Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 DOI http://dx. org/10. 36722/psn. [SN . Penyuluhan Penyebab dan Bahaya Kecacingan di SDN Susukan Pagi 4 Ciracas Jakarta Timur Intan Kurniawati Pramitaningrum1*. Ahmad Fitra Ritonga1. Wulan Fitriani Safari1. Achmadi1 Teknologi Laboratorium Medis. Fakultas Ilmu Kesehatan dan Teknologi. Universitas Binawan. Jl. Dewi Sartika Kalibata Jakarta Timur, 13630 Email Penulis Korespodensi: intan. kurniawati@binawan. Abstrak Infeksi kecacingan merupakan masalah kesehatan pada anak usia sekolah. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan mengenai penyebab dan bahaya kecacingan pada anak usia sekolah dasar di SDN Susukan Pagi 4 Ciracas. Jakarta Timur. Kegiatan penyuluhan bertujuan mencegah dan menekan angka kecacingan. Kegiatan penyuluhan dilakukan pada 16 September 2022 yang dihadiri 50 siswa kelas 3, kepala sekolah dan 6 guru. Metode penyampaian dilakukan dengan penyuluhan menggunakan video, poster, dan interaksi langsung. Kegiatan diawali dengan pembagian kuesioner mengenai pemahaman siswa mengenai penyebab dan bahaya Dari hasil kuesioner menunjukkan 68% siswa tidak memahami penyebab kecacingan dan 69% tidak memahami bahaya kecacingan. Seluruh kegiatan berjalan lancar dan disarankan untuk kegiatan selanjutnya dilakukan pemeriksaan feses untuk mengetahui angka infeksi kecacingan. Kata kunci: Bahaya kecacingan. Infeksi kecacingan. Penyebab kecacingan (Rosmalia, 2. SDN Susukan Pagi 4 Ciracas merupakan sekolah dasar yang berada di lokasi pemukiman padat dan dekat dengan tempat pembuangan sampah. Selama kondisi Pandemi Covid 19, anak kelas 3 belum mendapatkan pembekalan mengenai kecacingan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai penyebab dan bahaya kecacingan untuk anak usia sekolah. PENDAHULUAN Infeksi kecacingan merupakan masalah kesehatan dunia yang masih ditemukan di negara berkembang dengan kondisi sanitasi yang buruk. Kecacingan paling banyak menyerang usia anak. Menurut data World Health Organization hampir 53% kecacingan terjadi pada anak (World Health Organization, 2. , di Indonesia, kecacingan banyak dilaporkan diderita oleh anak usia sekolah dasar (Syahrir, 2. , infeksi kecacingan yang paling banyak pada anak disebabkan oleh Enterobius Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura (Kartini, 2. (Prabandari. Kegiatan penyuluhan mengenai kecacingan di sekolah merupakan kegiatan yang harus dilakukan untuk membantu mengurangi dan menekan angka kecacingan (Pramitaningrum. Hal ini karena anak usia sekolah memiliki kecenderungan bermain dengan tanah METODE Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada 16 September 2022 di SDN Susukan Pagi 4 Ciracas. Jakarta Timur. Kegiatan dimulai pukul 09. 00 WIB hingga 00 WIB. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Alat dan Bahan: Alat dan bahan yang dipersiapkan adalah kecacingan, poster bahaya kecacingan dan poster mencuci tangan. Langkah Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode penyuhan dan mengajak siswa Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut: Mengukur kemampuan siswa mengenai penyebab dan bahaya kecacingan menggunakan Perangkat pertanyaan yang diberikan meliputi pertanyaan mengenai pemahaman kecacingan: pernah atau tidak mengalami sakit perut, ciri orang terinfeksi kecacingan, penyebab kecacingan, akibat kecacingan, rutinitas konsumsi obat cacing dan kebiasaan mencuci tangan setelah bermain, setelah buang air besar dan sebelum makan. Siswa diminta untuk mengisi kuesioner dengan bantuan pendamping yaitu guru, dosen yang bertugas dan mahasiswa. Penyuluhan penyebab kecacingan dan bahaya kecacingan. Materi penyuluhan diberikan melalui penjelasan sederhana menggunakan media video, gambar, dan poster. Materi yang disampaikan meliputi definisi kecacingan, contoh spesies cacing yang dapat menginfeksi manusia, penyebab kecacingan, ciri penderita kecacingan, bahaya kecacingan dan simulasi 6 langkah mencuci tangan. Gambar 1. Proses pengisian kuesioner penyebab dan bahaya kecacingan Pemahaman penyebab kecacingan Tidak Gambar 2. Hasil survei pemahaman siswa mengenai penyebab kecacingan. Dari hasil survei sebelum dilakukan penyuluhan menunjukkan 68% siswa belum memahami penyebab kecacingan. Penyebab kecacingan pada usia anak sekolah diantaranya adalah tidak menggunakan alas kaki saat bermain, tidak mencuci tangan setelah bermain, tidak mencuci tangan setelah buang air besar, tidak mencuci tangan sebelum makan, tidak memotong kuku dan tidak mengonsumsi obat cacing 6 bulan sekali. Kebiasaan mencuci tangan dapat mengurangi kecacingan karena telur cacing Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura dapat menginfeksi jika tidak sengaja tertelan (Prevention, 2. Kebiasaan mencuci tangan juga memiliki hubungan dengan kejadian diare (Rosyidah, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat penyuluhan penyebab dan bahaya kecacingan ini dilakukan dengan memenuhi protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, pengecekan suhu, mencuci tangan sebelum memasuki ruangan dan tidak membuka masker saat kegiatan berlangsung. Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa kelas 3, kepala sekolah, dan 6 guru pendamping. Kegiatan kuesioner untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai penyebab dan bahaya kecacingan. Bahaya Kecacingan Tidak Gambar 3. Hasil survei pemahaman siswa mengenai bahaya kecacingan. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Dari pertanyaan yang diberikan sebelum memahami bahaya jika seseorang terinfeksi Selanjutnya penyuluhan mengenai penyebab dan bahaya kecacingan disampaikan dengan menggunakan video, gambar dan poster. Pada kegiatan penyuluhan, siswa terlibat aktif dengan mengajukan berbagai pertanyaan. Kecacingan pada usia anak dapat menyebabkan anemia, lemas dan lesu, pengurangan nafsu makan, sakit perut, infeksi sekunder, dan menyebabkan anak tidak semangat belajar yang dapat mempengaruhi nilai prestasi siswa di sekolah (Suriani, 2. Pada kegiatan selanjutnya akan dilakukan survei menengenai pemahaman kecacingan setelah dilakukan penyuluhan. Untuk dapat mengetahui angka infeksi kecacingan dapat dilakukan pemeriksaan menggunakan sampel feses (Pramitaningrum, 2. SIMPULAN DAN SARAN Seluruh kegiatan pengabdian kepada masyarakat penyuluhan penyebab dan bahaya kecacingan yang berlangsung di SDN Susukan Pagi 4 Ciracas. Jakarta Timur, berjalan lancar. Dari hasil kegiatan telah diketahui mengenai tingkat pemahaman siswa dan telah dilakukan penyuluhan mengenai penyebab dan bahaya Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di SDN Susukan Pagi 4 Ciracas. Selanjutnya untuk mengetahui angka kecacingan dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan feses. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih terutama ditujukan kepada kepala sekolah dan guru SDN Susukan Pagi 4 Ciracas dan LPPM Univeristas Binawan. DAFTAR PUSTAKA