Vol. 4 No. 2 Tahun 2023 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Artikel Penelitian Efektivitas Pemberian Minuman Elektrolit Berkarbohidrat Terhadap Kadar Ureum Darah Pada Atlet Dayung Nasional Laki-Laki Fitria1*. Siti Arifah Pujonarti2. Anna Fitriani1 1Program Studi Gizi. Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka. Indonesia 2Program Studi Gizi. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia. Indonesia *Corresponding author: fitria@uhamka. ABSTRACT Background: Long-lasting exercise will deplete muscle glycogen which can be seen from increased levels of blood urea. It can cause a decrease in performance at the next exercise or Purposes: This study aimed to determine the effectiveness of giving carbohydrateelectrolyte drinks with a carbohydrate content of 1 g/kg BW compared to 0. 35 g/kg BW in reducing blood urea levels. Methods: This was a true experimental study, a single-blind, crossover design in 10 rowing men athletes in the National Training Centre Pangalengan. Beverages provided are electrolyte drinks with amounts of carbohydrates as much as 1 g/kg body weight in the treatment group and 0. 35 g/kg body weight in the control group. Beverages given immediately after the workout and the next two hours. A venous blood sample was collected to measure the reduction of blood urea levels before and after drinking beverages using Cobas C111. Result: The result showed that the reduction of blood urea levels was higher in the treatment group, namely, 7. 1%, compared to the control group, which was only Conclusion: These findings show that giving carbohydrate electrolyte drinks with a carbohydrate content of 1 g/kg BW is effective in reducing blood urea levels. Keywords: blood urea, carbohydrates drinks, muscle glycogen, recovery ABSTRAK Latar Belakang: Latihan panjang akan menguras glikogen otot yang dapat diketahui dari peningkatan kadar ureum darah. Hal ini dapat menyebabkan penurunan performa pada latihan atau pertandingan berikutnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian minuman elektrolit berkarbohidrat dengan kandungan karbohidrat sebanyak 1 gr/kgBB dibandingkan 0,35 gr/kg BB terhadap penurunan kadar ureum darah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni, bersifat single blind dengan rancangan silang pada 10 atlet dayung nasional laki-laki di Pelatnas Dayung Pangalengan. Minuman yang diberikan adalah minuman elektrolit dengan jumlah karbohidrat sebanyak 1 gr/kgBB pada kelompok perlakuan dan 0,35 gr/kgBB pada kelompok kontrol. Minuman tersebut diberikan segera setelah latihan dan dua jam berikutnya. Pengambilan sampel darah vena dilakukan untuk mengukur penurunan kadar ureum darah sebelum dan setelah pemberian minuman dengan alat Cobas C111. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa penurunan kadar ureum darah lebih tinggi pada kelompok perlakuan yaitu sebesar 7,1% dibandingkan kelompok kontrol hanya sebesar 2,25%. Simpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa pemberian Disubmit: 28/06/2023 Diterima: 26/11/2023 Dipublikasi: 30/11/2023 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 4 No. 2 Tahun 2023 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 minuman elektrolit berkarbohidrat dengan kandungan karbohidrat sebanyak 1 gr/kgBB efektif menurunkan kadar ureum darah. Kata kunci: glikogen otot, minuman berkarbohidrat, pemulihan, ureum PENDAHULUAN Olahraga dayung termasuk olahraga endurance yang dilakukan dalam waktu yang lama dan sangat mengandalkan glikogen sebagai substrat utama penghasil energi. Latihan panjang (>60-90 meni. dengan intensitas sedang hingga tinggi dapat menurunkan cadangan energi karbohidrat tubuh dan menyebabkan