Journal of Physical Activity and Sports (JPAS) E-ISSN. Volume 6. Nomor 2, 2025, 162-174 DOI: https://doi. org/10. 53869/jpas. TINGKAT MOTIVASI MAHASISWA UKM DALAM MENGIKUTI LATIHAN TENIS LAPANGAN DI UNIVERSITAS ISLAM RIAU Oki Fhutuh Parakes1*. Rices Jatra2 Program Studi Pendidikan Jasmani. Universitas Islam Riau. Pekanbaru. Indonesia. okifhutuhparakes@student. id1, ricesjatra@edu. * Coressponding Author. E-mail: okifhutuhparakes@student. Abstract The problem in this study is that students tend not to use their free time for exercise. Existing facilities are sometimes underutilized or not used at all by students for playing tennis. The awareness of the benefits of exercise is not yet evenly understood among students, causing many of them to spend their free time on leisurely activities rather than engaging in sports, particularly tennis. On the other hand, the management of the Student Activity Unit (UKM) still requires strengthening, such as the insufficient number of coaches and the limited availability of supporting activities such as competitions or specialized training, which also affect studentsAo motivation to participate actively. The purpose of this study is to determine the Level of Motivation of Student Activity Unit (UKM) Members in Participating in Tennis Training at the Islamic University of Riau. This research is a descriptive quantitative study. The population consists of UKM students participating in tennis training at the Islamic University of Riau, totaling 22 individuals. The sampling technique used is total sampling, so the sample in this study also consists of 22 students. The research instrument used was a questionnaire with a Likert scale. Based on the results, the level of motivation of UKM students in participating in tennis training at the Islamic University of Riau falls within the range of 61Ae80%, categorized as strong, with a percentage of 74. Keywords: Motivation. Tennis Abstrak Masalah dalam penelitian ini adalah mahasiswa cendrung tidak menggunakan waktu luang untuk berolahraga, sarana yang ada terkadang masih tidak di pergunakan atau tidak di manfaatkan oleh mahasiswa untuk melakukan olahraga tenis lapangan. Kesadaran akan manfaat olahraga yang belum merata dipahami oleh mahasiswa sehingga banyak mahasiswa yang waktu kosongnya hanya diisi dengan kegiatan santai tanpa berolahraga khususnya olahraga tenis lapangan. Di sisi lain, pengelolaan UKM yang masih membutuhkan penguatan, seperti jumlah pelatih yang belum mencukupi dan terbatasnya kegiatan pendukung seperti kompetisi atau pelatihan khusus, juga turut memengaruhi motivasi mahasiswa dalam berpartisipasi aktifTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Motivasi Mahasiswa UKM Dalam Mengikuti Latihan Tenis Lapangan Di Universitas Islam Riau. Adapun jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini ada mahasiswa UKM dalam mengikuti latihan tenis lapangan di Universitas Islam Riau yang berjumlah 22 orang, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling sehingga sampel pada penelitian ini berjumlah 22 orang. Instrumen penelitian yang digunakan angket dengan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: Tingkat Motivasi Mahasiswa UKM Dalam Mengikuti Latihan Tenis Lapangan Di Universitas Islam Riau termasuk pada rentang nilai 61-80% atau dalam kategori kuat dengan persentase sebesar 74,89%. Kata Kunci: Motivasi. Tenis Lapangan Received: 2025-05-23 Accepted: 2025-07-14 Published: 2025-08-31 Tingkat Motivasi Mahasiswa UKM dalam Mengikuti Latihan Tenis Lapangan Di Universitas Islam Riau Oki Fhutuh Parakes. Rices Jatra PENDAHULUAN Motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan seseorang dalam mencapai tujuan, termasuk dalam aktivitas fisik dan olahraga. Dalam kehidupan sehari-hari, motivasi mendorong individu untuk melakukan berbagai kegiatan, baik dalam bidang akademik, sosial, maupun Semakin tinggi motivasi seseorang, maka semakin besar