TaAodiban: Journal of Islamic Education e issn 2797-5886 Volume 2 No 1 Juli-Desember 2021 Kesulitan Belajar Matematika pada Materi Pembagian Suatu Bilangan MuthmaAoinnah STIT Hidayatullah Batam, email: muthmainnahsoul@gmail. Abstrak. Kesulitan belajar matematika . merupakan kesulitan mengerjakan bilangan saat melakukan pekerjaan hitungan. Pembagian merupakan keterampilan komputasional yang dipandang paling sulit dipelajari atau diajarkan. Kesulitan belajar ini harus segera diatasi agar tidak menghambat pada materimateri berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk, . mengungkap kesulitan-kesulitan belajar yang dialami siswa dalam melakukan operasi hitung pembagian, . mengetahui faktor yang menyebabkan, dan . mendeskripsikan solusi untuk mengatasi kesulitan belajar operasi hitung pembagian. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, saran yang dapat disampaikan kepada guru, kepala sekolah, dan orang tua yaitu untuk memperhatikan kesulitan yang dialami siswa. membimbing siswa memahami konsep pembagian. pembelajaran matematika sesuai tahapan belajar siswa SD pada periode operasi konkret menurut teori Piaget. menggunakan alat peraga blok Dienes. menggunakan strategi algoritma pembagian dengan perpaduan metode perukaran eksplisit alternatif dan metode chunking untuk mengatasi membangun suasana kelas yang menyenangkan dengan permainan edukatif untuk meningkatkan minat belajar dan menarik perhatian siswa. Kata Kunci: kesulitan belajar. operasi hitung pembagian. Abstract: Difficulty learning mathematics . is difficulty working with numbers when doing arithmetic work. Division is the most difficult computational skill to learn or teach. This learning difficulty must be overcome immediately so as not to hinder the next material. This study aims to, . reveal the learning difficulties experienced by students in performing division arithmetic operations, . find out the factors that cause it, and . describe solutions to overcome learning difficulties in division arithmetic operations. Based on the research results obtained, suggestions that can be submitted to teachers, principals, and parents are to pay attention to the difficulties experienced by students. guide students to understand the concept of division. provide mathematics learning according to the learning stages of elementary school students in the concrete operation period according to Piaget's theory. using Dienes block props. division algorithm strategy with a combination of alternative explicit swap methods and chunking methods to overcome difficulties. build a fun classroom atmosphere with educational games to increase interest in learning and attract students' attention. Keywords: learning difficulties. division arithmetic TaAodiban: Journal of Islamic Education e issn 2797-5886 PENDAHULUAN Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu, dan mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan bermutu dapat diperoleh dengan memenuhi hak dari peserta didik sesuai UU No. Tahun 2003 BAB V Pasal 12 ayat 1 poin b, dan poin f yang bunyinya, setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing. menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. Jadi setiap anak harus mendapatkan hak mereka dalam belajar, termasuk apabila ada siswa yang mengalami kesulitan Pendidikan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi Keterampilan berhitung terdapat Matematika merupakan ilmu universal teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini (BSNP. Penguasaan matematika harus dimulai sejak dini, karena pendididikan dasar merupakan jenjang yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Volume 2 No 1 Juli-Desember 2021 Matematika merupakan salah satu ilmu yang penting, banyak hal disekitar selalu berhubungan dengan Seseorang banyak belajar matematika ketika berada di bangku Tetapi bagi sebagian orang, matematika merupakan sesuatu yang sulit dan menakutkan (Setyono, 2. Manusia selalu menggunakan operasi hitung dalam kehidupan Paling tidak konsep hitung dasar yang melibatkan penjumlahan, pembagian harus dikuasai dengan sempurna (Setyono, 2. Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam melakukan operasi hitung. Pembagian merupakan keterapilan hitung dasar yang dipandang paling Pembagian merupakan lawan dari perkalian, dan perkalian pada hakikatnya merupakan cara singkat dari penjumlahan (Abdurrahman. Hal inilah yang mendasari penulis untuk mengkaji lebih dalam terkait kesulitan belajar matematika materi pembagian bilangan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian pendekatan kualitatif, dengan maksud dapat mengungkap secara cermat kesulitan-kesulitan melakukan operasi hitung pembagian. Penelitian pendekatan naturalistik untuk mencari dan menemukan pengertian atau pemahaman tentang fenomena dalam suatu latar yang berkonteks khusus (Moleong, 2. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dimana peneliti berusaha untuk mengetahui penyebab kesulitan belajar matematika pada TaAodiban: Journal of Islamic Education e issn 2797-5886 peseta didik pada materioperasi hitung pembagian di kelas IV SDN 005 Payalaman. Dalam perolehan data pada penelitia ini dibedakan menjadi dua, yaitu sumber primer dan sekunder. Data primer, merupakan sumber data pokok atau utama yang digunakan peneliti untuk menjadi acuan utama dalam penelitian yang diambil secara langsung dari objek penelitian, yaitu buku, artikel, yang pada penelitian ini, penulis menggunakan beberapa data pengertian tentang aspek apa saja yang akan dianalisis dari pembahasan mengenai kesulitan belajar matematika pada materi operasi hitung pembagian bilangan di kelas IV SDN 005 Payalaman. Adapun data sekunder, adalah data yang pengumpulannya tidak di usahakan sendiri oleh peneliti. Sumber menunjang dan melengkapi data primer, data yang dimaksud adalah berupa dokumen-dokumen. Adapun teknik pengumpulan Wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang, melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seseorang Wawancara digunakan sebagai pendukung data primer untuk matematika yang dialami siswa dan faktor penyebab kesulitan belajar (Imawati. Hasil rekomendasi pemecahan masalah dalam mengatasi kesulitan belajar Wawancara dikhususkan untuk siswa yang mengalami kesulitan Metode Volume 2 No 1 Juli-Desember 2021 dengan wawanacara. Metode ini dilalukan dengan mengumpulkan data informasi melalui tanya jawab dengan salah satu siswa kelas IV SDN 005 Payalaman mengenai kesulitan belajar matematika pada materi operasi hitung pembagian suatu di kelas IV. Untuk memperoleh data tentang analisis kesulitan belajar matematika pada materi operasi hitung pembagian suatu, maka penelitian ini dilakukan di SDN 005 Payalaman. Kec. Palmatak di kelas IV, dengan subjek sebanyak 1 PEMBAHASAN Pengertian Belajar Belajar merupakan kegiatan sebagai usaha yang dilakukan oleh individu dalam memperbaiki diri menjadi individu yang lebih baik dari hasil pengalaman dan interaksi dengan Menurut Muhibbin Syah (Syah, 2. Belajar dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Senada dengan Slameto bahwa, belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto. Thursan Hakim mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses manusia, dan perubahan tersebut peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku, seperti peningkatan kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain (Hamdani. TaAodiban: Journal of Islamic Education e issn 2797-5886 Belajar menurut behavioristik diartikan proses perubahan tingkah laku. Perubahan tersebut disebabkan oleh seringnya