Yudi Budianto,dkk | 8 KENAIKAN KADAR KOLESTROL DITINJAU DARI KONSUMSI GORENGAN Yudi Budianto1. M Agung Akbar2 Dosen Prodi Keperawatan1,2. STIKes Al-MaAoarif Baturaja1,2 E-mail: tukangsunat03@gmail. com1, magungakbar24@gmail. ABSTRACT Cholesterol is a fatty substance circulating in the blood, yellowish in color and in the form of a wax, which is produced by the liver and is needed by the body. Cholesterol is a non-hydrolyzed lipid group and is the main sterol in human tissues. In general, the aim of the study is to find out the relationship between fried food consumption and the increase in cholesterol levels. This study includes research that uses quantitative correlation methods with a Cross Sectional approach and the number of samples is 33 The variables studied were presented in the form of afrequency distribution table and tested by univariate and bivariate analysis, using a demographic data questionnaire, fried food consumption questionnaire and cholesterol level measurement using a cholesterol measuring instrument. Based on the results of the study showed that 33 respondents, mostly students, had normal cholesterol levels of 16 . 5%) and high cholesterol levels of 17 . 5%). As forthe consumption of fried foods, according to the results of the study showed that respondents in the yes category consumed fried foods 25 . 8%) . and the category of not consuming fried foods amounted to 8 respondents . 2%). From the results of the statistical analysis of the chi-square test, it shows that there is a significant relationship with fried food consumption with an increase in cholesterol levels in the Al- Ma'arif Baturaja akper in 2021. At = 05 with value = 0. 001 which means that there is a significant relationship between fried food consumption and Cholesterol Levels. The conclusion in this study is that there is a relationship between fried food consumption and the increase in cholesterol levels. Keywords : Fried food. Increase in cholesterol levels ABSTRAK Kolesterol adalah suatu zat lemak yang beredar di dalam darah, berwarna kekuningan dan berupa seperti lilin, yang diproduksi oleh hati dan sangat diperlukan oleh tubuh. Kolesterol termasuk golongan lipid yang tidak terhidrolisis dan merupakan sterol utama dalam jaringan tubuh manusia. Secara umum tujuan penelitian adalah diketahuinya hubungan konsumsi gorengan terhadap kenaikan kadar kolestrol. Penelitian ini termasuk penelitian yang menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional dan jumlah sampel 33 mahasiswa. Variabel Ae variabel yang di teliti disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan di uji dengan analisis univariat dan bivariat, yaitu dengan menggunakan instrumen kuesioner data demografi, kuisioner konsumsi gorengan dan pengukuran kadar kolestrol dengan menggunakan alat ukur kolestrol. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa 33 responden yang sebagian besar mahasisw amemiliki kadar kolestrol normal 16 . ,5%) dan kadar kolestrol tinggi 17 . ,5%) . Sedangkan untuk konsumsi gorengan, menurut dari hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang kategori iya konsumsi gorengan 25. ,8%) . dan kategori tidak konsumsi gorengan berjumlah 8 responden . ,2%). Dari hasil analisis statistic uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna terhadap Konsumsi Gorengan dengan Kenaikan kadar kolestrol di akper Al- MaAoarif Baturaja Tahun 2021. Pada = 0,05 dengan A value = 0,001 yang berarti bermakna antara Konsumsi gorengan dengan Kadar Kolestrol. