Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin IMPLEMENTASI PROGRAM BINA PRIBADI ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI SDIT HARAPAN UMMAH KARAWANG Abstract: Naina Nurparida. Debibik Nabilatul Fauziah. Neng Ulya Email: 1910631110121@gmail. com, debibiknabilatulfauziah@staff. nengulya@fai. (Universitas Singaperbangsa Karawan. Islamic Personal Development is an educational and character building activity in the form of group-based studies that are carried out every week. Coaching is not the same as learning because the goal of coaching is the formation of a superior person, not adding knowledge and skills. By combining the national curriculum and the curriculum created by JSIT itself, especially at SD IT Harapan Ummah Karawang which has a special program oriented towards fostering the character of students, namely the "Bina Pribadi Islam" This research was conducted using qualitative method descriptive approach. Data collection is done by observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation and data verification. The results of the study concluded that, the implementation of the Islamic personal development program has a schedule during school hours, every Friday which is carried out in the classroom or outside the classroom. There are main activities and supporting activities. In the main activity, students are grouped into several groups, namely 5-12 students. The implementation of activities is separated between the Brotherhood and the akhwat, adjusted again to the material taught. In addition to the main activities, there are also supporting activities. The supporting activities in question are other religious activities that can shape the character of students through habituation and coaching activities that must be taught to students outside of class hours, such as: Mabit. Ifthar jama'I. Tahsin. Tahfizh. Salat congregation. PHBI for application for Islam. PHBN for state insight. Scouting. Market day. Qurban learning. Extracurricular. Journal and literacy. It is sought that all activities in the unit can support the implementation of the Islamic personal development program. There are several supporting and inhibiting factors in the implementation of Islamic personal development programs, including: Supporting factors: Teacher competence. Student activity. School curriculum. Facilities and infrastructure. Parent Support. Inhibiting factors: Teacher attendance. Learning time. The results of the implementation of the Islamic personal development program in the main activity provide students with insight into the understanding of the character building materials provided. While the results of the implementation of the Islamic personal development program at SDIT Harapan Ummah Karawang in supporting activities in shaping the character of students through habituation and coaching activities that must be taught to students outside of class hours, including the following: Mabit. Ifthar jama'I. Tahsin. Tahfizh. Salat congregation. PHBI for application for Islam. PHBN for state insight. Scout Scouting. Qurban learning. Market day. Extracurricular. Journal and literacy. Based on the supporting activities above, character values are implemented from the Islamic personal development program at SDIT Harapan Ummah Karawang, where Islamic personal development activities are the spirit in all school activities. Keyword: Islam. Character Abstrak: Bina Pribadi Islam merupakan kegiatan pendidikan dan pembinaan karakter berupa kajian berdasarkan kelompok yang dilaksanakan setiap pekan. Pembinaan tidak sama dengan pembelajaran karena sasaran pembinaan yaitu pembentukan pribadi yang unggul, bukan menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan. Dengan menggabungkan kurikulum nasional dan kurikulum yang dibuat oleh JSIT sendiri, khususnya di SD IT Harapan 26 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Ummah Karawang yang memiliki program khusus yang berorientasi pada pembinaan karakter peserta didik, yaitu program AuBina Pribadi IslamAy. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, implementasi program bina pribadi Islam memiliki jadwal pada jam sekolah, setiap hari JumAoat yang dilaksanakan di dalam kelas ataupun diluar kelas. Ada kegiatan utama dan kegiatan penunjang. Pada kegiatan utama peserta didik dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yaitu 5-12 orang peserta didik. Pelaksanaan kegiatan dipisah antara Ikhwan dan akhwat, disesuaikan kembali dengan materi yang diajarkan. Selain kegiatan utama, ada juga kegiatan penunjang. Kegiatan penunjang yang dimaksud adalah kegiatan keagamaan lain yang dapat membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan pembiasaan dan pembinaan yang harus diajarkan kepada peserta didik di luar jam pelajaran, seperti: Mabit. Ifthar jamaAoI. Tahsin. Tahfizh. Salat berjamaah. PHBI untuk penerapan untuk keislaman. PHBN untuk wawasan bernegara. Kepanduan pramuka. Market day. Pembelajaran qurban. Ekstrakurikuler. Jurnal