Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 P-ISSN: x-x Vol. 03 No. Desember 2021 http://e-joernal/stai-iu. id/index. php/tabyin Telaah Relevansi Konsep Menuntut Ilmu dalam Kitab Ta'lim Muta'allim dengan Kepribadian Santri Salsabila Weka Widura. Achmat Mubarok. Achmad Yusuf. Ali Mohtarom email: salsabilaweka33@gmail. com, mubarok@yudharta. id, achysf@yudharta. alimohtarom@yudharta. (Universitas Yudharta Pasurua. Abstrak Seiring berkembangnya zaman, di antara masalah besar yang dihadapi masyarakat adalah merosotnya nilai-nilai akhlaq dan moral, berkembangnya budaya materialistik, individualistik yang akhirnya menimbulkan berbagai perbuatan yang menyimpang seperti krisis moral dan akhlaq. Kemajuan teknologi membawa pengaruh yang luar biasa terhadap pembentukan kepribadian terhadap generasi-generasi muda. Perilaku serta budi pekerti pelajar saat ini sangatlah memperihatinkan, diantaranya mereka menyombongkan diri atas keilmuan yang telah diraihnya, merasa paling pintar dan benar sehingga meremehkan orang lain, banyak juga pelajar yang senang memilih teman yang malas, serta masih banyak pelajar yang kurang dalam menghormati guru di saat jam pelajaran sedang berlangsung. Pondok Pesantren Ngalah khususnya asrama H merupakan salah satu maAohad yang mempelajari kitab TaAolim MutaAoallim agar santri di asrama H memiliki akhlak atau sopan santun dan kepribadian atau tingkah laku yang baik. Tujuan-tujuan penelitian ini adalah dengan mengkaji kitab TaAolim MutaAoallim dapat menemukan konsep menuntut ilmu untuk dijadikan pedoman dalam menuntut ilmu, agar setiap orang yang menuntut ilmu mengalami perubahan atau perkembangan dalam membentuk kepribadian dari proses pendidikan, juga mereka dapat menuntut ilmu dengan cara yang benar dan menjadi pribadi baik yang dikehendaki al-QurAoan dan as-Sunnah. Kata Kunci: konsep, taAolim MutaAoallim, kepribadian Pendahuluan Konsep pendidikan Syekh Imam Az-Zarnuji secara monumental di tuangkan dalam kitab TaAolim MutaAoallim. Seperti niat belajar yang diajarkan oleh Syekh imam Az-Zarnuji di Kitab TaAolim MutaAoallim bahwa niat yang benar dalam menuntut ilmu adalah mencari keridhaan Allah, memperoleh kebahagiaan di akhirat, berusaha memerangi kebodohan pada diri sendiri dan orang lain, mengembangkan dan melestarikan ajaran Islam, serta mensyukuri nikmat Allah. Mengenai hal tersebut. Syekh imam Az-Zarnuji mengingatkan, agar setiap penuntut ilmu jangan sampai salah dalam menentukan niat dalam menuntut ilmu, misalnya belajar yang diniatkan untuk mendapatkan kehormatan duniawi atau kedudukan tertentu. Berdasarkan niat tersebut maka perlu dibenarkan agar kecintaan terhadap harta benda dunia itu berkurang. Berdasarkan konsep menuntut ilmu dalam Kitab TaAolim MutaAoallim, secara jelas Syekh Imam az- Zarnuji memberi gambaran tentang pembentukan kepribadian santri yang baik, yaitu dengan mengajarkan kitab yang menekankan pada pedoman untuk menuntut ilmu agar kedisiplinan dan kesungguhan belajar pada kepribadian santri berubah dan berkembang baik dan lebih unggul. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Berdasarkan hal tersebut, pentingnya mengkaji pelajaran yang mendalam atau menelaah dari kitab TaAolim MutaAoallim karya Syekh Imam Az-Zarnuji. Atas dasar pemikiran tersebut, penulis tertarik untuk meneliti masalah dengan judul Telaah Relevansi Konsep Menuntut Ilmu dalam Kitab TaAolim MutaAoallim dengan kepribadian santri. Tujuannya adalah dengan mengkaji kitab TaAolim MutaAoallim dapat menemukan konsep menuntut ilmu untuk dijadikan pedoman dalam menuntut ilmu, agar setiap orang yang menuntut ilmu mengalami perubahan atau perkembangan dalam membentuk kepribadian dari proses pendidikan, juga mereka dapat menuntut ilmu dengan cara yang benar dan menjadi pribadi baik yang dikehendaki al-QurAoan dan as-Sunnah. Pembahasan Konsep Menuntut Ilmu dalam Kitab TaAolim MutaAoallim Karya Syekh Imam AzZarnuji. Esensi dari kitab TaAolim MutaAoallim mencakup tujuan, prinsip-prinsip dan strategi menuntut ilmu yang didasarkan pada moral religius. Di dalam Kitab TaAolimul MutaAoallim banyak konsep pendidikan Islam karena kitab TaAolim MutaAoallim di buat untuk para pendidik dan peserta didik sebagai pedoman dalam menuntut ilmu. Diantara konsep dari Syekh Imam Az-Zarnuji tersebut, salah satunya menjelaskan tentang cara menuntut ilmu bagi peserta didik yang terkandung dalam 13 fashl di Kitab TaAolim MutaAoallim sebagai berikut: Hakikat dan Keutamaan Ilmu Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim baik laki-laki maupun Sebagaimana Firman Allah dalam QS. Al-Alaq ayat 1-5. Didalam surah Al-Alaq tersebut juga dijelaskan bahwa Rasulullah diutus ke dunia untuk mengajak manusia beribadah kepada Allah dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Dan sumber dari segala ilmu pengetahuan bisa didapatkan dari Al-Quran, baik yang menyangkut dunia maupun akhirat. Namun menurut Syekh Imam Az-Zarnuji manusia tidak diwajibkan untuk mempelajari segala macam ilmu, tetapi hanya diwajibkan untuk mempelajari ilmu yang berhubungan dengan keperluan dalam kehidupan sehari-hari seperti shalat, maka ia diwajibkan mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan sholat tersebut, misalnya, syarat dan rukun sholat. Demikian juga tentang puasa, zakat, dan haji beserta cara menunaikanya. Juga diwajibkan mengetahui ilmu tentang jual beli apabila bekerja sebagai pedagang. Niat dalam menuntut ilmu Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 P-ISSN: x-x Vol. 03 No. Desember 2021 http://e-joernal/stai-iu. id/index. php/tabyin Syekh Imam Az-Zarnuji mengajarkan niat seorang pelajar dalam menuntut ilmu harus ikhlas mengharap ridha Allah, mencari kebahagiaan di akhirat, menghilangkan kebodohan dirinya, menghidup-hidupkan agama, melestarikan agama Islam. Karena sesungguhnya melestarikan agama Islam adalah dengan ilmu Memilih teman dan guru Syekh Imam Az-Zarnuji menjelaskan dalam syiir berikut. AaOA a Aa aI eEA aI e a Ea a e a eE aOA e AA aI Oa eCa a aA Aau a caI ECa aOeIa a eEA aICA# A eE a eI Ca a eOIa aNA AOA a a eaI aEIa a s csa Aa aIacseANA e AA e A eINa a eNaA aA a aA Aa eaI aEIa a aO se AaCA# Ua aA Memilih teman sebaiknya memilih teman yang tekun yang bisa menjaga diri dari perkara haram dan teman yang bertabiat lurus dan tanggap. Juga tidak bersahabat dengan orang pemalas karena malas penghambat kehidupan. Banyak juga orang yang baik menjadi rusak karena ulah orang lain. Jadi memilih teman harus diperhatikan karena teman adalah pengaruh yang sangat besar pada saat menuntut ilmu Adapun cara memilih guru atau kyai menurut Syekh Imam Az-Zarnuji adalah cari ulama besar di lingkungan anda tinggal, lalu telusurilah proses belajarnya. Juga yang bersifat wara' dan yang lebih tua. Menghormati ilmu dan guru Menurut Syekh Imam Az-Zarnuji pentingnya seorang guru dalam membimbing kita, maka hak-hak guru juga harus diutamakan