Bisnis dan Iptek Vol. No. April 2022, 60-72 ISSN : 2502-1559 Surya. Pengaruh Profesionalime Terhadap Kualitas Audit DOI: https://doi. org/10. 55208/bistek April , 2022 PENGARUH PROFESIONALIME TERHADAP KUALITAS AUDIT (SURVEY PADA INSTANSI DAERAH PROVINSI JAWA BARAT) Boboy Adi Surya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan. Bandung Email: boboyadisurya@gmail. Abstract Researchers conducted research at the Inspectorate of West Java Province. This study aimed to determine and analyze the professional auditor, audit quality, and the magnitude of the influence of professionalism on audit quality in the inspectorate of West Java province. The research method used by the author is descriptive analysis and verification analysis, with 70 respondents. The results showed that the description of the professional auditor is in the good enough category, the audit quality is in the fairly good category. Furthermore, the correlation coefficient of 0. 782 means that the relationship between professional auditors and audit quality is strong. At the same time, the regression is Y = 735 0. 774, and the coefficient of determination of the influence of professional auditors on audit quality is 0. 612 or 61. 2%, while the remaining 8% influenced by other variables not examined, including skepticism, experience, and fraud. Keywords: professionalism, audit quality. Abstrak Penelitian ini dilakukan di Inspektorat Provinsi Jawa Barat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tentang profesional auditor, kualitas audit dan besarnya pengaruh profesinonalisme terhadap kualitas audit di inspektorat provinsi jawa barat. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah analisis deskriptif dan analisis verifikatif, dengan jumlah responden 70 orang. Hasil penelitian bahwa gambaran mengenai profesional auditor berada Bisnis Dan Iptek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan Bandung Surya. Pengaruh Profesionalime Terhadap Kualitas Audit April , 2022 dalam kategori cukup baik, kualitas audit berada dalam kategori cukup baik. Koefisien Korelasi sebesar 0. 782 ini berati hubungan antara profesional auditor dengan kualitas audit adalah kuat, sedangkan regresinya Y = 787. 735 0,774, dan koefien determinasinya pengaruh profesional auditor terhadap kualitas audit 612 atau 61. 2% seadngkan sisanya 38. 8% dipengaruhi oleh variable lain yang tidak diteliti diantaranya skeptisme, pengalaman dan fraud. Kata Kunci: profesionalime, kualitas audit. PENDAHULUAN Pesatnya perkembangan perekonomian Negara harus pula didukung oleh sistem pengawasan yang baik dan benar, maka fungsi pengawasan harus lebih ditingkatkan lagi. Di dalam perkembangannya, pengawasan/audit dilakukan oleh seseorang yang memiliki profesi sebagai auditor yang independen. Auditor merupakan sebuah profesi yang berkembang dari abad ke abad dan telah mengalami pasang surut dalam mempertahankan eksistensinya. Profesi ini semakin berkembang menjadi sebuah bisnis pencipta kepercayaan masyarakat dan dielu-elukan sebagai profesi yang menjanjikan. Auditor memberikan jasa auditnya sebagai pihak ketiga yang independen dengan tujuan memperoleh keyakinan yang layak atas obyek yang diaudit. Semakin kuat tingkat perekonomian suatu Negara maka kualitas audit juga harus semakin ditingkatkan. Audit/pengawasan dilingkungan pemerintah seperti misalnya Aparatur Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) harus mampu memberikan sumbangan berarti bagi kepentingan organisasi dan menjadi lebih mandiri dan independen. Adapun kebijakan pimpinan merupakan bagian dari objek pengawasan dari APIP. Inspektorat Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu pelaksana pengendalian intern pemerintah mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik serta bebas dari KKN. Inspektorat