921 Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer https://ojs. stmik-banjarbaru. id/index. php/progresif/index Jl. Ahmad Yani. 33,5 - Kampus STMIK Banjarbaru Loktabat - Banjarbaru (Tlp. , e-mail: puslit. stmikbjb@gmail. e-ISSN: 2685-0877 Sistem Informasi Absensi Guru Dengan Face Recognition Berbasis Web Menggunakan Metode Lock GPS DOI: http://dx. org/10. 35889/progresif. Creative Commons License 4. 0 (CC BY Ae NC) Alwi Awilo Haryada1*. Muhamad Alda2 Sistem Infromasi. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Deli Serdang. Indonesia *e-mail Corresponding Author: alwiharahap104@gmail. Abstrak SMA Negeri Padang Lawas Utara needs a more modern attendance system to improve accuracy and efficiency in recording teacher attendance. This research aims to develop a webbased teacher attendance information system using the Face Recognition and GPS Lock methods to ensure valid and accurate attendance. The method used in system development is Rapid Application Development (RAD), which consists of Analysis & Quick Design. Prototype Cycles. Testing, and Deployment stages. The developed system allows teachers to attend only if they are in a predetermined school area through GPS location validation and facial The system is tested to measure the main functionality, namely the accuracy of face identification and the validation of the location of attendance. The test results showed that the system was able to recognize the teacher's face with an accuracy rate of up to 95% in various conditions, and successfully rejected absences that were carried out outside the designated school area. In addition, the system shows a quick response time in attendance recording, which is less than 3 seconds. With this capability, the system contributes to improving the accuracy of attendance recording and reducing the potential for attendance fraud. Schools can monitor teacher attendance in real-time, thus supporting efficiency and effectiveness in attendance management management. Keyword: Face Recognition. GPS Lock. Attendance. Teacher. Web Abstrak SMA Negeri Padang Lawas Utara membutuhkan sistem absensi yang lebih modern untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pencatatan kehadiran guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi absensi guru berbasis web menggunakan metode Face Recognition dan GPS Lock untuk memastikan kehadiran yang valid dan akurat. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem adalah Rapid Application Development (RAD), yang terdiri dari tahapan Analysis & Quick Design. Prototype Cycles. Testing, dan Deployment. Sistem yang dikembangkan memungkinkan guru untuk hadir hanya jika mereka berada di area sekolah yang telah ditentukan melalui validasi lokasi GPS dan verifikasi wajah. Pengujian sistem dilakukan untuk mengukur fungsionalitas utama, yaitu akurasi identifikasi wajah dan validasi lokasi absensi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengenali wajah guru dengan tingkat akurasi hingga 95% dalam berbagai kondisi, serta berhasil menolak absensi yang dilakukan di luar area sekolah yang telah ditentukan. Selain itu, sistem menunjukkan respons waktu cepat dalam pencatatan kehadiran, yaitu kurang dari 3 detik. Dengan kemampuan ini, sistem berkontribusi dalam meningkatkan keakuratan pencatatan kehadiran dan mengurangi potensi kecurangan absensi. Sekolah dapat memantau kehadiran guru secara real-time, sehingga mendukung efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan manajemen kehadiran. Kata kunci: Face Recognition. GPS Lock. Absensi. Guru. Web Sistem Informasi Absensi Guru Dengan Face Recognition a. Alwi Awilo Haryada e-ISSN: 2685-0877 Pendahuluan Kemajuan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, tidak hanya dalam proses pembelajaran tetapi juga pada manajemen administrasi sekolah . Salah satu aspek penting dari manajemen ini adalah sistem pencatatan