Seni Tarik-Ulur Manusia Pesisir. Analisis Formula Permainan Batti-Batti di Kepulauan Selayar Zulkifli Makmur1. Fitria Nugrah Madani2 Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Dakwah Wal-Irsyad Makassar1 Universitas Negeri Gorontalo2 Email: zulkiflimakmur017 staiddim@gmail. madanifn@ung. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Pertunjukan Batti-Batti merupakan permainan kelisanan khas masyarakat Kepulauan Selayar di Provinsi Sulawesi Selatan. Permainan ini adalah aksi memberi syair antara seorang laki-laki dan perempuan dalam nyanyian. Artikel ini membahas formula yang digunakan penyanyi untuk menghasilkan syair pada permainan Batti-Batti. Artikel ini menjawab permasalahan tersebut dengan menggunakan teori formula kelisanan Parry-Lord. Dalam teori ini menjelaskan bahwa dalam praktik kelisanan penyanyi tidak mengandalkan memori, melainkan mnemonik. Mnemonik dapat hadir apabila penyair menguasai formula permainan. Formula terdiri atas formulaik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan meminjam metode perekaman kelisanan Ruth Finnegan. Adapun proses analisis dilakukan dengan perekaman, transkripsi, dan analisis. Artikel ini menemukan bahwa ada tiga formula pertunjukan Batti-Batti, yaitu struktur utama pada pertunjukan Batti-Batti yang meliputi kebahasaan, syair pembuka dan penutup, dan penonton. adanya pola irama melodi vokal yang berbeda antara penyair laki-laki dan perempuan, dan. repetisi yang terdiri atas repetisi keseluruhan larik, repetisi sebagian larik, dan repetisi sebagian dan keseluruhan larik. Kata Kunci: Batti-Batti. Selayar, formula, kelisanan, kepulauan. http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Sebagai sebuah negara kepulauan. Indonesia memiliki kekayaan budaya dan tradisi lokal. Salah satunya Sastra Lisan. tengah komunitas masyarakat sederhana, praktik kelisanan menjadi suatu entitas yang dapat dibanggakan sebagai identitas kultural dan perekat masyarakat yang dibangun secara historis (Sukmawan & Setyowati. Seni tradisi lokal, dalam hal ini sastra lisan, merupakan hasil dari proses panjang inovasi, tambal-sulam, dan saling menimpa kebudayaan yang lebih dominan(Ajimisan. Adapun ragam dan fungsi puisi lisan dapat berupa cerita rakyat, teka-teki, lagu, dan mantra, serta rentetan pepatah-petitih, yang masing-masing dapat memberi kesan yang berbeda, baik itu kesan hiburan, sakral, refleksi(Idawati & Verlinda, 2. Seni tutur Batti-Batti di Kepulauan Selayar dalam perjalanannya juga merupakan hasil dari pergumulan berbagai kebudayaan di masa lalu. Meskipun demikian sebagai suatu permainan lisan. Batti-Batti memiliki pergerakan yang statis atau dipertahankan demi menjaga suatu nilai(Widihastuti, 2. Bahkan dalam pemerhatiannya, sebagian masyarakat masih memegang teguh nilai Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 237-249, 2025 | 237 Seni Tarik-Ulur Manusia Pesisir. Analisis Formula Permainan Batti-Batti di Kepulauan Selayar Zulkifli Makmur. Fitria Nugrah Madani tersebut(Harpriyanti et al. , 2. Kelong Batti atau nyanyian Batti-Batti memiliki peranan penting dalam menjaga dan melestarikan nilai serta dipertautkan dengan Pendidikan Moral, terutama untuk anak-anak di Sekolah Tingkat Menengah (Elsa Juliana et al. , 2. Tutur kata halus dan metafora yang dilantunkan dalam permainan BattiBatti mampu mempengaruhi tindak-tutur, pembendaharaan bahasa Selayar, serta imaginasi audiensnya. Sebagai suatu permainan. Batti-Batti membutuhkan pemain, yaitu seorang pemain laki-laki yang merayu sembari menabuh rebana dan seorang perempuan yang membalas rayuan tersebut baik melalui penolakan, tantangan/syarat, atau melalui penerimaan dengan diiringi petikan gambus yang khas(Hamrin, 2. Permainan ini dapat bertahan selama berjam-jam mengikuti Sedangkan permainannya yang berdurasi panjang tersebut, pemain gambus memainkan berbagai varian ritme petikan gambusnya untuk menghindari kesan monoton. Petikan mandiri/leading dalam menciptakan varian Pada beberapa permainan Batti-Batti, terdapat dua pemetik gambus. Selain itu, penyanyi/pelantun syair Batti-Batti sesekali mengubah sendiri varian nyanyiannya, yang selanjutnya diikuti oleh pemain gambus. Saling memainkan varian ritme antara penyanyi/pelantun syair dan pemain gambus merupakan salah satu alasan mengapa audiensnya tidak beranjak dari tempatnya selama berjam-jam. Meskipun mempertahankan audiens, ritme gambus memiliki variasi yang tidak banyak. Syairsyair yang dihasilkan secara spontanitas pada permainan Batti-Batti adalah misterinya yang khas dari permainan ini. Seorang pelantun syair Batti-Batti haram mengulangi bait-bait syairnya di pertunjukan yang sama. Di sisi lain, walaupun mereka mengulangi bait-bait mereka di dua atau lebih pertunjukan yang Mereka menggunakannya lebih dari separuh syair mereka yang digunakan sebelumnya