Strategi Pelayanan Prima Pada Program "Motor Pintar" Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo Muhammad Rafli Aditya . Ananta Pratama . Program Studi Administrasi Publik. Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur . Program Studi Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Pembangunan Nasional AyVeteranAy Jawa Timur Email: . adityarafli685@gmail. ARTICLE HISTORY Received . Mei 2. Revised . Juni 2. Accepted . Juni 2. KEYWORDS Smart Motorcycles. Excellent Service. Mobile Library. Community Literacy. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Program motor pintar merupakan inovasi layanan perpustakaan keliling yang diluncurkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo untuk meningkatkan akses literasi masyarakat, khususnya di daerah terpencil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerapan pelayanan prima dalam program tersebut, yang meliputi pemahaman kebutuhan masyarakat, penyediaan koleksi buku yang relevan, dan peningkatan kualitas layanan petugas. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap layanan perpustakaan, meskipun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan koleksi, fasilitas, tenaga kerja, dan waktu layanan yang kurang fleksibel. Rekomendasi yang diberikan mencakup penambahan koleksi buku, peningkatan sarana dan prasarana, serta penyesuaian waktu operasional layanan. Dengan perbaikan tersebut, program ini berpotensi besar dalam meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat secara berkelanjutan. ABSTRACT The smart motorcycle program is an innovation in mobile library services launched by the Sidoarjo Regency Library and Archives Office to increase people's access to literacy, especially in remote areas. This study aims to analyze the strategy of implementing excellent service in the program, which includes understanding the needs of the community, providing relevant book collections, and improving the quality of officer The research uses a qualitative descriptive method with data collected through interviews and literature studies. The results of the study show that this program has succeeded in increasing public participation in library services, although it still faces obstacles such as limited collections, facilities, labor, and inflexible service hours. The recommendations given include adding book collections, improving facilities and infrastructure, and adjusting service operating hours. With these improvements. This program has great potential in increasing people's interest in reading and literacy in a sustainable manner. PENDAHULUAN Pelajar di sekolah tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga dapat belajar dari sumber lain, seperti Buku adalah sumber ilmu dan jendela dunia. Pengalaman (Ayu, 2. Dalam Kamus Pustaka Harrod, buku didefinisikan sebagai kumpulan kertas yang menyajikan naskah baik tercetak maupun ditulis tangan yang terikat satu sama lain dalam satu sampul dan berjilid. Buku saat ini mengandung informasi dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, kemampuan membaca sangat penting bagi siswa karena sebagian besar pengetahuan dapat ditemukan dalam buku (Sutanti et al. , 2. Karena membaca dan menulis merupakan pilar pembelajaran di sekolah, siswa harus dilatih dalam menulis juga (Muhammad Iqbal Ansari et al. , 2. Perpustakaan melakukan fungsi pendidikan dengan menggunakannya sebagai alat dan metode untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang ilmu pengetahuan. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan menjelaskan bahwa perpustakaan merupakan kumpulan karya tulis, cetak, dan rekaman yang disusun dalam suatu sistem khusus dan baku untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para penggunanya. Ditetapkan bahwa perpustakaan adalah lembaga yang mengelola koleksi. (PP NO. 14, 1. Pelayanan prima merupakan suatu konsep yang sangat penting dalam dunia pelayanan publik, termasuk dalam konteks perpustakaan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusi. Kabupaten Sidoarjo telah meluncurkan program baru yaitu AuMotor PintarAy atau biasa disebut AuTorpinAy sebagai inovasi untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi dan literasi (Hidayah & Zumrotun, 2. Program ini bertujuan untuk menjangkau daerah-daerah yang kurang terlayani oleh fasilitas Jurnal Professional. Vol. 12 No. 1 Juni 2025 page: 485 Ae 492 | 485 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X perpustakaan tetap, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses buku dan sumber informasi lainnya(Andry et al. , 2. Namun untuk