Moderasi: Journal of Islamic Studies | Page: 603-614 Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | e-ISSN/p-ISSN: 2809-2872/2809-2880 Rekonstruksi Nilai-Nilai Sosial QurAoani melalui Tafsir Tarbawi: Studi atas Surah Al-Hujurat Ayat 11Ae13 Salamah1. Robiah Adawiyah2. Avisina Anadri3. Attabik Luthfi4, dan Marhadi Muhayar5 Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Djakarta. Indonesia. salamahoktaviani91@gmail. Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Djakarta. Indonesia. iburobbi@gmail. Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Djakarta. Indonesia. senaanadri@gmail. Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Djakarta. Indonesia. attabik@uid. Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Djakarta. Indonesia. marhadimuhayar@uid. Submit : 11/09/2. Review : 21/10/2025 s. d 20/11/2025 | Publish : 09/12/2025 Abstract This study aims to reconstruct QurAoanic social values through a tarbawi exegesis of the socioeducational principles contained in Surah Al-Hujurat, verses 11Ae13. Using a qualitative, literaturebased research design, it examines classical and contemporary tafsir works. Islamic educational scholarship, and relevant social theories. The analysis explores how these verses offer moral and pedagogical foundations for cultivating a civilized social character. The findings demonstrate that the QurAoanic teachingsAiincluding prohibitions against mockery, safeguarding human dignity, avoiding suspicion, refraining from fault-finding and backbiting, and strengthening brotherhoodAifunction as core principles of social education applicable to modern educational contexts. A tarbawi approach reveals that these values are not merely normative but have transformative potential in shaping learners to interact ethically, inclusively, and respectfully within diverse societies. Verse 13, emphasizing human equality and piety as the ultimate moral criterion, provides a framework for education that rejects discrimination and promotes social harmony. Thus, reconstructing QurAoanic social values through a tarbawi lens enriches the discourse on social education and contributes to fostering a more humanistic and dignified society. Keywords: Tarbawi exegesis. QurAoanic social values. Social education. Al-Hujurat 11Ae 13. Character Development Pendahuluan (Moh Nadir. Nur Umamah. Fadlla. Rekonstruksi Nilai-Nilai Sosial QurAoani melalui Tafsir Tarbawi: Studi atas Surah Al-Hujurat Ayat 11Ae13 Surat Al-Hujurat merupakan salah satu surat Madaniyah yang memiliki signifikansi besar dalam pembentukan etika sosial masyarakat Muslim. Surat ini diturunkan pada fase penting perkembangan komunitas Madinah setelah Perjanjian Hudaibiyah, ketika berbagai kelompok sosial, suku, dan komunitas baru mulai terintegrasi ke dalam masyarakat Muslim. Dalam fase ini, konflik horizontal, prasangka antarsuku, dan ketegangan identitas menjadi tantangan sosial yang memerlukan panduan normatif dari Al-QurAoan (Al-Zuhaili, 2. Para ulama kemudian menempatkan AlHujurat sebagai surat yang memuat Aukonstitusi moralAy umat Islam, karena kandungannya yang secara eksplisit mengatur adab, hubungan sosial, dan etika pergaulan manusia (Al-Qurtubi, 2. Di antara bagian terpenting dari surat ini ialah ayat 11Ae13, yang menyampaikan nilai-nilai sosial fundamental seperti larangan menghina, merendahkan, memberi julukan buruk, berprasangka, mencari-cari aib, serta melakukan ghibah. Larangan tersebut bukan sekadar aturan moral, tetapi kerangka normatif untuk membangun harmoni sosial (Ibn Kathir, 2. Dalam konteks modern, pesan ayat-ayat ini memiliki relevansi yang sangat kuat. Fenomena sosial seperti bullying, cyberbullying, ujaran kebencian, stereotip, diskriminasi berbasis identitas, hingga pelanggaran privasi kini menjadi persoalan serius dalam masyarakat. Berbagai bentuk perilaku destruktif di dunia maya dan dunia nyata tersebut merupakan manifestasi baru dari istihzaAo . , tanabuz bil-alqab . emberian label buru. , suAouzh-zhan . rasangka negati. , dan tindakan mencari-cari kesalahan orang lain yang