Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 3026-7048 (Online - Elektroni. https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare. Application of Audio Visual Media to Increase Interest in Learning Indonesian Language Content for Class IV Students at Nurul Anwar Elementary School Farah Auliaulfattah1*. Fatimatus Izzati Ramadianti2. Roziah3 1,2 Universitas Trunojoyo Madura. Bangkalan. Jawa Timur. Indonesia 3 Universitas Islam Riau. Jalan Kaharuddin Nasution. Simpang Tiga. Bukit Raya. Kota Pekanbaru. Riau 28284. Indonesia correspondence e-mail: 220611100120@student. 2206111100135@student. id, roziah@edu. Abstract This research explores how the use of audio-visual media can increase the learning interest of grade IV students at SD Nurul Anwar, especially in learning Indonesian. Using a qualitative approach and descriptive methods, this research involved 15 students. In this research the teacher used the inquiry learning model and the lecture learning method. The results show that the use of audio-visual media significantly influences students interest in learning compared to conventional learning methods. The implication is the need for educators to integrate audio-visual media in learning to increase students interest in learning. Keywords: Lecture Learning. Learning Indonesia. Audio-visual media Riwayat artikel: Diterima : 11 May 2024 Dikirim : 03 June 2024 Revisi :13 December 2024 A 2024 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution ShareAlike (CC BY SA) license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/) . Application of Audio Visual Media to Increase Interest in Learning Indonesian Language Content for Class IV Students at Nurul Anwar Elementary School Farah Auliaulfattah. Fatimatus Izzati Ramadianti. Roziah Pendahuluan Pendidikan memiliki peran yang sangat penting bagi kemajuan suatu negara, karena merupakan sebuah upaya terencana untuk mengembangkan potensi dan pengetahuan individu pendidikan dianggap sebagai bidang ilmu yang strategis dalam mencapai kesejahteraan nasional dan masyarakat secara keseluruhan. Dalam proses pembelajaran, terdapat beberapa elemen yang disebut sebagai komponen pembelajaran. Komponen pembelajaran ini terdiri dari beragam item yang saling terkait dan memiliki peran penting dalam proses belajar-mengajar. Beberapa komponen yang terkait dengan proses pembelajaran termasuk kurikulum, peran guru dan siswa, tujuan pembelajaran, metode pengajaran, materi pembelajaran, media pembelajaran, serta evaluasi. Hamalik dalam Karo . mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruhpengaruh psikologis terhadap siswa. Terdapat beragam jenis media dalam pembelajaran, seperti media audio, visual, multimedia, dan lainnya. Namun, penelitian ini membatasi pembahasan hanya pada media audio visual. Penggunaan media audio visual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia ini dapat meningkatkan minat belajar siswa. Menurut Suprijanto dalam Nomleni, dkk . , media pembelajaran berupa audio visual adalah bahan atau alat yang dipergunakan dalam situasi belajar untuk membantu tulisan atau kata yang diucapkan dalam menularkan pengetahuan, sikap dan ide. Selain itu, menurut Djamarah dalam Nomleni, dkk . , media audio adalah media yang mampu merangsang indera penglihatan dan indera pendengaran secara bersama-sama, karena media ini mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Hal ini memungkinkan guru untuk menyampaikan materi dengan lebih mudah dipahami oleh siswa, dan merangsang indera pendengaran dan penglihatan siswa. Penggunaan media audio visual juga membantu dalam pembelajaran baik secara langsung maupun daring, memberikan kemudahan belajar dan memberikan pengalaman baru bagi siswa serta meringankan tugas guru dalam menjelaskan materi secara lebih efisien. https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 Pemanfaatan media pembelajaran audio visual ini memiliki dampak besar terhadap minat belajar siswa. Media ini tidak hanya sebagai alat bantu atau penghubung