Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X ANALISIS BIBLIOMETRIK TENTANG QUIET QUITTING Ario Bagus Nugroho1. Siti Mujanah2. Achmad Yanu Alif Fianto3 Program Studi Magister Manajemen. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Indonesia achmadyanu@untag-sby. Abstract Performance and engagement of employee could drop anytime, the companyAos inability to provide work-life balance could even lead to quiet quitting that if ignored could increase employee turnover. The purpose of this study is to give information about the connections about quiet quitting based on the previous studies. The methods used for this bibliometric analysis were to merge the use of Publish or perish software to find previous studies with keyword Auquiet quittingAy and the use of VOSviewer software to cluster and to visualize its items of study. The results of this study were in the span of 2022-2024 there were 996 studies about quiet quitting. VOSviewer clustered the items into 5 . cluster and visualized the connection between items, publication year, and topic density or publication frequencies. The visualizations results showed that these items have connections between clusters, these items of study are quiet firing and disengagement both have a connection of their own, the next items were the great resignation, management, work-life balance and job burnout each items have a connection with job satisfaction. This study also find that job burnout and job satisfaction were the items of study which have relatively small density because it was mostly studied in the year This study concluded that the connection between items of study quiet firing and disengagement are worth paying attention to whenever discussing quiet quitting also job burnout and job satisfaction were the items of study which connections on quiet quitting were rarely studied. Keywords : Bibliometric Analysis. Quiet quitting. Work-life balance. Quiet firing. Job Satisfaction Abstrak Kinerja dan keterlibatan pegawai dapat menurun setiap saat. Ketidakmampuan perusahaan untuk memberikan work-life balance dapat mengarah kepada quiet quitting yang apabila diabaikan akan dapat meningkatkan turnover pegawai. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi terkait hubungan yang ada pada quiet quitting berdasarkan penelitian sebelumnya. Metode yang dilakukan dalam penelitian analisis bibliometrik ini adalah menggabungkan software publish or perish dalam mencari penelitian terdahulu dengan kata kunci Auquiet quittingAy dan penggunaan software VOSviewer dalam mengklaster dan memvisualisasikan butirbutir penelitian tersebut. Hasil yang ditemukan pada penelitian ini adalah pada rentang waktu 2022-2024 terdapat 996 penelitian terkait quiet quitting. VOSviewer mengklaster butir-butir tersebut menjadi 5 . klaster dan memvisualisasikan hubungan antar butir, tahun publikasi dan densitas topik atau frekuensi penelitian. Hasil visualisasi menunjukkan bahwa butir-butir ini memiliki hubungan antar klaster, butir penelitian quiet firing dan disengagement memiliki hubungannya tersendiri, butir berikutnya adalah the great resignation, management, work-life balance dan job burnout masing-masing memiliki hubungan dengan job satisfaction. Penelitian ini juga menemukan bahwa job burnout dan job satisfaction merupakan butir penelitian yang memiliki densitas relatif kecil karena lebih sering diteliti pada tahun 2024. Sehingga berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hubungan butir penelitian quiet firing dan disengagement patut mendapatkan perhatian terkait hubungannya dengan quiet quitting serta job burnout dan job satisfaction merupakan butir penelitian yang jarang diteliti hubungannya dengan quiet quitting. Kata Kunci : Analisis bibliometrik. Berhenti diam-diam. Keseimbangan kehidupan kerja. Pemecatan diam-diam. Kepuasan kerja Pendahuluan Pada tahun 2021 dan 2022 terjadi sebuah fenomena The Great Resignation yaitu sebanyak 90 juta pegawai memilih untuk keluar dari tempat kerjanya karena ketidakmampuan Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 2. November 2024 manajemen dalam memberikan dukungan di tempat kerja maupun di luar tempat kerja atau tidak tercapainya work-life balance. Manajemen dapat memberikan dukungan kepada pegawai melalui pekerjaan yang bersifat penuh waktu. Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X atau sekuritas pekerjaan, kemudian rasa hormat dari perusahaan yang menghargainya sebagai seorang individu bukan sebuah komoditas belaka dan memberikan kesempatan belajar juga kesempatan untuk berkembang$ (Caldwell et al. , 2. Eksodus pegawai ini memiliki hubungan berkelanjutan, berkurangnya capaian atau perusahaan karena ketidaksiapan manajemen dalam mengganti kebutuhan akan COVID-19, ketidaksesuaian keterampilan yang dibutuhkan oleh perekonomian maupun cara kerja baru dan meningkatnya job burnout karena bertambahnya beban kerja juga meningkatnya tekanan kerja serta bertambahnya waktu kerja yang mengurangi waktu beristirahat bersama keluarga di rumah$ (Ng & Stanton, 2. Berdasarkan penelitian terdahulu pada saat pandemi hanya 20-21% pegawai yang terhadap rendahnya keterlibatan dan inisiatif pegawai ini telah menyebabkan kerugian bagi ekonomi dunia sebesar 7. 8 Triliun US Dollar. Keterlibatan yang rendah atau disengagement memiliki hubungan dengan quiet quitting yaitu pegawai yang merasakan ketidakadilan atau merasa tidak dihargai ini akan menjaga sebuah rahasia kepada manajemen bahwa dirinya sedang mengurangi peran dalam pekerjaan, tanpa bekerja diluar waktu dan tanpa bekerja diluar deskripsi pekerjaan $ (Kapitonova et al. Berdasarkan penelitian lain pada saat pandemi pegawai muda seperti Gen Z yaitu generasi yang lahir pada 1997-2007 dan Gen Milenial yaitu generasi yang lahir pada 19861996 memiliki engagement yang rendah terhadap pekerjaan. Penyebab quiet quitting berpengalaman adalah karena tidak memiliki bayangan terhadap kebutuhan diri dan lebih banyak memikirkan kepuasan diri dalam memenuhi kebutuhan hidup, sedangkan pegawai senior yang lebih berpengalaman memiliki karier yang lebih jelas serta tingkat job satisfaction yang tinggi. $ (Prado Badilla et al. CQuiet quitting dapat diartikan sebagai keluar dari pekerjaan secara diam-diam. Quiet quitting didasari oleh keinginan mengurangi peran sedikit demi sedikit pada pekerjaan, tidak Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 2. November 2024 melakukan lebih dari yang telah disepakati atau bekerja sesuai dengan imbalan yang diterima$ (Campton et al. , 2. Manfaat quiet quitting kepada pegawai batasan-batasan deskripsi pekerjaan agar pegawai tidak hanya memikirkan pekerjaan 24/7 dan dapat memulai memperhatikan tugas juga tanggung jawab nya diluar tempat kerja$ (Prado Badilla et al. CJob Burnout merupakan kondisi kelelahan secara fisik emosional, atau mental yang disertai dengan penurunan motivasi, kinerja, dan munculnya sifat negatif terhadap diri sendiri maupun orang lain. Kelelahan ini terjadi karena manajemen yang berlebihan kompetensi pegawai dalam penyelesaian tugas. Kecerdasan emosional merupakan hal yang krusial dalam menjaga kesehatan mental untuk mengurangi keinginan untuk berhenti, quiet quitting, maupun job burnout$ (Galanis et al. CWork-life keseimbangan yang dirasakan dengan pegawai ketersediaan waktu luang dan waktu untuk berwirausaha di luar tempat kerja. Pegawai dapat membangun sendiri work-life balance dengan cara membatasi diri dengan pekerjaan, berkomunikasi dengan atasan dan teman kerja untuk memperjelas ruang lingkup pekerjaan dan memiliki support system seperti keluarga dan teman-teman di luar tempat kerja untuk menjaga kesehatan mental $ (Shah & Parekh. CJob Satisfaction adalah pandangan kepuasan pegawai terhadap pekerjaan dan lingkungan pekerjaan secara menyeluruh. Job satisfaction juga diartikan sebagai kepuasan yang terjadi karena pegawai puas dengan pekerjaan dan pemimpinnya sehingga mampu menguatkan komitmen dengan perusahaan dalam jangka panjang$ (Suhendar et al. , 2. CDisengagement adalah bentuk tempo terdistraksi dan hasil yang minimal. Perasaan tidak di hormati, tidak didukung dan tidak di Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X pegawai juga produktifitasnya yang dapat