interaksi antara stimulus dan Inti kemampuan seseorang melakukan respon terhadap stimulus yang datang kepada dirinya. Menurut teori kognitif diartikan proses untuk membangun persepsi seseorang dari sebuah obyek yang dilihat. Belajar menurut teori ini lebih mementingkan proses dari pada Sedangkan teori konstruktivisme mengartikan belajar adalah upaya membangun pemahaman atau persepsi atas dasar pengalaman yang dialami siswa, sehingga belajar merupakan proses untuk memberi pengalaman nyata bagi siswa (Aqib, 2. Jadi, belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang terlihat dari adanya stimulus dan respon siswa. Kesulitan Belajar Kesulitan belajar adalah keadaan di mana siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, yang ditandai hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar (Ahmadi & Supriyono, 2. Kesulitan merujuk pada kondisi tertentu yang ditandai dengan adanya hambatan dalam mencapai tujuan. Kesulitan belajar diartikan sebagai kondisi dalam proses belajar yang ditandai adanya hambatan dalam mencapai tujuan atau hasil belajar yang ditetapkan (Taufiq & dkk. Kesulitan belajar merupakan ketidak mampuan siswa dalam belajar sebagaimana mestinya yang biasanya ditandai dengan hasil belajar yang tidak memenuhi tujuan pembelajaran atau dikatakan belum tuntas. Adapun kesulitan berhitung adalah kesulitan dalam menggunakan bahasa simbol untuk berpikir, mencatat, dan Volume 2 No 1 Juli-Desember 2021 mengkomunikasikan ide-ide yang berkaitan dengan kuantitas atau Kemampuan berhitung sendiri bertingkat dari kemampuan dasar sampai kemampuan lanjut. Oleh karena itu, kesulitan berhitung dapat dikelompokkan menurut tingkatan yaitu, kemampuan dasar berhitung, kemampuan dalam menentukan nilai operasi penjumlahan dengan atau tanpa teknik menyimpan, dan pengurangan dengan atau tanpa teknik meminjam, kemampuan memahami konsep perkalian dan pembagian (Suryani, 2. Dengan demikian, kesulitan dalam pembagian termasuk dalam kategori kesulitan belajar Faktor Kesulitan Belajar Slameto mengungkapkan faktorfaktor yang mempengaruhi belajar digolongkan menjadi dua, faktor intern dan ekstern. Faktor internal ada 3 faktor, yaitu: Faktor Jasmaniah, . cacat tubuh, dapat berupa buta, tuli, patah kaki, patah tangan, lumpuh, dapat mengganggu proses belajar. Faktor Psikologis, . Faktor Kelelahan, ada dua macam kelelahan yaitu kelelahan jasmani, dan kelelahan rohani (Slameto. Faktor eksternal ada 3 faktor, yaitu: Keluarga: cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, perhatian orang tua, latar belakang kebudayaan. Sekolah: kurikulum, relasi guru dengan TaAodiban: Journal of Islamic Education e issn 2797-5886 siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pembelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, tugas rumah. Masyarakat: kegiatan siswa dalam masyarakat, masa media, teman masyarakat (Slameto, 2. Upaya dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Matermatika Membiasakan siswa untuk belajar matematika salah satu cara agar Kesan matematika yang dianggap sulit menimbulkan rasa malas terhadap siswa. Rasa malas yang timbul dari diri siswa dapat Sebagai orang tua siswa di sekolah guru juga dapat memberi dorongan belajar berupa motivasi. Menurut Mike Ollerton, guru memotivasi siswa untuk mengkaitkan konteks dalam kehidupan sehari-hari. Saat siswa mengalami memotivasi untuk tidak menyerah. Guru dapat memberikan solusi kepada siswa untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kehidupan sehari-hari (Ollerton, 2. Guru hendaknya membantu siswa agar dapat mengatasi rasa sulit yang dialami siswa. Guru dapat memberikan variasi dalam setiap pembelajaran melalui metode dan strategi pembelajaran. Hal ini didukung oleh R. Soedjati, bahwa guru dalam membelajarkan matematika pembelajaran, metode