Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual ISSN : 2746-4814 Vol 5. No 2. Juli 2024 KRISTOLOGI (Kristologi Menurut Kitab- Kitab Injil Dan Surat Ae Surat Paulu. Diana Binkor Jenbise STFT GKI I. S Kijne Jayapura jenbisediana@yahoo. ABSTRAK Studi ini menyoroti pentingnya untuk memahami gagasan Kristologi dalam keempat kitab Injil dan Surat Ae Surat Paulus. Kristologi merupakan inti iman Kristiani yang menjadi landasan dogmatis gereja untuk memahami siapa Yesus. Dalam tradisi Kekristenan di dunia ada berbagai pandangan mengenai pendapat mengenai siapa Yesus, namun untuk memahami siapa Yesus harus mendalami kembali intisari Kitab Ae Kitab Injil dan Surat Ae Surat Paulus. Konsep Ae konsep dasar Kristologi yang dikemukakan dalam Kitab Ae Kitab Injil dan Surat Ae Surat Paulus tidak serumit apa yang diperdebatkan paska Perjanjian Baru oleh para Bapa Ae Bapa Gereja dalam konsili Ae konsili yang menghasilkan pengakuan Ae pengakuan iman klasik. Secara sederhana Kristologi Kitab Ae Kitab Injil dan Surat Ae Surat Paulus menyatakan iman mereka tentang siapa Yesus dan bagaimana Yesus yang adalah Kristus bagi mereka. Dalam implementasi Kristologi menurut Kitab Ae Kitab Injil dan Surat Ae Surat Paulus memberi peluang bagi Gereja Ae Gereja di Papua mengembangkan Kristologi menurut konteks pengalaman hidup dan budaya Papua. Kata Kunci: Kristologi: Kristologi Menurut Kitab- Kitab Injil Dan Surat Ae Surat Paulus ABSTRACT This study highlights the importance of understanding the idea of Christology in the four Gospels and the Epistles of Paul. Christology is the core of the Christian faith that is the dogmatic foundation of the church to understand who Jesus is. In the Christian tradition in the world there are various views on the opinion of who Jesus is, but to understand who Jesus is, we must re-examine the essence of the Gospels and Epistles of Paul. The basic concepts of Christology presented in the Gospels and Epistles of Paul are not as complex as what the Fathers of the Church argued after the New Testament in the councils that produced the classical confessions of faith. In simple terms Christology, the Gospels and Epistles of Paul declare their faith in who Jesus is and how Jesus is the Christ to them. In the implementation of Christology according to the Gospels and Epistles. Paul provides opportunities for Churches in Papua to develop Christology according to the context of Papuan life experience and culture. Keywords: Christology: Christology According to the Gospels and Epistles of Paul PENDAHULUAN Kristologi adalah inti iman Kristiani. Kristologi adalah suatu upaya komunitas Kristen untuk memahami siapa Yesus sebagai Kristus dalam pengalaman hidup mereka sehari-hari. Kristologi adalah suatu studi dalam Dogmatika Kristen yang secara khusus mengkaji dan mendalami tentang siapa sesungguhnya Yesus Kristus yang dibicarakan dalam Alkitab sampai dengan pemikiran para teolog baik dunia. Asia. Indonesia dan bahkan di Papua. Yesus Kristus adalah Tokoh yang luar biasa, yang di dalam diri-Nya ditemukan kebenaran sejati. Kebenaran sejati itulah yang akan di bahas dalam pokok ini untuk memahami Siapa Yesus sebagai Kristus dalam kehidupan komunitas Kristen di dalam Kitab Ae Kitab Injil. Surat Ae Surat Paulus dan sepanjang abad. Kerangka Teori Tinjauan Literatur Mengenai Kristologi Setiap orang Kristen memiliki hak untuk secara bebas memahami siapa Yesus dalam konteks pengalaman dan kebudayaan serta cara membaca Alkitabiah. Dalam pandangan yang sama. Muriel Orevillo-Montenegro, seorang teolog yang studi kristologi di Asia menyatakan bahwa Kristologi adalah: Usaha manusia untuk menyakinkan Yesus sebagai Kristus di tengah keberadaan hidup manusia. Jadi Kristologi itu tidak absolute atau mutlak namun akan terus Setiap komunitas kekristenan baik dalam Perjanjian Baru sampai di setiap era selanjutnya memiliki perbedaan pemahaman tentang siapa Yesus sebagai Kristus. Menurut S. Samartha, seorang teolog Srilanka menyatakan bahwa: Yesus Kristus adalah pusat dari kehidupan Krekristenan dan pokok Iman Kristen. Kristologi adalah usaha manusia untuk memformulasikan pengertian dan pesan dari Yesus Kristus kepada Gereja dan Dunia. Oleh karenanya, setiap Kristologi memiliki pertanyaan dan penjelasan mengenai makna misteri Yesus Kristus serta menyelidiki dan mengartikulasi bagaimana Allah dalam hubungan dengan manusia melalui Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah sama hari kemarin, hari ini dan esok (Ibrani 13:. Karenanya. Kristologi perlu untuk berubah, didefinisikan ulang, dan diperbaiki dalam perjalanan kehidupan bergereja dan di dunia dalam setiap situasi zaman yang berbeda dan budaya. Sebab Kristologi selalu dipahami secara berbeda dalam dalam sejarah gereja. Kristologi merupakan inti yang memiliki kemampuan membaharui iman Kristen di dalam Umat Kristen mengaku Yesus sebagai Mesias atau Kristus, seperti Seiichi Yagi,3 seorang teolog Jepang yang mengatakan: Yesus adalah nama umum yang dikenal sedangkan Kristus berarti yang diurapi. Jadi Yesus Kristus berarti bentuk pengakuan yang menyatakan bahwa Yesuslah Kristus