Acta Islamica Counsenesia: Counselling Research and Applications Vol. No. , pp. ISSN. 2808-3768 (Onlin. ISSN. 2808-4446 (Prin. Journal Homepage: https://alisyraq. org/index. php/aiccra/ EFEKTIVITAS BIMBINGAN MANAJEMEN WAKTU DALAM UPAYA MENGURANGI PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK SANTRI PONDOK PESANTREN INAYATULLAH YOGYAKARTA THE EFFECTIVENESS OF TIME MANAGEMENT GUIDANCE IN AN EFFORT TO REDUCE THE BEHAVIOR OF ACADEMIC PROCRASTINATION OF SANTRI PONDOK PESANTREN INAYATULLAH YOGYAKARTA Nurul Fitrian Eko Saputro1*. Ririh Agung1 Konsentrasi Bimbingan Konseling Islam. Magister Interdisciplinary Islamic Studies. Pascasarjana. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Indonesia *E-mail: 21200012052@student. uin-suka. Abstract The purpose of this study was to determine the effectiveness of time management guidance in an effort to overcome the academic procrastination behavior of students at Pondok Pesantren Inayatullah Yogyakarta. This study uses a quantitative research method with a pre-experimental approach with a one-group pretest-posttest design. The results of the study using the Wilcoxon Signed Rank Test showed the Asymp results. Sig . -taile. 059 > 0. This means that Ho is accepted and Ha is rejected. The conclusion of this study is that time management guidance does not reduce the academic procrastination behavior of students at the Pondok Pesantren Inayatullah Yogyakarta. However, based on the presentation, participants thought that time management could make the tasks and agenda of daily activities more organized. Keywords: Academic Procrastination. Guidance. Time Management. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui efektivitas bimbingan manajemen waktu dalam upaya mengatasi perilaku prokrastinasi akademik santri pada Pondok Pesantren Inayatullah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan preeksperimen dengan rancangan one-group pretest-postest design. Hasil penelitian menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan hasil Asymp. Sig . bernilai 0,059 > 0,005. Artinya bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bimbingan manajemen waktu tidak mengurangi perilaku prokrastinasi akademik mahasiswa santri Pondok Pesantren Inayatullah Yogyakarta. Meskipun demikian, berdasarkan Acta Islamica Counsenesia: Counselling Research and Applications Vol. No. , pp. penyampaian peserta menganggap adanya manajemen waktu dapat menjadikan tugas-tugas dan agenda kegiatan sehari-hari menjadi lebih tertata. Kata Kunci: Bimbingan. Manajemen Waktu. Prokrastinasi Akademik. Pendahuluan Seperti sudah menjadi kelaziman bahwa perilaku prokrastinasi merupakan hal yang mudah sekali ditemukan. Prokrastinasi ialah perilaku menunda pekerjaan kemudian menggantikannya dengan sesuatu yang lebih rendah nilainya baik dalam durasi waktu tertentu (Wicaksono, 2. Dalam konteks mahasiswa ataupun pelajar akan ditemukan yang namanya prokrastikasi akademik. Tidak terkecuali pada kalangan mahasiswa yang notabenenya tinggal dalam lingkungan pondok Secara normative, dapat dipahami bahwa tugas dan tanggungjawab sebagai seorang mahasiswa tidaklah sedikit, seperti sebagai agen pembawa perubahan baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain (Suwardi & Syaifullah. Utama et al. , 2020. Widha et al. , 2021. Widyaningrum et al. , 2020. Yuliarta & Rahmat, 2. Serta tanggungjawab dalam menuntut ilmu dan mengerjakan segala tugas perkuliahan yang diberikan. Belum lagi status sebagai santri yang juga memiliki peran dan tanggungjawab untuk ditunaikan. Tentu dari beberapa kondisi tersebut menjadikan rentan dilakukannya prokrastinasi akademik (Rahmat & Alawiyah, 2020. Rahmat, 2019. Rahmat & Budiarto, 2021. Rahmat et al. , 2021. Rahmat et al. , 2021. Rahmat et al. , 2. Telah banyak studi yang dilakukan kaitannya membahas tentang prokrastinasi akademik seperti konsep prokrastinasi akademik (Jamila, 2. , faktor penyebab, dampak, dan strategi dalam mengatasi prokrastinasi akademik (Suhadianto & Pratitis, 2. , serta beberapa korelasi prokrastinasi akademik dengan manajemen waktu, self efficacy, dan stres akademik (Reswita, 2019. Damri. Engkizar, & Anwar, 2017. Pertiwi 2. Meskipun demikian, perilaku prokrastinasi ini sebenarnya bisa terjadi pada individu di semua usia seperti menurut Rizkyani . alam Arianti & Kumara, 2. Tidak heran, apabila kemudian perilaku ini juga terjadi pada mahasiswa yang sekaligus menjadi santri atau disebutnya mahasantri (Juliawati & Yandri, 2. Berdasarkan beberepa Acta Islamica Counsenesia: Counselling Research and Applications Vol. No. , pp. penuturan di atas, semakin memberikan gambaran bahwa perilaku prokrastinasi akademik menjadi sesuatu yang sulit dihindari pada semua kelompok manusia. Dari penelitian yang sudah dilakukan, setidaknya ditemukan beberapa strategi atau upaya yang dapat dilakukan untuk mereduksi perilaku prokrastinasi akademik seperti melalui bimbingan kelompok, proses konseling, dan pelatihanpelatihan yang berkaitan seperti halnya self regulated learning (Kadafi. Mardiyah, & Rahmawati, 2019. Rokhman. Sucipto, & Masturi, 2019. Ulum 2. Namun dari temuan terdahulu masih belum banyak yang membahas upaya mengatasi prokrastinasi akademik, khususnya bagi mahasiswa yang bertempat tinggal di lingkungan pondok pesantren, masih sebatas pada mahasiswa secara umum. Padahal komunitas mahasiswa yang berada di pesantren juga banyak ditemukan kasus prokrastinasi akademik terlebih disebabkan karena banyak hal salah satunya pada pengaturan waktu yang tidak seimbang (Ardinata et al. , 2022. Banjarnahor et , 2020. Basri et al. , 2019. Bastian et al. , 2. Tulisan ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui efektivitas bimbingan manajemen waktu dalam upaya mengatasi perilaku prokrastinasi akademik santri pada Pondok Pesantren Inayatullah Yogyakarta. Hal ini penting dilakukan karena tidak semua santri memahami tentang pentingnya manajamen waktu, sehingga diperlukan bimbingan atau arahan mengenai pengelolaan waktu dengan harapan kehidupan santri menjadi lebih tertata dan tentu mengurangi perilaku prokrastinasi Metode Penelitian Penelitian menggunakan metode pra-eksperimen . re-eksperimenta. yang dimaksudkan untuk penelitian sistematis menguji hubungan sebab akibat (Iswara. Gunawan, & Dalifa, 2018. Jatmiko, 2022. Marufah et al. , 2020. Muara et al. , 2021. Muara et al. Nuroh, 2022. Prastowo, 2. Rancangan desainnya menggunakan Onegroup pretest-posttest. Adapun tujuannya untuk mengetahui efektivitas bimbingan manajemen waktu dalam mengurangi perilaku prokrastinasi mahasiswa-santri. Menggunakan pra-tes dengan model pra-tes-pasca-desain kelompok tunggal berarti Acta Islamica Counsenesia: Counselling Research and Applications Vol. No. , pp. bahwa hanya satu kelompok yang menerima pra-tes untuk kondisi awal dimana perlakuan dilakukan. Untuk mengetahui perbedaannya, kelompok diuji dan dilakukan analisis lebih lanjut. Gambaran dari desain one-group pre-test-post-test menurut Putra . adalah sebagai berikut. P1 (Pre-Tes. X P2 (Post-Tes. , dimana X adalah perlakuan Partisipan dalam penelitian ini adalah 5 santri sekaligus mahasiswa antara semester 2 dan 6 yang berdomisili di Pondok Pesantren Inayatullah Yogyakarta, pemilihan dilakukan menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan alat ukur