pembelajaran, dan teknik pembelajaran (Soedjadi. Volume 2 No 1 Juli-Desember 2021 Operasi Hitung Pembagian Operasi pengerjaan hitung, pengerjaan aljabar, dan pengerjaan matematika yang lain. Operasi memperoleh elemen tunggal dari satu atau lebih elemen yang diketahui. Elemen tunggal yang diperoleh disebut hasil operasi, sedangkan satu atau lebih elemen yang diketahui disebut elemen yang dioperasikan (Soedjadi, 2. Menghitung kemampuan awal dari pemahaman Pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasinya memasuki semua cabang matematika, bahkan tidak jarang matematika, sehingga berhitung adalah hal yang mendasar dan sangat penting (Soedjadi, 2. Jadi, . pengerjaan hitung yang berhubungan dengan bilangan terutama menyangkut penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Perhitungan sekarang ini lebih mudah karena sudah ada media elektronik yang dapat melakukan perhitungan dengan cepat dan akurat yaitu kalkulator. Walaupun demikian penggunaan kalkulator tidak boleh menggantikan perlunya proses pembelajaran yang membawa siswa terampil dalam berhitung (Muhasetyo. Untuk pembagian dengan hasil pecahan campuran tidak akan bisa diselesaikan dengan menggunakan kalkulator, karena hasil pembagian dengan kalkulator akan mendapatkan bentuk pecahan desimal. Oleh karena itu perlu memahami bagaimana cara melakukan perhitungan pembagian. Pembagian adalah membagi dua bilangan, dua angka, dan satu angka, yaitu satuan dan puluhan. Memiliki aturan dalam penyelesaiannya yaitu TaAodiban: Journal of Islamic Education e issn 2797-5886 Bilangan dengan nilai tempat yang sama dikurangi dengan cara bersusun Jika bilangan dengan nilai tempat sama tidak dapat dikurangi, maka diambil bilangan yang tepat dikirinya dengan merubah (Oktavianti. Operasi pembagian a:b artinya ada sekumpulan benda sebanyak a dibagi rata . ama banya. dalam b Maka cara membaginya berulang sebanyak b sampai habis dengan setiap kali pengambilan dibagi rata ke semua kelompok. Banyaknya pengambilan ditunjukkan dengan hasil yang didapat masingmasing kelompok. Hasil pengambilan atau banyaknya anggota yang dimuat oleh masing-masing Pembagian kebalikan dari operasi perkalian Pembagian sebagai invers dari perkalian (Soewito, 1. Hasil bagi dari dua bilangan cacah a dan b . : b = , b O . adalah bilangan cacah ain yang bersifat c x b = a. Sebagai contoh hasil bagi dari 6 dan 3 adalah 2 . : 3 = . sebab 2 x 3 = 6. Dikatakan pula bahwa 6 habis dibagi 3. Begitu pula 6 habis dibagi 2, sebab 3 x 2 = 6. Tidak setiap bilangan habs dibagi oleh bilangan lain. Misalnya 7 = 2 x 3 1, 7 disebut bilangan yang dibagi, 3 disebut pembagi, 2 hasil bagi dan 1 adalah Simbol dari pembagian dapat ditulis sebagai berikut: 16 : 2 = 8 Hasil bagi dapat disebut faktor yang tidak diketahui dari sebuah perkalian yaitu 6 : 3 = . x 3 = 6. Pembagian dapat juga dipikirkan sebagai pengurangan berulang yaitu hasil bagi dari 6 dan 3 adalah 2 yang merupakan banyak kali mengurangkan 3 dari 6 sehingga hasilnya 0 . Ae 3 Ae 3 = . Volume 2 No 1 Juli-Desember 2021 Pengajaran pembagian dimulai dari penanaman konsep, penguasaan fakta dasar, algoritma pembagian, sifat dan pola pembagian. Supaya terampil dalam melakukan operasi hitung,harus mengenalkonsepdasar operasi hitung. Ada dua konsep pembagian, pertama ada konsep pembagian adil seperti contoh berikut. Ibu Guru mempunyai 100 buah permen dan akan dibagikan kepada 20 siswanya dengan sama rata, berapa banyak permen yang diterima oleh setiap siswa? Dan ada juga konsep pengurangan berulang seperti contoh berikut. Ibu Guru mempunyai 100 buah permen, untuk Jika setiap kelompok membutuhkan 20 buah permen. Berapa kelompok yang dibentuk guru? Konsep langkahnya adalah membagikan satusatu secara berulang. Misalkan menjawab pada contoh soal pembagian adil, langkah