Zona Manajemen : Program Studi Magister Sains Manajemen Universitas Batam Volume 9. Issue 2. Agustus 2019 | Pages 75-85CISSN 2087-6998 http://ejurnal. id/index. php/Manajemen TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP DETERMINATION. COMPENSATION. ORGANIZATIONAL CLIMATE WITH WORK SATISFACTION AS INTERVENING VARIABLES TO EMPLOYEE PERFORMANCE TAX MANAGEMENT AGENCY AND REGIONAL VOCATIONAL ASSOCIATION Whendy Septian Pratama1. Jemmy Rumengan1 & Angelina Eleonora Rumengan2 Department of Management, 2Department of Accounting Faculty of Economics. Batam University. Indonesia ABSTRACT In this study, researchers used respondents' data, such as gender, age and duration of work of respondents to be able to provide information about the characteristics of Where from the questionnaire distributed questionnaire as many as 80 respondents using census techniques. Data analysis with parametric and non parametric statistics using SEM-PLS (Structural Equation Modeling-Partial Least Squar. regarding research variables, instrument test, normality test, hypothesis test, and discussion of the results of hypothesis testing and Path Path Analysis. This study uses path analysis . ath analysi. to test the pattern of relationships that reveal the influence of variables or a set of variables on other variables, both direct influence and indirect influence. The results of the study are as follows: The effect of the X3 variable on X4 has a P-Values value of 0. 006 <0. 05, so it can be stated that the influence between X3 and X4 is significant. The effect of the X3 variable on Y has a P-Values value of 0,000> 0. 05, so it can be stated that the effect of X3 on Y is The effect of the X4 variable on Y has a P-Values value of 0. 040> 0. so it can be stated that the influence between X4 on Y is significant. The effect of X1 on X4 has a P-Values value of 0. 047 <0. 05, so it can be stated that the influence between X1 to X4 is significant. The influence of X1 on Y has a P-Values value of 045> 0. 05, so it can be stated that the influence between X1 and Y is significant. The effect of X2 on X4 has a P-Values value of 0. 006 <0. 05, so it can be stated that the effect between X2 on X4 is significant. The influence of X2 on Y has a P-Values value of 0. 007 <0. 05, so it can be stated that the effect between X2 on Y is significant. Keywords: Transformational Leadership. Compensation. Organizational Climate. Job Satisfaction. Performance PENDAHULUAN Badan Pengelolaan Pajak Retribusi Dearah Kota Batam Melaksanakan Pemerintahan Daerah di Bidang Pajak dan Retribusi Daerah. Jenis pajak yang dipungut oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemerintah Kota Batam yaitu : Pajak Hotel. Pajak Restoran. Pajak Hiburan. Pajak Parkir. Pajak Reklame. Pajak Penerangan Jalan. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan. Bea Perolehan Hak Atas Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 75 of 85 Transformational Leadership Determination. Compensation. Organizational Climate With Work Satisfaction As Intervening Variables To Employee Performance Tax Management Agency And Regional Vocational Association | Volume 9 Issue 2. Agustus 2019 | Pages 75-85 | ISSN 2087-6998 Tanah dan Bangunan serta Pajak Bumi dan Bangunan. Permasalahan yang dihadapi oleh daerah pada umumnya adalah berkaitan dengan penggalian sumber-sumber pajak daerah dan signifikan terhadap penerimaan daerah Untuk dibutuhkan rencana strategis Badan Pengelolaan dan Retribusi daerah dalam peranannya sebagai pengelola pendapatan daerah untuk mendukung pembangunan Kota Batam. Dengan visi, misi dan strategis yang jelas maka diharapkan Badan Pengelolaan Pajak Retribusi Daerah Badan pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Batam pendapatan asli daerah sebagai andalan pembangunan kota batam. Untuk mencapai tujuan tersebut ada banyak faktor yang mendukung, salah satu diantaranya adalah kepemimpinan Kepemimpinan transformasional adalah suatu keadaan dimana para pengikut dari seorang pemimpin transformasional merasa adanya kepercayaan, kekaguman, kesetiaan, dan hormat terhadap pemimpin tersebut, dan mereka termotivasi untuk melakukan lebih dari pada yang awalnya diharapkan Pemimpin transformasional juga harus mempunyai kemampuan untuk menyamakan visi masa depan mempertinggi kebutuhan bawahan pada tingkat yang lebih tinggi dari pada apa yang mereka butuhkan. Interaksi yang timbul antara pemimpin dengan bawahannya ditandai dengan pengaruh pemimpin untuk mengubah perilaku bawahannya menjadi seorang yang merasa mampu dan bermotivasi tinggi dan berupaya mencapai prestasi kerja yang tinggi dan bermutu. pemimpin mempengaruhi pengikutnya sehingga tujuan organisasi akan Kompensasi juga merupakan suatu faktor penting dalam menghasilkan kinerja pegawai yang baik. adalah semua imbalan yang diterima oleh seorang pekerja atas jasa atau hasil kerjanya pada sebuah organisasi atau perusahaan dimana imbalan tersebut dapat berupa uang ataupun barang, baik langsung ataupun tidak Badan pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Batam harus memiliki tunjangan yang bagus Iklim lingkungan dimana pegawai suatu Setiap pegawai pasti ingin memiliki lingkungan pekerjaan yang nyaman dan bisa bekerjasama terhadap pegawai lainnya. Untuk itu peran kenyamanan dan kekompakan dalam menghasilkan kepuasan kerja