. Motivasi Kepemimpinan & Efektifitas Kelompok, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , hlm. 2 Hamalik. Oemar. Psikologi Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru, 1. , hlm. 3 Danim. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, hlm. 4 Dimyati. Mudjiono. Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta: 2. , hlm. 5 Danim. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, hlm. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 39 Mohamad Yudiyanto. Rinda Fauzian aktivitas dan partisipasinya dalam mengikuti kegiatan belajar atau pendidikan yang sedang berlangsung. Motivasi menjadi hal penting dalam dunia pendidikan. Urgensi motivasi dapat menentukan output peserta didik. Kendati demikian, kurangnya motivasi dapat menentukan prestasi belajar siswa. Sementara itu salah satu fenomena yang menarik untuk dielaborasikan, yang hubungannya dengan motivasi belajar siswa ialah fenomena yang terjadi di SMK Mutiara dan SMK Muhammadiyah 2 Kota Bandung. Siswa yang kurang motivasinya dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar disebabkan beberapa faktor antara lain: . kurangnya kedisiplinan siswa sehingga mengakibatkan telatnya masuk sekolah, . kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya hal tersebut disebabkan faktor ekonomi keluarga yang berada pada keadaan ekonomi menengah kebawah, . faktor perceraian orang Faktor ekonomi mengakibatkan orang tua terlalu fokus mencari nafkah untuk kehidupan sehari-hari, sehingga anak kurang perhatian dari orang tua. Begitu juga orang tua yang bercerai, karena perceraiannya mengakibatkan perhatian terhadap anak berkurang. Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi peserta didik yaitu melalui kegiatan ekstrakurikuler, yang merupakan kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler. Ekstrakurikuler dilaksanakan dibawah bimbingan dan pengawasan satuan Kegiatan Ekstrakurikuler diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki implikasi terhadap terhadap akhlak dan prestasi siswa ialah ekstrakurikuler keagamaan. Menurut Firdaus dan Fauzian, ekstrakurikuler keagamaan merupakan pelajaran tambahan di lua jam pelajaran yang menitikberatkan pada pengembangan potensi pserta didik. Ekstrakurikuler keagamaan menginternalisasikan nilai-nilai religius, budaya dan Keberadaannya sangat memiliki peran penting untuk pembinaan akhlak mulia dan prestasi akademik, khususnya prestasi akademik keagamaan. Sementara itu, permasalahan motivasi di SMK Mutiara dan SMK Muhammadiyah 2 Kota Bandung di atas diduga behubungan sekali dengan urgensi ekstrakurikuler keagamaan yang berada di SMK Mutiara dan SMK Muhammadiyah 2 Kota Bandung. 6 Tabrani Rusyan. Pendidikan Dalam Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja Karya, 1. , 7 M Aditya Firdaus & Rinda Fauzian. Pendidikan Akhlak Karimah Berbasis Kultur Kepesantrenan. Jurnal Pendidikan Islam. Volume 11 No. 2 November 2020, hlm. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 40 Mohamad Yudiyanto. Rinda Fauzian Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang diselenggarakan oleh SMK Mutiara Kota Bandung yaitu meliputi kegiatan BTQ, shalawat . , kajian kitab safinah, dan istighasah. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari sabtu dibawah organisasi FURI (Forum Ukhuwah Remaja Isla. Sedangkan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang diselenggarakan oleh SMK Muhammadiyah 2 Kota Bandung meliputi tahfidz, tahsin, muhadharah, muhadatsah. BTQ, dan kegiatan rutin dhuha berjamaAoah pada pukul 06. 30 wib. Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan tersebut diduga dapat membentuk akhlak siswa dan meningkatkan prestasinya. Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah tersebut penting untuk diteliti dengan fokus penelitian AuMotivasi Siswa dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan Hubungannya dengan Akhlak Dan PrestasinyaAy (Penelitian di SMK Mutiara dan SMK Muhammadiyah 2 Cibiru Kota Bandun. Metodologi Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methods. Kombinasi ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian yang tidak sepenuhnya dapat dijawab dengan pendekatan kualitatif ataupun kuantitatif. Dalam realisasi secara praktek, sering sulit untuk membedakan secara sempurna antara kedua pendekatan tersebut. Creswell menyatakan bahwa penelitian metode campuran merupakan penelitan yang mengkombinasikan atau mengasosiasikan bentuk kualitatif dan bentuk kuantitatif. Tempat yang dipakai oleh peneliti dalam meneliti obyek adalah SMK Mutiara Kota Bandung yang beralamat di Jl. Maleber Utara No. 37 Bandung, dan SMK Muhammadiyah 2 yang beralamat di Jl. Cilengkrang II No. 7 Palasari Cibiru Kota Bandung. Waktu pelaksanaan pada tahun 2017 dengan meliputi uji coba instrumen penelitian, pengumpulan data, kemudian dilakukan analisis data dan penulisan Sumber data primer adalah data-data yang berkaitan langsung dengan objek Adapun yang menjadi sumber data primer yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari SMK Mutiara kota Bandung dan SMK Muhammadiyah 2 kota Bandung. Selain dari sumber data tersebut peneliti juga mengambil data berdasarkan fenomena kegiatan proses belajar mengajar dalam kesehariannya yang dilaksanakan di sekolah. Semetara itu sumber data sekunder diperoleh dari berbagai sumber, diantaranya hasil wawancara dengan guru-guru, siswa, orang-orang yang berada di lingkungan sekolah dan dokumen-dokumen lainnya yang terkait dengan objek penelitian. 8 Jhon W Creswell. Research Design. Pendekatan Kualitatif. Kuantitatif dan Mixed, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. , hlm. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 41 Mohamad Yudiyanto. Rinda Fauzian Adapun analisis data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumus koefisien korelasi product moment yaitu: pertama, analisis pendahuluan. Yaitu dengan menggunakan cara menyusun tabel distribusi frekuensi untuk setiap variabel yang diperoleh dari hasil penelitian. Dengan ketentuan Alternatif A diberi nilai 4. Alternatif B diberi nilai 3. Alternatif C diberi nilai 2. Alternatif D diberi nilai Kedua, analisis uji hipotesa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi, terlebih dahulu akan dilakukan uji normalitas dan uji literasi. Nana Sudjana dalam bukunya cara belajar siswa aktif mengemukakan pendapat bahwa Auuji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dari masing-masing variabel bersifat normal, apakah hubungan antara variabel bersifat linear. 9 Analisis yang diajukan untuk menguji kebenaran hipotesa yang diajukan, yaitu dengan melaksanakan perhitungan antara motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan hubungannya dengan akhlak dan prestasinya . erbandingan antara SMK Mutiara dan SMK Muhammadiyah Kota Bandun. Hasil dan Pembahasan Profil SMK Mutiara dan SMK Muhammadiyah 2 Kota Bandung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mutiara Bandung merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang berada di bawah naungan Diknas Kota Bandung. Secara historis. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mutiara Bandung didirikan pada tahun 1979 berdasarkan SK Pendirian Sekolah No 091/102/Ket/E. 79, dengan tujuan utama mewujudkan SMK berwawasan lingkungan yang menghasilkan lulusan yang religius, berakhlakul karimah dan kompeten dalam bidang Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang diselenggarakan oleh SMK Mutiara Kota Bandung yaitu meliputi kegiatan BTQ . aca tulis qurAoa. , shalawat . , kajian kitab safinah, dan istighasah. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari sabtu dibawah organisasi FURI (Forum Ukhuwah Remaja Isla. Dalam setiap minggunya setiap siswa yang mengikuti ekstrakurikuler keagamaan, mendapatkan materi yang berbeda-beda, minggu pertama materi BTQ, minggu kedua marhaba, minggu ketiga kajian kitab safinah, dan minggu keempat istighasah. Bagi peserta didik perempuan setiap hari jumAoat diberikan edukasi keputrian yang berkaitan tentang alat reproduksi wanita, selain itu diberikan pengetahuan tentang haid, nifas dan istihadhah. Sementara itu. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 2 Cibiru Bandung merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang berada di bawah naungan Diknas Kota Bandung. Secara historis. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 2 Cibiru Bandung didirikan pada tahun 1978 berdasarkan SK Pendirian Sekolah No 2296/II-009/JB-68/1978, dengan tujuan utama mewujudkan 9 Nana Sudjana. Cara Belajar Siswa Aktif, (Bandung: Sinar Baru Algassindo, 1. , hlm. 10 Hasil wawancara dengan Bapak Egi . uru PAI SMK Mutiar. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 42 Mohamad Yudiyanto. Rinda Fauzian manusia yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, dan mempunyai etos kerja yang tinggi. Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang diselenggarakan oleh SMK Muhammadiyah 2 Cibiru adalah sebagai berikut, shalat dhuha berjamaAoah, muhadharah, muhadatsah, tahfidz, tahsin. BTQ, selain kegiatan tersebut di atas SMK Muhammadiyah mempunyai program unggulan yang berkaitan dengan pembentukan akhlak pesrta didik dengan menyelenggarakan kegiatan kurban pada hari raya idul adha, dengan pembelajaran yang diberikan guru kepada peserta didik adalah peserta didik dijadikan panitia kurban dan dilibatkan langsung dalam kegiatan tersebut, dari mulai pemotongan . emotongan dilakukan oleh ahli yang kompeten, peserta didik hanya melihat tata carany. sampai dengan pembagian daging hewan kurban dengan mencari warga masyarakat yang layak untuk diberi daging kurban tersebut . Motivasi dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan hubungannya dengan akhlak dan prestasi siswa di SMK Mutiara kota Bandung Setiap item pertanyaan dalam angket yang disajikan dianalisis dalam bentuk frequency table, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui besarnya hasil angket yang disebar terhadap responden. Adapun hasil frekuensi ini dapat dilihat pada lampiran, secara keseluruhan dari variabel Y1 . embentukan akhla. sebanyak 15 item soal yang disebarkan pada responden yang menjawab selalu . iberi poin . sebesar 20,14%, yang menjawab sering . iberi poin . sebesar 24,80%, yang menjawab kadang . iberi poin . sebesar 34,40%, yang menjawab pernah . iberi poin . sebesar 13,20%, dan yang menjawab tidak pernah . iberi poin . sebesar 7,46%. Selain penyebaran angket variabel Y1 . embentukan akhla. , disebarkan juga angket untuk variabel Y2 . , dan angket untuk variabel X . , dengan hasil frekuensi variabel Y2 . sebagai berikut. responden yang menjawab selalu . iberi poin . sebesar 12,93%, yang menjawab sering . iberi poin . sebesar 24,67%, yang menjawab kadang . iberi poin . sebesar 45,47%, yang menjawab pernah . iberi poin . sebesar 13,07%, dan yang menjawab tidak pernah . iberi poin . sebesar 3,87%. Sedangkan hasil frekuensi variabel X . sebagai responden yang menjawab selalu . iberi poin . sebesar 22,80%, yang menjawab sering . iberi poin . sebesar 28,80%, yang menjawab kadang . iberi poin . sebesar 36,93%, yang menjawab pernah . iberi poin . sebesar 7,47%, dan yang menjawab tidak pernah . iberi poin . sebesar 4,00%. Responden dalam penelitian ini berjumlah 50 orang yang merupakan kelas XI SMK Mutiara Bandung. Penelitian ini terdiri dari dua variabel bebas, yaitu 11 Data diambil dari profil SMK Muhammadiyah 2 Cibiru (Dokumentas. 