mencapai tujuan tersebut penerapan strategi pelayanan prima menjadi kunci utama dalam keberhasilan program tersebut (Mufidah, 2. Strategi pelayanan prima dalam program AuMotor PintarAy harus berfokus pada pemahaman kebutuhan pengguna, responsivitas, dan kualitas interaksi antara petugas perpustakaan dengan Pelayanan yang baik tidak hanya bergantung pada ketersediaan sunber daya, tetapi juga pada sikap dan kemampuan petugas dalam memberikan layanan yang memuaskan (Hani, 2. Hal tersebut sejalan dengan fungsi perpustakaan sebagai tempat belajar, belajar meliputi: menyediakan bahan pustaka yang menarik dan memenuhi kebutuhan pembaca, meningkatkan pelayanan perpustakaan agar menjadi tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi (Febriansyah & Manggalou. Oleh karena itu, pelatihan dan pengembangan kompetensi petugas perpustakaan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan bahwa mereka dapat memenuhi ekspeltasi pengguna. Dalam konteks ini tidak luput dari sebuah kendala, namun hal tersebut tidak membuat penyelenggara program AuMotor PintarAy terhenti semangatnya justru malah memacu ide kreativitas mereka (Widyaningrum et al. Di antara kendala tersebut adalah keterbatasan koleksi yang tersedia, yang masih kurang untk memenuhi kebutuhan penggunanya. Ada juga keterbatasan waktu karena lokasi perpustakaan jauh dari satu lokasi ke lokasi lain (Novelya & Erlianti, 2. Kendala berikutnya merupakan keadaan tempat yang beragam terutama berlaku di lokasi yang jauh dari lokasi Perpustakaan umum yang menetap (Andry et al. , 2. Masalah tenaga kerja perpustakaan terkait dengan kemampuan untuk melayani pemustaka dan jumlah tenaga kerja yang terbatas (Larasati & Nahak, 2. Pengalaman mengelola perpustakaan keliling dalam program baru AuMotor PintarAy cukup sulit, tetapi sangat mulia karena dapat mengubah cara orang berfikir jika dilakukan dengan benar. Sayang sekali, sarana dan prasarana yang memadai sering kali tidak mendukung harapan Dari perpektif pengembangan koleksi penambahan koleksi setiap tahun sepertinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pemustka yang semakin meningkat (Febriansyah & Manggalou, 2. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerapan pelayanan prima pada program AuMotor PintarAy di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas layanan perpustakaan di daerah tersebut serta meningkatkan kepuasan masyarakt sebagai penguna layanan. LANDASAN TEORI Urgensi Pelayanan Prima Untuk memberikan pelayanan terbaik secara internal dan eksternal, pemilik organisasi harus melakukan pelayanan prima dalam lingkup internal, yang berarti memberikan fasilitas terbaik dan menciptakan lingkungan kerja yang positif untuk pengembangan pengetahuan kerja dari tingkat terendah hingga tingkat atas (Santi et al. , 2. Pelayanan prima dalam lingkup internal juga harus terus dibudidayakan agar menjadi dasar untuk melakukan pelayanan prima secara eksternal ke pelanggan. Urgensi pelayanan prima secara eksternal ketika perusahaan memberikan pelayanan prima kepada pelanggan eksternal, diharapkan ada peningkatan loyalitas pelanggan eksternal terhadap perusahaan, sehingga dari waktu ke waktu perusahaan akan mampu memelihara dan meningkatkan penjualan barang atau jasa, dan sekaligus dapat meraih keuntungan sebagaimana yang diharapkan. Pelayanan prima mengandung tiga hal pokok yaitu adanya pendekatan sikap yang berkaitan dengan kepedulian kepada pelanggan, upaya melayani dengan tindakan yang terbaik dan tujuan untuk memuaskan pelanggan dengan berorientasi pada standar layanan tertentu Strategi Pelayanan Prima Untuk memberikan layanan yang optimal kepada pelanggan, strategi harus diterapkan untuk pelayanan prima, atau service excellence. Menurut Barata . , strategi pelayanan prima dapat diuraikan dengan konsep s-e-r-v-i-c-e berikut: S (Self Awarenes. Aspek self awareness bisa diterapkan sepanjang penyampaian dan pelaksanaan layanan untuk memastikan bahwa seseorang sepenuhnya menyadari dan memahami dengan benar tempat mereka dalam penyampaian layanan. 486 | Muhammad Rafli Aditya. Ananta Pratama . Strategi Pelayanan Prima Pada Program . E (Enthusias. Aspek enthusiasm bisa dipahami sebagai suatu strategi yang dilaksanakan dengan penuh semangat dan antusias dalam penyampaian pelayanan. R (Refor. Aspek reform ini didorong oleh keinginan untuk terus meningkatkan dan mengevaluasi layanan kami. V (Valu. Ketika mengimplementasikan aspek value, layanan disampaikan dan diimplementasikan dengan sasaran nilai tambah yang ditetapkan yang mempunyai standar tertinggi. I (Impressiv. Aspek impressive adalah strategi menampilkan penampilan yang menarik, yang dapat memberikan kesan baik kepada pelanggan. C (Car. Aspek care merupakan aspek utama dari strategi pelayanan prima yang berfungsi untuk menunjukan kepedulian kepada pelanggan ketika memerlukan bantuan. E (Evaluatio. Aspek evaluasi terdiri dari penilaian keunggulan yang dilakukan secara dekade tertentu, dengan tujuan menganalisis dan menerapkan pada periode berikutnya. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana metode ini bertujan untuk mengetahui secara mendalam tentang sesuatu yang sedang diteliti. Menurut (Sugiono, 2. menyatakan bahwa metode penelitian kualitatif didasarkan pada filsafat postpositivisme dan menyatakan bahwa metode ini digunakan oleh peneliti untuk mengeksplorasi keadaan alami subjek sebagai cara utama pengumpulan data. Data diperoleh dari hasil wawancara terhadap petugas yang menjalankan program motor pintar, studi pustaka yang mencakup literatur dan referensi yang digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini berfokus pada strategi pelayanan prima yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo dalam program motor pintar. Lokasi penelitian adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo yang berlokasi di JI. Jaksa Agung Suprapto No. Rw 1. Sidokumpul. Kecamatan Sidoarjo. Kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah analisis Trend. Metode ini menderet data secara tahunan kemudian memproyeksikan kecenderungannya di masa yang akan HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi pelayanan prima dalam program motor pintar yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo untuk mengembagkan minat baca anak-anak menurut (Batara, 2. dimana strategi tersebut dijabarkan melalui konsep s-e-r-v-i-c-e sebagai berikut: S (Self Awarenes. Sebagai bahan penunjang pelayanan prima pada program motot pintar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo telah menanamkan self awareness dimana melayani pengunjung atau masyarakat merupakan tugas yang harus dilaksanakan dengan maksimal yang berdasar dengan SOP yang berlaku. Pegawai Disperpusip Kabupaten Sidoarjo cara yang dilakukan agar pelayanannya berjalan dengan maksimal selalu bersikap ramah, selain itu pegawai selalu berinteraksi dengan pengunjung yang menjadi aspek utama pada pelayanan prima. E (Enthusias. Mengingat pentingnya memberikan pelayanan yang bermutu kepada para pengunjung program motor pintar maka diperlukan sumber daya manusia yang memiliki antusias tinggi untuk melancarkan program tersebut. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo dalam menarik antusias masyarakat sudah menyiapkan beberapa cara seperti salah satunya menyediakan buku-buku yang membuat mereka tertarik untuk mengunjungi lokasi program motor pintar dan berkenan untuk Petugas juga diberikan penjelasan terkait rute yang akan dikunjungi pada program motor Jurnal Professional. Vol. 12 No. 1 Juni 2025 page: 485 Ae 492 | 487 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X pintar, dimana hal tersebut membuat petugas merasa antusias karena dapat terjun langsung kepada masyarakat sekitar. R (Refor. Aspek ini memainkan peran yang cukup penting dalam penyediaan layanan program motor pintar karena berhubungan dengan sarana kendaraan yang digunakan dan pastinya memerlukan perbaikan berkelanjutan (Harahap et al. , 2. Hal ini mendukung keberhasilan dan kelancaran penyampaian layanan kepada masyarakat. Selain itu, terus meningkatkan penilaian yang teratur guna sebagai bahan evaluasi Dinas Perpustakaan untuk terus selalu meningkatkan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat terutama dalam hal pelayanan. V (Valu. Program motor pintar merupakan program baru yang dikeluarkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo pada awal tahun 2019 dengan tujuan untuk menarik perhatian masyarakat khususnya di Kabupaten Sidoarjo. Perpustakaan juga sebagai lembaga pendidikan informal yang berfungsi sebagai garda terdepan untuk mencerdaskan anak bangsa. Program motor pintar dikeluarkan menjadi nilai tambah terhadap Dinas Perpustakaan Kabupaten Sidoarjo karena pada era 5. 