Analisis Pengguna Shopee Paylater dengan Pendekatan Unified Theory of Acceptance and Use (UTAUT. Rina Asmara1. Nizar Alam Hamdani2. Minto Yuwono3 Program Studi Magister Manajemen. Universitas Garut 1, 2, 3 asmararina13@gmail. alamhamdani@uniga. mintoyuwono@uniga. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peneriamaan Shopee Paylater di Jawa Barat yang diukur menggunakan Sem-PLS menggunakan pendektatan Unified Theory Of Acceptance And Use Of Technology (UTAUT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan Teknik pengumpulan data menggunakan studi kuesioner, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini, terdapat pengaruh yang siginifikan antara Behavioural Intention terhadap Use Behaviour dengan lima variabel lainnya. Kata Kunci: Paylater. Shopee. UTAUT2. Pendahuluan Kemudahan dan kemajuan teknologi memberikan dampak dan perubahan yang begitu signifikan terhadap berbagai aktivitas imanara. Berbagai kemudahan diberikan oleh teknologi termasuk dalam kegiatan jual beli. Hal tersebut dapat ditunjukan dengan semakin beragamnya marketplace online yang hadir di kalangan masyarakat. Terlebih setelah pandemic kebiasaan masyarakat untuk menjual atau membeli berbagai kebutuhan secara online terus meningkat dan bahkan sudah menjadi kebiasaan. Keberadaan hal tersebut bukan merupakan hal yang baru, mengingat kebutuhan masyarakat akan teknologi pada dewasa ini begitu dibutuhkan. Dimana kebutuhan masyarakat untuk lebih membutuhkan gadget dari pada barang lainnya. Hal tersebut diakibatkan dari berbagai kemudahan yang diberikan oleh teknologi sesuai dengan kebutuhan masing-masing Teknologi yang dibarengi dengan kemunculan internet mampu mempermudah berbagai informasi dengan cepat dan akurat hal tersebut membentuk masyarakat yang semakin bergantung pada keberadaan teknologi. Kemajuan yang semakin pesat mampu mendorong pada perubahan era baru yang disebut dengan digitalisasi. Aktivitas yang dirangkum pada sebuah manara teknologi yang ringkas dan mudah serta dapat membantu berbagai aktivitas pekerjaan Keberadaan e-commerce yang semakin pesat tentu dengan kemudahan dalam berbagai kegiatan dan transaksi yang mengakibatkan persaingan pada produk marketplace. Berbagai kemudahan diberikan oleh masing-masing marketplace dari mulai promo, gratis ongkir, potongan harga. Paylater, cashback, e-wallet dan berbagai kemudahan yang diberikan oleh tiap-tiap marketplace terhadap konsumen. Asmara, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. UTAUT adalah model komprehensif yang dirancang dalam menjelaskan perilaku pengguna dalam menggunakan teknologi informasi. Model dari UTAUT merupakan hasil dari pengembangan dari 8 teori sebelumnya yang memuat pemahan menegai peneimaan sebuah Model UTAUT menggambarkan mengenai niat perilaku dan perilaku penggunaan dipengaruhi oleh ekspektasi kinerja juga upaya, dampak dari sosial, serta kondisi lingkungan yang Model UTAUT merupakan model pengembangan dari Technologi Acceptance Model (TAM). Handayani . 