karena keikhlasanya mendidik kita ke jalan Bahkan karena mulyanya seorang guru, guru sangatlah berhak mendapatkan hadiah seribu dirham karena telah mengajarkan kepada kita satu huruf saja. Syekh Imam Az-Zarnuji juga menganjurkan kepada penuntut ilmu agar bermusyawarah dengan guru dalam menentukan ilmu yang akan dipelajari, sebab guru sudah berpengalaman dalam belajar serta mengetahui ilmu pada seseorang sesuai dengan bakatnya. Kesungguhan dalam mencari ilmu dan cita-cita yang tinggi Dalam mencapai cita-cita yang tinggi itu harus mempunyai hati yang kokoh dan kemauan untuk berusaha sekuat tenaga, dengan tak mengenal letih dalam menuntut ilmu. Citacita tidak cukup tanpa adanya usaha yang keras untuk memperjuangkannya dan harus luhur citacitanya dalam menuntut ilmu. Jadi, mencari ilmu pengetahuan haruslah dengan bersungguhsungguh, rajin dan tekun belajar serta berusaha keras untuh meraih dan mencapai cita-cita. Permulaan belajar dan tertib belajar Menurut Syekh Imam Az-Zarnuji dalam memulai menuntut ilmu pada hari rabu. Hal ini karena hari rabu adalah hari diciptakannya cahaya, dan ia adalah hari yang sangat pedih bagi 51 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin orang-orang kafir dan hari yang penuh berkah bagi orang-orang mukmin. Pelajaran yang telah dipahami dan dikaji ulang hendaknya dicatat karena hal ini sangat bermanfaat, seorang santri tidak perlu menulis sesuatu yang ia pahami karena hal ini dapat menghilangkan kecerdasan, menimbulkan kejenuhan dan menyia-nyiakan waktu Tawakkal Di dalam Kitab TaAolim MutaAoallim hal 74-75 dijelaskan bahwa: a A eE a eE aI aIIa E ca aO caE aE AaOA a A a caI aEaca aEA ac aA a aOO aaO aIa eOa ae aIA. aAC aO aE Oa e a aE Ca eEaNa aEaEA sc a A eE a eE aI aO aE Oa eN a aI aE a eI aA acEEA a aAEA a A aEA a AE eA A aI aA ac A eI a e aA a AA a AA a AaEa eO aNA a AacEEa aeI eE aA a AEa a eOaOA Orang yang menuntut ilmu harus selalu bertawakkal kepada Allah dan jangan sampai terganggu dengan urusan rizki karena orang yang hatinya terpengaruh oleh urusan rizki, baik makanan mapun pakaian, maka akan sulit untuk mencapai kemuliaan. Syekh Imam Az-Zarnuji menyarankan kepada orang yang menuntut ilmu agar tidak terlalu memikirkan urusan duniawi, karena kegelisahan tidak dapat menghindarkan musibah dan juga tidak berguna, bahkan dapat membahayakan hati, akal, badan dan juga merusak perbuatan-perbuatan yang baik, oleh karena itu orang yang menuntut ilmu hendaknya mengurangi urusan duniawi. Waktu dalam menuntut ilmu Menurut Syekh Imam Az-Zarnuji waktu yang sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu adalah waktu ketika masih muda. Adapun mengenai waktu yang paling utama dalam belajar adalah menjelang waktu subuh . dan antara waktu magrib dan isya. Dan di Kitab TaAolim MutaAoallim dijelaskan bahwa santri harus memanfaatkan waktu yang ada, jika jenuh dengan satu ilmu pengetahuan maka berusahalah untuk belajar ilmu yang lainnya, karena santri harus cinta Saling mengasihi dan menasehati Syekh Imam Az-Zarnuji menjelaskan dalam syiir berikut. aAOa eE aA eO aN aI AaOea aN aO aI N aaO Aa aEaNA a a eE aI e a Eaae aa aEaOA a # A eO a Aa e aE aNA Orang yangmenuntut ilmu hendaknya selalu berusaha menghiasi dirinya dengan akhlak mulia, menjauhi adanya perselisihan dan permusuhan, serta tidak berprasangka buruk, karena hal tersebut hanya akan menyia-nyiakan waktu karena orang yang berlaku baik akan dibalas dengan kebaikannya dan orang