di pertunjukan yang baru. Hal ini disebabkan banyak faktor. Konteks audiens, lokasi, order/pesanan, dan mood penyair dapat mempengaruhi syair-syair yang dihasilkan. Kesemuanya ini merupakan ciri utama dari pertunjukan lisan. Penghafalan, menurut Perry-Lord, tidak berasal dari tradisi kelisanan, melainkan berangkat dari tradisi keberaksaraan (Widyanta, 2. Tanpa suatu pengkapsulan syair-syair ke dalam teks atau perekaman, maka proses inovasi syair dalam tradisi lisan terus berjalan, baik pada proses pertunjukan, maupun pada proses pewarisannya(Banda, 2016. Upaya pelestarian seni pertunjukan Batti-Batti. Pemerintah Kabupaten Selayar, tampak terang dengan pengakuan Batti-Batti sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada Hal ini penting mengingat BattiBatti merupakan permainan rakyat yang saat Hadirnya pertunjukan-pertunjukan modern, instan, dan murah seperti organ tunggal dan kasidah modern menjadikan pilihan mengundang permainan Batti-Batti di berbagai hajatan semakin jarang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini, selain membaca formula kelisanan yang digunakan pada pertunjukan Batti-Batti, juga memberikan kesempatan mendigitalisasi pertunjukan tersebut. Sebab, langkah awal dalam penelitian kelisanan sendiri(Setyawan, 2. Dari penjelasan tersebut di atas, isu kelisanan menjadi topik utama dalam ulasan pertunjukan Batti-Batti dalam penelitian ini. Tujuannya adalah menemukan formula permainan Batti-Batti. Formula ini menjadi perekat antara pengetahuan penyair dan juga audiens, dimana audiens menginginkan Batti-Batti. Penyair Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 237-249, 2025 | 238 Seni Tarik-Ulur Manusia Pesisir. Analisis Formula Permainan Batti-Batti di Kepulauan Selayar Zulkifli Makmur. Fitria Nugrah Madani memanfaatkan formula untuk menyajikan METODE Secara umum isu kelisanan terbagi menjadi dua, yakni kelisanan primer sebagai kajian kelisanan yang berhubungan dengan implikasi bunyi, bersifat temporer, dan inovatif, serta mengandalkan ingatan mnemonik, dan. kelisanan sekunder sebagai konsekuensi kelisanan dalam interaksinya dengan berbagai media teks dan perekaman modern seperti percetakan, telepon, televisi, radio dan lain-lain (Banda, 2016. Pengkajian mengenai Batti-Batti, tentunya, adalah pembahasan di ranah kelisanan primer. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan teori kelisanan oleh Parry-Lord dan dilengkapi metode perekaman pertunjukan Ruth Finnegan. Keterkaitan keduanya dapat menjadi suatu pendekatan yang dapat dimanfaatkan untuk menguji komposisi formula syair-syair lisan (AuEncyclopedia of folklore and literature,Ay 1. Batti-batti, sebagai pertunjukan lisan, mengandalkan suatu formula untuk mempertahankan syairsyair yang dihasilkan penyairnya. Formula pada pertunjukan Batti-BattiAi sebagaimana pertunjukan lisan lainnyaAi memberikan identitas pada pertunjukannya di mata audiensnya. Tanpa kehadiran formula, kehilangan identitasnya atau dianggap aneh oleh penontonnya (Satria, 2. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat suatu korelasi segitiga timbal-balik antara formula, penampil/pertunjukan. Penampil atau penyair, selain membutuhkan audiens untuk memastikan ide-idenya tersampaikan, juga membutuhkan formula untuk menghasilkan idiom-idiom yang indah dari penampilannya. Idiom-idiom, pepatah-petitih, dan syairsyair yang cantik dari lidah penyair dihasilkan tidak berasal dari memori (Teeuw. Hal Lord, pertunjukan lisan menjadi pertunjukan yang selalu autentik. Satu pertunjukan dan pertunjukan lainnya tidak akan pernah serupa. Keautentikan tradisi lisan ini menjadi originalitas, kebakuan, kontrol, dan visual. Secara pewarisan, pengetahuan kelisanan tidak mengalir sebagaimana tradisi teks yang identik dengan pendiktean atau menekankan supremasi konsep yang utuh (Shaw, 2. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, aksi tradisi kelisanan tidak mengandalkan memori, melainkan sebuah teknologi Mnemonik dihasilkan dari formula pada pertunjukan. Kehadiran formula dalam pertunjukan, diyakini Lord, dapat menyelamatkan narator dari kelupaan (Emeneau & Lord, 1. Narator, dengan penguasaan mereka pada formula, dapat dengan bebas dan mudah menempatkan idiom apa saja di dalam pertunjukannya. Dalam tradis Batti-batti, narator hanya perlu mengingat apa yang disampaikan lawan mainnya, agar dapat memberi respon yang Penggunaan memori ini sama sekali tidaklah tampak, mengingat situasi ini menyerupai percakapan dua orang pada umumnya, dimana pengingatan tidak terasa bekerja di sela-sela percakapan tersebut. Formula, menurut Foley, adalah hasil dari sistem formulaik. Meskipun ekspresi formulaik tidak dapat mengungkap formula secara langsung, formulaik, bagaimanapun, bekerja pada pola dan ritme yang sama, serta adanya keterhubungan yang bersifat sintaksis dan semantik antara satu larik dan larik yang lainnya, setidaknya pada satu elemen dari keduanya(Laya, 2. Elemen terkecil dari rangkaian formula tersebut merupakan suatu stock-on-trade. Di elemen terkecil tersebut, seorang penampil dapat memperlihatkan kekhasannya dibandingkan penampil lainnya (Suparno, 2. Hal ini disebabkan disiplin. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 237-249, 2025 | 239 Seni Tarik-Ulur Manusia Pesisir. Analisis Formula Permainan Batti-Batti di Kepulauan Selayar Zulkifli Makmur. Fitria Nugrah Madani pengetahuan, dan jam terbang penyair sangat mempengaruhi varian dan kekayaan syair dan ritme yang dihasilkan dalam suatu Seorang penyair legendaris Batti-Batti dapat bermain semalam suntuk di waktu yang sama tanpa mengulangi idiom yang dinyanyikan/dilantunkan, dan tanpa mengurangi penonton yang menyaksikannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hal ini disebabkan penelitian ini berusaha mengeksplorasi masalah yang lebih mendalam (Ariyani et al. Keuntungan lain metode kualitatif adalah fenomena kemanusiaan dan sosial dapat lebih terurai. Subjek seta tindakantindakannya melalui suatu setting alami dapat dipotret dengan lebih jujur(Fadli, 2. Dengan begitu, peneliti dapat merasakan dan mengamati secara langsung pengalaman sehari-hari subjek. Sesuai dengan tahapan di atas setelah selanjutnya dialih-mediakan . Lalu hasil transkrip tersebut diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dengan melakukan terjemahan bebas. Data hasil terjemahan tersebut selanjutnya direduksi, sehingga menyisakan data yang dibutuhkan untuk berdasarkan kesesuaian masing-masing data. HASIL DAN PEMBAHASAN Struktur Umum Batti-batti merupakan pertunjukan khas di komunitas masyarakat kepulauan Selayar. Oleh karena itu, ciri-ciri umum yang dijelaskan pada bagian ini merupakan instrumen yang tidak terpisahkan dari BattiBatti sebagai suatu komposisi, sekaligus Maka selayaknya, pembahasan formula Batti-Batti dimulai dari struktur eksternal yang Mengingat kajian pada penelitian ini Pertunjukan Batti-Batti adalah kelisanan, maka tahapan yang adalah tradisi hiburan rakyat masyarakat dilakukan untuk penelitian ini yakni kepulauan Selayar yang menampilkan perekaman, transkripsi, penerjemahan, dan sepasang laki-laki dan perempuan yang klasifikasi (Rustono & Pristiwati, 2. bercakap melalui lagu dan syair-syair yang Data primer pada penelitian ini adalah puitik dan jenaka dalam bahasa Selayar dan rekaman pertunjukan Batti-Batti di Desa Karena bahasa Selayar memiliki Putabangun. Kecamatan Bontoharu, kekerabatan yang sangat dekat dengan Kabupaten Kepulauan Selayar pada bulan bahasa Konjo yang komunitas penggunanya mei tahun 2023 yang merupakan program meliputi masyarakat di wilayah Kabupaten Fasilitasi Pelestarian Nilai Budaya tahun Bulukumba. Bantaeng dan Jeneponto 2023 oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (Husain, 2. terutama di wilayah pesisir, (BPNB) Provinsi Sulawesi Selatan. maka Batti-Batti juga sering dipentaskan di Perekaman dilakukan oleh peneliti sendiri daerah-daerah tersebut, khususnya di sebagai penerima manfaat Program Fasilitasi masyarakat Pesisir Bulukumba. Namun Pelestarian Nilai Budaya tahun 2023 oleh penyairnya haruslah penyair dari Kepulauan BPNB. Rekaman tersebut berupa video Selayar. Selain piawai memainkan syair, dokumenter pendek dengan judul AuBatti-Batti. bahasa dan dialek orang-orang kepulauan Seni Tarik-Ulur dari Kepulauan SelayarAy Selayar memiliki keunikan tersendiri, 50 menit, dengan durasi sehingga tidak menjadi elok jika pelantunnya pertunjukan Batti-Batti selama 11. 16 menit. bukan berasal penutur asli dari kepulauan Adapun subjek pada pertunjukan ini adalah Selayar. Sainal Abidin . sebagai pelantun laki-laki. Suha . sebagai pelantun Pada umumnya, pertunjukan Battiperempuan, dan Dedi . dan batti diiringi dua orang pemain musik Dahlianti . gambus dan seorang penabuh rebana. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 237-249, 2025 | 240 Seni Tarik-Ulur Manusia Pesisir. Analisis Formula Permainan Batti-Batti di Kepulauan Selayar Zulkifli Makmur. Fitria Nugrah Madani Penabuh rebana ini bertugas sekaligus menjadi penyanyi laki-laki pada pertunjukan Batti-batti. Penyanyi laki-laki didampingi selanjutnya mereka berdua akan saling berbalas syair. Penyanyi laki-laki membuka pertunjukan dengan syair bernada rayuan, harapan, atau menagih janji kepada perempuan yang dikaguminya melalui lariklarik yang metaforik. Setelah itu perempuan membalasnya dengan syair yang juga puitik, namun bernada tantangan. Syair pembuka yang dilantunkan penyair laki-laki memberi stimulus bagi penyair perempuan untuk memberikan syair Syair balasan ini, bagi penyair perempuan, tidak hanya sekadar memberi tanggapan atas syair sebelumnya, melainkan menampilkan syair yang lebih estetik dibandingkan