5: . Model UTAUT dinilai lebih efektif untuk mengukur pengguna pada niat dan penggunaan terhadap teknologi. UTAUT mampu menghitung 70% aspek yang digunakan untuk menilai kesuksesan penelitian penggunaan teknologi, sedangkan penggunaan TAM hanya mampu mengukur aspek pengguna teknologi sebesar 62%. Hemwati Hamrun . UTAUT adalah salah satu cara untuk mengetahui keberpengaruhan teknologi terhadap berbagai aspek seperti ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial juga keadaan potensial. Dalam pendekatan UTAUT2 dalam pengadopsian juga penerimaan sebuah teknologi dapat diukur dengan menilai Behavioural Intention to Use (BIU) sebagai ukuran mengenai penilaian teknologi yang berisikan tujuh kontrak antara lain Ekspektasi Kinerja (Performance Experienc. Ekspektasi usaha (Effort Expectanc. Faktor Sosial (Social Influence. Kondisikondisi yang memfasilitasi (Facilitating Condition. Motivasi Hedonis (Hedonic Motivation. Nilai Harga (Price Valu. serta Kebiasaan atau Pengalaman ( Habi. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan empat variabel yang dinilai dapat berhubungan dengan niat dan penggunaan terhadap pengguna teknologi. Berdasarkan dari penelitian terdahulu untuk menggunakan ke tiga variabel dalam penelitiannya serta penggunaan variabel lainnya. Sehingga menjadi dasar pembaharuan atau novelty, variabel yang dipakai dalam penelitian adalah Harapan Kinerja (Performance Expectanc. Ekspektasi usaha (Effort Expectanc. Pengaruh Sosial (Social Influence. , dan Kebiasaan atau Pengalaman (Habi. Pemilihan variabel tersebut sesuai dengan penelitian terdahulu Margaretha Pink Berlianto yang meneliti Harapan Kinerja (Performance Expectanc. Ekspektasi usaha (Effort Expectanc. Pengaruh Sosial (Social Influence. Variabel lainya yaitu Habit atau Kebiasaan sebagai Variabel yang mempengaruhi baik niat pengguna (Behavioral Intention. ataupun penggunaan teknologi (Use Behaviora. Tinjauan Pustaka Teknologi Finansial (Financial Technolog. Fintech adalah pemahan dari Finansial yang dibalut dengan teknologi yang modern. Sehingga bisa mendorong para pelaku usaha tanpa terkecuali marketplace untuk mengakses segala bentuk kebutuhan finansial. Fintech juga merupakan layanan keuangan yang berada pada naungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga keberadaanya yang resmi. Unified Theory of Acceptancy and Use of Technology (UTAUT) UTAUT merupakan model untuk menggambarkan hasil perilaku terkait dengan teknologi informasi yang diterima. Handayani . Model ini juga merupakan hasil dari perkembangan dari model yang sebelumnya telah berhasil dikembangkan. Model UTAUT menggambarkan bahwa niat untuk berperilaku . ehavioral intentio. dan perilaku untuk menggunakan suatu teknologi . se behaviou. dipengaruhi oleh beberapa variabel yang telah disebutkan. Pada Asmara, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. penelitian ini, peneliti menggunakan 5 varaibel independent, 2 varaiabel dependen dan 3 variabel moderator, adapun penejelasan masing-masig variabel seperti berikut: Varaibel Independen: Perfomance Exceptancy merupakan penengertian dari kemanfaatan suatu sistem inforamsi yang telah atau sedang digunakan. Effort Exceptancy merupakan pengertian dari tingkat kemudahan dalam menggunakan atau mengoprasikan sebuah sistem informasu yang sudah atau sedang digunakan. Social Influences merupakan pengertian dari pengaruh lingkungan, baik lingkungan keluarga, lingkungan pekerjaan ataupun panutan dalam menggunakan sebuah sistem Hedonic Motivation merupakan perasaan yang menyeneangkan ketika pengguna menggunakan sebuah sistem informasi. Habit merupakakan kebiasaan yang muncul dikarenakan aktivitas tersebut sudah dilakuakan secara terus menerus, sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Variabel Dependen: Behavioural Intentions merupakan niat pengguna dalam menggunakan sebuah sistem Use Behaviour merupakan perilaku pengguna dalam mengguankan sebuah sistem Variabel Moderas : Terdiri dai Age. Gender