57 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 DAMPAK PENGEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT LOKAL DI DUSUN SADE DESA REMBITAN 1 Ratmaji, 2I Ketut Purwata & 3I Wayan Bratayasa 1,2,3Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram E-mail: 1parky6054@gmail. com, 2iktpurwata@gmail. 3iwynbratayasa@gmail. Article History: Received: 07-12-2024 Revised: 09-12-2024 Accepted: 10-12-2024 Keywords: Dampak Pengembangan. Perekonomian Masyarakat. Dusun Sade Desa Rembitan. Abstract: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengembangan serta Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Perekonomian Masyarakat Lokal Di Dusun Sade Desa Rembitan. Metode penelitian ini dilakukan dengan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Pengembangan pariwisata di Dusun Sade terus berkembang dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat serta memperkenalkan kebudayaan dan keindahan desa kepada seiring dengan perkembangan pariwisata, keadaan ekonomi Dusun Sade mengalami perubahan. Pengembangan pariwisata ini memberi dampak pada bidang ekonomi seperti peningkatan pendapatan penduduk, meningkat kesempatan kerja, peningkatan infrastruktur. Pelestarian budaya lokal, peningkatan kesadaran lingkungan. Peningkatan Penjualan Produk Lokal, dan peluang usaha. PENDAHULUAN Desa wisata adalah wilayah pedesaan yang menawarkan keaslian social budaya, adatistiadat, kehidupan sehari-hari, arsitektur tradisional, dan struktur tata ruang desa. Komponen pariwisata, seperti atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung, disajikan dalam bentuk integrasi. Salah satu masalah utama dalam pengembangan desa wisata adalah bagaimana pariwisata akan berdampak positif pada kehidupan ekonomi masyarakat lokal. Sejauh mana pengembangan desa wisata mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokalnya dianggap sukses dalam pandangan masyarakat awam. Jika manfaat ekonomi dari industri wisata hanya dinikmati oleh orang-orang luar, pemodal besar, sedangkan masyarakat lokal termarginalkan secara ekonomi, industri wisata akan dianggap Sebagai salah satu obyek wisata. Dusun Sade merupakan salah satu dari kawasan wisata budaya yang masih bertahan dan terus dikembangkan. Sebagai desa budaya. Sade selalu melakukan pengembangan budaya dengan tujuan untuk mempertahankan budaya asli mereka sekaligus untuk meningkatkan pendapatan ekonomi mereka. Pengembanganpengembangan yang dilakukan di dusun Sade ini seperti dengan membuat aturan dusun, pelestarian musik tradisional, dan pembangunan renovasi. Selain itu juga masyarakat mulai berlomba dalam mengembangkan perekonomian mereka dengan membangun fasilitasfasilitas penunjang yang lain seperti membangun rumah makan, atr shop dan sebagainya, a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 terlebih lagi dengan posisi dusun Sade yang terletak di pinggir jalan raya menuju pantai kute yang membuat akses ke Sade sangat mudah untuk dicapai. Untuk masuk ke perkampungan Sade sendiri tidak di pungut biaya, pengunjung hanya diwajibkan untuk mengisi registrasi kunjungan dan mengisi kotak sumbangan seikhlasnya. Hasil dari sumbangan tersebut nantinya akan digunakan untuk keperluan bersama. Pengembangan pariwisata telah menyebabkan perubahan sosial di Dusun Sade ini, seperti peningkatan minat masyarakat terhadap pendidikan, ketergantungan masyarakat terhadap pariwisata, dan kreativitas masyarakat dalam mengelola potensi yang ada. Penting untuk melakukan penelitian tentang dampak pengembangan pariwisata terhadap perekonomian masyarakat Dusun Sade Desa Rembitan untuk mengetahui lebih lanjut tentang dampak apa saja yang terjadi pada perekonomian masyarakat Dusun Sade sebagai akibat dari pengembangan- pengembangan tersebut. Dari latar belakang diatas peneliti merasa tertarik untuk meneliti sejauh mana dampak pengembangan pariwisata tersebut terhadap ekonomi masyarakat lokal, berdasarkan hal tersebut peneliti mengangkatnya dalam sebuah penelitian yang berjudul. Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Perekonomian Masyarakat Lokal Dusun Sade Desa Rembitan Au LANDASAN TEORI Teori Pariwisata Pariwisata merupakan konsep yang multidimensional. Pengertian pariwisata dipakai oleh para praktisi dengan tujuan dan perspektif yang berbeda sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Definisi pariwisata memang tidak sama persis diantara para ahli lain. pariwisata menurut Shite (Marpaung, 2000:46-. Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan orang untuk sementara waktu, yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain meninggalkan tempatnya semula, dengan suatu perencanaan dan dengan maksud bukan untuk berusaha atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata untuk menikmati kegiatan pertamasyaan dan rekreasi atau untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam. Sedangkan menurut UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan Aupariwisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. Teori Pengembangan Pariwisata Pengembangan sebagaimana disebutkan dalam UndangUndang Nomor 11 Tahun 2019 Pasal 1, merupakan suatu kegiatan yang berguna untuk meningkatkan manfaat dan daya dukung Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang sudah tertera kebenaran serta keamanannya untuk meningkatkan fungsi dan manfaat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Teori Pengembangan Pengembangan berasal dari kata dasar kembang yang berarti menjadi bertambah sempurna. Kemudian mendapat imbuan pe- dan Aean sehingga menjadi pengembangan yang artinya proses, cara atau pembuatan mengembangkan. Jadi pengembangan merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan agar lebih sempurna dari pada sebelumnya (Swantoro,1. Pengembangan suatu kawasan wisata juga tergantung pada apa yang dimiliki kawasan tersebut untuk di tawarkan kepada wisatawan. Hal ini tidak dapat di pisahkan dari a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 peranan para pengelola kawasan wisata. Oka A. Yoeti . berpendapat bahwa berhasilnya suatu tempat wisata hingga tercapainya industry wisata sangat tergantung pada tiga A . A) yaitu atraksi (Attractio. , mudah dicapai (Accesbilit. , dan fasilitas (Amenitie. Sedangkan menurut Hadinoto . ada empat jenis komponen dalam pariwisata yang mampu menunjang atau menentukan pengembangan suatu obyek wisata, yaitu : 1. Atraksi Wisata 2. Obyek dan daya tarik wisata 3. Prasarana wisata 4. Sarana wisata. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pengembangan merupakan suatu proses dimana bisa merubah segala sesuatu sesuai dengan rencana yang dituju. Teori Butler digunakan dalam penelitian ini adalah suatu pengukuran untuk mengali berbagai potensi yang ada di Desa Sade dalam proses pengembangan pariwisata berdampak dalam kehidupan Konsep dampak pariwisata Pengertian dampak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah benturan, pengaruh yang mendatangkan akibat baik positif maupun negative. Pengaruh adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu . rang,bend. yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. Pengaruh adalah suatu keadaan dimana ada hubungan timbale balik atau hubungan sebab akibat antara apa yang mempengaruhi dengan apa yang di (Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, 2. Dampak secara sederhana bisa di artikan sebagai pengaruh atau akibat dalam setiap keputusan yang di ambil seorang atasan biasanya mempunyai dampak tersendiri baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak juga bias merupakan proses lanjutan dari sebuah pelaksanaan pengawasan internal. Dampak Pariwisataan Terhadap Ekonomi Pengertian ekonomi adalah semua