Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 POTENSI SERAPAN KARBON EKOSISTEM MANGROVE DI DESA EYAT MAYANG KABUPATEN LOMBOK BARAT Diah Permata Sari1. Muhamad Husni Idris2. Irwan Mahakam Lesmono Aji3. Hairil Anwar4. Kornelia Webliana B. 1,2,3,4,5 Jurusan Kehutanan. Fakultas Pertanian. Universitas Mataram. Indonesia E-Mail: diahpermatasari@unram. Submit: 28-07-2023 Revisi: 05-02-2024 Diterima: 28-02-2024 ABSTRAK Potensi Serapan Karbon Ekosistem Mangrove di Desa Eyat Mayang Kabupaten Lombok Barat. Pendataan kondisi biofisik ekosistem mangrove merupakan langkah awal dalam pengelolaan kawasan mangrove yang meliputi data struktur dan komposisi ekosistem mangrove serta potensi serapan karbon. Data potensi serapan karbon di kawasan ekosistem mangrove Desa Eyat Mayang belum terindentifikasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis potensi serapan karbon di kawasan ekosistem mangrove Desa Eyat Mayang. Pengumpulan data menggunakan metode jalur berpetak sebanyak 84 plot. Data dianalisis menggunakan persamaan allometrik. Hasil penelitian menujukkan bahwa kawasan ekosistem mangrove di Desa Eyat Mayang memiliki potensi biomassa 86,27 ton/ha yang terdiri dari 84% biomassa atas (AGB) dan 16% biomassa bawah permukaan (BGB). Potensi kandungan karbon mangrove di Desa Eyat Mayang sebesar 40,13 ton/ha dan potensi serapan karbon (CO. sebesar 147,3 ton/ha. Kontribusi terbesar biomassa, kandungan karbon dan serapan karbon berasal dari jenis Rhizophora apiculata. Kata kunci : Biomassa. Ekosistem mangrove. Eyat Mayang. Serapan karbon. ABSTRACT The Potential for Carbon Absorption of the Mangrove Ecosystem in Eyat Mayang Village Lombok Barat Regency. Data collection on the biophysical condition of the mangrove ecosystem is the first step in managing the mangrove area which includes data on the structure and composition of the mangrove ecosystem as well as the potential for carbon absorption. Data on the potential for carbon absorption in the mangrove ecosystem area of Eyat Mayang Village has not been identified. The purpose of this study is to analyze the potential for carbon absorption in the mangrove ecosystem area of Eyat Mayang Village. Data collection used the plot method with 84 plots. Data were analyzed using allometric equations. The results showed that the mangrove ecosystem area in Eyat Mayang Village has a potential biomass of 86. 27 tons/ha consisting of 84% above biomass (AGB) and 16% belowground biomass (BGB). The potential carbon content of mangroves in Eyat Mayang Village is 40. 13 tons/ha and the potential for carbon absorption (CO. 3 tons/ha. The biggest contribution of biomass, carbon content and carbon absorption comes from Rhizophora apiculata. Keywords : Biomass. Carbon Absorption. Eyat Mayang. Mangrove ecosystem. PENDAHULUAN Perubahan iklim global (Global Climate Chang. disebabkan oleh peningkatan gas-gas rumah kaca (GRK) di atmosfer bumi. Peningkatan emisi GRK di atmosfer bersumber dari peningkatan pemakaian bahan bakar fosil pada alat transportasi maupun mesin industri, kebakaran hutan dan lahan, pembukaan kawasan gambut dan lain sebagainya. Peningkatan GRK menyebabkan kenaikan suhu permukaan bumi yang sering disebut sebagai Global Warming (Asbar & Yunus, 2. Salah satu GRK yang memiliki kontribusi paling dominan di atmosfer This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Potensi Serapan Karbon A Sari et al. bumi yaitu Karbondioksida (CO. (Amanda et al. , 2. Konsentrasi CO2 di atmosfer mengalami peningkatan sejak revolusi industri. IPCC . dalam Kusuma et al. , menyebutkan bahwa pada masa sebelum revolusi industri tahun 