12 Hasil wawancara dengan Waka Kesiswaan Bapak Achmad Abidin Zafar,S. PdI Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 43 Mohamad Yudiyanto. Rinda Fauzian pembentukan akhlak (Y. , dan prestasi belajar (Y. , dan satu variabel terikat yaitu motivasi (X). Penelitian ini mendeskripsikan dan menguji hubungan dari variabel terikat, maka pada bagian ini akan disajikan deskripsi data dari masing-masing variabel berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan. Descriptive Statistics, hasil analisis data deskriptif di bawah merupakan hasil dari pemilihan check box descriptive pada dialog box Statistics. Didapatkan nilai ratarata serta standar deviasi untuk semua variabel, baik independen maupun Tabel 1 Hasil Analisis Data Deskriptif SMK Mutiara Motivasi (X) Akhlak (Y. Prestasi (Y. Mean Std. Deviation 55,00 54,44 55,00 5,743 4,326 5,605 Matriks koefisien korelasi, matriks koefisien korelasi (Pearson Correlation. juga didapat dari pilihan descriptive pada dialog box statistics. Kita dapat melihat koefisien korelasi antar semua variabel. Tabel 2 Matriks Korelasi SMK Mutiara Pearson Correlation Sig. -taile. Motivasi Akhlak Prestasi Motivasi (X) Akhlak (Y. Prestasi (Y. Motivasi (X) Akhlak (Y. Prestasi (Y. Motivasi (X) Akhlak (Y. Prestasi (Y. Pada matriks korelasi tersebut, didapatkan angka signifikansi untuk hubungan antar seluruh variabel independent dengan variabel dependent bernilai di atas 0,05 (>0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa memang terdapat hubungan yang signifikan dan korelasi yang erat antara semua variabel independent dengan variabel dependent. Berdasarkan matriks korelasi di atas, dinyatakan bahwa data berdistribusi normal. Korelasi antara variable X dan variable Y disebut korelasi positif karena angka indeks korelasinya bertanda AuplusAy ( ). Sebaliknya, apabila korelasi antara variable X dan variable Y bertanda AuminusAy (-), maka korelasi yang demikian itu disebut Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 44 Mohamad Yudiyanto. Rinda Fauzian korelasi negatif. Antara variabel X dan variabel Y dikatakan tidak ada korelasinya jika angka indeks korelasinya = 0. Hasil uji regresi dan korelasi Variabel pembentukan akhlak telah diketahui sebesar 0,074 sedangkan variabel prestasi sebesar 0,063, menunjukan bahwa pengaruh variabel Y . terhadap variabel X1 . embentukan akhla. dan variabel X2 . memiliki koefisien korelasi positif dan signifikan. Hal ini mengacu pada kriteria penafsiran mengenai indeks korelasi . sebagai berikut: Antara 0,800 Ae 1,000 Sangat Tinggi Antara 0,600 Ae 0,799 Tinggi Antara 0,400 Ae 0,599 Cukup Tinggi Antara 0,200 Ae 0,399 Rendah Antara 0,000 Ae 0,199 Sangat Rendah Berdasarkan hasil uji regresi dapat diambil simpulan, bahwa terdapat hubungan antara motivasi mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dengan pembentukan akhlak dengan nilai indeks sebesar 0,074 . kala 0-. dengan tingkat hubungan sangat rendah, dan juga terdapat hubungan antara motivasi mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dengan prestasi sebesar 0,063 . kala 0-. dengan tingkat hubungan sangat rendah. Model Summary, pada bagian ini terdapat nilai koefisien determinasi RSquare = 0. ,5%). Ini menunjukkan bahwa sebesar 29,5% variasi variabel dependent (X) dapat dijelaskan oleh 2 variabel independent (Y1 dan Y. , artinya pengaruh variabel independen terhadap perubahan variabel dependen adalah 29,5%, sedangkan sisanya sebesar 70,5% dipengaruhi oleh variabel lain selain variabel independen Y1 dan Y2. Tabel 3 Model Summary SMK Mutiara Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson Predictors: (Constan. Prestasi. Akhlak Dependent Variable: Motivasi Anova, pada bagian ini ditampilkan tabel analisis varian (Anov. Dari tabel di bawah didapat nilai F = 12,08 yang dapat digunakan untuk melakukan uji hipotesis atau F-test dalam memprediksi kontribusi variabel-variabel independent (Y1 dan Y. terhadap variabel dependent (X). Tabel 4 Anova SMK Mutiara Model Sum of Squares Mean Square Sig. 13 Anas Sudijono. Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , hlm. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 45 Mohamad Yudiyanto. Rinda Fauzian Regressio Residual Total Dependent Variable: Motivasi Predictors: (Constan. Prestasi. Akhlak Hipotesis: H0: 1 = 2 = 0 H1: Minium satu dari dua variabel tidak sama dengan nol Dengan menentukan level of significant = 5% . dan degree of freedom untuk df1 = 2 dan df2 = 47, maka didapat dari tabel . alam buku statisti. F-tabel = 3,20. Oleh karena F-hitung = 12,08 > F-tabel . = 3,20, maka H0 ditolak dan H1 Kesimpulannya, bahwa variabel independen (Y1 dan Y. dengan Tabel 5 Koefisien SMK Mutiara Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan Akhlak Prestasi Dependent Variable: Motivasi Koefisien, pada bagian ini ditampilkan nilai koefisien regresi . ihat: nilai-nilai pada kolom B pada Unstandardized Coefficients di bawah in. sehingga terbentuk persamaan regresi: = a bX1 cX2 = 46,771 0,092X1 0,059X2 Pada bagian Unstandardized Coefficients ini ditampilkan juga Standard Error dari masing-masing variabel. Nilai pada kolom Beta, ditampilkan Z-score. Pada kolom berikutnya ditampilkan nilai t dari masing-masing variabel, yang dapat dimanfaatkan untuk menguji keberartian . -Tes. koefisien regresi yang didapatkan. Proses pengujiannya menyerupai F-test, yaitu Aut hitungAy dibandingkan dengan nilai Aut tabelAy. Motivasi dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan hubungannya dengan akhlak dan prestasi siswa di SMK Muhammadyah 2 kota Bandung Setiap item pertanyaan dalam angket yang disajikan dianalisis dalam bentuk frequency table, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui besarnya hasil angket yang Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 46 Mohamad Yudiyanto. Rinda Fauzian disebar terhadap responden. Adapun hasil frekuensi ini dapat dilihat pada lampiran, secara keseluruhan dari variabel Y1 . embentukan akhla. sebanyak 15 item soal yang disebarkan pada responden yang menjawab selalu . iberi poin . sebesar 26,40%, yang menjawab sering . iberi poin . sebesar 29,00%, yang menjawab kadang . iberi poin . sebesar 35,60%, yang menjawab pernah . iberi poin . sebesar 7,00%, dan yang menjawab tidak pernah . iberi poin . sebesar 2,00%. Selain penyebaran angket variabel Y1 . embentukan akhla. , disebarkan juga angket untuk variabel Y2 . , dan angket untuk variabel X . , dengan hasil frekuensi variabel Y2 . sebagai berikut. responden yang menjawab selalu . iberi poin . sebesar 13,73%, yang menjawab sering . iberi poin . sebesar 27,87%, yang menjawab kadang . iberi poin . sebesar 45,73%, yang menjawab pernah . iberi poin . sebesar 11,07%, dan yang menjawab tidak pernah . iberi poin . sebesar 1,60%. Sedangkan hasil frekuensi variabel X . sebagai responden yang menjawab selalu . iberi poin . sebesar 23,87%, yang menjawab sering . iberi poin . sebesar 29,87%, yang menjawab kadang . iberi poin . sebesar 37,07%, yang menjawab pernah . iberi poin . sebesar 7,47%, dan yang menjawab tidak pernah . iberi poin . sebesar 1,73%. Responden dalam penelitian ini berjumlah 50 orang yang merupakan kelas XII SMK Muhammadiyah Bandung. Penelitian ini terdiri dari dua variabel bebas, yaitu pembentukan akhlak (Y. , dan prestasi belajar (Y. , dan satu variabel terikat yaitu motivasi (X). Penelitian ini mendeskripsikan dan menguji hubungan dari variabel terikat, maka pada bagian ini akan disajikan deskripsi data dari masingmasing variabel berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan. Descriptive Statistics, hasil analisis data deskriptif di bawah merupakan hasil dari pemilihan check box descriptive pada dialog box Statistics. Didapatkan nilai ratarata serta standar deviasi untuk semua variabel, baik independen maupun Tabel 6 Hasil Analisis Data Deskriptif SMK Muhammadiyah Mean Std. Deviation Motivasi (X) 5,743 Akhlak (Y. Prestasi (Y. Matriks koefisien korelasi, matriks koefisien korelasi (Pearson Correlation. juga didapat dari pilihan descriptive pada dialog box statistics. Kita dapat melihat koefisien korelasi antar semua variabel. Tabel 7 Matriks Korelasi SMK Muhammadiyah Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 