Provinsi Jawa Barat merupakan badan pengawas yang bertanggung jawab langsung kepada gubernur. Audit internal adalah audit yang dilakukan oleh unit pemeriksa yang merupakan bagian dari organisasi yang diawasi (Boskou. Kirkos & Spathis, 2. Pemeriksaan keuangan Negara harus dilakukan oleh seorang auditor yang bersikap profesional terhadap semua kegiatan yang diperiksa. Seorang auditor dituntut untuk dapat melakukan pemeriksaan sesuai dengan standar audit yang Kinerja auditor pemerintah merupakan perwujudan kerja yang dilakukan dalam mencapai hasil kerja yang lebih baik atau lebih menonjol ke arah tercapainya tujuan organisasi. (Zahmatkesh & Rezazadeh, 2017. Vadasi. Bekiaris & Andrikopoulos, 2. Pencapaian kinerja auditor yang lebih baik harus sesuai dengan standar dan kurun waktu tertentu. Sikap profesionalisme yang tinggi harus Bisnis Dan Iptek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan Bandung Surya. Pengaruh Profesionalime Terhadap Kualitas Audit April , 2022 tetap ditanamkan pada seorang auditor untuk mengemban tugasnya. Profesi auditor pada saat ini dituntut kepercayaan oleh banyak kalangan dibalik maraknya kasus korupsi, manipulasi pembukuan, dan skandal korporasi lainnya sehingga hal itu menimbulkan sikap keraguan pada masyarakat akan kualitas audit yang dihasilkan auditor. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa fenomena yang terjadi di beberapa tahun terakhir di wilayah Indonesia, khususnya di Inspektorat Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan fenomena pada objek penelitian diindikasikan bahwa kualitas audit aparat Inspektorat masih relatif kurang baik, hal ini dapat dilihat dari buruknya kinerja auditor yang tidak mampu mendeteksi temuan pemeriksaan audit. Menurut Singh. Ravindran. Ganesan. Abbasi & Haron . seorang auditor pada saat mengaudit laporan keuangan klien dapat menemukan pelanggaran yang terjadi dalam sistem akuntansi klien dan melaporkannya dalam bentuk laporan keuangan auditan, dimana dalam melaksanakan tugasnya tersebut auditor berpedoman pada standar auditing dan kode etik akuntan publik yang relevan. Sedangkan fenomena kedua di simpulkan bahwa lemahnya pengawasan pada Inspektorat Jawa Barat dikarenakan APIP kurang independen dan kurang bersikap profesional dalam melakukan pengawasan. Seharusnya aparat Inspektorat mampu bekerja secara optimal dan memiliki profesionalisme yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya, sehingga hasil pemeriksaannya dapat dipertanggungjawabkan dan bukan atas dasar rekayasa pemeriksaan. Lemahnya pengawasan dari aparat Inspektorat mengakibatkan banyaknya pejabat pemerintah terkena kasus. Inspektorat seharusnya menjadi penasehat pemimpin lembaga yang bersikap kritis jika ada penyimpangan anggaran Negara. Fenomena ketiga dapat disimpulkan bahwa Kinerja Inspektorat dalam melakukan pengawasan internal masih lemah, hal ini dapat dilihat pada kasus suap dan membantu memberikan arahan pembukuan LKPD agar memperoleh Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Melalui pengawasan intern dapat diketahui apakah suatu instansi pemerintah telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya secara efektif dan efisien, serta sesuai dengan rencana, kebijakan yang telah ditetapkan. Audit Internal adalah suatu fungsi penilaian yang dikembangkan secara bebas yang dilakukan oleh orang yang profesional yang memiliki pemahaman yang mendalam mengenai sistem dan kegiatan operasional organisasi, menjamin kegiatan operasional organisasi telah berjalan efektif dan efisien serta memastikan bahwa sasaran dan tujuan organisasi telah tercapai. Untuk dapat menghasilkan audit yang berkualitas maka diperlukan sikap profesionalisme dari seorang auditor dalam mengemban tugasnya. Sikap profesionalisme seorang auditor sangat diperlukan dalam