ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 ANALISIS PENGARUH STRES KERJA. MOTIVASI KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA CU. KHATULISTIWA BAKTI PONTIANAK Joko Email: jokogax@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja, motivasi kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan pada CU. Khatulistiwa Bakti Pontianak. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode asosiatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan CU. Khatulistiwa Bakti Pontianak dan menggunakan teknik pengambilan sampel sensus, dimana semua karyawan dijadikan sampel. Dan jumlah populasi yang di jadikan sampel sebanyak 35 Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda, uji F, uji R2, uji T. Hasil uji F menyatakan bahwa variabel stres kerja, motivasi kerja dan kompensasi secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Uji T menyatakan bahwa stres kerja, motivasi kerja dan kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Pada uji R2 di peroleh nilai sebesar 0,686. Hal ini menujukkan bahwa besarnya stres kerja, motivasi kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan adalah sebesar 68,6%, sedangkan sisanya 31,4% dipengaruhi oleh variabel yang tidak di teliti dalam penelitian ini. KATA KUNCI: stres kerja, motivasi kerja,kompensasi, kinerja karyawan PENDAHULUAN Sumber daya manusia merupakan suatu proses upaya utama untuk memperoleh kinerja yang baik. Sumber daya manusia di dalam perusahaan adalah semua orang yang terlibat dalam pengembangan perusahaan yaitu karyawan. Setiap perusahaan mempunyai tujuan yang hendak dicapai secara efektif dan efisien. Perusahaan akan semakin berkembang jika didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kinerja yang tinggi. Menurut Ajabar . kinerja adalah hasil kerja atau prestasi kerja seseorang atau sekelompok orang dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi. Kinerja harus disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan, bagaimana seorang karyawan dapat mengerjakan pekerjaan sesuai dengan kondisi yang terjadidalam perusahaan dan apakah seorang karyawan dapat mengerjakan tugas sesuai dengan standar yang ditetapkan perusahaan. Dalam melaksanakan kinerja, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kinerja karyawan yakni stres kerja, motivasi kerja dan kompensasi. Stres kerja menurut ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Afandi, . 1: . adalah suatu kondisi yang muncul akibat interaksi antara individu dengan pekerjaan mereka, dimana terdapat ketidaksesuain karakteritik dan perubahanperubahan yang tidak jelas yang terjadi dalam perushaan. Faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stres kerja menurut Mangkunegara . 6: . yakini stres kerja dapat disebabkan waktu kerja yang mendesak, kualitas pengawasan kerja yang rendah, iklim kerja yang tidak sehat, otoritas kerja yang tidak memadai yang berhungan dengan tanggung jawab, konflik kerja, perbedaan nilai antar akaryawan dengan pemimpin yang frutasi dalam berkerja. Motivasi kerja adalah satu factor yang penting yang mempengaruhi kinerja dimana faktor ini dapat mendorong karyawan agar dapat bekerja secara optimal dan dapat mengembangkan kinerja karyawan secara bertahap dan signifikan. Dalam perusahaan, setiap karyawan dituntut untuk bekerja dengan motivasi yang optimal sebab motivasi adalah energi pendorong yang membuat karyawan dapat bekerja secara Semakin tinggi motivasi semakin tinggi pula kinerja karyawan hal ini menunjukkan bahwa motivasi memiliki pengaruh yang kuat terhadap kinerja. Selain stres kerja dan motivasi kerja, kompensasi sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan, jika sebuah kinerja itu dihargai dengan sebuah kompensasi maka kepuasaan karyawan akan tercapai. Dengan adanya kompensasi bagi karyawan yang bekerja di CU. Khatulistiwa Bakti Pontianak maka akan meningkatkan kinerja karyawan dan mendorong manajer perusahaan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi kemungkinan terjadinya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kompensasi bagi karyawan. KAJIAN PUSTAKA Stres Kerja Stres kerja menurut Mangkunegara . 