1780, konsentrasi CO2 di atmoser sebesar 280 ppm. Menurut BMKG . , konsentrasi CO2 per 2 Mei 2022 mencapai 418,9 ppm dan laju peningkatan konsentrasi CO2 pada periode 1980 sampai 2021 sebesar 2,45 ppm/tahun. Ekosistem mangrove merupakan salah satu tipe ekosistem pesisir yang tumbuh pada substrat berlumpur dan memiliki peran ekologis salah satunya berkaitan dengan perubahan iklim. Ekosistem mangrove merupakan salah satu blue carbon (Kusuma et al. , 2. yang memiliki peran penting dalam mengurangi konsentrasi CO2 melalui proses fotosintesis. Proses fotosintesis pada vegetasi mangrove mengubah karbon anorganik CO2 menjadi karbon organik yang tersimpan dalam bentuk biomassa (Sinaga et al. , 2. Simpanan karbon pada ekosistem mangrove terdapat di atas maupun di bawah permukaan dalam bentuk biomassa . atang, cabang, daun, dan aka. (Murdiyarso et al. , 2. serta berupa simpanan karbon di dalam tanah hingga sekitar 90% berupa bahan organik tanah (Pratiwi & Haryono, 2. Bahkan ekosistem mangrove mampu menyimpan karbon 4 sampai 5 kali hutan daratan serta mengurangi 10% sampai 31% estimasi emisi tahunan di Indonesia (Rahmanto, 2. Desa Eyat Mayang terletak di Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Desa Eyat Mayang memiliki kawasan mangrove yang merupakan bagian dari Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) koridor mangrove Teluk Lembar. KEE koridor mangrove Teluk Lembar merupakan kawasan yang ditujukan untuk mangrove yang berada di luar kawasan konservasi (Sari et al. , 2. Sebagai salah satu kawasan yang dilindungi, ekosistem mangrove di Desa Eyat Mayang juga memiliki kontribusi secara ekologis dalam upaya mitigasi perubahan iklim sebagai penyerap CO2 dan menyimpannya sebagai blue carbon. Pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan sesuai untuk diterapkan mengingat kemampuannya dalam menyerap dan menyimpan karbon (Riska et al. , 2. Kegiatan pendataan kondisi biofisik ekosistem mangrove pengelolaan (Indra et al. , 2. yang meliputi data struktur dan komposisi ekosistem mangrove serta potensi serapan Data potensi serapan karbon di kawasan ekosistem mangrove Desa Eyat Mayang belum terindentifikasi. Dengan demikian, diperlukan analisis potensi serapan karbon ekosistem mangrove di Desa Eyat Mayang sebagai salah satu bagian dari KEE koridor mangrove Teluk Lembar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis potensi serapan karbon di kawasan ekosistem mangrove Desa Eyat Mayang. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian dilaksanakan di kawasan mangrove Desa Eyat Mayang. Kecamatan Lembar. Kabupaten Lombok Barat pada Oktober 2022. Prosedur Pengambilan Data Bahan yang digunakan adalah mangrove pada tingkatan tiang dan pohon. Alat yang digunakan meliputi alat tulis, phiband, rollmeter, hagameter, kamera. Software Ms. Excel. Parameter yang diukur untuk analisis potensi serapan karbon meliputi data diameter dan tinggi pada tingkatan tiang dan pohon. Diameter diukur pada ketinggian 1,3 m dari permukaan tanah atau 20 cm dari di atas ork is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. banir atau akar tunjang yang paling atas (Bengen, 2003 dalam Sari et al. , 2. Pengumpulan data diameter dan tinggi dilakukan dalam petak ukur menggunakan metode jalur berpetak. Mangrove tingkatan pohon diukur pada petak ukur 10 m x 10 m, sedangkan mangrove tingkatan tiang diukur pada petak ukur 5 m x 5 m (Bengen, 2003 dalam Sari et al. Kawasan mangrove Desa Eyat ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Mayang dibagi ke dalam 4 bagian (Gambar . dengan pertimbangan aksesibilitas menuju lokasi karena kawasan mangrove