antara siswa dengan materi yang sulit, tetapi juga dapat meningkatkan minat belajar siswa. Minat belajar merupakan faktor penting yang dapat memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran. Setiap individu memiliki kecenderungan belajar yang unik, dan seringkali dipengaruhi oleh gaya belajar yang mereka miliki. Perbedaan gaya belajar, seperti orientasi visual, auditorial, dan kinestetik memiliki pengaruh signifikan terhadap cara siswa memperoleh, memproses, dan mengolah informasi dalam lingkungan Gaya belajar yang berbeda menyebabkan beragamnya tingkat minat dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Menurut Ricardo & Meilani . , minat belajar adalah dorongan internal yang mendorong seseorang untuk merasa tertarik atau antusias terhadap suatu subjek atau kegiatan belajar, tanpa adanya tekanan eksternal untuk melakukan pembelajaran. Minat belajar juga berfungsi sebagai motivator bagi siswa, dimana minat tersebut muncul dari ketertarikan atau kepuasan pribadi terhadap materi yang dipelajari (Matsuri et ,2. Minat belajar merupakan elemen kunci yang mempengaruhi kesuksesan belajar siswa secara signifikan, dan minat belajar tersebut timbul dari dalam diri siswa itu sendiri. Disisi lain faktor eksternal yang mempengaruhi minat belajar adalah metode pengajaran yang digunakan oleh guru. Menurut Riamin dalam Muslim et al. , . , peran guru memiliki dampak yang besar dalam merangsang minat belajar siswa, yang dapat dicapai melalui pendekatan pengajaran yang menghibur dan penuh motivasi. Slamento . mengatakan ada beberapa indikator yang mempengaruhi minat belajar yang mencakup kegembiraan, ketertarikan, perhatian siswa dan keterlibatan siswa. Hasil pra penelitian yang dilakukan di SD Nurul Anwar Surabaya pada hari JumAoat tanggal 08 Maret 2024 berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan wali kelas IV yaitu ibu Erni menunjukan bahwa di dalam kelas, rata-rata siswa kelas IV masih susah untuk memahami isi dari bacaan panjang, mudah bosan saat mengerjakan tugas mengarang dan beberapa siswa dapat dikatakan sulit fokus saat pembelajaran berlangsung. Dari hasil wawancara itu pula, peneliti https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Application of Audio Visual Media to Increase Interest in Learning Indonesian Language Content for Class IV Students at Nurul Anwar Elementary School Farah Auliaulfattah. Fatimatus Izzati Ramadianti. Roziah mendapatkan informasi bahwa gaya belajar siswa yang paling mendominasi di dalam kelas IV adalah orientasi visual. Berdasarkan informasi diatas, peneliti tertarik untuk mencoba penggunaan media pembelajaran audio visual dalam proses belajar mengajar. Hal ini disebabkan oleh sifat media audio visual yang mampu menampilkan gambar yang bergerak dan suara, serta mampu menampilkan objek dalam berbagai bentuk seperti tulisan, benda, dan warna. Dengan penggunaan yang tepat, media audio visual dapat menjadi alat yang efektif untuk menarik perhatian peserta didik. Terutama bagi peserta didik dengan gaya belajar visual dan auditorial, penggunaan media audio visual dapat menjadi bantuan yang berguna untuk memahami materi yang diajarkan. Setelah mempertimbangkan penjelasan tersebut, peneliti merasa tertarik untuk melakukan studi dengan judul "Penerapan media audio visual untuk meningkatkan minat belajar muatan Bahasa Indonesia siswa kelas 4 SD Nurul Anwar". Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penelitian tindakan kelas adalah suatu kegiatan penelitian yang berkonteks kelas yang dilaksanakan untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencoba hal-hal baru dalam pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil pembelajaran (Widayanti, 2. Menurut Wiraatmadja dalam Tanireja dkk . penelitian tindakan kelas adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran mereka, dan belajar dari pengalaman mereka Penelitian ini dilakukan di kelas IV SD Nurul Anwar yang beralamat di Jln. Gresik PPI V No. Kemayoran. Kec. Krembangan. Kota Surabaya. Jawa Timur. Subjek dan Karakteristik dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Nurul Anwar dengan jumlah 15 siswa. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2024. Penelitian ini terdiri dari II siklus, dimana setiap siklus terdiri dari empat tahapan yang harus https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 dijalani yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Dalam tahap perencanaan peneliti menyusun modul ajar, menyiapkan materi untuk setiap pertemuan, dan menyiapkan lembar observasi siswa dan guru. Pada tahap pelaksanaan tindakan peneliti melakukan kegiatan pembelajaran di dalam kelas yaitu kegiatan awal, inti, penutup, dan juga melakukan wawancara dengan guru. Tahap pengamatan dilakukan oleh peneliti dengan bantuan observasi dari kelompoknya untuk mengumpulkan data yang diperoleh. Kemudian, tahap refleksi peneliti menganalisis semua data yang telah terkumpul dari hasil observasi dan menentukan keberhasilan dan kelemahan pada siklus I yang akan dijadikan perbaikan pada siklus berikutnya. Penelitian ini relevan dengan beberapa penelitian lain. Pertama, penelitian berjudul AuPenggunaan Media Visual dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Bahasa Indonesia Peserta Didik Kelas V MI Raudlatusshibyan NW Belencong Tahun Ajaran 2017/2018Ay yang disusun oleh Nur Fitri menggunakan metode kualitatif deskriptif menunjukkan bahwa media audio visual sangat efektif dalam pembelajaran menyimak Bahasa Indonesia, dengan hasil akhir yang memuaskan dan mampu menarik perhatian serta membantu siswa dalam memahami materi Kedua, penelitian berjudul AuPenggunaan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didiik Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas V MI Al-Khairiyah Jakarta BaratAy yang disusun oleh Nadia Fitriyanti menggunakan metode kualitatif deskriptif menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa, yang terlihat dari antusiasme tinggi dan minat besar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Ketiga, penelitian berjudul AuPeningkatan Keterampilan Membaca Dengan Menggunakan Media Audio Visual Di Sekolah DasarAy yang disusun oleh Kuncoro Adi Saputro. Christina Kartika Sari, dan SW Winarsi . menggunakan Penelitian Tindakan Kelas menunjukkan bahwa media audiovisual meningkatkan keterampilan membaca dan aktivitas siswa kelas II SD Negeri 04 Kemiri, serta membantu konsentrasi dan pemahaman materi Pelajaran. Terakhir, penelitian berjudul AuPenggunaan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV MIN SabangAy yang disusun oleh Nuri Halimah menggunakan https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Application of Audio Visual Media to Increase Interest in Learning Indonesian Language Content for Class IV Students at Nurul Anwar Elementary School Farah Auliaulfattah. Fatimatus Izzati Ramadianti. Roziah metode true experiment . enelitian sungguha. menunjukkan bahwa media audio visual meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap teks nonfiksi dibandingkan dengan pembelajaran tanpa media. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode wawancara digunakan peneliti untuk mengetahui kendala yang ada di dalam kelas. Metode observasi digunakan oleh peneltiti untuk mengumpulkan data dengan pengamatan langsung terhadap aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran Bahasa Indonesia di Metode dokumentasi digunakan untuk memperkuat data dan bukti dalam Instrument pengumpulan data yang digunakan peneliti diantaranya lembar wawancara, lembar observasi, dan modul ajar. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah analisis data kualitatif penelitian kualitatif dapat dilakukan oleh peneliti sebelum peneliti dimulai, selama penelitian sedang berlangsung, atau setalah penelitian selesai. Analisis data diawali dengan peneliti merumuskan dan menjelaskan pokok permsalahan yang ada sebelum terjun langsung ke lapangan dan berlangsung selama proses penulisan hasil penelitian dilakukan (Jaya, 2020:. Hasil dan Pembahasan Sebelum siklus dilaksanakan, siswa kelas IV SD Nurul Anwar menunjukkan beberapa kendala dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu, siswa masih mengalami kesulitan memahami informasi dan ide-ide utama dalam bacaan Panjang, siswa masih merasa bosan dan kehilangan minat saat mengerjakan tugas mengarang, beberapa siswa mengalami kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi selama pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan pada tanggal 22 Maret 2024, diperoleh informasi bahwa minat belajar siswa kelas IV SD Nurul Anwar dalam Pelajaran Bahasa Indonesia belum optimal tanpa menggunakan media Beberapa siswa terlihat kurang memperhatikan penjelasan guru, jarang bertanya, lebih fokus bermain dengan teman sebangku, dan membutuhkan bantuan guru saat menjawab pertanyaan. https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 Hasil Penelitian Siklus I Prosedur pembelajaran pada siklus I terdiri dari empat kegiatan: tahap perencanaan tindakan. Pelaksanaan Tindakan. Pengamatan atau observasi, dan Refleksi. Tahap Perencaan Tindakan Siklus I Sebelum mempersiapkan berbagai hal yang mendukung jalannya pembelajaran yang nantinya dapat meningkatkan minat belajar siswa. Adapun persiapan yang dilakukan adalah menyusun modul ajar, menyiapkan materi pembelajaran yang akan di ajarkan, dan menyiapkan lembar observasi siswa dan guru. Tahap Pelaksanaan Tindakan Siklus I Tindakan yang dilaksanakan pada siklus I merupakan pelaksanaan dari perencanaan tindakan yang telah disusun yaitu mengacu pada pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Pelaksanaan tindakan siklus I terdiri dari 1 kali pertemuan yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Materi yang digunakan adalah materi teks . Kegiatan Awal Kelas dimulai dengan salam pembuka, diikuti oleh instruksi dari guru untuk merapikan meja dan tempat duduk masing-masing, serta mengecek kehadiran dan berdoa bersama-sama. Setelah itu, guru memulai sesi dengan ice breaking atau motivasi kepada peserta didik, dengan pertanyaan seperti "Apakah kalian pernah mendengar cerita dongeng?" dan "Apa contoh judul cerita dongeng yang pernah kalian dengarkan?" Kemudian, guru melanjutkan dengan memberikan apersepsi tentang teks narasi dengan pertanyaan "Apa kalian mengetahui apa itu teks narasi?" dan "Siapa yang tahu ciri-ciri teks Setelah menyampaikan tujuan pembelajaran dan skenario yang akan https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Application of Audio Visual Media to Increase Interest in Learning Indonesian Language Content for Class IV Students at Nurul Anwar Elementary School Farah Auliaulfattah. Fatimatus Izzati Ramadianti. Roziah . Kegiatan Inti Guru memulai pembelajaran dengan memberikan materi tentang teks narasi menggunakan pedoman bahan ajar yaitu LKS, yang diikuti dengan penjelasan sekilas melalui metode ceramah terkait materi yang telah dipaparkan. Selanjutnya, guru memberikan contoh bacaan cerita dongeng yang disimak dengan seksama oleh siswa. Setelah menyimak bacaan dongeng tersebut, guru mengajukan pertanyaan tentang pesan moral atau amanat pada cerita tersebut, serta pertanyaan tentang tokoh, watak, dan pesan moral yang dapat dipetik dari cerita. Siswa kemudian mentransformasikan apa yang disimak dalam bacaan dengan kehidupan sehari-hari, mengaitkan watak tokoh, konflik, dan akhir cerita untuk menghasilkan pesan moral atau amanat. Setelah siswa menyampaikan hasil kesimpulan terkait pertanyaan tersebut di depan kelas, guru kembali menyajikan cuplikan cerita untuk memperkuat pemahaman siswa akan kebenaran jawaban . Kegiatan Penutup Setelah menjalani proses pembelajaran hari ini, guru menyimpulkan kesimpulan pembelajaran yang telah dilakukan, yang kemudian diikuti dengan pemberian sedikit motivasi untuk peserta Setelah mempersiapkan diri untuk akhir pelajaran, dan kemudian bersamasama berdoa sebagai penutup kegiatan pembelajaran. Observasi Selama pelaksanaan tindakan berlangsung, peneliti melakukan pengamatan dan pencatatan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disediakan. Hal-hal yang diamati dan dicatat oleh peneliti adalah keaktifan siswa selama proses pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia materi teks naratif. Hasil pengamatan aktivitas belajar siswa melalui pedoman lembar observasi dapat dilihat pada tabel berikut. https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 Tabel 1. Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia tanpa menggunakan media audio visual. Aktivitas Siswa di Kelas Aspek yang Diamati Kegiatan Awal Pembelajaran Bahasa Indonesia Media Audio Visual Pertanyaan o o o Kegiatan Inti Pembelajaran Bahasa Indonesia Media Audio Visual o o o o Siswa berdoa Siswa bersiap Siswa mengikuti ice Seluruh siswa n guru yang Siswa Siswa mencatat poinpoin dari isi materi Siswa sangat ui ui ui ui ui ui ui https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Application of Audio Visual Media to Increase Interest in Learning Indonesian Language Content for Class IV Students at Nurul Anwar Elementary School Farah Auliaulfattah. Fatimatus Izzati Ramadianti. Roziah o Kegiatan Akhir Pembelajaran Bahasa Indonesia Media Audio Visual o o o Siswa dengan teman Siswa pada guru atau peserta didik mengenai isi Siswa diberikan oleh Siswa ui ui ui ui Berdasarkan tabel yang terlampir, dapat disimpulkan bahwa hasil observasi pada siklus satu membuktikan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Nurul Anwar tanpa menggunakan media pembelajaran membuat minat belajar siswa di kelas IV kurang maksimal. Terutama saat sesi tanya jawab, siswa cenderung kurang memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi, dan lebih asik dengan teman sebangkunya. Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan pada pembelajaran Bahasa Indonesia siklus I yang hanya menggunakan metode ceramah, menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas berjalan cukup baik namun belum maksimal. Selama pelaksanaan pembelajaran masih terdapat beberapa kekurangan sehingga menuntut adanya perbaikan pada siklus Dalam hal ini aktivitas siswa dalam belajar tanpa menggunakan media masih memiliki kekurangan, hal ini terlihat karena banyak siswa yang tidak memperhatikan guru, dan asik sendiri. Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I dapat disimpulkan bahwa hasil siklus I belum https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 mencapai indikator keberhasilan penelitian, sehingga perlu perlu melakukan tindakan berikutnya, yaitu siklus II tujuannya adalah agar peningkatan minat belajar siswa dapat tercapai secara maksimal. Adanya tindakan siklus ke II adalah sebagai upaya perbaikan dari siklus ke I yang hasilnya belum sesuai dengan tujuan pembelajaran. Hasil Penelitian Siklus II Penelitian Siklus II dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2024. Penelitian pada siklus 2 dibagi dalam 4 . kegiatan, yaitu: . Perencanaan, . Pelaksanaan Tindakan, . Observasi, dan . Refleksi. Sebagai dasar dari kegiatan tersebut adalah hasil observasi dan refleksi yang telah dilakukan pada penelitian tindakan siklus I Tahap Perencanaan Tindakan Siklus II Pada tahap perencanaan pembelajaran pada siklus II, tindakan yang dilakukan hampir sama dengan pembelajaran siklus I, perbedaannya hanya pada penggunaan media audio visual yaitu sebelum melaksanakan tindakan, peneliti terlebih dahulu mempersiapkan berbagai hal yang mendukung penggunaan media pembelajaran yang nantinya dapat meningkatkan keaktifan siswa. Adapun persiapan yang dilakukan adalah membuat lembar observasi aktivitas siswa, menyiapkan lembar observasi siswa, menyiapkan video pembelajaran, dan menyiapkan lembar wawancara siswa dan guru. Tahap Pelaksanaan Tindakan Siklus II Tindakan yang dilaksanakan pada siklus II merupakan pelaksanaan dari perencanaan tindakan yang telah disusun yaitu mengacu pada pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran. Pelaksanaan tindakan siklus II terdiri dari 1 kali pertemuan yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Materi yang digunakan adalah materi terkait lanjutan