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapathubungan konsumsi gorengan terhadap kenaikan kadar kolestrol. Kata Kunci : Konsumsi Gorengan. Kenaikan Kadar Kolestrol Jurnal Kesehatan Abdurahman Palembang Vol. 11 No. September 2022 Yudi Budianto,dkk | 9 PENDAHULUAN Kolesterol adalah suatu zat lemak yang beredar di dalam darah, berwarna kekuningan dan berupa seperti lilin, yang diproduksi oleh hati dan sangat diperlukan oleh tubuh. Kolesterol termasuk golongan lipid yang tidak terhidrolisis dan merupakan sterol utama dalam jaringan tubuh manusia (Bogoriani dan Ratnayani, 2. Tingginya kadar kolesterol di dalam darah merupakan permasalahan yang serius karena merupakan salah satu faktor risiko dari berbagai macam penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan diabetes mellitus. Bedasarkan penelitian yang telah dilakukan risiko terjadinya ateroklerosis yang merupakan penyebab PJK akan meningkat apabila kadar kolesterol total didalam darah melebihi batas normal (Yoeantafara dan Martini, 2. Pembentukan melibatkan proses inflamasi sebagai inisiator maupun propagator . empercepat proses Bukti pembentukan plak aterosklerosis adalah dengan ditemukannya peningkatan penanda inflamasi yaitu interleukin-6, dan tumor necrosisfactor alfa pada penderita penyakit kardiovaskuler. Faktor-faktor mempengaruhi terjadinya disfungsi endotel, pada kondisi hiperkolesterolemia yang dipicu pengeluarannya oleh makrofag . oam cel. akibat ox-LDL yang menghasilkan keadaan stress oksidatif (Bogoriani dan Ratnayani. Kadar kolesterol yang berlebih dalam darah akan akan mudah melekat pada dinding sebelah dalam pembuluh darah. LDL yang berlebih melalui proses oksidasi akan membentuk gumpalan yang jika gumpalan semakin membesar akan membentuk benjolan yang akan mengakibatkan penyempitan saluran pembuluh darah. Proses ini biasanya disebut dengan atheroklerosis (Yoeantafara Martini, 2. Jajanan berupa gorengan merupakan makanan yang banyak dijual dan di konsumsi oleh masyarakat di seluruh Indonesia dengan harga yang murah dengan rasa yang cukup menggugah selerah. Namun, demikian konsumsi gorengan yang terlalu sering bukanlah hal yang baik bagi kesehatan. Biasanya para penjual gorengan akan memakai minyak goreng yang selalu dipanaskan dan digunakan berulang-ulang. Minyak yang mengandung asam lemak tak (Polyunsaturated Fatty Acid/PUFA) diakui dapat kolesterol darah serta meningkatkan nilai kesehatan lainnya. Namun jika digunakan untuk menggoreng secara berulangulang, maka asam lemak tidak jenuh . aik dariminyak penggoreng maupun dari makanan yang digoren. akan berubah menjadi asam lemak "Trans", gugus peroksida serta senyawa radikal bebas lainnya yang dapat merangsang terjadinya keganasan. Sedangkan minyak yang mengandung asam lemak jenuh (Saturated Fatty Acid/SFA) lebih mampu bertahan terhadap panas dan tidakakan berubah menjadi asam lemak trans maupun senyawa berbahaya lainnya. Menurut beberapa masalah kesehatan akan pembentukan lemak Hipertensi (Bogoriani dan Ratnayani, 2. Menurut WHO . , prevalensi global peningkatan kolesterol total pada orang dewasa adalah 39% . % untuk laki-laki dan 40% untuk wanit. Peningkatan kolesterol total merupakanpenyebab utama beban penyakit baik di negara maju maupun berkembang, salah satunya di Amerika, prevalensi penyakit hiperkolesterolemia mencapai 16,2% pada usia Sedangkan di Bangladesh dan Nepal hiperkolesterolemia (Lestari. Handini, & Sinaga, 2. Data di Indonesia yang diambil daririset kesehatan dasar nasional (RISKESDAS) tahun 2013 menunjukkan ada 35,9 % dari penduduk Indonesia yang berusia Ou15 tahun dengan kadar kolesterol abnormal . erdasarkan NCEP ATP i, dengan kadar kolesterol Ou mg/d. dimana perempuan leibih banyak dari Data RISKESDAS mempunyai proporsi LDL yang sangat tinggi (Ou500mg/d. (Anwar