dengan syair penyair laki-laki. Ati-ati ki nyombala sianaAo, ri lapisanna linjara (Hati-hatilah menahkodai perahumu di lautan lepas, kand. Gele ku kua ri kau, tutu mamo ko la jaga . Ka rieAo ittu, ka rie ittu sianaAo, (Sudah ku sampaikan padamu, bombang tallu langang-langang persiapkan selalu dirim. (Karena saat ini ada, karena saat ini . NiaAo biseang, niaAo biseang pinduAo, la ada, kanda, tiga buah ombak datang unsung panrang ri ballaAo (. Ada perahu dayung. Ada . Ka rieAo ittu, ka rie ittu sianaAo, perahu dayung. Adinda. bombang tallu langang-langang tersedia di ruma. (Karena saat ini ada, karena saat ini . Na eroAo jako, na eroAo jako pinduAo, la ada, kanda, tiga buah ombak datang lariang soppeAo soppeAo (Semoga engkau semoga engkau, adinda. Penyair perempuan membuka liriknya Turut mengarungi lautan bersamak. dengan kalimat . Ati-ati ki nyombala sianaAo. Sajak yang dinyanyikan penyair laki-laki ri (Hati-hatilah pada pembukaan Batti-Batti berisi ajakan menahkodai perahumu di lautan lepas, kepada perempuan agar mau menjadi kand. sebagai bentuk peringatan kepada kekasihnya karena sejak lama laki-laki sudah laki-laki menyimpan kata kepada perempuan untuk menggunakan metafora pelayaran. Hal ini setiap saat selalu siap dipersunting sebagai disebabkan dalam kebiasaan masyarakat istri, sesuai pada syair . Gele ku kua ri kau, pesisir pada umumnya berlayar merupakan tutu mamo ko la jaga (Sudah ku sampaikan simbolisasi kedewasaan dan ketangguhan padamu, persiapkan selalu dirim. Pada seorang laki-laki. Alih-alih memperingati penyair penyair laki-laki agar selamat kembali ke mempertegas dirinya adalah lelaki yang daratan, penyair perempuan memberitahukan sudah siap secara mental dan materi dengan bahwa penyair laki-laki saat ini tidak seorang menyebut bahwa di rumahnya kini ada diri mendekatinya, yaitu tiga buah ombak, sebuah perahu yang akan mereka gunakan pada larik . dan diulangi lagi pada larik . berlayar bersama. Penyair lalu menutup syair Ka rieAo ittu, ka rie ittu sianaAo, bombang tallu pembukaannya dengan sebuah permintaan langang-langang (Karena saat ini ada, menemaninya karena saat ini ada, kanda, tiga buah ombak mengarungi lautan kehidupan bersama . Na datang menghampirik. Ombak pada larik eroAo jako, na eroAo jako pinduAo, la lariang tersebut disimbolkan sebagai kekuatan soppeAo soppeAo . emoga engkau, semoga maskulin lain yang juga pantang mundur engkau, adinda. Turut mengarungi lautan untuk memeluk penyair perempuan. Penyair bersamaku?). perempuan memberi pesan bahwa penyair laki-laki harus menambah energinya untuk Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 237-249, 2025 | 241 Seni Tarik-Ulur Manusia Pesisir. Analisis Formula Permainan Batti-Batti di Kepulauan Selayar Zulkifli Makmur. Fitria Nugrah Madani dapat bersaing dengan beberapa laki-laki lain yang juga gigih mengejarnya. Dari percakapan dua penyair di awal pertunjukan ini dapat dibayangkan bahwa intensitas luapan emosi di syair-syair selanjutnya lebih kuat. Kreativitas penyair benar-benar didukung dari seberapa besar lawan main memberikan rayuan atau tantangan melalui syair-syairnya. Penyair dijamin tidak mudah kehilangan ide untuk memproduksi syair-syair puitik karena keduanya sama-sama tidak mau terputus di Di saat yang sama pula, kedua penyair tidak pernah mau terlihat lebih buruk dari yang lain di hadapan penonton, sehingga dalam melantunkan syair serangan kepada lawan pun, penyair berupaya menciptakan metafora-metafora baru sebagai penanda kualitas dirinya sebagai penyair Batti-Batti. Namun begitu, sebagai permainan, pertunjukan Batti-Batti juga harus memiliki Untuk mengakhiri pertunjukan, permainan Batti-Batti tidak berhenti begitu Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa permainan ini berupa duel antara penyair laki-laki dan perempuan, maka jika salah satu memilih berhenti dia dianggap sebagai pihak yang kalah, dan yang lain dinyatakan menang. Oleh karena itu. Untuk menghentikan permainan pemain memiliki cara untuk menghentikan duel tanpa ada pihak yang menang atau kalah. Penyair Batti-Batti mempersiapkan petunjuk kepada seluruh pemain bahwa permainan sudah harus Biasanya permainan ditutup karena durasi waktu yang sudah cukup lama. Yang paling umum terjadi yaitu disebabkan waktu sudah larut malam, atau atas permintaan pertunjukan harus segera dihentikan. perempuan memberikan isyarat melalui pernyataan bahwa tempat mereka bercumbu rayu sudah semakin ramai. na gele ri isse? rambai si batu tabang (Tidakkah kau lihat? Orang-orang sekampung sudah berdatanga. Pernyataan dalam larik ini memiliki maksud bahwa tempat mereka berdua tidak lagi sunyi. Ini bermakna bahwa penyair perempuan malu apabila percakapan mereka dilihat banyak orang. Dengan begitu, itu pertanda bahwa perbincangan keduanya di momen kencan ini harus diakhiri. Penyair