pula kemungkinan mereka untuk terus berkomitmen terhadap aktivitas yang dijalani. Dalam konteks pendidikan tinggi, mahasiswa dituntut untuk aktif tidak hanya dalam kegiatan akademik, tetapi juga dalam kegiatan non-akademik yang menunjang pengembangan diri. Salah satu bentuk kegiatan non-akademik yang dapat diikuti mahasiswa adalah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). UKM menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakat mereka dalam berbagai bidang, termasuk bidang olahraga. Keikutsertaan mahasiswa dalam UKM olahraga memberikan banyak manfaat, baik dari segi fisik, mental, maupun sosial. Namun demikian, tingkat partisipasi dan semangat mahasiswa dalam mengikuti kegiatan latihan tidak selalu stabil dan dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah tingkat motivasi internal dan eksternal. UKM Tenis Lapangan Universitas Islam Riau (UIR) merupakan salah satu UKM olahraga yang menyediakan sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan mereka di bidang tenis Latihan yang rutin dan terstruktur sangat penting untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi atlet, namun keberlangsungan latihan sangat bergantung pada seberapa tinggi motivasi para Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana tingkat motivasi mahasiswa UKM Tenis Lapangan dalam mengikuti kegiatan latihan, agar dapat dijadikan dasar untuk evaluasi dan pengembangan program latihan ke depan. Olahraga sendiri dapat diartikan sebagai suatu aktivitas fisik yang dilakukan secara terencana dan terstruktur untuk meningkatkan kebugaran jasmani, keterampilan, serta kesehatan mental dan Menurut para ahli, olahraga tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter, disiplin, dan semangat juang. Dalam konteks pendidikan tinggi, olahraga melalui UKM menjadi bagian penting dalam mencetak generasi muda yang sehat, tangguh, dan Oleh karena itu, memahami faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi mahasiswa dalam kegiatan olahraga, khususnya motivasi dalam latihan tenis lapangan, menjadi hal yang relevan untuk dikaji lebih lanjut. Olahraga merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan manusia. Aktivitas fisik yang teratur tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga memberikan dampak positif pada kesehatan psikologis. Raibowo et al . Olahraga merupakan salah satu bentuk upaya peningkatan kualitas bangsa Indonesia yang ditunjukkan dalam pembentukan sifat, karakter, disiplin, dan sportivitas yang tinggi, serta peningkatan prestasi yang dapat membangkitkan rasa bangga nasional. Olahraga juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan bangsa dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan berolahraga, seseorang dapat meningkatkan kebugaran jasmani, mengurangi stres, dan memperbaiki suasana hati. Oleh karena itu, olahraga menjadi bagian integral dari gaya hidup sehat yang sebaiknya dilakukan secara rutin. Azwan & Candra . olahraga sebagai kegiatan fisik yang dilakukan secara berkelanjutan bertujuan untuk mendorong, membina, dan mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan sosial seseorang. Berdasarkan Kementerian Pemuda dan Olahraga . pasal 1 ayat 10 yaitu olahraga prestasi adalah Olahraga yang membina dan mengembangkan olahragawan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi untuk mencapai prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi Keolahragaan. Menurut Jatra . Olahraga merupakan kegiatan yang dibutuhkan oleh setiap orang, dengan berolahraga orang mendapatkan kebugaran jasmani, kebugaran pemikirannya dan berprestasi dalam pekerjaannya sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja. Kegiatan olahraga dalam perkembangannya dapat dilakukan sebagai kegiatan yang menghibur, menyenangkan atau juga dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi. Ramadhan et al . Olahraga mempunyai arti yang penting dalam usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Olahraga tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, karena kehidupan manusia terdiri dari dua aspek, yaitu aspek jasmani dan rohani yang tidak dapat pisahkan. Jika kedua aspek tersebut berkembang dan tumbuh secara beselaras maka akan timbul kehidupan yang harmonis dalam pertumbuhannya. Siregar & Yani . Selain itu olahraga juga dapat membuat tubuh seseorang menjadi sehat jasmani dan rohani yang akhirnya akan membentuk manusia yang berkualitas. Kemudian Titania & Zulrafli . Olahraga merupakan suatu kegiatan jasmani yang dilakukan dengan maksud untuk menjaga kesehatan dan memperkuat otot-otot tubuh. Apriani et al . Aktivitas jasmani pada dasarnya merupakan kebutuhan setiap manusia di dalam kehidupannya agar kondisi fisik dan kesehatannya tetap terjaga dengan baik. Rezki et al . Olahraga memberikan manfaat berupa menguatkan dan menyehatkan tubuh. Olahraga menjadi suatu hal yang perlu direncanakan secara matang dari awal perencanaan pembiasaan atlet hingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Ardian & Sari . Fungsi utama olahraga dapat mengembangkan kesehatan dan kebugaran. Sudah sangat jelas sesungguhnya olahraga adalah aspek penting dari kehidupan manusia. Kesehatan tubuh memerlukan perhatian khusus, dan salah satu cara untuk menjaganya adalah dengan melakukan olahraga secara teratur. Aktivitas olahraga membantu memperlancar sirkulasi darah, meningkatkan metabolisme, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh. Bagi mahasiswa, yang seringkali sibuk dengan aktivitas akademik, olahraga dapat menjadi sarana untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan mental. Di lingkungan kampus, mahasiswa memiliki banyak peluang untuk mengikuti berbagai kegiatan olahraga. Salah satu pilihan yang tersedia adalah bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga. UKM memberikan wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakat dalam Tingkat Motivasi Mahasiswa UKM dalam Mengikuti Latihan Tenis Lapangan Di Universitas Islam Riau Oki Fhutuh Parakes. Rices Jatra bidang olahraga tertentu. Salah satu UKM yang menarik perhatian adalah UKM tenis lapangan, yang menawarkan kegiatan olahraga sekaligus peluang untuk bersosialisasi dan memperluas jaringan. Tenis lapangan adalah salah satu cabang olahraga yang memiliki banyak manfaat. Selain meningkatkan kebugaran fisik, olahraga ini juga melatih koordinasi, konsentrasi, dan kecepatan. Mahasiswa yang rutin bermain tenis lapangan dapat merasakan manfaat fisik seperti peningkatan daya tahan tubuh dan kekuatan otot, serta manfaat psikologis seperti pengendalian emosi dan rasa percaya Dalam permainan tenis lapangan, terdapat berbagai teknik yang perlu dikuasai oleh pemain, seperti servis, forehand, backhand, dan volley. Teknik-teknik ini membutuhkan latihan yang konsisten agar pemain dapat meningkatkan kemampuannya. UKM tenis lapangan di Universitas Islam Riau menyediakan fasilitas dan pelatihan yang dapat membantu mahasiswa dalam mempelajari dan mengasah teknik-teknik tersebut. Faktor-faktor yang membuat mahasiswa tertarik untuk bergabung dengan UKM tenis lapangan sangat beragam. Beberapa di antaranya adalah minat terhadap olahraga, keinginan untuk menjaga kesehatan, serta dorongan untuk bersosialisasi dan berteman. Selain itu, adanya pelatih yang berpengalaman dan fasilitas yang memadai juga menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa. Namun, tidak semua mahasiswa yang memiliki minat terhadap tenis lapangan dapat dengan mudah bergabung dan berkomitmen di UKM ini. Ada berbagai kendala yang sering dihadapi, seperti keterbatasan waktu akibat padatnya jadwal kuliah, kurangnya fasilitas latihan yang memadai, hingga masalah biaya yang mungkin menjadi hambatan bagi sebagian mahasiswa. Selain itu, motivasi mahasiswa untuk terus mengikuti latihan di UKM tenis lapangan juga sering kali dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi minat, tujuan