TB, 2. dalam (Lestari et al. , 2. Provinsi Sumatera Selatan khususnya kota Palembang merupakan salah satu wilayah Indonesia yang mempunyai prevalensi Jurnal Kesehatan Abdurahman Palembang Vol. 11 No. September 2022 Y u d i B u d i a n t o , d k k | 10 Kolestrol yang tinggi dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain. Berdasarkan data dari Dinkes Provinsi Sumatera Selatan, jumlah penderita Kolestrol pada tahun 2018 sebesar 902 orang dan pada tahun 2019 berjumlah 270 orang. Hasil penelitianyang diadakan di Palembang pada tahun 2020 menunjukkan bahwa prevalensi Kolestrol di Palembang pada tahun 2020 adalah sebesar 14,9%. (Tjekyan. Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu . , diketahui bahwa pasien dengan kadar kolestrol tinggi merupakan penyakit ketiga dari sepuluh penyakit terbanyak dengan jumlah kasus 1564 pada tahun 2019. Berdasarkan rekap data terakhir kunjungan pasien tersebut, maka kasus Hiperkolestrol di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukaraya Kabupaten Ogan Komering Ulu dapat dikategorikan relatif tinggi dengan Jumlah Kasus 395 jiwa. Dari Uraian diatas maka penulis tertarik untuk meneliti Karya Tulis ilmiah yang berjudul yaitu Hubungan Konsumsi Gorengan terhadap kenaikan kadar kolestrol pada mahasiswa akper Al- MaAoarif Baturaja Tahun HASIL PENELITIAN Analisa Univariat Karakteristik Responden Umur Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur Pada Mahasiswa Akper Al-MaAoarif Baturaja Tahun 2021 No Umur 18 Ae 20 21 Ae 25 Jumlah Jumlah Persentase 66,7% 33,3% Berdasarkan tabel 1. di ketahui bahwa dari 33 responden di dapatkan mahasiswa dengan kategori umur 18-20 sebanyak 22 . ,7%) responden, mahasiswa dengan umur 21 Ae 25 sebanyak 11. ,3%). Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel METODE PENELITIAN Desain penelitian ini menggunakan deskriftif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2021 di kampus akper Al-MaAoArif Baturaja. Sampel pada penelitian ini mahasiswa Tingkat I dan Tingkat II Yang berjumlah 33 Mahasiswa. Sampel diambil dengan metode Total Sampling. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen adalah konsumsi gorengan dan variabel dependenya adalah kadar kolesterol. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa Kuesioner data demografi (Arikunto, 2. Kuisioner konsumsi gorengan dan Pengukuran kadar Kolestrol dengan menggunakan alat ukur Kolestrol. Data yang terkumpul kemudian di sajikan dalam bentuk tabel dan selanjutnya dilakukan analisis dengan SPSS Kai Kuadrat dengan tingkat signifikan 0,05. Berdasarkan Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Pada Mahasiswa Akper Al MaAoarif Baturaja Tahun 2021 Jenis Kelamin Laki Ae laki Perempuan Jumlah Jumlah Persentase 63,6% 36,4% 100,0% Berdasarkan tabel 2. di ketahui bahwa dari 33 responden di dapatkan mahasiswa dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 21 . ,4%) responden dan mahasiswa dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 12 . ,4%) Karakteristik Responden Kadar Kolestrol Tabel 3. Distribusi Frekuensi Responden menurut Kadar Kolestrol di Akper Al- MaAoarif Baturaja Tahun 2021 No Kolestrol Normal Tinggi Jumlah Jumlah Persentase 48,5% 51,5% Jurnal Kesehatan Abdurahman Palembang Vol. 11 No. September 2022 Y u d i B u d i a n t o , d k k | 11 Berdasarkan tabel 3. di ketahui bahwa dari 33 responden didapatkan bahwa terdapat 16 mahasiswa yang kadar kolesterolnya nornmal . ,5%) dan 17 mahasiswa yang kadar kolesterolnya tinggi . ,5%) Karakteristik Responden Konsumsi Gorengan Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden menurut Konsumsi Gorengan di Akper Al- MaAoarif Baturaja Tahun 