Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Pengaruh Kebiasaan Sarapan Pagi terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam The Influence of Breakfast Habits on the Concentration of Study Among Medical Students of YARSI University Class of 2021 and Its Review from an Islamic Perspective Mufidah Trinanda1. Miranti Pusparini2 . Muhammad Fazlurrahman Anshar3. Qomariyah Romadhiyani4 1Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 2Bagian Pusat Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran. Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 3Bagian Agama Fakultas Kedokteran. Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 4Fakultas Kedokteran. Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia Email: mufidahtf@gmail. KATA KUNCI ABSTRAK Kebiasaan sarapan. Konsentrasi. Belajar. Mahasiswa kedokteran. Pendidikan kedokteran. Sarapan merupakan hal yang penting untuk dilakukan di pagi hari karena bermanfaat untuk memberikan energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Makanan yang dikonsumsi pada pagi hari dapat menjaga kestabilan gula darah yang berdampak pada meningkatnya fokus dan konsentrasi seseorang. Konsentrasi dalam belajar dapat membantu mahasiswa untuk menguasai materi yang diberikan dan meningkatkan semangat serta motivasi untuk lebih aktif pada saat proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 serta mengkaji tinjauannya dalam pandangan Islam. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 175 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang mencakup informasi mengenai kebiasaan sarapan pagi serta faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsentrasi belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden . ,3%) hanya melakukan sarapan pagi selama 1-3 hari dalam 1 minggu. Sebanyak 157 responden . ,7%) berada pada kategori konsentrasi baik dan 18 responden . ,3%) berada pada kategori konsentrasi kurang baik. Analisis bivariat menggunakan uji ChiSquare didapatkan nilai p-value sebesar 0,014 (< 0,. sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh kebiasaan sarapan dengan konsentrasi belajar pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2021. Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 KEYWORDS Breakfast habit. Concentration. Study. Medical student. Medical ABSTRACT Breakfast is an important thing to do in the morning because it is useful for providing the energy needed by the body. Food consumed in the morning can maintain stable blood sugar which has an impact on increasing a person's focus and concentration. Concentration in learning can help students to master the material given, increase enthusiasm and motivation to be more active during the learning This study aims to determine the effect of breakfast habits on the learning concentration of YARSI University Medical Students. Class of 2021 and to examine its review from an Islamic perspective. This study used a cross-sectional design with a sample of 175 respondents selected by purposive sampling. Data were collected through an online questionnaire that included information about breakfast habits and factors that influence students' learning concentration levels. The results showed that most respondents . 3%) only had breakfast for 13 days in 1 week. A total of 157 respondents . 7%) were in the good concentration category and 18 respondents . 3%) were in the poor concentration category. Bivariate analysis using the Chi-Square test obtained a p-value of 0. 014 (<0. so it can be concluded that there is an influence of breakfast habits on learning concentration in students of the Faculty of Medicine. YARSI University, class of 2021. PENDAHULUAN Sarapan merupakan kegiatan makan dan minum yang dilakukan pada waktu antara setelah bangun pagi sampai pukul 9 pagi yang bertujuan untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian . -30% kebutuhan giz. dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif (Kemenkes. Namun, kebiasaan melewatkan sarapan cukup umum terjadi di kalangan remaja, dan fenomena ini bertambahnya usia (Gao. , 2. Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. pada tahun 2010 didapatkan sebanyak 16,9% - 50% anak usia sekolah dan remaja, serta rata-rata 31,2% orang dewasa di Indonesia tidak biasa sarapan. