Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 THE ROLE OF THE DIGITAL ECOSYSTEM IN INCREASING THE COMPETITIVENESS OF THE SERVICE INDUSTRY TOURISM (CASE STUDY OF KERATON KASUNANAN SURAKARTA) Nova Yudha Andriansyah Putra 1. Universitas Bina Sarana Informatika Nova. noy@bsi. Abstract The development of the digital ecosystem plays some crucial role in enhancing the competitiveness of the service industry, especially in tourism. This study explores the impact of the digital ecosystem on the competitiveness of the Keraton Kasunanan Surakarta, a key historical and cultural tourism destination in Indonesia. Through with qualitative case study approach, in this research identifies the strategies and digital tools that have been implemented by Keraton Kasunanan Surakarta to enhance visitor experience, expand market reach, and improve operational efficiency. The findings suggest that digital platforms, such as social media, websites, and online booking systems, have significantly contributed to the promotion of Keraton Kasunanan Surakarta as a world-class tourism destination. Keywords: digital ecosystem, keraton INTRODUCTION Model daya saing Kota Solo harus Pariwisata ialah salah satu dari mempromosikan keunikan budaya, warisan, perkembangannya di dunia, dan Indonesia dan kualitas layanan sebagai poin utama menonjolkan elemen yang membuat Solo perekonomian nasional. Seiring dengan berbeda dari destinasi lain, seperti seni ketatnya persaingan yang ada di sektor tradisional, kuliner lokal, dan warisan pariwisata, penyedia jasa pariwisata harus beradaptasi dengan transformasi digital agar menekankan kualitas layanan yang unggul, tetap kompetitif. Materi Pemasaran Dalam lingkungan media digital Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 dan sosial, konten visual yang kuat dan cerita mengatasi perubahan ini. (Wibowo, 2. menyampaikan pesan tentang keunikan dan Menurut kualitas Solo kepada calon wisatawan. mengatakan Pengalaman pariwisata berbasis Menurut Dian Deliana (Dian Deliana, 2. teknologi menunjukkan evolusi signifikan Pariwisata di Kota Solo (Surakart. dalam cara wisatawan berinteraksi dengan destinasi, atraksi, dan situs warisan budaya. budaya, kuliner, dan keindahan alam. Kota Ulasan ini menyelidiki esensi dan dampak ini dikenal sebagai pusat budaya Jawa yang pengalaman pariwisata berbasis teknologi, kaya dengan tradisi dan warisan leluhur. Berikut merupakan beberapa aspek menarik teknologi digital telah mengubah lanskap yang ada di kota solo yakni tepatnya di wisata budaya dan sejarah salah satunya adalah (Mazia. Zuniarti, et al. , 2. Keraton Kasunanan Surakarta yang mana ini Untuk Ekonomi digital menurut merupakan Istana kerajaan yang masih Muhammad Pudail adalah Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perseorangan atau menyimpan berbagai benda bersejarah. kelompok, baik yang berbentuk usaha Penyedia jasa pariwisata harus formal, badan layanan umum . , beradaptasi dengan transformasi digital agar atau komunitas sektor ekonomi tertentu, tetap kompetitif. Hal ini khususnya berlaku dengan cara yang spesisfik menggunakan untuk situs wisata budaya dan warisan seperti internet melalui perangkat telekomunikasi Keraton . etap/mobil. untuk melakukan transaksi menawarkan pengalaman budaya yang unik keuangan, barang dan jasa, yang berjalan di tetapi menghadapi tantangan dalam menarik atas produk teknologi yang umum disebut wisatawan modern yang melek teknologi. bisnis digital atau E-Commerce dengan Kasunanan Transformasi Surakarta, seluruh ekosistemnya. (Muhammad Pudhail, inovasi global menimbulkan perubahan pada Dalam tingkat ekonomi, politik, dan masyarakat di mengungkapkan Pariwisata digital yang Jerman. Pola pikir wirausaha dipandang beliau teliti mencakup nilai inovasi dan Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 wisatawan, daerah tujuan wisata dan kegiatan yang lebih mendalam terhadap fenomenaAe (Creswell, 2. setelah adanya kunjungan, dan dokumentasi Penelitian yang digunakan dalam digital yang berkaitan dengan kepariwisataan dan kebudayaan. (Prakosa et al. , 2. kualitatif dengan metode studi kasus. Melalui