laki-laki, ketika menerima pesan dari penyair perempuan, mengambil langkah menutup pertunjukan dengan berpamitan kepada penonton. tabe riolo riboko, angngellai tu tolong-tolong . di depan dan yang di belakang, . semua yang duduk-dudu. tabe kelongku, la ku tongko acaranni. (Mohon pamit untuk laguku ini, kuakhiri acara in. Dengan syair ini dilontarkan kepada penonton, maka seluruh penonton menerima bahwa pertunjukan Batti-Batti sudah berakhir. Penyair laki-laki hanya merespon penyair sebelumnya yang dilontarkan penyair Oleh karena itu, penyair laki-laki harus memiliki kemampuan yang mempuni dibandingkan penyair perempuan. Hal ini dikarenakan penyair laki-laki tidak akan menutup pertunjukan apabila penyair perempuan tidak memberi isyarat seperti syair . Permainan akan terus berlangsung sampai syair . Ini menentukan seberapa panjang durasi permainan pada pertunjukan Batti-Batti. Selain itu, karena bercorak jenaka, maka posisi penonton menentukan emosi Sebagai pertunjukan hiburan, nuansa khidmat, gelap, dan kontemplatif tidak menjadi ruang yang tepat untuk pertunjukan Batti-batti. Penonton yang riuh, riang, dan sesekali memberi semangat melalui teriakanteriakan penyemangat merupakan ciri lingkungan panggung pertunjukan Batti-Batti. Para pemain merasakan syair-syair mereka ditangkap oleh penonton. Respon atas syairsyair jenaka dapat membuat penyair Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 237-249, 2025 | 242 Seni Tarik-Ulur Manusia Pesisir. Analisis Formula Permainan Batti-Batti di Kepulauan Selayar Zulkifli Makmur. Fitria Nugrah Madani menaikkan tensi permainannya. Apalagi jika sepasang penyair sudah saling menyerang satu sama lain. baji-baji ku bahine, kana ku tolong rombongang daeng. aya ini perempuan menarik, kemana-mana jadi pusat perhatian, . baji-baji ku bahine, kana ku tolong . aya ini perempuan menarik, kemana-mana jadi pusat perhatia. ka lalatinroi na to tideAomo giginna. api masa iya . tidur bersama orang/pria yang giginya tanggal Di bait ini, penyair (Suh. berhasil membuat seluruh penonton tertawa. Suha menjelaskan dirinya sebagai seorang gadis dengan paras yang menawan, digambarkan dengan betapa mudahnya dia menarik perhatian siapapun. Namun di balik parasnya yang indah itu, dia memperhitungkan bahwa saat ini dia dirayu oleh seorang lelaki dengan gigi ompong, perempuan yang menarik itu bersanding dengan pria yang giginya sudah tanggal Penonton dibuat tertawa oleh syair Suha karena, selain menyerang penyair lakilaki, penyair laki-laki tersebut memang Dari tampilan di video, situasi dimana penonton tertawa terpingkal-pingkal tampak menaikkan adrenalin Abidin untuk membalas larik Suha dengan syair yang juga bermaksud menyerang, . na lamallaAo jako ngai, paka tora gigi . alau kamu takut untuk suka, akan ku-ganti dengan gigi pals. na eroAo jako gigimmu bokara patang (Bagaimana denganmu, . empat gigimu juga sudah rusa. Syair balasan Abidin diawali dengan larik yang cukup realistis dengan menawarkan suatu jalan keluar, bahwa dia akan mengganti giginya yang tanggal dengan gigi palsu, agar gadis itu dapat menyukainya. Namun di larik berikutnya. Abidin mempertanyakan kepada gadis bukankah ada 4 gigi milik perempuan itu yang rusak. Baris ini dimaksudkan bahwa laki-laki meminta gadis untuk berkaca sebelum menyerang penyair pria. Situasi ini membuat antusiasme penonton semakin meningkat sambil tertawa karena pada kenyataannya. Suha juga memiliki beberapa gigi yang ompong. Dari percakapan panggung antara Suha dan Abidin dan respon penonton syair-syair Batti-Batti, kedekatan penonton dan panggung seniman di pertunjukan Batti-Batti saling mengikat satu sama lain. Hubungan timbal balik dari keduanya memberikan dampak bagi penyair untuk mengembangkan kreativitasnya agar tidak terlihat kalah dan lemah di tengah duel syair di situasi-situasi, yang menurut mereka. Walaupun tampak memanas, situasi saling serang ini dirajut oleh satu struktur narasi yang elok, yaitu dialog romansa sepasang penyair. Dari dialog romansa tersebut, nuansa hiburan tercipta dengan apik. Emosi penonton dapat bercampur-aduk di antara rayuan gombal ala masyarakat pesisir, penerimaan, penolakan, sentimen emosional yang membuat penonton ikut larut dalam percengkeramaan sepasang lelaki dan perempuan. Pola Irama Bagi penyair Batti-Batti, kemampuan bernyanyi merupakan pengetahuan dasar. Namun begitu, seorang pemain Batti-Batti tidak menggunakan varian musik yang beraneka ragam. Formula irama yang dibutuhkan tidak lebih dari satu pola. Dari pola ini terkadang penyair memainkan variasi yang berbeda. Namun, itu tidak jauh dari pola yang ada, atau merupakan turunan dari pola utama. Yang unik dari pertunjukan Batti-Batti. Penyair perempuan dan laki-laki Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 237-249, 2025 | 243 Seni Tarik-Ulur Manusia Pesisir. Analisis Formula Permainan Batti-Batti di Kepulauan Selayar Zulkifli Makmur. Fitria Nugrah Madani tidak menggunakan varian yang sama. Lakilaki memulai dari nada 1 atau Do. 0 0 0 j1j . 