Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 Self Talk dan Guided Imagery dalam Penanganan Stress Pasca Trauma Kekerasan Dalam Rumah Tangga Afida Nur Aini1*. Sismeri Dona2. Dede Mahdiyah3 Program Studi Sarjana Kebidanan. Fakultas Kesehatan. Universitas Sari Mulia Program Studi Sarjana Farmasi. Fakultas Kesehatan. Universitas Sari Mulia Open Access Freely Available Online Dikirim: 14 April 2023 Direvisi: 22 April 2023 Diterima: 30 April 2023 *Penulis Korespondensi: E-mail: afida09azaz09@gmail. ABSTRAK Pendahuluan: Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang mengakibatkan timbulnya kesengsaraan ataupun penderitaan fisik, seksual, psikologis, serta penelantaran rumah tangga baik berupa ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan yang melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. KDRT mengakibatkan terjadinya stres pasca trauma. Self Talk dan Guided Imagery dapat memberikan pengaruh terhadap penurunan Stres Pasca Trauma Korban KDRT. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh self talk dan guided imagery terhadap penanganan stres pasca trauma kekerasan dalam rumah Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental post test with control group. Sampel adalah perempuan korban KDRT di UPTD PPA pada tahun 2021 - 2022 berjumlah 10 orang, diambil dengan teknik non probability sampling dengan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji independent sample TTest. Hasil: Hasil dari penelitian ini sebagian besar responden berusia dewasa . %), pendidikan terakhir sebagian besar SMA . %), dan semua mendapatkan dukungan keluarga . %). Self Talk dan Guided Imagery memberikan pengaruh terhadap penurunan gejala stres pasca trauma KDRT dengan nilai p-value . ,000 < 0,. Simpulan: Simpulan penelitian ini ada pengaruh self talk dan guided imagery terhadap penurunan stres pasca trauma kekerasan dalam rumah tangga di UPTD PPA. Kedua terapi sama-sama berpengaruh menurunkan gejala stres pasca trauma, tetapi untuk kelompok intervensi yang diberikan terapi self talk dan guided imagery terjadi penurunan gejala stres pasca trauma yang signifikan. Kata kunci: KDRT. Self Talk. Guided Imagery. Stres Pasca Trauma ABSTRACT Background: Domestic violence is an act against someone, especially a woman, which results in physical, sexual, psychological misery or suffering, as well as neglect of the household in the form of threats to commit acts, coercion or deprivation of liberty that are against the law within the household sphere. Domestic violence causes post-traumatic stress. Self Talk and Guided Imagery can have an impact on reducing Post Traumatic Stress for Victims of Domestic Violence. Purposes: The purpose of this study was to determine the effect of self talk and guided imagery on post-traumatic stress management of domestic Method: This study used a quantitative method with a quasi-experimental post-test design with a control group. The sample is 10 female victims of domestic violence at the UPTD PPA in 2021 - 2022, taken using a non-probability sampling technique with purposive sampling. Retrieval of data using a questionnaire. Data were analyzed using the independent sample T-Test. Result: The results of this study were that most of the respondents were adults . %), most of them had senior high school education . %), and all received family support . %). Self Talk and Guided Imagery have an effect on reducing symptoms of post-traumatic domestic violence stress with a p-value . 000 <0. Conclusion: The conclusion of this study is that there is an effect of self-talk and guided imagery on reducing post-traumatic stress of domestic violence at the UPTD PPA. Both therapies had the same effect on reducing post-traumatic stress symptoms, but for the intervention Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 group that was given self-talk therapy and guided imagery there was a significant decrease in post-traumatic stress symptoms. Keywords: Domestic violence, post-traumatic domestic violence stress, self-talk and guided imagery PENDAHULUAN Kekerasan yang dialami oleh istri dapat menyebabkan munculnya gejala gangguan stres pascatrauma (Kartikasari & Nashori, 2. Bentuk kekerasan fisik yang dilakukan oleh pasangan . berisiko mengakibatkan efek psikologis bagi korban . stri/perempua. , diantaranya, mengalami peningkatan depresi, rendah diri, dan tekanan psikologis (Budi NU & Rahmat, 2. Kekerasan dalam rumah tangga termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan dalam bentuk Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga (Suherni, 2. Sebagian besar perempuan sering bereaksi pasif dan apatis terhadap tindak kekerasan yang dihadapi. Ini memantapkan kondisi tersembunyi terjadinya tindak kekerasan pada istri yang diperbuat oleh suami. Kenyataan ini menyebabkan minimnya respon masyarakat terhadap tindakan yang dilakukan suami dalam ikatan pernikahan (Ramadhani & Nelly, 2. Komnas Perempuan . menyebutkan ada 911 kasus kekerasan terhadap perempuan (KtP) di Indonesia pada tahun 2020. Berdasarkan 8. layanan/formulir pendataan Komnas Perempuan, jenis kekerasan terhadap perempuan yang paling banyak terjadi adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan hubungan personal yaitu 79% . 480 kasu. berada di ranah privat. Di antaranya, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menduduki peringkat pertama dengan 3. %), diikuti kekerasan dalam pacaran dengan 1. %). Kekerasan terhadap perempuan menempati urutan ketiga dengan 954 kasus . %), selebihnya dilakukan oleh mantan suami, mantan pacar, dan pekerja rumah tangga. Kekerasan di ranah privat menunjukkan pola yang sama dengan tahun sebelumnya (Komnas Perempuan, 2. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DpA) Provinsi Kalimantan Selatan Adi Santosa mengatakan, selama pandemi Covid-19 jumlah KDRT di Indonesia meningkat (Amirullah, 2. Berdasarkan data dari Simfoni PPA menunjukan angka prevalensi KDRT di Kalimantan Selatan pada tahun 2020 kekerasan dalam rumah tangga adalah sebanyak 177 orang. Sedangkan pada tahun 2021 adalah sebanyak 275 orang dan di tahun 2022 bulan Januari-November sebanyak 376 kasus. Kasus KDRT di Kabupaten Hulu Sungai Utara juga meningkat dari tahun 2020 sebanyak 15 kasus, sedangkan di tahun 2021 sebanyak 23 kasus dan di tahun 2022 dari bulan Januari-November sebanyak 30 kasus. Relaksasi psikologis yang bertujuan untuk mengurangi kecemasan, ketegangan, serta stres bagi seseorang dengan cara meregangkan seluruh tubuh sehingga akan tercapai kondisi mental yang sehat. Ada berbagai jenis relaksasi antara lain relaksasi yang menekankan pada kondisi mental/psikis dan juga relaksasi yang menekankan pada relaksasi fisik. Relaksasi yang menekankan pada relaksasi fisik antara lain latihan pernafasan,relaksasi otot progresif, dan yoga, sedangkan relaksasi yang menekankan pada kondisi mental atau psikis diantaranya relaxating self talk, meditasi, autogenic suggestion, dan guided imagery therapy (Pratama et , 2. Self talk merupakan terapi kognitif yang dilakukan dengan cara mengubah pikiran-pikiran irasional yang menyebabkan kecemasan, kesedihan, dan stres. Pendekatan ini dilakukan dengan mengubah pernyataan diri yang negatif menjadi lebih positif dan terarah (Bashir & Goswami, 2. Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 Terapi guided imagery merupakan suatu metode relaksasi dengan cara mengimajinasikan atau membayangkan tempat dan kejadian yang menyenangkan dimana akan memberikan efek relaksasi untuk mengurangi stres pasca trauma. HASIL Karakteristik Responden Tabel 1 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Karakteristik Responden Kelompok Kelompok Eksperimen Kontrol (Self Talk dan Karakteristik (Self Tal. Guided Responden Imager. Umur Remaja . -25 Dewasa . -45 Pendidikan Terakhir SMP SMA Perguruan Tinggi Pekerjaan PNS Pegawai Swasta Pedagang Honorer Aparat Desa Dukungan Keluarga Mendukung Tidak Total METODE Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Quasi Eksperimenal dengan rancangan Post Test With Control Group. Penelitian ini dilakukan di UPTD PPA. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah semua perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga yang melapor ke UPTD PPA dari tahun 2021 sampai tahun 2022 dengan total korban 53 orang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 10 orang respponden, pengambilan sampel ini sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan oleh peneliti. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner dalam mengukur stres pasca trauma dengan menggunakan instrument PCL Ae 5 DSM V yang terdiri dari 20 item pertanyaan dengan jawaban skor 0= Tidak Sama Sekali, skor 1= Sedikit, skor 2= Sedang,skor 3= Sering, skor 4= Sangat Sering. Dengan jumlah skor 0 Ae 80, apabila jumlah skor 0 30 dinyatakan tidak ada gejala stres pasca trauma, dan jika jumlah skor 31 - 80 maka dinyatakan mengalami gejala stres pasca trauma dimana semakin tinggi skor maka semakin berat gejalanya. Peneliti tidak melakukan uji validitas dan reliabilitas karena instrument yang digunakan sudah valid dan relaibel. Berdasarkan tabel 1 diketahui pada kelompok kontrol . elf tal. bahwa usia responden yang paling banyak pada usia dewasa . -45 tahu. sebanyak 3 orang . %), berdasarkan pendidikan terakhir yang paling banyak tingkat SMA sebanyak 3 orang . %), berdasarkan pekerjaan yang paling banyak berdagang sebanyak 2 orang . %) dan semua responden didukung oleh keluarganya . %). Kemudian pada kelompok eksperimen . elf talk dan guided imager. pada usia yang paling banyak berusia dewasa . -45 tahu. sebanyak 3 orang . %), berdasarkan jenis kelamin semuanya perempuan . %), berdasarkan pendidikan terakhir yang paling banyak lulusan Perguruan Tinggi sebanyak 3 orang . %), berdasarkan pekerjaan yang paling banyak pegawai swasta Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 sebanyak 2 orang . %) dan semua responden didukung oleh keluarganya . %). Post-test Tabel 3 Gambaran Post-Traumatic Stres Disorder (PTSD) setelah diberikan Intervensi Post-Traumatic Stres Disorder (PTSD) Tidak Mengala Variabl nMengala mi Stres mi Stres Pasca Pasca Trauma Trauma Kelomp 42,4 40- 2,3 Kontrol Kelomp 20,8 16- 4,5 5 100 0 Eksperi Screening Tabel 2 Gambaran Screening Post-Traumatic Stres Disorder (PTSD) Post-Traumatic Stres Disorder (PTSD) Tidak Mengala VariaMe nMengala mi Stres mi Stres Pasca Pasca Trauma Trauma Kelomp 64,6 59- 3,3 Kontrol Kelomp 68,2 65- 2,5 Eksperi Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa PostTraumatic Stres Disorder (PTSD) setelah diberikan self talk pada kelompok kontrol dengan nilai ratarata . 42,40, nilai minimun dan maximum 4046 dan nilai simpangan baku . tandard deviatio. 2,302, berdasarkan hasil posttest PTSD didapatkan data bahwa semua responden masih mengalami stres pasca trauma. Kemudian pada kelompok eksperimen yang diberikan self talk dan guided imagery didapatkan data dengan nilai rata-rata . 20,80, nilai minimun dan maximum 16-27 dan nilai simpangan baku . tandard deviatio. 4,550, berdasarkan hasil posttest PTSD didapatkan data bahwa semua responden tidak mengalami stres pasca trauma. Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa hasil screening Post-Traumatic Stres Disorder (PTSD) pada kelompok kontrol dengan nilai rata-rata . 64,60, nilai minimun dan maximum 59-67 dan nilai simpangan baku . tandard deviatio. 3,362, berdasarkan hasil dari screening PTSD didapatkan data bahwa semua responden mengalami stres pasca trauma. Kemudian pada kelompok eksperimen didapatkan data dengan nilai rata-rata . 68,20, nilai minimun dan maximum 65-71 dan nilai simpangan baku . tandard deviatio. 2,588, berdasarkan hasil dari screening PTSD juga didapatkan data bahwa semua responden mengalami stres pasca trauma. Uji Normalitas Variable Kelompok Kontrol Kelompok Eksperimen Tabel 4 Uji Normalitas 0,200 0,685 0,200 0,573 Keterangan Data berdistribusi Data berdistribusi Berdasarkan tabel 4 didapatkan hasil perhitungan menggunakan shapiro-wilk bahwa hasil posttest PTSD pada kelompok kontrol dengan nilai . -value = 0,685 > 0,. dan hasil posttest PTSD pada kelompok eksperimen dengan nilai . value = 0,573 > 0,. , yang artinya kedua data berdistribusi normal. Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 Tabel 7 Analisis Bivariat Pengaruh Self Talk dan Guided Imagery terhadap Penanganan Stres Pasca Trauma Kekerasan dalam Rumah Tangga Kelom 95% CI SD SE Lo Eksper an Screeni PTSD 400 62 03 226 574 530 00 Posttes t PTSD Uji Homogenitas Tabel 5 Uji Homogenitas Variable Levene PStatistic Value Posttest PTSD Kelompok Kontrol 0,067 Ae Kelompok Eksperimen Keterangan Distribusi Berdasarkan tabel 5 didapatkan hasil perhitungan levene statstic 4. 