Jurnal Surya Beton JURNAL ILMU TEKNIK SIPIL Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 p-ISSN : 0216-938x, e-ISSN : 2776-1606 SURYA BETON https://jurnal. id/index. php/suryabeton Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Gerakan Tanah di Desa Wonotopo Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Nurmansyah Alami1. Eksi Widyananto1. Tri Maiyandri Alfarizi1,* Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Purworejo1 Email: trimaiyandri925@gmail. Abstrak. Desa Wonotopo merupakan salah satu daerah di Kecamatan Gebang yang mempunyai tingkat kerentanan menengah sampai tinggi untuk terjadinya gerakan tanah. Gerakan tanah terjadi pada tanggal 20 Desember 2017, dengan jenis rayapan disertai longsoran yang dipicu oleh hujan deras sejak malam hari, setelah 2 hari turun hujan dengan intensitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat di Desa Wonotopo dan faktor apa saja yang menjadi kendala masyarakat dalam menghadapi bencana gerakan tanah. Metode yang digunakan deskriptif dengan analisis kuantitatif, kuesioner digunakan untuk mendapatkan data. Hasil penelitian tingkat kesiapsiagaan dihitung berdasarkan nilai interval dan rata-rata dari setiap parameter yang terdiri dari pengetahuan, sikap, rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana dan mobilisasi sumber daya, setelah dilakukan analisis data menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana gerakan tanah masuk ke dalam kategori siap, dengan jumlah skor rata-rata 96,30. Kata Kunci : bencana alam, gerakan tanah, kesiapsiagaan masyarakat. Abstrack. Wonotopo Village is one of the areas in Gebang District that has a medium to high level of vulnerability to ground movement. The ground movement occurred on December 20 2017, with the type of creeping accompanied by landslides triggered by heavy rain since the evening, after 2 days of high intensity rain. This research aims to analyze the level of community preparedness in Wonotopo Village and what factors hinder the community in dealing with land movement disasters. The method used is descriptive with quantitative analysis, questionnaires are used to obtain data. The research results of the level of preparedness are calculated based on the interval and average values of each parameter consisting of knowledge, attitudes, emergency response plans, disaster warning systems and resource mobilization. After data analysis, it shows that the level of community preparedness for land movement disasters is within ready category, with an average score of 96. Keyword : natural disasters, land movements, community preparedness. Pendahuluan Desa Wonotopo. Kecamatan Gebang merupakan salah satu daerah di Kabupaten Purworejo yang terletak di wilayah perbukitan. Lokasi gerakan tanah yang terjadi di Desa Wonotopo merupakan daerah bergelombang tidak teratur dengan relief rendah hingga kasar dan kemiringan lereng A 45A. Bencana gerakan tanah melanda tiga dusun di antaranya Dusun Ngaglik. Dusun Separang dan Dusun Krajan. Dampak yang disebabkan oleh gerakan tanah yaitu 1 rumah hancur, 12 rumah rusak berat, 15 rumah rusak ringan, 2 ruas jalan Dusun rusak dan putus, tercatat 177 KK dari 514 jiwa penduduk mengungsi ke 4 pos yang telah disiapkan dan sudah dilakukan pemeriksaan oleh tim tanggap darurat PVMBG dengan nomor surat laporan 089/45/BGL. V/2018. Faktor pemicuh terjadinya gerakan Nurmansyah Alami dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . tanah di Desa Wonotopo disebabkan oleh hujan deras sejak malam hari, setelah 2 hari turun hujan dengan intensitas tinggi, mengakibatkan