Ekosistem digital, yang mencakup platform daring, strategi pemasaran digital, wawancara dengan pemangku kepentingan dan perangkat teknologi, memiliki potensi utama di Keraton Kasunanan Surakarta, untuk meningkatkan daya saing industri jasa, meliputi manajer, tim pemasaran, dan khususnya di sektor pariwisata. Dengan Selain itu, data sekunder seperti memanfaatkan kekuatan teknologi digital, laporan pemasaran digital, aktivitas media destinasi wisata seperti Keraton Kasunanan sosial, dan analisis situs web dianalisis untuk Surakarta dapat meningkatkan visibilitas, menilai efektivitas strategi digital dalam meningkatkan daya saing layanan pariwisata. meningkatkan keterlibatan pengunjung, yang Dalam hal ini, penelitian lebih bersifat desk pada gilirannya dapat menarik khalayak yang lebih luas dan beragam. analitis untuk mengkaji permasalahan secara lebih mendalam. METHOD Metodologi RESEARCH menggunakan metode kualitatif yang mana DISCUSSION menurut Syafrida Hanif dalam bukunya Research Finding Penelitian Implementasi FINDING AND metode dengan proses penelitian berdasarkan melibatkan serangkaian langkah dan strategi presepsi pada suatu fenomena dengan untuk memanfaatkan platform online guna pendekatan datanya menghasilkan analisis mencapai tujuan pemasaran. (Mazia. Yudha, deskriptif berupa kalimat secara lisan dari et al. , 2. objek penelitian. (Sahir, 2. Pendekatan Ekosistem digital ini juga sangat bergantung pada akses terhadap daya. Bukan dipandang mampu menggali pemaknaan hanya kota pintar yang harus memikirkan jaringan listrik atau sumber daya individual Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 yang harus mendukung fungsi sistem, tetapi uang pertama Kerajaan Mataram kuno NFT: destinasi pintar juga harus memastikan Aset Keraton Solo yang dipindai menjadi aset wisatawan pintarnya memiliki daya baterai yang diperlukan untuk dapat benar-benar terlibat dengan destinasi wisata pintar melalui perangkat pribadi mereka. (Gretzel et , 2. Discussion Keraton Kasunanan Surakarta Perkembangan lebih lanjut dari teori Hadiningrat, yang mana lebih dikenal dengan ekosistem mengambil arah yang berbeda, menggunakan nama Keraton Surakarta, salah satunya adalah pembentukan ekosistem adalah istana kerajaan yang letaknya berada digital yang terkait dengan popularitas di Kota Surakarta atau yg lebih dikenal platform digital. Peran utama teknologi dengan nama Solo. Jawa Tengah. Indonesia. digital modern dalam membentuk lingkungan Keraton ini dibangun pada tahun 1745 oleh informasi tunggal untuk semua anggota telah Susuhunan Pakubuwono II sebagai pusat disorot: masyarakat, bisnis, dan pemerintah, pemerintahan Kesultanan Surakarta, yang (Barykin et al. , 2. Ekosistem Kesultanan Mataram yang lebih dulu berdiri. Keraton Solo Keraton Kasunanan Surakarta adalah kumpulan platform digital yang Hadiningrat, yang lebih dikenal dengan meliputi website, aplikasi, token kripto, dan sebutan Keraton Surakarta, merupakan salah NFT . on-fungible toke. Ekosistem digital satu warisan budaya paling penting di Indonesia yang merepresentasikan kejayaan kekayaan budaya Indonesia dan melestarikan peradaban Jawa. Terletak di jantung Kota nilai-nilai luhur leluhur Surakarta . ebih dikenal sebagai Kota Sol. Komponen ekosistem digital Keraton Jawa Tengah, keraton ini bukan hanya Solo Website: Sebagai referensi bagi yang menjadi simbol kekuasaan politik masa lalu. Surakarta tetapi juga menjadi pusat kebudayaan. Aplikasi: Berfungsi dalam memudahkan spiritualitas, dan tradisi yang masih hidup akses ke informasi dari budaya dan agenda hingga hari ini. Keraton kegiatan Token kripto: Token MASA yang mana terinspirasi oleh koin yang ada di mata Didirikan pada tahun 1745 oleh Susuhunan Pakubuwono II, Keraton Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Surakarta menjadi kelanjutan dari Kesultanan budaya Nusantara di tengah arus modernisasi Mataram yang pecah menjadi dua kekuatan, dan globalisasi. yakni Yogyakarta dan Surakarta, setelah Secara Perjanjian Giyanti. Pendirian keraton ini memadukan gaya tradisional Jawa dengan merupakan upaya strategis untuk menjaga unsur-unsur