dan Experience. Kerangka Berfikir Gambar 1: Kerangka Berfikir Metodologi Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan alat bantu SEM-PLS4 Objek penelitian ini kepada pengguna Shopee Asmara, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Paylater di Jawa Barat 100 responden. Teknik pengumpulan yang dilakukan dalam penelitian menggunakan pengumpulan serta menggunakan studi kuesioner, kelengkapan dokumentasi dan juga studi kepustakaan. Dalam penelitian ini menggunakan pengguna Shopee Paylater yang aktif telah menggunakan Shopee Paylater. Kuisioner yang disebarkan secara Online mampu tersebar pada beberapa wilayah di Jawa Barat. SEM-PLS 4 digunakan untuk mendapatan perolehan data dalam penelitin, untuk mengukur validitas, realibilitas serta hipotesis dalam penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 5 variabel independent, 2 variabel dependen dan 3 variabel Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Tabel 1: Construct Validity-Overview Variabel Average Variance Extracted (AVE) Nilai Korelasi Kesimpulan VLD VLD VLD VLD VLD VLD VLD Tabel 1 menjelaskan terkait nilai discriminant validity atau validitas diskriminan dari masingmasing variabel yang ditunjukan pada nilai AVE (Average Variance Extracte. pada hasil tersebut menggambarkan bahwa kriteria nilai AVE pada setia variabel bernilai baik hal itu dikarenakan maka dari itu dapat dikatakan bahwa semua variabel dalam penelitian ini dinyatakan Tabel 2: Construct Realibiity Variabel Behavioural Intentions Effort Expectancy Hedonic Motivations Perfomance Expectancy Social Influences Experience CronbachAos alpha Composite reliability . Berdasarkan Tabel 2 hasil dari pengukuran composite reliability dan cronbach alpha menunjukkan bahwa ada beberapa variabel untuk composite reliability memiliki nilai > 0,70 serta beberapa variabel untuk cronbachAos alpha memiliki nilai > 0,60. Pada hasil pengolahan data semua variabel sudah dikatakan relibel dan valid, dikarenakan masing-masing peerhitungan sudah memenuhi kriteria pada perhitungan relibel dan valid. Asmara, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Tabel 3: R-square Overview Variabel Sumber: Pengolahan Data SmartPLS 4 R-square adjusted Model Prediksi Moderat Moderat Pada tabel 3 menjelaskan bahwa Variebel Behavioural Intentions memiliki nilai R-square sebesar 618 atau 61,8 % setelah dilakukan dengan perhitungan melalui Smart PLS dapat diartikan bahwa kemampuan variansi dari variabel Perfomance Expecactions. Effort Expecations. Social Infleunces. Hedonic Motivation dan Habit terhadap Behavioural intentions sebesar 61,8% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar variabel yang diteliti dalam penelitian, lalu untuk nilai dari R-square Use Behaviour adalah sebesar 0. 435 atau sebesar 43,5% artinya kemampuan variansi variabel Behavioural Intentions, age, gender dan Experience terhadap Use Behaviour memberikan nilai variansi sebesar 43,3% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar variabel yang diteliti dalam penelitian. Gambar 2: Output Bootsramping Gambar 2 merupakan gambaran mengenai hubungan antara variabel yang sedang diteliti, dimana pada hasil uji tersebut terdapat pengaruh da tidak terdapat pengaruh pada masing variabel. Pembahasan Tabel 4: Path Coefficients-Mean. STDEV. T Statistics. P Values Variabel BI -> UB Original Sample (O) Sample mean (M) Standarf deviations (STDEV) T statisctic (IO/STDEVI) Pvalues Asmara, et. Original Sample (O) EE -> BI HM -> BI Hi-> BI