air terakumulasi dan masuk ke dalam tanah melalui celah retakan, menyebabkan bobot masanya bertambah serta daya ikatnya berkurang. Akibat dari fenomena tersebut tanah akan menjadi kritis dan tidak setabil, sehingga terjadilah rayapan disertai dengan rekahan yang dapat merusak bangunan, lahan pertanian, kolam dan putusnya ruas jalan. Dengan kondisi geologi dan faktor pemicuh gerakan tanah tersebut, maka diperlukan upaya peningkatan kesiapsiagaan kepada masyarakat, untuk dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan, lenyapnya harta benda dan lain-lain. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan analisis kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Wonotopo. Kecamatan Gebang. Kabupaten Purworejo. Obyek penelitian ini adalah masyarakat di Desa Wonotopo. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus sampai 31 Oktober 2023. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 421 KK . ata pokok Desa Bulan 4 Tahun 2. Metode untuk pengambilan sampel menggunakan metode Non-Probability Sampling dengan teknik Purposive Sampling. Jumlah sampel diperoleh dengan menggunakan rumus sloving Sugiyono, . dalam Putri, dkk . , sebagai berikut ini. ycA 1 ycAyceA 1 421. A 5,21 ycu = 80,806 dibulatkan menjadi 81 KK ycu= Keterangan: n = Jumlah sampel N = Besar populasi E = Error tolerance . atas toleransi kesalaha. Jenis data dalam penelitian ini terbagai menjadi dua, yaitu data sekunder yang terdiri dari penelitian terdahulu, informasi kebencanaan dan data pokok desa, selanjutnya data primer yang terdiri dari hasil pengisian kuesioner, hasil observasi dan dokumentasi. Instrumen pada penelitian ini terdiri dari Instrumen angket berdasarkan 25 item pernyataan yang dibagi menurut parameter kesiapsiagaan. Observasi dilakukan dengan cara wawancara menggunakan lembar observasi di kantor Desa Wonotopo lalu melakukan pembuktian langsung ke lapangan dan Software SPSS 22 (Statistical Product and Service Solutio. untuk pengolahan data kesiapsiagaan masyarakat. Teknik skoring pada kuesioner kesiapsiagaan menggunakan skala likert dengan 5 alternatif model yaitu sangat setuju (SS) dari setiap pertanyaan diberi skor 5, setuju (S) diberi skor 4, ragu-ragu (RR) diberi skor 3, tidak setuju (TS) diberi skor 2 dan apabila jawaban sangat tidak setuju (STS) diberi skor 1 Maryuliana, dkk . Hasil Penelitian Jumlah item pernyataan pada penelitian ini sebanyak 25 butir dengan total responden sebesar 81 KK. Untuk mengetahui sah atau tidaknya item pernyataan maka dilakukan pengujian validitas menggunakan alat bantu Software SPSS. Hasil uji validitas terhadap 25 item pernyataan dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Uji Validitas No. Soal R-hitung df=. No. Soal R-hitung 0,311 0,402 0,444 0,184 0,184 0,184 0,397 0,452 0,556 0,184 0,184 0,184 Nurmansyah Alami dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . No. Soal R-hitung 0,459 0,382 0,349 0,328 0,518 0,244 0,335 0,714 0,516 0,576 Sumber : analisa data, 2023 0,184 0,184 0,184 0,184 0,184 0,184 0,184 0,184 0,184 0,184 No. Soal R-hitung 0,193 0,636 -0,078 0,513 0,535 0,537 0,212 0,323 0,440 0,184 0,184 0,184 0,184 0,184 0,184 0,184 0,184 0,184 Dari uji validitas, terdapat 24 item pernyataan yang dinyatakan valid dan terdapat 1 item pernyataan yang tidak valid, karena nilai r hitung lebih kecil dari nilai kritik DF (Degree of Freedo. Pernyataan yang tidak valid dihilangkan dan tidak diikutsertakan pada pengolahan data selanjutnya. Pengolahan data selanjudnya yaitu uji reliabilitas dengan menggunakan alat bantuan Software SPSS. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas CronbachAos Alpha N of items 0,806 Sumber : analisa data, 2023 Berdasarkan Tabel 2 di atas, didapatkan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,806 sehingga lebih besar dari niai acuhan yaitu 0,70 dan dapat disimpulkan bahwa instrumen dengan 24 item pernyataan dapat dinyatakan reliabel dengan penafsiran derajat reliabilitas tinggi. Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya menghitung jarak interval dari setiap parameter kesiapsiagaan yaitu pemgetahuan, sikap, rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana dan mobilisasi sumber daya. Untuk menentukan jarak interval antara belum siap, kurang siap, hampir siap, siap dan sangat siap digunakan rumus sebagai berikut ini. yaycycoycoycaEa ycycoycuyc ycyceycycycnycuyciyciycn Oe yaycycoycoycaEa ycycoycuyc ycyceycyceycuyccycaEa yaycycoycoycaEa ycycoycuyc ycnycuycyceycycycayco . Oe . 20 yaycaycycayco yaycuycyceycycycayco = yaycaycycayco yaycuycyceycycycayco = Tabel 3. Interval Skor Pengetahuan Skor 21 Ae 25 16 Ae 20 11 Ae 15 6 Ae 10 0Ae5 Sumber : Analisa data, 2023 Sangat Siap Siap Hampir Siap Kurang Siap Tidak Siap Dari perhitungan di atas, diperoleh jarak interval pada parameter pengetahuan sebesar 5 dengan penggunaan skala likert 5 poin, untuk lebih jelasnya interval skor pengetahuan dapat dilihat pada Tabel 3. Parameter pengetahuan terdiri dari 5 item pernyataan, parameter sikap terdiri dari 3 item pernyataan, parameter sistem peringatan bencana terdiri dari 4 item pernyataan, parameter rencana tanggap darurat terdiri dari 7 item pernyataan dan parameter Nurmansyah Alami dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . mobilisasi sumber daya terdiri 5 item pernyataan. Langkah selanjutnya adalah menghitung nilai rata-rata, untuk mengukur tingkat parameter pengetahuan. ycycu = Oc ycU1 Oc ycU2 Oc ycU3 Oc ycU4 Oc ycU5 ycu ycycu = 335 348 322 273 319 ycycu = = 19,72 Keterangan: ycycu : Nilai rata-rata Oc ycU : Nilai total dari setiap pertanyaan atau pernyataan ycu : Jumlah responden Dari perhitungan yang telah dilakukan dengan menggunakan rumus di atas, diperoleh nilai rata-rata parameter pengetahuan sebesar 19,70. Berdasarkan Tabel 3 tingkat parameter pengetahuan dari 81 responden di Desa Wonotopo. Kecamatan Gebang. Kabupaten Purworejo masuk dalam kategori siap. Dengan cara perhitungan yang sama dari setiap parameter, didapatkan hasil rata-rata secara berturut-turut yang dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Nilai Rata-rata Tingkat Kesiapsiagaan R-hitung 1 Pengetahuan 2 Sikap 3 Sistem Peringatan Bencana 4 Rencana Tanggap Darurat 5 Mobilisasi Sumber Daya 6 Total Keseluruhan Kesiapsiagaan Sumber : Hasil Angket Penelitian, 2023 Rata-rata Kategori 19,72 12,54 16,57 27,30 20,17 96,30 Siap Siap Siap Siap Siap Siap Parameter pengetahuan masuk ke dalam kategori siap, karena masyarakat memahami ciri-ciri, penyebab dan resiko bencana gerakan tanah di lingkuganya. Parameter sikap masuk ke dalam kategori siap, karena masyarakat setuju untuk saling berbagi informasi kejadian gerakan tanah di lingkunganya, dengan tas siaga bencana masyarakat akan lebih siap untuk menghadapi bencana. Parameter sistem peringatan bencana masuk ke dalam kategori siap, namun masyarakat lebih mengetahui alat peringatan dini tradisional dibanding modern, pemerintah setempat menyiapkan empat lokasi titik kumpul, untuk berlindung di saat kondisi darurat. Parameter rencana tanggap darurat masuk ke dalam kategori siap, karena ketika terjadi tanda-tanda gerakan tanah, masyarakat segera melapor kepada pemerintah setempat dan