berupa skala keterlambatan akademik 20 poin. Kriteria penskalaan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala Likert, sehingga jawaban tidak hanya sesuai, tidak setuju atau setuju atau tidak setuju, tetapi tanggapan responden (Rahmat et , 2022. Rahmat et al. , 2020. Rahmat et al. , 2021. Syarifah et al. , 2020. Rahmah et , 2. Jawaban diberi skor 1 sampai 5 dengan pilihan jawaban (SS. TS, dan STS). Hasil dan Pembahasan Penelitian ini menggunakan rancangan desain penelitian eksperimen Onegroup pretest-posttest. Adapun pesertanya sebanyak 5 mahasiswa santri yang sedang mengenyam pendidikan kuliah antara semester 2 sampai 6 yang berdomisili di Pondok Pesantren Inayatullah Yogyakarta diberikan skala untuk mengukur prokrastinasi akademik sebanyak dua kali yakni untuk pretest-postest. Dalam penelitian ini, hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan analisis statistik non parametrik berupa uji peringkat bertanda Wilcoxon, untuk mengetahui keefektifan saran manajemen waktu dalam mengurangi prokrastinasi santri-mahasiswa. Analisis menggunakan uji Wilcoxon disajikan dalam Tabel 1 dan Tabel 2. Acta Islamica Counsenesia: Counselling Research and Applications Vol. No. , pp. Tabel 1. Ranks Penelitian Posttes Prokrastinasi Pretes Prokrastinasi Negative Ranks Positive Ranks Ties Total Posttes Prokrastinasi < Pretes Prokrastinasi Posttes Prokrastinasi > Pretes Prokrastinasi Posttes Prokrastinasi = Pretes Prokrastinasi N Mean Rank Sum of Ranks 2,50 10,00 ,00 ,00 Tabel 2. Test Statistics Penelitian Asymp. Sig. -taile. Wilcoxon Signed Ranks Test Based on positive ranks. Posttest Prokrastinasi - Pretest Prokrastinasi -1,890b ,059 Interpretasi terhadap output uji Wilcoxon menunjukkan negatif ranks atau selisih . antara prokrastinasi akademik untuk pre-test dan post-test adalah 4, sedangkan rata-ratanya adalah 2,5, dan jumlah rank-nya sebesar 10. Dapat kita ketahui bahwa positif ranks atau selisih . antara prokrastinasi akademik untuk pre-test dan post-test menunjukkan angka 0, begitu juga untuk mean rank dan jumlah rank-nya yaitu menunjukkan angka 0. Melalui data hasil tersebut, dapat kita lihat terdapat kesamaan antara nilai pre-test dan post-test sebanyak 1 sampel. Kemudian lebih lanjut, berdasarkan hasil output dari aplikasi Statistical Package for the Social Science (SPSS), terlihat bahwa Asymp. Sig . -taile. bernilai 0,059. Karena nilai 0,0059 lebih besar daripada 0,05, maka Ha ditolak dan Ho diterima, yang artinya tidak ada perbedaan perilaku prokrastinasi sebelum dan sesudah pemberian bimbingan manajemen waktu. Hal ini dapat dikatakan bahwa bimbingan manajemen waktu tidak berpengaruh atau tidak berhasil dalam menurunkan perilaku prokrastinasi akademik mahasiswa santri Pondok Pesantren Inayatullah Yogyakarta. Acta Islamica Counsenesia: Counselling Research and Applications Vol. No. , pp. Simpulan Kesimpulan dari penelitian ini adalah bimbingan manajemen waktu yang dilakukan dalam rangka menurunkan perilaku prokrastinasi akademik bagi mahasiswa santri Pondok Pesantren Inayatullah dikatakan tidak berhasil, karena Asymp. Sig . -taile. bernilai 0,059 lebih dari 0,05 yang berarti Ho diterima dan Ha Namun meskipun demikian, hampir semua peserta menyampaikan bahwa dengan adanya manajemen waktu yang baik dapat menjadikan hidup mereka menjadi tertata. Saran untuk penelitian selanjutnya akan lebih baik ketika penelitian dilakukan dalam beberapa tahap waktu tertentu, karena untuk dapat melihat hasil yang optimal mengenai suatu treatment dibutuhkan waktu yang tidak singkat. Bentuk bimbingan yang diberikan agar lebih bisa disesuaikan dengan kondisi peserta yang ada. Daftar Pustaka