HI- > UB PE-> BI SI -> BI Age x Hi -> BI Age x Hi -> UB Experience x BI -> UB Gender x HM->BI Experience x HM ->BI Gender x Hi -> BI Gender x HI -> UB Experience x Hi -> BI Experience x Hi -> UB Age x HM -> BI Sumber: Pengolahan Data SmartPLS 4 Variabel Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Sample mean (M) Standarf deviations (STDEV) T statisctic (IO/STDEVI) Pvalues Pengaruh Perfomance Expectantion terhadap Behavioural Intentions pada Pengguna Shopee Paylater di Provinsi Jawa Barat Hasil dalam perhitungannya sebagai berikut: Variabel X1 Ie Y1 didapatkan hasil 0. Dengan thitung > ttabel yaitu 0. 283 < 1,661 dan, artinya bahwa kesimpulannya tidak terdapat pengaruh antara Perfomance Exceptancy terhadap Behavioural Intentions pada pengguna Shopee Paylater di Jawa Barat. hal ini diakrenakan penggunaan SPaylater. Hal ini selaras dengan bebrapa teoris sebelumnya yang menghasilkan bahwa Perfomance Exceptions tidak berepngaruh pada Behavioural Intentions. Pengaruh Effort Expectancy terhadap Behavioural Intentions pada Pengguna Shopee Paylater di Provinsi Jawa Barat Hasil dalam perhitungannya sebagai berikut: Variabel X3 Ie Y1 didapatkan hasil 0. Variabel pemasaran relasional dengan thitung > ttabel yaitu 0. 280 < 1,661, artinya tidak terdapat pengaruh antara Effort Expectancy terhadap Behavioural Intentions pada pengguna Shoepe Paylater di Jawa Barat. Effort excepancy merupakan tingkat upaya yang dilakukan untuk menggunakan sebuah sistem inforamasi, yang dimana pada penelitian ini pengguna SPaylater. Dalam penelitian ini, pengguna SPaylater merasakan bahwa dalam menggunakan atau mengoprasiakan SPaylater tidak bisa mmepngaruhi niat pengguna untuk menggunakan SPaylater, adapun hal lain yang dapat mendoorng dalam menggunakan SPaylater selain dari penggunaan yang mudah ada promo ataupun diskon yang bisa mendorong seseorang atau pengguna untuk emnggunakan SPaylater. Haisl pada penelitian ini Effort Excpetancy tidak berpengaruh terhadap niat pengguna atau Behavioural Intentions selaras dengan teori sebelumnya yang menghasilkan bahwa tidak ada pengaruh dari dua varibel tersebut. Pengaruh Social Infleunecs terhadap Behavioural Intentions pada Pengguna Shopee Paylater di Provinsi Jawa Barat Jadi, kesimpulannya terdapat pengaruh antara Social Infleuneces terhadap Behavioural Intentions pada pengguna Shoee Paylater di Jawa Barat. Hal ini menunjukan bahwa penggunaa SPaylater dipengarahui oleh lingkungan baik itu keluarga, teman ataupun kerabat untuk mempertimbangkan Asmara, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. dalam penggunaan SPaylater. Peran lingkungan tentunya sangat berpengaruh kepada seseorang untuk bertindak, selain dari emosional yang dimiliki, adalah nilai kejujuran ayng ditawarkan sehingga akan mendorong lebih besar seseoarng dalam bertindak. Pada penelitian ini Social Infleunecs memepengaruhi Behavioural Intentions selaras dengan teori sebelumnya yang menghasilkan bahwa Social Infleunecs tidak berpengaruh pada Behavioural Intentions. Pengaruh Social Infleunecs terhadap Behavioural Intentions pada Pengguna Shopee Paylater di Provinsi Jawa Barat Kesimpulannya terdapat pengaruh antara Social Infleuneces terhadap Behavioural Intentions pada pengguna Shoee Paylater di Jawa Barat. Hal ini menunjukan bahwa penggunaa SPaylater dipengarahui oleh lingkungan baik itu keluarga, teman ataupun kerabat untuk mempertimbangkan dalam penggunaan SPaylater. Peran lingkungan tentunya sangat berpengaruh kepada seseorang