kehadiran guru yang berperan dalam mendukung kedisiplinan dan efektivitas proses belajar mengajar. era digital, teknologi seperti biometrik dan pelacakan lokasi telah dimanfaatkan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi absensi. MA Negeri Padang Lawas Utara merupakan salah satu institusi pendidikan menengah yang berupaya meningkatkan kualitas manajemen internal. Saat ini, proses absensi guru masih dilakukan secara manual melalui tanda tangan atau pemindaian kartu identitas, yang kemudian direkap secara berkala. Sayangnya, metode ini belum mampu memberikan validasi waktu dan lokasi yang akurat, serta rentan terhadap pencatatan ganda atau tidak sah. Dalam dua bulan terakhir, hasil rekapitulasi menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara jumlah kehadiran manual dan kehadiran aktual guru hingga 15%, serta keterlambatan dalam rekap data absensi yang mencapai 3 hari kerja. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini menawarkan solusi berbasis teknologi dengan menggabungkan metode face recognition untuk validasi identitas dan GPS Lock untuk validasi lokasi sebagai sistem absensi guru berbasis web. Teknologi face recognition memungkinkan verifikasi kehadiran berbasis fitur wajah unik setiap individu, yang telah terbukti efektif dalam sistem presensi biometrik. Sementara itu, penguncian lokasi dengan GPS dapat memastikan bahwa absensi hanya dapat dilakukan di area sekolah yang telah ditentukan, sehingga dapat mencegah penyalahgunaan sistem . Kombinasi kedua teknologi ini memberikan lapisan verifikasi ganda yang mendukung keakuratan dan keabsahan data kehadiran secara real-time . , . Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan Sistem Informasi Absensi Guru Berbasis Web Menggunakan Face Recognition dan Metode GPS Lock di MA Negeri Padang Lawas Utara. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya sistem absensi yang lebih akurat, efisien, dan dapat membantu pihak manajemen sekolah dalam melakukan evaluasi kinerja tenaga pendidik secara objektif serta mendukung modernisasi administrasi sekolah berbasis teknologi. Tinjauan Pustaka Ngulum et al. mengembangkan sistem absensi guru dengan mengimplementasikan teknologi geolocation dan pengambilan foto secara real-time di MI Nurul Huda. Sistem ini mengharuskan pengguna login dengan NUPTK dan password, kemudian melakukan selfie dan validasi lokasi GPS. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan akurasi kehadiran hingga 95%, penurunan potensi kecurangan sebesar 80%, dan efisiensi waktu sebesar 50% . Almahdi et al. merancang sistem absensi mobile berbasis metode Rapid Application Development (RAD) menggunakan framework Flutter di sisi klien dan Laravel di sisi Sistem ini mengintegrasikan face recognition dan geotagging untuk mencatat kehadiran pekerja, dan berhasil meningkatkan efisiensi pencatatan serta akurasi presensi secara signifikan. Firmansyah et al. merancang aplikasi Android bernama AuAbsenplusAy yang menggabungkan teknologi face recognition dan geolocation dengan integrasi ke web API untuk menyimpan data absensi. Sistem ini divalidasi menggunakan metode korelasi dengan hasil signifikan . > 0. serta terbukti memudahkan proses pencatatan kehadiran dan pelacakan riwayat kehadiran. Penelitian oleh Setiya Putra dan Adhim . mengembangkan aplikasi berbasis Android dan web yang memanfaatkan kombinasi face recognition dan GPS. Berdasarkan hasil pengujian User Acceptance Test (UAT), sistem memiliki tingkat penerimaan pengguna sebesar 93,8% dan dianggap efektif dalam melakukan presensi serta monitoring kehadiran. Kurniawan merancang sistem absensi berbasis CNN (Convolutional Neural Networ. untuk mendeteksi wajah serta menggunakan teknologi GPS Lock dengan radius 20 meter untuk validasi lokasi. Sistem ini diuji pada berbagai kondisi pencahayaan dan sudut wajah, serta menunjukkan akurasi tinggi dalam proses presensi dan efisiensi dalam pengelolaan data HRD. Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 921-932 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Lubis dan Kurnia mengembangkan sistem presensi untuk berbagai sektor seperti dosen, petugas kepolisian, dan guru sekolah. Sistem ini menggunakan kombinasi selfie. QR Code, dan validasi koordinat GPS. Selain itu, sistem face recognition yang diterapkan menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sebesar 93,8%, menandakan fungsionalitas yang baik dalam operasional. Dari hasil tinjauan pustaka, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penelitian terdahulu telah menerapkan teknologi face recognition dan GPS secara terpisah ataupun terintegrasi dalam sistem absensi. Namun, penelitian-penelitian tersebut sebagian besar hanya berfokus pada lingkungan perusahaan atau institusi non-formal serta belum memanfaatkan pendekatan pengembangan sistem yang terstruktur secara menyeluruh. Penelitian ini menawarkan kebaruan . berupa penerapan sistem informasi absensi guru berbasis web menggunakan kombinasi teknologi face recognition dan metode GPS Lock secara khusus pada institusi pendidikan formal, yaitu MA Negeri Padang Lawas Utara. Selain itu, metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan Rapid Application Development (RAD) digunakan secara integratif untuk memastikan sistem yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna serta dapat diuji dan diterapkan secara nyata. Sistem juga dirancang dengan fiturfitur fungsionalitas seperti login guru/admin, pengelolaan data pengguna, manajemen data absensi berbasis lokasi, serta rekapitulasi kehadiran secara real-time yang belum secara komprehensif ditemukan dalam studi sebelumnya. Metodologi Penelitian ini mengadopsi metode Research and Development (R&D) sebagai kerangka kerja penelitian. Mengacu pada penelitian . , metode R&D merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk mengembangkan produk baru, baik itu produk fisik, non-fisik, maupun Proses R&D mencakup tahap perancangan, pengembangan, pengujian, dan evaluasi terhadap produk yang dihasilkan. 1 Metode Pengembangan Sistem Rapid Application Development (RAD) adalah metode pengembangan sistem yang berfokus pada kecepatan dan fleksibilitas dalam proses pengembangan . Tujuan utama dari RAD adalah mengurangi waktu pengembangan sistem dengan menggunakan teknik prototyping, feedback cepat, dan siklus pengembangan yang interaktif. Metode ini sangat cocok untuk proyek yang membutuhkan perubahan cepat atau pengembangan sistem yang kompleks dalam waktu yang singkat. Berikut adalah penjelasan mengenai tahapan utama dan karakteristik dari metode RAD . Gambar 1. Metode Pengembangan RAD . Analysis & Quick Design Pada tahap ini, dilakukan analisis kebutuhan sistem untuk mendukung proses absensi guru secara otomatis, akurat, dan berbasis lokasi. Kebutuhan fungsional yang diidentifikasi meliputi: . fitur login pengguna dan admin untuk otentikasi akses. fitur pengenalan wajah . ace recognitio. untuk validasi identitas guru saat melakukan absensi. fitur penguncian lokasi (GPS Loc. guna memastikan absensi hanya dapat dilakukan di lingkungan sekolah. fitur perekaman data absensi secara real-time ke dalam basis data. fitur pengelolaan data pengguna, data guru, dan data absensi oleh admin. fitur tampilan laporan rekapitulasi absensi yang dapat diekspor dalam bentuk digital. Setelah kebutuhan teridentifikasi. Pada tahap perancangan sistem, dibuat rancangan yang meliputi beberapa aspek utama: Sistem Informasi Absensi Guru Dengan Face Recognition a. Alwi Awilo Haryada e-ISSN: 2685-0877 Desain Alur kerja (Workflo. Sistem dirancang dengan alur sebagai berikut: Guru melakukan login menggunakan akun yang telah terdaftar. Sistem melakukan validasi wajah dengan metode face recognition serta verifikasi lokasi menggunakan lock GPS. Jika sesuai, data kehadiran dicatat dan tersimpan