terpisah-pisah oleh alur sungai (Sari et al. , 2. Intensitas sampling (IS) yang digunakan sebesar 5,5% pada setiap lokasi pengambilan data sehingga diperoleh total 84 plot contoh dari 4 lokasi dengan luas total kawasan mangrove 14,75 ha. Gambar 1. Plot Contoh Pengambilan Data. Analisis Data Jenis-jenis teridentifikasi pada ekosistem mangrove Desa Eyat Mayang meliputi 5 jenis antara lain Avicennia marina. Rhizophora Rhizophora Rhizophora stylosa dan Sonneratia alba (Sari et al. , 2. Analisis biomassa atas permukaan . bove ground biomas. dan biomassa bawah permukaan . elow persamaan allometrik sebagai berikut : This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Potensi Serapan Karbon A Sari et al. Tabel 1. Persamaan Allometrik Biomassa Beberapa Jenis Mangrove. Jenis Mangrove Persamaan Allometrik WAGB = 0,1848 D2,3524 Avicennia marina WBGB = 1,28 D1,17 Rhizophora mucronata WAGB = 0,1466 D2,3136 WBGB = 0,00974 (D2H)1,05 Rhizophora apiculata WAGB = 1,02 D0,949 H1,142 WBGB = 0,00698 D2,61 Rhizophora stylosa WAGB = 0,1579 D2,593 WBGB = 0,261 D1,86 Sonneratia alba WAGB = 0,3841 A D2,101 A = 0,509 WBGB = 0,199 A0,899 D2,22 Sumber (Dharmawan dan Siregar, 2008 dalam Pratiwi & Haryono, 2. (Comley and McGuinness, 2005 dalam Farista & Virgota, 2. (Dharmawan, 2. (Komiyama et al. , 2008 dalam Ledheng et al. , 2. (Ruslianto et al. , 2. (Ong et al. , 2004 dalam Farista & Virgota, 2. (Analuddin et al. , 2. (Comley and McGuinness, 2005 dalam Farista & Virgota, 2. (Kauffman dan Donato, 2012 dalam Sinaga et al. , 2. (Komiyama et al. , 2008 dalam Ledheng et al. , 2. Keterangan : WAGB = Biomassa atas permukaan (Above Ground Biomas. WBGB = Biomassa bawah permukaan . (Below Ground Biomas. D = Diameter setinggi dada . A = berat jenis tumbuhan . r/cm. Kandungan permukaan . bove ground carbon/ AGC) dan karbon bawah permukaan . elow ground carbon/ BGC) dianalisis dengan persamaan sebagai berikut (Howard, 2014 dalam Malik et al. , 2. AGC = AGB y 0,48 . BGC = BGB y 0,39 . Keterangan : AGC = Above Ground Carbon (K. BGC = Below Ground Carbon (K. AGB = Above Ground Biomass (K. BGB = Below Ground Biomass (K. 0,48 dan 0,39 = faktor konversi karbon Analisis kemampuan mangrove dalam penyerapan karbon dianalisis dengan persamaan berikut (Murdiyarso et , 1999 dalam Indra et al. , 2. WCO2 = C y FKCO2 . Keterangan : WCO2 = serapan CO2 . C = Kandungan Karbon . FKCO2= faktor konversi unsur karbon (C) ke CO2 = 3,67 ork is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. HASIL DAN PEMBAHASAN Kawasan ekosistem mangrove di Desa Eyat Mayang merupakan salah satu bagian dari kawasan ekosistem esensial (KEE) koridor mangrove Teluk Lembar. Kawasan ekosistem mangrove Desa Eyat Mayang memiliki 5 jenis mangrove antara lain Avicennia marina. Rhizophora Rhizophora Rhizophora stylosa dan Sonneratia alba merupakan mangrove mayor (Sari et al. Berdasarkan hasil analisis Indeks Nilai Penting (INP), jenis Rhizophora apiculata merupakan jenis yang dominan pada tingkatan pertumbuhan semai, tiang maupun pohon (Sari et al. , 2. Menurut Sari et al. , komposisi vegetasi mangrove ditinjau dari jenis dan tingkat pertumbuhannya . akan menentukan biomassa dan kandungan Hal ini disebabkan oleh semakin tua umur vegetasi atau semakin tinggi ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 tingkat pertumbuhan maka diameternya akan semakin besar (Lukito & Rohmatiah, 2. dan akan berpengaruh terhadap Berdasarkan hasil analisis, total potensi biomassa vegetasi mangrove di Desa Eyat Mayang yang ditunjukkan pada Gambar 2, sebesar 84% biomassa mangrove di Desa Eyat Mayang merupakan biomassa atas permukaan . bove ground