2021 Konsumsi Gorengan Iya Tidak Jumlah Jumlah Persentase 75,8% 24,2% Berdasarkan tabel 4 di ketahui bahwa dari 33 responden didapatkan bahwa terdapat 25 mahasiswa yang hobi mengkonsumsi gorengan . ,8%) dan 8 mahasiswa yang tidak hobi mengkonsumsi gorengan . ,2%) . Analisa Bivariat Hubungan Konsumsi Gorengan dengan kenaikan Kadar Kolestrol Tabel 5. Hubungan Konsumsi Gorengan terhadap kenaikan kadar kolestrol pada mahasiswa akper Al- MaAoarif Baturaja Tahun 2021 Kadar Kolesterol Normal Tinggi Konsumsi gorengan Tidak Jumlah *Chi Square Dari hasil analisis tabel 5. di ketahui bahwa dari 33 mahasiswa didapatkan bahwa terdapat dari 16 Mahasiswa yaitu 8 . %) mahasiswa kadar kolestrol normal yang konsumsi gorengan 8 . %) mahasiswa dan 17 Mahasiswa kolestrol tinggi yang tidak konsumsi gorengan . %). Hasil uji chi square di dapatkan p Value 0,001 artinya terdapat hubungan yang bermakna terhadap Konsumsi Gorengan dengan Kenaikan kadar kolestrol di akper AlMaAoarif Baturaja Tahun 2021. PEMBAHASAN Keterbatasan penelitian ini merupakan subjektif peneliti dalam menginterprestasikan informasi yang di peroleh dengan teknik Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional, dimana data kedua variabel dikumpulkan dalam waktu yang sama atau dalam satu waktu (Dharma. 2011, h. Adapun factor yang dapat mempengaruhi penelitian ini seperti : data demografi responden meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap informasi yang dikumpulkan ,selain itu juga informasi oleh responden kuisioner yang mengandalkan daya ingat dan perasaanya sehinggabisa terjadi factor lupa. Hiperkolesterolemia adalah salah satu dislipi-demia dalam darah berupa peningkatan kadar kolesterol total puasa didalam darah. Seseorang hiperkolesterolemia apabila kadar kolesterol total Ou 200 mg/dL. Kadar kolesterol dalam darah yang tinggi merupakan masalah yang serius karena merupakan salah satu faktor risiko yang paling utama untuk terjadinya penyakit jantung koroner selain faktor lainnya, seperti tekanan darah tinggi, sering konsumsi asam lemak dan merokok. Kolesterol yang tinggi mengganggu kesehatan, bahkan Pdapat e gancam kehidupan manusia(Saidin, 2. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan b0,a00h1wa 33 responden yang sebagian besar Mahasiswa memiliki kadar kolestrol normal 16 . ,5%) dan kadar kolestrol tinggi 17 . ,5%) . Sedangkan untuk Konsumsi Gorengan, menurut dari hasil penelitian menunjukkan bahwa respon-den yang Kategori Iya Konsumsi gorengan 25 . ,8%) dan kategori tidak Konsumsi gorengan berjumlah 8 responden . ,2%). Dari hasil analisis statistic uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermaknaterhadap Konsumsi Gorengan dengan Kenaikan kadar kolestrol di akper Al- MaAoarif Baturaja Tahun 2021. Pada = 0,05 dengan A value = 0,001 yang berarti bermakna antara Jurnal Kesehatan Abdurahman Palembang Vol. 11 No. September 2022 Y u d i B u d i a n t o , d k k | 12 Konsumsi gorengan dengan Kadar Kolestrol. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kadar kolesterol total responden pada kategori kadar kolestrol tinggi sebanyak 17 orang . ,3%). Hal ini menunjukkan bahwa hampirsebagian responden memiliki kadar kolesterol totalOu 200 mg/dL. Konsumsi asam lemak trans berisiko memunculkan jantung koroner. Pemanasan minyak goreng dengan suhu tinggi dan digunakan secara berulang akan mengakibatkan minyak mengalami kerusakan karena adanya oksidasi yang mampu menghasilkan senyawa aldehida, keton,serta senyawa aromatis yang Selain mengakibatkan polimerasi asam lemak tidak jenuh sehingga komposisi medium minyak Penggunaan minyak yang berulangulang dengan pemanasan tinggi beserta kontak mengalami