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kebiasaan melewatkan sarapan dapat menjadi salah satu faktor yang mengganggu proses belajar mahasiswa karena dapat menurunkan konsentrasi belajar (Kemenkes, 2. Proses belajar yang efektif memerlukan konsentrasi belajar yang Konsentrasi belajar adalah pemusatan pikiran, atau pemusatan perhatian terhadap informasi yang diperoleh mahasiswa selama masa belajar dan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan mahasiswa (Simbolon. , 2. Konsentrasi belajar dapat ditentukan melalui kemampuan mahasiswa untuk fokus memberikan perhatian, kemampuan Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 psikomotorik yang baik (Rusli. Berdasarkan Penelitian yang dilakukan oleh Dewi . pada siswa Sekolah Menengah Pertama di Kota Banjar menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna positif antara pola sarapan dengan konsentrasi siswa, dimana semakin baik pola sarapan maka konsentrasi siswa juga akan semakin baik. Hasil penelitian Dogbe dan Aibadoo . terhadap mahasiswa preklinik dan klinik Universitas Ghana yaitu sebanyak 76,62% mahasiswa preklinik dan 67,48% mahasiswa klinik melewatkan sarapan pagi dan berhubungan signifikan dengan kelelahan serta menurunnya perhatian selama sesi Salah satu faktor terbesar mahasiswa melewatkan sarapan adalah kesulitan mengatur waktu. Mahasiswa Fakultas Kedokteran memiliki jadwal kuliah yang padat dan adanya tuntutan untuk belajar giat hingga malam hari, hal tersebut menyebabkan beberapa mahasiswa terlambat bangun pagi dan melewatkan sarapan (Ola, 2. Islam merupakan ajaran yang bersumber dari Al-QurAoan dan Hadis, hubungan manusia dengan dirinya . ablum minannafsi. Hubungan manusia dengan dirinya mencakup dalam hal akhlak, makanan, dan pakaian (Rahayu. , 2. Makanan merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Setiap hari, manusia sumber energi dan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk menjalani aktivitas termasuk dalam proses Pemenuhan kebutuhan energi melalui konsumsi makanan yang bergizi pada pagi hari dapat membantu kegiatan proses belajar menjadi optimal sepanjang hari. METODOLOGI Penelitian penelitian kuantitatif dengan observasi sarapan pagi terhadap konsentrasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 dengan pendekatan Cross sectional. Penetapan sampel penelitian dilakukan dengan metode responden dipilih berdasarkan kriteria inklusi yaitu mahasiswa aktif Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 dan menyetujui informed consent. Data primer diperoleh disebarkan dalam bentuk link google Kuesioner penelitian berisi sarapan pagi dan konsentrasi belajar yang mencakup aspek kognitif, afektif. Pengukuran kebiasaan sarapan pagi dan konsentrasi belajar menggunakan metode skala Likert yang tertera dalam kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk melihat independen dan variabel dependen, sedangkan analisis bivariat untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kebiasaan sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar. HASIL Tabel 1. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2021 Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Jenis Frekuens Persentas Kelamin Laki-Laki Perempuan Total Pada tabel 1 hasil analisis menunjukkan bahwa frekuensi jenis kelamin responden paling banyak yaitu perempuan berjumlah 133 responden . %) dan sisanya adalah responden laki-laki berjumlah 42 responden . %). Sehingga dapat disimpulkan bahwa responden terbanyak adalah berjenis kelamin perempuan. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Usia Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2021 Usia Frekuen Persentas Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini usia paling banyak yaitu berusia 20 tahun. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Kebiasaan Sarapan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2021 Kebiasaan Sarapan Frekuen Perse Selalu (Dilakukan setiap har. Sering (Dilakukan 4-6 hari dalam 1 Kadang-kadang (Dilakukan hanya 1-3 hari 20 Tahun 22,9% Tidak pernah 21 Tahun 63,4% 22 Tahun 9,7% Total 23 Tahun 2,9% 24 Tahun 1,1% Total Pada tabel 2 hasil analisis menunjukkan bahwa usia responden paling banyak yaitu berusia 21 tahun sebanyak 111 responden . ,4%). Usia responden paling sedikit yaitu 24 tahun sebanyak 2 responden . ,1%). Sedangkan untuk usia 20 tahun sebanyak 40 responden . ,9%), usia 22 tahun sebanyak 17 responden . ,7%), dan 23 tahun sebanyak 5 responden . ,9%). Pada tabel 3 hasil analisis terbanyak mengenai pertanyaan kebiasaan sarapan pagi adalah kadang-kadang menyatakan bahwa hanya sarapan di pagi hari selama 1-3 hari dalam 1 Jawaban paling sedikit adalah sering yaitu sebanyak 20 responden, dimana mereka sarapan pagi selama 4-6 hari dalam 1 minggu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa responden pada penelitian ini banyak yang hanya sarapan selama Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 1-3 hari dalam 1 minggu atau hanya dilakukan kadang-kadang. Selalu Sarapan Tabel 4. Distribusi Frekuensi Rentang IPK Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2021 Total Rentang IPK Frekuens Persenta > 3,5 2,75 Ae 3. 