Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Pendekatan Nilai-Nilai Islam Dalam Sosialisasi Dan Pelatihan Anti-Bullying di Sekolah Dasar (Kolaborasi Interdisipliner Pendidikan Agama Islam dan Hukum Ekonomi Syaria. Muhammad Wahyudi1. Hamdani2. Elpianti Sahara Pakpahan3. Mhd Nasrin Syahputra4 1,2,3,4 STAI Panca Budi. Perdagangan. Indonesia Corresponding Author : mhdwahyudi93@gmail. Keywords ABSTRACT Bullying di lingkungan sekolah dasar merupakan fenomena yang dapat mengganggu perkembangan psikososial dan akademik siswa. Upaya pencegahannya memerlukan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya sekadar sosialisasi aturan, tetapi juga internalisasi nilai. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan pendekatan berbasis nilai-nilai Islam dalam sosialisasi dan pelatihan anti-bullying di SD Negeri 09166 Naga Bayu. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, mencakup ceramah interaktif, simulasi kasus, role-play, dan diskusi kelompok, yang dirancang untuk membangun empati, rasa hormat, dan tanggung jawab sosial. Program ini merupakan hasil kolaborasi interdisipliner antara Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES). Kontribusi PAI fokus pada internalisasi nilai-nilai akhlakul karimah, seperti rahmah . asih sayan. Aoadl . , dan hiqmah . sebagai dasar perilaku antibullying. Sementara itu. HES memberikan perspektif tentang hak dan tanggung jawab anak dalam Islam, serta konsep menjaga kehormatan . dan harta . orang lain yang dapat teranalogi dengan menjaga fisik dan mental korban bullying. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta . iswa dan gur. mengenai bentuk-bentuk bullying, dampaknya, serta strategi pencegahan dan penyelesaiannya berdasarkan perspektif Islam. Siswa menunjukkan respons positif dan mampu mengidentifikasi nilai-nilai Islam yang relevan untuk mencegah perilaku agresif. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan nilai spiritual dengan pemahaman hak mampu menciptakan intervensi yang lebih kontekstual dan Program ini merekomendasikan pentingnya sinergi keilmuan serupa untuk dikembangkan dalam bentuk modul tetap pencegahan bullying di sekolah dasar. Anti-Bullying. Nilai-Nilai Islam. Sekolah Dasar. Kolaborasi Interdisipliner. Pendidikan Karakter PENDAHULUAN Lingkungan sekolah dasar seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi pengembangan potensi akademik dan sosial-emosional anak. Namun, fenomena bullying . justru menjadi ancaman serius yang dapat merusak iklim tersebut, dengan dampak jangka panjang seperti menurunnya prestasi belajar, kecemasan, depresi, bahkan pemikiran untuk menyakiti diri sendiri (HUMAS, 2. Data nasional menunjukkan bahwa Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Page 13-22 prevalensi bullying di Indonesia masih memprihatinkan, termasuk di jenjang Sekolah Dasar (SD), yang menuntut intervensi yang efektif dan sistemik . Selama ini, upaya pencegahan di banyak sekolah seringkali bersifat reaktif dan sekadar sosio-psikologis atau hukum positif, tanpa mengakar kuat pada kerangka nilai dan budaya lokal dimana sekolah tersebut berada (Hamdani, 2. Di masyarakat Indonesia yang religius, nilai-nilai agama, khususnya Islam, seharusnya dapat berperan sebagai fondasi moral dan spiritual yang kuat untuk mencegah perilaku agresif seperti bullying. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, pendekatan nilai-nilai Islam memiliki potensi besar untuk dijadikan landasan dalam sosialisasi dan pelatihan anti-bullying (Hamdani, 2. Islam tidak hanya memuat ajaran normatif tentang larangan menyakiti orang lain, tetapi juga menekankan nilai-nilai akhlak seperti kasih sayang . , keadilan (Aoad. , saling menghormati . aAoAru. , serta tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut sejatinya sangat relevan untuk membangun budaya sekolah yang aman dan inklusif. Namun, dalam praktik pendidikan dasar, nilai-nilai Islam sering kali masih diajarkan secara kognitif dan terpisah dari persoalan nyata yang dihadapi peserta didik, termasuk masalah bullying. Penelitian sebelumnya telah mengkaji berbagai model pencegahan Beberapa studi fokus pada pendekatan psikologis seperti restorative justice (Howard Zehr. John Braithwaite. Lode Walgrave. Shadd Maruna, 2. atau program sekolah holistik (Dan Olwus and Susan P, 2. Dalam konteks Indonesia, sejumlah peneliti mulai mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan. Misalnya, (Ulfa YantiZahara. Silvya Wirnanda