Journal of S. Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Training E-ISSN 2620-7699 | P-ISSN 2541-7126 https://doi. org/10. 37058/sport Pelatihan Bola Voli Dengan Pendekatan Bermain Terintegrasi Lifeskills Untuk Meningkatkan Keterampilan Bermain Atlet Remaja Muhamad Ilham1,2. Amung MaAomun1. Yunyun Yudiana1. Mustika Fitri1. Tirto Apriyanto2 Program Studi Pendidikan Olahraga. Sekolah Pascasarjana. Universitas Pendidikan Indonesia Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas integrasi keterampilan hidup . ke dalam latihan bola voli dengan pendekatan bermain terhadap peningkatan keterampilan bermain atlet remaja, dengan membandingkan kelompok yang menerapkan transfer ke kehidupan sehari-hari, non-transfer, dan kelompok kontrol. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain pretest-posttest control group design. Sebanyak 36 atlet bola voli remaja (U. dibagi menjadi tiga kelompok: X1 . ntegrasi lifeskills dengan transfe. X2 . ntegrasi lifeskills non-transfe. , dan XC . ontrol tanpa integras. Intervensi Keterampilan menggunakan Game Performance Assessment Instrument (GPAI). Data dianalisis dengan uji ANOVA, t-test, dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara ketiga kelompok . < 0,. Kelompok XT1 menunjukkan peningkatan keterampilan bermain tertinggi (Mean = 78,. , diikuti XT2 (Mean = 67,. , dan XC (Mean = 57,. Uji effect size menunjukkan perbedaan yang kuat antara XT1-XT2 . =1,. XT1-XC . =3,. , dan XT2-XC . =1,. , kategori "Strong Effect". Integrasi lifeskills secara eksplisit ke dalam latihan bola voli berbasis bermain, terutama yang didukung oleh strategi transfer ke kehidupan sehari-hari, terbukti secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan bermain atlet remaja dibandingkan dengan integrasi non-transfer dan latihan konvensional tanpa lifeskills. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam pembinaan olahraga muda yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis-taktis, tetapi juga pada pengembangan keterampilan hidup. Kata Kunci: Bola Voli, pendekatan bermain, keterampilan bermain, lifeskills Abstract This study aimed to examine the effectiveness of integrating life skills into gamebased volleyball training on improving the playing skills of adolescent athletes, by comparing groups that applied transfer to daily life, non-transfer, and a control A quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design Correspondence author: Muhamad Ilham. Program Studi Pendidikan Olahraga. Sekolah Pascasarjana. Universitas Pendidikan Indonesia. Indonesia. Email: muhamadilham@upi. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Muhamad Ilham1. Amung MaAomun2. Yunyun Yudiana3. Mustika Fitri4. Tirto Apriyanto5 Pelatihan Bola Voli Dengan Pendekatan Bermain Terintegrasi Lifeskills Untuk Meningkatkan Keterampilan Bermain Atlet Remaja was employed. A total of 36 adolescent volleyball athletes (U. were divided into three groups: XT1 . ife skills integration with transfe. XT2 . ife skills integration non-transfe. , and XC . ontrol without integratio. The intervention was conducted over 16 meetings. Playing skills were measured using the Game Performance Assessment Instrument (GPAI). Data were analyzed using ANOVA, t-test, and effect size. The results showed a significant difference among the three groups . < 0. The XT1 group demonstrated the highest improvement in playing skills (Mean = 78. , followed by XT2 (Mean = 67. , and XC (Mean = 57. The effect size test indicated strong differences between XT1-XT2 . =1. XT1-XC =3. , and XT2-XC . =1. , all of which are categorized as "Strong Effect". The explicit integration of life skills into game-based volleyball training, especially when supported by strategies to transfer these skills to daily life, proved to be significantly