mengerjakan dengan membagikan satu-satu permen terlebih dahulu kepada 20 siswanya, kemudian diulang membagi satu-satu lagi, hingga permennya habis, sehingga masingmasing siswa mendapatkan hasil yang Berbeda permen yang dimiliki guru sejumlah 44 dibagikan ke 20 siswanya, berapa permen yang pembagiannya adil? Jika langkah yang digunakan adalah membagi satu-satu hingga habis permen yang dimiliki guru maka akan ada siswa yang mendapatkan permen lebih banyak dari yang lainnya sehingga dikatakan tidak adil. Oleh karena itu, cara yang pengurangan berulang. Pembagian pertama dari 44 permen diambil 20 permen . erarti dikurang. , kemudian dibagikan satu satu. Masih sisa 24 permen, diambil lagi 20 dan dibagikan TaAodiban: Journal of Islamic Education e issn 2797-5886 satu-satu, masih sisa 4. Apakah 4 permen akan dibagikan ke 20 siswanya? Jika dibagikan, apakah ke 20 siswa akan menerima semua? Pastinya tidak. Jika ingin membaginya secara adil maka permen harus dipecah-pecah dengan ukuran yang terlebih dahulu, atau jika tidak, tidak usah dibagikan sehingga menjadi sisa Operasi pembagian tanpa sisa. Sedangkan bila menghaasilkan sisa bukan 0 maka dikatakan pembagian dengan sisa. Tetapi sisa tidak tidak lebih besar dari bilangan pembagi. Ada mengenalkan konsep pembagian yaitu dengan situasi pengukuran dan situasi Situasi pengukuran mempunyai ciri sebagai berikut, ukuran dari himpunan awal diketahui, dan ukuran masing-masing himpunan bagiannya juga diketahui. Permasalahan yang harus diselesaikan dalam situasi ukuran adalah menentukan banyaknya himpunan bagian dari himpunan Contoh tersedia 12 butir anggur untuk isian kardus. Setiap kardus diisi 3 butir anggur. Berapa kardus yang terisi dari 12 butir anggur? Kasus ini dapat diselesaikan dengan pengurangan berulang. Situasi partisi atau model sekatan, mempunyai ciri sebagai berikut, ukuran dari himpunan semula diketahui, dan banyaknya himpunan bagiannya diketahui, permasalahannya menentukan ukuran dari masingmasing himpunan bagiannya. Contoh tersedia 12 butir anggur akan diisikan merata kedalam 4 kardus. Berapa butir anggur yang diisikan di masingmasing Setelah memahami konsep, siswa perlu menguasai beberapa fakta dasar pembagian. Penguasaan fakta Volume 2 No 1 Juli-Desember 2021 dasar berarti bahwa seorang anak bisa memberikan respon yang cepat . irakira 3 deti. tanpa harus melakukan sesuatu yang tidak efisien, misalnya Fakta dasar pembagian merupakan pembagian habis dibagi dengan kedua faktor pembaginya hanya tersusun dari satu digit angka. Penguasaan fakta perkalian dan hubungan antara perkalian dan pembagian merupakan elemen kunci untuk menguasai fakta pembagian (Van de Walle, 2008: . Aktivitas menggunakan tabel perkalian dapat meningkatkan penguasan akan fakta dasar pembagian (Karim, 1997: . Salah satu cara untuk mencari hasil bagi suatu pembagian adalah pembagian cara panjang, yaitu menentukan jawaban sementara, dengan cara menduga kemudian dikalikan dengan pembagi dan kurangkan pada yang dibagi. Proses tersebut diulang sampai akhirnya didapatkan sisa pengurangan sama dengan 0 atau kurang dari pembagi Contoh pembagian. Jadi hasil bagi 752 dibagi 4 adalah 188 dengan sisa 0 Langkah-langkah: Bagilah 7 dengan 4, 7:4=1 sisa 3. Angka 1 ditulis di atas. Kalikan angka 1 4, hasilnya ditulis di bawah 7 Kurangkan 7 dengan 4, hasilnya 3 ditulis di bawahnya. Karena 3 tidak dapat dibagi 4. Maka turun 5 sehingga sekarang Bagilah 35 dengan 4, 35:4=8 sisa 3, angka 8 ditulis di atas di sebelah kanan angka 1. TaAodiban: Journal of Islamic Education e issn 2797-5886 Kalikan 8 dengan 4 hasilnya ditulis dan diletakkan di bawah Kurangi 35 dengan 32, hasilnya 3 ditulis di bawahnya. Karena 3 tak dapat dibagi 4, turunkan 2 sehingga menjadi 32. Bagilah32 dengan 4, hasil8 ditulis diatas lagi disebelah