yang menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan perikehidupan dalam rumah tangga. Deliarnov . dalam Kurniawan . Tentu saja yang dimaksud dan dalam perkembangannya kata rumah tangga bukan hanya sekedar merujuk pada satu keluarga yang terdiri dari suami, isteri dan anak-anaknya, melainkan juga rumah tangga yang lebih luas yaitu rumah tangga bangsa, negara dan dunia. Spillane . , pariwisata sering dianggap sebagai mesin penggerak ekonomi. Menurut Mill . dalam Paramitasari . , pariwisata memiliki dampak terhadap ekonomi, adapun dampak dari pariwisata terhadap ekonomi yaitu : Dampak positif :a. Terbukanya lapangan pekerjaan, b. Meningkatnya taraf hidup dan pendapatan masyarakat, c. Meningkatkan nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang asing, d. Membantu menanggung beban pembangunan sarana dan prasarana setempat, e. Meningkatkan kemampuan manajerial dan keterampilan masyarakat yang memacu kegiatan ekonomi lainnya. Dampak negatif :a. Meningkatkan biaya pembangunan sarana dan prasarana, b. Meningkatkan harga barang-barang lokal dan bahan-bahan pokok, c. Peningkatan yang sangat tinggi tetapi hanya musiman, sehingga pendapatan masyarakat naik dan turun, d. Mengalirnya uang keluar negeri karena konsumen menuntut barang-barang impor untuk bahan konsumsi tertentu. Konsep Perekonomian Masyarakat Menurut Arifin Noor Perekonomian masyarakat adalah sekumpulan kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang dialami dalam lingkungannya. Maksud dari peningkatan perekonomian ini adalah perbaikan jenjang a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 perekonomian melalui usaha mandiri yang produktif dengan memperhatikan manajemen dalam usahanya. Menurut Zulkarnain, ekonomi kerakyatan adalah suatu sistem ekonomi yang harus dianut sesuai dengan falsafah Negara kita yang menyangkut dua aspek, yakni keadilan dan demokrasi ekonomi, serta berpihak kepada rakyat. Pemahaman tentang ekonomi rakyat dapat dipandang dari dua pendekatan, yaitu: pertama, pendekatan kegiatan ekonomi dari pelaku ekonomi berskala kecil yang disebut perekonomian rakyat. Berdasarkan pendekatan ini, pemberdayaan ekonomi rakyat dimaksudkan adalah pemberdayaan pelaku ekonomi usaha kecil. Kedua, pendekatan sistem ekonomi, yaitu demokrasi ekonomi atau system pembangunan yang demokratis disebut pembangunan partisipatif . articipatory developmen. Berdasarkan pendekatan yang kedua ini, maka pemberdayaan ekonomi rakyat dimaksudkan untuk menerapkan prinsipprinsip demokrasi dalam pembangunan. Hal ini bermakna bahwa ekonomi rakyat adalah sistem ekonomi yang mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat dalam proses pembangunan dimana seluruh lapisan tersebut tanpa terkecuali sebagai penggerak Pendekatan kedua ini, sering disebut sebagai ekonomi kerakyatan. Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa ekonomi kerakyatan adalah perkembangan ekonomi kelompok masyarakat yang mengikut sertakan seluruh lapisan masyarakat dalam proses pembangunan yang berkaitan erat dengan aspek keadilan, demokrasi ekonomi, keberpihakan pada ekonomi rakyat yang bertumpu pada mekanisme pasar yang adil dan mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat dalam proses pembangunan, serta berperilaku adil bagi seluruh masyarakat, dengan tujuan untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan atau mayoritas masyarakat. Masyarakat dalam istilah bahasa inggris adalah society yang berasal dari kata Latin socius yang berarti . Istilah masyarakat berasal dari kata bahasa arab syaraka yang berarti . kut serta dan berpartisipas. masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul, dalam istilah ilmiah adalah saling berinteraksi. Suatu kesatuan manusia dapat mempunyai prasarana melalui warga- warganya dapat saling berinteraksi. definisi lain masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu system adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Kontiunitas merupakan kesatuan masyarakat yang memiliki keempat cirri yaitu: . Interaksi antar warga- warganya, . Adat istiadat, . Kontiunitas waktu, . Rasa identitas kuat yang mengikat semua warga (Koentjaraningrat, 2009:115-. METODE PENELITIAN Tujuan dari disusunnya artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana perubahan ekonomi yang terjadi di wilayah yang terdapat pengembangan pariwisata. Perubahan yang akan di analisis merupakan perekonomian masyarakat lokal daerah wisata mulai dari sebelum dan sesudah adanya pengembangan kepariwisataan serta bagaimana dampaknya terhadap nilai perekonomian masyarakat. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, seperti penelusuran melalui literasi pustaka dan jurnal atau karya ilmiah yang kemudian dilakukan analisis deskriptif untuk mengetahui perekonomian masyarakat akibat adanya pengembangan pariwisata. Metode ini berguna untuk mengumpulkan berbagai hasil penelitian yang memiliki kesamaan topik dan mengidentifikasi strategi atau parameter yang digunakan dari beberapa studi kasus tersebut. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Pada proses penyusunan artikel ini akan memperhatikan beberapa parameter yang sudah digunakan pada penelitian sebelumnya seperti penelitian yang berjudul AuHary Hermawan (Dampak Pengembangan Desa Wisata Nglanggeran terhadap Ekonomi Masyarakat Lokal, 2. Ay dan AuSani Alim Irhamna (Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Perekonomian Masyarakat sekitar Objek Wisata di Dieng Kabupaten Wonosobo, 2. Ay yang menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam menganalisis bagaimana dampak pengembangan pariwisata terhadap perekonomian masyarakat sekitar. HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut para tertua desa. Desa sade mulai didiami penduduk pada tahun 1079. Kata sade sendiri berasal dari sansekerta yaitu Aonoer sadeAo yang memiliki arti Aocahaya obatAo dan berganti menjadi sade sejak islam masuk pada abad ke 17. Desa sade terletak Terletak pada 8Ao241 Ae8Ao571 LS dan 116Ao051 Ae116Ao241 BT pada ketinggian 120-126 mdpl (Badan stastitik kabupaten lombok tengah 2. Pekerjaan utama masyakarat Desa Sade adalah bertani dan membuat kerajinan tangan seperti menenun. Tenun yang dihaslkan dibuat oleh wanitawanita di Desa Sade sejak umur 9-10 tahun sampai menikah. Kegiatan ini dilakukan turun Sistem kepercayaan yang dianut oleh suku sasak di Desa Sade adalah Wetu Telu atau tiga waktu. Artinya masyarakat suku sasak di Desa Sade hanya menjalankan sholat tiga waktu, namun perkembangnya saat ini sudah banyak yang melaksanakan shalat 5 waktu. Desa sade tetap mempertahankan budaya suku sasak asli dilakukan guna kepentingan pariwisata dan sekaligus merupakan bentuk dari tindakan pelestarian kebudayaan Lombok. Upaya ini didukung penuh oleh masyarakat setempat sehingga mereka ikut andil dalam pengembangan dan pelestarian budaya lokal . sampai saat ini. pelestarian budaya lokal ini pun menjadi salah satu upaya peningktan perekonomian penduduk setempat, membuka lapangan kerja, dan meningkatan penadapatan daerah. Kearifan budaya lokal yang tetap diperthankan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik dan mencangeara yag berkunjung ke lombok khususnya ke DesaSade. Pengembangan Pariwisata Desa Sade Pengembangan pariwisata desa adat Sade dimulai sejak lama, namun pengembangan yang lebih terencana dan terorganisir dimulai pada tahun 1998. Pada periode ini, desa adat Sade mulai menjadi perhatian pemerintah dan organisasi non-pemerintah sebagai tujuan wisata yang menarik. Pengembangan pariwisata desa adat Sade, peran masyarakat setempat sangat penting dan terus diberdayakan. Mereka terlibat dalam pengelolaan pariwisata serta menjaga keberlanjutan alam