more effective in enhancing the playing skills of adolescent athletes compared to non-transfer integration and conventional training without life skills. This finding underscores the importance of a holistic approach in youth sports coaching that focuses not only on technical-tactical aspects but also on life skills Keywords: Volleyball, playing approach, playing skills, life skills PENDAHULUAN Pembinaan olahraga pada usia remaja memegang peranan penting dalam membentuk bukan hanya kemampuan teknis dan fisik, tetapi juga keterampilan hidup . ife skill. yang mendukung perkembangan pribadi dan sosial atlet dalam jangka panjang. Olahraga menyediakan konteks unik di mana remaja dapat belajar pengalaman sosial-kognitif dan emosional yang berpotensi diaplikasikan di luar arena olahraga . sekolah, keluarga. Namun, pengembangan life skills tidak terjadi secara perlu adanya desain program dan strategi pembelajaran yang eksplisit dan sistematis dalam konteks pelatihan olahraga(Gould & Carson. Penelitian dan kajian terkini tentang life skills melalui olahraga menunjukkan dua hal penting. Pertama, model dan strategi yang dirancang untuk AumengajarAy life skills . melalui pengenalan, praktik, refleksi, dan transfe. dapat meningkatkan peluang keterampilan tersebut berkembang pada peserta. Kedua, bukti empiris tentang transfer life skills yaitu kemampuan atlet menerapkan keterampilan yang dipelajari di olahraga ke konteks kehidupan sehari-hari masih menunjukkan hasil yang beragam, bergantung pada desain intervensi . keterlibatan pelatih, eksplisitnya Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. Year | 700-718 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. tujuan pembelajaran, mekanisme refleksi dan monitorin. Oleh karena itu, keberhasilan transfer tampak terkait erat dengan keintensifan dan eksplisititas strategi transfer yang diterapkan selama program (Koh & Camiry, 2. Bola voli adalah salah satu cabang olahraga yang tidak hanya menuntut kemampuan fisik dan keterampilan teknis yang tinggi, tetapi juga menekankan pada pengembangan mental dan sosial atlet (Ameen & Fadhil. Gregory & Harper, 2023. Raiola & Di Tore, 2012. Zhou & Tu, 2. Permainan ini mengharuskan para pemain untuk berkomunikasi secara efektif, bekerja sama dalam tim, mengambil keputusan cepat, serta mengatasi tekanan dalam situasi pertandingan (Altavilla et al. , 2019. Rikberg & Raudsepp, 2011. Yago et al. , 2. Pengembangan keterampilan bermain dalam olahraga bola voli pada remaja tidak hanya ditentukan oleh aspek fisik dan teknik semata, tetapi juga oleh kemampuan kognitif, emosional, serta sosial yang mendukung performa atlet. Hal ini sejalan dengan pendekatan Teaching Games for Understanding (TGfU) dan penggunaan instrumen Game Performance Assessment Instrument (GPAI) yang menekankan pentingnya base, adjustment, decision making, skill execution, support, marking, dan cover dalam menilai kualitas bermain (Oslin et al. , 1. Dengan demikian, peningkatan keterampilan bermain perlu dipahami dalam kerangka yang lebih luas, yaitu mencakup integrasi keterampilan hidup . ife skill. yang dapat mendukung kemandirian atlet baik di dalam maupun di luar lapangan. Dalam ranah bola voli khususnya, penggunaan pendekatan bermain dan asesmen kinerja permainan . Game Performance Assessment Instrument GPAI) telah banyak dipakai untuk mengevaluasi aspek keputusan permainan . ecision makin. dan keterampilan eksekusi dalam situasi permainan nyata (Yudiana et al. , 2. GPAI menyediakan indikator yang dapat menangkap dimensi performa permainan, sehingga relevan untuk mengukur dampak intervensi pembelajaran taktik-teknis yang terintegrasi dengan life skills. Meski demikian, studi intervensi yang mengkombinasikan pelatihan bola voli berbasis bermain dengan program Muhamad Ilham1. Amung