atau Mesias. Di dalam Perjanjian Baru Yesus dan Kristus adalah sama, para sarjana Perjanjian Baru membuat perbedaan antara Yesus dan Kristus. Yesus secara sejarah adalah orang Yahudi yang memberitakan Kerajaan Allah. Sementara Kekristenan purba memahami Yesus sebagai Kristus, yang ilahi yang diurapi dan Juruselamat. Perjanjian Baru secara keseluruhan merupakan dokumen yang keseluruhannya berisikan proklamasi iman dari Ini berarti menunjukkan bahwa tidak ada kristologi yang absolut atau mutlak. Namun. Kristologi mesti dipahami bisa menjadi absolut di dalam suatu konteks tertentu berdasarkan pengalaman hidup dan budaya. Sebagai contoh, misalnya Kristologi Gereja Eropa atau Gereja Barat akan menjadi absolut atau mutlak diikuti oleh gereja tersebut namun akan menjadi tidak relevan dengan konteks gereja yang lain di dunia. Kebebasan BerKristologi Kebebasan atau kemerdekaan adalah salah satu hak dasar hidup manusia. Kata kebebasasn berkaitan dengan bebas dan keadilan. Teolog Ae teolog skolatik seperti Peter Lombard4 menjelaskan kebebasan atau kemerdekaan untuk memilih atau mengikuti. 5 Jadi kebebasan atau kemerdekaan adalah hak setiap manusia untuk bertindak, berbicara dan berpikir tanpa tekanan dari pihak lain. Kebebasan atau kemerdekaan juga berhubungan dengan konsep keadilan. Menurut Anselm of Canterbury . 3Ae1109 Maseh. , mengatakan bahwa sumber keadilan adalah Allah . xistit Muriel Orevillo-Montenegro. The Jesus of Asian Women (Maryknoll. New York: Orbis Books, 2. , 49. Samartha. One Christ Ai Many Religions Toward a Revised Christology (Maryknoll. New York: Orbis Books, 1. , 92. Seiichi Yagi. AuChrist and Buddha,Ay in Asian Faces of Jesus, ed. Sugirtharajah (Maryknoll. New York: Orbis Books, 1. , 33. Gillian R. Evans. AuPeter Lombard,Ay in The Cambridge Dictionary of Christianity, ed. Daniel Patte (New York: Cambridge University Press, 2. , 949-950. Peter Lombard . 1100Ae. was author of the standard textbook of systematic theology used in the later Middle Ages, the Sentences . 5Ae. Lombard was born in Lombardy. He studied in Italy. Reims, and Paris, where he was a master who taught in the cathedral school from c1143. He became bishop of Paris in 1159. Eugene TeSelle. AuFreedom. Free Will,Ay in The Cambridge Dictionary of Christianity, ed. Daniel Patte (New York: Cambridge University Press, 2. , 437. See also Constant J. Mews . AuScholasticism,Ay in The Cambridge Dictionary of Christianity, ed. Daniel Patte (New York: Cambridge University Press, 2. , 1132-1133. Scholasticism is a method of inquiry, influenced by Aristotle that developed in the schools and universities of the Latin West between the 12th and 15th c. , in relation both to the liberal arts and to theology. The scholastic theologians are Peter Lombard . id-12th c. Albertus Magnus and Thomas Aquinas. Justiti. Anselm melihat dalam keadilan ada nilai Ae nilai kebaikan, belas kasihan, dan pengasihan Allah. 6 Allah memperlihatkan bahwa ada sisi baik dan buruk, namun dari pihak Allah hanya menawarkan kebaikan saja. Allah menghukum kejahatan manusia, namun sekaligus menawarkan pengampunan dosa manusia bagi siapa yang mengaku keberdosaannya. Allah pada dasarnya adalah adil, belas kasih, dan kebenaran. 7 Anselm mendeklarasikan bahwa Allah adalah sumber keadilan. Jadi. Keadilan Allah adalah standar kekristenan yang berdiri atas persamaan hak, kebenaran dan martabat manusia. Manusia adalah makhluk yang secara bebas untuk mengekspresikan diri mereka tanpa tekanan dari yang lain. Dari keseluruhan pengertian kebebasan atau kemerdekaan sesungguhnya menyatakan bahwa komunitas kekristenan harus memiliki kebebasan untuk mendeklarasikan siapa Yesus bagi mereka. Kebebasan untuk mengakui siapa Yesus itu berjalan sepanjang abad. Secara mendasar Kristolog dimulai dengan prespektif dari komunitas kristen mula Ae mula dalam keempat kitab Injil dan Surat Ae Surat Paulus dalam Perjanjian Baru. METODE PENELITIAN Mempertimbangkan sifat kajian teologi, penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif untuk mengkaji, memahami, dan mendeskripsikan hakikat kristologi kitab Ae kitab Injil dan Surat Ae surat Paulus dan interaksi sosial yang melekat di dalamnya. 8 Selanjutnya analisis dokumen 9 akan digunakan untuk meneliti dokumen-dokumen penulis dan pemikir dalam Kitab Ae Kitab Injil dan Surat Ae Surat Paulus. Bahan yang dikumpulkan dari dokumen yang terseleksi dan akan diperiksa dengan teori khusus. Sementara hubungan antara Injil dan budaya akan membantu dalam penelitian ini dalam beberapa hal, penelitian ini meneliti secara pustaka dengan memeriksa Kristologi Di dalam Kitab Injil Ae Injil dalam Surat Ae Surat Paulus. Dalam Injil, dapat dilihat bagaimana jemaat Kristen pertama mengakui Yesus. Meskipun Injil ditulis sekitar 30 hingga 70 tahun setelah pelayanan Yesus, para sarjana Kristen berpendapat bahwa Injil adalah catatan kata demi kata tentang apa yang Yesus katakan. 