6: . adalah perasaan tertekan yang di alami karyawan dalam menghadapi perkerjaan. Stres kerja ini tampak dari symptom, antara lain emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur, merokok yang berlebihan, tidak bisa rileks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah meningkat, dan mengalami gangguan pencernaan. Stres kerja menurut Afandi . adalah suatu tanggapan penyesuian diperantarai oleh perbedaan-perbedaan individu dan atau proses psikologis yang ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 merupakan suatu konsekuensi dari setiap tindakan dari luar . ,situasi, atau peristiwa yang menetapkan permintaan psikologis dan atau fisik berlebihan kepada Stres kerja adalah ketegangan atau tekanan emosional yang di alami seseorang yang sedang menghadapi tuntutan yang sangat besar atau kesempatan melakukan sebuah kegiatan penting, yang pemenuhannya terdapat hambatan-hambatan dan ketidakpastian yang dapat mempengaruhi emosi, pikiran, dan kondisi fisik seseorang (Badeni 2017:. Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Magda . Pengaruh stres kerja, motivasi, dan kompensasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Sinarmas Multifinance cabang Malang. Hasil penelitian menunjukkan stres kerja bernilai positif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, motivasi dan kompensasi bernilai positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Stres kerja, motivasi dan kompensasi berpengaruh secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan. Motivasi Kerja Motivasi kerja adalah keinginan yang timbul dari dalam diri seseorang atau individu karena terinspirasi, tersemangati, dan terdorong untuk melakukan aktifitas dengan keikhlasan, senang hati dan sungguh-sungguh sehingga hasil dari aktifitas yang dia lakukan mendapatkan hasil yang baik dan berkualitas. Motivasi meliputi perasaan unik, pikiran dan pengalaman masa lalu yang merupakan bagian dari hubungan internal dan eksternal perusahaan sedemikian pentingnya motivasi, banyak ahli filsafat, sosiologi, psikolog maupun ahli manajemen melakukan penelitian (Afandi, 2021:. Motivasi menurut Suparno Eko Widodo adalah kekuatan yang ada dalam seseorang, yang mendorong perilakunya untuk melakukan tindakan (Widodo, 2015: Motivasi dapat memliki dua sumber dorongan yaitu dorongan dari dalam dan dorongan dari luar. Dalam tulisannya Hamzah B. Uno mengungkapkan motivasi adalah dorongan internal dan ekternal dalam diri seseorang untuk mengandakan perubahan tingkah laku (Uno, 2014:. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Motivasi adalah keyakinan kembali dari pengarahan yang seharusnya berasal dari penilaian yang efektif dapat meningkatkan antusiasme dan komitmen terhadap perkerjaan dan terhadap organisasi tempat pekerjaan itu (Kaswan, 2016:. Motivasi merupakan suatu proses yang menghasilkan suatu intesitas, arah/tujuan, dan ketekunan individual dalam mencapai tujuan (Badeni 2017:. Sedangkan motivasi menurut Robbins yang dikutip oleh Busro . merupakan kemauan untuk menggunakan usaha tingkat tinggi untuk tujuan organisasi, yang dikondisikn oleh kemampuan usaha untuk memenuhi beberapa kebutuhan Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fandi Akhmad . Hasil penelitian menunjukkan stres kerja, motivasi dan kompensasi secara signifikan mempengarui kinerja karyawan CV. Auto Nusa Abadi Kupang. Stres kerja berpengaruh negarif terhadap kinerja sedangkan motivasi dan kompensasi berpegaruh positif terhadap kinerja karyawan CV. Auto Nusa Abadi Kupang Kompensasi Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas ajasa yang diberikan kepada perusahaan. Tujuan pemberian kompensasi antara lain adalah sebagai ikatan kerja sama, kepuasan kerja, pengadaan efektif, motivasi, stabilitas karyawan, disiplin, serta pengaruh serikat buruh dan pemerintah. Kompensasi menjadi dua, kompensasi langsung maupun kompensasi tidak langsung. Kompensasi langsung terdiri dari gaji, uang transport, tunjangan hari raya, uang lembur dan tunjangan langsung lainnya. Sedangkan kompensasi tidak langsung terdiri dari promosi jabatan, asuransi, tunjangan dan jabatan dan mutasi. Kompensasi merupakan salah faktor baik secara langsung atau tidak langsung mempengaruh tinggi rendahnya motivasi dan kinerja karyawan. (Afandi, 2021:. Menurut pendapat Malayu Hasibuan yang mengutip pendapat William B. Werther dan Keith Davis, menyatakan bahwa kompensasi adalah apa yang seorang perkerja terima sebagai balasan dari perkerjaan yang di berikannya. baik berupa upah perjam ataupun gaki periodik yang didesain dan dikelola oleh bagian personalia (Widodo, 2015:. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Kompensasi menurut Mangkuprawira merupakan suatu yang diterima karyawan sebagai penukar kontribusi jasa mereka pada perussahaan (Sunyoto, 2015:. begitu juga pendapat Handoko, yang dimaksud kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka (Handoko, 2010: . Kompensasi adalah sesuatu yang diterima keryawan atas jasa yang mereka sumbangkan pada pekerjaannya (Wilson Bangun, 2012:. Menurut Nawawi . kompensasi bagi suatu perusahaan berarti suatu penghargaan pada pekerja yang telah memberikan kontribusi dalam mewujudkan tujuannya, melalui kegiatan yang disebut berkerja. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Agung. Oetomo . Pengaruh stres kerja, motivasi kerja, dan kompensasi terhadap kinerja karyawan pada Bank Syariah Mandiri Kanwil V. Hasil penelitian diketahui bahwa kompensasi berpengaruh dominan terhadap kinerja pegawai pada Bank Syariah Mandiri Kanwil V Surabaya. Kinerja Karyawan Kinerja adalah derajat penyusunan tugas yang mengatur perkejaan seseorang. Jadi, kinerja adalah kesediaan seseornag atau kelompok orang untuk melakukan kegiatan atau menyempurnakanya sesuai dengan tanggung jawabnya dengan hasil seperti yang diharapakan. Kinerja adalah hasil yang dicapai oleh seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk perkerjaan yang bersangkutan. Kinerja merupakan ekspresi potensi seseorang dalam memenuhi tanggung jawabnya dengan menetapkan standar Kinerja merupakan salah satu kumpulan total dari kerja yang ada pada diri pekerja (Afandi, 2021:. Diantara pendapat beberapa ahli di antaranya adalah pendapat Bernaedin dan Russel yang memeberikan definisi kinerja sebagai catatan mengenai hasil kerja dari suatu aktivitas tertentu selama kurun waktu terntu pula (Sedarmayanti, 2013: . Menurut Deden Komar Priatna, kinerja adalah rekam jejak dari kontribusi individu atas pekerjaan dalam satu periode yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi (Priatna, 2019:. Ada beberapa faktor yang dapt mempengaruhi kinerja seorang perkerja. Menurut Simanjutak dikutip oleh (Widodo, 2015:. Kinerja di pengaruhi oleh kualitas dan kemampuan, sarana pendukung dan supra sarana ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Kinerja adalah kemampuan karyawan untuk melakukan pekerjaan mungkin ditingkatkan dengan menekankan pada kelebihannya dan pemahaman terhadap perubahan-perubahan apa yang dibutuhkan (Kaswan, 2016:. Busro . menyatakan bahwa kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai karyawan secara individu maupun kelompok sesuai wewenang dan tanggung jawab yang diberikan organisasi dalam rangka mencapai visi, misi dan tujuan perusahaanperusahaan. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anik Irawati . Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dan motivasi kerja mempengaruhi kinerja Gambar 1 Kerangka Konseptual Stres Kerja Motivasi Kinerja Karyawan Y Kompensasi Hipotesis Penelitian Berdasarkan uraian dari kerangka konseptual di atas, maka diperoleh hipotesis yang perlu diuji kebenarannya sebagai berikut: H1: Stres Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada CU. Khatulistiwa Bakti Pontianak. H2: Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada CU. Khatulistiwa Bakti Pontianak H3: Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada CU. Khatulistiwa Bakti Kantor Pontianak ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 H4: Stres kerja. Motivasi kerja dan Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada CU. Khatulistiwa Bakti Pontianak METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan adalah karyawan CU. Khatulistiwa Bakti Pontianak yang berjumlah 35 orang. Sampel dalam penelitian ini di peroleh dengan teknik sampling dan metode pengumpulan data dengan kuesioner dan studi Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, uji F, uji R2 dan uji T. PEMBAHASAN Uji Validitas dan Reliabilitas TABEL 1 Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Stres Kerja (X. Motivasi Kerja (X. Kompensasi (X. Indikator X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. R hitung 0,752 0,747 0,815 0,833 0,769 0,824 0,800 0,802 0,848 0,773 0,866 0,635 0,779 0,581 0,561 0,555 0,642 0,595 0,656 0,631 0,662 0,620 0,739 0,621 0,567 0,677 0,586 0,481 R tabel 0,2826 0,2826 0,2826 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid ISSN: 3025-9312 Variabel Kinerja Karyawan (Y) Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Indikator X3. X3. X3. R hitung 0,477 0,485 0,365 0,673 0,670 0,865 0,871 0,880 0,847 0,741 0,877 R tabel 0,2826 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Uji validitas seluruh pertanyaan pada variabel Stres Kerja. Motivasi Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan memiliki nilai rhitung lebih besar dari rtabel yaitu 0,344. TABEL 2 Uji Reliabilitas Variabel Stres Kerja (X. Motivasi Kerja (X. Kompensasi (X. Kinerja Karyawan (Y) Nilai CrobachAos Alpha 0,744 0,753 0,721 0,789 Koefisien Alpha 0,60 0,60 0,60 0,60 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Diketahui bahwa nilai Cronbach Alpha . untuk variabel Stres Kerja sebesar 0,744, nilai Cronbach Alpha . untuk variabel Motivasi Kerja sebesar 0,753, nilai Cronbach Alpha . untuk variabel Kompensasi sebesar 0,721. dan nilai Cronbach Alpha . untuk variabel Kinerja Karyawan sebesar 0,789. Nilai dari keempat variabel ini lebih besar dari nilai perbandingan 0,60, maka dapat disimpulkan bahwa keempat variabel yang digunakan Reliabel Analisis Regresi Linear Berganda Berdasarkan Tabel 3, maka dapat diketahui bahwa hasil uji regresi linear berganda yaitu Y=0,324X1 0,311X2 0,345X3 dengan hasil pengujian sebagai berikut: Nilai koefisien regresi pada Stres Kerja (X. sebesar 0,324 menunjukkan adanya pengaruh positif dari variabel Stres Kerja terhadap Kinerja Karyawan (Y). Nilai koefisien regresi Motivasi kerja (X. sebesar 0,311 menunjukan adanya pengaruh positif terhadap Kinerja karyawan (Y). ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Nilai koefisien regresi Kompensasi (X. sebesar 0,345 menunjukan adanya pengaruh positif terhadap Kinerja karyawan (Y). TABEL 3 Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model 1 (Constan. stres kerja Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Correlations Zeroorder Partial Part Collinearity Statistics Tolerance VIF -8,799 5,852 ,190 ,078 ,324 -1,504 ,143 2,448 ,020 ,701 ,402 ,246 ,577 1,733 ,330 ,141 ,311 2,338 ,026 ,697 ,387 ,235 ,573 1,746 ,574 ,217 ,345 2,644 ,013 ,704 ,429 ,266 ,595 1,679 22,623 Sig. ,000b Uji F TABEL 4 HASIL UJI F ANOVAa Model Regression Residual Total Sum of Squares 809,032 369,539 1178,571 Mean Square 269,677 11,921 Berdasarkan output pada Tabel 4. 8 diatas diketahui bahwa signifikansi pengaruh Stres Kerja. Motivasi kerja dan Kompensasi secara simultan terhadap variabel Y sebesar 0,00 < 0,05 dan nilai f hitung sebesar 22,623 >2,89, yang berarti dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara Stres Kerja. Motivasi Kerja dan Kompensasi secara simultan terhadap kinerja. Uji R2 TABEL 5 Hasil Uji R2 Model ,829a R Square ,686 Model Summaryb Std. Error Change Statistics Adjusted R of the R Square Square Estimate Change F Change ,656 3,45262 ,686 22,623 Sig. Change ,000 Koefisien Determinasi merupakan besarnya presentase pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Output hasil uji koefisien determinasi ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 dapat dilihat pada Tabel 4. Berdasarkan output tersebut, diperoleh angka adjusted R Square adalah sebesar 0,686. Hal ini menunjukkan bahwa presentase variabel Stres Kerja. Motivasi Kerja dan Kompensasi dalam menerangkan variabel kinerja karyawan adalah sebesar 68,6 persen, sedangkan sisanya sebanyak 31,4 persen dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diuji dalam penelitian ini. Pengaruh Stres Kerja terhadap kinerja karyawan Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan,dapat dilihat bahwa hasil penelitian menunjukan bahwa Stres Kerja berpenngaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Hal ini menunjukan bahwa adanya pengaruh Stres Kerja terhadap kinerja karyawan pada CU. Khatulistiwa