dan literasi. Diusahakan semua kegiatan yang ada di unit dapat menunjang pelaksanaan program bina pribadi Islam. Terdapat beberapa faktor yang pendukung dan penghambat dalam implementasi program bina pribadi Islam, diantaranya: Faktor pendukung: Kompetensi guru. Keaktifan peserta didik. Kurikulum sekolah. Sarana dan prasarana. Dukungan Orang tua. Faktor penghambat: Kehadiran guru. Waktu Hasil implementasi program bina pribadi Islam dalam kegiatan utama memberikan peserta didik wawasan akan pemahaman materi-materi pembentukan karakter yang di berikan. Sedangkan hasil implementasi program bina pribadi Islam di SDIT Harapan Ummah Karawang pada kegiatan penunjang dalam membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan pembiasaan dan pembinaan yang harus diajarkan kepada peserta didik di luar jam pelajaran, diantaranya sebagai berikut:, seperti: Mabit. Ifthar jamaAoI. Tahsin. Tahfizh. Salat berjamaah. PHBI untuk penerapan untuk keislaman. PHBN untuk wawasan bernegara. Kepanduan pramuka. Pembelajaran qurban. Market day. Ekstrakurikuler. Jurnal dan literasi. Berdasarkan kegiatan penunjang diatas, nilai-nilai karakter yang terimplementasi dari program bina pribadi Islam di SDIT Harapan Ummah Karawang, dimana kegiatan bina pribadi Islam merupakan ruh dalam seluruh kegiatan sekolah. Pendahuluan Bina Pribadi Islam merupakan kegiatan pendidikan dan pembinaan karakter berupa kajian berdasarkan kelompok yang dilaksanakan setiap pekan. Pembinaan tidak sama dengan pembelajaran karena sasaran pembinaan yaitu pembentukan pribadi yang unggul, bukan menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan. Dengan menggabungkan kurikulum nasional dan kurikulum yang dibuat oleh JSIT sendiri, khususnya di SD IT Harapan Ummah Karawang yang memiliki program khusus yang berorientasi pada pembinaan karakter peserta didik, yaitu program AuBina Pribadi IslamAy. Pembentukan kerakter adalah proses seumur hidup. Ketika anak-anak tumbuh di lingkungan yang khas, mereka menjadi pribadi yang berkarakter. Sifat anak suci ketika dilahirkan. Dengan demikian, mereka dapat berkembang secara optimal. Tiga pihak yang memiliki peran penting 27 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin adalah keluarga, sekolah dan masyarakat. Dari definisi diatas dapat disimpulkan pendidikan karakter mengoptimalkan perkembangan dimensi kognitif, fisik, sosial- emosional, kreativitas dan spiritual anak. Prinsip dasar pembinaan karakter di Indonesia sebenarnya telah dirumuskan dalam fungsi dan tujuan pendidikan nasioanl. Pada pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa AuFungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa, menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawabAy. Ketentuan undang-undang tersebut dapat dipahami sebagai pendidikan nasional yang mendorong adanya pembinaan terhadap generasi penerus bangsa yang bermartabat, cerdas, mandiri, dan demokratis. Sejalan dengan tujuan pendidikan tersebut, pemerintah telah menggagas pembangunan karakter bangsa dengan empat nilai inti, yaitu: kejujuran, cerdas, tangguh dan Sedangkan dalam Islam sendiri terdapat banyak ayat Al QurAoan dan Hadits yang membahas tentang karakter atau dalam bahasa Arab disebut dengan akhlak. Kata akhlak dapat diartikan sebagai perilaku islami, tabiat, budi pekerti, perangai dan etika. Nilai akhlak meliputi akhlak kepada Allah. Akhlak terhadap diri sendiri, akhlak terhadap keluarga, dan akhlak terhadap masyarakat. Akhlak kepada Allah meliputi iman kepada Allah,cinta kepada melebihi cinta kepada apapun dan siapapun, melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya, mengharapkan dan berusaha memperoleh keridhaan Allah, menyukuri nikmat dan karunia Allah, menerima dengan ikhlas semua ketentuan Allah dan berserah diri hanya kepada Allah. Akhlak terhadap diri sendiri yaitu dengan memelihara kesucian diri, menutup aurat, jujur, ikhlas, sabar, malu melakukan perbuatan maksiat, menjauhi segala perkataan dan perbuatan yang sia-sia. Akhlak terhadap keluarga, yaitu berbakti kepada ibu dan bapak dan mendidik anak-anak dengan kasih sayang. Akhlak terhadap masyarakat, mencakup menghormati nilai-nilai dan norma yang berlaku di Menganjurkan anggota masyarakat berbuat baik dan mencegah melakukan perbuatan jahat, serta bermusyawarah dalam segala urusan mengenai kepentingan bersama. (Debibik Nabilatul Fauziah, 2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Nabi Muhammad SAW adalah figur teladan yang telah diutus oleh Allah kepada manusia untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Semua itu merajuk pada peran yang bisa menjadi panutan bagi orang lain. Seperti disebutkan dalam ayat Al QurAoan. S Al Ahzab:21 AIaU aE aII aEIa Oa e aA e AacEEa aO eEOa eO aIA ca AE aa a aOaE a ca AOA ca AO aEA AaOA a AEacCae aEIa Ea aE eI AaO aA U AacEEa aEA a AacEEa a aeO U aA AuSungguh, telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharapkan . Allah dan . hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. Ay (Q. S Al