Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. PERAN KEPEMIMPINAN SITUASIONAL DALAM KONSEP INTEGRASI MADRASAH DI MTS AL MUJAHIDIN 2 SAMARINDA Rahmatiana Azizatun Nisa*. Kautsar Eka Wardhana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Indonesia Jl. KH. Abul Hasan. No. Samarinda. Kalimantan Timur. Indonesia *Korespondensi Penulis: azizatunnisa28@gmail. ABSTRACT Situational leadership is a flexible leadership style, where the leader can adjust his leadership approach based on existing conditions and situations. In the madrasah context, integration includes the synergy between management, teaching staff, curriculum, and student development to create a conducive and effective educational environment. The research method used qualitative with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews, observation and document analysis. The research results showed that the headmaster of MTs Al Mujahidin 2 Samarinda adopted various leadership styles, such as directing and training employees, participation and authority, based on needs and madrasah development level. Thus, the educational goals are achieved effectively, improving coordination between teaching staff, and synergy in implementing academic programs. The results confirmed that situational leadership has a significant role in supporting integration at MTs Al Mujahidin 2 Samarinda, which impacts the learning quality and madrasah management. Keywords: Educational Management. Madrasah Integration. Situational Leadership ABSTRAK Kepemimpinan situasional merupakan gaya kepemimpinan yang fleksibel, dimana pemimpin dapat menyesuaikan pendekatan kepemimpinannya berdasarkan kondisi dan situasi yang ada. Dalam konteks madrasah, integrasi mencakup sinergi antara manajemen, tenaga pengajar, kurikulum, dan pengembangan peserta didik untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan efektif. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala MTs Al Mujahidin 2 Samarinda menerapkan berbagai gaya kepemimpinan seperti mengarahkan, melatihi, berpartisipasi, dan pencapaian mandiri berdasarkan kebutuhan dan tingkat perkembangan madrasah. Dengan demikian, tujuan pendidikan tercapai secara efektif, meningkatkan koordinasi antar tenaga pengajar, dan sinergi dalam pelaksanaan program pendidikan. Hasil penelitian menegaskan bahwa kepemimpinan situasional mempunyai peran yang signifikan dalam mendukung integrasi di MTs Al Mujahidin 2 Samarinda yang berdampak pada kualitas pembelajaran dan manajemen madrasah. Kata kunci: Integrasi Madrasah. Kepemimpinan Situasional. Manajemen Pendidikan PENDAHULUAN Lembaga pendidikan merupakan untuk meningkatkan pengetahuan dan memperkuat keterampilan siswa dan mahasiswa dalam upaya menghadapi era globalisasi sebagai bentuk pendidikan yang dinamis dengan zaman. Pendidikan adalah proses sistematis yang dilakukan oleh orang-orang yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa siswa memiliki karakteristik dan karakter dari cita-cita pendidikan mereka. Oleh karena itu, lembaga pendidikan harus memiliki kemampuan untuk memberikan pendidikan terbaik bagi semua warga pendidikan untuk meningkatkan kemajuan dan daya saing transform Vol. No. Oktober 2024: 41-47 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. suatu lembaga pendidikan. Orientasi kepada siswa mengenai pengetahuan dan teknologi harus ada (Arbain & Wardhana. Jika pemberdayaan kepemimpinan adalah kunci untuk memperlakukan guru dan tenaga kependidikan dengan baik dan memotivasi mereka untuk melayani siswa/i serta orang tua dengan baik, maka perlu strategi untuk mengubah pandangan bahwa pemimpin adalah bos yang dilakukan melalui evaluasi. (Julaiha dkk. , 2. Kepemimpinan tidak berkaitan dengan jabatan atau gelar dan perlu diraih melalui proses yang cukup panjang menuju perubahan dalam diri seseorang dengan berinteraksi dengan bawahannya (Wati , 2. Gaya kepemimpinan situasional sangat menarik untuk pemimpin, karena dengan gaya ini pemimpin dapat selalu berusaha menyeimbangkan kondisi yang terdapat di dalam lembaga tersebut, dan juga bersifat fleksibel dalam menyesuaikan dengan kesiapan bawahannya. Model kepemimpinan yang dibuat oleh Ken Blanchard dan Paul Hersey menunjukkan setiap orang dapat dan ingin berkembang sehingga harus menyesnuaikan gaya kepemimpinanya terhadap keadaan yang Salah satu aspek penting dari kemampuan untuk menjalin hubungan yang baik dengan stakeholder, guru, siswa, dan orang tua. Hubungan