Bakti Pontianak Pengaruh Motivasi Kerja terhadap kinerja karyawan Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan,dapat dilihat bahwa hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi berpenngaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Hal ini menunjukan bahwa adanya pengaruh motivasi kerja dapat membantu kegiatan operasional diperusahaan dengan motivasi kerja yang tinggi akan membuat karyawan akan berupaya lebih maksimal dalam bekerja Pengaruh Kompensasi terhadap kinerja karyawan Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa hasil penelitian menunjukan bahwa Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Kompensasi yang diberikan oleh perusahaan terhadap karyawan mempengaruhi kinerja para karyawan di dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka sehingga kinerja mereka akan meningkat Pengaruh Sters Kerja. Motivasi kerja dan Kompensasi terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa hasil penelitian menunjukan bahwa Stres Kerja. Motivasi Kerja dan Kompensasi sama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Uji T Berdasarkan Tabel 3 maka diperoleh hasil nilai uji t untuk Stres Kerja adalah sebesar 0,020,motivasi kerja adalah sebesar 0,026 dan kompensasi adalah sebesar 0,013. Pengujian terhadap variabel Stres Kerja Pengujian pada variabel Stres kerja menunjukkan tingkat signifikansi 0,020 lebih kecil dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa variabel stres kerja memiliki pengaruh yang ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil diatas tersebut menggambarkan bahwa karyawan yang memiliki stres kerja Pengujian terhadap variabel Motivasi Kerja Pengujian pada variabel motivasi kerja menunjukkan tingkat signifikansi 0,026 lebih kecil dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi kerja memiliki yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil diatas tersebut menggambarkan bahwa karyawan yang memiliki motivasi kerja Pengujian terhadap variabel Kompensasi Pengujian pada variabel Kompensasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi 0, 013 lebih kecil dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa variabel Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil tersebut menggambarkan bahwa lingkungan kerja mempengaruhi kinerja karyawan. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada karyawan di CU. Khatulistiwa Bakti Pontianak Pontianak mengenai pengaruh Stres Kerja. Motivasi Kerja dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Stres Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada CU. Khatulistiwa Bakti Pontianak. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada CU. Khatulistiwa Bakti Pontianak Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada CU. Khatulistiwa Bakti Pontianak. Stres kerja. Motivasi kerja dan Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada CU. Khatulistiwa Bakti Pontianak Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan yang diperoleh, maka saran yang dapat diberikan sebagai berikut: Untuk karyawan disaran untuk mengubah pola pikir bahwa stres kerja tidak selamanya identik dengan hal negatif tetapi dapat menjadikan stres kerja sebagai hal positif yaitu dengan menjadikan stres kerja sebagai dorongan dan tantangan dalam ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Untuk pimpinan CU. Khatulistiwa Bakti pontianak disarankan untuk memberikan nilai-nilai motivasi kerja kepada seluruh karyawan. Karena dengan adanya motivasi kerja dari atasan maupun pihak perusahaan maka meningkatkan semangat kerja karyawan dan menghasilkan kinerja yang baik untuk perusahaan. Untuk pihak CU. Khatulistiwa Bakti pontianak untuk memberikan kompensasi berdasarkan beban kerja yang di emban karyawan dan sesuai ketentuan yang berlaku dan hak-hak karyawan wajib mendapatkan kompensasi itu sendiri. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti atau melanjutkan penelitian ini, disarankan untuk meneruskan atau mengembangkan penelitian ini dengan mencari variabel lain yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Dalam pengisian kuesioner oleh responden bisa lebih memaksimalkan pengawasannya dan juga lebih luas dalam menentukan jumlah responden. DAFTAR PUSTAKA