Ahzab 33:. Pendidikan karakter di sekolah merupakan pengenalan nilai-nilai karakter pada peserta didik, meliputi komponen pengetahuan, akal atau kehendak dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai Tujuannya adalah membentuk kepribadian peserta didik sedemikian rupa sehingga menjadi pribadi yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pendidikan nilai, yaitu nilainilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa itu sendiri (T Ramli, 2. Dengan prinsip tersebut peserta didik belajar melalui proses berfikir, bersikap, dan berbuat. Pendidikan karakter di lingkungan sekolah juga bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang sesuai standar kompetensi kelulusan. Metode Penelitian Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dimana mendeskripsikan hasil data yang diperoleh berupa kata-kata dan gambaran umum yang terjadi dilapangan. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitatif. Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang memfokuskan pada permasalahan atas dasar fakta yang dilakukan dengan cara pengamatan/observasi, waawancara, dan dokumentasi. Menurut Meleong penelitian deskriptif kualitatif yaitu untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, factual dan akurat mengenai faktafakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas (Meleong, 2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Data yang diperlukan dari penelitian ini dapat dikelompokkan menjadi sumber data primer dan sumber data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari pihak-pihak yang berkaitan berupa data-data sekolah dari berbagai literature yang relevan terkait dengan penelitian. Data primer diperoleh dari sumber asli atau sumber pertama. Data atau informasi diperoleh melalui pertanyaan dengan menggunakan metode wawancara. Informan yang akan peneliti wawancarai secara langsung terdiri dari Ketua bidang bina pribadi Islam. Waka Kesiswaan. Koordinator Program. Guru PAI, dan 4 Orang Peserta didik. Adapun data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber pendukung untuk memperjelas sumber data primer. Biasanya data yang diperoleh berupa dokumen-dokumen yang tersusun dan dikelola oleh pihak yang bersangkutan (Masyhuri, 2. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan Teknik observasi digunakan untuk melihat, mengukur, mengkaji dan menilai objek pemangamatan yang bersifat fisik sehingga memperoleh gambaran yang jelas mengenai penelitian yang diteliti. Hal tersebut guna mendapatkan gambaran mengenai pembentukan karakter melalui implementasi program bina pribadi Islam di SDIT Harapan Ummah Karwang. Metode wawancara digunakan untuk mengetahui dan memperoleh data secara langsung dari subjek penelitian berupa informasi yang berkaitan dengan pembentukan karakter melalui program bina pribadi Islam di SDIT Harapan Ummah Karawang, informan yang akan peneliti wawancarai secara langsung terdiri dari Ketua bidang bina pribadi Islam. Waka Kesiswaan. Koordinator Program. Guru PAI, dan 4 Orang Peserta Didik. Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan data berupa dokumen yang berkaitan dengan dokus masalah yang diteliti, baik dokumen berupa catatan, naskah, foto, atau dokumen lain yang dapat menunjang penelitian. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu, reduksi data, penyajian data, menarik Hasil Dan Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di SDIT Harapan Ummah Karawang dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti ingin memaparkan beberapa data dari informan mengenai implementasi, faktor pendukung dan penghambat, serta hasil dari implementasi program bina pribadi Islam dalam membentuk karakter peserta didik di SDIT Harapan Ummah Karawang. Adapun hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti akan dijabarkan sebagai berikut: Implementasi Program Bina Pribadi Islam Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di SDIT Harapan Ummah Karawang Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Secara umum implementasi dalam KBBI berarti pelaksanaan atau penerapan. Dalam perencanaan program Bina Pribadi Islam, tujuan pengelolaan program selalu berpegang pada tujuan pendidikan, yaitu pengembangan kepribadian dan kemampuan dasar peserta didik, serta membentuk moral yang tinggi serta akhlak yang mulia (Ummah & Khuriyah, 2. Dengan demikian, segala sesuatu yang diatur, ditata, dikelola senantiasa ditunjukan pada pencapaian tujuan pendidikan tersebut (Karmila, 2. Sementara itu, dalam pelaksanaan program diperlukan kerjasama antar komponen sekolah agar program tersebut dapat berjalan dengan efektif. Upaya yang dilakukan sekolah dalam mendidik peserta didik yaitu salah satunya dengan membangun organisasi pendidik untuk melaksanakan kegiatan pendidikan keislaman (MaAorif, 2. Karena sekolah memiliki peran dalam mempersiapkan peserta didik yang tidak hanya pandai dalam hal akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik (Khotimah & Wahyuningsih, 2. Visi dan Misi Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua bidang bina pribadi Islam SDIT Harpan Ummah Karawang, diperoleh informasi sebagai berikut: AuProgram bina pribadi Islam dalam implementasinya berjalan sesuai dengan visi dan misi sekolah. Ay (Wawancara dengan Ketua Bidang Bina Pribadi Islam Ibu Sri Suprapti. Pd. Tanggal 17 Juli 2023. Pukul 10. 