mengkoordinir anggota keluarga, untuk berlindung ke tempat yang aman. Parameter mobilisasi sumber daya masuk ke dalam kategori siap, karena setelah bencana, terdapat tim dari BPBD yang mengadakan sosialisasi, memberi informasi untuk mengurangi dampak bencana dan memantau perkembangan cuaca bersama warga setempat. Nurmansyah Alami dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Tabel 10. Hasil Observasi Parameter Ada Organisasi penanggulangan bencana Oo Sistem peringatan dini Oo Petunjuk evakuasi Oo Lokasi evakusasi Oo Membuat terasering Oo Membuat tembok penahan pada kaki lereng Sumber : Observasi penelitian di kantor Desa Wonotopo, 2023 Tidak Ada Oo Observasi telah dilakukan dengan wawancara bersama salah satu perangkat di kantor Desa Wonotopo, menggunakan lembar observasi disertai pembuktian langsung ke lapangan. Terdapat organisasi penanggulangan bencana yang siap membantu masyarakat terdampak bencana gerakan tanah, di antaranya BPBD. BPPESDM. TNI/Polri dan lembaga lainya. Terdapat sistem peringatan dini berupa teknologi tradisional yaitu kentongan, di 4 pos keamanan lingkungan dan modern yaitu alarm EWS di Desa Wonotopo, upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat di wilayah rawan bencana. Terdapat pembangunan kesiapsiagaan di Desa Wonotopo yaitu, petunjuk untuk evakuasi, jalur untuk evakuasi, dan titik kumpul sementara, yang telah diberi plang agar memudahkan masyarakat menyelamatkan diri, meskipun terdapat jalur evakuasi namun memiliki resiko tersendiri, dikarenakan medan jalan yang teralu menanjak dan terlalu menurun dapat berbahaya bagi para pengungsi yang melintasinya. Penanggulangan bencana gerakan tanah di Desa Wonotopo, pemerintah setempat menghimbau masyarakat untuk membuat terasering pada tebing bekas bencana. Sebagian jalan di Desa Wonotopo sudah di perbaiki dan di pindahkan ke lokasi yang lebih aman, tidak terdapat tembok penahan pada kaki-kaki lereng di lokasi bekas bencana yang bertujuan untuk mencegah terjadinya longsor. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan data tingkat kesiapsiagaan masyarakat, di Desa Wonotopo terhadap bencana gerakan tanah masuk dalam kategori siap, dengan nilai rata-rata 96,30. Dibuktikan dengan warga melakukan pencegahan dan penyelamatan dengan gotong royong, saling berbagi informasi bencana gerakan tanah dan memiliki keluarga atau kerabat yang siap membantu pada keadaan darurat. Setelah bencana masyarakat ikut memantau kondisi cuaca dan kondisi kejadian di titik bencana. Faktor kendala masyarakat dalam menghadapi bencana gerakan tanah di Desa Wonotopo yaitu, kendala masyarakat terhadap jalur evakuasi, walaupun merupakan rute tercepat untuk sampai ke titik kumpul, namun juga memiliki resiko tersendiri karena medan jalan yang terlalu menanjak atau terlalu menurun akan sangat berbahaya untuk para pengungsi yang melintasinya. Supaya pemahaman kesiapsiagaan bencana gearakan tanah semakin dimengerti dan dilaksanakan lebih baik, maka terdapat beberapa saran yaitu, masyarakat dihimbau agar selalu waspada terhadap kejadian yang mendukung bencana, terutama pada musim hujan dan selalu mengingatkan kepada tetangga sekitar, untuk menjaga dan merawat Pemerintah setempat diharapkan melibatkan generasi muda untuk mengikuti kegiatan pelatihan, penyuluhan dan sosialisasi kebencanaan. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan penggunaan bahasa dalam angket atau kuesioner lebih disederhanakan, untuk mempermudah responden dalam mengisi kuesioner dan menambah banyaknya item pernyataan yang digunakan dalam angket atau kuesioner. Daftar Pustaka