47 Mohamad Yudiyanto. Rinda Fauzian Pearson Correlation Sig. -taile. Motivasi Akhlak Prestasi Motivasi (X) Akhlak (Y. Prestasi (Y. Motivasi (X) Akhlak (Y. Prestasi (Y. Motivasi (X) Akhlak (Y. Prestasi (Y. Pada matriks korelasi tersebut, didapatkan angka signifikansi untuk hubungan antar seluruh variabel independent dengan variabel dependent bernilai di atas 0,05 (>0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa memang terdapat hubungan yang signifikan dan korelasi yang erat antara semua variabel independent dengan variabel dependent. Berdasarkan matriks korelasi di atas, dinyatakan bahwa data berdistribusi normal. Korelasi antara variable X dan variable Y disebut korelasi positif karena angka indeks korelasinya bertanda AuplusAy ( ). Sebaliknya, apabila korelasi antara variable X dan variable Y bertanda AuminusAy (-), maka korelasi yang demikian itu disebut korelasi negatif. Antara variabel X dan variabel Y dikatakan tidak ada korelasinya jika angka indeks korelasinya = 0. Perlu diingat bahwa tanda AuplusAy dan AuminusAy yang terdapat di depan angka indeks korelasi itu bukanlah tanda aljabar. Tanda plus yang terdapat di depan angka indeks korelasi memberikan petunjuk bahwa korelasi itu adalah korelasi positif . orelasi seara. Sedangkan tanda minus yang terdapat di depan angka indeks korelasi memberikan petunuk bahwa korelasi itu adalah korelasi negatif . orelasi berlawanan ara. 15 Dengan tanda AuminusAy yang terdapat di depan angka indeks korelasi tidak dapat diartikan bahwa korelasi antar variabel itu besarnya kurang dari nol, sebab angka korelasi yang paling kecil adalah nol. Hasil uji regresi dan korelasi Variabel pembentukan akhlak telah diketahui sebesar 0,156 sedangkan variabel prestasi sebesar 0,611, menunjukan bahwa pengaruh variabel Y . terhadap variabel X1 . embentukan akhla. dan variabel X2 . memiliki koefisien korelasi di atas 0. 1 yang termasuk korelasi positif dan signifikan. Hal ini mengacu pada kriteria penafsiran mengenai indeks korelasi . sebagai berikut: Antara 0,800 Ae 1,000 Sangat Tinggi 14 Sudijono. Pengantar Statistik Pendidikan, hlm. 15 Ibid. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 48 Mohamad Yudiyanto. Rinda Fauzian Antara 0,600 Ae 0,799 Tinggi Antara 0,400 Ae 0,599 Cukup Tinggi Antara 0,200 Ae 0,399 Rendah Antara 0,000 Ae 0,199 Sangat Rendah . idak vali. Berdasarkan hasil uji regresi dapat diambil simpulan, bahwa terdapat hubungan antara motivasi mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dengan pembentukan akhlak dengan nilai indeks sebesar 0,156 . kala 0-. dengan tingkat hubungan sangat rendah, dan juga terdapat hubungan antara motivasi mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dengan prestasi sebesar 0,611 . kala 0-. dengan tingkat hubungan tinggi. Model Summary, pada bagian ini terdapat nilai koefisien determinasi RSquare = 0. ,5%). Ini menunjukkan bahwa sebesar 38,5% variasi variabel dependent (Y) dapat dijelaskan oleh 2 variabel independent (X1 dan X. , artinya pengaruh variabel independen terhadap perubahan variabel dependen adalah 38,5%, sedangkan sisanya sebesar 61,5% dipengaruhi oleh variabel lain selain variabel independen X1 dan X2. Tabel 8 Model Summary SMK Muhammadiyah R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. Prestasi. Akhlak Dependent Variable: Motivasi Anova, pada bagian ini ditampilkan tabel analisis varian (Anov. Dari tabel di bawah didapat nilai F = 14,739 yang dapat digunakan untuk melakukan uji hipotesis atau F-test dalam memprediksi kontribusi variabel-variabel independent (X1 dan X. terhadap variabel dependent (Y). Tabel 9 Anova SMK Muhammadiyah Model Sum of Squares Mean Square Regressio Residual Total Sig. Dependent Variable: Motivasi Predictors: (Constan. Prestasi. Akhlak Hipotesis: H0: 1 = 2 = 0 H1: Minium satu dari dua variabel tidak sama dengan nol Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 49 Mohamad Yudiyanto. Rinda