Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 126 Ae 135 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:17/11/2024 Diterima:20/11/2024 Diterbitkan:21/11/2024 Implementasi Agrotechnopreneurship Pada Petani Tanaman Pangan Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Daerah Rina Madyasari1*. Alfin Nur Arifah2. Retno Dyah Pekerti3 1,2,3 Universitas Cipasung Tasikmalaya Email: rinamadyasari@uncip. ABSTRACT This research aims to determine the effectiveness of agrotechnopreneurship implementation among food crop farmers to increase regional income in Gunungsari Village. Sukaratu District. Tasikmalaya Regency. The Paired Samples Test is the data analysis technique employed in this study, which tests the difference in The research utilizes a descriptive method, and sample selection is done using Nonprobability Sampling determined through Purposive Sampling. The data collected in this research includes both primary and secondary data. The research results indicate that . there is a significant difference in productivity and income among food crop farmers before and after using pest control technology. The implementation of agrotechnopreneurship is quite effective and efficient in reducing production costs, increasing production quantity, and thus enhancing farmers' income in the Sarimukti Farmer Group. Furthermore, with the use of agricultural technology, it is known that the projection of Local Revenue (PAD) for the year 2023 using Trend analysis (Least Square Metho. reveals that the contribution of the agricultural sector to the overall PAD has increased by 1. 04% from the previous year. Keywords : Agrotechnopreneurship. Agriculture. Regional income ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan agrotechnopreneurship pada petani tanaman pangan dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah di desa Gunungsari. Kecamatan Sukaratu. Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan rumus uji t untuk menganalisis data. Metode analisis data yang digunakan adalah uji beda rata-rata. Metode sampel nonpropability yang ditentukan secara purposive digunakan untuk deskripsi dan penentuan sampel. Data primer dan sekunder dikumpulkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . terdapat perbedaan yang signifikan dalam produktivitas dan pendapatan petani tanaman pangan sebelum dan sesudah menggunakan teknologi pengusir hama. penerapan agrotechnopreneurship yang efektif dan efisien dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan jumlah hasil produksi, yang berarti bahwa petani di Kelompok Tani Sarimukti dapat memperoleh pendapatan lebih banyak. Selain itu, berdasarkan anggaran penerimaan PAD sektor pertanian setelah penggunaan teknologi, prediksi PAD tahun 2023 dengan menggunakan analisis tren (Least Square Method. menunjukkan peningkatan 1,04% dari tahun Keywords : Agrotechnopreneurship, pertanian, pendapatan daerah Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 126 Ae 135 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:17/11/2024 Diterima:20/11/2024 Diterbitkan:21/11/2024 PENDAHULUAN Agrotechnopreneurship atau konsep pengembangan teknologi dan inovasi dalam sektor pertanian menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan global. Implementasi agrotechnopreneurship pada tanaman pangan menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan daerah. Untuk mencapai keberhasilan implementasi Agrotechnopreneurship pada petani, diperlukan dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Selain itu, penelitian lain juga menyebutkan, pemerintah perlu memberikan kebijakan dan program yang mendukung pengembangan agrotechnopreneurship serta memberikan akses fasilitas dan sumber daya bagi Selain itu, pelaku usaha dan masyarakat juga perlu memberikan dukungan dalam pemasaran produk pertanian dan pengembangan kewirausahaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kebaruan dalam penelitian ini adalah mengembangkan model bisnis yang berkelanjutan dan inklusif bagi petani, sehingga mereka dapat terlibat langsung dalam proses bisnis dan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Selain itu, penggunaan teknologi digital dan Internet of Things (IoT) juga menjadi solusi yanginovatif untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi sektor pertanian, serta memperluas jangkauan pasar. Desa Gunungsari adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya yang mempunyai luas wilayah sebanyak 429 Ha, memiliki penduduk kurang lebih 998 jiwa. Sebagian besar mata pencaharian penduduknya ialah ada pada sektor Pertanian. Dengan wilayah yang cukup strategis yang berada disebelah timur kaki Gunung Galunggung Kab. Tasikmalaya, tentunya pilihan yang tepat untuk pengembangan pada sektor pertanian di wilayah ini, mengingat kestrategisan wilayah dan menghampar luasnya persawahan yang ada desa tersebut. Diketahui 256,71 Ha digunakan untuk pemanfaatan sawah. Jika dibandingkan dengan desa-desa lainnya, luasnya areal persawahan di Desa Gunungsari tidak berbanding lurus dengan produktivitas padi di desa tersebut. Tabel 1. Data Produktivitas Tanaman Padi Sawah Produktivitas Desa Ket* (Ton/H. 1 Linggajati Sinagar Tawangbanteng Sukagalih 5 Sukamahi 6 Gunungsari 7 Sukaratu 8 Indrajaya Rata-rata Sumber : Kecamatan Sukaratu, 2023 Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 126 Ae 135 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:17/11/2024 Diterima:20/11/2024 Diterbitkan:21/11/2024 Produksi padi di Desa Gunungsari tidak sebanding dengan luas areal persawahan di desa tersebut, jika dibandingkan dengan desa lainnya. Salah satu musuh utama petani adalah hama, yang dapat menyerang tanaman kapan saja. Hama burung adalah salah satu hama yang paling sering meresahkan petani. Para petani sangat jengkel karena populasi burung yang terus meningkat yang menyerang padi menjelang panen. Burung menyerang tanaman padi saat fase susu matang dan sebelum biji masak. Gejala serangan termasuk butir padi mengering dan biji banyak yang Para petani pasti akan sangat dirugikan karena ini. Saat ini, petani menghadapi banyak tantangan karena hama. Serangan hama menyebabkan banyak petani gagal panen. Petani masih menggunakan pupuk kimia, yang merugikan lingkungan, dalam pengendaliannya. Mahasiswa Fakultas Sains & Teknologi Universitas Cipasung Tasikmalaya mengembangkan alat pengendali hama yang dapat mengotomatisasi pengusiran hama dari tanaman dengan menggunakan Smart System Controler Up and Down yang berbasis Internet of Things (IoT). Petani masih menggunakan teknik manual untuk mengatasi hama padi. untuk mencegah serangan hama burung, orang-orang sawah ditempatkan di tengah sawah. Pastinya metode ini sangat membosankan. Karena waktu-waktu ini sangat penting untuk tanaman padi diserang burung, mereka harus menjaga sawah dari serangan burung dari pukul 06. 00 hingga 00 pagi dan dari pukul 14. 00 hingga 18. 00 sore, karena burung sering menyerang tanaman padi pada saat-saat penting. Beberapa petani mempekerjakan orang untuk menjaga sawah mereka agar mereka tidak kelelahan. Dari perspektif ekonomi, langkah ini jelas tidak efisien karena petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar pengusir burung. Oleh karena itu, mahasiswa Fakultas Sains & Teknologi Universitas Cipasung Tasikmlaya mengembangkan metode untuk mengotomatisasi proses pengusiran. Proses pemilihan dinamo motor penarik orang-orangan sawah untuk metode pengusiran hama menggunakan metode pergerakan, menggunakan konverse energi listrik ke gerak dengan mekanisme Gerak Vertihori dan Gaya Sentrifugal pergesekan antara tali dengan karet, untuk memaksimalkan proses pengusiran. Dengan metode pergerakan orang-orangan sawah otomatis tersebut, karena satu induk alat, bisa di sambungkan dengan banyak orang-orangan sawah. Hal tersebut dikarenakan RPM motor dinamo yang memiliki torsi kekuatan perputaran yang tinggi walaupun dengan perputaran yang tidak terlalu cepat. Jadi bisa di sambungkan dengan 50 orangorangan sawah sekaligus jika dirasa di butuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan tantangan dalam mengembangkan konsep pada sektor pertanian, serta menguji efektivitas dan efisiensi implementasi agrotechnopreneurship dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan daerah. Tujuan lainnya adalah mengevaluasi dampak implementasi agrotechnopreneurship pada kualitas produk pertanian, pengurangan biaya produksi, pengendalian hama dan penyakit tanaman, serta meningkatkan efisiensi distribusi dan pemasaran hasil panen. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi, membuka peluang bisnis baru bagi petani dan pengusaha di daerah, serta membantu pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih efektif dan efisien dalam mengembangkan sektor pertanian. Kebaruan dalam penelitian ini adalah mengembangkan model bisnis yang berkelanjutan dan inklusif bagi petani, sehingga mereka dapat terlibat langsung dalam proses bisnis dan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Selain itu, penggunaan teknologi digital dan Internet of Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 126 Ae 135 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:17/11/2024 Diterima:20/11/2024 Diterbitkan:21/11/2024 Things (IoT) juga menjadi solusi yang inovatif untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi sektor pertanian, serta memperluas jangkauan pasar. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Desa Gunungsari, yang terletak di Kecamatan Sukaratu. Kabupaten Tasikmalaya. Data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan petani di kelompok tani Desa Gunungsari. Data sekunder diperoleh melalui penyebaran kuisioner. Data primer dikumpulkan dari arsip Pemerintah Desa Gunungsari. Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sukaratu, dan catatan kelompok tani Mekarmukti Desa Gunungsari. Data sekunder mencakup kondisi sebelum dan sesudah penerapan teknologi pengusir hama. Sampling jenuh, atau sensus, digunakan untuk mengumpulkan sampel. Sampel penelitian terdiri dari sepuluh anggota kelompok tani Desa Gunungsari yang menjadi responden di lokasi penelitian dan mengumpulkan informasi tentang kondisi kelompok tani sebelum dan sesudah penerapan teknologi pengusir hama. Dalam penelitian ini, variabel yang diukur adalah produktivitas petani dan pendapatan mereka sebelum dan sesudah penggunaan teknologi pengusir Data dalam penelitian ini dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Setelah disajikan dalam bentuk tabel, data kemudian dianalisis dengan rumus pendapatan. Kemudian dilakukan uji beda rata-rata dengan menggunakan rumus uji t untuk mengetahui apakah ada perbedaan dalam produktivitas dan pendapatan sebelum dan sesudah menggunakan teknologi pengusir hama. Dengan tingkat kepercayaan 5% atau 0,05, keputusan uji t . ampel berpasanga. didasarkan pada nilai signifikansi . dari hasil output SPSS-25. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Kelompok Tani Salah satu kelompok tani di Desa Gunungsari. Kelompok Tani Sarimukti memiliki 110 anggota dan dipimpin oleh Bapak Suherman. Pd. Fokus kelompok ini adalah menanam padi, dengan luas lahan 27 hektar di darat dan 30 hektar di sawah. Dua hulu sungai utama Desa Gunungsari adalah Sungai Cibanjaran dan Sungai Cidongkol. Sungai-sungai ini sebagian besar mengairi sawah, kolam, dan empang, serta kebutuhan rumah tangga. Orang-orang yang tinggal di Desa Gunungsari di Kecamatan Sukaratu ini cenderung memiliki profil masyarakat pedesaan . ural communit. Usaha ekonomi masyarakat umumnya di bidang pertanian yang masih menggunakan metode konvensional adalah salah satu cirinya. Seluas 774,31 ha lahan persawahan pedesaan terdiri dari setengah teknis, tadah hujan, dan Karena lokasinya yang strategis di sebelah timur kaki Gunung Galunggung Tasikmalaya, pengembangan pertanian di wilayah ini jelas merupakan pilihan yang tepat. Ini karena luas persawahan yang ada di desa dan strategisnya. Responden dalam penelitian ini 75% berjenis kelamin laki-laki, 25% berjenis kelamin Perempuan. Status lahan yang digunakan responden berdasarkan milik sendiri dengan Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 126 Ae 135 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:17/11/2024 Diterima:20/11/2024 Diterbitkan:21/11/2024 persentase 74% dan 29% memiliki status penggarap. Kelompok tani Sarimukti menggunakan rata-rata 0,36 ha lahan, dengan luas rata-rata 1 ha per hektar. Produksi Padi Tabel 2 Rata-rata Produksi Kelompok Petani Sarimukti Sebelum dan Setelah Menggunakan Teknologi Pengusir Hama Periode Produksi Per Petani (K. Per Hektar (K. Sebelum Setelah Sumber : Data Primer Diolah, 2023 Tabel 2 menunjukkan bahwa rata-rata produksi padi petani sebelum menggunakan teknologi pengusir hama berbasis IoT berjumlah 2. 367 Kg dengan rata-rata per hektar 6. 