menjalankan tugas pemeriksaannya agar terhindar dari perbuatan yang menyimpang dari seharusnya, apabila auditor tidak memiliki sikap profesionalisme dan kinerjanya buruk maka akan banyak masalah dan bahkan Bisnis Dan Iptek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan Bandung Surya. Pengaruh Profesionalime Terhadap Kualitas Audit April , 2022 dapat timbul penyelewengan atau penyimpangan, sehingga audit yang dihasilkan tidak berkualitas. Kinerja dari auditor internal menjadi tumpuan utama dalam keberhasilan seseorang auditor internal dalam melaksanakan kewajibannya. Kinerja auditor yang baik akan menghasilkan hasil audit yang sesuai dengan aturan pelaksanaan audit internal, sehingga menghasilkan hasil audit yang handal atau terbebas dari kesalahan dan penyimpangan di dalam penyajian. Ketidakprofesionalan auditor dapat mengakibatkan hasil audit yang dihasilkan menjadi menurun, salah satunya dapat dilihat dari capaian waktu yang rendah pada tingkat penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Pada kondisi tersebut terlihat jelas auditor belum dapat menyelesaikan LHP secara tepat waktu sesuai dengan standar pemeriksaan yang telah ditetapkan. Tim Pemeriksa wajib menyelesaikan laporan hasil pemeriksaan yang telah diperbaiki sesuai hasil ekspose beserta Nota Dinas Inspektur Wilayah kepada Inspektur Jenderal. Konsep Nota Dinas Inspektur Jenderal kepada Menteri dan Petunjuk Menteri kepada Kepala Daerah atau Pimpinan Komponen, namun demikian tidak semua tim dapat menyelesaikan LHP tepat waktu sesuai dengan ketentuan. Adapun fenomena adanya kelemahan yang mengakibatkan kinerja auditor buruk yaitu salah satunya adanya keterlambatan laporan hasil audit (LHP), hal ini mengakibatkan berkurangnya salah satu indikator kualitas audit, yaitu tepat waktu sesuai dengan pedoman pada standar akuntansi dan standar audit yang telah Berikut data obeservasi pada objek studi menunjukkan bahwa tingkat penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tepat waktu relatif masih rendah hanya Tahun 2018 dua . tim atau 15%. Tahun 2017 empat . tim atau 31%, dan Tahun 2019 satu . tim atau 16%, yang menyelesaikannya terlambat waktu yang paling banyak tahun 2018 sebanyak sepuluh . tim atau 76%, tahun 2017 sebanyak Sembilan . tim atau 69%, dan tahun 2019 sebanyak Sembilan . tim atau 69%. Belum menyelesaikan tahun 2018 sebanyak satu . Tim atau 9%. Tahun 2017 tidak ada laporan yang belum selesai, dan Tahun 2019 sebanyak dua . tim atau 15% masuk kategori belum menyelesaikan laporannya, hal ini membuktikan masih rendahnya dalam hal pelaporan hasil pemeriksaan auditor. Keterlambatan LHP ini terjadi karena beberapa hal diantaranya . Auditi tidak menerima adanya temuan, sehingga minta dikoreksi atas laporan auditor tersebut. Auditor menerbitkan SK NHP sebelum masuk pada LHP Laporan Hasil Pemeriksaan. Akibat dari keterlambatan Laporan Hasil Pemeriksaan, kualitas audit tidak sesuai dengan harapan, masih ada beberapa di wilayah Jawa Barat belum memperoleh opini WTP. Berdasarkan fenomena selama 8 tahun terakhir mendapat opini WTP (Wajar Tanpa pengecualia. dari BPK secara keseluruhan dari 28 Kabupaten / Kota yang Bisnis Dan Iptek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan Bandung Surya. Pengaruh Profesionalime Terhadap Kualitas Audit April , 2022 ada di Provinsi Jawa Barat, namun dari 28 Kabupaten / Kota tidak semuanya mendapatkan opini WTP (Wajar Tanpa pengecualia. , masih ada yang mendapatkan opini WDP (Wajar Dengan Pengecualia. bahkan ada yang mendapatkan opini WTP WDP dan TMP (Tidak Menyatakan Pendapa. Syarat WTP antara lain Opini terhadap LKPD diberikan oleh BPK berdasarkan Kriteria yang ditetapkan dalam Standar Akuntansi Pemerintahan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pendapat/Opini ditetapkan berdasarkan empat kriteria, yaitu 1. Kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), 2. Kecukupan pengungkapan, 3. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan 4. Efektifitas sistem pengendalian intern. Dari data laporan hasil pemeriksaan LKPD diatas menunjukan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat dari tahun ke tahun memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, tetapi meskipun meraih opini WTP. BPK memberikan tiga catatan penting tentang risiko penyimpangan pada laporan keuangan pemprov jawa barat. Dari data observasi awal diketahui bahwa pemerintah Provinsi Jawa Barat atas (LKPD) tahun anggaran 2017 memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang telah diraih lima kali secara berturut sejak tahun 2013 hingga saat ini pada tahun anggaran 2017. Meskipun sudah mengalami peningkatan opini WTP, pemerintah daerah Jawa Barat harus tetap meningkatkan upayanya karena 29% kota/kabupaten di Jawa Barat masih belum mendapatkan opini WTP. Semakin banyaknya entitas yang memerlukan jasa pemeriksaan, maka akan semakin banyak pula jumlah profesi auditor yang dibutuhkan. Apabila jumlah auditor sedikit, sementara jumlah yang diperiksa banyak, tentu kondisi ini akan tidak stabil, auditor dalam melaksanakan pekerjaannya menjadi tidak optimal, hal ini akan membuat kinerja auditor buruk, sehingga akan berpengaruh buruk pula terhadap kualitas audit. Faktor internal lainnya yang dapat mempengaruhi kualitas audit adalah karena pendidikan yang tidak memadai atau pun kurangnya pengalaman auditor. Keahlian auditor dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan serta pengalaman yang memadai dalam melaksanakan audit (Ramdani, 2. Seorang auditor internal harus selalu mengetahui perkembangan terakhir dalam masalah-masalah keahlian, harus mengenali perkembangan baru agar dapat dengan segera mengubungi seorang ahli dalam perusahaan apabila berhadapan dengan suatu masalah khusus. (Mardijuwono & Subianto, 2. Pengetahuan dapat diukur dari seberapa tinggi pendidikan seorang auditor, karena semakin tinggi tingkat pendidikan auditor akan semakin banyak pengetahuan . mengenai bidang yang digelutinya sehingga dapat mengetahui Bisnis Dan Iptek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan Bandung Surya. Pengaruh Profesionalime Terhadap Kualitas Audit April , 2022 berbagai masalah secara lebih mendalam. Pengetahuan sangat penting untuk dimiliki oleh seorang auditor terlebih diantaranya pengetahuan dibidang akuntansi dan auditing. Pengetahuan akuntansi dan auditing ini merupakan dasar penting yang mutlak dimiliki oleh seorang auditor. Profesionalisme auditor menjadi hal yang penting dalam pelaksanaan fungsi pemeriksaan karena selain mematangkan pertimbangan dalam penyusunan laporan hasil pemeriksaan, juga untuk mencapai harapan yakni kinerja yang optimal untuk menghasilkan audit yang berkualitas. (Roussy & Perron, 2. Berdasarkan latar belakang permasalahan yang dikemukakan diatas, penulis merumuskan masalah penelitian pengaruh profesionalisme terhadap kualitas audit dan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh profesionalisme terhadap kualitas audit. METODE PENELITIAN Objek dalam penelitian ini adalah profesionalisme dan kualitas audit, sedangkan yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah Inspektorat Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan metode pendekatan deskriptif verifikatif. Metode kuantitatif pada dasarnya untuk menunjukkan kebenaran dan pemecahan masalah atas apa yang diteliti untuk mencapai tujuan tersebut. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data empiris . , yaitu penelitian terhadap fakta empiris yang diperoleh berdasarkan observasi dan Disamping ingin mendapatkan gambaran mengenai profesionalisme, tingkat pendidikan, dan pengalaman kerja auditor Inspektorat Provinsi Jawa Barat, penelitian ini juga ingin mendapatkan gambaran tentang pola hubungan dan pengaruhnya, baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan, oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengecekan secara sistematis dalam mengungkapkan pengaruh dari masing-masing variabel penelitian profesionalisme auditor sebagai variabel bebas . ndependen variabe. X, varibel penelitian ini diukur dengan dimensi Kompetensi. Efektivitas. Efisiensi, dan Tanggungjawab. Kualitas audit sebagai variabel terikat . ependen variabe. Y, varibel penelitian ini diukur dengan dimensi Tepat waktu. Akurat. Objektif. Meyakinkan. Jelas dan Ringkas. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dengan pengumpulan data dilakukan melalui interview . , kuesioner . , observasi Bisnis Dan Iptek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan Bandung Surya. Pengaruh Profesionalime Terhadap Kualitas Audit April , 2022 . serta gabungan ketiganya. Data Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) berasal dari wawancara langsung beberapa auditor yang bekerja pada Inspektorat Provinsi Jawa Barat diperoleh dari bagian umum dan kepegawaian, sedangkan kasus-kasus diambil dari beberapa sumber yang dipublikasikan di website/internet. Jenis data dalam penelitian ini meliputi data primer berupa data ordinal dan data sekunder. Data primer adalah data asli yang dikumpulkan sendiri oleh periset untuk menjawab masalah riset secara khusus. Data sekunder dapat didefinisikan sebagai data yang telah dikumpulkan pihak lain, bukan oleh periset sendiri untuk tujuan lain. Artinya, periset adalah tangan kedua yang sekedar mencatat, mengakses, atau meminta data tersebut . ang kadang sudah berwujud informas. ke pihak lain yang telah mengumpulkan di lapangan. Sedangkan sumber data primer diperoleh dari hasil tanggapan responden terhadap kuesioner penelitian dalam bentuk data ordinal, sedangkan data sekunder antara lain diperoleh dari data-data, tulisan ilmiah dan dokumen lain sebagainya yang memiliki relevansi dengan permasalahan penelitian. Dalam penelitian ini keberadaan data sekunder diperlukan sebagai pendukung data primer yang diperoleh penulis. Responden dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Inspektorat Provinsi Jawa Barat yang berjumlah 85 orang. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi digunakan untuk mengetahui bagaimana variabel dari beberapa variable independent mempengaruhi variable dependent dalam suatu fenomena yang kompleks. Jika X1 adalah variablevariable independent dan Y adalah variable dependent, maka terdapat hubungan fungsional antara variabel X dan Y, dimana variasi dari X akan diiringi pula oleh variasi dari Y. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum disajikan pengolahan data terlebih dahulu dilakukan pengujian kualitas Hasil pengujian kualitas data dapat dilihat pada table 1 di bawah ini. Tabel 1. Hasil Pengujian Kualitas Data Item Skor Item Skor Bisnis Dan Iptek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan Bandung Surya. Pengaruh Profesionalime Terhadap Kualitas Audit April , 2022 Item x1_10 x1_11 x1_12 x1_13 x1_14 x1_15 Skor Item y_10 y_11 y_12 y_13 y_14 y_15 Uji Reliabilitas Profesionalisme (X) Kualitas Audit (Y) Skor Hasil uji validitas dan reliabilitas di atas dapat dinyatakan bahwa semua variabel termasuk kategori valid dan reliabel, karena skornya > 0,3 untuk validitas dan > 0,70 untuk reliabilitas Dengan demikian instrumen penelitian yang digunakan masing-masing variabel pada penelitian ini dapat dinyatakan valid dan reliabel. Berdasarakan hasil penelitian bahwa profesionalisme berada dalam kategori cukup baik dengan hasil penelitian rata-rata skor 3,40. Namun berada dalam kategori cukup baik masih ada skor tertinggi diantarnya: Saya