memicu disengagement pada pegawai. Peran manajemen dalam mengurangi disengagement dapat dilakukan dengan cara manajemen dapat memimpin dengan memberikan contoh yang baik dalam bekerja, kemudian melalui mendelegasikan dan mempercayakan suatu tanggung jawab kepada pegawai, manajemen juga dapat secara aktif mendengarkan juga secara kolaboratif mencoba menyelesaikan masalah-masalah yang muncul$ (Anwaar & Yusof, 2. CQuiet firing dapat diartikan sebagai pemecatan yang dilakukan secara diam-diam. Quiet firing didasari oleh keinginan manajemen memecat pegawai yang mengalami penurunan dalam performa maupun keterlibatan dalam Manajemen akan mengurangi menempatkan pegawai pada lokasi yang jauh dari tempat tinggal pegawai dan mengabaikan kebutuhan sumber daya bagi pegawai dalam penyelesaian tugas. Pada akhirnya pegawai tersebut akan keluar dari pekerjaan secara Untuk menjauhkan manajemen dari quiet firing, manajemen dapat meminta dokumentasi terhadap pekerjaan yang telah menyampaikan ekspektasi yang jelas sehingga pegawai dapat mengerti ruang lingkup dan harapan yang diinginkan oleh perusahaan terhadap dirinya, kemudian manajemen juga dapat menawarkan Performance Improvement Plans (PIP) apabila penilaian pegawai turun dibawah ekspektasi sehingga pegawai akan mendapat pekerjaan dengan waktu yang spesifik serta dukungan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut $(Anwaar & Yusof, 2. Berdasarkan mengidentifikas hubungan yang ada pada kata kunci quiet quitting dan juga memperdalam pengetahuan ilmu manajemen sumber daya Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi terkait quiet quitting baik mengenai banyaknya publikasi, hubungan antar butir penelitian pada setiap publikasi, hubungan butir penelitian terhadap waktu publikasi, maupun frekuensi pembahasan masing-masing butir penelitian. Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 2. November 2024 Metode Penelitian Analisis bibliometrik yang dilakukan berupa dua tahap yaitu menggunakan software Publish or perish untuk mencari artikel jurnal yang diteliti dan dipublikasi selama 3 tahun terakhir . menggunakan kata kunci pada penelitian adalah AuQuiet QuittingAy. Data yang ditemukan dari pencarian kata kunci tersebut akan disimpan dalam bentuk ekstensi *. RIS yang akan menyimpan kumpulan data seperti judul yang ditemukan, penulis, tahun publikasi, penerbit, url dan abstrak. Penggunaan ekstensi RIS ini akan memudahkan proses import data untuk tahap selanjutnya$ (Novia et al. , 2. Analisis bibliometrik tahap kedua yaitu software VOSviewer untuk butir-butir VOSviewer akan membaca file ekstensi *. RIS, kemudian mencatat hubungan kata yang sering muncul pada judul dan abstrak. Pada tahap berikutnya peneliti menyesuaikan berapa kali butir penelitian berhubungan dengan satu sama lain, peneliti juga akan menyesuaikan berapa banyak butir penelitian yang akan muncul untuk menjaga relevansi hubungan antar butir Pada tahap visualisasi. VOSviewer melakukan klasterisasi butir penelitian dan kemudian menampilkan visualisasi masingmasing butir penelitian menurut pola hubungan antar butir penelitan, tahun publikasi dan densitas topik atau frekuensi kutipan. $ (Sidiq. Pembahasan Dan Hasil Hasil analisis bibliometrik Publish or Persih menunjukkan artikel jurnal yang diteliti dan dipublikasi selama 3 tahun terakhir . dari google scholar terdapat 996 publikasi terkait kata kunci AuQuiet quittingAy dengan 2601 kutipan dan 1300. 50 kutipan seperti Gambar 1. Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Hasil pencarian tersebut akan disimpan sebagai file *. RIS yang pada tahap berikutnya akan digunakan sebagai sumber data berbentuk tulisan untuk mempermudah proses klaster dan visualisasi yang dibutuhkan aplikasi VOSviewer. Hasil publikasi nama penulis, judul publikasi, tahun publikasi dan jumlah kutipan. Berikut adalah 10 berdasarkan hasil pencarian pada aplikasi Publish of Perish terkait kata kunci quiet quitting seperti pada Tabel 1. Gambar 1. Kutipan metrik quiet quitting pada software publish or perish e publish or perish Tabel 1 Hasil pencarian publikasi dengan kutipan terbanyak pada