500 Kg dan sesudah menggunakan teknologi pengusir hama berbasis IoT berjumlah 2. 513 Kg dengan rata-rata per hektar 6. 900 Kg. Biaya Produksi Tabel 3 Rata-rata Biaya Usaha Tani Kelompok Tani Sukamukti Sebelum dan sesudah menggunakan teknologi pengusir hama Uraian Biaya Variabel ( Variabel Cos. Benih . Pestisida . Pupuk - Urea - Ponska . Biaya Tenaga Kerja - Pengolahan Tanah - Penanaman - Pemeliharaan - Panen dan pasca panen . Transportasi . lain-lain II. Biaya Tetap (Fixed Cos. Sewa Lahan . Pajak . Biaya sewa tractor atau Sebelum Per Petani Per Hektar Sesudah Per Petani Per Hektar Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 126 Ae 135 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Total Biaya Diserahkan:17/11/2024 Diterima:20/11/2024 Diterbitkan:21/11/2024 056 Rp 13. 278 Rp 4. Rp 12. Sumber : Data Primer Diolah, 2023 Tabel 3 menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi per petani sebelum menggunakan teknologi pengusir hama berbasis IoT sebesar 4. 056, rata-rata biaya produksi per hektar 13. 278, dan rata-rata biaya produksi per hektar 12. Penerimaan Tabel 4 Rata-rata Penerimaan Petani Sebelum dan Sesudah Menggunakan Teknologi Pengusir Hama Uraian Sebelum Sesudah Per Petani Per ha Per Petani Per ha Produksi (K. Harga Jual (R. Rp. 6500 Rp. Rp. Rp. Penerimaan Rp. 500 Rp. 000 Rp. 500 Rp. (R. Sumber : Data primer diolah, 2023 Tabel 4 menunjukkan bahwa produksi per petani sebelum menggunakan teknologi pengusir hama berbasis IoT adalah 2. 376 kg dengan rata-rata per hektar 6500 kg dan harga jual gabah kering 500/kg. Dengan demikian, penerimaan rata-rata per petani adalah 15. 500 rupiah dengan rata-rata per hektar 42. 000 rupiah. Setelah menggunakan teknologi ini, produksi per petani meningkat menjadi 2. 513 kg dengan rata-rata per hektar 6900 kg dan harga jual gabah kering adalah 6. 500/kg. Pendapatan Tabel 5 Rata-rata Pendapatan Petani Sebelum dan Sesudah Menggunakan Alat Pengusir Hama Uraian Sebelum Sesudah Per Petani Per ha Per Petani Per ha Penerimaan (R. Rp. Rp. Rp. Rp. Pengeluaran Rp. Rp. biaya produksi (R. Pendapatan (R. Rp. Rp. Rp. Rp. Sumber : Data primer diolah, 2023 Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 126 Ae 135 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:17/11/2024 Diterima:20/11/2024 Diterbitkan:21/11/2024 Tabel 5 menunjukkan bahwa sebelum penerapan teknologi pengusir hama berbasis IoT, rata-rata penerimaan per petani mencapai Rp. 500 dengan rata-rata penerimaan per hektar sebesar Rp. Rata-rata pengeluaran biaya produksi per petani adalah Rp. 056, sementara rata-rata pengeluaran per hektar sebesar Rp. Dengan demikian, rata-rata pendapatan per petani sebelum menggunakan teknologi tersebut adalah Rp. 442, dengan rata-rata pendapatan per hektar sebesar Rp. Dan setelah menggunakan teknologi pengusir hama berbasis IoT, rata-rata pendapatan per petani sebesar 11. 972 dengan rata-rata pendapatan per hektar sebesar 32. 000, dan rata-rata biaya produksi per petani sebesar 4. 528 dengan ratarata pendapatan per hektar sebesar 12. 949, sehingga rata-rata pendapatan per petani setelah menggunakan teknologi pengusir hama berbasis IoT sebesar 16. Setelah menggunakan teknologi pengusir hama berbasis IoT, rata-rata penerimaan per petani meningkat menjadi Rp. 500 dengan rata-rata penerimaan per hektar sebesar Rp. Rata-rata pengeluaran biaya produksi turun menjadi Rp. 528 per petani, dan rata-rata pengeluaran per hektar menjadi Rp. Akibatnya, pendapatan rata-rata per petani setelah penggunaan teknologi ini mengalami peningkatan. Analisis Uji t Sampel Berpasangan Tabel 6 Hasil Uji T Pair Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Difference Std. Error Mean Deviation Mean Lower Upper Sebelum - -145. Sesudah Sumber : Data Diolah SPSS-25 Sig. Nilai signifikansi (Si. diperoleh sebesar 0,000 atau (Sig < 0,. , yang menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, menurut hasil output SPSS-25. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam pendapatan antara sebelum dan sesudah penerapan teknologi pengusir hama berbasis IoT. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan agrotechnopreneurship melalui penggunaan teknologi pengusir hama berbasis IoT berhasil meningkatkan produksi per petani rata-rata sebesar 146 kilogram dan produksi per hektar sebesar 400 kilogram, sehingga meningkatkan pendapatan petani. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 126 Ae 135 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:17/11/2024 Diterima:20/11/2024 Diterbitkan:21/11/2024 Kontribusi atau Sumbangan Sektor Pertanian terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2018-2022 Membandingkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertanian dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) umum untuk mengetahui seberapa besar kontribusi atau sumbangan sektor pertanian terhadap PAD. Tabel 11 menunjukkan hal ini. Tabel 7 Jumlah PAD dari Sektor Pertanian serta PAD Secara Keseluruhan Kabupaten Tasikmalaya. Tahun 2019-2022 Tahun PAD PAD dari SektorPeranian 329,00 020,00 896,00 764,00 378,47 496,00 259,50 844,00 113,46 044,00 Sumber : DIPENDA Kab. Tasikmalaya Sedangkan untuk mengetahui kontribusi atau sumbangan sektor pertanian terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap tahunnya, digunakan rumus: Rxn Cn = ------------ x 100% Ryn Tabel 8 Hasil Perhitungan Kontribusi Sektor Pertanian terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Tahun 2018 sampai Tahun 2022 Tahun PAD PAD Kontribusi dari sektor /c x 100%) . 020,00 329,00 0,21% 764,00 896,00 0,22% 496,00 378,47 0,16% 844,00 259,50 0,15% 044,00 113,46 0,15% Sumber : Bapenda Kab. Tasikmalaya, 2023 Petani di Kabupaten Tasikmalaya telah menggunakan teknologi pertanian, seperti teknologi pengusir hama berbasis Internet of Things (IoT), untuk mengurangi biaya produksi dan menurunkan PAD, tetapi selama lima tahun terakhir, kontribusi sektor pertanian terhadap PAD hanya kurang dari 1%, menurut hasil perhitungan. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 126 Ae 135 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:17/11/2024 Diterima:20/11/2024 Diterbitkan:21/11/2024 Prediksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Sektor Pertanian Setelah Menggunakan Teknologi Pertanian untuk Tahun 2023. Prediksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Sektor Pertanian Setelah Menggunakan Teknologi Pertanian untuk Tahun 2023 dengan menggunakan metode Trend untuk sektor pertanian secara keseluruhan, melihat anggaran penerimaan PAD pada sektor pertanian. Untuk membuat prediksi ini, penulis akan menggunakan metode Jumlah Kuadrat Terkecil (Least Square Metho. , yang digambarkan dalam persamaan garis tren Y = a bx. Tahun Jumlah 020,00 764,00 496,00 844,00 044,00 168,00 a = Y/N = 2. 040,00 - 648. 764,00 844,00 088,00 872,00 ycya b = XY/ X2 = -214. 872/10 = 541. = -21. Maka YAo = a bx = 541. 433,6 ( -21. Dengan mempertimbangkan persamaan ini, prediksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pertanian untuk tahun 2023 adalah Tahun 2023. YAo = Rp 541. 433,6 Rp -21. 187,2 ( 3 ) = Rp 541. 433,6 Rp -64. = Rp 477. Menurut Analisis Trend. PAD sektor pertanian untuk tahun 2023 adalah 477. 872, sehingga kontribusi pendapatan daerah sektor pertanian untuk tahun 2023 meningkat sebesar 1,04% dari tahun sebelumnya. PENUTUP Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani tanaman pangan menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam produktivitas dan pendapatan sebelum dan sesudah menggunakan teknologi pengusir hama. Penggunaan agrotechnopreneurship yang efektif dan efisien dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan jumlah hasil produksi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan petani di Kelompok Tani Sarimukti. Petani dapat lebih memanfaatkan berbagai macam teknologi pertanian dengan sebaik-baiknya, mengikuti penyuluhan yang diselenggarakan oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan lebih giat serta terampil dalam penggunaan proses usahatani yang digelutinya, sehingga dapat membantu Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol. 6 No. Halaman : 126 Ae 135 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:17/11/2024 Diterima:20/11/2024 Diterbitkan:21/11/2024 mengatasi tantangan utama yang dihadapi oleh sektor pertanian, seperti kurangnya akses terhadap teknologi dan informasi yang dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan mempercepat proses distribusi dan pemasaran hasil panen. DAFTAR PUSTAKA