10 Untuk teori yang digunakan adalah dari beberapa teolog seperti. Dennis C. Duling dan Norman Perrin serta Marla J. Selvidge. Denis dan Norman berpendapat bahwa sebagian besar sarjana Kristen/teolog telah setuju bahwa Injil Markus ditulis pertama kali sekitar tahun 70 M selama atau setelah penghancuran bait suci di Yerusalem. Injil Matius ditulis sekita tahun 85-90 Masehi. Injil Lukas ditulis sekitar tahun 85-90 Masehi. Injil Lukas ditulis sekitar tahun 85-90 Masehi dan Injil Yohanes ditulis sekitar tahun 90-100 Masehi. 11 Marla J. Selvidge mengajukan argumen bahwa Yesus lahir sekitar tahun 4 SM, dan meninggal sekitar tahun 28 M dan bahwa tradisi lisan dan kumpulan kehidupan, kematian, dan perkataan Yesus dikenal di jemaat Kristen awal/mula-mula sekitar tahun 30 Ae 50 12 Itu berarti kesenjangan antara tradisi lisan dengan penulis Injil pertama. Markus, adalah sekitar 20 Oleh karena itu, keempat penulis Injil telah mencoba untuk menulis ulang tradisi lisan dan kumpulan kehidupan, kematian, dan perkataan Yesus yang hidup dalam komunitas Kristen awal. Mereka memiliki keprihatinan dan tujuan yang berbeda dalam tulisan mereka. Jadi Injil Markus. Matius. Lukas, dan Yohanes memiliki cara yang berbeda untuk bersaksi tentang siapa Yesus. Dalam teori para ahli tentu ada perbedaan dengan teolog lain dalam penarikan waktu penulisan dan juga isi, namun saya lebih memilih untuk menggunakan teori dari ketiga ahli Perjanjian Baru seperti Duling. Norman dan Marla yang memberi landasan teologi Perjanjian Baru yang sangat akurat bagi Kitab Ae Kitab Injil dan Surat Ae Surat Paulus sebagai pijakan berkristologi. Coloman Viola. AuAnselm of Canterbury,Ay in Encyclopedia of Christian Theology Volume 1. A-F, ed. Jean-Yves Lacoste (New York Ae London: Routledge, 2. , 45-50. Cf. Iryne Fernandez. AuJustice. Ay in Encyclopedia of Christian Theology. Volume 2. G-O, ed. Jean-Yves Lacoste (New York-London: Routledge, 2. , 842. Brian Davis and G. Evans, ed. Anselm of Canterbury: The Major Work (Oxford. England: Oxford University Press, 1. , 94. David Silverman and Amir Marvasti. Doing Qualitative Research: A Comprehensive Guide (Los Angeles- London-New Delhi-Singapore: Sage Publications, 2. , 14. Uwe Flick. The SAGE Handbook of Qualitative Data Analysis (London: SAGE Publication Ltd, 2. , 369. Raymond E. Brown. An Introduction to New Testament Christology (New York/Mahwah: Paulist Press, 1. , 7. Dennis C. Duling and Norman Perrin. The New Testament: Proclamation and Parenesys. Myth and History (The United States of America: Harcourt Brace & Company, 1. , 103-104. Marla J. Selvidge. The New Testament: A Timeless Book for All Peoples (New Jersey: Prentice Hall, 1. , 41. Pengertian Kristologi Yesus di dalam Bahasa Ibrani disebut Yeshua (A)oiA, dengan variasi Ibrani yang lain disebut Yosua atau Yoshua yang artinya Tuhan penolong atau penyelamat. Sedangkan Yesus di dalam Bahasa Yunani disebut Yesus (EC. Iesou. Kekristenan di kenal sebagai agama sejak banyak orang Yahudi/murid - murid Yesus disebut Kristen di Antiokhia (Kisah Para Rasul 11:. Oleh karena itu, teologi Kristen dimulai dengan bagaimana komunitas dan sarjana Kristen/Teolog memahami Yesus sebagai Kristus dalam konteks dan sejarah kehidupan manusia. Oleh karena itu, kristologi adalah cabang teologi yang berbicara tentang posisi Yesus Kristus dalam agama Kristen. Kristologi bagi orang Kristen adalah wahyu Allah kepada manusia melalui kedatangan Kristus. 'Kristologi' berasal dari kata Yunani yang berarti Kristus. Bahasa Ibrani Mesias = Yang Diurapi, dan yang berarti Firman atau pengetahuan. Singkatnya, pengetahuan tentang Kristus adalah tentang pemahaman orang Kristen tentang Siapa Yesus sebagai Kristus dari masa lalu hingga sekarang. Kristologi mencakup perjalanan Yesus dan terus membahas hal ini karena perjalanan Yesus masih relevan di setiap zaman. Kristologi dan ajaran Trinitas tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Juga, aspek penting lain dalam Kristologi yang dibahas adalah penebusan dan keselamatan. Apalagi perdebatan tentang keilahian dan kemanusiaan Yesus terus berlanjut hingga hari ini. Oleh karena itu. Kristologi, yang merupakan jantung/inti kekristenan, akan dibahas di seluruh kehidupan komunitas Kristen. HASIL DAN PEMBAHASAN Kristologi Markus: Yesus Sebagai Pembuat Mujizat/Miracle Worker Injil Markus telah memandang Yesus sebagai pembuat mujizat. Injil ditulis pada saat penghancuran Yerusalem dan Bait Suci pada tahun 70 M. 13 Injil Markus bertujuan untuk memperingatkan orang Kristen Yudea agar tidak mempercayai kata-kata para nabi palsu dan Mesias di Yudea pada saat itu. Markus ingin menawarkan harapan kepada Kristen Yudea bahwa, sementara akhir belum, masih tidak jauh. Injil Markus bersifat apokaliptik, memberikan peringatan dan harapan kepada orang-orang Kristen Yudea yang berada di bawah penindasan dan penganiayaan selama krisis tahun 70 M. Karena itu. Injil Markus memandang Yesus sebagai nabi, pengkhotbah, dan penyembuh Gambaran Yesus dalam Injil Markus ini telah mendorong orang-orang Kristen Yudea untuk menaruh harapan mereka kepada Yesus sebagai Anak Allah (Markus 1:. , dan Yang Kudus dari Allah (Markus 1:. Dua gambar Yesus sebagai Anak Allah dan Yang Kudus dari Allah adalah gambar yang memberi kekuatan dalam situasi sulit saat itu. Mereka harus setia pada iman mereka karena Yesus adalah Mempelai Pria (Markus 2:19-. , oleh karena itu orangorang Kristen Yudea tidak perlu khawatir karena Yesus ada bersama mereka. Selanjutnya, orang Kristen Yudea yang hidup dalam penganiayaan harus belajar dari Yesus sebagai Hamba (Markus 10:. Yesus sebagai hamba akan menuntun mereka melalui jalan penderitaan karena Yesus adalah seorang hamba. Oleh karena itu, para murid dipanggil untuk menjadi pengkhotbah dan penyembuh . :39. 