2,5 Ae 2,75 < 2,5 21,7% 66,9% 9,7% 1,7% Total Pada tabel 4 hasil analisis menunjukkan bahwa rentang IPK terbanyak yaitu pada rentang 2,75 Ae 3,5 sebanyak 117 responden. Rentang IPK paling sedikit yaitu pada rentang < 2,5 sebanyak 3 Sehingga disimpulkan bahwa pada penelitian ini rentang IPK paling banyak adalah pada rentang 2,75 Ae 3,5. Tabel 5. Distribusi Konsentrasi Belajar Berdasarkan Kebiasaan Sarapan Pagi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2021 Menggunakan Uji Chi Square Kebiasaan Sarapan Konsentrasi Belajar Kurang Baik Baik Tidak Sarapan Jarang Sarapan PVa Berdasarkan tabel 5, dari total 175 responden, sebagian besar . responden atau 89,7%) berada pada kategori konsentrasi baik, sementara sisanya . orang atau 10,3%) berada pada kategori konsentrasi kurang Dalam kategori konsentrasi baik, sebanyak 126 orang . % dari total responde. menyatakan bahwa mereka jarang sarapan pagi. Sebanyak 19 orang . ,9%) selalu sarapan pagi, dan 12 orang . ,9%) tidak terbiasa sarapan pagi. Di sisi lain, dalam kategori konsentrasi responden . orang atau 5,1%) memiliki kebiasaan jarang sarapan Hanya 4 orang . ,3%) yang . ,9%) menyatakan bahwa ia selalu sarapan Hasil Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi . sebesar 0,014. Karena nilai signifikansi ini kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa kebiasaan sarapan dengan variabel konsentrasi belajar. PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan untuk sarapan terhadap konsentrasi belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021. Berdasarkan penelitian di atas dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar, hal ini dapat disebabkan karena sarapan pagi Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 mengandung zat gizi yang dapat melakukan aktivitas sehari hari, termasuk belajar pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian oleh Purnawinadi dan Lotulung . pada Mahasiswa Universitas Klabat yang menunjukkan kebiasaan sarapan dengan konsentrasi belajar mahasiswa, artinya semakin sering melakukan sarapan maka semakin meningkat kemampuan untuk sebaliknya semakin tidak sarapan makan kemampuan konsentrasi akan Hal tersebut dikarenakan dengan sarapan tubuh mendapatkan kadar glukosa sebagai sumber energi utama yang dapat digunakan untuk meningkatkan kerja otak termasuk dalam konsentrasi belajar. Pernyataan tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Synram-Lea . yaitu profil glukosa darah yang lebih stabil bersirkulasi dikaitkan dengan fungsi kognitif yang lebih baik di pagi Penelitian ini juga memiliki hasil yang sejalan dengan penelitian oleh Symano et al . pada mahasiswa di Mexico City yang menunjukkan adanya hubungan antara sarapan pagi dengan konsentrasi belajar. Pada penelitian tersebut, dikatakan bahwa memahami kata dan mengabaikan distraksi lebih singkat pada mereka yang sarapan dengan kualitas gizi baik. Sarapan yang baik harus memiliki komposisi makanan yang seimbang dan berkualitas agar memiliki manfaat Makanan dipadukan dengan makanan padat nutrisi dan kaya karbohidrat, seperti biji-bijian, buah, atau sayuran, yang dianggap penting untuk menyediakan karbohidrat yang dibutuhkan untuk memasok energi dan mengisi kembali simpanan glikogen setelah jangka waktu lama (OAoNeil, 2. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh AlFaida . pada 55 Mahasiswa STIKes Persada Nabire. Provinsi Papua. Pada penelitian tersebut, mahasiswa yang sebanyak 33,3% dari total responden. Sedangkan, mahasiswa yang tidak konsentrasi yang baik yaitu sebanyak 11,1% dari total responden. Hasil penelitian ini juga tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ola et al . pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara sebanyak 141 responden. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi secara Perbedaan dalam hasil penelitian dapat disebabkan oleh perbedaan metode yang dilakukan dan juga faktor lainnya yang dapat mempengaruhi konsentrasi seperti kualitas tidur, lingkungan, dan psikologis mahasiswa. Pola Makan dan Adab Makan Rasulullah SAW Rasulullah SAW mengkonsumsi makanan tertentu pada waktu tertentu, yang ternyata sangat sesuai dengan siklus pencernaan. Selain itu, berdasarkan riwayat Aisyah Ra disebutkan bahwa AuDahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan rotiAy. Hadis tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah tidak makan secara makanan yang memiliki kandungan serat yang sama. (Amaliah. , et al. yang sejalan dengan Firman Allah SWT dalam QS. Al-AAoraf ayat 31: AaIa eeO a aI aa eO a eOIaa aE eI a eIa aE aE aI ae s acO aEEa eO aO e a eaOA Ay n aaOaE a aeAa eO o aIacN aE Oaa ac eE aI aeAaOeIA Artinya: AuWahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap . masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orangorang yang berlebihan. Ay (QS. Al-AAoraf . Pola berlebihan juga dicontohkan