dalam basis data. Admin dapat memantau, mengelola, serta mencetak laporan absensi guru melalui Struktur Arsitektur Sistem Gambar 2. Arsitektur Sistem Berbasis Web Client-Server Arsitektur sistem yang digunakan berbasis web client-server, di mana terdapat tiga komponen utama: client, server, dan database. Adapun penjelasannya ialah: Client (Guru/Admi. , yaitu pengguna seperti guru atau admin mengakses sistem melalui browser untuk melakukan proses login, mengisi atau memantau absensi, serta mengelola Server, bertugas menangani autentikasi pengguna, melakukan pengolahan data absensi, mengatur alur logika aplikasi, serta menyediakan layanan bagi client. Database, merupakan menyimpan data guru, data absensi, serta log sistem, sehingga setiap aktivitas yang dilakukan oleh pengguna dapat direkam dan dikelola dengan baik. Rancangan ini disusun agar sistem tidak hanya responsif dan aman, tetapi juga mudah dioperasikan baik oleh admin maupun guru sebagai pengguna akhir. Prototype Cycles (Demonstrate. Develop. Refin. Tahap pengembangan . merupakan bagian inti dari metode Rapid Application Development (RAD), di mana sistem dibangun secara iteratif menggunakan berbagai tools untuk mendukung proses coding, integrasi fitur, dan pengujian sistem. Dalam penelitian ini, pengembangan sistem dilakukan menggunakan bahasa pemrograman PHP yang diintegrasikan dengan framework Laravel sebagai backend, serta HTML. CSS, dan JavaScript untuk membangun antarmuka pengguna . ser interfac. yang responsif. Untuk fitur face recognition, digunakan library OpenCV yang diintegrasikan dengan Python melalui API sebagai alat utama dalam memproses data wajah pengguna. Fitur GPS Lock dikembangkan dengan memanfaatkan HTML5 Geolocation API dan dipadukan dengan Google Maps API untuk validasi lokasi secara real-time. Seluruh data disimpan dan dikelola menggunakan sistem manajemen basis data MySQL. Tools pendukung lainnya seperti Visual Studio Code digunakan sebagai code editor utama, serta XAMPP sebagai local server untuk kebutuhan pengujian awal. Dengan dukungan tools tersebut, pengembangan sistem dilakukan secara bertahap, mulai dari membangun prototipe awal, mengembangkan fitur inti, hingga melakukan penyempurnaan berdasarkan umpan balik dari pengguna. Testing Setelah pengembangan sistem selesai, tahap selanjutnya adalah pengujian atau validasi sistem untuk memastikan bahwa seluruh komponen berfungsi sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan. Metode pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Black Box Testing, yang berfokus pada pengujian fungsionalitas sistem berdasarkan input dan output tanpa melihat struktur internal kode. Pengujian dilakukan pada fitur utama seperti face Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 921-932 Progresif e-ISSN: 2685-0877 recognition untuk memverifikasi akurasi dalam mengenali wajah pengguna, serta fitur GPS Lock untuk memastikan sistem hanya menerima absensi dari lokasi yang sesuai dengan koordinat Selain itu, dilakukan pengujian pada aspek keamanan akses sistem, navigasi antarmuka pengguna, dan kecepatan pemrosesan data kehadiran. Seluruh pengujian bertujuan untuk memastikan bahwa sistem dapat beroperasi secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan pengguna sebelum diimplementasikan secara menyeluruh di lingkungan sekolah. Deployment Fase implementasi penuh sistem tidak dilakukan dalam penelitian ini. Penelitian ini difokuskan pada proses analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, dan pengujian sistem informasi absensi guru berbasis face recognition dengan metode GPS Lock. Meskipun demikian, sistem yang dikembangkan telah melalui proses validasi fungsionalitas untuk memastikan kesiapan jika nantinya akan diimplementasikan secara menyeluruh di MA Negeri Padang Lawas Utara. Proses implementasi aktual, termasuk pelatihan pengguna dan integrasi sistem secara