MaAomun2. Yunyun Yudiana3. Mustika Fitri4. Tirto Apriyanto5 Pelatihan Bola Voli Dengan Pendekatan Bermain Terintegrasi Lifeskills Untuk Meningkatkan Keterampilan Bermain Atlet Remaja life skills yang dirancang untuk menguji perbedaan antara integrasi yang menghasilkan transfer ke kehidupan sehari-hari versus integrasi yang bersifat hanya dalam konteks latihan . on-transfe. masih terbatas (Gould & Carson, 2008. Kendellen & Camiry, 2017. Pierce et al. , 2017. Tanious. Kajian sebelumnya menunjukkan bahwa olahraga, khususnya melalui program latihan berbasis pengalaman, berpotensi besar dalam mengembangkan life skills seperti komunikasi, kepemimpinan, manajemen emosi, dan kerjasama tim (Camiry et al. , 2012. Gould & Carson, 2. Akan tetapi, salah satu tantangan besar adalah memastikan terjadinya transfer life skills dari konteks olahraga ke kehidupan sehari-hari. Pierce et . menekankan bahwa transfer life skills tidak terjadi secara otomatis, melainkan membutuhkan desain intervensi yang eksplisit dan Di sisi lain banyak penelitian masih berfokus pada pengembangan life skills dalam konteks olahraga semata . on-transfe. , sehingga belum secara konsisten menguji dampak implementasi life skills di luar lapangan terhadap performa bermain atlet muda (Kendellen & Camiry, 2. Penelitian terdahulu di bidang Positive Youth Development (PYD) melalui olahraga telah mengindikasikan bahwa integrasi life skills dapat berkontribusi pada pembentukan karakter, peningkatan motivasi, serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG. terutama pada aspek pendidikan berkualitas dan kesehatan remaja (Tanious, 2023. Williams et al. , 2. Namun demikian, research gap masih terlihat pada konteks olahraga bola voli remaja, khususnya dalam membandingkan pendekatan latihan dengan integrasi life skills yang di-transfer ke kehidupan sehari-hari, dengan yang hanya diintegrasikan dalam konteks olahraga . on-transfe. , serta dengan latihan konvensional tanpa integrasi life skills sama sekali (Camiry, 2021. Camiry et al. , 2. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini penting dilakukan untuk menguji efektivitas pendekatan latihan bola voli dengan integrasi life skills yang ditransfer ke kehidupan sehari-hari (XT. , integrasi life skills tanpa transfer ke kehidupan sehari-hari (XT. , serta latihan bola voli tanpa Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. Year | 700-718 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. integrasi life skills (XC) terhadap peningkatan keterampilan bermain atlet METODE Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, karena penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh perlakuan yang berbeda terhadap peningkatan keterampilan bermain atlet (Fraenkel et al. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest only control group design dengan lebih dari satu kelompok eksperimen . esign with more than one experimental grou. (Christensen et al. , 2. Tabel 1. Desain Penelitian Kelompok (Eksperimen . Pretest (Eksperimen . X (Kontro. Perlakuan Latihan bola voli dengan pendekatan bermain integrasi life skills . ransfer ke kehidupan sehari-har. Latihan bola voli dengan pendekatan bermain integrasi life skills . ontransfer, hanya dalam konteks latiha. Latihan bola voli dengan pendekatan bermain tanpa integrasi life skills Posttest Populasi penelitian adalah atlet bola voli Pembinaan Olahraga Prestasi Berkelanjutan (POPB) DKI Jakarta U15 dan Klub Bola Voli Urban Jakarta U15. Sampel penelitian adalah seluruh atlet bola voli remaja dari kedua populasi tersebut, dengan jumlah 36 orang. Sampel dipilih karena berada pada fase perkembangan remaja, yaitu tahap transisi menuju kematangan fisik, psikologis, dan sosial, yang sesuai dengan fokus Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Selanjutnya, dilakukan