yang jahat akan dibalas dengan kejahatannya. Istafadah Di dalam Kitab TaAolim MutaAoallim orang yang menuntut ilmu harus beristafadah atau mencari tambahan ilmu pengetahuan, sehingga santri mencapai kesuksesan dalam mencari ilmu, dengan cara mencatat segala ilmu pengetahuan yang didengar, memanfaatkan sesepuh dan 52 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 P-ISSN: x-x Vol. 03 No. Desember 2021 http://e-joernal/stai-iu. id/index. php/tabyin memetik pelajaran dari mereka. Bersikap waraAodalam menuntut ilmu Menurut Syekh Imam Az-Zarnuji menjelaskan bahwa dalam menuntut ilmu sebaiknya menjaga diri dari perkara yang haram, sebab dengan waraAo ilmu yang diperoleh akan lebih bermanfaat, dan juga belajarpun akan menjadi lebih mudah. Adapun yang termasuk waraAo antara lain adalah menjaga diri dari rasa kenyang, terlalu banyak tidur dan terlalu banyak membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat. Selain itu, dalam menuntut ilmu sebaiknya menghindari makanan yang di jual di pasar karena jajanan pasar diperkirakan lebih mudah terkena najis dan kotoran yang mengakibatkan ingatan menjadi lemah. Penyebab hafal dan penyebab lupa Menurut Syekh Imam az-Zarnuji penyebab paling kuat agar mudah hafal adalah kesungguhan, kontinuitas, sedikit makan, memperbanyak shalat malam dan bersiwak. Sedangkan penyebab lupa adalah berbuat maksiat, banyak berbuat dosa, keinginan dan kegelisahan perkara duniawi, serta terlalu banyak kesibukan dalam urusan duniawi. Sumber dan penghambat rezeki Di dalam Kitab TaAolim MutaAoallim hal 102 dijelaskan bahwa: a A aEA a A a caI aEacs aEA a A aO aI e a a aI Oa aaO a Aa eO aN aO aI Oa aaO a AaO eEa eI a aOEAcse a aEOaa eA aA a A eE a eE aI aIIa eECa eOA aA eE a eE aI aOAaO aE csaE aEaEA a aAEA a A aEA a e A a eO aEA a A eIAa eO aEa Aa a eO aea a eA a A aN aNIa aEaOA a aAE eA a . a a Setiap manusia membutuhkan makanan, maka para santri harus mengetahui hal-hal yang dapat mendatangkan rezeki Juga harus mengetahui apa yang dapat menambah dan mengurangi umur serta hal- hal yang menyehatkan badan agar leluasa dalam menuntut ilmu. Menurut Syekh Imam Az-Zarnuji, adapun sumber datangnya rizki adalah mengerjakan sholat dengan khusyu', sempurna rukun, wajib dan kesunahanya. Demikian pula dengan melakukan sholat dhuha, membaca surat al-Waqiah sedangkan penyebab tertutupnya rezeki adalah berbuat dosa dan banyak tidur. Relevansi Konsep Menuntut Ilmu dalam Kitab TaAolim MutaAoallim dengan Kepribadian Santri Asrama H Pondok Pesantren Ngalah. Konsep menuntut ilmu dalam kitab TaAolim MutaAoallim karya Syekh Imam Az-Zarnuji dengan kepribadian santri asrama H Pondok Pesantren Ngalah sangat relevan untuk diterapkan. Yaitu sebagai berikut: Hakikat dan keutamaan ilmu Konsep pertama menuntut ilmu dalam kitab TaAolim ini selaras dengan hadist Nabi Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin yaitu orang yang menuntut ilmu karena Allah sama dengan berjalan menuju surga-Nya. Mengenai hal tersebut, tidak ada alasan untuk berhenti mencari ilmu, jadi harus senantiasa berusaha mencari ilmu dimanapun, kapanpun dan dengan cara apapun karena dengan ilmu akan menjadikan kepribadian santri asrama H yang ahli dalam berilmu, mulai dari ilmu agama dan ilmu pengetahuan juga menjadikan kepribadian santri yang bermoral akhlak serta budi pekertinya yang baik. Dengan begitu maka dapat dikatakan relevan satu sama lain. Niat dalam menuntut ilmu Konsep yang kedua ini