0 yang semua sudah menggunakan gadjed untuk beraktivitas. Dinas Perpustakaan ini masih menerapkan baca buku sebagai jendela dunia yang dikemas menjadi menarik (Majid et al. , 2. I (Impressiv. Program motor pintar adalah program terbaru di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo. Program tersebut didesain sangat menarik yang bahkan membuat anak-anak dan bahkan orang dewasa menjadi tertarik untuk membaca buku. Impressive menjadi aspek penting dalam strategi pelayanan prima yang berupaya untuk menarik perhatian masyarakat dan agar dapat memberikan kesan yang baik kepada setiap pengunjung. Hal ini karena motivasi diri memugkinkan untuk memberikan layanan yang mengesankan kepada pengguna layanan kami dan memungkinkan untuk terus berupaya meningkatkan layanan. C (Car. Untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat terutama dalam memberikan layanan pada program motor pintar petugas harus menunjukan sikap penuh perhatian. Sikap tersebut sangat penting karena ketika petugas peduli terhadap masyarakat nilai dan kesan baik akan tercipta. Sebagai petugas yang menjalankan motor pintar harus menyapa pengunjung dengan senyuman dan menanyakan mereka apakah membutuhkan bantuan pada saat pencarian buku yang diinginkan, hal tersebut perlu dilakukan karena hanya petugas yang mengetahui lokasi sesuai tema buku yang ada. E (Evaluatio. Aspek evaluasi ini sebagai tolak ukur keberhasilan dan kelancaran program motor pintar. Evaluasi penting dilakukan setiap 1 sampai 3 bulan sekali untuk mengetahui keberhasilan dan kekurangan yang telah dilakukan selama waktu tersebut. Evaluasi ini akan membantu melakukan perbaikan program ke depannya, pengingat permasalahan yang ditemui pada jam operasional serta standar operasional prosedur yang berlaku dalam pelaksanaan program motor pintar. Selain strategi pelayanan prima yang dikemukaan oleh Batara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo juga memiliki strateginya sendiri diantaranya: Menambah Jumlah Kunjungan dan Lokasi Layanan Salah satu strategi yang diterapkan untuk meningkatkan minat baca masyarakat adalah dengan menyediakan layanan perpustakaan keliling. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo telah mengekuarkan program baru untuk memenuhi kebutuhan membaca melalui program yang bernama motor pintar (Titahena et al. , 2. Program motor pintar dilakukan dengan bantuan sarana motor yang di desain untuk mengangkut buku-buku yang nantinya akan disebar diseluruh Kabupaten Sidoarjo. 488 | Muhammad Rafli Aditya. Ananta Pratama . Strategi Pelayanan Prima Pada Program . Gambar 1 Motor Pintar Sumber: Dokumentasi Pribadi Motor pintar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo sebagai bentuk strategi pelayanan prima telah membuat jadwal pendistribusian motor pintar ke seluruh kelurahan atau desa di Kabupaten Sidoarjo. Penyebaran motor pintar ada jadwal tersendiri guna memudahkan petugas dalam mengatur titik pelayanannya. Program motor pintar pintar memiliki target dalam setahun terdapat 322 desa yang harus diberikan pelayanan yang terdiri dari 18 Kecamatan yaitu: Kec. Balongbendo. Buduran. Candi. Gedangan. Jabon. Krembung. Krian. Prambon. Porong. Sedati. Sidoarjo. Sukodono. Taman. Tanggulangin. Tarik. Tulangan. Waru, dan Wonoayu. Dari banyaknya lokasi yang menjadi tempat pelayanan motor pintar diharapkan: 1. Menyediakan lebih banyak informasi dan bahan bacaan bagi masyarakat di daerah yang jauh dari perpustakaan Membantu perpustakaan umum dalam mengembangkan kesempatan belajar informal kepada Untuk meningkatkan minat baca dan menumbuhkan kecintaan terhadap buku dikalangan masyarakat luas, sehingga memberikan kontribusi kesejahteraan umum. Bekerja sama dengan lembaga sosial lain untuk meningkatkan kemampuan intelektual dan budaya masyarakat setempat (Kumara Dewi et al. , 2. Tujuan dari program motor pintar adalah untuk mendekatkan layanan perpustakaan dengan masyarakat setempat. Motor pintar menyediakan layanan perpustakaan keliling yang dilakukan menggunakan motor yang sudah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan yang nantinya akan berkunjung di desa-desa khususnya yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Buku-buku yang dibawa juga beragam, menyesuaikan dengan apa yang menjadi daya tarik masyarakat seperti novel, komik, dan lain Partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam upaya mendukung inisiatif program motor pintar dan tanpa minat baca yang kuat program tersebut nantinya bakal kurang berjalan dengan Pelaksanaan program motor pintar dilakukan hari senin sampai dengan hari kamis saja, dimana hal tersebut kurang fleksibel dilakukan. Waktu pelaksanaan kunjungan harus lebih menyesuaikan kembali dengan kebutuhan masyarakat seperti waktu sore hari ataupun waktu akhir pekan. Masyarakat pada waktu akhir pekan nantinya bakal lebih mengisi waktunya dengan lebih menyantai sambil membaca buku begitu juga dengan anak-anak. Berikut ini adalah dokumentasi saat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo melakukan kunjungan motor pintar