3:14-15. Para murid atau orang Kristen Yudea telah ditugaskan untuk bersaksi tentang siapa Yesus itu. Hal ini terlihat dalam pertanyaan Yesus kepada murid-murid-Nya tentang pengakuan mereka kepada diri-Nya sendiri (Markus 8:27-. Yesus bertanya kepada murid-muridnya tentang apa yang mereka katakan tentang dia. Dalam Markus 8:29. Petrus menjawab pertanyaan itu dengan pengakuan bahwa Yesus adalah Kristus atau Mesias. Dalam bahasa Yunani, berarti AuEngkau adalah Kristus atau Mesias. Ay Pengakuan ini juga ada dalam Matius dan Lukas. Namun, tujuan Ibid. , 300. According to early Christian tradition, the Markan Gospel is preserved in the writing of Eusebius, a fourth century church historian. The fourth Gospel, the Markan Gospel was written first from the other Gospels. The early Christian tradition also agreed that Mark was the translator or maybe interpreter of Peter. Moreover. Mark also was known with name. John Mark who was with Paul and Barnabas in the journey to Asia Minor on the first missionary journey. Moreover, in the first half of the second century, early Christianity accepted the Gospel of Mark. Ibid. , 300-301. Ibid. Markus terhadap gambar Yesus berbeda. Markus menginginkan para murid atau orang Kristen Yudea yang menderita untuk memiliki Yesus sebagai Mesias mereka dan Kristus yang akan berada di sana bersama mereka. Oleh karena itu, dapat dilihat bahwa Yesus adalah pembuat mukjizat yang memberikan harapan kepada orang Kristen Yudea bahwa Yesus akan melindungi dan menyelamatkan mereka dari penderitaan dan penindasan. Mereka perlu percaya bahwa Yesus adalah pembuat mukjizat yang akan berada di sana bersama mereka. Oleh karena itu, kristologi Markus membuka lensa/wacana/pandangan baru bagi orang Kristen kontemporer/ masa kini dan khususnya orang Kristen Papua untuk belajar tentang Yesus sebagai pembuat mukjizat dari sisi orang-orang yang menderita atau tertindas. Kristologi Matius: Yesus Sebagai Mesias Yang Dinantikan Kristologi Matius memandang Yesus sebagai Mesias yang ditunggu-tunggu. Matius menghubungkan Yesus dengan Abraham (Matius 1:. Matius ingin menunjukkan Yesus sebagai Mesias yang sudah datang. Yesus adalah pemenuhan Mesias yang ditunggu-tunggu oleh orangorang Yahudi. Kristologi dari Matius memiliki cara yang berbeda dalam memandang gambar/wajah Yesus. Para sarjana Kristen/teolog berpendapat bahwa Injil Matius ditulis dengan menggunakan Injil Markus sebagai sumbernya. Injil Matius ditulis setelah tahun 70 M. 16 Matius menulis Injilnya dalam konteks Yudaisme. Kelompok Matthean adalah kelompok yang berjuang dan terpinggirkan, dalam konflik dengan orang luar dan menghadapi beberapa kekacauan Matius kontras dengan orang-orang Farisi yang mengklaim janji-janji Taurat sebagai milik mereka. Mereka memandang pengumpul uang seperti kelompok Matius dan orang berdosa sebagai orang luar dan bukan sebagai bagian dari komunitas Allah. Oleh karena itu, kristologi Matius mengklaim bahwa janji-janji Taurat digenapi di dalam Yesus sebagai wahyu baru. Orangorang Farisi menganggap Auyang lainAy sebagai orang luar, oleh karena itu Matius membandingkan tulisannya dengan orang-orang Farisi yang mengklaim memiliki hak untuk menafsirkan Taurat dan pelaksanaannya yang benar. 17 Matius dalam Matius 23:8-10 berpendapat bahwa tidak seorang pun harus disebut Rabi. Bapa, dan pengajar kecuali Yesus. Matius merasa bahwa orang-orang Farisi tidak dapat mengklaim diri mereka sebagai Rabi. Bapa, dan pengajar. Oleh karena itu, kristologi Matius merupakan bagian dari protes terhadap Kelompok Yahudi atau Farisi yang mengaku dekat dengan Tuhan/Allah. Matius memiliki pemahaman yang berbeda dari Markus dan Lukas. Pengakuan Petrus (Matius 16:. , bahwa Yesus adalah Kristus atau Mesias telah menunjukkan Yesus sebagai kepenuhan Wahyu Allah. Artinya, ketika Petrus mengaku NAEEUC yang berarti AuEngkau adalah Kristus atau MesiasAy, itu menunjukkan bahwa Yesus adalah satu-satunya yang dekat dengan Allah. Yesus adalah Mesias yang ditunggu-tunggu. Oleh karena itu, orang Farisi tidak dapat mengklaim diri mereka sebagai satu-satunya yang berhak memiliki hubungan dengan Tuhan. Kristologi Matius menunjukkan bahwa orang berdosa juga memiliki hak untuk datang kepada Allah sebagai bagian dari keluarga Allah. Jadi. Matius menggunakan gambaran Yesus sebagai anak Daud dan anak Abraham (Matius 1:1, 21:. Gambar Yesus sebagai nabi dari Nazaret di Galilea (Matius 21:. , seorang nelayan, seorang nabi (Matius 21:. , seorang guru (Matius 22:. , seorang saudara (Matius 25:. , seorang raja (Matius 25:. , dan anak manusia (Matius 20:. , menunjukkan Yesus sebagai penggenapan wahyu Allah dan Yesus sebagai