yang harmonis antara pemimpin dan semua pihak terkait akan menciptakan iklim yang mendukung pelaksanaan integrasi kurikulum. Dengan berkomunikasi secara terbuka dan pengambilan keputusan, pemimpin dapat meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap proses pendidikan (Qurtubi. Selain pengembangan profesionalisme guru, kepemimpinan situasional memungkinkan pemimpin untuk memberikan dukungan yang tepat bagi guru sesuai dengan kebutuhan mereka. Misalnya, bagi guru yang membutuhkan bimbingan dalam menerapkan metode pembelajaran yang baru, pemimpin dapat memberikan pelatihan dan pendampingan secara intensif. Sementara itu, bagi guru yang sudah berpengalaman, pemimpin dapat memberi ruang untuk berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan kurikulum (Novianti. Penerapan situasional juga berkontribusi pada pengembangan kurikulum yang lebih Dengan kepentingan, kepala madrasah dapat merancang program-program yang tidak hanya memenuhi standar pendidikan tetapi juga sesuai dengan kebutuhan siswa dan termasuk konsep integrasi pendidikan secara holistik. Konsep integrasi madrasah biasanya melibatkan penyatuan nilai-nilai keislaman, akademik, pembelajaran serta pengelolaan madrasah sehingga mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan bisa memperoleh pemahaman tentang peran kepemimpinan situasional dalam konsep integrasi madrasah di MTs Al-Mujahidin 2 Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kepemimpinan yang diharapkan bisa memberikan pengembangan strategi kepemimpinan yang lebih efektif di lembaga pendidikan serta kontribusi pada Melalui upaya yang terencana dan terintegrasi. Madrasah diharapkan bisa melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, memiliki konsep integritas, akhlak yang baik dan mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman. transform Vol. No. Oktober 2024: 41-47 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus yang digunakan dalam penelitian yang berkenaan dengan pertanyaan how atau why. (Assyakurrohim , 2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa tulisan atau perkataan orang lain dan perilaku yang di teliti (Kusumastuti & Khoiron, 2. Kunci dalam penelitian ini adalah peneliti melalui pengalaman subjek penelitian, penelitian menjelaskan suatu fenomena dan skenario yang terjadi di lapangan yang berlokasi penelitian di MTS Al-Mujahidin 2 Samarinda terkait peran kepala madrasah dalam konsep integrasi. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer ialah Sumber data kepala madrasah, wakil bidang Kurikulum, dan Tenaga Pendidik dan sumber sekunder ialah dokumen, arsip, dan modul ajar. (Fadilla & Wulandari. Adapun pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahapan analisis data pada penelitian ini yaitu kondensasi data, tampilan data, dan menggambarkan dan penelitian yang dilakukan menghasilkan data yang kredibel. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Madrasah di MTS Al-Mujahidin 2 Samarinda Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kepemimpinan situasional di MTS Al-Mujahidin 2 Samarinda telah menunjukkan fleksibilitas yang luar biasa dalam peran kepala madrasah dalam mengarahkan konsep integrasi madrasah mencakup upaya menggabungkan berbagai aspek pendidikan secara holistik. Konsep integrasi madrasah biasanya melibatkan penyatuan nilai-nilai keislaman, akademik, pembelajaran serta pengelolaan madrasah. Pemimpin ialah sebagai kunci dalam pendidikan, telah mengadopsi berbagai disesuaikan dengan kondisi di Madrasah. Berdasarkan wawancara secara mendalam dan observasi peran Kepala Madrasah dalam kepemimpinan situasional memiliki karakteristik mengarahkan secara rutin komunikasikan visi dalam berbagai kegiatan seperti rapat bulanan, rapat triwulan, rapat semester agar semua pihak bisa memahami dan mendukung tujuan integrasi madrasah berjalan dengan baik. Hal ini peneliti menemukan bahwa peran madrasah dalam mengarahkan konsep integrasi dengan guru dan tenaga kependidikan melakukan untuk penyatuan kurikulum dengan pendidikan agama dengan cara menyesuaikan beberapa visi yang jelas dalam integritas pendidikan agama dengan kurikulum umum yaitu pendidikan holistik merupakan bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang menyatukan nilai-nilai agama dan Menurut Hersey dan Blanchard pemimpin berkomunikasi satu arah dalam bentuk arahan untuk yang seharusnya dilakukan dan dilaksanakan (Aisyah & Takdir, 2. Kepala madrasah berperan penting