kanan 8. Kalikan kembali 8 dengan 4, sehingga didapatkan hasil 32 dan hasil akhir 0 sebagai sisa Sehingga pembagian ini dikatakan pembagian tanpa Pembagian tidak mempunyai sifat pertukaran, identitas, dan juga Pembagian a : b O b : a, berarti tidak Pembagian tidak memiliki sifat identitas dimana a : 1 O 1 : a. Pembagian juga tidak memnuhi sifat karena . : . : c O a : . : . Operasi pembagian terhadap penjumlahan. Contoh 18 : 6 = 3, 12 : 6 = 2, 6 : 6 = 18 : 6 = . : 6 = . : . : . = . Jadi 18 : 6 = . : 6 = . : . = 2 1 = 3 Kesulitan Operasi Pembagian Berdasarkan hasil wawancara dengan subyek langsung pada tanggal 04 Mei 2022, bahwa subyek tidak suka subyek tidak mengerti dan sulit jika diminta guru untuk menghitung angka, dia lebih suka bermain game di android atau membantu ayahnya memperbaiki sesuatu di rumah saat ayahnya memiliki waktu senggang. Sebagaimana hasil wawancara: Volume 2 No 1 Juli-Desember 2021 AuAku matematika, tapi jika ada pilihan lain selain matematika, aku lebih memilih hal yang lain tersebut ketimbang masuk pelajaran matematika, hal yang lain itu seperti bermain game di handphone atau membantu ayah memperbaiki sesuatu buat bunda, kalau gak dikasih buat tolong lebih baik hanya sekedar melihat ayah Ay. Peneliti juga bertanya lebih lanjut lagi mengenai kondidi subyek matematika ketika berada di sekolah. AuKalau kesekolah gak boleh bawak handphone, ya jadinya Cuma bisa liatin guru menjelaskan, tapi masuk telinga kanan trus mental gak tau kemana, heheheA. Ay Oleh karena minat belajar peserta didik yang kurang dalam mata pelajaran matematika mengakibatkan subyek sulit untuk menerima atau melakukan suatu aktivitas belajar yang berhubungan dengan mata pelajaran matematika dan berakibat subyek dapat mengalami kesulitan belajar dalam matematika. Berdasarkan hasil wawancara kedua dan ketiga dengan subyek, subyek sering mengalami kesulitan dalam menghitung dan melakukan operasi pembagian pada bilangan bersusun, karena subyek langsung merasakan serangan pada kondisi mental atau otak yang telah terdoktrin bahwa dia tidak bisa. Sebagaimana hasil wawancara: AuGak tau ya kenapaArasanya aku suka kalah kalau lagi berperang dengan menghitung angka, aku bukannya gak bisa. Cuma rada-rada bingung mindahin angkanyaAy. Siswa yang merasa dirinya tidak bisa mengerjakan operasi hitung pembagian tersebut menyulitkannya dalam mencoba untuk melakukannya TaAodiban: Journal of Islamic Education e issn 2797-5886 tanpa bimbingan orang tuanya atau Jika siswa tidak memahami tentang materi yang diajarkan guru, maka siswa akan meminta jawaban Berdasarkan hasil wawancara keempat dengan subyek, jika diberikan PR oleh guru, subyek kesulitan mengerjakan tanpa dibantu oleh ibunya atau abangnya yang duduk dikelas VII SMP. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar matematika siswa pada materi Operasi Hitung Pembagian Suatu Bilangan Dengan Pembagian adalah pertama siswa kurang berminat dengan pelajaran matematika sehingga tidak memotivasi dirinya sendiri untuk pelajaran matematika. Kedua, siswa kesulitan dalam memindahkan angkanya. , itulah yang menyebabkan siswa tidak mengerti dan tidak bisa mengerjakan soal maupun latihan yang diberikan guru. Jika terus seperti ini, maka siswa tersebut akan kesulitan belajar dan akan berdampak pada nilai dan hasil prestasi belajarnya. Upaya dalam Mengatasi Penyebab Kesulitan Belajar Matematika Pembelajaran seringkali tidak terlepas dari kesulitan dan permasalahan yang merupakan fakta yang terjadi di lapangan, baik di tingkat pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun pendidikan tinggi. Permasalahan atau kesulitan yang dihadapi peserta didik sangat sulit untuk dihindari. Kita hanya dapat meminimalkan batas kesalahan atau Orang tua dan guru memegang masingmasing peranan penting dalam