dan budaya. Pengembangan pariwisata di desa adat Sade terus berkembang dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat serta memperkenalkan kebudayaan dan keindahan desa kepadawisatawan. Berdasarkan hasil penelitian telah dilakukan peneliti ada beberapa bentuk pengembangan pariwisata yang telah dilakukan di Desa Sade, diantaranya adalah: Pelestarian Kesenian Budaya Bentuk lain dari pengembangan pariwisata di Dusun Sade ini selain pengembangan sarana prasarana adalah pelestarian budaya seperti pelestarian musik tradisional, pelestarian kerajinan tenun dan pelestarian fisik bangunan. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata budaya, tentu budaya asli juga harus diutamakan. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Beberapa budaya yang di lestarikan di Desa Sade ini seperti pelestarikan music tradisional (Gendang Bele. kain tenun sasak (Kain Sese. Sebagai masyarakat sasak yang melestarikan budaya sasak, tentu musik tradisional sasak gendang beleq tidak lepas dari pelestarian. Musik tradisional ini di lestarikan supaya budaya asli sasak tidak hilang ataupun bercampur dengan budaya dari luar. Salah satu upaya untuk memperkenalkan musik tradisional sasak ini adalah dengan menggunakan musik ini sebagai musik penyambut tamu yang berkunjung ke Desa Adat Sade ini. Musik tradisional ini selain di gunakan untuk menyambut tamu yang berkunjung ke Dusun Sade ini, juga digunakan pada saat acara perkawinan. Karena di Desa Rembitan pada umumnya sudah di terapkan aturan adat baru yaitu di larang menggunakan musik modern seperti kecimol. Maka musik tradisional seperti Gendang Beleq ini menjadi musik iring-iringan yang wajib di gunakan untuk acara tersebut. Gambar 1. Gendang Beleq Berdasarkan dari penelitian dapat di simpulkan bahwa di Desa Adat Sade ini sudah melestarikan musik tradisional dan bahwa bukan hanyadi Desa Adat Sade saja tetapi sudah di terapkan di Desa Rembitan secara umum dengan tujuan untuk mempertahankan keberadaan dari kesenian tradisional Gendang Beleq ini. Hal ini di sebabkan karena sebelum musik tradisional ini di lestarikan lagi, perkembangan musik-musik seperti cilokak dan kecimol berkembang dengan pesat di Desa Rembitan ini sehinggamenjadi kekhawatiran masyarakat kalau musik tradisional Gendang Beleq mulai di lupakan dan bahkan hampir tidak dipedulikanlagi. Cilokak pada awalnya adalah musik tradisional yang berbaur dengan alat modern sehingga lama kelamaan menghilangkan ketradisionalan dari musik tersebut. Hingga pada akhirnya untuk menjaga keaslian dari budaya sasak, khususnya masyarakat Desa Rembitan yang masih di kenal dengan adatnya maka musik cilokak dan kecimol tersebut di tiadakan dan tidak diperbolehkan lagi diDesa Rembitan. Kain tradisional sasak yang biasa orang-orang sebut dengan kain sesek ini sebenarnya secara tidak langsung sudah di lestarikan oleh orang-orang tua khususnyayang perempuan, karena biasanya di kerjakan untuk mengisi waktu luang mereka pada saat tidak ada pekerjaan di sawah. Kerajinan menenun ini di wariskan secara turun temurun supaya kerajinan ini tidak hilang. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Gambar 2. Kain Tenun Pada zaman dulu kesenian Peresean ini dilakukan untuk memilih perajurit kerajaan yang tangguh dan berani dalam bertarung. Peresean merupakan kesenian tradisional masyarakat Suku Sasak untuk adu ketangkasan dan keberanian dalam bertarung yang di lakukan oleh 2 orang pemain . dan ada juga wasit yang disebut pekembar untuk mengawasi jalannya pertandingan. Dalam kesenian peresean ini pemain menggunakan rotan sebagai alat pemukul dan perisai yang terbuat dari kulit kerbau atau sapi sebagai tameng . , dan pemain tidak memakai baju, hanya menggunakan capuk . engikat kepal. , dan memakai bebet . arung yang terbuat dari tenu. Gambar 3. Peresean Dari hasil penelitian