Jurnal Ibu dan Anak Vol. 12 No. November 2024, pp. 48 Ae 52 ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. THE RELATIONSHIP OF EMESIS GRAVIDARUM WITH THE INCIDENT OF ANEMIA IN THE MOTHER PREGNANT Septi Indah Permata Sari1. Elly Susilawati2 Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau1,2 Email Coresponden : septiindahps07@gmail. Article Info Article history Received date: 1 November 2024 Revised date: 15 November 2024 Accepted date: 30 November 2024 Abstract Hyperemesis gravidarum is nausea and vomiting which is categorized as severe if a pregnant woman vomits every time she drinks or eats. Meanwhile, pregnancy anemia is a "potential danger to mother and child" a condition of red blood cell deficiency during pregnancy. The aim of this research is to determine the relationship between emesis gravidarumin and the incidence of anemia in the Taman Sari 6 Pratama Clinic working This research is an analytical survey using a cross sectional This research was carried out from February to July 2022. The population in this study was all pregnant women who underwent pregnancy checks from February to August, totaling 44 TM I and II pregnant women. The sampling technique in this research was carried out using a total sampling technique that met the inclusion and exclusion The research results were analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. Of the 44 respondents, 26 respondents . 1%) did not experience anemia, and 18 respondents . experienced anemia, 31 respondents . 5%) experienced emesis, and 13 respondents ( 29. 5%) did not experience emesis. There is a significant relationship between Emesis Gravidarum and Anemia in pregnant women in the Taman Sari 6 Pratama Clinic Working Area with a p value of 0. < 0. Based on the research results, it can be concluded that there is a relationship between hyperemesis gravidarum and anemia in pregnant Keywords: emesis gravidarum 1, anemia2, pregnancy3 Abstrak Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang dikategorikan parah jika ibu hamil selalu muntah setiap kali minum atau makan. Sedangkan anemia kehamilan adalah "potential danger to mother and child" kondisi defisiensi sel darah merah selama kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Emesis Gravidarumin Dengan kejadian Anemia Di Wilayah Kerja Klinik Pratama Taman Sari 6. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juli Coresponden name and email1 Jurnal Ibu dan Anak Vol. 12 No. November 2024, pp. 48 Ae 52 ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang malakukan pemeriksaan kehamilan pada bulan Februari sampai dengan Agustus sebanyak 44 orang ibu hamil TM I dan II. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Dari 44 responden, ibu hamil yang tidak mengalami anemia sebanyak 26 responden . ,1%), dan sebanyak 18 responden . ,9%) mengalami anemia, sebanyak 31 responden . ,5%) mengalami emesis, dan sebanyak 13 responden . ,5%) tidak mengalami emesis. Terdapat hubungan yang signifikan antara Emesis Gravidarum dengan Anemia pada ibu hamil Di Wilayah Kerja Klinik Pratama Taman Sari 6 dengan nilai p value 0,02 . < 0,. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara hiperemesis gravidarum dengan anemia pada ibu hamil. Kata Kunci Emesis Gravidarum. Anemia. Kehamilan PENDAHULUAN Kehamilan kondisi di mana janin berkembang di dalam rahim yang berlangsung 40 minggu atau 9 bulan. Dihitung dari siklus menstruasi terakhir. Kehamilan dibagi menjadi tiga trimester, yaitu trimester pertama . -12 mingg. , trimester kedua . -24 mingg. , dan trimester ketiga . -36 mingg. Pada masa kehamilan, ibu rentan mengalami gangguan kesehatan seperti mual, muntah, pendarahan, anemia, ketuban pecah dini, demam, tangan, kaki bahkan wajah bengkak, tekanan darah tinggi, pergerakan janin berkurang, dan lain-lain (Mardliyana. Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya Anemia pada ibu hamil disebut Coresponden name and email Aypotencial danger formother of child Ay . otensial membahayakan bagi ibu dan ana. karena itulah anemia memerlukan perhatian serius dari pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan pada lini terdepan (Manuaba, 2. Anemia merupakan keadaan menurunnya kadar hemoglobin, hematokrit, dan jumlah sel darah merah di bawah nilai normal. Prevalensi anemia yang tinggi berakibat negative seperti gangguan dan hambatan pada pertumbuhan, baik sel tubuh maupun sel otak. Berkurangnya konsentrasi hemoglobin selama masa kehamilan mengakibatkan suplay oksigen keseluruh jaringan tubuh berkurang sehingga menimbulkan tanda dan gejala anemia seperti lemah, mengantuk, pusing, lelah, sakit kepala, nafsu makan turun, mual dan muntah, konsentrasi hilang dan nafas pendek . ada anemia yang para. (Sari. Jurnal Ibu dan Anak Vol. 12 No. November 2024, pp. 48 Ae 52 ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. Mual . mesis gravidaru. adalah gejala yang wajar dan sering didapatkan pada kehamilan Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejalagejala ini kurang lebih terjadi setelah 6 minggu dari hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Mual dan muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% terjadi pada multigravida. Satu diantara seribu kehamilan gejala-gejala menjadi berat (Munir, 2. Menurut Helper tahun 2008 bahwa sebagian besar ibu hamil 70-80% mengalami morning sickness dan sebanyak 1-2% dari semua ibu hamil mengalami morning sickness yang METODE Penelitian ini merupakan penelitian Analitik dan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan Di Wilayah Kerja Klinik Pratama Taman Sari 6. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juli 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil TM I dan II yang melakukn pemeriksaan pada bulan Februari - Agustus di Wilayah Kerja Klinik Pratama Taman Sari. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik total sampling seauai kriteri inklusi dan ekslusi, dan didapatkan 44 orang ibu hamil. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan Untuk membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara Emesis gravidarum pada kehamilan trimester I dengan anemia analisis Chi-square. Coresponden name and email HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang gravidarum pada kehamilan trimester I dan II dengan anemia diperoleh hasil sebagai Kejadian Anemia Emesis Gravidarum Emesis Tidak Emesis Total Anemia p / pValue Total Tidak Anemia Hasil analisa menggunakan uji Chi-Square p=0,002 menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara emesis gravidarum dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester I dan II Wilayah Kerja Klinik Taman Sari 6. Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energy. Karena itu, kebutuhan energy dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Peningkatan energy dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya organ kandungan, serta perubahan komposisi dan metabolism tubuh ibu. Sehingga kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tidak tumbuh sempurna. Karena peningkatan jumlah konsumsi, makan perlu ditambah terutama konsumsi pangan sumber energy untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Namun pada Trimester I dan II ibu hamil masih sering mengalami mual dan muntah yang mengakibatkan asupan nutrisi bagi ibu Jurnal Ibu dan Anak Vol. 12 No. November 2024, pp. 48 Ae 52 ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. maupun janin tidak optimal (Septiani. Mual dan muntah terjadi pada 6080% primigravida dan 40-60% terjadi pada multigravida. Emesis gravidarum hiperemesis gravidarum menyebabbkan ibu muntah terus menerus tiap kali minum maupun makan, akibatnya tubuh ibu sangat lemah, muka pucat, dan frekuensi buang air kecil menurun drastic sehingga cairan tubuh semakin berkurang hingga menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan (Atiqoh, 2. Trimester pertama kehamilan merupakan masa kritis saat janin berada dalam tahap awal pembentukan organ-organ Jika janin mengalami kekurangan tertentu pembentukan organ yang sempurna bisa mengalami kegagalan. Selain itu janin berisiko lahir dengan berat badan lahir rendah. Berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi mual muntah pada masa kehamilan bisa dilakukan secara farmakologis maupun non farmakologis (Sari, 2. Pada ibu hamil, volume plasma darah meningkat sebanyak 50% dan masa sel darah merah bertambah 20-30%. Hal ini mengakibatkan kadar hemoglobin menurun dari jumlah rata-rata yaitu 11-14 g/dL (Krisnatuti, 2. Volume plasma yang terekspansi menurunkan hematokrit (H. dan konsentrasi hemoglobin (H. Ekspansi volume darah terjadi pada TM I dan TM II kehamilan, tepatnya pada minggu ke 6 kehamilan dan maksimum terjadi pada minggu ke 24 kehamilan. Apabila terjadi ekspansi volume plasma yang terus-menerus namun tidak diimbangi dengan peningkatan produksi eritropoetin dapat menurunkan Coresponden name and email kadar Hb, konsentrasi Hb, atau hitung eritrosit di bawah normal sehingga timbul anemia pada kehamilan (Bakta, 2. Efek anemia bagi ibu dan janin bervariasi dari ringan sampai berat. Bila kadar hemoglobin lebih rendah dari 6 g/dL, maka dapat timbul komplikasi yang signifikan pada ibu dan janin. Kadar hemoglobin serendah itu tidak dapat mencukupi kebutuhan oksigen janin dan dapat menyebabkan gagal jantung pada ibu. Selain itu anemia pada ibu hamil juga pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak, abortus, lamanya waktu partus karena kurang daya dorong rahim, pendarahan postpartum dan rentan infeksi ( Sari, 2. Dari hasil penelitian, peneliti berasumsi bahwa sebagian besar ibu hamil mengalami anemia karena disebabkan kurangnya asupan nutrisi yang mengandung zat besi. Pada trimester I dan II awal biasanya ibu hamil mengalami nausea . ataupun emesis . yang menyebabkan ibu kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang atau makanan bervariasi, sehingga absorbsi makanan didalam tubuh tidak berlangsung dengan baik yang dapat mempengaruhi dampak kesehatan ibu dan Oleh karena itu pada awal trimester I hendaknya ibu hamil mengkonsumsi makanan dengan porsi sedikit tapi sering, dengan banyak mengkonsumsi buahbuahan/sayur-sayuran dan menghindari makanan yang dapat merangsang mual dan muntah agar absorbsi makanan yang dikonsumsi diserap dengan baik oleh tubuh. Selama kehamilan ibu hamil harus menjaga dan meningkatkan pasokan gizi yang diperlukan oleh ibu dan janin, dan Jurnal Ibu dan Anak Vol. 12 No. November 2024, pp. 48 Ae 52 ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. peningkatan jumlah konsumsi makan perlu ditambah terutama konsumsi pangan sumber energi untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. DAFTAR PUSTAKA