Fauzian Dengan menentukan level of significant = 5% . dan degree of freedom untuk df1 = 2 dan df2 = 47, maka didapat dari tabel . alam buku statisti. F-tabel = 3,20. Oleh karena F-hitung = 14,739 > F-tabel . = 3,20, maka H0 ditolak dan H1 Kesimpulannya, bahwa variabel independen (Y1 dan Y. dengan signifikan memberikan kontribusi terhadap variabel dependen. Koefisien, pada bagian ini ditampilkan nilai koefisien regresi . ihat: nilai-nilai pada kolom B pada Unstandardized Coefficients di bawah in. sehingga terbentuk persamaan regresi: = a bX1 cX2 = 16,521 0,106X1 0,638X2 Pada bagian Unstandardized Coefficients ini ditampilkan juga Standard Error dari masing-masing variabel. Nilai pada kolom Beta, ditampilkan Z-score. Pada Tabel 10 Koefisien SMK Muhammadiyah Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan Akhlak masingPrestasi . Dependent Variable: Motivasi , yang dapat dimanfaatkan untuk menguji keberartian . -Tes. koefisien regresi yang Proses pengujiannya menyerupai F-test, yaitu Aut hitungAy dibandingkan dengan nilai Aut tabelAy. Komparasi motivasi dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan hubungannya dengan akhlak dan prestasi siwa antara siswa SMK Mutiara dengan siswa SMK Muhammadiyah 2 Cibiru kota Bandung Sebelum melakukan komparasi, perlu diketahui akan pengertian Auteknik analisis komparasionalAy, terlebih dahulu akan diketengahkan pengertian tentang istilah komparasi. Jika memerikasa kamus Bahasa Inggris, akan kita jumpai istilah compare, comparability, -comparable, comparative dan comparison. Kata compare artinya AubandinganAy atau AutaraAy. comparability mengandung arti Ausifat bisa diperbandingkan/disamakanAy. comparable berarti AusebandingAy, atau dapat dibandingkan/disamakanAy, comparative artinya Auyang bertalian dengan perbandinganAy. sedangkan comparison berarti AuperbandinganAy. Bertitik-tolak dari pengertian tentang komparasi seperti telah dikemukakan di atas, maka dapat diberikan pengertian tentang teknik analisis komparasional, yaitu salah satu teknik analisis statistik yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis mengenai ada tidak ada perbedaan antar variabel yang sedang diteliti. Jika 16 Ibid, hlm. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 50 Mohamad Yudiyanto. Rinda Fauzian perbedaan itu memang ada, apakah perbedaan itu merupakan perbedaan yang berarti atau meyakinkan . , ataukah bahwa perbedaan itu hanyalah secara kebetulan saja. Dari hasil uji normalitas, model summary, serta uji hipotesis di atas terdapat hubungan antara motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dengan pembentukan akhlak dan prestasi, adapun bentuk korelasi berbentuk korelasi linier sederhana, korelasi linier sederhana dipergunakan untuk menyatakan derajat hubungan linier antara dua variabel X dan Y. Jika korelasi antara X dan Y mempunyai hubungan yang sangat erat, maka nilai koefisienkorelasi . mendekati nilai -1 atau 1, dan bila tidak ada hubungan akan mendekati Adapun arah dari korelasi antara motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dengan akhlak dan prestasinya bergerak ke arah positif, korelasi tersebut dikatakan korelasi positif, dengan indeks hubungan antara variable X dengan variabel Y1 dan Y2 sangat rendah dan rendah, hal tersebut dikarenakan kurangnya intensitas kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang dilakukan sekolah, sehingga dampak yang didapat dari kegiatan ektrakurikuler keagamaan tersebut belum maksimal. Dari data yang didapat pendidikan agama belum berdampak secara signifikan, karena pendidikan agama hanya diberikan di kelas, pendidikan agama tidak cukup diberikan di kelas saja, tetapi dibangun juga oleh atau melalui media ekstrakurikuler keagamaan. Dengan demikian diambil simpulan, pentingnya meningkatkan intensitas ekstrakurikuler keagamaan dalam menerapkan pendidikan agama, jadi pendidikan agama tidak cukup hanya di kelas. Sampai saat