dijelaskan bahwa kesenian tradisional Peresean sudah ada sejak dulu dan masih ada hingga sekarang di kalangan masyarakat Suku Sasak terutama di dusun Sade. Untuk pemain Peresean tidak ada pemain tetap atau pemain khusus, jadi masyarakat Sade atau para wisatawan bisa mencoba untuk mengetes keberanian dalam bertarung, dan dalam pertarungan diiringi dengan gamelan khas lombok. walaupun terdapat unsur kekerasan namun kesenian ini memiliki pesan damai di dalamnya agar para lelaki memiliki jiwa pemberani, rendah hati dan tidak pendendam. kesenian Peresean masih dipertahankan dan dilestarikan oleh masyarakat Sade sebagai upaya menjaga peninggalan budaya kesenian dari nenek moyang mereka yang dulu dan memperkenalkan kesenian Peresean kepada para wisatawan yang berkunjung di Dusun Sade sebagai salah satu daya tarik dusun wisata budaya Sade. Desa Adat Sade sebagai daerah wisata tradisional budaya Sasak selain menyuguhkan kesenian serta kerajinan khas Sasak juga menyuguhkan suasana perkampungan masyarakat Sasak. Oleh karena itu bentuk bangunan yang ada di Desa Adat Sade ini masih di pertahankandan tidak berubah. Pelestarian bangunan juga di perhatikan di a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Desa Adat Sade ini seperti bentuk rumah maupun bentuk bangunan tradisional sasak Bentuk bangunya masih sangat tradisional seperti beratapkan ilalang dan bertembokkan anyaman bambu. Hal inilah yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkujung keDesa Adat Sade ini. Perekonomian masyarakat Desa Adat Sade Perekonomian masyarakat di desa adat Sade didominasi oleh sektor pertanian, peternakan, dan kerajinan tangan. Kondisi perekonomian di desa ini masih relatif tradisional dengan pola hidup yang berlandaskan pada kegiatan agraris dan adat istiadat yang kuat. Berikut adalah beberapa aspek ekonomi utama yang ada di desa adat Sade:a. Pertanian: Pertanian adalah salah satu sektor ekonomi utama di desa adat Sade. Masyarakat desa ini biasanya menggantungkan hidup mereka pada kegiatan bercocok tanam di sawah atau Tanaman utama yang ditanam adalah padi, jagung, kacang-kacangan, dan sayuran. Masyarakat menggunakan teknik pertanian tradisional dan bergantung pada musim hujan untuk pertumbuhan tanaman. Peternakan: Selain pertanian, peternakan juga menjadi salah satu sektor ekonomi penting di desa adat Sade. Masyarakat beternak sapi, kerbau,kambing, dan ayam. Ternak ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan, cendera mata, dan upacara adat. Dalam beberapa tahun terakhir, ada juga peningkatan usaha budidaya lebah madu di desa ini. Kerajinan Tangan: Salah satu potensi ekonomi yang unikdi desa adat Sade adalah kerajinan tangan. Masyarakat Sade terkenal karena keterampilan mereka dalam menenun kerajinan tradisional, seperti kain tenun ikat dan anyaman tikar/kenika. Hasil kerajinan tangan ini dijual kepada pengunjung dan turis sebagai sumber pendapatan tambahan. Pariwisata: Dalam beberapa tahun terakhir, desa adat Sade telah menjadi tujuan wisata yang populer di Lombok. Wisatawan datang untuk melihat rumah tradisional Lombok yang unik, mengenal budaya lokal, dan membeli kerajinan tangan. Pariwisata memberikan dampak positif pada perekonomian desa adat Sade dengan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penjualan produk dan jasa wisata, homestay, dan hasil kerajinan tangan. Meskipun demikian, kehidupan ekonomi di desa adat Sade masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses ke pasar, kurangnya infrastruktur, dan rendahnya modal usaha. Masyarakat desa masih menghadapi hambatan ekonomi seperti perubahan iklim, harga bahan pertanian yang fluktuatif, dan kurangnya akses ke modal dan teknologi. Oleh karena itu, upaya untuk mengembangkan perekonomian masyarakat di desa adat Sade perlu melibatkan pemerintah, lembaga pendukung, dan bantuan dari