pegawai. Kebanyakan mendapat sedikit kepuasan apabila mereka dihadapi dengan pekerjaan yang membosankan dan berulangulang. Pegawai jauh lebih puas dengan pekerjaan yang meyakinkan mereka memperoleh sukses dengan secara Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 76 of 85 Transformational Leadership Determination. Compensation. Organizational Climate With Work Satisfaction As Intervening Variables To Employee Performance Tax Management Agency And Regional Vocational Association | Volume 9 Issue 2. Agustus 2019 | Pages 75-85 | ISSN 2087-6998 bagaimana cara mereka melakukan Apabila pegawai merasa puas dengan apa yang dinginkannya secara otomatis pegawai akan menghasilkan kinerja yang baik. METODOLOGI Pembahasan pada bab ini merupakan hasil studi lapangan untuk memperoleh mengukur lima variabel pokok dalam penelitian ini, yaitu kepemimpinan transformasional, kompensasi, iklim organisasi, kepuasan kerja dan kinerja Analisis data dengan statistik parametrik dan non parametrik dengan menggunakan SEM-PLS (Struktural Equation Modelling-Partial Least Squar. mengenai variabel penelitian, uji instrumen, uji normalitas, uji hipotesis, serta pembahasan terhadap hasil uji hipotesis dan Path Analisis Jalur. Penelitian ini menggunakan analisis jalur . ath analysi. untuk mengungkapkan pengaruh variabel atau seperangkat variabel terhadap variabel lainnya, baik pengaruh langsung maupun pengaruh tidak Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Batam yang berjumlah sebanyak 80 orang tanpa melihat strata dan bidang tugas Arikunto . alam Riduwan, 2012:. mengemukakan bahwa untuk sekedar ancer-ancer apabila subjek kurang dari 100, maka lebih penelitiannya merupakan penelitian Oleh karena keterbatasan populasi maka semua anggota populasi dijadikan sampel penelitian sehingga penelitian ini menggunakan sampel jenuh yang pengambilannya dilakukan melalui Teknik Sensus dengan menggunakan proporsional random HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Model Struktural . nner Mode. Analisis model structural atau . nner mode. bertujuan untuk menguji hipotesis penelitian. Bagian yang perlu dianalisis dalam model structural yakni, koefisien determinasi (R Squar. Nilai untukmenganalisisnya adalah dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF). (Hair. Hult,Ringle, & Sarstedt. Garson, 2. Jika nilai VIF lebih besar dari 5,00 maka berarti terjadi masalah kolinearitas, dan kolinearitas jika nilai VIF<5,00 (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt, 2. Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 77 of 85 Transformational Leadership Determination. Compensation. Organizational Climate With Work Satisfaction As Intervening Variables To Employee Performance Tax Management Agency And Regional Vocational Association | Volume 9 Issue 2. Agustus 2019 | Pages 75-85 | ISSN 2087-6998 Variabel Sumber : Pengolahan Data . Tabel 1 Kolinieritas Dari data di atas dapat dideskripsikan sebagai berikut : VIF untuk korelasi X1 dengan Y adalah 2,084 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X2 dengan Y adalah 2,759 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X3 dengan Y Pelanggan adalah 1,776 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X4 dengan Y adalah 2,327 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. Dengan demikian, dari data-data di atas, model struktural dalam kasus ini Gambar 1 Pengujian Hipotesis Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 78 of 85 Transformational Leadership Determination. Compensation. Organizational Climate With Work Satisfaction As Intervening Variables To Employee Performance Tax Management Agency And Regional Vocational Association | Volume 9 Issue 2. Agustus 2019 | Pages 75-85 | ISSN 2087-6998 Pengujian hipotesis pengaruh langsung hipotesis-hipotesis pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya secara langsung . anpa perantar. Jika nilai koefisien jalur adalah positif mengindikasikan bahwa kenaikan nilai suatu variabel diikuti oleh kenaikan nilai variabel lainnya. jika nilai mengindikasikan bahwa kenaikan suatu variabel diikuti oleh penurunan nilai variabel lainnya. Jika nilai prbabilitas (P-Valu. < Alpha . maka Ho ditolak . engaruh suatu variabel dengan variabel lainnya Jika prbabilitas (P-Valu. > Alpha . maka Ho ditolak . engaruh suatu variabel dengan variabel lainnya adalah tidak signifika. Tabel 2 Hipotesis Pengaruh Langsung RataSampel Standar Variabel Asli Deviasi Sampel X1 -> X4 X1 -> Y X2 -> X4 X2 -> Y X3 -> X4 X3 -> Y X4 -> Y Sumber : Pengolahan Data . Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 2,831 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X3 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,006 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 4,047 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh P Values Statistik variabel X3 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,000 > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X4 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 2,088 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X4 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,040 > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X4 terhadap Y adalah signifikan. Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 79 of 85 Transformational Leadership Determination. Compensation. Organizational Climate With Work Satisfaction As Intervening Variables To Employee Performance Tax Management Agency And Regional Vocational Association | Volume 9 Issue 2. Agustus 2019 | Pages 75-85 | ISSN 2087-6998 Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 0,720 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X1 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,047 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,760' . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X1 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,045 > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 1,922 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,006 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,370 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,007 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap Y adalah signifikan. Pengujian hipotesis pengaruh tidak hipotesis-hipotesis pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya secara tidak langsung . elalui perantar. Jika nilai korfisien pengaruh tidak langsung > koefisien pengaruh langsnug, maka variabel hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Sebaliknya. Jika nilai korfisien pengaruh tidak langsung < koefisien pengaruh langsnug, maka variabel intervening tidak bersifat memediasi hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Tabel 3 Hipotesis Pengaruh Tidak Langsung RataSampe Standar Variabel l Asli Deviasi Sampel X1 -> X4 -> Y X2 -> X4 -> Y X3 -> X4 -> Y Sumber : Pengolahan Data . Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Statisti Value Page 80 of 85 Transformational Leadership Determination. Compensation. Organizational Climate With Work Satisfaction As Intervening Variables To Employee Performance Tax Management Agency And Regional Vocational Association | Volume 9 Issue 2. Agustus 2019 | Pages 75-85 | ISSN 2087-6998 Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai koefisien pengaruh tidak langsung variabel X1 terhadap Y sebesar 0,760 > 0,605 . engaruh langsung X1 terhadap Y) dengan demikian dapat dinyatakan bahwa X4 memediasi pengaruh antara X1 terhadap Y. Selanjutnya, pengaruh tidak langsung variabel X2 terhadap Y sebesar 0,370 < 1,683 . engaruh langsung X2 terhadap Y) dengan demikian dapat dinyatakan bahwa X4 tidak memediasi pengaruh antara X2 terhadap Y. Variabel Kemudian, pengaruh tidak langsung variabel X3 terhadap Y sebesar 4,047 > 1,572 . engaruh langsung X1 terhadap Y) dengan demikian dapat dinyatakan bahwa X4 memediasi pengaruh antara X1 terhadap Y. Koefisien Determinasi (R Squar. keakuratan prediksi suatu variabel. Dengan kata lain untuk mengevaluasi bagaimana variasi nilai variabel terikat dipengaruhhi oleh variasi nilai variabel bebas pada sebuah model jalur. Tabel 4 Koefisien Determinasi R Square Adjusted R Square Sumber : Pengolahan Data . Pada tabel di atas diperoleh hasil pengaruh X1. X2 dan X3 terhadap X4 . adalah sebesar 0,570, artinya besaran pengaruh X1. X2 dan X3 terhadap X4 adalah sebesar 57,00%. Kemudian, pengaruh X1. X3 dan X4 terhadap Y adalah sebesar 0,598, artinya besaran pengaruh X1. X3 dan X4 terhadap Y adalah sebesar 59,80%. sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 4,047 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X3 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,000 > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X4 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 2,088 . , maka peningkatan nilai KESIMPULAN Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 2,831 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X3 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,006 <0,05. Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 81 of 85 Transformational Leadership Determination. Compensation. Organizational Climate With Work Satisfaction As Intervening Variables To Employee Performance Tax Management Agency And Regional Vocational Association | Volume 9 Issue 2. Agustus 2019 | Pages 75-85 | ISSN 2087-6998 peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X4 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,040 > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X4 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 0,720 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X1 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,047 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,760' . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X1 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,045 > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 1,922 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,006 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,370 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,007 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap Y adalah signifikan. SARAN Perlunya peran kepemimpinan dalam membimbing serta mendidik untuk meningkatkan kinerja setiap Kompensasi terhadap setiap pegawai sudah Namun perlunya peningkatan bagi pegawai yang berprestasi dan pegawai yang Tetap menjaga komunikasi dengan sesama rekan kerja ataupun atasan dalam menyelesaikan pekerjaan. Perlunya penghargaan, kompensasi dan promosi jabatan terhadap pegawai meningkatkan kepuasan kerja Dengan tingginya tingkat kepuasan menghasilkan kinerja pegawai yang lebih baik. REFERENSI