sejak awal telah dilarang dalam ajaran Islam (Hidayat & Nurdin, 2. Para peneliti kontemporer juga menegaskan bahwa media digital memperluas ruang terjadinya kekerasan simbolik serta fragmentasi sosial (Nasrullah, 2. Dalam situasi seperti ini, nilai-nilai QurAoani dalam Surat Al-Hujurat kembali memperoleh relevansi sebagai kerangka etika sosial yang menjunjung inklusivitas, penghormatan, dan Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 603 (Moh Nadir. Nur Umamah. Fadlla. Rekonstruksi Nilai-Nilai Sosial QurAoani melalui Tafsir Tarbawi: Studi atas Surah Al-Hujurat Ayat 11Ae13 Salah satu pesan terkuat terdapat pada ayat 13, yang menegaskan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar mereka saling mengenal, bukan untuk saling merendahkan. Pesan ini pentingnya penghargaan terhadap keragaman dan pengakuan martabat semua kelompok manusia (Banks, 2. Dari perspektif teologis, ayat tersebut juga menegaskan bahwa standar keutamaan seseorang bukan berdasarkan identitas sosialnya, tetapi takwanya (Rahman, 1. Dengan demikian, prinsip kesetaraan dalam ayat ini bukan hanya konsep moral, tetapi juga fondasi konseptual yang dapat dikembangkan dalam pendidikan sosial kontemporer. Penafsiran ayat 11Ae13 telah dibahas oleh para mufassir klasik dan Tafsir klasik seperti karya Ibn Kathir . menekankan aspek historis, linguistik, dan konteks sosial masyarakat Arab pada masa turunnya ayat. Tafsir klasik menyajikan alasan-alasan sosial mengapa larangan tersebut muncul dan bagaimana ayat itu menanggapi persoalan sosial saat itu. Berbeda dengan itu, tafsir kontemporer seperti karya Wahbah al-Zuhaili . lebih menekankan relevansi universal ayat dengan persoalan masyarakat modern, seperti keadilan sosial, relasi antarkelompok, psikologi sosial, dan pembentukan masyarakat yang Kedua pendekatan ini memiliki kekuatan masing-masing sehingga integrasi keduanya diperlukan untuk menghasilkan pemahaman yang lebih kaya dan komprehensif. Penafsiran klasik memberikan landasan historis dan filologis yang kuat, sedangkan pendekatan kontemporer membantu mengontekstualisasikan nilai-nilai tersebut dalam realitas sosial modern. Dalam Islam, nilai-nilai terkandung dalam ayat-ayat ini sangat penting dikembangkan. Pendekatan tarbawi menekankan bagaimana nilai-nilai QurAoani dapat dijadikan prinsip pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik. Nilai menjaga martabat manusia, menghormati privasi, mencegah prasangka, dan Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 604 (Moh Nadir. Nur Umamah. Fadlla. Rekonstruksi Nilai-Nilai Sosial QurAoani melalui Tafsir Tarbawi: Studi atas Surah Al-Hujurat Ayat 11Ae13 pengembangan karakter sosial (Fauzi, 2. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa integrasi ayat-ayat Al-QurAoan, khususnya dari Surat AlHujurat, ke dalam kurikulum pendidikan sosial masih terbatas pada pendekatan normatif. Banyak kajian yang telah membahas etika sosial berdasarkan ayat ini, tetapi sebagian besar bersifat deskriptif dan belum dikonstruksi menjadi model pembelajaran yang operasional (Mansur & Mahfud, 2. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan akademik antara penafsiran teks dan implementasi nilai-nilai tersebut dalam Selain itu, tantangan sosial generasi muda saat ini semakin kompleks karena interaksi sosial tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga melalui media digital. Fenomena cyberbullying, doxing, pelanggaran privasi digital, penyebaran fitnah, serta polarisasi identitas merupakan problem sosial yang memerlukan respons pendidikan. Dalam konteks tersebut, larangan mengintai aib . dan larangan bergunjing . memiliki relevansi yang sangat tinggi. Keduanya dapat menjadi dasar konseptual bagi pengembangan etika literasi digital, yaitu kemampuan berinteraksi secara etis, aman, dan beradab di ruang digital (Nasrullah, 2. Dengan demikian, rekonstruksi nilai QurAoani melalui pendekatan tarbawi bukan hanya kebutuhan akademik, tetapi juga kebutuhan sosial. Sejumlah penelitian sebelumnya telah membahas nilai etika sosial dalam Surat Al-Hujurat. Namun, sebagian