random assignment untuk menentukan kelompok penelitian, sehingga diperoleh: Kelompok Eksperimen 1 (X. = 12 orang A Kelompok Eksperimen 2 (X. = 12 orang A Kelompok Kontrol (X) = 12 orang Penelitian dilaksanakan dalam 16 pertemuan, dengan 1 model latihan untuk 2 kali pertemuan. Muhamad Ilham1. Amung MaAomun2. Yunyun Yudiana3. Mustika Fitri4. Tirto Apriyanto5 Pelatihan Bola Voli Dengan Pendekatan Bermain Terintegrasi Lifeskills Untuk Meningkatkan Keterampilan Bermain Atlet Remaja Instrumen penelitian dikembangkan dari Game Performance Assessment Instrument (GPAI) dengan indikator: Decision making. Skill Execution, dan Support. HASIL Pengolahan menggunakan Microsoft Excel 2016 untuk mempermudah proses analisis dan mencegah kemungkinan kesalahan. Data yang diperoleh dari hasil tes kemudian diolah dan dianalisis untuk menguji hipotesis menggunaan pendekatan statistik. Langkah pertama yang dilakukan adalah menghitung nilai rata-rata . , rata-rata peningkatan skor . aya bed. dan simpangan baku . tandar devias. Berikut disajikan pada tabel berikut: Tabel 1. Ringkasan Data Statistik Hasil Penelitian Variabel Keterampilan bermain Bola voli Keterangan M gain yua Keterangan: : Jumlah sampel pada setiap kelompok M Gain : Rata-rata peningkatan skor (Daya Bed. Keterampilan Bermain X : Jumlah peningkatan skor nilai kelompok program yua : Simpangan baku Tabel diatas menyajikan hasil analisis statistik dari penelitian yang mengukur dampak intervensi latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills pada tiga kelompok berbeda, kelompok X1 yaitu kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills . ransfer ke kehidupan sehari-har. (X. , kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills non-transfer dalam kehidupan sehari-hari (X. dan kelompok latihan bola voli tanpa integrasi (X). Setiap kelompok terdiri dari 12 partisipan (N=. , yang menunjukkan kesetaraan ukuran sampel untuk memastikan komparasi yang valid. Terdapat empat variabel utama yang dianalisis diantaramya M gain (Mean Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. Year | 700-718 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Gai. : Menunjukkan peningkatan rata-rata skor sebelum dan setelah Dimana X1 mencatat kenaikan tertinggi . , diikuti X2 . , sementara X . Hal ini membuktikan bahwa Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills . ransfer ke kehidupan sehari-har. (X. paling efektif meningkatkan hasil keterampilan bermain dibandingkan dengan X2 dan X sebagai kelompok kontrol atau tanpa intervensi. Untuk jumlah peningkatan skor nilai kelompok program menunjukkan nilai sebesar 268. 75 pada X1 dan 127 pada X2 mengindikasikan dampak positif yang signifikan, sedangkan 105. 46 pada X menunjukkan adanya pengaruh kecil, hal tersebut memperkuat pentingnya Kemudian nilai simpangan baku atau standar deviasi dengan nilai tertinggi pada X1 . menunjukkan keragaman respons partisipan. X2 sebesar . menunjukkan keragaman respon partisipan, sementara X memiliki konsistensi lebih tinggi . mungkin karena tidak adanya variasi dari intervensi. Pengujian normalitas dilakukan terhadap seluruh data penelitian, mengingat analisis yang digunakan melibatkan uji-t. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa data memiliki distribusi normal. Uji normalitas dilakukan menggunakan metode Shapiro-Wilk (S-W) dimana tujuan metode ini adalah khusus dirancang untuk menguji normalitas data dan spesifik mendeteksi penyimpangan dari distribusi normal. Karakteristik dari metode ini adalah lebih akurat untuk sampel kecil . O n O . , ini sesuai dengan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah masingmasing kelompok sebanyak 12 orang. Lebih sensitif mendeteksi minor deviation dari normal dan mengasumsikan data identik dan independen (Cohen, 