operasional, akan menjadi bagian dari pengembangan lanjutan di luar cakupan penelitian ini. Hasil dan Pembahasan 1 Implementasi Sistem Pada tahap implementasi sistem, dilakukan perancangan dan realisasi antarmuka aplikasi berbasis web yang terdiri dari antarmuka input, proses, dan output. Berikut adalah objek-objek antarmuka beserta deskripsi dan fungsinya: Tampilan Login Gambar 3. Login Tampilan login merupakan halaman pertama yang diakses oleh pengguna sebelum masuk ke sistem. Pada halaman ini, pengguna diharuskan memasukkan username dan password yang telah terdaftar. Sistem juga dilengkapi dengan validasi keamanan untuk memastikan bahwa hanya pengguna yang memiliki kredensial yang benar yang dapat mengakses sistem. Tampilan Login Admin Gambar 4. Login Admin Tampilan login admin mirip dengan tampilan login pengguna, namun hanya dapat diakses oleh administrator sekolah. Administrator memiliki hak akses lebih luas untuk mengelola data Sistem Informasi Absensi Guru Dengan Face Recognition a. Alwi Awilo Haryada e-ISSN: 2685-0877 pengguna, absensi, dan sistem. Selain itu, tampilan ini memiliki fitur keamanan tambahan seperti captcha atau autentikasi dua faktor untuk meningkatkan perlindungan data. Tampilan Dashboard Admin Gambar 5. Dashboard Admin Tampilan dashboard adalah halaman utama setelah pengguna berhasil login. Pada halaman ini, pengguna dapat melihat ringkasan informasi seperti jumlah kehadiran, status absensi terbaru, serta akses cepat ke fitur utama. Tampilan ini dirancang dengan antarmuka yang sederhana dan informatif untuk mempermudah navigasi pengguna. Tampilan Dashboard User Gambar 6. Dashboard User Tampilan dashboard user menampilkan informasi khusus bagi guru yang menggunakan sistem absensi. Guru dapat melihat riwayat absensi mereka, status kehadiran harian, serta notifikasi terkait jadwal kerja atau perubahan kebijakan absensi. Tampilan Melakukan Absen Gambar 7. Melakukan Absen Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 921-932 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Pada tampilan ini, pengguna dapat melakukan proses absensi dengan menggunakan fitur Face Recognition dan validasi lokasi melalui GPS. Sistem akan meminta pengguna untuk mengaktifkan kamera dan mengizinkan akses lokasi sebelum memproses kehadiran. Jika wajah dan lokasi sesuai dengan data yang telah terdaftar, absensi akan berhasil dilakukan. Tampilan Kelola Pengguna Absen Gambar 8. Kelola Pengguna Absen Tampilan ini digunakan oleh administrator untuk mengelola data pengguna yang melakukan absensi. Admin dapat menambah, menghapus, atau memperbarui data guru, serta melihat riwayat kehadiran mereka. Halaman ini juga dilengkapi dengan fitur pencarian dan filter untuk memudahkan pengelolaan data dalam jumlah besar . Tampilan Kelola Admin Gambar 9. Kelola Admin Tampilan kelola admin memungkinkan administrator utama untuk mengatur akun admin lainnya yang memiliki akses ke sistem. Pada halaman ini, admin dapat menambahkan pengguna baru dengan hak akses khusus, mengubah informasi akun admin, atau menonaktifkan akun yang tidak aktif . Tampilan Profil Tampilan profil memungkinkan pengguna untuk melihat dan mengedit informasi pribadi mereka, seperti nama, alamat email, dan foto profil. Pada halaman ini, pengguna juga dapat memperbarui kata sandi atau mengubah pengaturan keamanan akun mereka untuk meningkatkan perlindungan data. Sistem Informasi Absensi Guru Dengan Face Recognition a. Alwi Awilo Haryada e-ISSN: 2685-0877 Gambar 10. Tampilan Profil 2 Pengujian Sistem Pengujian sistem dilakukan untuk memastikan setiap fitur sesuai dengan kebutuhan Jenis pengujian yang dilakukan adalah sebagai berikut: Pengujian Face Recognition Data Uji: Pengujian dilakukan sebanyak 50 kali percobaan absensi wajah dari 10 guru, dengan variasi kondisi sebagai berikut: Pencahayaan: terang, redup Sudut wajah: depan, miring 30A, miring 45A Aksesoris: kacamata, masker