untuk bertindak, selain dari emosional yang dimiliki, adalah nilai kejujuran ayng ditawarkan sehingga akan mendorong lebih besar seseoarng dalam bertindak. Pada penelitian ini Social Infleunecs memepengaruhi Behavioural Intentions selaras dengan teori sebelumnya yang menghasilkan bahwa Social Infleunecs tidak berpengaruh pada Behavioural Intentions. Pengaruh Hedonic Motivation terhadap Behavioural Intentions pada Pengguna Shopee Paylater di Provinsi Jawa Barat Tidak dapat dipengaruhi antara Hedonic Motivation terhadap Behavioural Intentions pada pengguna Shopee Paylater di Jawa Barat. Hedonic motivations merupakan Tingkat kesenangan, kenyamanan dan kepuasan yang didapatkan oleh pengguna ketika sedang atau telah menggunakan sebuah sistem informasi, yang dimana pada penelitian ini merupakan hasil dari pengguna sdenag atau setelah menggunakan SPaylater dalam melakukan pembayaran secara kredit, cicilan atau bayar nanti. Hal ini menjadikan pengguna yang merasa kurang mendapatakna kesenagan ataupun kenyaman dalam menggunaan SPaylater, bisa dikarenkan dalam proses penggunaanya ataupun berhubungungan dengan besarnya bunga yang dibebankan pada setiap Ini memungkinkan kesenangan yang dirasakan oleh pengguna SPaylater tidak bisa memepengaruuhi niat untuk menggunakannya. Tidak berpengaruhnya dua varibel tersebut sejalan dengan penelitian sebelumnya. Pengaruh Habit terhadap Behavioural Intentions pada Pengguna Shopee Paylater di Provinsi Jawa Barat Habit tidak terdapat pengaruh terhadap Behavioural Intentions pada pengguna Shopee Paylater di Jawa Barat. Habit merupakan suatu kebiasaan yang timbul dari pengalam, atuapn pemeblajran yang didapatkan setelah pengguaan sebuah sistem informasi yang dimana pada penlitain ini meupakan penggunaan terhadap Shopee Paylater. Banyak keumngkinan mengapa pengguna SPaylater tidak membiaskan untuk menggunakan SPaylater, bisa karena terkendala pada biaya untuk peluasannya, tidak memiliki keinginanan ataupun berusaha untuk tidak mendorong untuk berprilaku konsumtif. Hal tersebut bisa menjadi penyebab hedonis motivations tidak mempengaruhi terhadap niat pengguna atau behavioural intentions. Pengaruh Habit terhadap Use Behaviour pada Pengguna Shopee Paylater di Provinsi Jawa Barat Kesimpulannya Habit tidak berperan dalam memoderasi Habit terhadap Behavioural Intentions pada pengguna Shopee Paylater di Jawa Barat. Habit merupakan suatu kebiasaan yang muncul Asmara, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. secara otomatis dalam diri seseorang. Dalam penelitian ini kebiasaan tidak bisa mempengaruhi perilaku dalam menggunakn SPyalater, hal ini dikarenakan penggunaan SPaylater dipegaruhi oleh sebarap besar kebutuhan ataupun keingianan pengguna juga kondisi keuangan yang dimiliki. Age. Gender, dan Experience akan Memoderatori Hedonic Motivation terhadap Behavioural Intentions pada Pengguna Shopee Paylater di Provinsi Jawa Barat Age. Gender dan Experience tidak berperan dalam memoderatori Hedonic Motivation terhadap Behavioural Intentions pada pengguna Shopee Paylater di Jawa Barat. Hal ini menggambarkan jika dalam usia, jenis kelamin dan pengalaman tidak bisa memperkuat hubungan diantara hedonic motivation terhadap behavioural intentons. Age. Gender dan Experience Berperan dalam Memoderasi Habit terhadap Behavioural Intentions pada Pengguna Shopee Paylater di Provinsi Jawa Barat Kesimpulannya Age,Gender dan Experience tidak berperan dalam memoderasi Habit terhadap Behavioural Intentions pada