1 1 1 1 . 6 5j j/6j /. j6j j6j Ge-le ku-a ri ka- u, tu- tu ma-mo 0 j6j 6 . 3 0 ko na ja ga J0j jj5j j0j . 6 j6 j5 6 4 . 3 6 j6j . 1 Nia bi- se-ang nia bi-se- ang pinduAolausung J1jj j j2j j j jj3 . pan-rang ri bal- laAo Penyair laki-laki cenderung memulai dengan nada Do. Secara keseluruhan, pola ini nada-nada dimainkan oleh pemain gambus, sehingga komposisi yang terbentuk terdengar unisol antara penyanyi dan melodi gambus. Pola ini benar-benar Bukannya disebabkan repetisi pada larik kedua dalam beberapa kasus tidak dilakukan. Penyair melakukan variasi dengan memulai dengan nada La yang pada umumnya nada tersebut dinyanyikan oleh penyair perempuan. Penyair perempuan, sebagaimana dijelaskan sebelumnya, memulai dengan nada La. Pola ini menyesuaikan nada suara aman perempuan yang tentunya berbeda dengan nada suara laki-laki. 0 0 0 j6j . k2 j0 2 j2 . 6 j6jj /6 j1j Al-li- li-ang ma pa- i- nung pa-bo- toj2j. j/6 . 5 6 . ro al- lo bang-ngi 0 0 0 j!j !. !j \7 \j7jj \7 j5j 5 \j7j j! . \7j 6 Al-li- li-ang ma pa- i-nung pa bo- to-ro 5j 4 j6j j 6 j0 al-lo bang-ngi J6 . 6jj j j5j j0j j3jj j j3j j3j j3j . j4j j j 3 j2j 1 2 . Lo- hoe-ang rom-pa to la-lu-ngang je-regen- na Dari notasi tersebut. Perbedaan melodi vokal antara penyair perempuan dan laki-laki begitu terlihat. Meskipun telah dijelaskan sebelumnya, pada beberapa kasus keduanya dapat saling meminjam notasi yang lain, ada terlihat variasi vokal antara penyair laki-laki dan perempuan. Variasi ini menjauhkan pertunjukan dari kesan monoton. Terlebih lagi apabila kedua penyair melakukan improvisasi dengan memplesetkan beberapa nada dalam permainannya, maka kejutankejutan muncul dalam setiap bait yang din Maka mengherankan penonton Batti-Batti dapat betah menikmati lantunan musik yang dinyanyikan penyair Batti-Batti. Repetisi Pengulangan pada pelantunan larik merupakan ciri khas pada permainan BattiBatti. Pengulangan, selain menjadi corak khas dalam permainan Batti-Batti, memiliki Pengulangan dapat berarti penegasan larik pada bait yang ingin disampaikan. Dengan mengulangi sebaris atau sebagian larik, sebuah bait yang disampaikan dapat memberi makna yang lebih dalam. Repetisi juga dapat dimanfaatkan sebagai alat jeda bagi penyair untuk mempersiapkan lanjutan larik yang mungkin belum lengkap tersusun di kepala Bagi penyair, mengulangi sebaris atau sepotong larik adalah kesempatan menyusun kembali kata-kata atau sajak yang unik untuk menyerang lawan atau Sebagaimana diketahui kreativitas yang spontan merupakan syarat menjadi seorang Batti-Batti. Dengan mengulangi larik atau potongannya adalah waktu jeda yang baik untuk memformulasi kembali emosi permainan ke arah yang lebih tidak terduga bagi penonton, tapi masih aman bagi penyair. Waktu jeda ini dimanfaatkan seoptimal mungkin agar penyair tidak terbawa amarahnya sendiri yang membuat fokusnya dapat berkurang. Selain itu, pengulangan juga dapat berfungsi sebagai alat untuk menciptakan rasa penasaran bagi penonton yang menunggu versi lengkap dari potongan larik yang dinyanyikan. Penonton yang berada di titik antusiasnya akan tertahan sejenak oleh pengulangan yang ada. Ketidak- Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 237-249, 2025 | 244 Seni Tarik-Ulur Manusia Pesisir. Analisis Formula Permainan Batti-Batti di Kepulauan Selayar Zulkifli Makmur. Fitria Nugrah Madani utuhan larik yang diucapkan penyair pada repetisi adalah momentum menunggu yang menyenangkan bagi penonton. Namun pengulangan tersebut pada pertunjukan BattiBatti tidak dapat dibuatkan kelompok fungsi dari larik-larik yang mengalami repetisi. Pengulangan salah satu larik dapat dimaksudkan sebagai fungsi penegasan, namun dari sudut pandang lain, pengulangan tersebut dapat dimaksudkan sebagai jeda bagi Dengan pandangan yang lain pula larik tersebut dapat mengambil fungsi ketigatiganya, yaitu sebagai penegasan, jeda, atau penundaan untuk penonton. Tidak ada indikator untuk mengklasifikasi repetisi pada permainan Batti-Batti. Pada Batti-Batti ditemukan 3 jenis repetisi, yaitu pengulangan sebagian larik, pengulangan seluruh larik, dan pengulangan seluruh dan sebagian larik. Pada pengulangan sebagian larik, penyair menyambungkan dengan lanjutan kalimat di larik yang sama. Pada pengulangan kedua seluruh larik diulang di larik selanjutnya. Sedangkan pada pengulangan seluruh dan sebagian larik, penyair mengulang potongan larik dan menyambungnya dengan potongan lanjutan kalimat di larik yang sama, lalu seluruh larik dan pengulanganya direpetisi di larik setelahnya. Repetisi sebagian banyak bermunculan pada awal-awal pertunjukan. Hal ini disebabkan penyair perempuan Dahliyanti masih belum memiliki