Rambe, 2. meneliti peran pendidikan karakter berbasis Islam dalam membangun sikap toleransi, (Zahwa Syahidah. Weni Maftukhah, 2. mengeksplorasi konsep muhasabah . ntrospeksi dir. sebagai alat refleksi pasca-konflik. Namun, analisis gap menunjukkan bahwa mayoritas kajian masih bersifat monodisipliner diaman masih berada dalam domain Pendidikan Agama Islam (PAI) atau Psikologi saja dan terbatas pada internalisasi nilai akhlak tanpa menghubungkannya dengan kerangka konseptual yang lebih struktural. Di sinilah kolaborasi interdisipliner menjadi krusial. Hukum Ekonomi Syariah (HES), dengan prinsip-prinsipnya seperti hir . , maal . arta berupa fisik dan non-fisi. Aoadl . , dan konsep dlarar . yang dilarang, menawarkan perspektif unik untuk memandu bullying tidak hanya sebagai pelanggaran etika, tetapi juga sebagai pelanggaran terhadap hak dasar individu dalam perspektif hukum Islam (Nofinawati, 2. (Wahbah Az-Zuhaili, 2. Kolaborasi PAI dan HES dalam merancang intervensi anti-bullying merupakan wilayah yang belum banyak Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Page 13-22 dieksplorasi, sehingga menawarkan celah penelitian . esearch ga. yang Berdasarkan identifikasi gap tersebut, artikel ini bertujuan untuk: . Mendeskripsikan implementasi program sosialisasi dan pelatihan anti-bullying berbasis nilai-nilai Islam di SD Negeri 09166 Naga Bayu, dan . Menganalisis kontribusi serta dinamika kolaborasi interdisipliner antara Program Studi PAI dan HES dalam merancang dan melaksanakan program tersebut. Pertanyaan penelitian ini penting untuk dijawab karena ia menguji efektivitas suatu model integratif yang selaras dengan konteks sosio-kultural-religius masyarakat Indonesia, sekaligus menawarkan perspektif teoritis baru dengan memadukan dua disiplin ilmu yang jarang bersinergi dalam isu pencegahan kekerasan di Kebaruan . artikel ini terletak pada dua aspek. Pertama, dari aspek konten, program ini tidak hanya mengajarkan nilai-nilai anti-bullying secara umum, tetapi memperkuatnya dengan argumentasi normative-hukum Islam dari perspektif HES, misalnya dengan mengaitkan tindakan bullying fisik dengan konsep jir terhadap tubuh . dan bullying verbal dengan pelanggaran terhadap kehormatan . irAoa. Kedua, dari aspek metodologi keilmuan, artikel ini mendokumentasikan dan menganalisis proses kolaborasi interdisipliner sebagai sebuah model yang dapat direplikasi, memberikan pelajaran tentang sinergi keilmuan antara domain pedagogi-normatif (PAI) dan hukum-aplikatif (HES). Makalah ini akan membahas secara berurutan: . Tinjauan pustaka singkat tentang pendekatan berbasis nilai dalam pencegahan bullying dan potensi perspektif HES. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan, termasuk desain partisipatif dan instrumen evaluasi. Hasil pelaksanaan program, yang mencakup respons peserta, dinamika kolaborasi tim, dan tematan-tematan utama dari proses fasilitasi. Pembahasan yang mengkaitkan tematan di lapangan dengan kerangka teoritis dari PAI dan HES, serta refleksi kritis terhadap tantangan dan keberhasilan kolaborasi. Kesimpulan serta rekomendasi untuk penelitian dan praktik serupa di masa Dengan struktur demikian, artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris dan konseptual bagi pengembangan program pencegahan bullying yang kontekstual di Indonesia serta memperkaya diskursus tentang kolaborasi keilmuan dalam pendidikan Islam. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran . ixed method. dengan desain eksplanatoris sekuensial untuk mengukur efektivitas Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Page 13-22 sekaligus memahami proses implementasi program. Data dikumpulkan dari 32 siswa kelas V-VI di SD Negeri 09166 Naga Bayu. Pengumpulan Data pada penelitian ini menggunakan: . Data Kuantitatif: Angket pre-test dan post-test dengan skala Likert dan pertanyaan pengetahuan diberikan kepada siswa untuk mengukur peningkatan pemahaman tentang bullying dan nilai-nilai Islam, dan Data Kualitatif: Observasi partisipan, dokumentasi, diskusi kelompok, dan catatan refleksi tim digunakan untuk mendokumentasikan proses dan dinamika kolaborasi interdisipliner antara tim Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES). Analisis data pada penelitian ini seperti: . Data kuantitatif dianalisis secara statistik deskriptif dan diuji dengan Paired Sample T-test . tau uji Wilcoxon jika prasyarat tidak terpenuh. untuk mengukur signifikansi . Data kualitatif dianalisis secara tematik (Braun & Clarke, 2. melalui tahap kodifikasi dan identifikasi tema. Integrasi data dilakukan secara naratif, dimana temuan kualitatif berfungsi untuk memperdalam konteks dan menjelaskan mekanisme di balik hasil kuantitatif yang diperoleh. Desain ini memungkinkan evaluasi komprehensif yang tidak hanya mengukur outcome program tetapi juga mengeksplorasi proses implementasi dan sinergi keilmuan yang unik. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini membuktikan bahwa program sosialisasi dan pelatihan anti-bullying berbasis nilai-nilai Islam yang dikolaborasikan secara interdisipliner efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan sikap siswa SD. Pembahasan dilakukan dengan menjawab pertanyaan penelitian dan mengaitkan temuan dengan teori serta penelitian terdahulu. Profil Responden Responden berjumlah 32 siswa dari kelas V . dan VI . di SD Negeri 09166 Naga Bayu. Komposisi jenis kelamin terdiri dari 14 siswa lakilaki . 75%) dan 18 siswa perempuan . 25%). Rentang usia responden adalah 10-12 tahun. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Page 13-22 Gambar 1 Suasana Sosialisasi Kepada Para Peserta Analisis Data Kuantitatif: Perbandingan Skor Pretest dan Posttest Data dikumpulkan melalui angket dengan skala Likert 1-5 pada empat Analisis statistik deskriptif dan uji Paired Sample T-Test digunakan untuk mengukur peningkatan pemahaman dan persepsi siswa. Tabel 1. Statistik Deskriptif dan Uji Perbedaan Skor Pretest-Posttest (N=. Rata-rata tpRata-rata Selisih Aspek Pengukuran Posttest Pretest (SD) Rata-rata value value (SD) Pemahaman 16 . tentang Bullying Nilai-Nilai Islam 94 . dalam Menghadapi Bullying Peran Sosialisasi & 8. Pelatihan Sikap dan 28 . Perilaku Siswa TOTAL SKOR Keterangan: SD = Standar Deviasi. p-value < 0. 05 menunjukkan perbedaan Temuan Kuantitatif Utama: Peningkatan yang Signifikan dan Konsisten: Terjadi peningkatan skor rata-rata yang sangat signifikan . < 0. pada semua aspek setelah Selisih rata-rata total skor mencapai 29. 43 poin, mengindikasikan dampak program yang kuat secara statistik. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Page 13-22 Aspek dengan Peningkatan Tertinggi: Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek D. Sikap dan Perilaku Siswa ( 7. Ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai tidak hanya berhenti pada kognisi, tetapi sudah mulai mempengaruhi intensi perilaku siswa. Konversi Pemahaman: Pada pretest, mayoritas siswa berada pada kategori pemahaman "rendah" . kor 1-2 per ite. Pada posttest, terjadi pergeseran ke kategori "cukup" hingga "baik" . kor 3-4 per ite. , khususnya dalam memahami bentuk bullying dan nilai-nilai Islam yang relevan seperti rahmah . asih sayan. Aoadl . , dan menjaga kehormatan . Berdasarkan data yang dimiliki, untuk memperkuat visualisasi data dan meningkatkan daya tarik serta kejelasan artikel ini. Berikut grafik yang dapat dibuat seperti yang tergambar dibawah ini: Gambar 2 Grafik Perbandingan Skor Pretst dan Posttes Data yang Digunakan: Rata-rata dan Standar Deviasi dari Tabel 1 di bagian Hasil Temuan Kualitatif Pendukung Observasi dan diskusi kelompok mengungkap konteks yang memperkaya data kuantitatif: Pergeseran Pola Pikir: Siswa yang awalnya menganggap bullying fisik . eperti memuku. sebagai satu-satunya bentuk yang berbahaya, setelah pelatihan dapat mengidentifikasi bullying verbal . engejek, menjuluk. dan sosial . sebagai pelanggaran serius terhadap hak dan kehormatan dalam Islam. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Page 13-22 Aplikasi Nilai dalam Simulasi: Dalam sesi role-play, siswa mampu mengutip nilai-nilai Islam untuk menyelesaikan konflik. Contoh ucapan siswa: "Kita tidak boleh mendiamkan teman seperti itu, itu termasuk bullying. Nabi bersabda, seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, jadi kita harus melerai dan mengajak berbaikan. Efektivitas Kolaborasi Interdisipliner: Integrasi materi dari tim PAI . ilai akhla. dan HES . onsep hak, dlarar, mas'uliya. memberikan argumentasi yang lebih utuh. Siswa tidak hanya tahu "bullying itu dosa", tetapi juga paham bahwa "bullying itu merampas hak rasa aman orang lain dan pelakunya akan dimintai pertanggungjawaban . as'uliya. , baik di dunia maupun akhirat. Gambar 3. Peserta yang Hadir Sosialisasi dan Pelatihan Pembahasan Hasil penelitian ini membuktikan bahwa program sosialisasi dan pelatihan anti-bullying berbasis nilai-nilai Islam