2013. Lakens, 2. Adapun tingkat signifikansi nya adalah = 0,05. Berikut hasil pengujian normalitas data dari setiap kelompok yaitu: Muhamad Ilham1. Amung MaAomun2. Yunyun Yudiana3. Mustika Fitri4. Tirto Apriyanto5 Pelatihan Bola Voli Dengan Pendekatan Bermain Terintegrasi Lifeskills Untuk Meningkatkan Keterampilan Bermain Atlet Remaja Merujuk pada Tabel 2. mengenai hasil uji normalitas data yang dianalisis menggunakan metode Shapiro-Wilk (S-W), diketahui bahwa seluruh kelompok data yang dianalisis menunjukkan nilai keseluruhan signifikansi (Si. lebih besar dari 0,05. Pada data statictic degan p value dengan = 0,05 juga menunjukkan bahwa nilai keseluruhan data lebih besar dari nilai Wtabel yaitu 0,859. Dengan demikian. HCA diterima dan HCA ditolak, yang berarti bahwa seluruh data dalam penelitian ini dinyatakan Setelah normalitas data yang menunjukkan distribusi normal, maka pengujian dilanjutkan dengan uji homogenitas. Pengujian kesamaan varians . omogenitas varian. dilakukan dengan menggunakan Levene Test. Adapun hasil uji homogenitas varians (Levene Tes. sebagai berikut: Berdasarkan hasil uji homogenitas yang ditampilkan pada Tabel 3, diperoleh bahwa nilai signifikansi berdasarkan based on mean adalah 0,056 yang lebih besar dari 0,05 Hal ini menunjukkan bahwa varians data antar kelompok bersifat homogen. Pada tabel levene statistic menunjukkan bahwa nilai Fhitung dengan = 0,05 sebesar 2,511 lebih kecil dari Ftabel sebesar 3,275. Pengujian melalui levane statistic dengan membandingan antara Fhitung dengan Ftabel menunjukkan juga bahwa varians data antar kelompok bersifat homogen. Hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengaruh kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills . ransfer ke kehidupan seharihar. (X. , kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills non-transfer dalam kehidupan sehari-hari (X. dan kelompok latihan bola voli tanpa integrasi (X). terhadap peningkatan keterampilan bermain. Hipotesis tersebut di uji mengunakan ANOVA. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. Year | 700-718 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis ANOVA Oneway Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa nilai Fhitung dengan = 0,05 sebesar 19,481 lebih besar dari Ftabel 3,285 dan nilai Sig adalah 000 < 0. 05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima dengan kata lain bahwa hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian ini diterima artinya terdapat perbedaan pengaruh perkembangan kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills . ransfer ke kehidupan sehari-har. (X. , kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills non-transfer dalam kehidupan sehari-hari (X. dan kelompok latihan bola voli tanpa integrasi (X). terhadap peningkatan keterampilan bermain. Hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengaruh perkembangan kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills . ransfer ke kehidupan sehari-har. (X. , kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills non-transfer dalam kehidupan sehari-hari (X. terhadap peningkatan keterampilan bermain. Pengujian statistik yang digunaan adalah Independent Samples ttest . ata berdistribusi norma. Berikut disajikan pada tabel 5: Tabel 5. Output Independent Samples t-test X1 dengan X2 Dari tabel tersebut dapat diketahui Interpretasi data untuk hipotesis ke dua adalah p-value Sig. -taile. 0,00 < 0. 