selaras dengan Imam Abdurrahman bin mahdi bahwa orang yang menuntut ilmu diiringi dengan niat yang ikhlas semata-mata karena Allah akan berpotensi lebih besar dalam mencapai tujuanya karena disertai oleh ridha Allah. Mengenai hal tersebut, dengan pembacaan niat bersama di asrama H yang dipimpin langsung oleh pengasuh maka menjadikan kepribadian santri asrama H yang disiplin dan tulus dalam menuntut ilmu. Dengan begitu maka dapat dikatakan relevan satu sama lain. Memilih teman dan guru Konsep ketiga menuntut ilmu dalam kitab TaAolim ini selaras dengan al-Ghazali bahwa bagaimana seorang murid dalam mencari guru yaitu seorang guru yang mursyidun dan Dengan mencari guru yang Aoalim, pandai , jujur, dan bijaksana akan memberikan pembentukan kepribadian santri asrama H yang baik dan cerdas dalam menuntut ilmu. Selain itu, memilih teman sebaiknya yang tekun dan tidak malas, mengenai hal tersebut akan menumbuhkan kepribadian yang selektif dalam menuntut ilmu. Menghormati ilmu dan guru Konsep yang keempat ini selaras dengan al-Ghazali bahwa bahwa pendidik disebut sebagai orang-orang besar yang aktivitasnya lebih baik dari pada ibadah setahun. Mengenai hal tersebut, maka santri asrama H selalu mendengarkan dan memperhatikan pada saat kegiatan di asrama. Dengan begitu maka akan menumbuhkan kepribadian santri yang hormat, khidmat, tawadhu serta sopan dalam menuntut ilmu. Dengan begitu maka dapat dikatakan relevan satu sama lain. Kesungguhan dalam mencari ilmu Konsep yang kelima ini selaras dengan al-Ghazali bahwa puncak ilmu itu berada pada Dimana seseorang harus bersungguh-sungguh dan terus menerus belajar juga tidak lelah untuk mempelajari hal-hal baru dalam hidup. Seperti santri asrama H yang menekuni ilmu hingga paham dalam setiap pelajarannya maka akan dapat menumbuhkan kepribadian santri yang gigih dan tekun dalam menuntut ilmu. Dengan begitu maka dapat 54 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 P-ISSN: x-x Vol. 03 No. Desember 2021 http://e-joernal/stai-iu. id/index. php/tabyin dikatakan relevan satu sama lain. Permulaan belajar dan tertib belajar Dengan konsep belajar yang tertib dalam menuntut ilmu maka akan menjadikan kepribadian santri asrama H yang disiplin dan berprestasi dalam menuntut ilmu. Seperti santri asrama H yang selalu membiasakan membaca doa sebelum dan sesudah kegiatan. Tawakkal Dengan konsep bertawakkal dalam menuntut ilmu maka akan menjadikan kepribadian santri asrama H yang sabar, selalu bersyukur, dan berprasangka baik dalam menuntut ilmu. Seperti kegiatan santri di asrama H yaitu membaca tahlil dan istighosah bersama. Waktu dalam menuntut ilmu Dengan proses dan waktu dalam menuntut ilmu maka akan menjadikan kepribadian santri asrama H yang sabar, tenang dan tidak tergesa-gesa dalam menuntut ilmu. Hal ini selaras dengan hadist Nabi Carilah ilmu sejak dari ayunan orang tua hingga masuk liang lahat. Tanpa ilmu, niscaya manusia akan begitu banyak kesulitan-kesulitan dalam menempuh jalan Oleh karena itu, santri asrama H menuntut ilmu tidak mengenal batas waktu dan tidak akan menyia-nyiakan waktu dalam menuntut ilmu. Saling mengasihi dan menasehati Dengan konsep saling mengasihi dan menasehati dalam menuntut ilmu maka akan menjadikan kepribadian santri asrama H yang dermawan dan santun dalam menuntut ilmu. Konsep tersebut selaras dengan hadist Nabi yaitu dhann bi al-muAominina khaira, artinya berprasangka baiklah kepada orang-orang mukmin. Dengan