00 WIB) Dijelaskan lebih lanjut: AuVisi dan misi program bina pribadi Islam adalah membangun, membentuk dan mencetak kader-kader yang Islami sesuai dengan visi dan misi sekolah. Ay (Wawancara dengan Ketua Bidang Bina Pribadi Islam Ibu Sri Suprapti. Pd. Tanggal 17 Juli 2023. Pukul 10. 00 WIB) Sama hal nya menurut hasil wawancara dengan Waka Kesiswaan, diperoleh informasi sebagai berikut: Auvisi misi program disesuaikan dengan visi misi sekolah, diusahakan agar tetap sinkron dan berjalan optimalAy (Wawancara dengan Waka Kesiswaan Bpk Sartiman Setiawan. Th. Tanggal 08 Agustus 2023. Pukul 09. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Berdasarkan hasil wawancara dengan informan di atas, dapat dipahami untuk mencapai tujuan diperlukan suatu perencanaan dan tindakan yang nyata serta penyelarasan antara visi misi sekolah dan program sehingga keduanya dapat berjalan dengan baik. Kegiatan Program Kegiatan bina pribadi Islam memiliki jadwal pada jam sekolah, setiap hari JumAoat yang dilaksanakan di dalam kelas ataupun diluar kelas. Ada kegiatan utama dan kegiatan Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua bidang bina pribadi Islam SDIT Harapan Ummah Karawang, diperoleh informasi sebagai berikut: AuPada kegiatan utama peserta didik dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yaitu 5-12 orang peserta didik. Ikhwan dan akhwat dipisah sesuai dengan materi yang diajarkan. Ay (Wawancara dengan Ketua Bidang Bina Pribadi Islam Ibu Sri Suprapti. Pd. Tanggal 17 Juli 2023. Pukul 10. 00 WIB) Dijelaskan lebih lanjut menurut hasil wawancara dengan guru PAI SDIT Harapan Ummah Karawang terkait urutan kegiatan, diperoleh informasi sebagai berikut: AuAgenda kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pengkondisian peserta didik agar kegiatan berjalan dengan baik, setelah itu dilanjutkan dengan tilawah Al QurAoan / Tasmi, yaitu surat-surat yang sudah peserta didik hafal biasanya di juz 30. Tilawah sifatnya wajib, untuk melihat sejauhmana kemajuan peserta didik dalam membaca Al QurAoan dan pembiasaan, setelah tilawah selesai dilanjutkan dengan adanya fun game, pemberian kultum biasanya diambil dari hadits-hadits singkat. Penggunaan media pembelajaran disesuaikan dengan materi yang diberikan agar belajar menjadi lebih Adapun kegiatan yang dilakukan di luar/observasi, menjelang akhir pembelajaran biasanya diadakan diskusi/sharing session terkait kondisi peserta didik, lalu diakhiri dengan doaAy (Wawancara dengan guru PAI Ibu Aisyah Purnamawati. Pd. , 11 Agustus 2023. Pukul 11. Selain kegiatan utama, ada juga kegiatan penunjang yang dapat membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan pembiasaan dan pembinaan yang harus diajarkan kepada peserta didik di luar jam pelajaran, diantaranya: Mabit. Ifthar jamaAoI. Tahsin. Tahfizh. Salat berjamaah. Fun Camp. PHBI untuk penerapan untuk keislaman. PHBN untuk wawasan bernegara. Kepanduan pramuka. Market day. Pembelajaran qurban. Ekstrakurikuler. Jurnal dan literasi. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin AuProgram keagamaan lain sebagai sarana penunjang Implementasi Program Bina Pribadi Islam, dengan kata lain Program Bina Pribadi Islam ingin terlaksana dengan baik dengan mengendarai kendaraan lain/program lain. Ay (Wawancara dengan Ketua Bidang Bina Pribadi Islam Ibu Sri Suprapti. Pd. Tanggal 17 Juli 2023. Pukul 10. 00 WIB) Berdasarkan hasil wawancara tersebut, dapat dipahami bahwa Bina Pribadi Islam adalah program pembinaan karakter yang merupakan ruh dalam kegiatan sekolah yang diusahakan semua kegiatan di unit dapat menunjang pelaksanaan program bina pribadi Islam Materi Pemilihan materi disesuaikan dengan porsi yang tepat untuk peserta didik di tingkat sekolah dasar. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua bidang bina pribadi Islam SDIT Harapan Ummah, diperoleh informasi sebagai berikut: AuKarena terikat dengan TOP, para guru wajib memilih materi-materi yang esensial, materi yang benar-benar bermanfaat bagi peserta didik. Ay (Wawancara dengan Ketua Bidang Bina Pribadi Islam Ibu Sri Suprapti. Pd. Tanggal 17 Juli 2023. Pukul 10. 00 WIB) Adapun TOP yang dimaksud sebagai berikut: T: Tanamkan Adab Sebelum Ilmu, sebelum mencetak peserta didik yang berprestasi, sekolah menanamkan adab terlebih dahulu agar nantinya bukan hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter/akhlak, dan adab yang baik bagi orang tua, guru, teman, dan O: Optimalisasi Ilmu-Ilmu yang Fardu Kifayah, ilmu-ilmu yang menunjang dalam kehidupan yang kaitannya dengan hubungan ilmu pengetahuan dan islam dioptimalkan. Seperti contoh: dalam pelajaran matematika, pecahan, logaritma, pecahan tersebut nanti implementasinya untuk menghitung zakat. P: Pilih Fardu Kifayah yang Tepat. Ilmu yang diajarkan sesuai dengan porsi yang tepat untuk peserta didik di tingkat sekolah dasar. Sejalan dengan itu, menurut wawancara dengan guru PAI diperoleh informasi sebagai AuMateri-materi keislaman yang berkaitan dengan katakter yang dirangkum oleh tim kurikulumAy (Wawancara dengan guru PAI Ibu Aisyah Purnamawati. Pd. , 11 Agustus 2023. Pukul 11. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Materi yang dipilih adalah materi-materi yang memang pembentukan karakter dan life skill, seperti bagaimana peserta didik bisa disiplin dan rapi. Adab nya terbentuk, baik terhadap orang tua, guru, teman dan lingkungan, lebih peduli dengan lingkungan. Karena terkadang yang utamakan adab terhadap orang tua, guru tetapi terhadap lingkungan kurang. Materi-materi pokok tersebut sebagai berikut: Kelas 1: Aku terbiasa mengucapkan hamdalah. Aku gemar bersuci . Aku gemar berzikir. Aku terbiasa berzikir. Aku senang menebarkan salam. Aku bangga menebarkan salam. Aku berdoa dalam setiap aktivitas. Adab berbicara dengan orang lain. Membiasakan adab berbicara dengan orang lain. Mengenal sirah Nabi Muhammad Saw . Kelas 2: Aku terbiasa beristigfar. Aku terbiasa mengucapkan istirja. Salat sunah rawatib. Ayo berinfak. Aku senang menebarkan salam. Berbakti kepada kedua orang tua. Birrul-Walidain. Berteman dan mengenal lingkungan. Nabi yang bergelar ulul azmi. Makan sesuai adab rasul. Aku cinta kebersihan. Aku anak mandiri . Kelas 3: Maha suci Allah. Masyaallah. Mengucapkan takbir dan hauqallah. Berwudu dengan benar. Salat lima waktu. Salat sunah rawatib. Berdoa dan berzikir setelah salat. Menjaga diri dari dosa-dosa kecil. Malu ketika salah. Menepati janji. Berbakti kepada kedua orang tua. Mengenal lingkungan. Berkata dengan baik atau diam. Kisah Nabi Musa as membelah lautan. Sahabat terpercaya rasul. Bertanggung jawab terhadap tugas . Kelas 4: Ikhlas dalam beramal. Salat dengan baik. Terbiasa salat sunah rawatib. Membiasakan berinfak dalam setiap kondisi. Malu ketika melanggar larangan-Nya. Menepati janji. Berbakti kepada kedua orang tua. Menghargai waktu untuk belajar. Menghafal Hadits arbaAoin ke 12. Kisah Nabi Isa as. Sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga. Mari kelola uang sakumu. Kelas 5: Ayo belajar ikhlas. Ayo wudu dengan benar. Salat duha dan qiyamul lail. Niat beribadah kepada Allah Swt. Ato membantu orang lain. Menjaga diri dari dosa. Nabi Muhammad Saw seorang pemberani. Menepati janji. Indahnya menghargai teman, bersahabat dengan kritik. Ayo menjaga anggota badan. Hadits arbaAoin ke 1. Perjalanan Rasulullah ke negeri Syam. Imam Hanafi dan Imam Malik Kelas 6: Ayo berpuasa. Konsep diri dalam Islam. Malu sebagian dari iman. QanaAoah. Memuliakan tamu. Ayo menghargai perbedaan. Ato menggunakan waktu dengan baik, 34 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Menyukai berita edukasi. Menghindari judi. Ayo jauhi riba. Bukti kebenaran Al QurAoan. Hadits arbaAoin ke 21. Sirah Nabi Muhammad Saw. Mengenal sahabat Rasulullah Saw Pembina/Mentor Berdasarkan hasil wawancara dengan Waka Kesiswaan, diperoleh informasi terkait pemilihan pembina yang mengajar bina pribadi Islam, sebagai berikut: AuKarena tidak semua guru terlibat dalam mengajar bina pribadi Islam, hanya beberapa guru saja yang memiliki kompetensi yang sesuai yaitu kompetensi di bidang bina pribadi IslamAy (Wawancara dengan Waka Kesiswaan Bpk Sartiman Setiawan. Th. Tanggal 08 Agustus 2023. Pukul 09. Berdasarkan hal tersebut, pemilihan mentor diambil dari kegiatan halaqoh/pengajian. Masing-masing halaqah memiliki murabbi, dipilih murabbi yang memiliki kompetensi baik dalam hal mengajar . enguasai materi pembelajaran dengan bai. , membaca Al QurAoan, akhlak sebagai guru pun baik, sehingga menjadi mentor dalam bina pribadi Islam. Metode Metode adalah suatu cara kerja yang bersistem, yang memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran tergantung pada pemilihan dan penggunaan metode yang tepat. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru PAI, diperoleh informasi terkait metode pembelajaran yang diterapkan sebagai berikut: AuPenggunaan metode bervariatif, hal tersebut disesuaikan dengan level peserta didik . evel Atas 4-6, level bawah 1-. Ay (Wawancara dengan guru PAI Ibu Aisyah Purnamawati. Pd. , 11 Agustus 2023. Pukul 11. Bina pribadi Islam berbeda dengan pembelajaran lain. Di pembelajaran lain full dengan materi, bina pribadi islam ada materi dan praktek. Ada metode ceramah, keteladanan, diskusi, fun game, praktek . badah dan umu. , mengeratkan persaudaraan antar peserta didik . Sama hal nya menurut Ketua Bidang Bina Pribadi Islam, metode yang digunakan sebagai berikut: AuSeperti metode ceramah, keteladanan, kisah, peringatan dan nasihatAy (Wawancara dengan Ketua Bidang Bina Pribadi Islam Ibu Sri Suprapti. Pd. Tanggal 17 Juli 2023. Pukul 10. 