dalam pengembangan kurikulum, dalam merumuskan serta mengarahkan kurikulum integrasi pendidikan agama dengan umum. Salah satunya kurikulum interdispliner merupakan pengembangan kurikulum yang menghubungkan pelajaran agama dengan mata pelajaran umum. Contohnya di MTs Al-Mujahidin 2 Samarinda pelajaran pendidikan pancasila dengan mengkaitkan butir-butir sila pertama dengan sang pencipta sesuai dengan ajaran agama islam dan mata pelajaran Aswaja. Lalu keterlibatan guru transform Vol. No. Oktober 2024: 41-47 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. juga dalam penyusunan kurikulum, membuat mereka merasa memiliki serta tanggung jawab terhadap kegiatan kurikulum dalam konsep madrasah, seperti pembuatan KTSP dan Modul Ajar. Pendidikan menghasilkan individu yang mampu membentuk program pendidikan yang berkesinambungan dengan pembelajaran umum dengan agama seperti tentang penghormatan dan penghargaan terhadap orang lain, sehingga memperkuat tentang pentingnya pendidikan yang ideal, adil, dan manusiawi (Ramadhina & Wardhana. Dengan kepemimpinan kepala madrasah dalam konsep integrasi di MTS Al-Mujahidin 2 Samarinda sangat berpengaruh dalam melahirkan sistem pendidikan yang terintegrasi antar kurikulum pendidikan dan pendidikan agama dalam membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berakhlak baik. Peran kepala madrasah dalam melatih konsep integrasi Madrasah di MTS AlMujahidin 2 Samarinda MTS Al-Mujahidin 2 Samarinda telah menunjukkan fleksibilitas yang luar biasa dalam memberikan kesempatan kepada tenaga pendidik untuk berpendapat dalam menyelesaikan pekerjaan tentang konsep integrasi madrasah. Kepala Madrasah di MTS AlMujahidin 2 Samarinda memiliki peran sentral dalam melatih konsep integrasi madrasah dengan menggabungkan nilainilai keterampilan hidup dalam pengelolaan Sebagai pemimpin, kepala madrasah merumuskan visi integratif yang mencerminkan tujuan pendidikan berbasis Islam sekaligus relevan dengan tantangan Ia memastikan kurikulum yang diterapkan mampu menyatukan pelajaran umum dengan nilai-nilai agama serta mendorong guru untuk menggunakan metode pembelajaran yang menanamkan akhlak mulia dalam setiap mata pelajaran salah satu kegiatannya ialah sholat dhuha, sholat dzuhur berjamaah, muhadoroh, dan Selain itu, kepala madrasah menciptakan lingkungan belajar yang mendukung budaya islami, seperti kedisiplinan dan kebersamaan, serta menjalin kemitraan dengan masyarakat dan pengalaman siswa. Melalui evaluasi dan inovasi berkelanjutan, kepala madrasah memastikan bahwa konsep integrasi ini berjalan efektif dan memberikan dampak positif pada siswa dan komunitas madrasah. Kepala madrasah MTS AlMujahidin 2 Samarinda selalu menciptakan ruang diskusi terbuka bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan melalui rapat rutin mendapatkan masukan dari guru bukan hanya guru tapi tenaga kependidikan juga diberi kesempatan dalam mengumpulkan ide dan pengalaman mereka dalam proses kegiatan belajar mengajar. Guru merupakan kunci bagi upaya peningkatan mutu pendidikan, sebagai bagian dari sebuah usaha perubahan dan melakukan reformasi pendidikan bagi peningkatan pendidikan itu sendiri dengan fasilitas penunjang lainnya (Kharismawati. Selain itu kepala madrasah memberikan apresiasi terhadap kontribusi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan memalui menghidupkan lingkungan yang positif agar menghargai ide dan pendapat sehingga guru dan tenaga kependidikan merasa lebih nyaman menyampaikan pandangan mereka. Setelah memberikan apresiasi kepala madrasah melalukan workshop/seminar dan supervisi kegiatan belajar mengajar agar bisa meningkat dan mengetahui metode pembelajaran yang transform Vol. No. Oktober 2024: 41-47 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. pengetahuan baru serta gagasan (Addini , 2. Integrasi pendidikan umum dengan agama di kolaborasi yang baik antar kepala madrasah dan tenaga pendidik. Kepala madrasah di MTS Al-Mujahidin 2 Samarinda memiliki lingkungan dimana tenaga pendidik dan tenaga kependidikan merasa diberdayakan untuk memberikan pendapat dan kontribusi Peran keikutsetaan konsep integrasi Madrasah di MTS Al-Mujahidin 2 Samarinda Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kepemimpinan situasional di MTS Al-Mujahidin 2 Samarinda telah menunjukkan fleksibilitas yang luar biasa dalam keikutsertaan kepala madrasah dalam menyelesaikan pekerjaan tentang konsep integrasi madrasah. Kepala madrasah menyusun