Proses Pengujian Setiap guru melakukan absensi menggunakan kamera perangkat. Sistem kemudian Pengambilan gambar wajah melalui kamera. Ekstraksi ciri wajah menggunakan algoritma face recognition. Pencocokan wajah dengan basis data wajah guru yang telah terdaftar. Pencatatan hasil absensi . erhasil/gagal dikenal. Hasil Pengujian Hasil pengujian ditunjukkan dalam Tabel berikut: Tabel 1. Hasil Pengujian Face Recognition Jumlah Jumlah Kondisi Pengujian Percobaan Berhasil Pencahayaan terang, wajah depan Pencahayaan terang, wajah miring 30A Pencahayaan terang, wajah miring 45A Pencahayaan redup, wajah depan Pencahayaan redup, wajah miring 30A Pencahayaan redup, wajah miring 45A Menggunakan kacamata . erbagai Menggunakan . erbagai Total / Rata-rata 45,5 OO 46 Akurasi (%) Pada kondisi optimal . encahayaan baik, wajah menghadap kamer. akurasi mencapai 95%, sedangkan pada kondisi pencahayaan redup akurasi menurun menjadi 88%. Rata-rata akurasi keseluruhan tercatat 91,5%. Pengujian GPS Lock Data Uji Pengujian dilakukan pada 20 titik lokasi berbeda dengan rincian: 10 titik di dalam area sekolah . adius O 50 mete. 10 titik di luar area sekolah . adius > 50 mete. Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 921-932 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Proses Pengujian Setiap guru melakukan absensi di titik-titik uji dengan langkah berikut: Perangkat merekam koordinat GPS saat guru melakukan absensi. Sistem memverifikasi koordinat dengan membandingkan lokasi uji terhadap radius yang telah ditentukan (O 50 m dari area sekola. Keputusan sistem: jika berada dalam radius, maka absensi diterima. Jika berada di luar radius, maka absensi ditolak. Hasil Pengujian Tabel 2. Hasil Pengujian GPS Lock Jumlah Jumlah Absensi Lokasi Pengujian Percobaan Titik Diterima Absensi Dalam area sekolah (O 50. Luar area sekolah (> 50. Total / Rata-rata Absensi Ditolak Tingkat Keberhasilan (%) Sistem berhasil menerima absensi 100% pada titik dalam area sekolah, dan menolak 100% percobaan absensi dari luar radius. Pengujian Kecepatan dan Keamanan Sistem: Data Uji Pengujian dilakukan sebanyak 30 kali percobaan absensi berurutan dengan menggunakan perangkat berbeda . aptop dan smartphon. Selain itu, dilakukan uji coba login dengan akun tidak sah sebanyak 10 kali untuk menguji keamanan system. Proses Pengujian Proses pengujian mencakup 2 hal, yaitu: Kecepatan Sistem . Guru . aptop/smartphon. Sistem mendeteksi wajah, mencocokkannya dengan basis data, dan mencatat hasil absensi. Waktu respon diukur sejak wajah terdeteksi hingga data absensi Keamanan Sistem . Pengujian login dengan akun sah, maka sistem harus menerima. Pengujian login dengan akun tidak sah, maka sistem harus menolak. Persentase keberhasilan penolakan diukur dari jumlah percobaan login tidak sah yang berhasil ditolak. Hasil Pengujian: Tabel 3. Hasil Pengujian Kecepatan dan Keamanan Sistem Jumlah Rata-rata Jenis Pengujian Target Percobaan Hasil Waktu respon absensi 2,5 detik O3s (Lapto. Waktu respon absensi 2,9 detik O3s (Smartphon. Rata-rata keseluruhan 2,7 detik O3s Login dengan akun sah 10 diterima Sesuai Login dengan akun tidak 10 ditolak 0 lolos Tingkat Keberhasilan Waktu respon rata-rata 2,7 detik . i bawah target 3 deti. Sistem berhasil menolak 100% upaya login dengan akun tidak sah, membuktikan validasi berjalan baik. Sistem Informasi Absensi Guru Dengan Face Recognition a. Alwi Awilo Haryada e-ISSN: 2685-0877 Pengujian User Acceptance (UAT) Data Uji Pengujian melibatkan 17 responden yang terdiri dari 15 guru dan 2 admin. Responden menggunakan sistem absensi selama 1 minggu sebelum mengisi Proses Pengujian Instrumen pengujian berupa kuesioner UAT dengan skala Likert . Ae. , yang mencakup aspek: Kemudahan penggunaan Kenyamanan dalam menggunakan sistem Kecepatan akses sistem Efektivitas sistem dalam mendukung absensi Responden memberikan penilaian untuk setiap butir instrumen, kemudian dihitung rata-rata skor dan dikonversi ke dalam persentase kepuasan. Hasil Pengujian Tabel 4. Hasil Pengujian UAT Rata-rata Skor Butir Instrumen UAT . Ae. Kemudahan penggunaan Kenyamanan dalam menggunakan sistem Kecepatan akses sistem Efektivitas sistem dalam mendukung absensi Rata-rata keseluruhan 4,55 Persentase Kepuasan (%) Nilai rata-rata kepuasan mencapai 91%, dengan aspek tertinggi pada kemudahan penggunaan . %) dan aspek terendah pada kecepatan akses ketika jaringan internet kurang stabil . %). 