biomass/AGB) dan 16% merupakan biomassa bawah permukaan . elow groudn biomass/BGB). Persentase AGB dan BGB pada penelitian Tupan & Lailossa . juga lebih besar nilai AGB sebesar 72% sedangkan nilai BGB Menurut Hairiah et al. sebagian besar kandungan karbon ada di atas permukaan dan biomassa terbesar berada pada batang karena bahan organik yang terbentuk dari fotosintesis sebagian besar didistribusikan ke bagian batang penyimpan cadangan makanan. Below Ground Biomass (BGB) Above Ground Biomass (AGB) Gambar 2. Persentase AGB dan BGB. Hasil analisis biomassa pada setiap jenis ditunjukkan pada Gambar 3, yang menunjukkan bahwa jenis Rhizophora apiculata memiliki nilai AGB paling tinggi yaitu 39. 166,3 kg/ha, sedangkan paling rendah dari jenis Avicennia marina 841,8 kg/ha. Jenis Rhizophora apiculata merupakan jenis dominan di kawasan mangrove Desa Eyat Mayang dan memiliki nilai kerapatan, dominansi dan frekuensi paling tinggi (Sari et al. Jenis Rhizophora apiculata memiliki jumlah individu paling banyak, sebaran yang merata di seluruh plot contoh serta luas bidang dasar (LBDS) yang paling tinggi sehingga memiliki This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Potensi Serapan Karbon A Sari et al. biomassa yang paling tinggi di kawasan ekosistem mangrove Desa Eyat Mayang. Luas bidang dasar ditentukan dari diameter pohon, menurut Putri & Wulandari . semakin besar diameter maka semakin besar biomassanya. Biomassa Ekosistem Mangrove Desa Eyat Mayang Above Ground Biomass . Below Ground Biomass . Avicennia marina Rhizophora Rhizophora Rhizophora stylosa Sonneratia alba Gambar 3. Biomassa Mangrove Desa Eyat Mayang Setiap Jenis. Nilai BGB paling tinggi berasal dari jenis Sonneratia alba sebesar 5. 542,18 kg/ha dan paling rendah dari jenis Rhizophora stylosa sebesar 1. 547,81 kg/ha. Jenis Sonneratia alba merupakan jenis dominan ketiga di kawasan mangrove Desa Eyat Mayang setelah jenis Rhizophora apiculata dan Rhizophora mucronata (Sari et al. , 2. Menurut Rachmawati et al. Sonneratia memiliki jenis akar nafas . yang berada pada zona depan dan memiliki sistem perakaran kuat untuk menahan gelombang air laut. Akar Sonneratia berbentuk seperti pensil atau kerucut yang besar. Faktor dominan dan bentuk akar ini yang dapat menjadi salah satu penyebab jenis Sonneratia alba memiliki BGB yang besar. Selain itu. Sonneratia alba menggunakan parameter berat jenis tumbuhan dibadingkan persamaan allometrik BGB jenis lain sehingga menyumbang besarnya nilai BGB pada jenis Sonneratia alba. Sedangkan jenis Rhizophora stylosa memiliki nilai BGB terendah karena menurut Sari et al. jenis ini merupakan jenis dengan INP paling Total biomassa (Tabel . diperoleh dari penjumlahan AGB dan BGB yang menunjukkan bahwa jenis Rhizophora apiculata memiliki nilai total biomassa paling tinggi yaitu 41,38 ton/ha. Oleh sebab itu, jenis Rhizophora apiculata juga memiliki kandungan karbon paling tinggi yaitu 19,66 ton/ha serta serapan CO2 paling tinggi yaitu 72,17 ton/ha. Menurut Sari et al. , karbon memiliki hubungan linier dengan biomassa karena semakin tinggi biomassa suatu jenis maka akan semakin tinggi kandungan karbon jenis tersebut. Oleh sebab itu, apabila suatu jenis memiliki biomassa paling tinggi maka jenis tersebut juga akan memiliki kandungan karbon yang lebih tinggi dan serapan karbon yang lebih Potensi kandungan karbon dalam biomassa dapat mencerminkan serapan CO2 yang diserap oleh tumbuhan tersebut dari atmosfer (Purnobasuki, 2012 dalam Sinaga et al. , 2. Jenis Rhizophora apiculata juga merupakan jenis dominan ork is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. dibandingkan