Islam serta pengaruh arsitektur kesinambungan kekuasaan dinasti Mataram Eropa yang masuk seiring dengan interaksi serta sebagai penanda tonggak sejarah baru kolonial dan pertukaran budaya global. Gaya dalam lanskap politik dan budaya Jawa. arsitektur tradisional Jawa tampak dalam Letaknya yang strategis serta perencanaan struktur joglo, pendapa, dan soko guru . iang arsitekturnya yang sarat filosofi menjadikan keraton ini sebagai pusat pemerintahan dan kosmologi Jawa tentang hubungan antara budaya yang penting pada masanya. Sang Pencipta. Selain menjadi tempat tinggal raja Sementara itu, pengaruh Islam tercermin dan keluarganya. Keraton Surakarta juga dalam motif kaligrafi, tata ruang spiritual, berfungsi sebagai pusat kebudayaan Jawa dan simbol-simbol religius yang menjiwai yang melestarikan berbagai nilai adiluhung, fungsi keraton sebagai pusat moral dan mulai dari seni tari, gamelan, sastra Jawa, spiritual masyarakat Jawa. hingga tata krama dan sistem sosial yang Di sisi lain, pengaruh Eropa, terutama berakar dari ajaran tradisional Jawa. Bahkan gaya Renaisans dan Barok, mulai muncul hingga kini, keraton masih menjadi rujukan dalam beberapa elemen keraton seperti utama dalam pelestarian adat dan tradisi Jawa jendela kaca patri, ornamen logam, hingga Keraton Surakarta menyimpan nilai sejarah yang tinggi, tetapi Perpaduan estetika ini tidak terjadi secara juga mencerminkan dinamika sosial, politik, kebetulan, melainkan merupakan hasil dari dan budaya masyarakat Jawa dari masa ke proses panjang interaksi dan adaptasi budaya Sebagai simbol identitas kultural dan spiritual, keraton ini menjadi jembatan antara kebijaksanaan para raja dalam menghadapi masa lalu dan masa kini, serta terus dinamika zaman. menginspirasi upaya pelestarian warisan Pembangunan keraton ini menjadi Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 kedaulatan, dan kejayaan para raja Jawa. Fungsi Keraton Surakarta tidak hanya Setiap sudut bangunannya memiliki makna sebatas pada peran politik dan simbolik sebagai pusat kekuasaan monarki tradisional, menggambarkan tatanan kehidupan yang tetapi juga berkembang menjadi lembaga ideal menurut pandangan kosmologis Jawa. budaya yang sangat penting. Di dalam Dengan demikian. Keraton Surakarta bukan kompleks keraton, berbagai bentuk seni hanya saksi sejarah, tetapi juga warisan tradisional seperti tari klasik Jawa, musik arsitektural yang hidupAimenyimpan jejak gamelan, sastra, dan batik tidak hanya interaksi budaya yang membentuk identitas dipertunjukkan sebagai warisan masa lalu, bangsa Indonesia hingga hari ini. Keraton tetapi juga diajarkan dan dipraktikkan secara Surakarta aktif hingga hari ini. Para abdi dalem, penting, seperti Pendopo Agung . uang seniman, dan masyarakat sekitar menjadikan utama untuk acara kerajaa. , masjid, dan keraton sebagai ruang belajar sekaligus berbagai paviliun untuk berbagai keperluan panggung ekspresi budaya yang memperkuat seperti ruang tidur raja, ruang pertemuan, identitas kolektif masyarakat Jawa. serta galeri seni. Di dalam keraton juga Setiap gerakan tari, setiap dentingan terdapat berbagai koleksi benda seni dan gamelan, dan setiap motif batik yang pusaka yang diwariskan dari kerajaan, seperti dihasilkan di lingkungan keraton bukan gamelan, senjata tradisional, pakaian adat, hanya ekspresi estetika, tetapi juga sarat dan barang-barang peninggalan lainnya. makna filosofis dan spiritual. Tradisi yang Selain menjadi simbol kebesaran kerajaan. Keraton Surakarta juga berfungsi pandangan hidup Jawa tentang harmoni, sebagai pusat budaya, tempat diadakannya keseimbangan, dan penghormatan terhadap berbagai upacara adat, pertunjukan seni, dan Inilah yang menjadikan Keraton upacara kerajaan. Pada masa kini, keraton ini Surakarta juga menjadi salah satu dari objek wisata sejarah, melainkan institusi budaya hidup khususnya budaya yang dirasa penting di Surakarta, di mana pengunjung dapat melihat menjaga keberlangsungan nilai-nilai lokal di tengah arus globalisasi. sejarah, dan budaya Jawa yang masih hidup di dalamnya. Sebagai warisan budaya tak benda dan benda. Keraton Surakarta memiliki