3 Pembahasan Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa fitur-fitur yang diimplementasikan dalam sistem absensi guru berbasis face recognition dan lock GPS telah berjalan sesuai dengan kebutuhan. Pembahasan Pengujian Face Recognition Hasil pengujian menunjukkan akurasi sistem mencapai 95% pada kondisi optimal dan rata-rata 91,5% pada berbagai kondisi pencahayaan serta sudut wajah. Hal ini membuktikan bahwa sistem mampu mengenali wajah guru dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang menggabungkan face recognition dalam aplikasi absensi Android . Namun, penelitian ini membuktikan bahwa penerapan pada platform berbasis web tetap memberikan kinerja pengenalan wajah yang tinggi dan dapat diimplementasikan secara efektif dalam lingkungan pendidikan. Pembahasan Pengujian GPS Lock Pada pengujian di 20 titik lokasi, sistem berhasil menerima absensi 100% di dalam area sekolah dan menolak 100% di luar radius yang ditentukan. Hal ini menegaskan bahwa mekanisme lock GPS berfungsi baik dalam mencegah kecurangan absensi di luar lokasi Hasil ini memperkuat penelitian yang mengimplementasikan validasi lokasi dengan geolocation . Namun, penelitian ini menawarkan peningkatan presisi melalui penggunaan metode GPS Lock yang dikustomisasi khusus untuk area sekolah, sehingga dapat memastikan akurasi validasi lokasi sesuai kebutuhan institusi pendidikan. Pembahasan Pengujian Kecepatan dan Keamanan Sistem Sistem mampu mencatat absensi dengan rata-rata waktu respon 2,7 detik, sesuai dengan target yang diharapkan (< 3 deti. Selain itu, seluruh upaya login tidak sah berhasil ditolak, menunjukkan bahwa sistem memiliki validasi keamanan yang kuat. Hal ini menjadi pembeda dengan penelitian sebelumnya yang cenderung menekankan aspek fungsional, sementara penelitian ini membuktikan kestabilan performa dan keamanan sistem berbasis Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 921-932 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Pembahasan Pengujian User Acceptance Test (UAT) Uji penerimaan pengguna yang melibatkan guru dan admin menunjukkan tingkat kepuasan mencapai 91%. Aspek tertinggi adalah kemudahan penggunaan . %), yang menandakan sistem mudah dipahami oleh pengguna tanpa memerlukan pelatihan Kendati demikian, ditemukan sedikit penurunan pada aspek kecepatan ketika koneksi internet kurang stabil . %). Hal ini menjadi masukan untuk pengembangan selanjutnya agar sistem dapat tetap optimal dalam kondisi jaringan terbatas. Secara keseluruhan, hasil pengujian membuktikan bahwa sistem mampu menjawab permasalahan absensi manual di MA Negeri Padang Lawas Utara dengan menghadirkan solusi yang akurat, transparan, dan real-time. Dibandingkan dengan penelitian terdahulu yang rata-rata hanya fokus pada aplikasi mobile seperti penelitian Firmansyah dkk . , yang mengembangkan absensi berbasis Android dengan integrasi face recognition penelitian ini memberikan kontribusi berbeda berupa integrasi verifikasi biometrik . ace recognitio. dan validasi lokasi (GPS Loc. pada platform berbasis web. Platform ini lebih mudah diakses, dikelola, dan disesuaikan dengan kebutuhan institusi pendidikan. Dengan demikian, penelitian ini memiliki kebaruan . dalam hal platform, metode validasi lokasi, serta fokus implementasi di lingkungan pendidikan berbasis agama, sehingga dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain yang ingin mengadopsi sistem absensi digital. Simpulan Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem informasi absensi guru yang dikembangkan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) berhasil memenuhi kebutuhan fungsionalitas utama yang telah ditetapkan. Sistem mampu mengenali wajah guru dengan tingkat akurasi mencapai 95% dalam berbagai kondisi pencahayaan dan sudut wajah, serta dapat memverifikasi lokasi kehadiran menggunakan fitur GPS Lock dengan ketepatan validasi lokasi absensi dalam radius yang ditentukan. Proses pencatatan kehadiran juga berjalan cepat, dengan rata-rata waktu pemrosesan kurang dari 3 detik per pengguna. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi face recognition dan GPS Lock dalam sistem berbasis web dapat secara signifikan meningkatkan akurasi pencatatan kehadiran dan mencegah kecurangan, seperti absensi di luar lokasi sekolah. Implementasi sistem di MA Negeri Padang Lawas Utara terbukti memberikan dampak positif dalam mendukung efisiensi administrasi, kedisiplinan guru, dan transparansi pengelolaan absensi secara real-time. Daftar Referensi . Saputra. Pengantar Teknologi Informasi. Yogyakarta: Deepublish, 2022. Marpaung and A. Siregar. AuEvaluasi Sistem Absensi Manual di Lingkungan Sekolah,Ay J. Teknol. dan Pendidik. , vol. 8, no. 2, pp. 134Ae142, 2023. Nugroho. AuAnalisis Penerapan Face Recognition dalam Sistem Presensi,Ay J. Sist. Cerdas, vol. 5, no. 1, pp. 23Ae30, 2021. Hasibuan. AuPenggunaan GPS Lock untuk Validasi Lokasi Presensi Guru,Ay J. Teknol. Inf. dan Komun. , vol. 9, no. 1, pp. 55Ae62, 2023. Ahmad and T. Sari. AuIntegrasi Face Recognition dan GPS untuk Presensi Real-time,Ay J. Inform. , vol. 12, no. 3, pp. 105Ae115, 2022. Ananda and S. Purnama. AuEfektivitas GPS Lock dalam Sistem Absensi Sekolah,Ay in Seminar Nasional Sistem Informasi. Bandung, 2023, pp. 77Ae83. Ngulum. Ismail, and D. Fauzan. AuImplementasi Teknologi Geolocation dan Foto Realtime dalam Absensi Guru,Ay J. Sist. Inf. Pendidik. , vol. 6, no. 2, pp. 123Ae130, 2023. Almahdi. Hafiz, and N. Sari. AuPengembangan Aplikasi Absensi Mobile Menggunakan Metode RAD dengan Integrasi Face Recognition dan Geotagging,Ay J. Teknol. Inf. Komun. , vol. 11, no. 1, pp. 55Ae65, 2025. Firmansyah. Nugraha, and S. Lestari. AuAbsenplus: Aplikasi Absensi Android Berbasis Face Recognition dan Geolocation,Ay in Seminar Nasional Teknologi Informasi. Bandung, 2022, pp. 34Ae40. Putra and I. Adhim. AuSistem Presensi Karyawan Menggunakan Face Recognition dan GPS Berbasis Android,Ay J. Teknol. dan Rekayasa, vol. 9, no. 3, pp. 87Ae95, 2022. Kurniawan. AuPengembangan Sistem Absensi Menggunakan CNN dan GPS Lock,Ay 2022. Jakarta. Lubis and T. Kurnia. AuSistem Presensi Digital Menggunakan Foto Selfie. QR Code dan Sistem Informasi Absensi Guru Dengan Face Recognition a. Alwi Awilo Haryada e-ISSN: 2685-0877 GPS pada Instansi Pemerintahan,Ay J. Apl. Teknol. dan Sist. Inf. , vol. 5, no. 1, pp. 20Ae27, . Aliya Tasya. Putri, and A. Harahap. AuSistem Informasi Manajemen Aset Dengan Metode Garis Lurus Berbasis Web Pada SMA Nur Ihsan,Ay J. Sci. Soc. Res. , vol. 4307, no. 2, pp. 493Ae503, 2024, [Onlin. Available: http://jurnal. php/JSSR . Jayusta. Marhalim. Immanullah, and . AuRobustness Analysis of QRAeCode Based and Geolocation Based Attendance System,Ay J. MEDIA A, 2024, [Onlin. Available: https://jurnal. id/index. php/jmi/article/view/6510 . Putri. Nasution, and N. Zuriandini. AuImplementasi M-Commerce Pemesanan Jasa Kreatif Pada Cv. Buat Mama Bangga,Ay J. Sci. Soc. Res. , vol. 4307, no. 2, pp. 515Ae 523, 2024, [Onlin. Available: http://jurnal. com/index. php/JSSR . Putra. AuRancang Bangun Sistem Informasi Pencocokan Antar Dokumen Tugas Outbond Bela Negara Menggunakan Metode Cosine Similarity,Ay Univ. Pembang. Nas. AuVeteranAy Jawa Timur, vol. 75, no. 17, pp. 399Ae405, 2021. Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 921-932