jenis-jenis lainnya sehingga memiliki potensi biomassa dan karbon ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 yang paling tinggi di kawasan mangrove Desa Eyat Mayang. Tabel 2. Total Biomassa. Cadangan Karbon dan Serapan CO2 Mangrove Desa Eyat Mayang. Total Biomassa on/h. Kandungan Karbon on/h. Serapan COCC on/h. Avicennia marina 8,03 3,66 13,42 Rhizophora apiculata 41,38 19,66 72,17 Rhizophora mucronata 12,60 5,80 21,30 Rhizophora stylosa 8,10 3,75 13,77 Sonneratia alba 16,16 7,26 26,64 Jumlah Sumber : Analisis Data Primer . 86,27 40,13 No. Spesies Analisis biomassa setiap jenis menggunakan data dari tingkatan pohon dan tiang. Komposisi pohon dan tiang pada setiap jenis juga akan berdampak pada potensi biomassa dan karbonnya. Berdasarkan data pada Tabel 2, jenis Avicennia biomassa, kandungan karbon dan serapan CO2 paling rendah dibandingkan jenis Jenis Rhizophora stylosa merupakan jenis dengan INP paling rendah pada tingkatan pohon dan urutan INP ke-4 pada tingkatan tiang, serta jenis Avicennia marina memiliki urutan INP ke-4 pada tingkatan pohon serta memiliki INP urutan ke-3 pada tingkatan tiang (Sari et al. , 2. Akan tetapi, jenis Avicennia marina memiliki potensi biomassa dan karbon lebih rendah daripada jenis Rhizophora stylosa karena jenis Avicennia marina memiliki komposisi tingkatan tiang yang lebih banyak daripada tingkatan pohon. Tingkatan tiang memiliki ukuran diameter yang lebih kecil daripada pohon, sedangkan diameter berpengaruh pada potensi biomassa dan Menurut Sari et al. tumbuhan mangrove dengan diameter 20 cm sampai dengan 30 cm di kawasan mangrove Desa Eyat Mayang memiliki kerapatan di bawah 100 individu/ha. Biomassa tegakan akan terus meningkat sampai umur tertentu yang dinyatakan oleh kelas diameter (Langi, 2. Pertambahan usia mangrove akan berpengaruh pada peningkatan diameter dan peningkatan biomassa, kandungan karbon maupun serapan karbonnya (Mardliyah et al. , 2019. Sari et al. , 2. Oleh sebab itu, sebagai salah satu bagian dari KEE koridor mangrove Teluk Lembar, kawasan ekosistem mangrove Desa Eyat Mayang perlu dikelola secara berkelanjutan agar pertumbuhan dan regenerasi mangrove tetap terjaga dengan Selain itu, kawasan ekosistem mangrove di Desa Eyat Mayang juga berpotensi memitigasi emisi CO2, tetapi kawasan mangrove harus memiliki laju deforestasi yang rendah (Taillardat et al. Upaya pencegahan deforestasi menurunkan emisi 10% sampai 31% (Melati, 2. Dengan demikian, diperlukan peraturan dari pemerintah untuk melindungi kawasan mangrove dari deforestasi, sosialisasi kepada masyarakat terkait peraturan serta kebijakan dalam penggunaan kawasan mangrove serta kesadaran dari masyarakat sendiri untuk ikut berpartisipasi dalam pengelolaan kawasan mangrove di Desa Eyat Mayang secara berkelanjutan. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Potensi Serapan Karbon A Sari et al. KESIMPULAN Kawasan ekosistem mangrove di Desa Eyat Mayang memiliki potensi biomassa 86,27 ton/ha yang terdiri dari 84% biomassa atas (AGB) dan 16% biomassa bawah permukaan (BGB). Potensi kandungan karbon mangrove di Desa Eyat Mayang sebesar 40,13 ton/ha dan potensi serapan karbon (CO. sebesar 147,3 ton/ha. Kontribusi terbesar biomassa, kandungan karbon dan serapan karbon berasal dari jenis Rhizophora UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada Universitas Mataram yang telah mewadahi kegiatan penelitian melalui skema penelitian dosen tahun 2022. Selain itu, penulis juga mengucapkan terimakasih kepada kepada Desa Eyat Mayang yang telah memberikan ijin dan penelitian pada kawasan mangrove Desa Eyat Mayang. DAFTAR PUSTAKA