deplesi glikogen otot dan hati yang dapat dilihat dari peningkatan kadar ureum darah . Ae. Peningkatan kadar ureum darah dapat menurunkan kapasitas kerja sekitar 50% dari kapasitas kerja maksimal yang normal . dan berdampak negatif terhadap sistem kekebalan tubuh . Apabila atlet dayung mengalami deplesi glikogen dan ikut serta dalam pertandingan maka atlet tersebut akan mengalami kelelahan di awal Akibatnya, performa mendayung turun. Ae. Penelitian menunjukkan bahwa latihan panjang menyebabkan deplesi glikogen otot dan hati . Glikogen otot akan menipis sebesar 30% segera setelah latihan . Apabila asupan karbohidrat menurun maka cadangan glikogen akan menipis lebih cepat dan akan meningkatkan penggunaan protein sebagai sumber energi melalui glukoneogenesis . Glukoneogenesis tersebut akan menyebabkan peningkatan kadar ureum darah seperti yang ditemukan pada penelitian Winaktu pada atlet dayung putri . Hasil penelitian tersebut menunjukkan terjadinya peningkatan kadar ureum darah setelah latihan dari 24,42 A 1,78 mg/dl menjadi 30,92 A 2,11 mg/dl. Pemulihan dari latihan merupakan proses kompleks yang membutuhkan pengembalian simpanan glikogen otot dan hati . , penggantian cairan dan elektrolit yang hilang lewat keringat . , perbaikan jaringan otot yang rusak . dan inisiasi adaptasi latihan . ,12,. Pemulihan setelah latihan di antaranya yaitu pemulihan glikogen otot. Pengisian kembali simpanan glikogen otot dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi karbohidrat. Mengonsumsi karbohidrat segera setelah latihan terutama latihan dengan intensitas yang tinggi dapat membantu memulihkan sistem kekebalan tubuh . dan membuat atlet dapat menjalankan sesi latihan berikutnya dengan pemulihan penuh sehingga dapat berlatih ataupun bertanding dengan lebih baik . Salah satu biomarker tidak langsung yang dapat digunakan untuk mengetahui pemulihan glikogen otot yaitu dengan indikator kadar ureum darah . Metode ini dapat digunakan untuk mengganti metode biopsi otot. Apabila nilai ureum turun maka simpanan glikogen otot meningkat sedangkan jika nilai ureum naik maka kadar glikogen otot menipis dan terjadi pemecahan protein untuk menghasilkan energi. Berikut ini adalah beberapa penelitian terkait pemberian karbohidrat setelah latihan dan resintesis glikogen. Pemberian karbohidrat sebanyak 0,35 g/kgBB hanya menghasilkan sintesis glikogen sebesar 2,1 mmol/kg berat kering/jam . Apabila jumlah karbohidrat ditingkatkan menjadi 1 gr/kgBB maka sintesis glikogen lebih tinggi yaitu 37,4 mmol/kg berat kering/jam Disubmit: 28/06/2023 Diterima: 26/11/2023 Dipublikasi: 30/11/2023 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 4 No. 2 Tahun 2023 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 . Akan tetapi, tingkat resintesis glikogen tidak akan banyak meningkat jika karbohidrat diberikan dengan jumlah >1 g/kgBB. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian minuman elektrolit berkarbohidrat dengan kandungan karbohidrat sebanyak 0,35 gr/kg BB dibandingkan 1 gr/kg BB terhadap penurunan kadar ureum METODE Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bersifat single blind, crossover design dengan periode wash out selama seminggu. Penentuan kelompok perlakuan dan kontrol dilakukan dengan teknik random blok permutasi. Penelitian ini dilakukan bulan April 2015 pada 10 atlet dayung laki-laki berusia 18-28 tahun yang menjalani pemusatan latihan di Pelatnas Dayung Pangalengan. Jawa Barat. Kriteria inklusi penelitian ini yaitu atlet berstatus gizi normal, terlatih, dan tidak mengonsumsi suplemen lain selama 3 hari menjelang perlakuan sedangkan kriteria eksklusi yaitu atlet mengalami sakit atau cedera selama penelitian