Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu. Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam The Relationship Between Physical Activity Habits and the Incidence of Hypertension in the Elderly in RW 07. Sumur Batu Subdistrict. Central Jakarta, and Its Review from an Islamic Perspective Nafizha Faudzul Zhuridha1. Irfan Syarif2. Diniwati Mukhtar3 Endy Muhammad Astiwara4 1Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 2,3Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 4Bagian Agama Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia Corresponding author: nafizhazrd@gmail. KATA KUNCI Aktivitas Fisik. Hipertensi. Lansia ABSTRAK Hipertensi adalah peningkatan denyut nadi sistolik dan diastolik dari tekanan darah normal menjadi 140/90 mmHg dalam dua kali pengukuran dengan rentang waktu lima menit dalam keadaan benar-benar istirahat/tenang. Pravelensi hipertensi terus meningkat terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta pada populasi lanjut usia . Dalam ajaran agama Islam, disebutkan bahwa kesehatan adalah nikmat besar yang diberikan Allah SWT. Kita harus selalu menjaga kesehatan kita agar kita dapat melaksanakan perintah Allah SWT dengan sebaik-baiknya dan menghindari apa yang dilarang oleh Allah SWT. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, dengan sampel dalam penelitian ini yaitu lansia di posyandu lansia RW 07 Kelurahan Sumur Batu. Jakarta Pusat yang berjumlah 55 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) untuk mengukur tingkat aktivitas fisik serta pemeriksaan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis statistik menggunakan uji ChiSquare nilai p-value 0. <0,. yang menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan aktivitas fisik dan kejadian hipertensi pada lansia. Hasil penelitian ini mendukung pentingnya aktivitas fisik dalam mencegah hipertensi pada lansia, yang sejalan dengan ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk menjaga kesehatan fisik melalui aktivitas yang Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 KEYWORDS Physical Activity. Hypertension. Elderly ABSTRACT Hypertension is an increase in systolic and diastolic pulse from normal blood pressure levels to 140/90 mmHg in two measurements taken five minutes apart while in a fully rested/calm state. The prevalence of hypertension continues to rise, especially in urban areas like Jakarta, among the elderly population. In Islamic teachings, it is mentioned that health is a great blessing given by Allah SWT. We must always take care of our health to fulfill Allah's commandments to the best of our abilities and avoid what Allah SWT has prohibited. This research is quantitative with a cross-sectional study design. The sample includes 55 elderly individuals attending the elderly health center in RW 07. Sumur Batu Subdistrict. Central Jakarta. Data were collected through interviews using the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) to measure physical activity levels, as well as blood pressure Statistical analysis was conducted using the Chi-Square test with a p-value of 0. < 0. , indicating a significant relationship between physical activity habits and the incidence of hypertension in the elderly. The results of this study underscore the importance of physical activity in preventing hypertension in the elderly, which aligns with Islamic teachings that encourage maintaining physical health through regular activity. This research is expected to serve as a reference for healthcare workers and the community in promoting an active and healthy lifestyle, particularly among the elderly, as a preventive measure against hypertension. PENDAHULUAN Seseorang dikategorikan lanjut usia . jika telah memasuki usia diatas 60 tahun (Noor et al. , 2. Lansia sangat beresiko terserang berbagai macam penyakit, salah satunya yaitu hipertensi. Hipertensi adalah suatu kondisi tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg (Unger et al. , 2. Hipertensi memengaruhi lebih dari 75% orang yang berusia di atas 70 tahun dan termasuk dalam penyakit yang tidak dapat disembuhkan (Masoli et al. Penyebab terbanyak adalah penyakit hipertensi (Solomon et al. , 2. Secara global menurut World Health Organization (WHO) diperkirakan pada tahun 2025 akan ada peningkatan kejadian hipertensi yaitu sebesar 1,5 milyar dan 9,5 juta meninggal akibat komplikasi hipertensi (Irawan et al. , 2. Pada tahun 2019, lebih dari 1 miliar orang dengan hipertensi tinggal di wilayah berpendapatan rendah dan menengah, termasuk Indonesia (Zhou et al. , 2. Data Riskesdas tahun 2018, hipertensi di Indonesia banyak terjadi pada kelompok umur 75 tahun atau lebih dengan presentasi 69,5% dan angka hipertensi tertinggi terjadi pada seseorang yang tidak beraktivitas, yaitu 