507 dan nilai . -value = 0,067 > 0,. , yang artinya distribusi data Hasil analisis data pada tabel 7 diketahui bahwa sebelum dan sesudah dilakukan teknik self talk dan guided imagery terhadap penanganan stres pasca trauma kekerasan dalam rumah tangga didapatkan nilai mean 47. 400, standard deviation 362, standard error 1. 503 dan nilai CI 95% lower 226, upper 51. Hasil uji statistik didapatkan nilai significancy 0,000 didapatkan nilai p-value . ,000 < 0,. yang artinya terdapat pengaruh self talk dan guided imagery terhadap penanganan stres pasca trauma kekerasan dalam rumah tangga di UPTD PPA Kabupaten Hulu Sungai Utara. Paires Sample T-Test Tabel 6 Analisis Bivariat Pengaruh Self Talk terhadap Penanganan Stres Pasca Trauma Kekerasan dalam Rumah Tangga Kelo 95% CI mpok Me SD SE Lo Kontr Screen PTSD 62 863 537 212 00 Postte PTSD Uji Independent Sample T-Test Tabel 8 Analisis Bivariat Efektivitas Self Talk dan Guided Imagery terhadap Penanganan Stres Pasca Trauma Kekerasan dalam Rumah Tangga Posttest MinPMean PTSD Max Value Kelompok 4042,40 2,302 1,030 Kontrol 0,000 Kelompok 1620,80 4,550 2,035 Eksperimen Hasil analisis data pada tabel 6 diketahui bahwa sebelum dan sesudah dilakukan teknik self talk terhadap penanganan stres pasca trauma kekerasan dalam rumah tangga didapatkan nilai 200, standard deviation 3. 494, standard 562 dan nilai CI 95% lower 17. 863, upper Hasil uji statistik didapatkan nilai significancy 0,000 didapatkan nilai p-value . ,000 < 0,. yang artinya terdapat pengaruh self talk terhadap penanganan stres pasca trauma kekerasan dalam rumah tangga di UPTD PPA Kabupaten Hulu Sungai Utara. Hasil analisis data pada tabel 8 menggunakan uji statistik independent sample t-test didapatkan nilai significancy 0,000, dapat diketahui bahwa pvalue 0,000 < 0,05, yang artinya ada perbedaan antara efektivitas self talk dan guided imagery terhadap penanganan stres pasca trauma kekerasan dalam rumah tangga di UPTD PPA Kabupaten Hulu Sungai Utara. PEMBAHASAN Gejala Stres Pasca Trauma Kekerasan dalam Rumah Tangga Sesudah Diberikan Teknik Self Talk dan Guided Imagery Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 Berdasarkan didapatkan bahwa gejala stres pasca trauma setelah diberikan self talk pada kelompok kontrol didapatkan data bahwa semua responden masih mengalami gejala stres pasca trauma dan pada kelompok eksperimen yang diberikan self talk dan guided imagery didapatkan data bahwa semua responden tidak mengalami gejala stres pasca Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data pada kelompok kontrol setelah diberikan teknik self talk terjadi penurunan gejala stres pasca trauma, namun dari hasil rekategori data bahwa pada kelompok kontrol masih mengalami gejala stres pasca trauma. Hal ini dibuktikan dengan masih banyak terdapat dari jawaban responden yang mengalami perubahan rangsangan atau kreatifitas . seperti sulit tidur atau tetap tertidur, sulit berkonsentrasi, kewaspadaan berlebihan, dan respons kaget yang berlebihan. emosi positif, sehingga emosinya tidak terganggu karena dipengaruhi oleh pikiran yang irasional. Berdasarkan menyimpulkan bahwa self talk dapat diterapkan guna menurunkan tingkat stres pasca trauma. Pelaksanaan self talk juga dapat diberikan bagi seseorang yang mengalami stres dan cemas pada diri dalam beberapa situiasi tertentu. Hal ini bermanfaat dalam meningkatkan motivasi dan semangat dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari setelah mengalami stres pasca trauma. Pengaruh Self Talk dan Guided Imagery Terhadap Penanganan Stres Pasca Trauma Kekerasan Dalam Rumah Tangga Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah diberikannya teknik self talk dan guided imagery terhadap stres pasca trauma kekerasan dalam rumah tangga di UPTD PPA. Hal ini dibuktikan juga bahwa terdapat penurunan nilai secara signifikan dari posttest PTSD yang diberikan yang menyatakan bahwa semua kelompok eksperimen hampir tidak merasakan