publish or perish Penulis Judul Penelitian D Cheng. F Yang. S Xiang. J Liu S Formica. F Sfodera Financial time series forecasting with multimodality graph neural network J Harter AC Klotz. MC Bolino T Mahand. C Caldwell A Scheyett J Zenger. J Folkman S Hamouche. C Koritos. A Serenko The Great Resignation and Quiet Quitting paradigm shifts: An overview of current situation and future research directions Is quiet quitting real When quiet quitting is worse than the real Quiet quittingAecauses and opportunities Tahun Jumlah Publikasi kutipan Quiet quitting Quiet quitting is about bad bosses, not bad Quiet quitting: relationship with other concepts and implications for tourism and hospitality The human capital management perspective on quiet quitting: recommendations for employees, managers, and national 10 D Lee. J Park. Y Where are the workers? From great resignation Shin to quiet quitting Tahapan berikutnya VOSviewer membaca kemudian melakukan penyesuaian berikutnya file ekstensi *. RIS. VOSviewer mencatat bahwa berupa jumlah butir penelitian yang muncul terdapat 4369 butir penelitian terkati quiet menjadi sebanyak 55 butir untuk menjaga Peneliti kemudian menyesuaikan butir relevansi hubungan antar butir penelitian penelitian harus minimal 10 kali berhubungan dengan satu sama lain. Hasil dari penyesuaian tersebut adalah butir penelitian yang muncul untuk klasterisasi sebanyak 71. Peneliti Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 2. November 2024 sebelum proses klasterisasi dan visualisasi pada tahap berikutnya. Pada tahap selanjutnya VOSviewer melakukan klasterisasi dan visualisasi sekaligus. Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X VOSviewer mengklaster pola hubungan kata kunci quiet quitting menjadi 5 . Klaster-klaster tersebut terdiri dari 55 butir penelitian sebagai berikut: Klaster berwarna merah memiliki 14 butir penelitian yaitu behavior, culture, future, idea, person, perspective, quiet, quiet firing, quiet quitting, social medium, term, the great resignation, trend, world. Klaster berwarna hijau tua memiliki 14 disengagement, era, factor, opportunity, part, post, practice, quitting, research, student, term quiet quitting, way, year. Klaster berwarna biru memiliki 10 butir penelitian yaitu concept, consequence, meaning, movement, paper, relationship. Klaster berwarna kuning memiliki 10 butir penelitian yaitu attention, company, covid, employee engagement, impact, pandemic, phenomena, quiet quitting phenomenon, role, work life balance. Klaster berwarna ungu memiliki 7 (Tuju. butir penelitian yaitu effect, job burnout, job satisfaction, literature, nurse, quiet quitter, scale. Pada Gambar 2. VOSviewer menampilkan visualisasi hubungan antar 55 butir penelitian terkait quiet quitting berdasarkan 5 . klaster tersebut. Gambar 1 Visualisasi hubungan antar butir-butir penelitian pada software VOSviewer Pada Gambar 3, hasil visualisasi berikutnya menunjukkan hubungan antar butir-butir penelitian quiet quitting. Butir penelitian quiet firing pada klaster merah memiliki hubungan dengan butir penelitian disengagement pada klaster hijau tua dan management pada klaster biru namun tidak memiliki hubungan dengan butir penelitian work-life balance pada klaster kuning maupun job burnout pada klaster biru dan the great resignation pada klaster merah. Gambar 2 Visualisasi hubungan butir penelitian quiet firing terhadap butir penelitian disengagement pada software VOSviewer Hasil yang didapatkan dari penelitian ini memantik beberapa pandangan baru yang dapat menjadi bahan diskusi. Berdasarkan penelitian pada 2022-2024 banyak butir penelitian yang berhubungan dengan quiet Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 2. November 2024 quitting, seperti butir penelitian disengagement pada klaster hijau tua yang sering diteliti bersamaan dengan butir penelitian quiet firing pada klaster merah dan management pada klaster biru. Hasil visualisasi pada Gambar 3 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X tersebut menunjukkan bahwa manajemen secara sadar dapat membiarkan pegawai bekerja dalam budaya kerja yang