PENGARUH PERMINTAAN. PASOKAN. BIAYA KENDARAAN. DAN KONDISI CUACA TERHADAP PENENTUAN HARGA DAUN BAWANG DI PASAR TRADISIONAL PANORAMA THE EFFECT OF DEMAND. SUPPLY. VEHICLE COSTS. AND WEATHER CONDITIONS ON THE PRICING OF ONION LEAVES IN THE PANORAMA TRADITIONAL MARKET Riski Dwi Utami1*. Rika Dwi Yulihartika2. Ana Nurmala3 1,2,3 Pertanian/Agribisnis. Universitas Dehasen Bengkulu *Korespondensi Email : Riskitami07@gmail. ARTICLE HISTORY Received . August 2. Revised . August 2. Accepted . September 2. KEYWORDS Harga, pasokan, pasar panorama ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk megetahui hubungan pengaruh variabel bebas . ermintaan, pasokan, biaya kendaraan, dan kondisi cuac. terhadap variabel terikat . arga jual daun bawan. di Pasar Panorama Kota Bengkulu. Sampel yang digunakan ialah penjual daun bawang di pasar Panorama yang berjumlah 33 prang menggunakan teknik penentuan sampel berupa metode penetuan sampel jenuh. Adapun metode analisis data yang digunakan ialah analisis regresi linier berganda untuk mengetahui korelasi antara variabel tetap dan variabel bebas. Setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh simultan antara variabel tetap dan variabel bebas. Dimana ke empat variabel bebas berpengaruh secara parsial terhadap variabel tetap. ABSTRACT This is an open access article under the CCAe BY-SA license This study aims to determine the relationship between independent variables . emand, supply, vehicle costs, and weather condition. and the dependent variable . elling price of spring onion. at Panorama Market in Bengkulu City. The sample used consisted of 33 spring onion sellers at Panorama Market, using a saturated sampling method. The data analysis method used was multiple linear regression analysis to determine the correlation between the dependent and independent variables. The results of the study showed that there is a simultaneous influence between the dependent and independent variables. Where the four independent variables have a partial influence on the dependent variable. PENDAHULUAN Pasar Panorama Bengkulu merupakan salah satu pusat distribusi utama bagi komoditas pertanian di Kota Bengkulu, termasuk daun bawang. Sebagai pasar tradisional yang menjadi tempat transaksi utama antara pedagang dan konsumen, dinamika harga di Pasar Panorama dapat memberikan gambaran tentang bagaimana faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi harga daun bawang. Harga di pasar ini dapat berubah dari waktu ke waktu tergantung pada tingkat pasokan yang berasal dari daerah produsen, pola konsumsi masyarakat, serta biaya yang dikeluarkan pedagang dalam proses distribusi dan pemasaran (Rahmawati & Nugroho, 2. Oleh karena itu, memahami faktor-faktor yang mempengaruhi harga daun bawang di tingkat pengecer sangat penting untuk mengidentifikasi pola harga serta memberikan informasi yang berguna bagi pelaku pasar dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda, yang bertujuan untuk mengukur hubungan antara faktor faktor tersebut dengan harga daun bawang di tingkat Pendekatan ini dilakukan secara deduktif, dimulai dari teori ekonomi mengenai harga komoditas pertanian, kemudian diterapkan pada kasus spesifik harga daun bawang di pasar panorama bengkulu (Sugiyono, 2. Dengan menggunakan data empiris yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi harga dipasar, penelitian ini akan menguji apakah faktor faktor seperti pasokan, permintaan, biaya transportasi, dan kondisi cuaca memiliki pengaruh signifikan terhadap harga bawang daun. JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 3 September 2025 page: 325 Ae . METODE PENELITIAN Penelitian yang berlokasi di pasar Panorama ini dilakukan pada bulan Juli tahun 2025 dan merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan terdiri dari data promer dan data skunder yang diperoleh menggunakan metode wawancara, observasi dan pengisian kuesioner oleh responden peelitian. Populasi dan Sampel populasi merupakan objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syaratsyarat tertentu berkaitan masalah penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh pedagang pengecer Daun Bawang yaitu sebanyak 33 orang. Sementara sampel adalah bagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti. metode penetuan sampel jenuh atau total sampling adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah Pedagang Pengecer Daun Bawang di Pasar Panorama yang berjumlah 33. Alasan menggunakan seluruh populasi menjadi sampel adalah dikarenakan mewakili seluruh populasi karena jika kurang dari 100 populasi, maka dijadikan sampel penelitian semuanya, oleh karena itu peneliti mengambil 33 sampel. Analisis Data Penelitian ini menggunakan analisis yang meliputi skala likert, uji regresi linier berganda, analisis koefisien determinasi (R. , dan uji hipotesis yang meliputi uji T dan uji F. Semua uji dilakukan dengan bantuan SPSS . Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data yang bersifat kualitatif, maka data yang bersifat kualitatif ini diberi skala sehingga menjadi data yang bersifat kuantitatif. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Pasar Panorama Penelitian ini dilakukan di Pasar Induk Panorama yang terletak di Jalan Danau. Kelurahan Panorama. Kecamatan Singaran Pati. Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan mulai dari tanggal 1 hingga 31 Juli tahun 2025, artinya waktu penelitian dilakukan selama satu bulan. Pasar Panorama merupakan salah satu pasar tradisional terbesar yang berada di Kota Bengkulu. Pasar ini terletak dipinggir jalan dan terhubung dengan beberapa akses jalan sehingga sangat strategis. Pada awal pembangunannya, dilokasi pasar Panorama juga dibangun terminal bus antar kota dalam Provinsi Bengkulu. Namun dikarenakan sering menyebabkan kemacetan maka fungsi terminal pada pasar Panorama dinonaktifkan. Pada sepanjang jalan pasar Panorama selain pusat pasar juga terdapat bangunan ruko dan toko yang menjual bahan bangunan, elektronik, pakaian, bahan pecah bela hingga beberapa apotek. Sehingga pasar Panorama ini sering disebut sebagai pasar serba ada. Sementara pada pusat pasar Panorama terdapat banyak penjual hasil pertanian, pakaian, ikan, daging, toko manisan dan masih banyak lagi. Kondisi Geografis Pasar Panorama Keberadaan pasar di suatu daerah merupakan tempat terjadinya kegiatan ekonomi, pasar juga merupakan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar dari sektor retribusinya. Oleh karena itu di pasar jugalah merupakan tempat arus perputaran uang terbesar. Pasar Panorama berdiri sejak Pada tahun 1995 mulai dibangun ruko-ruko untuk tempat berdagang para pedagang. Pasar Panorama menempati lahan seluas 4 hektar dengan 1658 bagian yang terdiri dari kios, auning, toko, dan Pada awalnya pasar Panorama merupakan pasar harian atau pasar mingguan kemudian berkembang dan dijadikan sebagai Terminal Panorama. Seiring berjalannya waktu maka pemerintah kota Bengkulu merubah lokasi pasar terminal Panorama menjadi Pasar Tradisional Panorama Kota Bengkulu Pasar Panorama berlokasi di Kelurahan Panorama. Kecamatan Singaran Pati. Kota Bengkulu. Pasar Panorama dekat dengan kompleks pemukiman penduduk Perumnas Lingkar Timur. Panorama. Jalan Mangga, dan Jalan Belimbing. Pasar panorama juga mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut : Sebelah utara : Jalan Salak Sebelah Selatan : Jalan Belimbing Sebelah Timur : Jalan Kedondong Sebelah Barat : Jalan Semangka3 Pasar JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 3 September 2025 page: 325 Ae . 326 Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah setiap butir pertanyaan dalam kuesioner benarbenar mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Pada penelitian ini. No Faktor Permintaan Pasokan Biaya Kendaraan Kondisi Cuaca Pertanyaan 1 Pertanyaan 2 Pertanyaan 3 Pertanyaan 4 Pertanyaan 5 Sumber: data olahan, 2025 Tabel 1. Hasil Uji Validitas R Hitung R Tabel 0,588 0,3440 0,579 0,3440 0,587 0,3440 0,661 0,3440 0,3440 0,651 0,3440 0,624 0,3440 0,463 0,3440 0,093 0,3440 Sig 0,000 0,000 0,029 0,037 0,011 0,036 0,028 0,013 0,066 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa hampir semua item pertanyaan pada kuesioner penelitian valid. Adapun dari ke sepuluh item pertanyaan hanya pertanyaan ke lima dari faktor kondisi cuaca yang tidak valid. Adapun pertanyaan harga tidak termasuk dalam uji validitas dikarenakan merupakan variabel tetap. Pertanyaan yang tidak valid maka tidak bisa digunakan sebagai data pada analisis berikutnya. Sehingga pertanyaan untuk faktor kondisi cuaca hanya tersisah empat pertanyaan Uji Reliabilitas Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Reliability Statistics Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Cronbach' s Alpha Reliability Statistics Reliability Statistics Sumber : Data Olahan, 2025 Berdasarkan tabel di atas menunjukkan nilai Cronbach's Alpha dari ke sembilan item pertanyaan pada penelitian sebesar 0,84. Ghozali . mengatakan bahwa Jika nilai Cronbach Alpha Ou 0,6 maka instrumen homogenitas item . Sehingga dapat diartikan bahwa ke sembilan item ini Uji Regresi Linier Berganda Uji Determinasi (R. Tabel 3. Hasil Uji Determinasi (Model Summar. Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. , cuaca, permintaan, kendaraan. Sumber: Data Olahan, 2025 Pada tabel model summaary uji R2 di atas diketahui bahwa R Square sebesar 0,741 . asil kuadrat dari 0,. R Square disebut koefisien determinan yang dalam hal ini 74%. Dari nilai tersebut dapat diartikan bahwa penggunaan metode demonstrasi dengan metode ini menunjukkan ke empat variabel berpengaruh sebesar 74% . Sementara sisanya 36% dipengaruhi variabel lainnya. Pada penelitian berjudul Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Harga Daun Bawang Pada Tingkat Pengecer Di JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 3 September 2025 page: 325 Ae . 327 Pasar Panorama terdiri dari 5 variabel yang terdiri dari Pasokan (X. , permintaan (X. Biaya Kendaraan (X. Kondisi Cuaca (X. dan Harga (Y). Uji Hipotesis Uji Simultan (Uji F) Uji F merupakan pengujian hubungan regresi secara simultan yang bertujuan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen bersama sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Menentukan daerah penerimaan H0 dan Ha dengan menggunakan distribusi Anova, titik kritis dicari pada tabel distribusi F dengan tingkat kepercayaan ( ) =5%. Tabel 4. ANOVA . asil uji F) Sum Squares Mean Square F Model Regression Residual Total Ket: Dependent Variable: harga Predictors: (Constan. , cuaca, permintaan, kendaraan, pasokan Sig. Dimana diketahui : F tabel = Df1= k-1 = 4 Df2 = n-k= 28 Maka. F tabel = 2,714 Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai F hitung sebesar 5,419 diaman nilai ini lebih besar dari nilai F tabel. Selain itu nilai signifikan yang diperoleh sebesar 0,002 yang lebih kecil dari 0,5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ke empat variabel pada penelitian ini berpengaruh secara simultan terhadap variabel harga. Sehingga H0 dinyatakan ditolak dan H1 diterima. Uji Parsial (Uji T) Uji t Parsial memungkinkan peneliti untuk menilai apakah setiap variabel independen dalam model regresi memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen secara individu. Dengan kata lain, peneliti bisa mengetes hipotesis. Keputusan diambil berdasarkan nilai t hitung dan nilai pAcvalue (Sig. Jika p-value < 0,05 atau t hitung > t tabel, maka variabel dianggap berpengaruh signifikan. Adapun penentuan nilai T tabel sebagai berikut: T tabel = n-k. 0,05 = 33-5. 0,05= 28. 0,05=2,048 Dimana n adalah jumlah responden dam k jumlah variable Tabel 5. Coefficientsa . asil uji . Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. Permintaan Pasokan Kendaraan Cuaca Dependent Variable: harga Sumber: Data Olahan, 2025 Berdasarkan tabel hasil uji t di atas maka dapat diuraikan sebagai berikut: Pada tabel di atas menunjukkan nilai t hitung untuk variabel permintaan (X. sebesar 4,295 > dari t tabel 2,084. Nilai signifikan dari variabel permintaan (X. sebesar 0,00 dari t tabel 2,084 dan nilai signifikan yang dihasilkan 0,02<0,05 sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Maka dapat dikatakan bahwa variabel pasokan dari penjual daun bawang berpengaruh secara signifikan terhadap harga jual daun Berdasarkan hasil uji t dapat dilihat bahwa nilai t hitung pada variabel biaya kendaraan . > dari nilai t tabel 2, 084. Selain itu nilai dari signifikan sebesar 0,002< dari 0,05. Maka H1 diterima dan H0 ditolak dengan arti variabel biaya kendaraan berpengaruh secara parsial terhadap harga jual daun bawang di pasar panorama. Variabel terakhir ialah kondiri cuaca dengan nilai t hitung 5,369 > dari nilai t tabel 2,084. Dan nilai signifikan sebesar 0,00< dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa kondisi cuaca memberikan pengaruh secara parsial terhadap harga jual daun bawang. Sehingga H1 dikatakan diterima dan H0 ditolak. KESIMPULAN Setelah melakukan peelitian dengan waktu kurang lebih selama satu bulan maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara keseluruhan ke empat variabel yang terdiri dari penerimaan, pasokan, biaya kendaraan dan kondisi cuaca berpengaruh secara simultan terhadap harga jual daun bawang di pasar panorama. UCAPAN TERIMA KASIH Pada penelitian ini dengan segala kerendahan hati dan keikhlasan untuk menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar besarnya kepada pembimbing dan seluruh Dosen dan Staf Fakultas Pertanian Program Studi Agribisnis Universitas Dehasen Bengkulu. DAFTAR PUSTAKA