pribadi, dan komitmen, sedangkan faktor eksternal mencakup dukungan dari teman, pelatih, dan lingkungan Ketidakseimbangan antara faktor-faktor ini dapat mempengaruhi semangat mahasiswa dalam Menurut Uno . Istilah motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu rebut bertindak atau berbuat. Motif tidak dapat diamati secara langsung, tapi dapat diinterpretasikan dalam tingkah lakunya, berupa rangsangan, dorongan, atau pembangkit tenaga munculnya suatu tingkah laku tertentu. Menurut Yani et al . Secara sederhana definisi motivasi dapat diartikan sebagai dorongan. Motivasi adalah suatu proses dimana kebutuhan-kebutuhan mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ketercapaian tujuan tertentu. Teori motivasi terbagi menjadi teori motivasi isi dan proses, kelompok teori motivasi isi dapat diaplikasikan baik dalam motivasi kerja maupun motivasi berorganisasi motivasi melibatkan faktor-faktor individual dan faktor-faktor organisasional individu yang memiliki motivasi tinggi dapat dilihat atau dicirikan dengan sikap dan Menurut Hafiz & Henjilito . motivasi adalah sebuah dorongan, hasrat ataupun minat yang begitu besar di dalam diri untuk mencapai suatu keinginan dan tujuan tertentu. Menurut Yani et al . motivasi adalah suatu proses dimana kebutuhan-kebutuhan mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ketercapaian tujuan tertentu Menurut Zulrafli et al . motivasi didefinisikan sebagai dorongan untuk menciptakan kondisi yang menggambarkan tentang kehendak, harapan . , keinginan . , dorongan, langkah-langkah . , dan yang lain-lain. Menurut Rifaldi & Gazali . Motivasi merupakan suatu faktor yang harus dimiliki, dengan motivasi mempunyai keinginan terhadap sesuatu. Motivasi yang baik akan dapat memotivasi seseorang dengan sungguh-sungguh dalam melakukan suatu kegiatan Motivasi yang tinggi akan membuat seserang dapat mencapai minatnya terhadap sesuatu. Berdasarkan pendapat diatas dapat dilihat bahwa motivasi adalah suatu dorongan yang membuat seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuannya. Dengan adanya motivasi dapat membuat seseorang berada paa arahan menuju tujuan dan keinginan untuk mewujudkan dengan berbagai perilaku lainnya sehingga dapat meningkatkan penghargaan atas dirinya sendiri. Menurut Widya dalam Candra & Wahyudi . motivasi merupakan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya AufeelingAy dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya Motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan gaya penggerak di dalam diri yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Motivasi didefenisikan sebagai kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencapai tujuan tertentu, dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan Menurut Hamalik . menjelaskan motivasi dapat berupa dorongan-dorongan dasar atau internal dan intensif diluar individu atau hadiah. Motivasi adalah proses membangkitkan, mempertahankan, dan mengontrol minat-minat Menurut Kapti & Winarno . Motivasi merupakan suatu gejala psikis yang menyebabkan timbulnya dorongan dalam diri individu yang dilakukan secara sadar untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan dan motivasi bisa diterapkan dalam usaha tertentu untuk membuat adanya keinginan melakukan sesuatu guna mencapai tujuan yang diimpikan dan mendapatkan rasa kepuasan tersendiri, dengan adanya motivasi maka seseorang akan dapat lebih mampu dan akan lebih ingin melakukan suatu Harapan mahasiswa terhadap UKM tenis lapangan cukup tinggi. Mereka menginginkan adanya program latihan yang terstruktur, kompetisi antar anggota yang rutin, serta pengelolaan UKM yang Dengan demikian. UKM ini tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan potensi diri dan membangun prestasi. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa permasalahan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah Mahasiswa cendrung tidak menggunakan waktu luang untuk berolahraga, sarana yang ada terkadang masih tidak di pergunakan atau tidak di manfaatkan oleh Tingkat Motivasi Mahasiswa UKM dalam Mengikuti Latihan Tenis Lapangan Di Universitas Islam Riau Oki Fhutuh Parakes. Rices Jatra mahasiswa untuk melakukan olahraga tenis lapangan. Kesadaran akan manfaat olahraga yang belum merata dipahami oleh mahasiswa sehingga banyak mahasiswa yang waktu kosongnya hanya diisi dengan kegiatan santai tanpa berolahraga khususnya olahraga tenis lapangan. Di sisi lain, pengelolaan UKM yang masih membutuhkan penguatan, seperti jumlah pelatih yang belum mencukupi dan terbatasnya kegiatan pendukung seperti kompetisi atau pelatihan khusus, juga turut memengaruhi motivasi mahasiswa dalam berpartisipasi aktif. Dari segi mahasiswa, kurangnya waktu luang sering kali menjadi alasan utama untuk tidak aktif dalam UKM. Mahasiswa yang sibuk dengan tugas kuliah dan kegiatan lainnya merasa kesulitan untuk membagi waktu, sehingga aktivitas olahraga menjadi prioritas yang terabaikan. Penelitian mengenai motivasi mahasiswa dalam mengikuti UKM tenis lapangan di Universitas Islam Riau menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang faktorfaktor yang memengaruhi tingkat motivasi mahasiswa, serta mengidentifikasi kendala-kendala yang mereka hadapi. Dengan memahami permasalahan tersebut, diharapkan pihak pengelola UKM dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain adalah memperbaiki fasilitas latihan, meningkatkan kualitas dan jumlah pelatih, serta mengadakan kegiatan yang menarik dan variatif. Selain itu, kampus juga perlu mendukung pengembangan UKM tenis lapangan dengan memberikan dukungan anggaran, mempromosikan kegiatan UKM, serta memberikan penghargaan bagi mahasiswa yang berprestasi di bidang olahraga. Melalui penelitian ini, diharapkan UKM tenis lapangan di Universitas Islam Riau dapat menjadi wadah yang lebih efektif dalam membantu mahasiswa menjaga kesehatan, mengembangkan potensi, dan mencapai prestasi. Dengan demikian. UKM ini tidak hanya menjadi tempat untuk berolahraga, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan mahasiswa. Pada akhirnya, tingkat motivasi mahasiswa dalam mengikuti latihan tenis lapangan di UKM menjadi indikator keberhasilan program ini. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan UKM, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh Dengan tersalurnya bakat mahasiswa terhadap olahraga yang diminati akan menimbulkan suatu motivasi yang tinggi dalam menekuni olahraga yang diminati tersebut. Motivasi yang tinggi akan membuat siswa menjadi bersungguh-sungguh dalam mengikuti semua kegiatan olahraga yang mereka minati yang bertujuan untuk mencapai prestasi dalam berolahraga, dan mencapai nilai yang baik dalam proses pengembangan diri di kampus. Dari dasar pemikiran di atas, penulis berkeinginan untuk melakukan suatu penelitian dengan judul AuTingkat Motivasi Mahasiswa UKM Dalam Mengikuti Latihan Tenis Lapangan Di Universitas Islam RiauAy. METODE Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa UKM dalam mengikuti latihan tenis lapangan di Universitas Islam Riau yang berjumlah 22 orang Adapun teknik sampling yang dipergunakan adalah total sampling sehingga peneliti mengambil seluruh populasi yang berjumlah 22 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala likert. Teknik Analisa data yang digunakan adalah menghitung nilai persentase skor angket. HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa tingkat motivasi mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam mengikuti latihan tenis lapangan di Universitas Islam Riau berada pada kategori kuat, dengan nilai rata-rata 74,89%. Nilai ini berada dalam rentang 61Ae80%, yang mengindikasikan bahwa secara umum mahasiswa memiliki dorongan yang tinggi untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan latihan tenis lapangan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 1. Tingkat Motivasi Mahasiswa UKM Dalam