di desa-desa. Gambar 2 Kunjungan Motor Pintar Sumber: Dokumentasi Petugas Dua gambar di atas merupakan salah satu dokumentasi kunjungan program motor pintar yang dilakukan Disperpusip Kabupaten Sidoarjo. Motor pintar yang dilakukan di desa-desa yang nantinya di Jurnal Professional. Vol. 12 No. 1 Juni 2025 page: 485 Ae 492 | 489 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X koordinasikan oleh perangkat desa setempat biasanya dipindah ke TK atau SD di desa tersebut seperti gambar di atas. Meningkatkan Kepedulian terhadap Program Motor Pintar Kebijakan yang mengatur pelayanan prima dibuat untuk meningkatkan perhatian terhadap aktivitas perpustakaan keliling. Kebijakan perpustakaan umum diberikan kepada petugas lapangan yang mengunjungi setiap daerah. Kebijakan lain tentang anggaran tahunan juga diberikan. Perpustakaan umum juga menyediakan anggaran khusus untuk kendaraan program motor pintar yang dapat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo berusaha untuk memperbaiki kelengkapan fasilitas yang belum memadai. Diharapkan upaya ini dapat meningkatkan jumlah pemustaka yang menggunakan layanan membaca di tempat. Selain itu, diharapkan bahwa peserta didik akan lebih tertarik untuk membaca buku saat berada di lokasi yang dikunjungi. Banyak upaya telah dilakukan, tetapi masih ada beberapa hambatan. Keterbatasan kendaran motor pintar yang dimiliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo dan kebutuhan masyarakat untuk meminta dikunjungi berulang adalah kendala yang menghalangi program motor pintar. Karena kendala yang ada di lapangan, program motor pintar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo belum berhasil meningkatkan minat baca. Kesusahan ini terutama terkait dengan pos pelayanan yang jauh dan sarana dan prasarana yang kurang. Selain itu, kebutuhan pemustaka tidak dipenuhi oleh ketersediaan koleksi modern dan berkualitas tinggi yang terbatas dan waktu layanan yang singkat dengan hanya satu shift pelayanan dengan tiga pustakawan untuk tiga lokasi yang berbeda-beda (Irfandi et al. , 2. Tidak ada metode atau perbandingan yang dapat digunakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo untuk menghitung berapa banyak buku yang dipilih berdasarkan subjek atau kelas tertentu dalam proses pemilihan koleksi. Pemilihan buku untuk koleksi program motor pintar didasarkan pada jenis layanan dan kebutuhan lapangan. Buku yang dibawa juga harus dalam kondisi baik dan jika memungkinkan menjadi buku koleksi baru. Program motor pintar untuk pelajar memiliki koleksi buku cerita dan buku penunjang lainnya. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Program motor pintar yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo merupakan upaya strategis untuk meningkatkan akses literasi masyarakat, terutama di daerah Dengan menyediakan layanan perpustakaan keliling yang menjangkau seluruh kecamatan, program ini berfokus pada penerapan pelayanan prima melalui pemahaman kebutuhan masyarakat, penyediaan koleksi buku yang relevan, dan peningkatan kualitas layanan petugas. Namun, pelaksanaan program ini menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan koleksi, fasilitas, dan tenaga kerja, serta waktu operasional yang belum fleksibel. Untuk mengatasi hambatan tersebut, diperlukan penambahan koleksi buku yang bervariasi, peningkatan sarana dan prasarana, serta penyesuaian jadwal layanan agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan yang optimal, program ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat secara signifikan. Saran Dari kesimpulan diatas ada beberapa saran yang diperlukan untuk mengoptimalkan program motor pintar diantaranya: Penambahan Koleksi Buku: Menambah koleksi buku dengan variasi yang relevan, termasuk bukubuku modern dan sesuai dengan minat masyarakat, seperti komik atau novel. Peningkatan Fasilitas dan Prasarana: Menyediakan kendaraan tambahan dan peralatan pendukung yang lebih memadai agar pelayanan dapat menjangkau lebih banyak lokasi secara efisien. Penyesuaian Waktu Operasional: Mengatur jadwal layanan yang lebih fleksibel, seperti di sore hari atau akhir pekan, agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pelatihan Petugas: Mengadakan pelatihan berkelanjutan bagi petugas agar dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal dan responsif. Kolaborasi dengan Lembaga Lain: Bekerja sama dengan sekolah, komunitas, atau lembaga lokal untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program ini. 490 | Muhammad Rafli Aditya. Ananta Pratama . Strategi Pelayanan Prima Pada Program . DAFTAR PUSTAKA