kenaikan asam lemak bebas. Peningkatan asam lemak bebas dalam tubuh akan mengakibatkan peningkatan inflamation systemic yang ditandai dengan munculnya interleukin-6 dan protein C-reaktif yang berdampak pada gagal jantung dan kematian mendadak Selain meningkatan asam lemak, pemanasan berulang akan membentuk asam lemak trans didalam minyak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gorengan trans mengakibatkan bahaya bagi kesehatan, seperti meningkatkan kolesterol LDL, menurunkan kolesterol HDL dan meningkatkan(Saidin, 2. Hasil penelitian ini juga mendukung penelitian yang dilakukan Pipit Festydi wilayah kerja Pusekesmas Dr. soetomo pada tanggal 7 Mei 2018 mengenai kebiasaan komsumsi gorengan pada 7 laki-laki dan menderita kadar kolestrol didapatkan hasil bahwa 2 orang mempunyai kebiasaan meningkatkan kadar kolestrol sedangkan 5 orang tidak memiliki kebiasaan konsumsi gorengan yang mengandung kolesterol LDL. HDL dan dari hasil tersebut didapatkan bahwa ada hubungan antara konsumsi gorenngan dengan kadar kolestrol (Saidin, 2. Hasil penelitian ini sesuai dengan beberapa Penelitian di antaranya hasil penelitian Lumunon. Bidjuni, dan Hamel, . Hasil uji chi square didapatkan ada hubungan antara konsumsi gorengan dengan hiperkolesterolemia dengan p value = 0,000. Konsumsi gorengan pada kategori berisiko termasuk factor risiko hiperkolesterolemia karena analisis hubungan antara konsumsi gorengan pada kategori hiper-kolesterolemia menghasilkan RP 8,173 dan nilai CI = 3,24520,585. Jadi, responden yang memiliki konsumsi gorengan mempunyai risiko 8 kali responden yang memiliki konsumsi gorengan pada kategori tidak berisiko dan bermakna secara statistic (Saidin, 2. Menurut peneliti dari penelitian ini dapat di simpulkan asupan makanan yang baik dapat mengkontrol kadar kolestrol dalam darah. Sering konsumsi gorengan yang dapat menyebabkan kadar kolestrol dalam darah menjadi tidak normal, seperti makanan yang tinggi lemak jenuh. Adapun pencegahan yang baik sangat diperlukan untuk membantu mengoptimalkan kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit kolestrol tinggi (Saidin. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah di dikemukakan, maka dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut : Dari 33 Responden terdapat distribusi responden menurut umur didapatkan mahasiswa dengan kategori umur 18-20 sebanyak 22 . ,7%) responden, mahasiswa dengan umur 21 Ae 25 sebanyak 11 . ,3%). Dari 33 Responden terdapat distribusi responden menurut Jenis Kelamin di dapatkan mahasiswa dengan jenis kelamin laki Ae laki sebanyak 21 . ,4%) responden dan mahasiswa dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 12 . ,4%) responden. Dari 33 Responden terdapat distribusi Jurnal Kesehatan Abdurahman Palembang Vol. 11 No. September 2022 Y u d i B u d i a n t o , d k k | 13 responden menurut kadar kolestrol 16 . ,5%) mahasiswa yang kadar kolestrol normal , dan kadar kolestrol tinggi 17 . ,1%) mahasiswa Distribusi frekuensi menurut Konsumsi Gorengan di Akper Al- MaAoarif Baturaja Tahun 2021. yang termasuk kategori Iya Konsumsi Gorengan 25 . ,8%) mahasiswa dan kategori Tidak Konsumsi Gorengan 8 . ,2%). Setelah dilakukan tabulasi antara variabel Konsumsi Gorengan dengan Kadar Kolestrol didapatkan hasil, bahwa ada hubungan yang bermakna antara kedua variabel tersebut. Halini dapat kita lihat dari p value =0,001. Saran Bagi Peneliti Selanjutny diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan pendidikan yang berbeda dan lebih mendalam dan jelas serta dengan rinci untuk memper-mudah penelitian selanjutnya dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah. DAFTAR PUSTAKA