strategi yang matang agar integrasi berjalan dengan optimal tanpa mengabaikan salah satu aspek pembelajaran seperti mendidik anak agar memiliki pembiasaan, pola pikir dan cara dilingkungan yang memiliki sebuah latar berbeda (Masliyana, 2. Kepala mengikutsertakan sebagai pemimpin yang edukatif dalam mendorong guru untuk menyusun RPP dan Modul Ajar yang bisa menggabungkan nilai-nilai agama dalam setiap mata pelajaran umum, serta memastikan implementasi kurikulum berjalan dengan visi madrasah. Tak hanya menjadi pemimpin edukatif, kepala madrasah MTS Al-Mujahidin 2 Samarinda sebagai fasilitator dalam menyediakan media pendukung seperti bahan ajar yang relevan dan pelatihan guru agar bisa menyesuaikan dan memahami dalam konsep integrasi. Kemudian, sebagai pengambil kebijakan serta bertanggung jawab dalam menentukan alokasi waktu yang cukup pembelajaran agama tanpa mengurasi porsi pelajaran umum hal ini bersama dilakukan dengan waka kurikulum. Maka dari itu, kepala madrasah, wakil kepala madrasah, dan tenaga pendidik serta tenaga kependidikan untuk mendorong proses integrasi ini. Peserta didik diharapkan bisa menerapkan nilai-nilai agama dalam mata pelajaran umum. Peran wewenang konsep integrasi Madrasah di MTS Al-Mujahidin 2 Samarinda Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kepemimpinan situasional di MTS Al-Mujahidin 2 Samarinda telah menunjukkan fleksibilitas yang luar biasa dalam wewenang mengatur pekerjaan dalam konsep integrasi, kepala madrasah memiliki peran sentral dan mengatur pekerjaan terutama dalam mendukung integrasi kurikulum. Peran kepala madrasah di MTS Al-Mujahidin 2 Samarinda membagi tugas secara proporsional agar dalam penugasan antara guru agama dan guru umum bisa memahami peran mereka dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam pelajaran umum, serta memberikan panduan bagaimana pelajaran umum dapat mengandung unsur moral dari keagamaan. Setelah membagi tugas secara proporsional, pihak madrasah yaitu kepala madrasah beserta wakil kepala madrasah melakukan supervisi dan evaluasi berkala dalam mengevaluasi efektivitas pengaturan Sehingga supervisi langsung terjun di lapangan yaitu ke kelas-kelas dan melihat cara pengajaran guru dalam kegiatan belajar mengajar. Kegiatan ini menghasilkan kepala madrasah juga menerima masukkan dari guru-guru yang terkait kendala yang dihadapi dalam kesinambungan antara nilai agama dan pelajaran umum. Kepala sekolah sebagai pemimpin seharusnya selalu berusaha memperhatikan dan mempraktikkan fungsi kepemimpinan transform Vol. No. Oktober 2024: 41-47 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. sedikitnya harus mampu berfungsi sebagai educator, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator (Az-Zahroh dkk. Kepala madrasah di MTS AlMujahidin 2 Samarinda memiliki peran yang krusial dalam mengatur pekerjaan guru dalam konsep integrasi kurikulum. Walaupun tidak hanya membagi tuas antara guru agama dan guru umum tetapi juga dalam memastikan koordinasi yang baik dan memberikan supervisi yang terus menerus dilaksanakan setiap setahun sekali dan bisa memfasilitasi kolaborasi dalam proses integrasi kurikulum. KESIMPULAN Kepemimpinan situasional memiliki peran penting dalam proses integrasi madrasah di MTs Al Mujahidin 2 Samarinda. Dengan pendekatan kepemimpinan mulai dari mengarahkan, melatih, keikutsertaan, dan wewenang, hal ini kepala madrasah dapat menyesuaikan gaya kepemimpinannya sesuai dengan situasi yang dihadapi, baik dalam hal manajemen pendidikan. Kepemimpinan situasional membantu mengoptimalkan potensi sumber daya manusia di madrasah dan mendorong tercapainya tujuan pendidikan secara Gaya ini memungkinkan pemimpin untuk lebih adaptif dalam menghadapi tantangan, seperti masalah koordinasi antar tenaga pendidik dan perubahan regulasi Hasil kepemimpinan situasional menunjukkan adanya peningkatan dalam hal sinergi antara guru, siswa, dan manajemen madrasah, sehingga integrasi program pendidikan di madrasah berjalan lebih baik. Secara situasional berperan sebagai kunci dalam manajemen di MTs Al Mujahidin 2 Samarinda. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MTS AlMujahidin 2 Samarinda atas dukungan dan melakukan penelitian ini. Penelitian ini tidak akan terwujud tanpa ada dukungan dari pihak-pihak yang membantu dalam pengumpulan data dan proses penelitian. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan di Indonesia khususnya pada integrasi Madrasah. DAFTAR PUSTAKA