besar penelitian tersebut lebih fokus pada aspek moral dan teologis (Syamsuddin, 2. Kajian yang secara khusus menggabungkan tafsir klasik dan kontemporer kemudian menganalisisnya dalam perspektif tarbawi masih sangat terbatas. Demikian pula, kajian yang menyambungkan ayat-ayat ini dengan fenomena sosial modern seperti digital bullying, konflik multikultural, dan etika komunikasi digital belum banyak dilakukan. Berdasarkan kesenjangan tersebut, penelitian ini menjadi penting untuk mengisi kekurangan dalam literatur prinsip-prinsip Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 605 (Moh Nadir. Nur Umamah. Fadlla. Rekonstruksi Nilai-Nilai Sosial QurAoani melalui Tafsir Tarbawi: Studi atas Surah Al-Hujurat Ayat 11Ae13 pendidikan sosial berbasis nilai QurAoani yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai sosial yang terkandung dalam Surat Al-Hujurat ayat 11Ae13 melalui pendekatan integratif antara tafsir klasik dan kontemporer. Pendekatan ini kemudian diperluas melalui perspektif tarbawi untuk merumuskan prinsip pendidikan sosial yang relevan bagi konteks modern. Penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan pendidikan Islam, tetapi juga praktis dalam menciptakan model pendidikan karakter yang menekankan penghormatan, inklusivitas, dan keharmonisan sosial berdasarkan nilai-nilai Al-QurAoan. Dengan demikian, rekonstruksi nilai-nilai sosial QurAoani dari ayat-ayat ini tidak hanya memperkaya wacana akademik, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih bermartabat, berkeadaban, dan berorientasi pada kemanusiaan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan . ibrary researc. karena fokus kajian terletak pada interpretasi teks Al-QurAoan dan literatur ilmiah terkait. Metode ini memungkinkan peneliti menelaah Surah Al-Hujurat ayat 11Ae13 secara mendalam melalui perspektif tafsir tarbawi, yang menekankan relevansi nilai-nilai QurAoani bagi pembentukan karakter sosial dalam konteks pendidikan modern. Sumber utama penelitian mencakup Al-QurAoan dan sejumlah kitab tafsir klasik seperti Tafsr al-abar. Ibn Kathr, dan alQurub, serta tafsir kontemporer seperti al-MishbAh. Sumber sekunder berasal dari buku, artikel jurnal, dan literatur pendidikan Islam yang membahas etika sosial, pembinaan karakter, dan teori hubungan antarmanusia. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, yaitu penelusuran sistematis terhadap teks primer dan sekunder untuk mengidentifikasi konsep kunci terkait nilai moral dan sosial dalam ayat yang Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 606 (Moh Nadir. Nur Umamah. Fadlla. Rekonstruksi Nilai-Nilai Sosial QurAoani melalui Tafsir Tarbawi: Studi atas Surah Al-Hujurat Ayat 11Ae13 Literatur yang ditemukan kemudian diseleksi berdasarkan relevansi dan otoritas ilmiahnya. Analisis data menggunakan analisis isi . ontent analysi. guna menafsirkan pesan-pesan etis, larangan perilaku sosial destruktif, dan prinsip-prinsip persaudaraan yang terkandung dalam Surah Al-Hujurat 11Ae13. Tahapan analisis meliputi reduksi data, kategorisasi nilainilai sosial QurAoani, dan penarikan kesimpulan konseptual sebagai dasar rekonstruksi pendidikan sosial yang berkarakter. Untuk meningkatkan keabsahan temuan, penelitian menerapkan triangulasi sumber, yaitu membandingkan interpretasi antar berbagai kitab tafsir dan literatur akademik guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan tidak bias. Validasi konseptual juga dilakukan untuk memastikan bahwa penafsiran selaras dengan metodologi tafsir dan prinsip pendidikan Islam kontemporer. Dengan pendekatan ini, penelitian menghasilkan rekonstruksi nilai-nilai sosial QurAoani yang argumentatif, relevan, dan dapat diimplementasikan dalam penguatan pendidikan karakter pada masyarakat modern. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis tekstual dan tematik terhadap Surah Al-Hujurat ayat 11Ae13 menunjukkan bahwa rangkaian ayat tersebut membentuk sebuah kerangka etika sosial QurAoani yang komprehensif, integratif, dan sangat relevan untuk merespons dinamika pendidikan karakter pada masyarakat kontemporer. Setiap ayat tidak hanya memuat larangan moral, tetapi juga mengonstruksi prinsip-prinsip relasional yang menata interaksi sosial, struktur komunitas, serta pengelolaan identitas di tengah masyarakat yang semakin plural dan Temuan-temuan studi ini secara konsisten menunjukkan bahwa formula etika sosial QurAoani memiliki korelasi signifikan dengan konsep-konsep modern dalam psikologi sosial, kajian multikultural, digital citizenship, hingga pendidikan karakter berbasis nilai, sehingga ayat-ayat ini dapat dijadikan dasar epistemik untuk pengembangan model pendidikan karakter komprehensif di era global saat ini. Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 607 (Moh Nadir. Nur Umamah. Fadlla. Rekonstruksi Nilai-Nilai Sosial QurAoani melalui Tafsir Tarbawi: Studi atas Surah Al-Hujurat Ayat 11Ae13 Ayat 11 menegaskan larangan mencela, merendahkan, dan memberi julukan buruk . l-lamz, al-tanAbuz bi al-alqA. , yang dalam khazanah tafsir klasik dipahami sebagai tindakan yang merusak martabat manusia . arAmah insAniyya. Ibn Kathir . menafsirkan larangan tersebut sebagai bentuk penjagaan terhadap kehormatan sosial yang harus dipertahankan antarindividu agar struktur komunitas tetap harmonis. Sementara al-Qurub . menjelaskan bahwa perilaku merendahkan orang lain merupakan pintu masuk bagi kebencian sosial dan fragmentasi komunitas, sehingga ayat tersebut berfungsi sebagai instrumen preventif terhadap disintegrasi moral. Dalam konteks modern, pesan antipenghinaan dan anti-perendahan tersebut memiliki paralel kuat dengan fenomena perundungan verbal maupun digital. Ansary et al. menemukan bahwa perilaku penghinaan merupakan salah satu pemicu utama konflik interpersonal di lingkungan pendidikan, terutama pada peserta didik usia remaja. Kajian Wright dan Wachs . memperkuat temuan tersebut dengan menyimpulkan bahwa perundungan digital melalui media sosial memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental dan harga diri remaja. Dengan demikian, ayat 11 dapat dibaca sebagai kerangka etik yang relevan untuk diterjemahkan ke dalam kurikulum pendidikan karakter yang menekankan empati, literasi komunikasi, dan penghormatan terhadap sesamaAibaik dalam interaksi langsung maupun dalam ruang digital. Temuan ini memperlihatkan adanya hubungan yang kuat antara pesan QurAoani dengan teori komunikasi etis dalam pendidikan modern. Pendekatan ini juga memperkaya gagasan character education berbasis nilai keagamaan yang bersifat universal, karena etika anti-penghinaan merupakan nilai yang dapat diterima oleh komunitas lintas budaya dan Selain itu, dalam era komunikasi digital yang sarat komentar spontan, ujaran kebencian . ate speec. , dan cyber harassment, prinsip anti-penghinaan dalam ayat 11 menjadi sangat strategis untuk membangun budaya digital yang sehat. Nilai ini dapat menjadi dasar penyusunan digital Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 608 (Moh Nadir. Nur Umamah. Fadlla. Rekonstruksi Nilai-Nilai Sosial QurAoani melalui Tafsir Tarbawi: Studi atas Surah Al-Hujurat Ayat 11Ae13 etiquette modules di sekolah-sekolah maupun program literasi digital berbasis keagamaan, sehingga peserta didik tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki panduan moral saat bersosialisasi di ruang publik Ayat QurAoani memperingatkan tiga bentuk perilaku destruktif: prasangka buruk . Ao alean. , mencari-cari kesalahan orang lain . , dan menggunjing . Dalam penjelasan al-Zuuail . , ayat ini memuat prinsip kehati-hatian sosial . utiyAt ijtimAA. , yaitu sikap waspada dalam menilai dan memperlakukan orang lain agar relasi sosial terhindar dari kecurigaan, ketegangan, dan keretakan. Prinsip ini menegaskan bahwa kualitas relasi sosial bergantung pada kemampuan setiap individu menjaga pikiran positif, mengelola persepsi, serta membatasi diri dari perilaku yang melanggar privasi dan harga diri orang lain. Tafsir kontemporer juga membaca ayat ini sebagai pedoman etika informasi, terutama terkait kecenderungan masyarakat modern untuk mengakses, memantau, dan menyebarkan informasi