mempunyai keterampilan dalam menjalan tugas sesorang auditor dengan skor 3,60. Saya mempunyai pengetahuan yang cukup dalam urusan audit dengan skor 3,90, dan Pekerjaan yang telah dilakukan selau berbanding lurus antara input dan ouput dengan skor 3,66. Berdasarakan hasil penelitian bahwa kualitas audit berada dalam kategori cukup baik dengan hasil penelitian rata-rata skor 3,34. Namun berada dalam kategori cukup baik masih ada skor tertinggi diantarnya : Laporan hasil pemeriksaan harus sesuai dengan waktu yang telah diberikan selambatnya 2 minggu setelah hasil pemeriksaan dengan skor 3,51. Audit yang dilakukan harus dilakukan secara objektif dengan skor 3,56, dan Saya selalu menjaga sikap dan Tindakan dalam proses audit dilapangan dengan skor 3,54. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis regresi sederhana untuk meramalkan bagaimana keadaan . aik turunny. variabel dependen, bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dinaik-turunkan nilainya. Adapub hasil perhitungan dapat dilihat pada persamaan dibawah ini: Y = 787. 735 0,774 Pada model regresi ini, nilai Kontanta yang tercantum 787. 735 dapat diartikan jika variabel bebas dalam model diasumsikan sama dengan nol. Secara rata-rata variabel diluar model tetap akan meningkatkan kualitas auditor sebesar 0,774. Bisnis Dan Iptek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan Bandung Surya. Pengaruh Profesionalime Terhadap Kualitas Audit April , 2022 Berdasarkan Hubungan Antar Variabel dapat dilihat sebagai berikut Hubungan Profesionalisme dengan Kualitas Audit didapat hasil sebesar 0,782 yang artinya hubungan antara Profesionalisme dengan Kualitas Audit berada dalam kategori Berdasarkan hasil perhitungan, dapat diketahui bahwa pengaruh variabel bebas X1 (Profesionalism. terhadap variabel terikat Y (Kualitas Audi. dengan besarnya koefisien determinasi (R. sebesar 0,612 atau 61,2%. Sehingga dapat dikatakan bahwa 61,2% variasi variabel terikat yaitu kualitas auditor (Y) dipengaruhi oleh variabel bebas yaitu variabel Profesionalisme, sedangkan sisanya 38,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti diantaranya Skeptisme. Pengalaman dan Fraud. Berdasarakan hasil penelitian bahwa Profesionalisme berada dalam kategori cukup baik dengan hasil penelitian rata-rata skor 3,40. Namun berada dalam kategori cukup baik masih ada skor tertinggi diantarnya: Saya mempunyai keterampilan dalam menjalan tugas sesorang auditor dengan skor 3,60. Saya mempunyai pengetahuan yang cukup dalam urusan audit dengan skor 3,90, dan Pekerjaan yang telah dilakukan selau berbanding lurus antara input dan ouput dengan skor 3,66. Dari skor pernyataan tertinggi masih ada yang belum optimal dengan skor terendah diantaranya: Setiap pekerjaan yang dilakukan selalu menjaga kualitas pekerjaan dengan skor 2,51. Saya selalu bertanggungjawab dalam menyelesaikan tugas dengan baik dengan skor 3,33, dan Laporan hasil pemeriksaan selalu selesai dengan tepat waktu dengan skor 2,51. Hal ini sejalan dengan Mardijuwono & Subianto . suatu kecakapan dan kemampuan dalam menjalankan suatu pekerjaan atau profesinya, orang yang kompeten berarti orang yang dapat menjalankan pekerjaannya dengan kualitas hasil yang baik. Maka pada Inspektorat Provinsi Jawa Barat sudah memenuhi kriteria yaitu Profesionalisme Auditor, dalam arti mencakup penguasaan ilmu/pengetahuan . , dan keterampilan . yang mencukupi, serta mempunyai sikap dan perilaku . yang sesuai untuk melaksanakan pekerjaan atau profesinya. Berdasarkan fenomena yang ada dilapangan tentang profesionalisme bahwa sudah sepenuhnya seorang auditor sudah memenuhi kriteri menjadi seorang Auditor yaitu mempunyai Sertifikat dan Sudah memenuhi pendidikan Formal yaitu minimal Sarjana. Namun pada kenyataan dilapangan masih belum optimal karena masih ada