Mesias yang dinanti. Oleh karena itu, kristologi Matius dapat membantu orang Kristen kontemporer, termasuk orang Kristen Papua, untuk melihat gambar Yesus sebagai penggenapan wahyu Tuhan yang datang ke dunia untuk semua orang. Semua orang sama di mata Tuhan. Kristologi Lukas: Yesus sebagai Perombak Batas Kristologi Lukas telah menekankan citra Yesus sebagai Perombak Batas. Hal ini dapat dilihat dalam warisan Lukas yang menghubungkan Yesus dengan anak Adam (Lukas 3:. Berbeda Ibid. , 331-332. Ibid. , 336. dengan Matius yang menghubungkan Yesus dengan Abraham, orang percaya, dan bapa Israel. Selain itu, para penulis Kristen abad kedua mengidentifikasi Lukas sebagai pengikut Paulus. Tradisi abad kedua berpendapat bahwa penulis Injil Lukas, dan Kisah Para Rasul adalah orang yang sama yang merupakan rekan Paulus . Tim 4:11. Kol 4:14. Filemon . Mereka berpendapat bahwa penulisnya adalah Lukas, tabib tercinta. Awal Injil Lukas ditujukan kepada Theophilus. Ini adalah nama Yunani yang berarti "Kekasih Tuhan. " Namun, nama Theophilus tidak dikenal dalam Kekristenan awal. Oleh karena itu, para sarjana/teolog berpendapat bahwa target pembaca Injil Lukas adalah mereka yang memiliki posisi lebih tinggi dalam masyarakat Yunani-Romawi. Itu berarti Injil Lukas tidak eksklusif untuk orang Yahudi, khususnya orang Kristen Yahudi, tetapi melanggar batas-batas eksklusivitas. Injil Lukas dituju bagi orang-orang non-Yahudi, terutama orang Roma yang sudah masuk Kristen. Orang-orang Yahudi dan Kristen Yahudi memandang non-Yahudi sebagai orang asing. Selain itu. Lukas telah menekankan bahwa keluarga baru Allah bukan hanya orang Yahudi tetapi juga termasuk orang luar seperti wanita, orang berdosa, orang miskin, orang Yahudi, orang Samaria, orang non-Yahudi, dan di antara orang-orang bukan Yahudi, khususnya orang Romawi. Injil terbuka untuk semua orang. Injil Lukas berbeda dengan Injil Matius dalam memandang Yesus sebagai pemecah batas. Matius memandang Yesus sebagai pelanggar batas mengenai orang Yahudi dan Kristen Yahudi. Sedangkan Yahudi dan Kristen Yahudi mengklaim bahwa perjanjian Tuhan hanya untuk mereka sebagai umat pilihan. Secara berbeda. Lukas memandang Yesus sebagai pemecah batas antara orang Yahudi. Kristen Yahudi, dan orang luar seperti non-Yahudi, orang Romawi yang masuk Kristen. Mereka memiliki hak yang sama di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, kristologi Lukas menggambarkan gambaran Yesus sebagai Rabi. Yesus sebagai penyembuh (Lukas 7:1-. Yesus sebagai Tuan (Lukas 17:. Yesus sebagai Nabi (Lukas 13:. , dan Yesus sebagai Juru Selamat ( Lukas 2:. Ini untuk menunjukkan Yesus sebagai Rabi, tidak hanya satu untuk orang Yahudi tetapi juga untuk orang luar. Yesus adalah Guru yang harus diikuti oleh komunitas Kristen. Yesus adalah seorang Nabi yang ditunggu-tunggu orang. Terakhir. Yesus adalah Juruselamat yang menunjukkan bahwa hanya melalui Yesus manusia akan diselamatkan. Yesus datang untuk menyelamatkan semua orang dan mewartakan Kerajaan Allah bagi semua orang. Yesus adalah pelanggar/perombak batas. Cara berbeda untuk melihat gambar Yesus dapat dilihat dalam Injil Yohanes. Yohanes telah melihat gambar Yesus dalam Perkataan "Aku". Oleh karena itu. Injil Yohanes tidak termasuk dalam kategori sinoptik seperti halnya Markus. Matius, dan Lukas. Kristologi Yohanes menggunakan bahasa simbolis atau metafora dalam menggambarkan siapa Yesus itu. Kristologi Yohanes: Yesus dan Perkataan AuAkulahAy Injil Yohanes sangat berbeda dari ketiga Injil sinoptik. Injil Yohanes memiliki gaya kesaksian yang berbeda tentang siapa Yesus. Dalam sinoptik. Yesus mengajar dalam kata-kata mutiara, perumpamaan, dan ceramah pendek. Namun. Yohanes mengajar dalam wacana panjang tentang tema simbolik seperti logos, cahaya/terang, kehidupan, jalan, air, roti dan gambar lainnya. Para sarjana/teolog seperti Marla J. Selvidge. Dennis C. Duling, dan Norman Perrin berpendapat bahwa Injil Yohanes ditulis antara tahun 90-100 M. Pada akhir abad kedua sekitar tahun 125-202 M. Irenaeus dari Lyons memperkenalkan Injil Yohanes. Orang-orang Kristen abad kedua menyebut Yohanes, yang adalah murid Yesus, sebagai Ini menjadi perdebatan dan penulis Injil keempat tidak pernah secara eksplisit diidentifikasi sebagai Yohanes dalam Injil itu sendiri. Selama waktu itu, komunitas Yohanes bertentangan dengan monoteisme Yahudi. Orang Yahudi menganggap Yesus sebagai manusia dan bukan Tuhan (Yohanes 8:48-9:. Injil Yohanes telah menunjukkan konflik besar antara orang Kristen Yohanes dan dunia, mereka yang dicap sebagai Auorang Yahudi. Ay Hal ini dapat dilihat dalam Injil Yohanes ketika ia menyatakan bahwa komunitas Kristen atau orang Kristen Yohanes harus hidup di dunia, tetapi tidak dari dunia (Yohanes 17:. Orang Kristen Yohanes menggunakan Gnostisisme untuk mengakui Yesus. Istilah gnostik atau gnosis dalam bahasa Yunani berarti AupengetahuanAy. Gnostisisme dalam kelompok agama yang beragam mengajarkan pengetahuan sebagai kunci untuk memahami Yang Ilahi. Pengetahuan lebih penting daripada iman. Injil Yohanes menggunakan bahasa gnostik untuk melawan Gnostisisme atau praktik