tanpa verifikasi yang memadai. Relevansi ayat ini dengan kondisi sosial digital sangat kuat. Penelitian Di Domenico dan Visentin . menunjukkan bahwa kecenderungan pengguna media sosial untuk menilai perilaku orang lain hanya berdasarkan potongan informasi . ontext collaps. dapat menciptakan kecemasan sosial, polarisasi, dan erosi kepercayaan interpersonal. Marwick dan Boyd . juga menegaskan bahwa pelanggaran privasi oversharing, merupakan salah satu tantangan terbesar dalam interaksi sosial generasi muda, di mana batas antara ruang publik dan personal semakin kabur. Dengan demikian, ayat 12 dapat direfleksikan sebagai kerangka normatif untuk membentuk kompetensi kewargaan digital . igital prasangka, menjaga etika informasi, menghindari oversharing, serta melatih empati kognitif dalam memahami perilaku orang lain. Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 609 (Moh Nadir. Nur Umamah. Fadlla. Rekonstruksi Nilai-Nilai Sosial QurAoani melalui Tafsir Tarbawi: Studi atas Surah Al-Hujurat Ayat 11Ae13 Integrasi ayat ini dalam pendidikan karakter dapat diperkuat melalui pengembangan materi literasi digital berperspektif etika QurAoani. Pendidikan diarahkan bukan hanya pada kemampuan teknis menggunakan teknologi, tetapi juga pada internalisasi nilai untuk mengendalikan prasangka, menghindari perilaku mengakses informasi pribadi orang lain, dan tidak menyebarkan konten sensitif yang dapat merusak hubungan sosial. Nilainilai ini sangat penting mengingat meningkatnya kasus doxing, penyebaran rumor, perundungan digital, dan misinformasi yang banyak terjadi pada Secara teoretis, penggabungan etika QurAoani dengan pendekatan psikologi sosial modern memperlihatkan konsistensi dalam menegaskan bahwa kontrol diri, kehati-hatian, dan penilaian berbasis data merupakan pilar relasi sosial yang sehat. Ayat 13 kemudian menempatkan seluruh bangunan etika sosial tersebut dalam kerangka teologis yang lebih besar dengan menegaskan kesetaraan manusia dan hikmah di balik keberagaman etnis, ras, dan identitas kelompok. Rahman . menafsirkan ayat ini sebagai deklarasi QurAoani mengenai kesetaraan universal dan standar moral yang berbasis takwa, bukan faktor-faktor sosial yang bersifat arbitrer seperti suku, ras, atau status ekonomi. Dengan demikian, ayat ini mengandung fungsi sosial yang sangat kuat, yakni mempromosikan kolaborasi, saling pengenalan . aAoAru. , dan penghargaan terhadap perbedaan sebagai mekanisme untuk memperkuat kohesi sosial. Tafsir klasik seperti al-abar dan al-RAz juga menekankan bahwa ayat ini merupakan penegasan bahwa identitas kelompok tidak boleh menjadi dasar diskriminasi, tetapi justru harus dipandang sebagai bagian dari desain sosial yang memungkinkan kerja sama dan pertukaran pengalaman antarbangsa. Temuan penelitian ini konsisten dengan literatur kontemporer tentang multikulturalisme dan interaksi lintas budaya. Banks . menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan multikultural bergantung pada kemampuan sistem pendidikan mengakui keberagaman dan memfasilitasi interaksi yang setara antarindividu dari latar sosial yang berbeda. Berry . dalam Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 610 (Moh Nadir. Nur Umamah. Fadlla. Rekonstruksi Nilai-Nilai Sosial QurAoani melalui Tafsir Tarbawi: Studi atas Surah Al-Hujurat Ayat 11Ae13 American Psychologist menyatakan bahwa interaksi antarkelompok yang sehat membutuhkan kompetensi multikultural, empati, dan kesetaraan sebagai prasyarat psikologis. Melalui perspektif ini, ayat 13 dapat dipahami sebagai fondasi nilai untuk mengembangkan pendidikan karakter yang mengedepankan toleransi, penerimaan perbedaan, anti-diskriminasi, serta kesadaran global sebagai bagian dari pembentukan warga dunia yang Implikasi praktis dari ayat 13 dalam bidang pendidikan karakter sangat Nilai taAoAruf dapat diterjemahkan ke dalam praktik pembelajaran kolaboratif, interaksi lintas budaya, dan program pendidikan multikultural. Konsep kesetaraan moral berbasis takwa dapat menjadi kerangka etik untuk mengatasi bias dalam penilaian akademik, diskriminasi