teks naratif. Kegiatan Awal Kelas dimulai dengan salam pembuka, diikuti oleh instruksi dari guru untuk merapikan meja dan tempat duduk masing-masing, serta https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Application of Audio Visual Media to Increase Interest in Learning Indonesian Language Content for Class IV Students at Nurul Anwar Elementary School Farah Auliaulfattah. Fatimatus Izzati Ramadianti. Roziah mengecek kehadiran dan berdoa bersama-sama. Setelah itu, guru memulai sesi dengan ice breaking atau motivasi kepada peserta didik, dengan pertanyaan seperti "Apakah kalian pernah mendengar cerita dongeng?" dan "Apa contoh judul cerita dongeng yang pernah kalian dengarkan?" Kemudian, guru melanjutkan dengan memberikan apersepsi tentang teks narasi dengan pertanyaan "Apa kalian mengetahui apa itu teks narasi?" dan "Siapa yang tahu ciri-ciri teks Setelah menyampaikan tujuan pembelajaran dan skenario yang akan . Kegiatan Inti Guru memulai pembelajaran dengan memberikan materi tentang teks narasi menggunakan media audio visual, yang kemudian diikuti dengan penjelasan sekilas melalui metode ceramah terkait materi Selanjutnya, guru memperkaya pembelajaran dengan memberikan video cerita dongeng menggunakan media audio visual, yang diamati dengan seksama oleh siswa. Setelah mengamati video tersebut, guru mengajukan pertanyaan tentang pesan moral atau amanat pada cerita tersebut, serta pertanyaan tentang tokoh, watak, dan pesan moral yang dapat dipetik dari cerita. Siswa kemudian mentransformasikan apa yang dilihat dalam video dengan kehidupan sehari-hari, mengaitkan watak tokoh, konflik, dan akhir cerita untuk Setelah menyampaikan hasil kesimpulan terkait pertanyaan tersebut di depan kelas, guru kembali menyajikan cuplikan cerita untuk memperkuat pemahaman siswa akan kebenaran jawaban mereka. Kegiatan Penutup Setelah menjalani proses pembelajaran hari ini, guru menyimpulkan kesimpulan pembelajaran yang telah dilakukan, yang kemudian diikuti dengan pemberian sedikit motivasi untuk peserta didik. Setelah itu, guru mengkondisikan siswa untuk tertib, mempersiapkan diri untuk https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 akhir pelajaran, dan kemudian bersama-sama berdoa sebagai penutup kegiatan pembelajaran. Observasi Selama pengamatan dan pencatatan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disediakan. Hal-hal yang diamati dan dicatat oleh peneliti adalah keaktifan dan minat belajar siswa dengan menggunakan media audio visual terkat materi teks naratif. Hasil pengamatan aktivitas belajar siswa melalui pedoman lembar observasi dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2. Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan media audio visual. Aktivitas Siswa di Kelas Aspek yang Diamati Pertanyaan Kegiatan Awal Pembelajaran Bahasa Indonesia Media Audio Visual Siswa berdoa sebelum Siswa Siswa motivasi dengan Seluruh guru yang sedang Siswa Siswa Kegiatan Inti Pembelajaran Bahasa Indonesia Media Audio Visual ui ui ui ui ui ui https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Application of Audio Visual Media to Increase Interest in Learning Indonesian Language Content for Class IV Students at Nurul Anwar Elementary School Farah Auliaulfattah. Fatimatus Izzati Ramadianti. Roziah Kegiatan Akhir Pembelajaran Bahasa Indonesia Media Audio Visual poin penting dari isi materi pelajaran Siswa guru memberikan Siswa materi pelajaran Siswa pertanyaan pada guru atau peserta Siswa mengerjakan soal oleh gurunya Siswa mengerjakan soal tanpa kendala ui ui ui ui ui Berdasarkan tabel yang terlampir, dapat disimpulkan bahwa hasil observasi pada siklus dua membuktikan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Nurul Anwar menggunakan media pembelajaran sangat efektif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik di kelas IV. Hal ini terbukti dengan siswa yang menjadi bersemangat dan antusias saat mengikuti pembelajaran, bahkan siswa secara mandiri langsung mencatat poin-poin penting dalam materi teks