gnostik, dan orang Yahudi. Injil Yohanes memiliki kristologi tinggi yang menyaksikan Yesus sebagai pemenuhan harapan Mesianik Perjanjian Lama. Dapat ditemukan bahwa Injil Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai Logos atau Firman (Yohanes 1:1-. Yesus adalah yang dipilih Allah atau Yesus adalah alasan Allah. Injil Yohanes telah dimulai seperti dalam Kejadian yang menyatakan Aupada mulanyaAy adalah Logos atau Firman. Logos adalah bersama-sama dengan Allah dan Logos adalah Allah. Oleh karena itu, kristologi Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai Allah. Injil Yohanes telah menyatakan bahwa Yesus sudah ada sebelum penciptaan. Yesus bersama Allah dan Yesus adalah Allah. Ini adalah kristologi yang lebih tinggi karena Injil Yohanes mengakui Yesus sebagai Tuhan. Itu bisa dilihat dalam Yohanes 1:2-5 yang mengatakan Yesus pada mulanya bersama Allah, melalui Yesus segala sesuatu dijadikan, tanpa Yesus tidak ada sesuatu pun yang dijadikan yang telah Yesus adalah terang yang bersinar dalam kegelapan, tetapi kegelapan tidak Kegelapan adalah simbol dunia, orang-orang Yahudi yang tidak percaya Yesus. Injil Yohanes telah mengakui Logos yang menjelma sebagai manusia di dalam Yesus (Yohanes 1:. Namun, dunia telah menolak Yesus. Kristologi Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai Logos yang menggunakan Gnostisisme untuk menyatakan Yesus adalah Juruselamat dan Allah. Ini adalah pengakuan apologetik kepada dunia, khususnya orang-orang Yahudi, yang tidak percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat. Komunitas Kristen Yohanes mengakui Yesus sebagai Logos atau sabda. Kristologi Yohanes dimulai dengan apa yang Yesus katakan. Ini dikenal sebagai Yesus sebagai Perkataan AuAkuAy. Yesus berkata "Aku adalah" roti hidup. Yesus adalah roti hidup (Yohanes 6:. Yesus telah menyatakan bahwa orang yang datang kepada Yesus tidak akan pernah kelaparan, dan mereka yang percaya kepada Yesus tidak akan pernah haus (Yohanes 6:. Yesus telah mengakui bahwa mereka yang percaya apa yang telah diajarkan-Nya tidak akan pernah lapar. Itu berarti mereka akan dipuaskan dalam hidupnya karena Yesus adalah utusan Tuhan (Yohanes 6:. Yesus juga mengatakan "Aku adalah" terang dunia. Yesus adalah terang dunia (Yohanes 8:. Di sini. Yesus menggunakan lambang terang untuk mengungkapkan ajaran-Nya yang akan membimbing manusia untuk memahami kehendak Tuhan. Yesus menyatakan bahwa siapa pun yang mengikuti Yesus tidak akan pernah berjalan dalam kegelapan tetapi akan memiliki terang Komunitas Kristen Yohanes telah mengakui kepada dunia dan orang-orang Yahudi bahwa Yesus sebagai Logos adalah terang dunia. Kristologi Injil Yohanes juga memperkenalkan Yesus sebagai gembala yang baik (Yohanes 10:. Yesus berkata "Aku adalah" gembala yang baik. Yesus berkata gembala yang baik memberikan nyawanya untuk domba-dombanya. Ini adalah simbol dari Yesus yang akan mengorbankan dirinya untuk orang-orang yang percaya kepada Yesus dan mendengar Yesus membandingkan pelayanannya dengan orang upahan. Pekerja upahan bukanlah gembala yang memiliki domba. Jadi ketika pekerja upahan melihat serigala datang, pekerja upahan meninggalkan domba dan melarikan diri. Serigala menyerang kawanan dan menceraiberaikannya (Yohanes 10:12-. Kristologi Injil Yohanes mengungkapkan bahwa Yesus adalah gembala yang baik dan dunia, secara tegas orang-orang Yahudi adalah pekerja Selain itu, kristologi Injil Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai pokok anggur yang benar (Yohanes 15:1-. Di sini. Yesus berkata. AuAkulahAy pokok anggur yang benar. Dalam kristologi. Yesus adalah pokok anggur yang benar, menggunakan buah yang dikenal di Israel. Yesus menggambarkan dirinya sebagai pokok anggur yang benar dan Tuhan sebagai tukang kebun. Mereka yang percaya kepada Yesus adalah ranting-rantingnya. Yesus berkata Tuhan akan memotong setiap cabang dalam diriku yang tidak menghasilkan buah, sementara setiap cabang yang berbuah Tuhan memangkas sehingga akan lebih berbuah. Injil Yohanes tetap ada di dunia dan orang-orang Yahudi perlu percaya kepada Yesus. Jika tidak, mereka akan menjadi seperti ranting yang tidak berbuah dan akan dipotong oleh Tuhan. Itu berarti mereka tidak akan berada dalam keselamatan Tuhan. Injil Yohanes juga memperkenalkan Yesus sebagai jalan, dan kebenaran dan hidup (Yohanes 14:1-. Perkataan Yesus kepada murid-murid-Nya adalah bahwa AuAkulahAy jalan dan kebenaran dan hidup. Kristologi ini merupakan pengakuan Yesus sebagai Logos yang merupakan jalan bagi manusia untuk datang kepada Allah. Komunitas Kristen Yohanes telah mengakui bahwa melalui Yesus manusia akan memperoleh keselamatan karena Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup. Itu berarti di luar Yesus, tidak ada keselamatan. Yesus adalah air hidup ketika Dia berbicara dengan seorang wanita Samaria (Yohanes 4:1-. yang menunjukkan betapa Allah mengasihi manusia. Orang-orang Yahudi menganggap orang Samaria sebagai orang berdosa, tetapi Injil Yohanes menegaskan bahwa Allah, melalui kedatangan Yesus di dunia, adalah untuk semua orang. Orang Kristen Yohanes berbeda dengan