39,7%. Data Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 menunjukkan bahwa hipertensi pada lansia menjadi salah satu masalah di Indonesia. DKI Jakarta, hipertensi terjadi pada kelompok usia 45 tahun ke atas, dengan prevalensi 31,9% dibandingkan pada kelompok usia 35 tahun sebesar 21,2%. Angka hipertensi di Jakarta Pusat masih sangat tinggi yaitu 20,0% (Kartika & Purwaningsih, 2. Terdapat faktor-faktor yang hipertensi yaitu usia, jenis kelamin, gaya hidup, obesitas, konsumsi alkohol, merokok, kebiasaan makan yang tidak sehat dan stress. Beberapa faktor tersebut terdapat salah satu hipertensi, yaitu kurangnya melakukan aktivitas fisik (Hikmah et al. , 2. Aktivitas fisik didefinisikan sebagai setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang membutuhkan pengeluaran energi (WHO, 2. Data Riskesdas tahun 2018, lansia di Indonesia . sia Ou60 tahu. termasuk melakukan aktivitas fisik kurang dengan persentase sebesar 47. (Fitriana et al. , 2. Sejalan dengan bertambahnya usia, vertikel kiri dan kutub jantung menebal serta elastisitas pembuluh Aterosklerosis meningkat, terutama dengan individu yang mempunyai gaya hidup tidak Kondisi menyebabkan peningkatan tekanan berdampak pada peningkatan tekanan darah (Chasanah & Sugiman, 2. Pada masa lansia juga mulai terjadi penurunan hormon estrogen testosteron pada laki-laki, salah satu dampak perubahan tersebut adalah penurunan kekuatan otot. Akibatnya perubahan tersebut mengakibatkan kegiatan fisik lansia menjadi kurang sehingga menyebabkan peningkatan pada tekanan darah (Lestari & Saraswati, 2. Dalam Islam, melakukan aktivitas fisik sangat dianjurkan bagi seluruh umat yang beriman karena aktivitas memiliki banyak manfaat untuk kesehatan Bagi lansia, aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan fungsi elastisitas pembuluh darah, dan menjaga metabolisme tubuh agar tetap baik sehingga terhindar dari berbagai penyakit salah satunya yaitu hipertensi. Islam mendorong umatnya untuk memiliki kekuatan fisik dan mental karena Allah SWT lebih mencintai mukmin yang kuat (Salahudin & Rusdin, 2. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: aEEa aIIA a A a eEA aIe aI aIa eECaA aOOa aAOea aO a aa auEaAOA aA aOa eOa aEAEa aAOeAAUAeAA ca AeEA aIe aI aIa EA a A aOA AuMukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemahAy. (HR. Bukhari Musli. Islam menjalani gaya hidup yang sehat kebahagiaan, berkah, manfaat, dan kesejahteraan (Amirah et al. , 2. Kesehatan juga menjadi modal utama pekerjaan yang berkaitan dengan kehidupan dunia dan akhirat (Ika et al. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 60: a aO a aOa Ea aNI acI eA aA eaI aII Ca acOA Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 AuDan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupiAy. (QS. Al-Anfal . Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh (Jasmin. Avianty, & Prastia, 2. didapatkan adanya hubungan antara aktivitas fisik seharihari dengan derajat hipertensi pada lansia dengan nilai p-value 0. Dimana lansia dengan aktivitas fisik yang kurang berpotensi 3 kali lebih besar untuk mengalami hipertensi dibandingkan lansia dengan aktivitas fisik yang baik. Aktivitas fisik yang kurang akan menyebabkan organ tubuh, aliran darah serta oksigen terhambat sehingga menimbulkan peningkatan tekanan darah (Wirakhmi & Purnawan, 2. Salah satu bentuk pencegahan melakukan aktivitas fisik yang teratur dan cukup dapat memperkuat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Pada akhirnya, jantung mengurangi tekanan yang dibutuhkan arteri sehingga tekanan darah akan menurun (Hikmah et al. , 2. pertimbangan pada kriteria inklusi yang telah dibuat peneliti. Jenis data pada penelitian ini yaitu data primer. Instrumen yang akan digunakan pada proses pengumpulan data adalah kuesioner yang akan responden dan alat ukur tekanan Skala digunakan untuk mengukur aktivitas fisik adalah skala ordinal, yaitu menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Sedangkan instrumen pengukuran yang digunakan untuk mengetahui tekanan darah yaitu dengan skala nominal, dan menggunakan alat sphygmomanometer digital. Analisis digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Analisis univariat dilakukan secara deskriptif yang menggambarkan karakteristik data hasil penelitian dari setiap variabel yang diteliti. Analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara dua variabel (Hardiyan et al. , 2. Pada penelitian ini akan melibatkan uji ChiSquare sebagai uji statistik. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang akan dilaksanan di Posyandu Lansia RW 07 Kelurahan Sumur Batu. Jakarta Pusat sebagai tempat pengambilan data. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini, yaitu lansia dengan usia >45 tahun di RW 07 Kelurahan Sumur batu. Jakarta Pusat sebanyak 55 orang. Cara penentapan sampel penelitian ini menggunakan jenis non probability sampling dengan cara purposive sampling yang akan disesuaikan dengan HASIL Pada hasil penelitian didapatkan total sebanyak 55 sampel. Berikut adalah tabel yang menyajikan data kebiasaan aktivitas fisik pada lansia RW 07 Kelurahan Sumur Batu. Jakarta Pusat. Tabel 1. Distribusi Kebiasaan Aktivitas Fisik pada Responden Karakteristik Ringan Sedang Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Kebiasaan Aktivitas Fisik Berat Total Kejadian Hipertensi Tidak Hipertensi Hipertensi 39 Total Berdasarkan data pada tabel 1 yang disajikan diatas, pada variabel penelitian kebiasaan aktivitas fisik dengan menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) yang dilakukan dengan wawancara langsung ke responden didapatkan hasil bahwa mayoritas responden dengan total 35 orang . ,6%) tergolong aktivitas ringan, 11 orang . ,0%) aktivitas sedang, dan 9 orang . ,4%) aktivitas berat. Berikut adalah tabel yang menyajikan data hasil responden yang menyatakan Kejadian Hipertensi pada Lansia RW 07 Kelurahan Sumur Batu. Jakarta Pusat. Berdasarkan data pada tabel 2 yang telah disajikan diatas, dapat responden dengan total 16 orang . ,1%) tidak memiliki hipertensi. Sedangkan, ada 39 orang . ,9%) yang memiliki hipertensi. Pada Responden kebiasaan aktivitas ringan dan tidak hipertensi 1 orang . ,9%), dan dengan hipertensi 34 orang . ,1%). Responden dengan kebiasaan aktivitas sedang 7 orang . ,6%) tidak hipertensi, dan 4 orang . ,4%) hipertensi. Responden dengan kebiasaan aktivitas berat 8 orang . ,9%) tidak hipertensi, dan 1 orang . ,1%) hipertensi. Tabel 2. Distribusi Kejadian Hipertensi pada Responden Karakteristik Tabel 3. Hubungan antara kebiasaan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi pada lansia Tidak Hipertensi Hipertensi Total Aktivitas Fisik Ringan 2,9% 97,1% 100,0% Sedang 63,6% 36,4% 100,0% Berat 88,9% 11,1% 100,0% 29,1% 100,0% Total P-value *Bermakna . <0,. Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 PEMBAHASAN Berdasarkan analisis data yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna diantara dua variabel penelitian yaitu kebiasaan aktivitas fisik dan kejadian hipertensi. Hasil dari kedua variabel yang telah didapat dilakukan tabulasi silang (Cross Tabulatio. menggunakan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) dengan analisa uji Chi-Square, dan didapatkan nilai p-value sebesar 000, yang mana nilai tersebut lebih kecil dari p-value 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak, hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan hipertensi pada lansia RW 07 Kelurahan Sumur Batu. Jakarta Pusat. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jasmin. Avianty & Noor Prastia . di Puskesmas Pancasan Kecamatan Bogor Barat didapatkan nilai p-value 0. dimana terdapat hubungan antara hipertensi pada lansia. Orang-orang yang tidak aktif cenderung mempunyai detak jantung lebih cepat dan otot jantung mereka harus bekerja lebih keras pada setiap kontraksi, semakin keras dan sering jantung harus kekuatan yang mendesak arteri (Jasmin. Avianty, & Noor Prastia, 2. Hasil penelitian lain yang sejalan dengan hasil penelitian ini yaitu penelitian yang dilakukan oleh Chasanah dan Sugiman . , didapatkan hasil p-value 0. 029 yang artinya terdapat hubungan antara hipertensi pada lansia. Hal ini disebabkan karena orang yang tidak cenderung mempunyai memiliki detak jantung yang lebih tinggi, yang menyebabkan otot jantung bekerja lebih keras pada setiap Semakin keras usaha otot jantung dalam memompa darah maka semakin semakin besar tekanan darah yang dibebankan oleh pembuluh arteri menyebabkan kenaikan tekanan darah (Chasanah & Sugiman, 2. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti berasumsi jika hipertensi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya kurangnya aktifitas fisik. Pada lansia yang memiliki tingkat tekanan darah lebih rendah, mereka cenderung melakukan banyak aktivitas fisik seperti senam lansia, melakukan aktivitas rumah tangga, dan jalan Hipertensi pada lansia juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor lainnya seperti pola makan, faktor stress, dan faktor lainnya. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitan dan analisis data yang telah dilakukan, didapatkan hasil yaitu terdapat hubungan antara kebiasaan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu. Jakarta Pusat. Dalam Islam, diajarkan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental agar terhindar dari berbagai penyakit dalah satunya penyakit hipertensi. Salah satu bentuk menjaga kesehatan adalah dengan beraktivitas fisik karena kesehatan merupakan modal utama dalam melaksanakan ibadah dan pekerjaan yang berkaitan dengan kehidupan dunia dan akhirat. DAFTAR PUSTAKA