Minuman yang diberikan adalah minuman elektrolit berkarbohidrat kemasan sachet yang dilarutkan dengan air putih sebanyak 500 ml . Kelompok perlakuan diberikan minuman karbohidrat sebanyak 1 gr/kgBB atau setara dengan 70 gram sedangkan kelompok kontrol diberikan minuman berkarbohidrat sebanyak 0,35 gr/kgBB atau setara dengan 24,5 gram . ,17,. Seluruh responden menjalani 2 hari perlakuan dengan selang waktu seminggu. Pada masing-masing hari perlakuan, subjek melakukan sesi latihan endurance yaitu mendayung perahu melintasi perairan atau ED Boat 5x15 menit di pagi hari untuk menurunkan cadangan glikogen otot yang bertujuan menguras glikogen otot. Responden diberikan minuman elektrolit berkarbohidrat sebanyak 1 gr/kgBB atau sebanyak 0,35 gr/kgBB segera setelah latihan dan dua jam berikutnya. Selain itu, juga dilakukan pengambilan sampel darah vena sebanyak 3 kali untuk mengukur kadar ureum darah. Untuk menyamakan kondisi maka seluruh responden diminta untuk menjaga pola aktivitas dan asupan yang sama selama seminggu menjelang masing-masing hari perlakuan. Untuk memastikan hal tersebut, 3 days food weighing dilakukan menjelang kedua hari perlakuan. Responden juga diminta untuk tidak beraktivitas berat sehari menjelang perlakuan. Seluruh perlakuan telah dinyatakan lulus kaji etik oleh Komisi Ahli Riset dan Etik Riset FKM UI dengan No 187/H2. F10/PPM. 02/2015. Seluruh data antara kedua perlakuan dibandingkan dengan uji t dependen dan t independen. Signifikansi statistik diset pada p value < 0,05. HASIL Seluruh responden dalam penelitian ini berstatus gizi normal dengan rata-rata usia 23 tahun . Data asupan makanan yang dikumpulkan meliputi data energi total . , karbohidrat . , lemak . , dan protein . Setelah dilakukan uji statistik diketahui bahwa tidak ada perbedaan bermakna . > 0,. asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol baik pada periode I maupun periode II . abel Disubmit: 28/06/2023 Diterima: 26/11/2023 Dipublikasi: 30/11/2023 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 4 No. 2 Tahun 2023 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Kadar ureum darah diukur sebanyak 3 kali yaitu sebelum latihan, sebelum perlakuan, dan setelah perlakuan. Rata-rata kadar ureum darah sebelum latihan pada kelompok perlakuan yaitu 35,70 mg/dL sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 34,90 mg/dL. Setelah dilakukan uji statistik didapatkan tidak ada perbedaan yang signifikan kadar ureum darah sebelum latihan pada kedua kelompok dengan p value 0,392. Rata-rata kadar ureum darah sebelum perlakuan pada kelompok perlakuan yaitu 35,30 mg/dL sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 35,50 mg/dL. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan kadar ureum darah sebelum perlakuan pada kedua kelompok dengan p value 0,471. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kadar ureum darah sebelum latihan dan sebelum perlakuan tidak berbeda bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (P value > 0,. Artinya, kedua kelompok memulai penelitian dengan keadaan yang sama . Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Karakteristik Variabel Usia . Berat Badan . Tinggi Badan . Indeks Massa Tubuh . g/m. Persen Lemak Tubuh (%) Rata-rata A SD 23,00 A 3,91 74,98 A 6,07 178,51 A 6,14 23,50 A 0,87 18,22 A 2,11 Min-Max 18 Ae 28 69,6 Ae 86,0 170,8 Ae 191,5 21,92 Ae 24,81 14,80 Ae 21,50 Tabel 2. Rata-rata Asupan Makanan pada Atlet Dayung Nasional Laki-laki Periode I Periode II Kelompok Kelompok Kelompok Kelompok Perlakuan Kontrol Perlakuan Kontrol Energi . 3769,92 A 67,04 3602,17 A 195,98 3584,95 A 215,57 3853,70 A 289,70 Karbohidrat . 509,43 A 31,32 483,58 A 43,52 479,96 A 64,65 517,56 A 27,23 Protein . 