yang dikolaborasikan secara interdisipliner efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan sikap siswa SD. Pembahasan dilakukan dengan menjawab pertanyaan penelitian dan mengaitkan temuan dengan teori serta penelitian terdahulu. Efektivitas Pendekatan Nilai-Nilai Islam dan Kolaborasi Interdisipliner Peningkatan signifikan pada aspek B (Nilai-Nilai Isla. dan D (Sika. menguatkan teori bahwa intervensi karakter yang terintegrasi dengan nilai religius dan identitas kultural peserta didik lebih powerful daripada pendekatan sekuler generik (Wahyudi, 2. Kolaborasi PAI-HES berhasil mengonstruksi bullying tidak sekadar sebagai masalah sosial, tetapi juga Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Page 13-22 sebagai pelanggaran transendental . elanggar perintah Alla. dan pelanggaran hukum Islam . erugikan hak orang lai. Pendekatan ganda ini memberikan landasan motivasi intrinsik yang kuat bagi siswa untuk menolak bullying, yaitu karena takut kepada Allah . dan kesadaran akan tanggung jawab sosial . as'uliya. Gambar 4. Pemateri Sedang Memberikan Pemaparan Kepada Siswa yang Hadir Dari Kognisi Menuju Intensi Perilaku Temuan bahwa aspek sikap dan perilaku (D) mengalami peningkatan tertinggi merupakan indikator awal . keberhasilan program dalam memengaruhi ranah afektif dan konatif. Menurut teori Theory of Planned Behavior (Wahyudi, 2. , niat berperilaku . ehavioral intentio. dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol. Program ini secara simultan membangun: . Sikap negatif terhadap bullying melalui dalil-dalil normatif, . Norma subjektif bahwa lingkungan sekolah . eman dan gur. menolak bullying, dan . Keyakinan akan kemampuan diri . elf-efficac. untuk mencegah dan melaporkan bullying setelah dibekali keterampilan melalui simulasi. Kontekstualisasi dalam Pendidikan Dasar Tingkat keberhasilan ini juga didukung oleh kesesuaian metode . eramah interaktif, role-pla. dengan karakteristik perkembangan kognitif dan sosial siswa SD yang konkret dan egosentris (Jean Piaget, 1. Penyajian masalah melalui skenario nyata dan solusi berbasis nilai Islam memudahkan siswa untuk menalar sebab-akibat perilaku. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Khairul Fahmi. Andri Priatma, 2. yang menyebutkan bahwa nilai-nilai Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Page 13-22 Islam seperti muhasabah efektif untuk refleksi diri pasca-konflik di kalangan Implikasi Teoritis dan Praktis Implikasi Teoritis: Penelitian ini memperkaya model pencegahan bullying dengan menawarkan kerangka Integrasi Interdisipliner PAI-HES. Kerangka ini menyediakan lensa analisis ganda: etika-religius dan hukum-hak, yang dapat diaplikasikan untuk mengatasi masalah pelanggaran norma sosial lainnya di sekolah. Implikasi Praktis: Sekolah dan madrasah dapat mengadopsi model kolaborasi serupa dengan melibatkan ahli agama dan hukum/sosial dalam merancang program pencegahan bullying. Penting untuk mengembangkan modul tetap yang berisi skenario, dalil, dan konsep hukum Islam yang mudah dipahami siswa SD. Keterbatasan dan Saran Penelitian Lanjutan Keterbatasan penelitian ini adalah belum mengukur perilaku aktual pasca-intervensi dalam jangka panjang dan lingkup sampel yang terbatas pada satu sekolah. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan melakukan studi longitudinal untuk mengukur dampak berkelanjutan, serta eksperimen kuasi dengan kelompok kontrol untuk membandingkan efektivitas model integratif ini dengan model konvensional. KESIMPULAN Program sosialisasi dan pelatihan anti-bullying berbasis nilai-nilai Islam melalui kolaborasi interdisipliner Pendidikan Agama Islam dan Hukum Ekonomi Syariah terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan pemahaman, apresiasi nilai, dan kesiapan sikap siswa SD untuk mencegah Keberhasilan ini menegaskan bahwa pendekatan pendidikan karakter yang mengakar pada nilai religius dan dikembangkan secara kolaboratif oleh multi-disiplin ilmu keislaman, memberikan dampak yang lebih komprehensif dan kontekstual bagi peserta didik. Model ini direkomendasikan untuk diimplementasikan dan dikembangkan lebih luas di berbagai sekolah dasar. PENGAKUAN Akhirnya peneliti mengucapkan banyak ribuan terimakasih kepada Ketua. Wakil Ketia I Bidang Akademik, dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Panca Budi Perdagangan serta dukungan mahasiswa sehingga kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Page 13-22 DAFTAR PUSTAKA