Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Hubungan Penyuluhan Kesehatan dengan Tingkat Pengetahuan Mengenai Pengaruh Polusi Udara Penyebab ISPA pada Anak Sekolah Menengah Pertama Global Islamic School dan Tinjauannya Menurut Islam The Relationship of Health Counseling with the Level of Knowledge about the Effect of Air Pollution on Acute Respiratory Infection in Global Islamic School Junior High School Children and its Review According to Islam Zebah Ahmad1. Sri Wahyu Herlinawati2 . Miranti Pusparini3. Siti Nur Riani4 1Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia. 2Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indoneisa 3Bagian Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 4Bagian Agama Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia Corresponding author: 1 zhahmd2003@gmail. com, 2 sri. wahyu@yarsi. KATA KUNCI Penyuluhan kesehatan, pengetahuan, polusi udara. ISPA, tinjauan Islam. ABSTRAK Pendahuluan: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit infeksi, terutama di negara berpenghasilan rendah. Polusi udara, termasuk PM2. 5, berkontribusi signifikan terhadap kasus ISPA, dengan anakanak sebagai kelompok rentan. Pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait kesehatan memainkan peran penting dalam menekan prevalensi ISPA. Penyuluhan kesehatan berbasis Islam dapat menjadi solusi efektif, mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan nilai-nilai Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat tetapi juga memperkuat akidah, membentuk individu berilmu dan berakhlak mulia. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan yang menggunakan pendekatan one group pre test dan post test. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Global Islamic School. Jakarta Timur dengan menggunakan data primer berupa kuesioner. Sampel pada penelitian ini berjumlah 125 responden. Penetapan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pada tingkat pengetahuan baik dari 94 siswa . 2%) menjadi 122 siswa . 6%). Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, nilai Z diperoleh sebesar -6,794 dengan nilai signifikansi 0. ig < 0. Simpulan: Terdapat hubungan signifikan yang positif antara penyuluhan dengan tingkat pengetahuan siswa tentang polusi udara penyebab ISPA pada siswa SMP Global Islamic School. Penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan tentang Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 polusi udara penyebab ISPA dalam perspektif Islam. Hal ini sejalan dengan Maqasid Syariah, yang menekankan pentingnya menjaga jiwa (Muhafazah al-Naf. dan akal (Muhafazah al-Aq. melalui edukasi kesehatan untuk mencegah penyakit dan mendukung kesejahteraan KEYWORDS Health counseling, knowledge, air pollution. ARI. Islamic review. ABSTRACT Introduction: Acute Respiratory Infections (ARI) are a major cause of morbidity and mortality, particularly in low-income countries. Air pollution, including PM2. 5, significantly contributes to ARI cases, with children as a vulnerable group. Public knowledge and behavior play crucial roles in reducing ARI prevalence. Islamic-based health counseling integrates health education with religious values, enhancing public awareness while reinforcing faith and nurturing noble individuals. Method: This quasi-experimental study employed a one-group pre-test and post-test design, conducted at Global Islamic School Junior High School. East Jakarta. Primary data were collected using a questionnaire from 125 respondents selected through total sampling. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Result: After counseling, the proportion of students with good knowledge increased from 75. 2% . 6% . The Wilcoxon test yielded a Z value of 6. 