05, dan nilai Thitung dengan Muhamad Ilham1. Amung MaAomun2. Yunyun Yudiana3. Mustika Fitri4. Tirto Apriyanto5 Pelatihan Bola Voli Dengan Pendekatan Bermain Terintegrasi Lifeskills Untuk Meningkatkan Keterampilan Bermain Atlet Remaja = 0,05 sebesar 2,908 lebih besar dari Ttabel sebesar 2,074, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan pengaruh perkembangan kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills . ransfer ke kehidupan sehari-har. (X. dengan kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills non-transfer dalam kehidupan sehari-hari (X. terhadap peningkatan keterampilan Adapun perbandingan kelompok tersebut disajikan pada tabel Tabel 6 Output Pembanding Kelompok X1 dengan X2 Dari tabel diatas maka dapat diketahui Pembanding kelompok X1 (LS transfer ke kehidupan sehari-har. dengan nilai mean sebesar 78,1250 lebih baik dari kelompok XT2 (LS non transfer ke kehidupan sehari-har. dengan nilai mean 67,0417. Hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengaruh perkembangan kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills . ransfer ke kehidupan sehari-har. (X. dengan kelompok latihan bola voli tanpa integrasi (X) terhadap peningkatan keterampilan bermain. Pengujian statistik yang digunaan adalah Independent Samples ttest . ata berdistribusi norma. Berikut disajikan pada tabel 7. Tabel 7. Output Independent Samples t-test X1 dengan X Dari tabel tersebut dapat diketahui Interpretasi data untuk hipotesis ke tiga adalah p-value Sig. -taile. 0,00 < 0. 05 dan nilai Thitung dengan Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. Year | 700-718 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. = 0,05 sebesar 7,512 lebih besar dari Ttabel sebesar 2,074, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan pengaruh perkembangan kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills . ransfer ke kehidupan sehari-har. (X. dengan kelompok latihan bola voli tanpa integrasi (X) terhadap peningkatan keterampilan bermain. Adapun perbandingan kelompok tersebut disajikan pada tabel berikut Tabel 8. Output Pembanding Kelompok X1 dengan X Dari tabel diatas maka dapat diketahui pembanding kelompok X1 (LS transfer ke kehidupan sehari-har. dengan nilai mean sebesar 78,1250 tetap lebih baik dari kelompok X (Kontro. dengan nilai mean 57,6633. Hipotesis ke empat dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengaruh kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills non-transfer dalam kehidupan sehari-hari (X. dengan kelompok latihan bola voli tanpa integrasi (X) terhadap peningkatan keterampilan bermain. Pengujian statistik yang digunaan adalah Independent Samples ttest . ata berdistribusi norma. Berikut disajikan pada tabel 9. Tabel 9. Output Independent Samples t-test X2 dengan X Dari tabel tersebut dapat diketahui Interpretasi data untuk hipotesis ke empat adalah p-value Sig. -taile. 0,00 < 0. 05 dan nilai Thitung dengan = 0,05 sebesar 2,913 lebih besar dari Ttabel sebesar 2,074, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan pengaruh kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills non-transfer Muhamad Ilham1. Amung MaAomun2. Yunyun Yudiana3. Mustika Fitri4. Tirto Apriyanto5 Pelatihan Bola Voli Dengan Pendekatan Bermain Terintegrasi Lifeskills Untuk Meningkatkan Keterampilan Bermain Atlet Remaja dalam kehidupan sehari-hari (X. dengan kelompok latihan bola voli tanpa integrasi (X) terhadap peningkatan keterampilan bermain. Adapun perbandingan kelompok tersebut disajikan pada tabel berikut: Tabel 10. Output Pembanding Kelompok X2 dengan X Dari tabel diatas maka dapat diketahui pembanding kelompok X2 (LS non transfer ke kehidupan sehari-har. dengan nilai mean sebesar 67,0417 lebih baik dari kelompok X (Kontro. dengan nilai mean 57,6633. Kemudian setelah diketahui perbedaan besaran pengaruh antar kelompok, dilanjutkan menghitung Effect Size untuk melihat besaran pengaruh dan mengukur proporsi varians dalam variabel terikat (Keterampilan bermai. yang dijelaskan oleh variabel bebas . elompok Adapun interpretasi perbedaan antara kelompok adalah: Effect Size antara X1 dengan X2 Perbedaan besaran pengaruh Effect Size antara kelompok X1 dengan X2 disajikan dalam tabel 12 Tabel 12. Effect Size antara XT1 dengan XT2 Hasil interpretasi dari tabel tersebut diketahui bahwa besaran pengaruh Effect Size antara kelompok X1 dengan X2 yaitu sebesar 1,187, artinya perbedaan besaran pengaruh antara kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills . ransfer ke kehidupan sehari-har. (X. dengan kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills non-transfer dalam kehidupan sehari-hari (X. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. Year | 700-718 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. termasuk dalam kategori AuStrong EffectAy atau mempunyai besaran pengaruh sangat kuat. Effect Size antara X1 dengan X Perbedaan besaran pengaruh Effect Size antara kelompok X1 dengan X disajikan dalam tabel 13. Tabel 13. Effect Size antara X1 dengan X Hasil interpretasi dari tabel tersebut diketahui bahwa besaran pengaruh Effect Size antara kelompok X1 dengan X yaitu sebesar 3,067, artinya perbedaan besaran pengaruh antara kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills . ransfer ke kehidupan seharihar. (X. dengan kelompok latihan bola voli tanpa integrasi (X) termasuk dalam kategori AuStrong EffectAy atau mempunyai besaran pengaruh sangat Effect Size antara X2 dengan X Perbedaan besaran pengaruh Effect Size antara kelompok X2 dengan X disajikan dalam tabel 14. Tabel 14. Effect Size antara X2 dengan X Hasil interpretasi dari tabel tersebut diketahui bahwa besaran pengaruh Effect Size antara kelompok X2 dengan X yaitu sebesar 1,189, artinya perbedaan besaran pengaruh antara kelompok Latihan bola voli dengan pendekatan bermain terintegrasi life skills non-transfer dalam Muhamad Ilham1. Amung MaAomun2. Yunyun Yudiana3. Mustika Fitri4. Tirto Apriyanto5 Pelatihan Bola Voli Dengan Pendekatan Bermain Terintegrasi Lifeskills Untuk Meningkatkan Keterampilan Bermain Atlet Remaja kehidupan sehari-hari (X. dengan kelompok latihan bola voli tanpa integrasi (X) termasuk dalam kategori AuStrong EffectAy atau mempunyai besaran pengaruh sangat kuat. PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program latihan bola voli dengan pendekatan bermain yang terintegrasi life skills terutama yang dirancang untuk memfasilitasi transfer ke kehidupan sehari-hari (X. secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan bermain atlet remaja dibandingkan dengan kelompok yang hanya mengintegrasikan life skills dalam konteks latihan (X. maupun kelompok kontrol yang tanpa integrasi life skills (X). Temuan ini sejalan dengan kerangka teoritis Positive Youth Development (PYD) yang menekankan bahwa pengembangan keterampilan hidup melalui olahraga harus bersifat eksplisit, reflektif, dan terstruktur agar dapat ditransfer ke konteks lain di luar olahraga (Camiry et , 2012. Gould & Carson, 2. Pendekatan bermain yang digunakan dalam penelitian ini selaras dengan prinsip Teaching Games for Understanding (TGfU), di mana atlet tidak hanya diajarkan teknik, tetapi juga memahami taktik permainan Instrumen Game Performance Assessment Instrument (GPAI) yang digunakan untuk mengukur decision making, skill execution, dan support membuktikan bahwa kelompok dengan integrasi life skills . erutama X. memiliki kemampuan yang lebih baik dalam membaca permainan, mengambil keputusan cepat, dan memberikan dukungan kepada rekan tim. Temuan ini konsisten dengan studi Yudiana et al. yang menyatakan bahwa penilaian performa bermain dapat menangkap dimensi performa permainan yang lebih holistik, termasuk aspek kognitif dan sosial. Hasil ini sejalan dengan teori Positive Youth Development (PYD) yang dikemukakan oleh Lerner et al. , yang menekankan bahwa pembelajaran keterampilan olahraga tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pengembangan life skills seperti kerja sama tim. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. Year | 700-718 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan pengelolaan emosi. Ketika atlet dilatih melalui pendekatan bermain yang menyenangkan dan menantang, proses internalisasi nilai-nilai sosial dan emosional terjadi secara alami (Gould & Carson, 2. Pendekatan Belajar memecahkan masalah secara spontan dalam situasi pertandingan. Mengembangkan komunikasi dan koordinasi tim, serta Menumbuhkan motivasi intrinsik melalui pengalaman positif selama latihan (Light, 2. Integrasi life skills dalam latihan juga memperkuat transfer of learning, yaitu kemampuan atlet untuk menerapkan keterampilan non-teknis dalam konteks kehidupan nyata (Pierce et al. , 2. Misalnya, kemampuan mengatur emosi saat menerima servis lawan dapat ditransfer menjadi kemampuan mengendalikan stres dalam kehidupan sehari-hari. Nilai rata-rata yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen (X. menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan bermain bola voli tidak hanya bergantung pada penguasaan teknik dasar, tetapi juga pada kemampuan mental, sosial, dan emosional atlet. Dengan demikian, latihan yang terstruktur dan memuat unsur life skills dapat memperkuat konsentrasi, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperbaiki kerja sama dalam tim. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Cronin & Allen . yang menyatakan bahwa pelatihan yang mengintegrasikan life skills secara eksplisit mampu meningkatkan performa atlet muda karena membentuk karakter positif dan meningkatkan regulasi diri selama pertandingan. Selain itu, penelitian dari Gould. Collins. Lauer, dan Chung . juga menegaskan bahwa pelatih yang menerapkan pembelajaran life skills dalam latihan dapat membantu atlet mengembangkan kebiasaan berpikir reflektif dan perilaku adaptif dalam menghadapi tekanan kompetitif. Meskipun keterbatasan, seperti ukuran sampel yang relatif kecil . =12 per kelompo. dan durasi intervensi yang terbatas . Penelitian lanjutan disarankan untuk melibatkan sampel yang lebih besar dan variabel life Muhamad Ilham1. Amung MaAomun2. Yunyun Yudiana3. Mustika Fitri4. Tirto Apriyanto5 Pelatihan Bola Voli Dengan Pendekatan Bermain Terintegrasi Lifeskills Untuk Meningkatkan Keterampilan Bermain Atlet Remaja skills yang lebih beragam, serta mengukur dampak jangka panjang terhadap perkembangan psikososial atlet. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan bahwa integrasi keterampilan hidup . ke dalam latihan bola voli dengan pendekatan bermain memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan keterampilan bermain atlet remaja. Terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara latihan yang mengintegrasikan lifeskills dengan transfer, tanpa transfer, dan latihan konvensional. Kelompok dengan integrasi lifeskills dan transfer ke kehidupan sehari-hari (X. memberikan hasil yang paling unggul, diikuti oleh kelompok integrasi lifeskills non-transfer (X. , dan terakhir kelompok kontrol (X). Integrasi yang bersifat eksplisit dan dirancang untuk transfer merupakan faktor kunci Strategi seperti refleksi terpandu, diskusi, dan pendampingan penerapan nilai-nilai lifeskills di luar lapangan terbukti tidak hanya menginternalisasi keterampilan hidup tetapi juga memperkuat pemahaman taktis, pengambilan keputusan, dan eksekusi teknik dalam permainan. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan pembinaan atlet bola voli remaja, disarankan agar pelatih dan lembaga pembinaan olahraga tidak hanya merancang program latihan yang menekankan aspek teknis dan taktis, tetapi juga secara sengaja dan sistematis mengintegrasikan nilai-nilai keterampilan hidup serta menciptakan mekanisme untuk mentransfernya ke dalam konteks kehidupan atlet yang lebih luas. REFERENSI