luar. Namun, seiring dengan perkembangan pariwisata, keadaan ekonomi desa adat Sade mengalami perubahan. Pariwisata menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak keluarga di desa tersebut. Masyarakat desa mulai membuka homestay, rumah makan tradisional, dan usaha kerajinan tangan untuk menarik wisatawan dan mendapatkan penghasilan Banyak juga penduduk yang berperan menjadi pemandu wisata atau menjual produk-produk kerajinan kepada wisatawan. Pengembangan pariwisata juga membawa dampak positif pada pekerjaan di desa adat Sade. Banyak penduduk desa yang sebelumnya hanya bekerja di bidang pertanian atau peternakan, kini memiliki kesempatan untuk bekerja di sector pariwisata dengan menjadi guide wisata, memasak, atau mengelola penginapan. Hal ini memberikan kesempatan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Namun, perlu diingat bahwa kendala juga dapat terjadi dalam pengembangan ekonomi desa adat Sade. Perubahan dalam pola hidup masyarakat dan peningkatan urbanisasi dapat mempengaruhi keterlibatan masyarakat lokal dalam kegiatan tradisional Juga, adanya perubahan yang terlalu cepat dapat memberikan dampak negatif pada lingkungan dan keberlanjutan budaya desa. Dari pengamatan dan wawancara yang di lakukan oleh peneliti dapat di simpulkan bahwa sebelum pengembangan pariwisata lebih fokus adalah tradisional dan berbasis Desa Adat Sade mengandalkan pertanian, peternakan, dan kerajinan tangan sebagai sumber pendapatan masyarakatnya, seiring dengan perkembangan pariwisata, keadaan ekonomi desa adat Sade mengalami perubahan. Pariwisata menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak masyarakat di Desa Adat Sade. Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Perekonomian di Desa Adat Sade. Dampak pengembangan pariwisata bagi penduduk di desa adat Sade dapat Berikut adalah beberapa dampak positif yang mungkin terjadi:1. Peningkatan pendapatan, pencaharian sebagai petani tidak akan bisa terus-menerus menggantungkan perekonomian mereka pada hasil pertanian saja, harus ada alternatif lain untuk menunjang perekonomian masyarakat sehari-hari. Meningkat kesempatan kerja: Industri pariwisata di desa adat Sade menciptakan lapangan kerja baru, seperti menjadi guide wisata, pemandu lokal, atau pengelola homestay. Ini memberikan peluang kerja bagi penduduk desa, mengurangi tingkat pengangguran, dan meningkatkan ekonomi lokal. Peluang kerja ini terbuka karena akibat dari meningkatnya peluang ada di masyarakat. Seperti halnya di dusun sade yang terdapat usaha yang usaha rumah makan yang sudah pasti akan membutuhkan tenaga kerja. Peningkatan infrastruktur: Pertumbuhan pariwisata seringkali mendorong pembangunan infrastruktur yang diperlukan, seperti jalan, listrik, dan sanitasi. Hal ini akan memperbaiki aksesibilitas dan kenyamanan bagi masyarakat lokal, serta meningkatkan kualitas hidup mereka. Pelestarian budaya lokal: Pengembangan pariwisata dapat meningkatkan kesadaran akan budaya dan tradisi lokal, serta mendorong masyarakat desa adat Sade untuk mempertahankan warisan budaya mereka. Masyarakat dapat berperan sebagai pemandu wisata dan memperkenalkan kehidupan sehari-hari, kegiatan tradisional, danseni budaya mereka kepada wisatawan. Peningkatan kesadaran lingkungan: Dalam upaya menarik wisatawan, desa adat Sade seringkali mendorong kesadaran lingkungan. Masyarakat bisa belajar untuk menjaga kebersihan, merawat alam, dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan mereka. Peningkatan Penjualan Produk Lokal: Kehadiran wisatawan dapat meningkatkan permintaan terhadap produk-produk lokal seperti kerajinan tangan, kain tenun ikat, dan perhiasan tradisional. Hal ini akan memberikan insentif bagi pendudukdesa adat Sade untuk memproduksi lebih banyak dan meningkatkan kualitas produk mereka untuk memenuhi permintaan pasar. Peluang Pengembangan Usaha Lainnya: Dengan adanya industri pariwisata yang berkembang, terbuka juga peluang untuk berkembangnya usaha-usaha lain yang dapat mendukung sektor pariwisata, seperti bisnis kuliner, transportasi, atau penyediaan jasa wisata lainnya. Meskipun pengembangan pariwisata dapat memberikan dampak positif bagi penduduk Desa Sade, ada juga beberapa dampak negatif yang perlu diperhatikan, seperti: Ketimpangan Pendapatan. Perubahan Struktur Ekonomi. Kerentanan Terhadap Perubahan Pasar. Perubahan Sosial dan Budaya. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti dapat simpulkan bahwa pengembangan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 pariwisata ini memberi dampak pada bidang ekonomi seperti peningkatan pendapatan penduduk, meningkat kesempatan kerja, peningkatan infrastruktur. Pelestarian budaya lokal, peningkatan kesadaran lingkungan. Peningkatan Penjualan Produk Lokal, dan peluang usaha. karena pengaruh dari pengembangan pariwisata, penduduk Desa Adat Sade banyak membuka usaha Tanpa adanya pengembangan pariwisata ini dampak tersebut tidak akan tercapai dan tidak akan berkembang. Meskipun pengembangan pariwisata dapat memberikan dampak positif bagi penduduk Desa Sade, ada juga penting untuk memperhatikan dampak negatifnya, seperti kemungkinan komersialisasi yang berlebihan, pengambil alihan aset budaya oleh pihak eksternal, dan ketidakseimbangan distribusi keuntungan ekonomi antara penduduk lokal. Penting untuk melibatkan masyarakat desa adat Sade dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan pariwisata dan memastikan adanya mekanisme yang adil untuk membagi keuntungan ekonomi hasil daripariwisata. KESIMPULAN. Pengembangan pariwisata desa adat Sade, peran masyarakat setempat sangat penting dan terus diberdayakan. Pengembangan pariwisata di desa adat Sade terus berkembang dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat serta memperkenalkan kebudayaan dan keindahan desa kepada wisatawan. Yang semulanya normal lalu gempa kemudian corona yang membuat para wisatawan yang datang berkunjung sangat sepi. Selain itu juga mereka di Desa Sade tetap ramah kepada tamu yang berkunjung dan membuat tamu yang berkunjung itu merasa nyaman dan merasa aman dari warga Sebelum pengembangan pariwisata lebih fokus adalah tradisional dan berbasis Desa Adat Sade mengandalkan pertanian, peternakan, dan kerajinan tangan sebagai sumber utama pendapatan masyarakatnya, seiring dengan perkembangan pariwisata, keadaan ekonomi desa adat Sade mengalami perubahan. Masyarakat desa mulai membuka homestay, rumah makan tradisional, dan usaha kerajinan tangan untuk menarik wisatawan dan mendapatkan penghasilan tambahan. Banyak juga penduduk yang berperan menjadi pemandu wisata atau menjual produk-produk kerajinan kepada wisatawan. Pengembangan pariwisata ini memberi dampak pada bidang ekonomi seperti peningkatan pendapatan penduduk, meningkat kesempatan kerja, peningkatan infrastruktur. Pelestarian budaya lokal, peningkatan kesadaran lingkungan. Peningkatan Penjualan Produk Lokal, dan peluang usaha. karena pengaruh dari pengembangan pariwisata, penduduk Desa Adat Sade banyak membuka usaha Tanpa adanya pengembangan pariwisata ini dampak tersebut tidak akan tercapai dan Meskipun pengembangan pariwisata dapat memberikan dampak positif bagi penduduk Desa Sade, ada juga penting untuk memperhatikan dampak negatifnya, seperti kemungkinan komersialisasi yang berlebihan, pengambilalihan aset budaya oleh pihak eksternal, dan ketidakseimbangan distribusi keuntungan ekonomi antara penduduk lokal. Penting untuk melibatkan masyarakat desa adat Sade dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan pariwisata dan memastikan adanya mekanisme yang adil untuk membagi keuntungan ekonomi hasil daripariwisata. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 DAFTAR PUSTAKA