ini menurut saya belum banyak menjadi perhatian guru-guru agama, pendidikan agama hanya diajarkan di kelas, makanya yang efektif mungkin daripada mengajarkan di kelas lebih baik siswa dibawa langsung ke lapangan untuk mempraktekan teori-teori yang diberikan oleh guru, mungkin itu lebih efektif ketimbang mengajarkan teori, tidak begitu efektif itu lebih menjadi konsumsi kognitif. Dari berbagai paparan di atas, dapatlah ditarik benang merahnya komparasi motivasi siswa antara siswa SMK Mutiara dengan siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Bandung dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan hubungannya dengan akhlak dan prestainya memiliki motivasi yang sama. Hal tersebut dilihat dari korelasi yang didapat dari hasil analisis, bahwa kedua sekolah memiliki korelasi positif atas motivasi dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dengan akhlak dan prestasinya. Namun dalam signifikansi terdapat perbedaan antara SMK Mutiara dengan SMK Muhammadiyah 2. SMK Muhammadiyah 2 lebih signifikan dibanding dengan SMK Mutiara, hal tersebut dikarenakan intensitas 17 Ibid. , hlm. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 51 Mohamad Yudiyanto. Rinda Fauzian kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang dilakukan SMK Muhammadiyah 2 lebih intens dibanding dengan intensitas kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang dilakukan oleh SMK Mutiara. Kesimpulan Dari paparan hasil dan pembahasan penelitian di atas, hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dengan pembentukan akhlak dan prestasinya di SMK Mutiara. Hubungan antara variabel dependen dan independen merupakan korelasi positif dengan nilai indeks sebesar 0,074 . kala 0-. dan 0,063 . kala 0-. dengan tingkat hubungan sangat rendah dan rendah. Sementara itu. Terdapat hubungan antara motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dengan pembentukan akhlak dan prestasi siswa di SMK Muhammadiyah 2 Cibiru Kota Bandung. Hubungan antara variabel dependen dan independen merupakan korelasi positif dengan nilai indeks sebesar 0,156 . kala 0-. dan 0,611 . kala 0-. dengan tingkat hubungan sangat rendah dan cukup tinggi. Berdasarkan data yang didapat, komparasi motivasi siswa antara siswa SMK Mutiara dengan siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Bandung dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan hubungannya dengan akhlak dan prestainya memiliki motivasi yang sama. Hal tersebut dilihat dari korelasi yang didapat dari hasil analisis, bahwa kedua sekolah memiliki korelasi positif atas motivasi dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dengan akhlak dan prestasinya. Namun dalam signifikansi terdapat perbedaan antara SMK Mutiara dengan SMK Muhammadiyah 2. SMK Muhammadiyah 2 lebih signifikan dibanding dengan SMK Mutiara, hal tersebut dikarenakan intensitas kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang dilakukan SMK Muhammadiyah 2 lebih intens dibanding dengan intensitas kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang dilakukan oleh SMK Mutiara. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya antara lain: pertama, perlu adanya peningkatan dan pembinaan dari guru agar siswa termotivasi dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Kedua, perlu penambahan jam kegiatan ekstrakurikuler keagamaan karena kegiatan ekstrakurikuler keagamaan hanya dilakukan satu kali dalam satu minggu, sehingga berpengaruh terhadap prestasi dan akhlak siswa. Ketiga, pemberian apresiasi . yang dilakukan sekolah terhadap siswa yang berprestasi sangat memotivasi siswa, hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk memotivasi siswa agar selalu berprestasi, apresiasi tersebut perlu disosialisasikan agar siswa termotivasi untuk selalu berprestasi agar mendapatkan reward tersebut. Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 52 Mohamad Yudiyanto. Rinda Fauzian Daftar Pustaka