auditor madya dan auditor muda. Bisnis Dan Iptek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan Bandung Surya. Pengaruh Profesionalime Terhadap Kualitas Audit April , 2022 Berdasarakan hasil penelitian bahwa kualitas audit berada dalam kategori cukup baik dengan hasil penelitian rata-rata skor 3,34. Namun berada dalam kategori cukup baik masih ada skor tertinggi diantarnya : Laporan hasil pemeriksaan harus sesuai dengan waktu yang telah diberikan selambatnya 2 minggu setelah hasil pemeriksaan dengan skor 3,51. Audit yang dilakukan harus dilakukan secara objektif dengan skor 3,56, dan Saya selalu menjaga sikap dan Tindakan dalam proses audit dilapangan dengan skor 3,54. Dari skor pernyataan terintinggi masih ada yang belum optimal dengan skor terendah diantaranya: Auditor selalu memberikan kesimpulan dalam hasil laporan pemeriksaan audit dengan skor 2,70. Laporan audit yang disajikan selalu jujur sesuai dengan hasil yang ada dengan skor 3,13, dan Saya selalu menginformasikan hasil audit dengan skor 3,11. Berdasarkan Singh. Ravindran. Ganesan. Abbasi & Haron . ini sejalan bahwa pemeriksaan tidak terletak pada temuan pemeriksaan yang dilaporkan atau rekomendasi yang dibuat, tetapi terletak pada efektivitas penyelesaian yang ditempuh oleh entitas yang diperiksa. Manajemen entitas yang diperiksa bertanggung jawab untuk mentindaklanjuti rekomendasi serta menciptakan dan memelihara suatu proses dan system informasi untuk memantau status tindak lanjut atas rekomendasi pemeriksa dimaksud. Berdasarkan fenomena yang ada semakin menurunya temuan audit pada tiap tahunnya tetapi Berdasarkan fenomena selama 8 tahun terakhir mendapat opini WTP (Wajar Tanpa pengecualia. dari BPK secara keseluruhan dari 28 Kabupaten / Kota yang ada di Provinsi Jawa Barat, namun dari 28 Kabupaten / Kota tidak semuanya mendapatkan opini WTP (Wajar Tanpa pengecualia. , masih ada yang mendapatkan opini WDP (Wajar Dengan Pengecualia. bahkan ada yang mendapatkan opini WTP WDP dan TMP (Tidak Menyatakan Pendapa. Syarat WTP antara lain Opini terhadap LKPD diberikan oleh BPK berdasarkan Kriteria yang ditetapkan dalam Standar Akuntansi Pemerintahan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pendapat/Opini ditetapkan berdasarkan empat kriteria, yaitu 1. Kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), 2. Kecukupan pengungkapan, 3. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan 4. Efektifitas sistem pengendalian intern. Pemeriksaan terhadap laporan keungan bertujuan untuk memberikan opini tentang kewajaran penyajian laporan keungan. Opini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Pemeriksa keuangan tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan adanya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan. Meski demikian, jika pemeriksa menemukan penyimpangan, kecurangan atau pelanggaran terhadap ketentuan Bisnis Dan Iptek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan Bandung Surya. Pengaruh Profesionalime Terhadap Kualitas Audit April , 2022 perundang-undangan, khususnya yang berdampak adanya potensi dan indikasi kerugian negara, maka hal ini harus diungkap dalam LHP. Dalam batas tertentu terkait materialitasnya. Hal ini mungkin mempengaruhi opini atau mungkin juga tidak mempengaruhi opini atas kewajaran LK keseluruhan. Dengan demikian opini yang diberikan oleh pemeriksa, termasi opini WTP merupakan pernyataan profesional pemeriksan mengenai AukewajaranAy laporan keuangan, buka merupakan AujaminanAy tidak ada fraud yang ditemui ataupun kemungkinan timbulnya fraud dikemudian hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa besar nilai koefisien korelasi variable profesionalisme dengan kualitas audit sebesar 0,782 artinya hubungan antara profesionalisme dengan kualitas audit berada dalam kategori kuat, karena terdapat pada interval 0,80 Ae 1. 