mengatasi penyebab kesulitan belajar matematika baik itu di sekolah maupun di rumah. Volume 2 No 1 Juli-Desember 2021 Upaya yang dilakukan dari pihak guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika subyek adalah dengan mengadakan program remidial, yaitu guru mengulang secara terus menerus materi pelajaran matematika dengan tujuan agar peserta didik akan lebih paham pada materi yang sebelumnya. Guru juga mengupayakan agar pada proses pembelajaran matematika mengunakan alat bantu . lat perag. bagi peserta didik. Guru juga memberikan motivasi yang tak hentihentinya kepada peserta didik dan memberikan arahan kepada orang tua agar dapat memberikan pembelajaran Untuk mencegah atau matematika pada peserta didik di perlukan peran orang tua dan guru agar dapat memberikan perhatian yang kekurangan atau kelemahankelemahan mereka dapat diketahui dan diatasi. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar matematika siswa pada materi Operasi Hitung Pembagian Suatu Bilangan adalah pertama siswa kurang berminat dengan pelajaran matematika sehingga tidak memotivasi dirinya sendiri untuk menyukai pelajaran matematika. Kedua, siswa , itulah yang menyebabkan siswa tidak mengerti dan tidak bisa mengerjakan soal maupun latihan yang diberikan guru. Jika terus seperti ini, maka siswa tersebut akan kesulitan belajar dan akan berdampak pada nilai dan hasil prestasi belajarnya. Untuk mencegah atau mengatasi kesulitan belajar matematika pada peserta didik di perlukan peran orang tua dan guru agar dapat memberikan perhatian yang cukup kepada anak. TaAodiban: Journal of Islamic Education e issn 2797-5886 kelemahankelemahan mereka dapat diketahui dan diatasi. Adapun setelah melakukan memberikan beberapa saran yaitu kepada guru dan orang tua, diharapkan guru untuk selalu membimbing peserta didiknya agar terkontrol sehingga tidak berdampak pada hasil prestasi Kepada orang tua diharapkan agar selalu memotivasi anaknya untuk senantiasa mensyukuri dan akan meningkatkan minat DAFTAR RUJUKAN Abdurrahman. Anak Berkesulitan Belajar: Teori. Diagnosis dan Remediasinya. Jakarta: Rineka Cipta. Ahmadi. , & Supriyono. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Aqib. Model-Model. Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (Inovati. Bandung: Yrama Widya. BSNP. Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan dasar dan Menengah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SD/MI. Jakarta: BSNP. Hamdani. Strategi Belajar dan Mengajar. Bandung: Pustaka Setia. Imawati. Diagnosis Kesulitan Belajar Matematika Pada Materi Luas Dan Keliling Lingkaran di Kelas Vi E SMP Negeri 2 Jatinom. Universitas Sanata Dharma. Skripsi Universitas Sanata Yogyakarta. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Volume 2 No 1 Juli-Desember 2021 Muhasetyo. Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Universitas Terbuka. Oktavianti. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Pembagian Bilangan Cacah Metode Pemberian Tugas di Kelas II SD Inpres 3 Plasa. Jurnal Kreatif Tadulako Online. Volume 1. Nomor 4 ISSN 2354-614X. Ollerton. Panduan Guru Mengajar Matematika. Jakarta: Erlangga. Setyono. Mathemagics. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Slameto. Belajar dan FaktorFaktor Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Soedjadi. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia Konstatasi keadaan masa kini menuju harapan masa depan. Jakarta: Direktorat jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Soewito. Pendidikan Matematika. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Perguruan Tinggi Proyek Pembinaan Tanaga Kependidikan. Suryani. Kesulitan Belajar. Magistra. Syah. Psikologi Belajar. Jakarta: Rajawali Pers. Taufiq. , & dkk. Pendidikan Anak SD. Jakarta: Universitas Terbuka.