toxic sehingga pegawai akan kehilangan keinginan mengembangkan diri, semangat bekerja maupun keinginan bertahan pada pekerjaan dengan sendirinya. $ (Kapitonova et al. , 2. Pada gambar 4 hasil VOSviewer menunjukkan bahwa butir penelitian job satisfaction pada klaster ungu sering dibahas bersamaan dengan butir penelitian lain seperti the great resignation pada klaster merah, job burnout pada klaster ungu dan work-life balance juga attention pada klaster kuning namun tidak memiliki hubungan dengan butir penelitian quiet firing pada klaster merah, management pada klaster biru dan disengagement pada klaster hijau tua. Gambar 3 Visualisasi hubungan job satisfaction terhadap management, job burnout dan work-life balance pada software VOSviewer Hasil visualisasi pada Gambar 4 tersebut menunjukkan bahwa manajemen berperan dalam memastikan pegawai bekerja dengan baik karena telah memberikan dukungan yang cukup dalam mewujudkan tujuan organisasi, memberikan dukungan atas pekerjaan, maka pegawai dapat bekerja dengan memberikan upaya yang biasa-biasa saja dan berfikir bahwa berupaya lebih adalah suatu hal yang sia-sia$ (Nurmatin et al. , 2. Hasil ini juga menunjukkan bahwa manajemen perlu menyesuaikan beban kerja pegawai yang mengalami job burnout. Pegawai tersebut akan lebih mudah terlecut emosinya ketika berhadapan dengan masalah apapun karena selalu merasa beban yang dimiliki sudah terlalu banyak, mudah kehilangan energi untuk mengerjakan kegiatan sehari-hari karena kehilangan semangat, tidak fokus bahkan mudah lupa yang dapat menyebabkan kesalahan dalam pekerjaan, dan pegawai teresebut secara fisik juga mental akan merasa kelelahan karena bekerja berlebihan (Zhang. Upaya dalam mempertahankan pegawai muda seperti Gen Z dan Gen Milenial dapat Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 2. November 2024 mempertimbangkan job satisfaction. Pegawai muda cepat kehilangan ketertarikan terhadap pengembangan diri, maupun mengganggu kesehatan mental serta mengabaikan work-life balance pegawai, hal-hal ini bersifat penting bagi pegawai muda dan pekerjaan yang tidak menghiraukan job satisfaction tidak akan menjadi pilihan utama dalam bekerja bagi pegawai muda $(Suhendar et al. , 2. Pada gambar 5, hasil analisis bibliometric software VOSviewer berupa visualisasi yang menampilkan hamparan waktu publikasi yang menghubungkan antar butir-butir penelitian. Visualisasi ini memetakan butir penelitian berlandaskan rata-rata tahun publikasinya, semakin warna butir penelitian berwarna ungu rata-rata dipublikasikan pada tahun 2022, dan semakin warna butir penelitian berwarna kuning maka penelitian tersebut rata-rata dipublikasikan pada tahun 2024. Berdasarkan visualisasi tersebut, dapat dilihat bahwa penelitian belakangan ini terkait quiet quitting lebih sering membahas butir penelitian job burnout dan management yang berwarna ungu. Sedangkan penelitian sebelumnya lebih sering membahas Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X butir penelitian seperti disengagement, worklife balance, dan quiet firing yang berwarna Gambar 4 Visualisasi hamparan waktu butir-butir penelitian terkait quiet quitting pada software VOSviewer Pada Gambar 6, hasil visualisasi kepadatan menunjukkan frekuensi setiap butir penelitian yang telah dibahas. Semakin tebal warna yang muncul maka frekuensi butir penelitian tersebut dibahas dalam sebuah penelitian semakin Melalui hasil visualisasi tersebut terlihat bahwa butir penelitian job burnout dan job satisfaction belum banyak terindeks pada Google Scholar dalam 3 tahun terakhir. Gambar 5 Visualisasi kepadatan butir-butir penelitian terkait quiet quitting pada software VOSviewer Terlihat dari hubungan-hubungan yang muncul pada Gambar 5 dan Gambar 6, butir-butir penelitian pada tabel 2 dapat menjadi indikatorindikator baru maupun menjadi bahan pendalaman ilmu ketika membuat penelitian terkait quiet quitting kedepannya, karena banyaknya jumlah hubungan yang dimiliki butir-butir penelitian tersebut terhadap quiet quitting dan rata-rata tahun publikasi yang masih tergolong baru dan jarang dibahas terkait quiet quitting. Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 2. November 2024 Tabel 2 Jumlah kemunculan dan rata-rata tahun publikasi butir penelitian Butir penelitian Jumlah Quiet Firing Rata-rata The Great 11 Resignation Disengagement Opportunity Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Attention Work Life 19 Balance Job Burnout Job Satisfaction Berdasarkan penelitian bibliometrik ini manajemen perlu memiliki kesadaran dan empati bahwa kepemimpinan yang baik adalah pemimpin yang mau menjadi pelatih alih-alih menjadi bos. Manajemen perlu berkompromi terhadap kebutuhan masing-masing pegawai, manajemen juga perlu melakukan penyesuaian budaya kerja yang baik bagi kesehatan mental pegawai, serta perlu menghindari memberikan pekerjaan yang bersifat transaksional seperti pegawai freelance yaitu meminta pegawai untuk mengerjakan tugas dan fungsinya dalam sebuah pekerjaan tanpa memberikan dukungan bagi pegawai yang membutuhkan bantuan dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut $(Mahand & Caldwell, 2. Kegagalan banyak perusahaan dalam manajemen dalam memberikan motivasi ketidakmampuan perusahaan dalam menyeleksi pemimpin, penugasan supervisor yang tidak kompeten, tidak adanya transparansi dalam pekerjaan, tidak adanya kesesuaian ucapan terkait aturan dengan perbuatan, pemimpin yang suka berpikir pendek dalam pekerjaan, hanya merekrut pegawai kontrak dan pemimpin yang sering terjebak pada mediocrity daripada berinisiatif ketika menghadapi masalah atau bahkan saat menyelesaikan pekerjaan seharihari. Hal-hal tersebut harus mulai ditinggalkan dengan tujuan manajemen dapat menjaga retensi pegawai dan mengurangi turnover serta mengoptimalisasi penggunaan sumber daya karena telah digunakan sesuai kebutuhan masing-masing pegawai dalam penyelesaian pekerjaannya $(Jamali & Caldwell, 2. Manajemen harus berfikir bukan hanya terkait menjaga keseimbangan keuangan, lingkungan, sosial dan hukum perusahaan saja, karena etika dalam memanusiakan sumber daya manusia yang ada pada perusahaan Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 2. November 2024 adalah investasi terbaik yang dapat dilakukan Dengan kemampuan perusahaan menyeleksi maupun membentuk pemimpin perusahaan dapat lebih berkomitmen dengan kewajiban perusahaan terhadap keuangan, lingkungan, sosial, hukum dan etika jangka panjang yang menjadi hutang perusahaan dan pemimpin organisasi kepada generasi saat ini dan masa depan $(Hasan et al. , 2. Kesimpulan Penelitian ini memberikan informasi terkait berbagai hal yang memiliki hubungan dengan quiet quitting. Berdasarkan hasil analisis bibliometrik, terdapat 996 publikasi kutipan/tahun. Terdapat 55 butir penelitian yang dikelompokkan menjadi . klaster untuk mempermudah pemahaman terkait quiet Pada saat mendiskusikan quiet quitting beberapa klaster memiliki hubungan satu sama lain dan sebagian lagi tidak, seperti quiet firing pada klaster merah memiliki hubungan dengan butir penelitian disengagement pada klaster hijau tua dan management pada klaster biru saja, kemudian butir penelitian job burnout pada klaster ungu tidak memiliki hubungan dengan butir penelitian management pada klaster biru, quiet firing pada klaster merah, work-life balance pada klaster kuning maupun disengagement pada klaster hijau tua. Serta butir penelitian job satisfaction pada klaster ungu memiliki hubungan dengan butir penelitian job burnout pada klaster ungu dan work-life balance pada klaster kuning saja. Saran Saran untuk penelitian kedepan adalah dalam menentukan topik penelitian kedepannya dapat meneliti butir penelitian dengan frekuensi publikasi yang masih minim seperti job burnout dan job satisfaction, saran berikutnya penelitian berikutnya dapat menggunakan butir-butir penelitian yang ada pada penelitian ini sebagai indikator baru dalam meneliti quiet quitting, saran lain adalah menggunakan kata kunci tambahan selain AuQuiet quittingAy pada pencarian data di software Publish or perish, sehingga dapat memperbanyak butir-butir penelitian dan memperkaya informasi terkait quiet quitting. Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Daftar Pustaka