berbasis latar sosial, serta sikap eksklusivisme dalam lingkungan sekolah. Pendidikan karakter yang mengintegrasikan prinsip-prinsip ini akan menghasilkan peserta didik yang mampu berpikir global, menghargai perbedaan, dan memiliki kapasitas sosial untuk berkolaborasi dalam komunitas yang Secara keseluruhan, temuan penelitian menunjukkan bahwa Surah Al-Hujurat ayat 11Ae13 membentuk satu kesatuan etika sosial yang bersifat normatif sekaligus aplikatif. Dengan memadukan analisis tafsir klasikAe kontemporer dan literatur ilmiah modern dari bidang psikologi sosial, kajian digital, dan pendidikan multikultural, dapat disimpulkan bahwa ayat-ayat tersebut menawarkan prinsip-prinsip universal yang sangat relevan dengan tantangan sosial saat ini. Ajaran anti-penghinaan, anti-prasangka, antipelanggaran privasi, serta konsep kesetaraan universal memiliki kecocokan teoretis dengan konsep-konsep seperti empathic communication, digital well-being, multicultural competence, dan inclusive character education. Integrasi ini menghasilkan pemahaman baru bahwa etika sosial QurAoani bukan hanya instruksi moral untuk masa lampau, tetapi juga sumber nilai untuk membangun masyarakat humanis yang adaptif terhadap transformasi digital dan keragaman sosial global. Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 611 (Moh Nadir. Nur Umamah. Fadlla. Rekonstruksi Nilai-Nilai Sosial QurAoani melalui Tafsir Tarbawi: Studi atas Surah Al-Hujurat Ayat 11Ae13 Dari perspektif pendidikan karakter, ayat-ayat ini dapat direkonstruksi menjadi empat pilar utama: . pilar komunikasi etis . nti-penghinaan, antilabelin. , . pilar kontrol kognitif . engendalikan prasangk. , . pilar etika informasi . enghindari tajassus dan ghiba. , dan . pilar kesetaraan multikultural . aAoAruf dan kesadaran globa. Keempat pilar ini dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum nasional maupun program pendidikan berbasis nilai QurAoani yang berorientasi pada pembentukan karakter inklusif. Melalui pendekatan interdisipliner, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis untuk memperkuat relevansi pendidikan Islam dalam menghadapi transformasi sosial di era digital dan globalisasi. Kesimpulan Kesimpulan dari analisis Surah Al-Hujurat ayat 11Ae13 menunjukkan bahwa ketiga ayat tersebut membentuk satu bangunan etika sosial QurAoani yang komprehensif dan sangat relevan untuk menjawab tantangan pendidikan karakter di era modern. Ayat 11 menegaskan prinsip komunikasi etis melalui larangan mencela, merendahkan, dan memberi julukan buruk, yang selaras dengan temuan psikologi sosial dan studi digital tentang dampak perundungan, hate speech, dan degradasi martabat di ruang Ayat 12 memperkuat etika relasional dengan menyoroti bahaya prasangka buruk, pelanggaran privasi, dan penyebaran gosipAisebuah misinformasi, digital stalking, dan context collapse pada media sosial. Sementara itu, ayat 13 memberikan landasan teologis bagi kesetaraan manusia dan nilai taAoAruf yang sejalan dengan teori multikulturalisme kontemporer, kompetensi lintas budaya, serta gagasan warga global yang Secara keseluruhan, sintesis antara tafsir klasikAekontemporer dan literatur modern menunjukkan bahwa etika sosial QurAoani menawarkan empat pilar utama yang dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan karakter, yaitu komunikasi etis, kontrol kognitif terhadap prasangka, etika informasi, serta kesetaraan multikultural. Keempat pilar ini membentuk kerangka nilai Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 612 (Moh Nadir. Nur Umamah. Fadlla. Rekonstruksi Nilai-Nilai Sosial QurAoani melalui Tafsir Tarbawi: Studi atas Surah Al-Hujurat Ayat 11Ae13 yang tidak hanya normatif tetapi juga aplikatif untuk membangun peserta didik yang empatik, literat digital, dan adaptif terhadap keragaman. Dengan demikian. Surah Al-Hujurat ayat 11Ae13 tidak hanya berfungsi sebagai teks moral, tetapi juga sebagai sumber epistemik yang relevan bagi pengembangan model pendidikan karakter yang responsif terhadap kompleksitas sosial dan digital pada abad ke-21. Referensi