000 yang diinterpretasikan sangat kuat. Koefisien regresi yang diperoleh sebesar 787. 735 0,774 yang memiliki arah positif artinya jika profesionalisme semakin baik maka tingkat kualitas audit akan semakin tinggi, sebaliknya jika profesionalisme semakin buruk maka kualitas audit semakin rendah. dapat diketahui bahwa pengaruh variabel bebas Profesionalisme Terhadap variabel terikat Y (Kualitas Audi. pada Inpektorat Provinsi Jawa Barat secara parsial yang diperoleh 6,12%. Pada saat dilakukan uji hipotesis untuk mengetahui pengaruh Profesionalisme terhadap Kualitas Audit diperoleh Profesionalisme t hitung . < ttabel . ,6. nilai sig . < alpha . sehingga Ho ditolak yang artinya bahwa secara parsial variabel Profesionalisme berpengaruh signifikan. Dalam penelitian ini didukung dengan teori yang dikemukakan para ahli yaitu Vadasi. Bekiaris & Andrikopoulos . kualitas audit berarti bagaimana cara untuk mendeteksi audit dan melaporkan salah saji material dalam laporan Aspek deteksi adalah refleksi dari kompetensi auditor, sedangkan pelaporan adalah refleksi etika atau auditor integrity, khususnya independensi. Auditor dalam menjalankan perannya dituntut untuk memiliki tanggung jawab yang semakin besar. Menurut SPAP mensyaratkan auditor harus bersikap profesional, independen, memiliki kualifikasi teknis, dan berpengalaman. Sikap profesionalisme seorang auditor sangat berperan penting dalam pemeriksaan laporan keuangan perusahaan. Selain itu independensi merupakan salah satu hal yang penting dalam menghasilkan audit yang berkualitas. Pentingnya independensi dalam menghasilkan kualitas audit yang baik mengharuskan auditor memiliki dan mempertahankan sikap independensi dalam menjalankan tugasnya. Kompetensi juga memegang peranan yang penting dalam menghasilkan audit yang berkualitas. Kompetensi adalah kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya dalam melakukan audit sehingga audtor dapat melakukan audit dengan teliti, cermat serta objektif. Selain itu juga pengalaman Bisnis Dan Iptek | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan Bandung Surya. Pengaruh Profesionalime Terhadap Kualitas Audit April , 2022 kerja merupakan salah satu hal yang penting dalam menghasilkan audit yang berkualitas sehingga dapat memperluas pengetahuan yang sudah dimiliki oleh seorang auditor. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan yang dihasilkan, dapat di ambil kesimpulan profesionalisme secara keseluruhan dapat digambarkan Cukup Baik. Kualitas Audit secara keseluruhan berada pada kategori Cukup Baik. Dalam penelitian ini dapat dikatakan bahwa variabel terikat yaitu kualitas auditor (Y) dipengaruhi oleh variabel bebas yaitu variabel, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti diantaranya Skeptisme, dan Fraud. Untuk meningkatkan profesionalisme maka setiap pekerjaan yang dilakukan oleh auditor interna selalu menjaga kualitas pekerjaan, dan seorang auditor harus selalu bertanggungjawab dalam menyelesaikan tugas dengan baik, dan laporan hasil pemeriksaan selalu selesai dengan tepat waktu dengan sesuai aturan yang berlaku. Untuk meningkatkan kualitas audit maka seorang auditor selalu memberikan kesimpulan dalam hasil laporan pemeriksaan audit dan selalu memberikan evaluasi atas pekerjaannya, seorang auditor harus memberikan laporan audit yang disajikan selalu jujur sesuai dengan hasil yang ada, dan mampu memberikan informasi hasil Bagi instansi dalam menjaga kualitas audit diantarnya profesionalisme harus berjalan secara bersama-sama sehingga kualitas audit yang dilaksanakan bisa berjalan dengan baik dan optimal. Bagi para peneliti selanjutnya untuk terus mengembangkan penelitian dengan meneliti variable lainnya sehingga penelitian yang ada dapat terus dikembangkan. REFERENSI