794 with a significance level of 0. < 0. , indicating a significant improvement in knowledge after the intervention. Conclusion: There is a significant positive relationship between health counseling and students' knowledge about air pollution as a cause of ARI. Counseling is effective in improving knowledge within an Islamic perspective, aligning with Maqasid Sharia, which emphasizes protecting the soul (Muhafazah al-Naf. and intellect (Muhafazah al-Aq. through health education. This approach not only prevents disease but also supports the welfare of the community, demonstrating the potential of integrating religious and health education to address public health challenges. PENDAHULUAN Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit udara yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas infeksi global. Setiap tahun, hampir 4 juta orang meninggal akibat ISPA, 98% di antaranya karena infeksi saluran pernapasan bawah, terutama pada bayi, anak-anak, dan lansia di negara berpenghasilan rendah dan menengah (WHO, 2. Lima prevalensi ISPA tertinggi adalah Nusa Tenggara Timur. Papua. Papua Barat. Banten, dan Bengkulu. Penyebaran ISPA dipengaruhi usia, gizi buruk, imunisasi tidak lengkap, ventilasi buruk, hunian padat, dan polusi udara dari asap rokok, dapur, kendaraan, dan Indonesia mencatat kematian dini tertinggi akibat polusi udara di Asia Tenggara, dengan lebih dari 50. korban jiwa. Di Jakarta, rata-rata PM2. melebihi standar WHO hingga 5 kali Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 lipat, menyebabkan 36 kematian per 000 jiwa, dengan 5,5 juta kasus terkait polusi udara pada 2010. Prevalensi ISPA pada anak usia 5-14 tahun di Jakarta mencapai 3,29%. IDAI menyatakan polusi udara sebagai faktor utama ISPA anak, menekankan pentingnya pencegahan dan kesadaran sejak usia sekolah (Budiarti & Heriyani. Riskesdas, 2018. Rahbari dkk. Pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman dan pendidikan memengaruhi perilaku seseorang, termasuk dalam menjaga kesehatan. Penyuluhan memotivasi perilaku sehat, sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan mendukung kesehatan fisik, mental, dan sosial (N. L Syamsi Nur. Nurmala Ira dkk. , 2. Penulis penyuluhan didaktik karena praktis dan efektif meningkatkan keterampilan menyampaikan materi. Penelitian sebelumnya menunjukkan hasil positif, seperti peningkatan pencegahan ISPA pada balita (Aulia Muflihatunisa, 2. dan pengetahuan ibu tentang ISPA (Rini Pratiwi, 2. Berdasarkan temuan tersebut, penulis meneliti langsung pada anak-anak untuk mengenalkan ISPA, penyebabnya, dan cara menjaga kesehatan. Islam melarang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Menjaga kesehatan adalah amanah seorang Muslim karena tubuh adalah titipan Allah SWT. Islam kebersihan, pola hidup sehat, dan pengobatan saat sakit, serta melarang hal-hal yang merusak tubuh. Nabi Muhammad SAW bersabda: AaIa eE a aeOA a aA aOeA a A eIa a aOA a A a ea aeIa aIA aA eO aEa EEa AEI Ca aEA a A eINaa Ia aA a aOa EEA a A aA: a AA a a aEA a a a aa aOEA a A aA Artinya: Dari Abu SaAoid. SaAoad bin Sinan al-Khudri RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Tidak boleh melakukan perbuatan yang bisa membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain. (HR Ibnu Maja. Penyakit ISPA, seperti flu dan pneumonia, mudah menyebar melalui udara atau kontak langsung. Untuk menjaga kesehatan dan menghindari menjadi penyebab kemudharatan bagi orang lain, sebagaimana ditekankan dalam hadis. Penularan ISPA sering terjadi melalui droplet, sehingga penting untuk mengambil langkah preventif agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain (Pratiwi Rini dkk. , 2022. Sabani Rizki, 2. METODOLOGI Penelitian penelitian quasi eksperimental dengan menggunakan pendekatan one group pre test dan post test. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Global Islamic School. Jakarta Timur. Jenis data yang digunakan adalah data primer berupa kuesioner. Keseluruhan populasi pada penelitian ini berjumlah 144 responden yang merupakan seluruh siswa kelas VII SMP Global Islamic School. Penentuan jumlah menggunakan rumus slovin dan didapatkan 106 sampel. Kriteria inklusi meliputi siswa kelas VII yang bersedia menjadi responden dengan menyetujui informed consent, mengisi identitas secara lengkap, dan berusia 13-15 Adapun kriteria eksklusi Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 penelitian atau tidak mengisi kuesioner Sampel memenuhi kriteria inklusi sejumlah 125 Penetapan dilakukan menggunakan teknik total Data selanjutnya dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Karakteristik Jenis Kelamin Hasil penelitian menunjukkan didominasi oleh perempuan yaitu sebanyak 67 orang . 6%). Tabel 2. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin . Karakteristik Jenis Kelamin HASIL Analisis Univariat Karakteristik Usia Tabel 1. Karakteristik berdasarkan usia . Karakteristik Usia Responden Total Laki-laki Perempuan 67 53. Total 12 Tahun 13 Tahun 14 Tahun Hasil penelitian menunjukkan dari total keseluruhan 125 responden, didapatkan kategori usia yang paling dominan adalah kelompok usia 13 tahun, sebanyak 88 orang . 4%). Tingkat Pengetahuan Polusi Udara Penyebab ISPA Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pre test terdapat 5 . siswa yang memiliki pengetahuan kurang dan sebanyak 94 siswa . memiliki tingkat pengetahuan yang Setelah dilakukan penyuluhan, hasil post test menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang memiliki pengetahuan kurang dan sebanyak 122 . pengetahuan yang baik. Tabel 3. Kategorisasi tingkat pengetahuan siswa Tingkat Pengetahuan Kriteria Skor Frekuensi Pre Test Post Test Kurang Cukup Baik Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Analisa Bivariat Uji Hipotesis Karena hasil uji normalitas diperoleh data yang berdistribusi tidak menggunakan uji Wilcoxon dan diperoleh hasil nilai Z sebesar -6,794 dengan nilai signifikansi 0. Dengan pengetahuan siswa tentang polusi udara penyebab ISPA. Tabel 5. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Data Mean Selisih Nilai Z Asymp. Sig. -taile. Pre Test Post Test PEMBAHASAN Penelitian menggunakan data 125 siswa SMP Global Islamic School Jakarta sebagai sampel. Hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan usia dan jenis kelamin. Mayoritas responden berusia 13 tahun sebanyak 88 orang . 4%) dan responden dengan frekuensi paling sedikit adalah berusia 14 tahun sebanyak 3 orang . 4%). Jenis kelamin responden didominasi oleh perempuan sebanyak 67 orang . 6%), sedangkan laki-laki sebanyak 58 orang . 4%). Pengetahuan Tentang Polusi Udara Penyebab ISPA Sebelum Penyuluhan Berdasarkan hasil penelitian tentang polusi udara penyebab ISPA sebelum penyuluhan pada kelas VII diperoleh nilai rata-rata sebesar 83. Pada tabel 4. 3 terlihat bahwa sebelum penyuluhan sebanyak 94 siswa . memiliki pengetahuan baik, 26 siswa . 8%) memiliki pengetahuan cukup, dan hanya 5 siswa . 0%) yang memiliki pengetahuan kurang. Sebagian besar siswa sudah memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 94 siswa . 2%). Faktor yang mempengaruhi responden memiliki dipengaruhi oleh beberapa hal. Generasi muda kini terpapar oleh banyaknya informasi melalui media sosial dan internet yang memudahkan mereka mengakses topik kesehatan lingkungan secara mandiri. Selain itu, kurikulum sekolah sudah mencakup materi terkait dalam mata pelajaran IPA berupa sistem pernapasan manusia dan kesehatan lingkungan, didukung oleh edukasi dari orang tua dan pentingnya pemeliharaan kesehatan. Pengalaman atau kasus yang terjadi di sekitar lingkungan sekolah akibat dari kualitas udara yang buruk juga dapat memperkuat pemahaman siswa. Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Pengetahuan Tentang Polusi Udara Penyebab ISPA Setelah Penyuluhan Berdasarkan hasil penelitian terhadap pengetahuan tentang polusi ISPA dilakukan penyuluhan diperoleh nilai rata-rata sebesar 95. Hasil analisa data menunjukkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan tentang polusi udara penyebab ISPA. Sebagian besar siswa SMP Global Islamic School Jakarta memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 122 siswa . 