naratif. Selain itu, siswa juga sangat antusias untuk maju ke depan kelas saat mendapatkan pertanyaan dari peneliti setelah diberikan soal berupa cerita fabel dalam bentuk video Refleksi https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Journal of Action Research in Education Volume 2 No 3. December 2024 Ae February 2025 Berdasarkan hasil pengamatan pada pembelajaran Bahasa Indonesia pembelajaran di dalam kelas sangat efektif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik di kelas IV. Aktivitas belajar siswa pada siklus II menjadi bersemangat dan antusias saat mengikuti pembelajaran. Bahkan, siswa secara mandiri langsung mencatat poin-poin penting dalam materi teks naratif. Berdasarkan hasil refleksi pada siklus II, dapat disimpulkan bahwa hasil siklus II sudah mencapai indikator keberhasilan penelitian Pembahasan Penilitian ini berfokus pada dampak penggunaan media audio-visual dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap peningkatan partisipasi dan minat belajar siswa kelas IV SD Nurul Anwar. Surabaya. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi dalam penelitian ini adalah rendahnya minat belajar siswa kelas IV selama mengikuti kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan media pembelajaran yang dapat meningkatkan partisipasi siswa dan meningkatkan minat mereka terhadap Pelajaran Bahasa Indonesia. Media pembelajaran yang dipilih untuk mengatasi masalah ini adalah media pembelajaran berupa video audio visual, yang diharapkan dapat membuat proses belajar lebih menarik dan interaktif. Peningkatan minat belajar siswa pada proses pembelajaran menunjukkan bahwa penggunaan media berupa video audio visual dapat membuat siswa lebih tertarik dan terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan mengenai minat siswa dalam belajar, siklus I menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Nurul Anwar tanpa menggunakan media pembelajaran membuat minat belajar siswa di kelas IV kurang optimal. Khususnya saat sesi tanya jawab, siswa cenderung kurang memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi, dan lebih asik berbicara dengan teman Sebaliknya, proses pembelajaran yang dilakukan pada siklus II menunjukkan hasil yang lebih baik. Siswa tampak lebih bersemangat dan https://pub. id/journal/jare DOI: https://doi. org/10. 52620/jare Application of Audio Visual Media to Increase Interest in Learning Indonesian Language Content for Class IV Students at Nurul Anwar Elementary School Farah Auliaulfattah. Fatimatus Izzati Ramadianti. Roziah antusias saat mengikuti pembelajaran, bahkan secara mandiri mereka mulai mencatat poin-poin penting dari materi teks naratif. Selain itu, siswa juga sangat antusias untuk maju ke depan kelas ketika diberikan pertanyaan oleh peneliti, setelah menyaksikan soal berbentuk cerita fabel dalam bentuk video animasi. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan minat dan pertisipasi siswa dalam proses belajar di SD Nurul Anwar. Surabaya. Simpulan Penggunaan media pembelajaran telah terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas IV SD Nurul Anwar. Surabaya, dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Setelah menerapkan media pembelajaran, minat belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, minat belajar siswa kurang optimal, terutama saat sesi tanya jawab di mana siswa cenderung kurang memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi, dan lebih asik berbicara dengan teman sebangkunya. Namun, setelah penerapan media audio-visual, siswa tampak lebih bersemangat dan antusias saat mengikuti pembelajaran. Mereka bahkan mulai mencatat poin-poin penting dari materi teks naratif. Selain itu, siswa juga sangat antusias untuk maju ke depan kelas ketika diberikan pertanyaan oleh peneliti, setelah menyaksikan soal berbentuk cerita fabel dalam bentuk video animasi. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat secara signifikan meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam proses belajar. Daftar Pustaka