157,99 A 20,92 150,80 A 18,11 141,77 A 17,81 155,24 A 18,01 Lemak . 117,79 A 14,81 114,75 A 16,83 119,44 A 21,93 126,65 A 17,92 Ket: *menggunakan uji statistik independent t test (CI 95%) Variabel *P-value 0,545 0,757 0,652 0,922 Tabel 3. Kadar Ureum Darah Sebelum Latihan dan Sebelum Perlakuan Variabel Ureum Sebelum Latihan Ureum Sebelum Perlakuan Kelompok Perlakuan . g/dL) 35,70 A 6,16 35,30 A 5,71 Kelompok Kontrol . g/dL) 34,90 A 6,74 35,50 A 6,39 *P- value 0,392 0,471 Ket: *menggunakan uji statistik independent t test (CI 95%) Disubmit: 28/06/2023 Diterima: 26/11/2023 Dipublikasi: 30/11/2023 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 4 No. 2 Tahun 2023 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Tabel 4. Pengaruh Pemberian Minuman Elektrolit Berkarbohidrat Terhadap Kadar Ureum Darah pada Atlet Dayung Nasional Laki-laki Variabel Kelompok KUD I KUD II KUD I KUD II Perlakuan Kontrol Rata-rata A SD 35,30 A 5,71 32,80 A 4,87 35,50 A 6,39 34,70 A 6,32 Penurunan *Pvalue 7,1 % 0,001 2,25 % 0,043 Ket: KUD I = kadar ureum darah sebelum perlakuan. KUD II = kadar ureum darah setelah perlakuan *menggunakan uji statistik dependent t test (CI 95%) Tabel 5. Perbedaan Pengaruh Pemberian Minuman Elektrolit Berkarbohidrat Terhadap Kadar Ureum Darah pada Atlet Dayung Nasional Laki-laki Variabel Penurunan KUD Kelompok Perlakuan Kontrol Rata-rata A SD -2,50 A 1,90 -0,80 A1,31 *P- value 0,016 Ket: KUD = kadar ureum darah, *menggunakan uji statistik independent t test (CI 95%) Untuk melihat pengaruh pemberian minuman elektrolit berkarbohidrat terhadap kadar ureum darah maka dilakukan uji statistik menggunakan uji t dependen . Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kadar ureum darah mengalami penurunan secara signifikan setelah diberikan perlakuan pada kedua kelompok. Penurunan kadar ureum darah tersebut lebih tinggi pada kelompok perlakuan yaitu sebesar 7,1% dibandingkan kelompok kontrol hanya sebesar 2,25%. Sedangkan untuk melihat perbedaan pengaruh pemberian minuman elektrolit berkarbohidrat terhadap kadar ureum darah pada kedua kelompok dilakukan uji statistik menggunakan uji t independen. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan pengaruh pada kedua kelompok secara signifikan dengan p value 0,016 . PEMBAHASAN Pada tabel 2 terlihat bahwa tidak ada perbedaan bermakna rata-rata asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak selama 3 hari menjelang kedua hari perlakuan baik pada periode I maupun periode II (P > 0,. Hal ini menunjukkan bahwa antara kedua kelompok memiliki asupan makanan yang sama. Hal ini sejalan dengan penelitian Karp, et al. , . dan Pritchett, et al. , . yang juga menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna rata-rata asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol . Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan rata-rata kadar ureum darah awal antara kedua perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh responden memulai latihan dengan cadangan glikogen yang sama . Selain itu, juga tidak ada perbedaan rata-rata kadar ureum darah sebelum perlakuan pada kedua kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki cadangan glikogen yang sama sebelum menerima perlakuan . Pemberian minuman berkarbohidrat sangat dianjurkan segera setelah latihan atau maksimal 30 menit setelah latihan karena periode ini merupakan periode Window of Disubmit: 28/06/2023 Diterima: 26/11/2023 Dipublikasi: 30/11/2023 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 4 No. 2 Tahun 2023 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Opportunity metabolik bagi otot . Analisis menunjukkan bahwa penurunan kadar ureum darah lebih tinggi pada kelompok perlakuan yaitu sebesar 7,1% dibandingkan kelompok kontrol yaitu hanya sebesar 2,25% . Hasil penelitian ini menjawab hipotesis penelitian yaitu penurunan kadar ureum darah setelah masa pemulihan pada kelompok perlakuan yang diberikan minuman elektrolit berkarbohidrat sebanyak 1 g/kgBB lebih tinggi dibandingkan kelompok yang diberikan minuman elektrolit berkarbohidrat sebanyak 0,35 g/kgBB. Hal ini menunjukkan bahwa sintesis glikogen otot lebih efektif pada kelompok perlakuan sehingga semakin sedikit protein yang dipecah. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi resintesis glikogen dan asupan karbohidrat cukup untuk menghasilkan energi sehingga pemecahan protein menurun . Penelitian Winaktu juga menunjukkan penurunan kadar ureum darah secara signifikan setelah perlakuan . Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sintesis glikogen otot sebelumnya dengan metode biopsi otot. Pemberian karbohidrat sebanyak 0,35 g/kgBB hanya menghasilkan sintesis glikogen sebesar 2,1 mmol/kg berat kering/jam . Apabila jumlah karbohidrat ditingkatkan menjadi 1 gr/kgBB maka sintesis glikogen lebih tinggi yaitu 33 mmol/kg berat kering/jam . dan 37,4 mmol/kg berat kering/jam . Akan tetapi, tingkat resintesis glikogen tidak akan banyak meningkat jika karbohidrat diberikan dengan jumlah >1 g/kgBB. Menurut Campbell . pemberian karbohidrat sebanyak 1 g/kgBB . sama efektifnya dengan 1,5 g/kgBB . Artinya, pemberian 1 g/kgBB sudah cukup untuk resintesis glikogen otot setelah latihan resisten dan mencapai 90% nilai glikogen otot sebelum latihan yang diukur pada 4 jam setelah latihan . Hal yang sama juga diutarakan oleh Ivy . bahwa meningkatkan jumlah asupan karbohidrat lebih dari 1,0-1,5 g/kgBB tidak akan menambahkan manfaat dan mungkin akan menyebabkan mual dan diare . Dengan demikian, pemberian karbohidrat 1 gr/kgBB merupakan jumlah optimal yang harus diberikan pada masa pemulihan. Penelitian ini membuktikan bahwa konsumsi karbohidrat sebanyak 1 gr/kgBB terbukti efektif mengembalikan simpanan glikogen otot. Dengan demikian. Pelatnas Dayung diharapkan menyediakan minuman berkarbohidrat setelah latihan sebanyak 1 gr/kgBB atau sekitar 70 gram. Minuman berkarbohidrat ini dapat menjadi alternatif pilihan selain minuman susu coklat yang biasa diberikan pada atlet setelah latihan sehingga dapat mengurangi kebosanan atlet terhadap susu coklat. Keterbatasan penelitian ini adalah tidak ada kelompok kontrol yang diberikan placebo . ir puti. Hal ini tidak dilakukan karena dengan memberikan air putih saja pada atlet setelah latihan berat dapat memperburuk kondisi atlet saat pemulihan dan menyebabkan SIMPULAN Terbukti bahwa penurunan kadar ureum darah lebih tinggi setelah diberikan minuman elektrolit berkarbohidrat dengan kandungan karbohidrat sebanyak 1 gr/kgBB dibandingkan dengan 0,35 gr/kg BB. Diharapkan adanya penelitian sejenis yang meneliti efektivitas jika frekuensi pemberian karbohidrat lebih sering yaitu tiap interval 15-30 menit. Beberapa penelitian Disubmit: 28/06/2023 Diterima: 26/11/2023 Dipublikasi: 30/11/2023 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 4 No. 2 Tahun 2023 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 menunjukkan bahwa lebih sering frekuensi karbohidrat diasup akan menghasilkan tingkat sintesis glikogen yang lebih tinggi. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada SATLAK PRIMA KONI PUSAT dan PB PODSI yang telah memberikan bantuan dana untuk pelaksanaan tes laboratorium kadar ureum darah serta untuk para pelatih dan atlet yang telah berkontribusi dalam kegiatan penelitian ini. KONFLIK KEPENTINGAN Tidak ada konflik kepentingan pada penelitian ini. REFERENSI