gejala stres pasca trauma. Hasil penelitian dari Nguyen & Brymer . menunjukkan bahwa guided imagery terbukti berpengaruh dalam menurunkan kecemasan. Hal menjelaskan terdapat penurunan tingkat kecemasan pada kedua kelompok intervensi yang diberikan, satu kelompok membayangkan suasana alam dengan nilai pretest rata-rata 44,16 dan nilai posttest rata-rata 34,06 dan nilai p-value . ,001 < 0,. Satu kelompok lainnya dengan membayangkan perkotaan dengan nilai pretest rata-rata 42,27 dan nilai posttest rata-rata 35,50 dan nilai p-value . ,001 < 0,. , dengan skor minimal dari kecemasan 20. Namun membayangkan suasana alam dan membayangkan perkotaan terhadap penurunan tingkat kecemasan nilai nilai p-value . ,026 < 0,. , yang artinya perubahan pre-post pada tingkat kecemasan partisipan secara signifikan lebih besar pada kondisi alam dibandingkan dengan kondisi perkotaan. Berdasarkan menyimpukan bahwa teknik self talk dan guided Pengaruh Self Talk Terhadap Penanganan Stres Pasca Trauma Kekerasan Dalam Rumah Tangga Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa terdapat pengaruh setelah diberikan teknik self talk terhadap stres pasca trauma kekerasan dalam rumah tangga di UPTD PPA, hal tersebut dibuktikan dengan pernyataan dari jawaban yang diberikan oleh responden. Hasil penelitian sejalan dengan penelitian NisaAo & Pranungsari . menunjukkan penurunan tingkat kecemasan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi, dibuktikan dengan hasil perhitungan nilai Z=-2,536 dengan signifikansi p-value . ,011 < 0,. , artinya ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan yang dialami partisipan sebelum dan sesudah proses Kecemasan yang dialami partisipan masuk dalam kategori sedang setelah diberikan Individu yang mampu melakukan positive self talk akan memunculkan emosi yang positif, sehingga mampu membangun semangat sendiri untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Individu yang berada dalam kondisi ini akan diliputi Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Psychopolytan: Jurnal Psikologi, 5. , https://doi. org/10. 36341/psi. Komnas Perempuan. Catatan Tahunan Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan 2020: Perempuan Dalam Himpitan Pandemi: Lonjakan Kekerasan Seksual. Kekerasan Siber. Perkawinan Anak dan Keterbatasan Penanganan Tengah COVID-19. https://komnasperempuan. id/uploadedFile s/1466. Nguyen. , & Brymer. Nature-based guided imagery as an intervention for state Frontiers in Psychology, 9(OCT), 1Ae https://doi. org/10. 3389/fpsyg. NisaAo. , & Pranungsari. Positive Self-Talk untuk Mengurangi Tingkat Kecemasan Pada Lanjut Usia Dengan Hipertensi. Psikodimensia, 20. , 170Ae180. https://doi. org/10. 24167/psidim. Pratama. Hardiyono. Muchlisin. Pasaribu. Darma. Bhayangkara. & Raya. Pengaruh Latihan Self-Talk Dan Imagery Relaxation Terhadap Konsentrasi Dan Akurasi Tembakan 3 Angka Riyan Pratama . Bayu Hardiyono , dan Ahmad Muchlisin Natas Pasaribu Pengaruh Latihan Self-Talk dan Imagery Relaxation terhadap Konsentrasi dan Akurasi Temb. Jurnal Altius, 9. , 47Ae56. Ramadhani. , & Nelly. Dampak Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kelurahan Kenangan Baru. Jurnal Pengabdian Kontribusi, 1. , 77-81. Suherni. Angka KDRT Naik selama Pandemi Covid-19. https://kalsel. id/berita/angka-kdrt-naikselama-pandemi-covid-19 imagery yang digunakan bersamaan dapat menurunkan gejala stres pasca trauma yang lebih baik, karena self talk merupakan kemampuan dalam mengembangkan pemikiran yang lebih sehat dan positif dan guided imagery merupakan suatu teknik yang menggunakan imajinasi individu yang terarah, dalam arti terarah untuk mengurangi gejala yang dirasakan individu seperti stres pasca trauma. SIMPULAN Simpulan dari penelitian ini adalah teknik self talk dan guided imagery yang digunakan bersamaan dapat menurunkan gejala stres pasca trauma yang lebih baik, karena self talk merupakan kemampuan dalam mengembangkan pemikiran yang lebih sehat dan positif dan guided imagery merupakan suatu teknik yang menggunakan imajinasi individu yang terarah, dalam arti terarah untuk mengurangi gejala yang dirasakan individu seperti stres pasca trauma. REFERENSI