eksklusivitas orang Yahudi yang mengklaim keselamatan Tuhan hanya untuk diri mereka sendiri. Orang Kristen Yohanes mengakui bahwa Yesus sebagai Logos atau Sabda Allah datang sebagai air hidup. Simbol air keselamatan Allah diberikan untuk semua orang, khususnya kelompok Samaria, yang mengaku Yesus sebagai Mesias atau Kristus (Yohanes 4:. Semua gambar ini menunjukkan Yesus sebagai penggenapan Perjanjian Lama. Gambar Yesus sebagai Logos menunjukkan bahwa Yesus dan Tuhan adalah satu dan tidak dapat dipisahkan karena ditolak oleh komunitas Yahudi. Kekristenan adalah monoteistik, sama seperti agama orang Yahudi. Yesus sebagai gembala menunjukkan bahwa Yesus bertanggung jawab kepada domba sebagai lambang manusia. Yesus akan menjaga orang percaya dan Yesus adalah jalan untuk datang kepada Allah Bapa. Yesus adalah pintu atau jalan untuk datang kepada Allah. Oleh karena itu, kristologi Yohanes menunjukkan pemuliaan Yesus. Itu berarti waktu simbolis ketika Yesus di kayu salib akan diangkat dan Yesus akan kembali kepada Bapa-Nya, dan Dia akan datang kembali (Yohanes 4:21,23. 5:25. 16:2,25,. Injil Yohanes juga memperkenalkan Yesus sebagai jalan, dan kebenaran dan hidup (Yohanes 14:1-. Perkataan Yesus kepada murid-murid-Nya adalah bahwa AuAkulahAy jalan dan kebenaran dan hidup. Kristologi ini merupakan pengakuan Yesus sebagai Logos yang merupakan jalan bagi manusia untuk datang kepada Allah. Komunitas Kristen Yohanes telah mengakui bahwa melalui Yesus manusia akan memperoleh keselamatan karena Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup. Itu berarti di luar Yesus, tidak ada keselamatan. Yesus adalah air hidup ketika Dia berbicara dengan seorang wanita Samaria (Yohanes 4:1-. yang menunjukkan betapa Allah mengasihi manusia. Orang-orang Yahudi menganggap orang Samaria sebagai orang berdosa, tetapi Injil Yohanes menegaskan bahwa Allah, melalui kedatangan Yesus di dunia, adalah untuk semua orang. Orang Kristen Yohanes berbeda dengan eksklusivitas orang Yahudi yang mengklaim keselamatan Tuhan hanya untuk diri mereka sendiri. Orang Kristen Yohanes mengakui bahwa Yesus sebagai Logos atau Sabda Allah datang sebagai air hidup. Simbol air keselamatan Allah diberikan untuk semua orang, khususnya kelompok Samaria, yang mengaku Yesus sebagai Mesias atau Kristus (Yohanes 4:. Semua gambar ini menunjukkan Yesus sebagai penggenapan Perjanjian Lama. Gambar Yesus sebagai Logos menunjukkan bahwa Yesus dan Tuhan adalah satu dan tidak dapat dipisahkan karena ditolak oleh orang Yahudi Oleh karena itu. Injil menunjukkan bahwa pengakuan Yesus berasal dari pengalaman iman komunitas Kristen awal dalam konteks pemahaman mereka. Dari kesaksian Injil, terlihat bagaimana komunitas Kristen awal memandang Yesus sebagai sosok yang sangat dekat dengan Tuhan. Mereka juga menyaksikan dan berbicara tentang tindakan Yesus Kristus yang telah melanggar batas-batas ketidakadilan antara pria dan wanita, miskin dan kaya dan penguasa dan rakyat. Injil juga telah memberikan kesaksian tentang Yesus yang menderita bersama orang-orang yang menderita. Yesus adalah sosok pembebas (Lukas 4:18-. Yesus membela hak-hak orang-orang yang tertindas dan terpinggirkan. Selain Injil, penting juga untuk melihat kristologi Paulus yang ditulis oleh Rasul Paulus. Kristologi Paulus: Kristus Yang Bangkit Kristologi Paulus telah memperkenalkan gambar Kristus yang Bangkit. Dalam kristologi Paulus. Paulus tidak melihat sosok Yesus, tetapi menyebut Kristus. Sarjana Kristen yaitu Dennis C. Duling. Norman Perrin, dan Geza Vermes berpendapat bahwa Injil dalam Perjanjian Baru ditulis setidaknya dua puluh hingga lima puluh tahun setelah surat-surat Paulus. oleh karena itu. Injil tidak bisa menjadi sumber pekerjaan Paulus. Bahwa Paulus bekerja untuk menjangkau perkotaan dunia non-Yahudi Helenistik dapat dilihat dalam Satu Korintus. Surat-surat Paulus tidak berfokus pada kehidupan dan pengajaran Yesus. Sebaliknya. Paulus melihat makna kematian Yesus. Hal ini dapat dilihat dalam pernyataan Paulus bahwa AuKami memberitakan Kristus yang disalibkan: suatu batu sandungan bagi orang Yahudi dan suatu kebodohan bagi orang bukan Yahudi, tetapi bagi mereka yang telah dipanggil Allah, baik orang Yahudi maupun orang Yunani. Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat AllahAy . Korintus 1:23-. Itu berarti Kristus yang disalibkan penting bagi Paulus. Oleh karena itu. Marla J. Selvidge menyatakan tentang Rasul Paulus: Sisi kemanusiaan Yesus tidak menjadi perhatian Paulus. Dia tidak mengenal orang atau perkataan Yesus, lebih suka menggunakan gelar seperti Kristus. Yesus Kristus. Kristus Yesus. Tuhan, dan kadang-kadang Anak Allah. Baginya, penyaliban atau kematian Yesus adalah yang Kematian Yesus membenarkan tetapi juga membawa kedamaian, kasih karunia dan kebebasan dari kutukan. Sebagai Anak-anak Allah, orang-orang dibaptis dalam Kristus dan melayani Dia. Paulus memiliki iman yang penuh kepada Yesus sang Mesias. Kristologi Paulus membuka pemahaman baru tentang siapa Yesus itu. Paulus sebagai orang Yahudi yang mempelajari Taurat dan bertobat menemukan cara yang berbeda untuk mengakui Yesus. Pertobatan