Mengikuti Latihan Tenis Lapangan Di Universitas Islam Riau Pada Setiap Indikator Penelitian Indikator Cita-cita atau Aspirasi 75,65% Indikator Kemampuan 77,88% Indikator Kondisi Individu 69,89% Indikator Kondisi Lingkungan 76,14% Jumlah 299,56% Rata-rata 74,89% PEMBAHASAN Motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan latihan olahraga, termasuk tenis lapangan. Mahasiswa yang memiliki motivasi tinggi cenderung lebih konsisten, antusias, dan berkomitmen dalam menjalani program latihan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa UKM memiliki tingkat motivasi yang sudah cukup baik. Dalam penelitian ini, motivasi dianalisis berdasarkan empat indikator, yaitu: cita-cita atau aspirasi, kemampuan, kondisi individu, dan kondisi lingkungan. Masing-masing indikator memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai aspek-aspek yang memengaruhi motivasi mahasiswa. Indikator cita-cita atau aspirasi memperoleh persentase sebesar 75,65%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki harapan dan tujuan yang jelas dalam mengikuti latihan tenis lapangan, baik itu untuk prestasi, kesehatan, maupun pengembangan diri. Adanya cita-cita yang jelas dapat menjadi Tingkat Motivasi Mahasiswa UKM dalam Mengikuti Latihan Tenis Lapangan Di Universitas Islam Riau Oki Fhutuh Parakes. Rices Jatra pendorong utama mahasiswa untuk tetap semangat dalam berlatih. Aspirasi tersebut bisa muncul dari keinginan untuk mengikuti kejuaraan, mendapatkan beasiswa prestasi, atau bahkan menjadi atlet Sementara itu, indikator kemampuan memperoleh skor tertinggi dengan persentase sebesar 77,88%. Ini berarti sebagian besar mahasiswa merasa memiliki kemampuan dasar yang cukup dalam bermain tenis lapangan, dan hal tersebut memotivasi mereka untuk terus mengembangkan diri. Rasa percaya diri terhadap kemampuan diri sangat memengaruhi motivasi. Mahasiswa yang merasa mampu akan lebih terdorong untuk mengikuti latihan karena mereka yakin dapat berkembang lebih jauh lagi melalui proses latihan yang dijalani. Indikator kondisi individu menunjukkan nilai sebesar 69,89%. Angka ini merupakan yang terendah di antara indikator lainnya, namun masih berada dalam kategori Hasil ini mengindikasikan adanya beberapa faktor internal yang mungkin menghambat motivasi Faktor-faktor individu yang dimaksud dapat meliputi kondisi fisik, kesehatan, waktu luang, hingga tekanan akademik yang dihadapi oleh mahasiswa. Meskipun demikian, mahasiswa tetap menunjukkan semangat yang cukup baik dalam mengikuti latihan. Indikator kondisi lingkungan memperoleh nilai sebesar 76,14%, yang berarti lingkungan UKM tenis lapangan sudah cukup mendukung mahasiswa dalam berlatih. Lingkungan yang baik dapat memberikan dorongan sosial yang kuat kepada mahasiswa. Lingkungan yang dimaksud meliputi fasilitas latihan, hubungan dengan pelatih dan sesama anggota UKM, serta suasana latihan yang menyenangkan. Faktor-faktor ini terbukti berpengaruh positif terhadap motivasi mahasiswa. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa berada dalam kategori kuat. Hal ini mencerminkan adanya minat dan komitmen dari mahasiswa untuk terus aktif dalam mengikuti kegiatan latihan tenis lapangan. Motivasi yang tinggi tentu memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan program UKM. Mahasiswa yang termotivasi akan lebih aktif, disiplin, dan berkontribusi dalam pengembangan UKM. Namun demikian, perhatian perlu diberikan pada indikator kondisi individu yang memperoleh nilai terendah. Hal ini menjadi sinyal bahwa masih terdapat beberapa kendala pribadi yang dihadapi oleh mahasiswa dalam menjalani latihan. Beberapa mahasiswa mungkin mengalami kelelahan karena beban akademik yang padat atau kurangnya dukungan dari keluarga. Oleh karena itu, perlu adanya pendekatan yang lebih personal dari pelatih atau pengurus UKM untuk membantu mengatasi kendala tersebut. Pengurus UKM dapat melakukan monitoring secara berkala untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh anggota. Dengan begitu, hambatan internal dapat diminimalkan dan motivasi tetap terjaga. Pelatih juga berperan penting dalam meningkatkan motivasi mahasiswa. Gaya kepemimpinan pelatih, metode latihan, dan komunikasi yang efektif dapat menciptakan suasana latihan yang lebih dinamis dan menyenangkan. Penghargaan terhadap pencapaian anggota juga dapat menjadi pemicu Pengurus UKM dapat memberikan penghargaan sederhana seperti sertifikat, apresiasi secara verbal, atau kesempatan mengikuti kompetisi. Sarana dan prasarana latihan juga perlu diperhatikan. Fasilitas yang memadai akan membuat mahasiswa lebih nyaman dalam berlatih dan tidak merasa terbebani secara fisik maupun psikologis. Selain itu, keberhasilan UKM juga tergantung pada kekompakan dan kerja sama antaranggota. Suasana kekeluargaan yang tercipta dalam UKM dapat meningkatkan rasa memiliki dan loyalitas terhadap kegiatan. Penelitian ini juga membuka peluang untuk dikembangkan dalam penelitian lebih Peneliti berikutnya dapat menambahkan variabel baru seperti minat dan bakat, dukungan sosial, atau kepuasan terhadap pelatih. Selain itu, penelitian ini dapat dilakukan dengan pendekatan kualitatif agar dapat menggali lebih dalam tentang motivasi mahasiswa, termasuk faktor-faktor psikologis dan sosial yang memengaruhinya. Meskipun hasil menunjukkan kategori motivasi yang kuat, bukan berarti tidak ada ruang untuk Justru hasil ini menjadi dasar untuk melakukan evaluasi program agar motivasi tetap terjaga bahkan meningkat. Mahasiswa sebagai subjek utama kegiatan UKM perlu terus diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat dan evaluasi mengenai kegiatan latihan. Keterlibatan aktif mereka akan meningkatkan rasa tanggung jawab. Latihan yang bervariasi, kompetitif, namun tetap menyenangkan menjadi salah satu kunci untuk menjaga motivasi. Program latihan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan Dengan adanya motivasi yang kuat, diharapkan mahasiswa dapat mencapai performa maksimal dalam latihan maupun pertandingan. Hal ini tentunya juga membawa nama baik universitas. Keberhasilan UKM dalam menjaga motivasi anggota menjadi cerminan dari manajemen organisasi yang baik. Oleh karena itu, penting bagi pengurus dan pelatih untuk terus bersinergi. Kesimpulan dari pembahasan ini adalah bahwa tingkat motivasi mahasiswa UKM tenis lapangan di Universitas Islam Riau sudah cukup baik. Namun tetap diperlukan upaya strategis agar motivasi tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pihak kampus, pelatih, pengurus UKM, maupun mahasiswa sendiri dalam menciptakan lingkungan latihan yang lebih baik dan produktif. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: Tingkat Motivasi Mahasiswa UKM Dalam Mengikuti Latihan Tenis Lapangan Di Universitas Islam Riau termasuk pada rentang nilai 61-80% atau dalam kategori kuat dengan persentase sebesar 74,89%. Melihat dan menganalisa hasil dan kesimpulan penelitian, maka peneliti ingin menyampaikan beberapa saran, diantaranya : Saran untuk Mahasiswa UKM Tenis Lapangan Mahasiswa diharapkan dapat terus menjaga dan meningkatkan motivasi yang sudah tergolong kuat dalam mengikuti latihan tenis lapangan. Tingkat Motivasi Mahasiswa UKM dalam Mengikuti Latihan Tenis Lapangan Di Universitas Islam Riau Oki Fhutuh Parakes. Rices Jatra Saran untuk Pelatih UKM Tenis Lapangan Pelatih diharapkan terus memberikan pendekatan pelatihan yang menarik, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Saran untuk Pengurus UKM Pengurus UKM perlu menciptakan lingkungan yang mendukung dan kondusif bagi seluruh Kolaborasi yang baik antara pengurus, pelatih, dan anggota akan memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan UKM. Saran untuk Peneliti Selanjutnya Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan kajian lebih mendalam dengan melibatkan variabel lain yang mungkin berpengaruh terhadap motivasi mahasiswa. DAFTAR PUSTAKA