00 WIB) Peserta didik sudah diberikan potensi dalam diri sesuai dengan kemampuan masingmasing. Dengan memberikan nasihat, memberikan keteladanan agar anak-anak dapat 35 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin melihat dan mencontoh bagaimana perilaku yang baik, memberi peringatan, mendidik dengan cinta. Menurut Waka Kesiswaan, diperoleh informasi terkait metode pembelajaran yang diterapkan sebagai berikut: AuBina pribadi Islam itu adalah kegiatan mentoring, selain materi diselipkan juga sebuah game agar pembelajaran tidak membosankan, ada juga pembiasaan. Ay (Wawancara dengan Waka Kesiswaan Bpk Sartiman Setiawan. Th. Tanggal 08 Agustus 2023. Pukul 09. Faktor-faktor pembiasaan yang harus diajarkan mulai dari jam masuk sampai pulang Contohnya: ketika guru masuk kelas, peserta didik memberi salam, mengingatkan mulai dari yang terkecil 5 S . enyum, salam, sapa, sopan, santu. terintergrasi di dalam Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Program Bina Pribadi Islam di SDIT Harapan Ummah Karawang Bina pribadi Islam dalam implementasinya terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat selama program ini dijalankan, diantaranya: Faktor Pendukung Berdasarkan hasil wawancara dengan Waka Kesiswaan, diperoleh informasi terkait faktor pendukung implementasi program bina pribadi Islam di SDIT Harapan Ummah, sebagai berikut: AuKompetensi masing-masing guru, jadi dalam hal keilmuannya. Ay (Wawancara dengan Waka Kesiswaan Bpk Sartiman Setiawan. Th. Tanggal 08 Agustus 2023. Pukul Seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik perlu memiliki seperangkat ilmu tentang bagaimana cara mendidik peserta didik dengan baik, karena guru bukan hanya sekedar terampil dalam menyampaikan materi, namun juga harus mampu mengembangkan pribadi, watak, dan mempertajam hati nurani peserta didik. Faktor pendukung lainnya dijelaskan oleh Waka Kesiswaan: AuFaktor lain nya yaitu dari keaktifan peserta didik dalam mengikuti bina pribadi IslamAy (Wawancara dengan Waka Kesiswaan Bpk Sartiman Setiawan. Th. Tanggal 08 Agustus 2023. Pukul 09. Keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran dapat dirangsang dan mengembangkan bakat yang dimilikinya, peserta didik juga dapat berlatih untuk berfikir kritis serta dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Sedangkan menurut hasil wawancara dengan guru PAI yang menjadi faktor pendukung adalah sebagai berikut: AuFaktor pendukung: kurikulum sekolah, sarana dan prasarana, serta dukungan orang tua peserta didikAy (Wawancara dengan guru PAI Ibu Aisyah Purnamawati. Pd. , 11 Agustus 2023. Pukul 11. Kurikulum adalah seperangkat rencana pembelajaran mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum mencakup segala aspek yang mempengaruhi peserta didik di sekolah termasuk guru, sarana dan prasarana. Kurikulum bisa berjalan sesuai dengan tujuan jika didukung oleh sarana dan prasarana serta kontribusi dari orang tua peserta didik. Faktor Penghambat Berdasarkan hasil wawancara dengan Waka Kesiswaan, diperoleh informasi terkait faktor penghambat implementasi program bina pribadi Islam di SDIT Harapan Ummah, sebagai berikut: AuFaktor penghambatnya adalah ketika ada guru yang tidak masuk, harus mencari guru pengganti yang sesuai dengan kompetensinya. Selain itu, dalam hal waktu pembelajaran, bina pribadi Islam hanya ada 1 jam pembelajaran. Terkadang waktu tersebut kurang cukup, sehingga perlu adanya waktu tambahan yang lebih fleksibelAy (Wawancara dengan Waka Kesiswaan Bpk Sartiman Setiawan. Th. Tanggal 08 Agustus 2023. Pukul 09. Hal serupa dijelaskan dalam wawancara dengan guru PAI, bahwa salah satu faktornya AuPadatnya jadwal, sehingga waktu pembelajaran bina pribadi Islam menjadi sedikitAy (Wawancara dengan guru PAI Ibu Aisyah Purnamawati. Pd. , 11 Agustus 2023. Pukul Dengan kondisi tersebut diatas, harapannya bina pribadi Islam bisa mendapat tambahan waktu pembelajaran sehingga materi pembentukan karakter bisa tersampaikan secara efektif kepada peserta didik. Hasil Implementasi Program Bina Pribadi Islam di SDIT Harapan Ummah Karawang Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Hasil implementasi program bina pribadi Islam jika dilihat dari proses tercapainya visi dan misi Program Bina Pribadi Islam tidak dapat dilihat secara langsung dan cepat. Implementasi Program berlangsung secara terus menerus dan berkelanjutan sesuai dengan target yang ingin di capai. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang bina pribadi Islam, diperoleh informasi terkait hasil dari implementasi program bina pribadi Islam di SDIT Harapan Ummah, sebagai berikut: AuSemua visi misi bina pribadi Islam itu proses, jadi ada yang sudah tercapai dan ada yang belum tetapi ini tidak bisa dilihat karena program pembinaan karakter ini tidak bisa di ukur karena ini di gunakan terus menerus jadi ya upaya nya seperti contoh tadi wudu, wudu di tk sudah bisa bukan berarti di sd tidak diajarkan kembali harus sesuai dengan pencapaian fase perkembanganya dan pencapaian program ibadah yang benarnya. Bagaimana caranya melihat mereka bisa beruwudu, yaitu dengan dibimbing. Tercapainya kegiatan bina pribadi Islam tidak langsung dilihat secara cepat, kegitan ini akan berlangsung terus menerus/berkelanjutan sesuai dengan target yang ingin dicapai. Ada yang melalui penguatan, pelatihanAy (Wawancara dengan Ketua Bidang Bina Pribadi Islam Ibu Sri Suprapti. Pd. Tanggal 17 Juli 2023. Pukul 10. WIB) Lebih lanjut mengenai capaian target peserta didik, dijelaskan sebagai berikut: AuSDIT memiliki standar kompetensi lulusan yang harus dikuasai dan dimiliki oleh peserta didik. Standar kompetensi tersebut memiliki indikator masing-masing. Peserta didik dibimbing untuk aktivitas-aktivitas positif yang merujuk pada standar kompetensi lulusan yang harus dicapai. Ay (Wawancara dengan Ketua Bidang Bina Pribadi Islam Ibu Sri Suprapti. Pd. Tanggal 17 Juli 2023. Pukul 10. 00 WIB) Program bina pribadi Islam di SDIT Harapan Ummah berjalan sesuai dengan kurikulum yang didukung oleh standar kompetensi yang dikemas sedemikian rupa dalam membentuk karakter peserta didik yang diharapkan sesuai dengan visi dan misi. Berikut ini adalah Standar Kompetensi Lulusan SDIT Harapan Ummah: Memiliki Aqidah Yang Lurus. Melakukan Ibadah Yang Benar. Berkepribadian Yang Matang dan Berakhlak Mulia. Menjadi Pribadi yang bersungguh-sungguh, disiplin, dan Mampu Mengendalikan Diri. Memiliki Kemampuan Membaca. Menghafal dan Memahami Al QurAoan dengan Baik. Memiliki Wawasan Yang Luas. Memiliki Keterampilan Hidup (Life Skil. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua bidang bina pribadi Islam hasil implementasi program bina pribadi Islam dalam membentuk karakter peserta didik, diperoleh informasi sebagai berikut: Aujika dilihat dari standar kompetensi lulusan yang ingin dicapai proses pembentukan karakter peserta didik sedang dalam proses menuju lebih baikAy (Wawancara dengan Ketua Bidang Bina Pribadi Islam Ibu Sri Suprapti. Pd. Tanggal 17 Juli 2023. Pukul 10. 00 WIB) Sedangkan menurut hasil wawancara dengan peserta didik, diperoleh informasi sebagai AuAda materi yang belum diketahui, dan setelah mengikuti bina pribadi Islam jadi memahami hal tersebutAy. (Wawancara dengan Peserta didik Hafidz dan Denias. Tanggal 11 Agustus 2023. Pukul 09. Implementasi program bina pribadi Islam dalam kegiatan utama memberikan peserta didik wawasan akan pemahaman materi-materi pembentukan karakter yang di berikan. Sedangkan hasil implementasi program bina pribadi Islam pada kegiatan penunjang dalam membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan pembiasaan dan pembinaan yang harus diajarkan kepada peserta didik di luar jam pelajaran. Kegitan tersebut diantaranya: Mabit. Ifthar jamaAoI. Tahsin. Tahfidz. Salat berjamah. Fun camp. PHBI untuk penerapan untuk keislaman. PHBN untuk wawasan bernegara. Ekstrakurikuler. Jurnal dan literasi. Market day. Pembelajaran qurban. Kepanduan pramuka. Hasil luaran dari kegiatan penunjang tersebut, diantaranya sebagai berikut: Mabit Di SDIT Harapan kegiatan mabit dilaksanakan setahun sekali. Malam Bina Iman dan Taqwa sebagai sarana dalam pembentukan kemandirian, kepemimpinan, dan kepribadian peserta didik. Ifthar jamaAoI Kegiatan buka bersama di SDIT Harapan Ummah diadakan setiap bulan Ramadhan yang bertujuan menjalin silaturahmi antar guru dan peserta didik. Tahsin Pengertian tahsin adalah membaguskan, hal ini merujuk pada kualitas bacaan Al QurAoan Suatu kegiatan belajar yang bertujuan untuk memperbaiki cara membaca Al QurAoan dengan baik dan benar sesuai dengan tajwid dan makhrojnya. Di SDIT Harapan Ummah, tahsin terintegrasi di dalam pembelajaran dan masuk ke dalam jam pelajaran. Tahfizh Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Tujuan pembelajaran tahfidz di sekolah adalah untuk menyiapkan peserta didik yang mampu membaca, menghafal, mempelajari, mengamalkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam Al QurAoan. Pendidikan tahfidz berfungsi sebagai pengenalan, pembiasaan, dan penanaman nilai-nilai karakter mulia kepada peserta didik dalam rangka membangun manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Di SDIT Harapan Ummah, tahfidz terintegrasi di dalam pembelajaran dan masuk ke dalam jam pelajaran. Sholat berjamaah Adanya pembiasaan sholat berjamaah pada waktu sholat dzuhur dan asar di SDIT Harapan Ummah. Pembiasaan ini bertujuan menciptakan budaya religius disekolah. Pembiasaan ini ditekankan kepada peserta didik sehingga tidak mudah mengabaikan shalat. Selain shalat berjamaah, pembiasaan dzikir dan doa juga dipraktekkan. Hal tersebut dilakukan ketika memasuki waktu shalat. Pembiasaan shalat berjamaah dilakukan agar peserta didik terbiasa dan terlatih dengan ibadah praktek, melatih kedisiplinan akan beribadah, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual peserta didik. Fun Camp Kegiatan Fun camp di SDIT Harapan Ummah dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik dalam kemandirian, keberanian, tanggung jawab dan kemampuan berinteraksi serta bersosialisasi dengan teman. Tujuan kegiatan yaitu. sebagai tolak ukur dalam melatih