Paulus penting dalam pekerjaannya sebagai rasul. Dalam Kisah Para Rasul 9:1-19, kisah pertobatan Paulus menjelaskan bagaimana Paulus melihat cahaya dari surga yang memancar di sekelilingnya dan dia mendengar sebuah suara berkata kepadanya. AuSaulus. Saulus, mengapa kamu menganiaya aku?Ay Paulus bertanya. AuSiapakah Engkau. Tuhan?Ay Suara itu berkata, "Akulah Yesus, yang kamu aniaya. " Pada saat itu Paulus bertobat. Paulus tidak melihat Yesus, dia hanya mendengar suara. Ini berdampak pada perkembangan kristologi Paulus. Paulus berbeda dari penulis Injil ketika melihat gambar Yesus. Bagi Paulus, yang terpenting dalam kristologi adalah Kristus atau Mesias yang akan datang menebus dosa Oleh karena itu. Yesus adalah orang yang benar. Yesus Kristus adalah Tuhan. menyaksikan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan bagi manusia sehingga manusia perlu belajar dari Kristus bagaimana menjadi hamba. Kristus yang memiliki wajah Allah datang untuk keselamatan manusia (Filipi 2:1-. Gambar Kristus yang Bangkit adalah penting dalam kristologi Paulus. Geza Vermes menyatakan bahwa untuk memahami pikiran Paulus, seseorang harus terbiasa dengan beberapa praanggapan budaya agama Yahudinya. Baik dalam Alkitab maupun dalam Yudaisme pasca-Alkitab awal, dosa dipandang sebagai pemberontakan melawan Allah, dihukum oleh penyakit dan akhirnya oleh kematian. Kebajikan adalah hasil dari ketaatan kepada Allah, diganjar dengan kesehatan dan umur panjang yang bahagia, dan pada masa Yesus dan Paulus oleh prospek dan hidup yang kekal atau keberadaan yang diperbarui dalam tubuh yang dibangkitkan. Keyakinan yang terakhir ini diperjuangkan oleh orang-orang Farisi . ang diklaim oleh Paulu. , tetapi tidak oleh kelompok-kelompok agama lain seperti orang Saduki yang menolak gagasan tentang kehidupan setelah kematian, dan orang-orang Eseni yang, menurut Flavius Josephus, hanya percaya pada kelangsungan hidup jiwa. Bukti dari Gulungan Laut Mati dalam hal ini adalah samar-samar, dan dalam hal apapun kemungkinan kiasan untuk kebangkitan tubuh sangat sedikit dan jarang. Tetapi sementara di lingkungan non-Yahudi dalam pelayanannya. Paulus tidak mengalami kesulitan besar dalam meninggalkan ajaran Farisi lainnya, seperti sentralitas ketaatan ketat terhadap Taurat (Sunat, hukum ritual, dll. ), doktrin kebangkitan tubuh menjadi bagian tak terpisahkan dari drama misteri agungnya. Ini mempengaruhi surat-surat Paulus yang memberi arti penting kebangkitan Kristus dalam iman Kristen. Dalam I Korintus 15:1-156. Paulus mengingatkan para pembacanya bahwa kematian dan kebangkitan Kristus penting untuk keselamatan manusia. Ini adalah dasar dari Injil. Menurut Paulus, keselamatan tidak mungkin terjadi tanpa kebangkitan Kristus. Oleh karena itu. Paulus menekankan pentingnya kebangkitan rohani komunitas Kristen untuk kesaksian mereka tentang Kristus yang telah dibangkitkan dan memberi mereka keselamatan. Komunitas Kristen harus mengikuti apa yang Kristus lakukan (Roma 1:4, 6:5. Filipi 3:10-. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kristologi Paulus adalah apologetik untuk mengakui Yesus Kristus atau Kristus Yesus sebagai Tuhan atau Allah. Dari kristologi Paulus, komunitas Kristen mempelajari berbagai gambaran Yesus yang diperkenalkan dari satu orang yang masuk Kristen. Ini juga penting bagi orang Kristen Papua. Sama seperti kristologi Paulus, orang Papua akan bebas mengakui iman mereka tentang siapa Yesus dalam konteks pengalaman hidup Jadi kebebasan berkristologi mengantar setiap orang percaya untuk bertemu dengan siapa Yesus sebagai Kristus. Kristologi Kitab Ae Kitab Injil dan Surat Ae Surat Paulus tersirat bahwa komunitas Kristen mula Ae mula merefleksikan siapa Yesus yang adalah Kristus menurut perjumpaan mereka dengan Yesus melalui pengalaman hidup dan budaya. Hal ini tentulah berbeda dengan zaman sesudah Perjanjian Baru, muncul berbagai perdebatan mengenai siapa Yesus yang kemudian melahirkan konfesi Ae konfesi klasik seperti Anthanasius. Nicea Kostantinopel dan Pengakuan Iman Rasuli. Melalui Kitab Ae Kitab Injil dan Surat Ae Surat Paulus komunitas Kristen masa kini bisa menjumpai Yesus sesuai dengan iman percaya mereka yang terbangun dan pengalaman hidup dan budaya tanpa perlu meniru Kristologi lain terutama Kristologi Barat. Di dalam konteks Asia secara khusus Gereja Papua penting untuk mengembangkan Kristologi berbasis konteks Papua. KESIMPULAN Berdasarkan apa yang dikemukakan mengenai Kristologi, maka ketika membahas Kristologi menurut Kitab Ae Kitab Injil dan Surat Ae Surat Paulus dapat ditemukan bahwa setiap penulis mengemukakan apa pemahaman mereka mengenai siapa Yesus menurut iman mereka. Jadi berkristologi adalah suatu upaya untuk memahami siapa itu Yesus sebagai Kristus sesuai dengan konteks pengalaman hidup dan budaya. Kristologi itu tidak bersifat absolut atau mutlak, namun bersifat dinamis yang disesuaikan dengan konteks pengalaman kehidupan dan budaya komunitas kekristenan tersebut. Oleh sebab itu Gereja di Papua ketika hendak membangun Kristologinya harus berangkat dari Konteks pengalaman hidup dan budaya. DAFTAR PUSTAKA