posisi Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 yang sangat penting dalam membentuk dan token crypto. Beberapa gebrakan baru kesadaran budaya masyarakat, baik lokal dalam transformasi digital di keraton ini maupun nasional. Keberadaannya menjadi bukti nyata bahwa tradisi bukan untuk Digital dipertahankan dalam bentuk yang beku. Dalam konteks ini, keraton menjadi lebih dari sekadar bangunan megah. ia adalah penjaga memori kolektif, sumber inspirasi budaya, dan poros pelestarian identitas Jawa yang tiada duanya. Keraton Surakarta berfungsi sebagai simbol kebesaran kerajaan, tetapi juga sebagai pusat pelestarian budaya Jawa. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, institusi budaya seperti Keraton Surakarta teknologi untuk mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan tradisi dan sejarah Jawa kepada dunia. Museum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau yang lebih dikenal dengan Keraton Surakarta memang telah melakukan berbagai inovasi dan transformasi digital dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dan memperkenalkan budaya Jawa kepada audiens yang lebih luas dengan menghadirkan empat layanan digital mulai dari website, aplikasi mobile, koleksi digital. Online Presence melainkan untuk dihidupkan, dikembangkan, dan diwariskan sebagai fondasi jati diri Marketing Salah diterapkan oleh Keraton Kasunanan Surakarta adalah pengembangan kehadiran daring yang kuat dengan platform seperti media sosial Instagram. Facebook, serta Twitter. Platform ini memungkinkan keraton untuk memamerkan signifikansi budayanya, menarik perhatian khalayak global, dan terlibat langsung dengan calon pengunjung. Pembaruan rutin tentang berbagai acara, pameran, dan wawasan sejarah membantu menjaga minat publik. Keraton Surakarta dirasa semakin aktif dengan platform media sosial, seperti halnya Instagram. Facebook, serta YouTube. Melalui kanal-kanal tersebut, keraton berbagi konten edukatif berupa video, gambar, dan informasi terkait sejarah serta kebudayaan Jawa, yang tidak hanya menarik bagi pengunjung lokal tetapi juga internasional. Ini merupakan cara efektif untuk memperkenalkan budaya Jawa kepada generasi muda yang lebih digital-savvy. Website and Virtual Tours Keraton pengembangan situs webnya, menjadikannya platform yang mudah digunakan bagi calon pengunjung untuk mempelajari situs, sejarah. Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 dan makna budayanya. Selain itu, pengenalan Virtual tour merupakan terobosan tur virtual memungkinkan pengguna untuk penting dalam membuka akses budaya secara merasakan kemegahan istana dari jarak jauh, lebih inklusif dan lintas batas. Dengan internasional yang tidak dapat berkunjung dimensi, fotografi 360 derajat, dan narasi audio- secara langsung. visual yang kaya informasi, kini siapa pun dari Salah satu langkah besar dalam berbagai belahan dunia dapat menjelajahi transformasi digital adalah penerapan teknologi keindahan dan nilai historis Keraton Surakarta virtual tour. Dengan menggunakan teknologi tanpa harus berada secara langsung di lokasi. ini, pengunjung dapat mengeksplorasi setiap Melalui layar komputer atau gawai pintar, sudut keraton tanpa harus berada di lokasi fisik. pengunjung virtual dapat AumelangkahAy dari satu Ini memungkinkan audiens global untuk ruangan ke ruangan lain, menyimak cerita merasakan pengalaman mengunjungi Keraton sejarah di balik setiap artefak, hingga Surakarta meskipun mereka tidak bisa datang menyelami makna filosofis tata ruang keraton langsung ke sana. Teknologi virtual tour ini yang sarat simbolisme budaya Jawa. biasanya dilengkapi dengan narasi yang Langkah digitalisasi ini bukan hanya menjelaskan sejarah dan artefak yang ada di setiap ruangan. perkembangan teknologi, tetapi juga strategi Di era revolusi digital yang terus cerdas dalam upaya pelestarian budaya di era berkembang, pelestarian warisan budaya tidak Di tengah tantangan menurunnya lagi bergantung sepenuhnya pada kehadiran fisik atau interaksi langsung. Transformasi ini tradisional dan keterbatasan kunjungan fisik juga menyentuh situs-situs budaya penting di