kemandirian, keberanian, dan bertanggung jawab yang peserta didik miliki, untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam melakukan kegiatan diluar kelas dan alam terbuka, membentuk pribadi berakhlakul Indikator luaran dari kegiatan fun camp adalah terbangunnya motivasi dan kepercayaan diri peserta didik serta memperkuat rukhiyah, keimanan, ketaqwaan, dan terjalinnya kedekatan emosional antar peserta didik dan lingkungan sekitar. PHBI untuk penerapan untuk keislaman Tujuan pelaksanaan kegiatan PHBI . eringatan hari besar Isla. di SDIT Harapan Ummah, yaitu: meningkatkan rasa peduli terhadap ajaran agama khususnya agama Islam, membangun karakter Islami yang sesuai dengan Al QurAoan dan Hadits, membesarkan harihari besar Islam sebagai bentuk kecintaan kepada ajaran agama, sebagai jalinan silaturahmi dengan peserta didik dalam menjaga nilai-nilai agama Islam, meningkatkan ketaqwaan dan memperkokoh ukhuwah islamiyah. PHBN untuk wawasan bernegara. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Tujuan dari pelaksanaan PHBN . eringatan hari besar Nasiona. di SDIT Harapan Ummah, yaitu untuk meningkatkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air kepada peserta Kepanduan Pramuka Ekstrakurikuler pramuka di SDIT Harapan Ummah bertujuan untuk membentuk karakter/kepribadian yang beriman, bertaqwa, berkakhlak mulia, berjiwa patriotic, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun NKRI, mengamalkan pancasila, serta melestarikan lingkungan. Market Day Kegiatan market day dimaksudkkan sebagai upaya menumbuhkan bakat peserta didik dalam bidang kewirausahaan khususnya dilingkungan sekolah. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik di SDIT Harapan Ummah, 3 kali dalam seminggu, yaitu di hari selasa, rabu, dan jumAoat setiap kelas bergantian dalam menjual dagangan mereka. Peserta didik lain yang menjadi pembeli dagangan teman-teman mereka. Pembelajaran Qurban Tujuan penyelenggaraan pembelajaran hewan Qurban dimaksudkan untuk menumbuhkan sikap kepedulian dan rela berkorban peserta didik, serta meningkatkan karakter dan wawasan keislaman di sekolah Jurnal atau Literasi Gerakan literasi di sekolah adalah upaya menumbuhkan budaya baca dan menulis kepada peserta didik, hal tersebut dilakukan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca mereka. Ekstrakurikuler Kegiatan ekstrakurikuler di SDIT Harapan Ummah bertujuan untuk mendapatkan tambahan pengetahuan, keterampilan dan wawasan serta membantu membentuk karakter peserta didik sesuai degan minat dan bakat mereka. Berdasarkan nilai-nilai terimplementasi dari program bina pribadi Islam di SDIT Harapan Ummah Karawang, dimana kegiatan bina pribadi Islam merupakan ruh dalam seluruh kegiatan sekolah. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Simpulan Kegiatan bina pribadi Islam memiliki jadwal pada jam sekolah, setiap hari JumAoat yang dilaksanakan di dalam kelas ataupun diluar kelas. Ada kegiatan utama dan kegiatan penunjang. Pada kegiatan utama peserta didik dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yaitu 5-12 orang peserta Pelaksanaan kegiatan dipisah antara Ikhwan dan akhwat, disesuaikan kembali dengan materi yang diajarkan. Selain kegiatan utama, ada juga kegiatan penunjang. Kegiatan penunjang yang dimaksud adalah kegiatan keagamaan lain yang dapat membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan pembiasaan dan pembinaan yang harus diajarkan kepada peserta didik di luar jam pelajaran, seperti: Mabit. Ifthar jamaAoI. Tahsin. Tahfizh. Salat berjamaah. PHBI untuk penerapan untuk keislaman. PHBN untuk wawasan bernegara. Kepanduan pramuka. Market day. Pembelajaran qurban. Ekstrakurikuler. Jurnal dan literasi. Diusahakan semua kegiatan yang ada di unit dapat menunjang pelaksanaan program bina pribadi Islam. Terdapat beberapa faktor yang pendukung dan penghambat dalam implementasi program bina pribadi Islam, diantaranya: Faktor pendukung: Kompetensi guru. Keaktifan peserta didik. Kurikulum sekolah. Sarana dan prasarana. Dukungan Orang tua. Faktor penghambat: Kehadiran guru. Waktu pembelajaran Hasil implementasi program bina pribadi Islam dalam kegiatan utama memberikan peserta didik wawasan akan pemahaman materi-materi pembentukan karakter yang di berikan. Sedangkan hasil implementasi program bina pribadi Islam di SDIT Harapan Ummah Karawang pada kegiatan penunjang dalam membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan pembiasaan dan pembinaan yang harus diajarkan kepada peserta didik di luar jam pelajaran, diantaranya sebagai berikut:, seperti: Mabit. Ifthar jamaAoI. Tahsin. Tahfizh. Salat berjamaah. PHBI untuk penerapan untuk keislaman. PHBN untuk wawasan bernegara. Kepanduan pramuka. Pembelajaran qurban. Market day. Ekstrakurikuler. Jurnal dan literasi. Berdasarkan kegiatan penunjang diatas, terdapat nilai-nilai karakter yang terimplementasi dari program bina pribadi Islam di SDIT Harapan Ummah Karawang, dimana kegiatan bina pribadi Islam merupakan ruh dalam seluruh kegiatan sekolah. Daftar Pustaka