oleh Rasulullah dalam hadis riwayat Ahmad yang memiliki arti AuTiada tempat yang manusia isi yang lebih buruk ketimbang perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus . maka hendaknya sepertiga perutnya . untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapasAy (HR Ahma. Jika perut penuh makanan, maka tidak ada ruang cukup untuk minuman, dan jika seseorang minum sampai memenuhi menjadi sulit hingga menimbulkan kemalasan dan keletihan. Ia akan merasa berat seakan-akan membawa beban pada perutnya. Hal ini mengakibatkan timbulnya rasa malas dalam hal bekerja, menuntut ilmu dan beribadah (Afiliani. , 2. Islam tidak hanya menyinggung tentang makanan dan kandungan makanan, tetapi juga kesempurnaan dan kesehatan makanan, serta cara tersebut (As-Sayyid 2. Sebagai kita diajarkan berbagai adab/etika dalam hal apapun, termasuk salah satunya adab makan dan minum. Beberapa anjuran-anjuran Nabi Muhammad SAW mengenai adab makan antara lain memakan makanan yang halal dan baik, membaca basmalah sebelum makan, bersikap tenang saat makan, makan dengan tiga jari, makan dan minum menggunakan tangan kanan, dan duduk tegak ketika Kebiasaan Sarapan Pagi Nabi Muhammad SAW Dikutip dari Mukjizat Kedokteran Nabi: Berobat dengan Rempah dan Buahbuahan oleh Mahir Hasan Mahmud Muhammad. Dalam buku Aual-Thib min al-Kitab wa al-SunnahAy (Kedokteran menurut Al-qurAoan dan Sunna. karya Maufiq al-Din al-Baghdady dikemukakan bahwa Rasulullah SAW pernah meminum segelas madu bercampur air setiap hari sebelum Kebiasaan Rasulullah tersebut sebagai upaya untuk memelihara Berdasarkan beberapa penelitian yang pernah dilakukan, madu dapat membantu peningkatan pertahanan kekebalan Vitamin C yang terdapat dalam madu berperan untuk produksi kolagen dan melawan berbagai mikroorganisme penyebab infeksi (Irfan. , et al. Selain itu. Nabi Muhammad SAW juga selalu konsumsi 7 butir kurma pada saat sarapan pagi sebelum Konsumsi kurma di pagi hari mencerminkan pola makan yang Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 seimbang, memberikan tubuh energi yang cukup untuk mendukung Dengan memanfaatkan makanan yang penuh manfaat seperti kurma. Nabi SAW memberikan teladan dalam menjaga kualitas sarapan sebagai bagian penting dalam menunjang kesehatan dan produktivitas. Pentingnya Menuntut Ilmu dalam Pandangan Islam dan Pengaruh Kebiasaan Sarapan Pagi Terhadap Konsentrasi Belajar Dalam menuntut ilmu. Islam tidak membedakan antara laki-laki dan Rasulullah SAW: AuMenuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslimAy (HR. Baihaq. Seorang muslim yang mampu memanfaatkan ilmunya sesuai dengan tuntunan agama Islam, maka dia akan urusan dunia dan mendapat amal yang digunakan dan dimanfaatkan oleh orang lain (Harmalis. , 2. Rasulullah bersabda: AuApabila manusia telah mati, maka putuslah pahala amalnya selain dari tiga yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh yang mendoakanAy (HR. Musli. Rasulullah SAW mengatakan bahwa setiap umat Muslim diwajibkan untuk menuntut Agar proses tersebut berjalan dengan baik, alangkah baiknya disertai energi yang dihasilkan dari sarapan Selain sebagai sumber energi, sarapan pagi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Makanan dengan kandungan halal dan berkualitas yang dikonsumsi pada pagi kestabilan gula darah, memperbaiki fokus dan konsentrasi. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang memiliki kebiasaan sarapan setiap pagi sebanyak 22 orang . ,6%), sarapan selama 4-6 hari dalam 1 minggu sebanyak 20 orang . ,4%), mahasiswa yang hanya sarapan selama 1-3 hari dalam 1 minggu sebanyak 109 orang . ,3%), sedangkan mahasiswa yang tidak pernah sarapan sebanyak 24 orang . ,7%). Hasil penelitian dari pengaruh variabel kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar responden . ,7%) berada pada kategori konsentrasi baik, sementara sisanya . orang atau 10,3%) berada pada kategori konsentrasi kurang baik. Hasil penelitian dengan uji Chi square didapatkan adanya pengaruh antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 dengan p-value 014 (< 0,. Menurut pandangan Islam, menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi seluruh umat muslim sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Muslim mengenai ilmu bermanfaat sebagai amal yang mengalir selama digunakan dan dimanfaatkan oleh orang lain. Proses menuntut ilmu dapat berjalan optimal dengan tubuh yang Rasulullah SAW mencontohkan untuk minum air dan madu serta mengonsumsi 7 butir kurma yang bertujuan untuk menjaga kesehatan dan memberikan energi untuk tubuh menjalankan aktivitas dalam satu hari. Selain itu, energi yang Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 diperoleh dari makanan di pagi hari dapat membantu fungsi kognitif konsentrasi belajar. DAFTAR PUSTAKA