akibat berbagai kondisi seperti jarak geografis Indonesia, salah satunya adalah Keraton maupun pandemi global, teknologi virtual tour Kasunanan Surakarta Hadiningrat, atau yang menjadi jembatan yang menghubungkan masa lebih dikenal sebagai Keraton Surakarta. lalu dan masa depan. Ia memungkinkan Sebagai simbol kejayaan kerajaan Jawa dan penyebaran nilai-nilai luhur budaya Jawa pusat pelestarian budaya tradisional, keraton kepada audiens yang lebih luas, termasuk generasi digital native yang lebih akrab dengan menerapkan inovasi digital, salah satunya melalui teknologi virtual tour. cara-cara Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Lebih dari sekadar media turisme audio guide, yang memungkinkan pengunjung digital, virtual tour Keraton Surakarta juga berperan sebagai arsip digital interaktif yang melalui smartphone mereka, memberikan menghidupkan kembali warisan budaya secara visual, edukatif, dan mendalam. Hal ini sejalan Dalam acara yang di selenggarakan dengan misi pelestarian budaya nasional, di sebagai Soft Launching Ekosistem Digital mana pemanfaatan teknologi informasi dapat Karaton Kasunanan Surakarta yang mana memperkuat jangkauan, relevansi, dan daya digelar di dalam Sasana Handrawina, laman tarik kekayaan budaya lokal dalam konteks Keratonsurakarta. sebagai website resmi Keraton Solo. Melalui Dengan demikian, transformasi digital Keraton melalui virtual tour bukan hanya memperluas memberikan berbagai informasi yang bisa akses publik terhadap warisan budaya, tetapi menjadi pengetahuan budaya oleh masyarakat juga menegaskan bahwa kebudayaan Jawa luas seperti event yang terus berlangsung di dapat tetap lestari dan berkembang tanpa keratin solo Surakarta seperti Tingalan Dalem kehilangan ruh tradisinya, bahkan di tengah Jumenengan SISKS Paku Buwana Xi gelombang modernisasi yang tak terbendung. ingkang kaping 21 yang merupakan rangkaian Untuk Saat ini virtual tour yang dari suatu upacara yang digelar berkaitan dilakukan pihak keratin adalah dengan adanya dengan memperingati atas kenaikan tahta atau chanel resmi Youtobe dengan nama Museum & salah satu prosesi penobatan Susuhunan yang di Tourism Karaton Surakarta Hadiningrat, dalam buat dari perhitungan penanggalan Jawa. chanel ini kita di suguhkan pengalaman berbeda Kemudian tradisi Unggah-unggahan dimana dengan Virtual tour English version dan versi tradisi ini merupakan salah satu tradisi yang Bahasa Indonesia. digelar oleh Karaton Surakarta di setiap akhir Keraton Surakarta bulan Ruwah, dengan hal tersebut di atas dapat Karaton Kasunanan memungkinkan pengunjung untuk mengakses Surakarta sangat aktiv sejak diresmikannya 27 informasi terkait sejarah keraton, koleksi September 2023 sampai saat ini di tahun 2025 . museum, dan berbagai kegiatan budaya yang Tidak hanya website, dalam hal ini aplikasi Aplikasi ini seringkali dilengkapi dengan khusus Keraton Solo juga akan diluncurkan. Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Aplikasi Keraton Solo ini dapat digunakan memanfaatkan platform digital sebagai media baru untuk mendiseminasi, menghidupkan, dan informasi khususnya dalam hal budaya dan agenda kegiatan. Dengan dirasa semakin kepada masyarakat dunia. Jawa berkembangnya dalam dunia blockchain. Salah satu inisiatif inovatif yang Keraton Solo dirasa tertarik untuk membuat dijalankan adalah penyelenggaraan workshop token yang berbentuk token crypto hingga dan pertunjukan seni secara virtual, yang dalam bentuk aset NFT . on-fungible toke. membuka akses seluas-luasnya bagi siapa pun Dalam hal ini Token crypto Keraton Solo diberi yang ingin belajar dan merasakan langsung nama MASA, yang mana terinspirasi dari koin esensi budaya Jawa, tanpa batasan ruang dan mata uang pertama dari Kerajaan Mataram Melalui teknologi ini, peserta dari kuno yang terbuat dari emas dan juga memiliki berbagai negara dan latar belakang dapat nilai yang sangat tinggi. Sedangkan untuk NFT mengikuti pelatihan seni tari klasik, memainkan sendiri, berbagai asset dari Keraton Solo akan musik gamelan, hingga belajar membatikAi dipindai hal ini guna diubah menjadi sebuah semuanya dilakukan secara