pengguna ShopePaylater di Jawa Barat. Hal ini menggambrakan jika usia, jenis kelamin serta pengalam tidak bisa memeprkuat hubungan antara kebiasaan atau habit terhadap niat pengguna dalam menggunakan SPaylater. Pengguna SPaylater mempertimbangan penggunaan bisa karena kebutuhan ataupun keinginan ataupun kondisi keuangan. Age. Gender dan Experience Berperan dalam Memoderasi Habit terhadap Use Bhaviour pada Pengguna Shopee Paylater di Provinsi Jawa Barat kesimpulannya Age, gender dan Experience tidak berperan dalam memoderasi Habit terhadap Use Behaviour pada pengguna Shoee Paylater di Jawa Barat. Kebiasaan pengguna yang bisa mendorong untuk berprilaku dalam menggunakan SPayalter adalah karena kebutuhan atau keinginan, ataupun kenyaman yang dirasakn oleh pengguna ketika menggunakan SPaylater yang mengakibatkan kebiasaan yang dapat berperan terhadap perilaku pengguna. Pengaruh Behavioural Intentions terhadap Use Behaviour pada Pengguna Shopee Paylater di Provinsi Jawa Barat Behavioural Intentions berpengaruh terhadap Use Behaviour pada pengguna Shopee Paylater di Jawa Barat. Hal ini menerangkan bahwa niat perilaku pengguna SPaylater itu untuk memenuhi kebutuhan, keinginan atau berkaitan dengan keadaan keuangan yang mampu untuk mempengauhi perilaku penggunaan dalam menggunakan SPaylater. Experience Berperan dalam Memoderasi Behavioural Intentions terhadap Behaviour pada Pengguna Shopee Paylater di Provinsi Jawa Barat Use Experience tidak berperan dalam memoderasi Behavioural Intentions erhadap Use Behaviour pada pengguna Shopee Paylater di Jawa Barat. Pengalaman pengguna dalam menggunakan SPaylater akan brgantung dengan kepuasan, kenyaman yang dirasakan oleh pengguna. Niat pengguna SPaylater akan sangat dipengaruhi oleh kebutuha, keinginan ataupun keadaan keuangan pengguna sehingga pengguna akan memutuskan untuk melakukan pembelian menggunakan SPaylater. Sehingga pada penelitian ini, pengalam tidak memeprkuat hubungan antara niat perilaku pengguna terhadap perilaku pengguna. Asmara, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Kesimpulan Berdasarkan hasil dari penelitian mengenai peran penggunaan Shopee Pay Later menggunakan metode Unified Theory of Acceptance and Use of Technology UTAUT2 di Jawa Barat, maka dapat ditarik kesimpulan: Pada penelitian ini, peneliti ingin mengetahui bagaimana peran pengguna Shopee Pay Later dengan melakukan pendekatan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology UTAUT2, pada penelitian ini menghasilkan 3 variabel yang berpengaruh salah antara lain: Variabel Behavioural Intentions (Y. berpengaruh terhadap Use Behavior (Y. Hal ini menunjukan jika niat pengguna dalam menggunakan SPy later dapat mempengaruhi perilaku pengguna. Variable Habit (X. berpengaruh terhadap Behavioural Intentions (Y. , ini menggambarkan bahwa kebiasaan yang dilakukan tanpa sadar mampu mempengaruhi niat perilaku pengguna dalam menggunakan SPy alter. Variabel Social Influences (X. berpengaruh terhadap Behavioural Intentions (Y. , ini menggambarkan bahwa pengaruh dari lingkungan, baik itu kerabat, keluarga ataupun teman mampu mempengaruhi niat pengguna dalam menggunakan SPy alter. Dari ketiga variabel yang memiliki pengaruh satu sama lain. Nilai pengaruh tertinggi adalah variabel Social Influences (X. terhadap Behavioural Intentions (Y. dengan nilai pada uji hipotesis t tabel 5. 470, dan pengaruh yang memiliki nilai terendah adalah variabel Habit (X. terhadap Behavioural Intentions (Y. Daftar Pustaka