pengalaman panjang bermain BattiBatti. Perbendaharaan syairnya masih terpaku pada pengingatan. Hal ini juga mempengaruhi penyair laki-laki dalam menyampaikan syairnya, dengan harapan bahwa pengulangan yang dilakukan penyair laki-laki perempuan, dalam hal ini Dahliyanti, untuk menyusun syair dengan merdeka. Ini adalah bentuk kerjasama kedua penyair apabila keduanya timpang secara keterampilan dan jam terbang. Repetisi keseluruhan dapat dilihat pada syair-syair berikut, . Repitisi sebagian larik dapat dilihat pada syair-syair berikut, . NiaAo biseang, niaAo biseang pinduAo, la unsung panrang ri ballaAo (. Ada perahu dayung. Ada perahu dayung. Adinda. tersedia di ruma. Na eroAo jako, na eroAo jako pinduAo, la lariang soppeAo soppeAo (Semoga engkau semoga engkau. Turut mengarungi lautan Tua ku reppeAo, tua ku reppeAo pinduAo, la tambungi bombang tuju (Biar pun hancur, biarpun hancur wahai adinda, ditenggelamkan tujuh ombak sekali pu. Na tallu jua, na tallu jua cintaku, barambangi matenni (Kalau cuma tiga, kalau cuma tiga cintaku, dadaku masih membusun. ri kutaknang sangnging pakkanjimeng (Kalau diajak berbincang, selalu ri kutaknang sangnging pakkanjimeng (Kalau diajak berbincang, selalu manna ri tujo kalea pakonni jamo . iarpun berusaha bakal segini saj. manna ri tujo kala pakonnji jamo . iarpun berusaha bagaimanapun bakal segini saj. paAobojaang mamo nakke daeng, racung janji tallu ngallo . arikan saja saya, racun yang dalam tiga hari saya bisa mat. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 237-249, 2025 | 245 Seni Tarik-Ulur Manusia Pesisir. Analisis Formula Permainan Batti-Batti di Kepulauan Selayar Zulkifli Makmur. Fitria Nugrah Madani . paAobojaang mamo nakke racung janji tallu ngallo . arikan saja saya, racun yang dalam tiga hari saya bisa mat. la ku kura mako kau ariAo, la ku teteng ko na jeAone kodong . au ku apakan lagi kau, adik. genggam tapi kau seperti ai. la ku kura mako kau laku teteng ko na jeAone (Mau ku apakan lagi kau, adik. genggam tapi kau seperti ai. manna la buangja bombang daeng, la gulung batena manyuAo . alau dihempas ombak, digulung kemudian hanyu. manna la buangja bombang, la gulung batena manyuAo . alau dihempas ombak, digulung kemudian hanyu. ampa ka ku janjang lau ari la emboemboang bombang lenggang . ika ku lihat adik terombang-ambing oleh ombak sayan. ampa ka ku janjang lau la emboemboang bombang . ika ku lihat terombang-ambing kau oleh ombak yang besa. alliliang ma painung, pa botoro allo (Jauhkan saya dari peminum, penjudi siang hari mala. alliliang ma painung, pa botoro allo (Jauhkan saya dari peminum, penjudi siang hari mala. solasolang mu na malla, ku tunrai pangnginung inni lenggang . akut dan saya jera untuk minum. abuk-mabuka. ) solasolang mu na malla, ku tunrai pangnginung inni . akut dan saya jera untuk minum. abuk-mabuka. ) na burakne ki pagalung, tanggongki la rasa jammeng . alau bersuami petani, sangguplah berbau lumpu. na burakne ki pakoko, tanggongki la rasa jammeng . alau bersuami pekebun, sangguplah berbau lumpu. na burakne ki papekang tanggongki la rasa juku sayange . ika bersuami pemancing, siap berbau ikan. na burakne ki papekang tanggongki la rasa juku . ika bersuami pemancing, siap berbau ikan. ) . baji-baji ku bahine, kana ku tolong rombongang daeng. aya ini perempuan menarik, kemana-mana jadi pusat perhatian, . baji-baji ku bahine, kana ku tolong . aya ini perempuan menarik, kemana-mana jadi pusat perhatia. Dalam repetisi keseluruhan, ditemukan 11 pasang larik yang mengalami pengulangan. Berbeda pengulangan keseluruhan ditemukan di baitbait pertengahan sampai menjelang akhir Pengulangan penundaan emosi penonton yang ingin dilepas di ujung bait. Di Pengulangan sebagian penyair cenderung melakukan disampaikan karena salah satu penyair memiliki stock-on-trade yang belum besar, sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa terdapat ketimpangan keterampilan antara penyair laki-laki dan penyair perempuan. Hal ini berbeda ketika penyair lakilaki dan perempuan memiliki keterampilan yang sebanding atau hampir sebanding. Pengulangan pada sampiran hampir selalu dilakukan karena larik yang dipakai memang indah dan penuh dengan kiasan. Di sisi lain penonton memiliki antusiasme yang tinggi ketika setiap larik yang dinyanyikan penyair itu digunakan untuk menyerang lawannya. Maka audiens menunggu isi bait syair Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 237-249, 2025 | 246 Seni Tarik-Ulur Manusia Pesisir. Analisis Formula Permainan Batti-Batti di Kepulauan Selayar Zulkifli Makmur. Fitria Nugrah Madani dengan mendengar larik repetisi yang dinyanyikan penyair. Walaupun keseluruhan larik-larik di atas ditemukan beberapa kata yang tidak mengalami repetisi pada larik bayangannya, yaitu pada larik . , . , . , . , . , dan . Katakata yang dimaksud adalah daeng . , ariAo . , dan lenggang . , sayange . dikku sayan. Kata-kata ini merupakan bagian dari sapaan kepada lawan bicara yang muncul pada larik awalnya namun tidak diucapkan di larik bayangan. Hal ini berbeda dari pengulangan sebagian. Kata-kata sapaan seperti pindu dan cintaku muncul di potongan larik bayangan, tapi tidak di potongan larik awalannya, seperti pada larik . , . , . , dan . Repetisi keseluruhan dan sebagian larik dapat dilihat pada sajak berikut, . Ka rieAo ittu, ka rie ittu sianaAo, bombang tallu langang-langang (Karena saat ini ada, karena saat ini ada, kanda, tiga buah ombak datang . Ka rieAo ittu, ka rie ittu sianaAo, bombang tallu langang-langang (Karena saat ini ada, karena saat ini ada, kanda, tiga buah ombak datang . La rieAo battu, la rie battu sianaAo attulung to kohasayya (Agar datang, agar datang kanda, pertolongan dari yang Maha Kuas. La rieAo battu, la rie battu sianaAo attulung to kohasayya (Agar datang, agar datang kanda, pertolongan dari yang Maha Kuas. Jodoang tomma, jodoang tomma pinduAo, to ampanni ri ajari (Jodohkanlah aku, jodohkanlah aku . adinda, dengan anak remaja in. Jodoang tomma, jodoang tomma pinduAo, to ampanni ri ajari (Jodohkanlah aku, jodohkanlah aku . adinda, dengan anak remaja in. SiriAokang kambe, siriAokang kambe sianaAo, ampa gele tappajari (Kami malu, kami malu, kanda, jika tidak ditepat. SiriAokang kambe, siriAokang kambe sianaAo, ampa gele tappajari (Kami malu, kami malu kanda, jika tidak ditepat. Mata lanrambang, mata lanrambang pinduAo, kangnying kakangnyingkangnyingang . atapan canggung adinda, dengan alis yang . Mata lanrambang, mata lanrambang pinduAo, mata la ri tiAojo jarung . atapan canggung adinda, mata yang menghindar seperti akan tertusuk Pada repitisi keseluruhan dan sebagian ditemukan lima pasang repetisi. Repitisi ini mengikuti pola repitisi sebagian dengan memposisikan kata-kata sapaan seperti siana . , dan pindu bayangan sebagian di potongan awal. Pola ini berbeda dari repetisi yang lain. Repetisi keseluruhan dan sebagian terjadi di larik isi. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, repetisi keseluruhan larik hanya terjadi di sampiran, bukannya di isi, yang menandakan adanya upaya untuk memberi rasa penasaran penonton. Pola keseluruhan dan sebagian larik digunakan oleh penyair untuk mengulur waktu agar penyair dapat menyusun katakata untuk bait selanjutnya. Alih-alih mendapat perhatian penonton, pola seperti ini tidak efektif untuk menarik audiens. Dengan pengulangan di larik isi penonton sudah mendengar keseluruhan larik. Pengulangan dapat berarti adanya redundansi. Penonton penampilan tersebut menjadi monoton dan KESIMPULAN Batti-Batti merupakan kesenian lisan khas Kepulauan Selayar yang mengandalkan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 237-249, 2025 | 247 Seni Tarik-Ulur Manusia Pesisir. Analisis Formula Permainan Batti-Batti di Kepulauan Selayar Zulkifli Makmur. Fitria Nugrah Madani keterampilan penyair untuk menghasilkan syair-syair yang indah secara spontan. Permainan ini dapat ditampilkan selama berjam-jam tanpa jeda. Sebagaimana karya kelisanan yang lain, setiap penampilan BattiBatti adalah penampilan yang baru karena pertunjukan kelisanan pada umumnya tidak Sebagai produk kelisanan. BattiBatti menghasilkan syair-syair yang berkualitas dalam setiap pertunjukannya. Perry-Lord meyakini bahwa karya kelisanan memiliki struktur yang tetap sehingga mnemonik yang dimiliki penyair kelisanan dapat terlepas dengan rapih. Sebagaimana dijelaskan bahwa karya kelisanan memiliki suatu formula. Dari formula tersebut, tersusun rangkaian formulaik, yang selanjutnya kekayaan penyair dapat mengisi kantung-kantung stock-on-trade berdasarkan pengalaman, disiplin, dan jam terbang penyair. Pada permainan Batti-Batti yang direkam pada tahun 2023 tersebut, terdapat tiga formula penting yang membentuk struktur Batti-Batti, yakni struktur umum yang meliputi, iringan gambus, bahasa Selayar itu sendiri, pola pembuka dan penutup pertunjukan, keberadaan sepasang penyair, serta kedekatan penonton dan Formula kedua yaitu pola irama melantunkan syair Batti-Batti. Pola irama yang dilantunkan penyair laki-laki berbeda dengan pola irama perempuan. Perbedaan ini hanya berupa perbedaan nada dasar. Formula ketiga adalah repetisi. Pengulangan pada permainan Batti-Batti terdapat tiga jenis, pengulangan keseluruhan, dan pengulangan keseluruhan dan sebagian. Penelitian penelitian awal membahas Batti-Batti sebagai bagian dari isu rumpun sastra Oleh karena itu, pengembangan lebih komprehensif disarankan untuk menghasilkan temuan-temuan yang lebih mendalam dan kompleks terkait tradisi kelisanan Batti-Batti. Dengan adanya perhatian terhadap tradisi kelisanan pada diskusi akademik diharapkan dapat menjadi upaya pelestarian kebudayaan lisan yang rentan punah. DAFTAR PUSTAKA