daring dengan asset yang berbentuk digital. bimbingan langsung dari para ahli dan seniman Digital Engagement Tools Peralatan Program ini tidak hanya menjadi aplikasi seluler dan fitur augmented reality jawaban atas keterbatasan interaksi fisik, tetapi (AR) meningkatkan keterlibatan pengunjung di juga menjadi strategi pelestarian budaya yang adaptif dan inklusif. Dengan mengemas warisan budaya dalam format digital interaktif, menjelajahi arsitektur istana, dan mempelajari Keraton Surakarta menunjukkan bahwa tradisi budaya Jawa secara mendalam. Peralatan ini tidak harus diam di masa lalu, melainkan dapat berkembang dan bertransformasi sesuai zaman. Melalui AR, membuatnya lebih menarik dan berkesan. Keraton difasilitasi oleh dunia digital, nilai-nilai budaya pentingnya beradaptasi tanpa kehilangan akar Jawa kini menjangkau audiens lintas benua. Sebagai pusat budaya Jawa yang sarat menciptakan ruang kolaboratif dan apresiatif nilai historis dan spiritual, keraton kini terhadap kearifan lokal. Surakarta Bahkan, melalui partisipasi global yang Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Langkah Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 dalam keraton, website, aplikasi mobile, dan Keraton Surakarta bukan hanya sebagai penjaga media sosial, keraton ini berhasil menjangkau memori budaya, tetapi juga sebagai pusat audiens yang lebih luas, termasuk generasi pembelajaran dan pertukaran budaya Jawa di muda dan masyarakat internasional. Inovasi tingkat internasional. Dengan menjembatani antara kekayaan tradisi dan kecanggihan aksesibilitas, tetapi juga memastikan bahwa warisan budaya Jawa tetap relevan di era digital. mempertahankan eksistensinya, tetapi juga Oleh karena itu. Keraton Surakarta dapat memimpin perubahanAimenjadi contoh nyata dijadikan contoh bagi institusi kebudayaan lain bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan dengan cara yang inovatif, relevan, dan Saat ini dengan komitmen keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat berkomitmen dalam memperkenalkan budaya tidak hanya nasional namun manca negara dapat dilihat dengan komitmen mereka dalam Youtobe Nama Keraton Surakarta dimana dalam youtobe ini jelas kita dapan melihat event secara live maupun event yang telah berlangsung seperti kirab pusaka 1 suro. Hajad dalem. Tingalan dalem dan lain Transformasi digital yang diterapkan oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat telah memberikan dampak positif dalam hal pelestarian budaya, penyebaran pengetahuan, dan peningkatan pengalaman pengunjung. Melalui penggunaan teknologi seperti virtual tour event Keraton yang dapat kita lihat secara langsung melalui live meskipun tidak hadir di Dengan banyaknya kekayaan yang dirasa ada di dalam keraton yang mana sangat perlu digali sehingga dapat tersampaikan ke khalayak umum agar nanti selanjutnya dapat masyarakat khalayak umum. Hal tersebut diatas pendidikan, seni, kebudayaan, ekonomi, sosial, hukum, teknologi, serta industri pangan, kesehatan dan mungkin lainnya. Keraton juga bertugas untuk menjaga identitas kebudayaan nasional Indonesia, beberapa pengetahuan lokal yang telah dimiliki oleh Keraton Surakarta Hadiningrat dirasa dapat menjadi rujukan didalam globalisasi. Keraton Surakarta juga menghadapi era globalisasi sehingga nantinya kraton Surakarta dapat bersaing di era global namun dengan tetap mempertahankan nilai. Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 yakni nilai luhur yang dirasa telah diterapkan dan dijaga di keraton dan turun menurun. Keraton Solo pertama di dunia yang memiliki ekosistem digital yang lengkap. CLOSING Ekosistem digital terbukti menjadi aset berharga dalam meningkatkan daya saing Keraton Kasunanan Surakarta di sektor Dengan mengadopsi strategi pemasaran digital, meningkatkan kehadiran digital inovatif seperti tur virtual dan pengalaman interaktif. Keraton Kasunanan Surakarta jangkauannya tetapi juga meningkatkan pengalaman pengunjung secara keseluruhan. Studi kasus ini menunjukkan pentingnya industri pariwisata, khususnya untuk situs budaya dan warisan, agar tetap kompetitif di era digital. REFERENCES