6%), 3 4%) memiliki pengetahuan cukup, dan tidak ada siswa yang memiliki pengetahuan kurang. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pada tingkat pengetahuan baik dari 94 siswa . 6%). Meningkatnya pengetahuan siswa disebabkan oleh adanya tambahan informasi tentang polusi udara penyebab ISPA. Pemahaman tentang kesehatan akan memengaruhi perilaku sebagai dampak jangka menengah dari pendidikan kesehatan. Perilaku yang lebih sehat akan berkontribusi pada masyarakat sebagai hasil dari proses Tingkat pengetahuan seseorang memengaruhi menghadapi suatu masalah. Dengan seseorang dapat membuat keputusan dan mengambil tindakan dengan lebih baik (Tunny dkk. , 2. Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Mengenai Polusi Udara Penyebab ISPA Diketahui rata-rata nilai post test lebih besar daripada rata-rata nilai pre test dengan selisih 11. 85, yang artinya terjadi peningkatan pengetahuan siswa setelah penyuluhan dibandingkan sebelum penyuluhan. Hasil analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai Z sebesar -6,794 dengan Nilai 001 < 0. 05 mempunyai arti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penyuluhan dengan tingkat pengetahuan mengenai polusi udara penyebab ISPA. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Tunny dkk . , kesehatan pada tingkat pengetahuan ibu dalam pencegahan ISPA anak usia balita Desa. Pengetahuan Ibu di Desa Waimital penyuluhan kesehatan tentang ISPA . dilakukan penyuluhan terdapat 33 orang . 6%) yang berpengetahuan Adanya kesamaan hasil penelitian ini disebabkan oleh metode pendidikan kesehatan yang sama yaitu penyuluhan sederhana dan menarik minat peserta Peningkatan pengetahuan tentang polusi udara penyebab ISPA ini kesehatan dengan metode penyuluhan cukup efektif digunakan untuk menyampaikan informasi kesehatan. Hasil menunjukkan bahwa meskipun sudah dilakukan penyuluhan, tetapi masih terdapat siswa yang berpengetahuan cukup tentang polusi udara penyebab Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 ISPA yaitu sebanyak 3 orang . 4%). Hal ini kemungkinan disebabkan karena siswa tersebut kurang berminat sehingga tidak konsentrasi dan cenderung melakukan kegiatan lain pada saat kegiatan penyuluhan. Hubungan Penyuluhan Kesehatan Dengan Tingkat Pengetahuan Mengenai Polusi Udara Penyebab ISPA pada Anak Sekolah Menengah Pertama Global Islamic School Menurut Tinjauan Islam Imam Asy-Syatibi karyanya Al-Muwafaqat menjelaskan Maqasid Syariah sebagai konsep tujuan hukum Islam untuk kemaslahatan umat, melindungi lima elemen pokok . l-Kulliyat al-Khamsa. : agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Konsep ini relevan dengan pencegahan dan penanganan ISPA, yang menekankan (Muhafazah al-Naf. dan pengetahuan (Muhafazah al-Aq. (Rakib, 2. Penelitian terkait penyuluhan edukasi tentang polusi udara penyebab ISPA meningkatkan pengetahuan siswa secara signifikan. Dalam Islam, menjaga kesehatan adalah tanggung jawab karena tubuh adalah amanah Allah. Hadis Nabi melarang tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, termasuk penyebaran penyakit seperti ISPA. Oleh karena itu, penyuluhan kesehatan mendukung Maqasid Syariah mengintegrasikan dakwah dan upaya pencegahan penyakit sebagai bentuk penjagaan jiwa dan akal (Helim Abdul. Penyuluhan di SMP Global Islamic School efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang polusi udara penyebab ISPA . = 0. Dalam perspektif Islam, penyuluhan ini Maqasid Syariah, khususnya pemeliharaan jiwa dan akal, dengan memperkaya ilmu untuk Penelitian selanjutnya disarankan mencakup populasi lebih luas, menggunakan mengeksplorasi penerapan Maqasid Syariah pada aspek kesehatan lain guna memperkaya pendidikan kesehatan berbasis nilai Islam. DAFTAR PUSTAKA