pikiran yang jernih, tanpa tercampuri suAoudhan . rasangka buru. , maka seorang pelajar akan mendapatkan ilmu pengetahuan yang jernih pula. Oleh karena itu, santri asrama H yang menuntut ilmu harus berbuat baik pada siapapun, juga tolong menolong sesama teman. Istafadah Dengan beristafadah dalam menuntut ilmu maka akan menjadikan kepribadian santri asrama H yang kreatif dan ulet dalam menuntut ilmu. Karena begitu pentingnya mengikat ilmu dengan tulisan pada setiap pelajaran yang disampaikan oleh guru. Sehingga santri asrama H mencapai kesuksesan dalam menuntut ilmu. Bersikap waraAo dalam menuntut ilmu Dalam menuntut ilmu sebaiknya menjaga diri dari perkara yang haram, sebab dengan waraAo ilmu yang diperoleh akan lebih bermanfaat, dan juga belajarpun akan menjadi lebih Seperti hadist Nabi yaitu barang siapa tidak berbuat waraAo ketika belajar, maka Allah Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin akan memberinya cobaan salah satu dari tiga macam, yakni dimatikan dalam usia muda, ditempatkan di tengah komunitas orang bodoh, atau dijadikan abdi penguasa. Jadi santri asrama H saat menuntut ilmu harus tenang, memperhatikan dan tidak boleh berbicara yang tidak bermanfaat saat kegiatan berlangsung. Dengan demikian maka akan menjadikan kepribadian santri asrama H yang ahli ilmu yang selalu menjaga ilmunya dalam menuntut Penyebab hafal dan penyebab lupa Konsep kedua belas menuntut ilmu dalam kitab TaAolim ini mengajarkan bahwa penunjang hafalan adalah kesungguhan, terus-menerus, sedikit makan, dan shalat di malam Seperti kegiatan sholat khifdzil QurAoan yang dilakukan oleh santri asrama H. Hal tersebut akan menjadikan kepribadian santri asrama H yang optimis dan disiplin dalam menuntut ilmu. Sumber dan penghambat rezeki Konsep terakhir menuntut ilmu dalam kitab TaAolim ini mengajarkan bahwa penyebab tertutupnya rezeki adalah berbuat dosa dan banyak tidur. Sedangkan cara untuk memperoleh rezeki dapat dengan mengerjakan shalat dengan khusyuAo. Konsep tersebut selaras dengan hadist Nabi yaitu: aOaNA s AC aa eIA sc a aAE a aE aEOa e a aI aIIA ac A Aau a caIA,AEOa aa eECa ae uE Ea a a aOE Oa aa eO a AaO eEa aI a uaE eEa aA a AOA a AE eA Autidak dapat merubah takdir selain doa, tidak dapat menambah umur selain berbuat bakti, dan sesungguhnya seorang menjadi tertutup rezekinya karena dosa yang dilakukanAy. Seperti dalam kegiatan di asrama H yaitu melaksanakan sholat dhuha bersama di Dengan demikian maka akan menjadikan kepribadian santri asrama H yang religius atau senang membaca al-QurAoan, selalu berdzikir kepada Allah dalam menuntut ilmu. Kesimpulan Konsep Menuntut Ilmu dalam Kitab TaAolim MutaAoallim Karya Syekh Imam Az-Zarnuji terdiri dari 13 fashl yaitu . Hakikat dan Keutamaan Ilmu . Niat dalam menuntut ilmu . Memilih teman, dan guru . Menghormati ilmu dan guru . Kesungguhan dalam mencari ilmu dan cita-cita yang tinggi . Permulaan belajar dan tertib belajar . Tawakkal . Waktu dalam menuntut ilmu . Saling mengasihi dan saling menasehati . Istafadah . Bersikap waraAo dalam menuntut ilmu . Penyebab hafal dan penyebab lupa . Sumber dan penghambat Dengan adanya konsep tersebut dalam menuntut ilmu maka kepribadian santri asrama Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 P-ISSN: x-x Vol. 03 No. Desember 2021 http://e-joernal/stai-iu. id/index. php/tabyin H akan berkembang dengan baik. Oleh karena itu konsep menuntut ilmu dalam kitab TaAolim MutaAoallim karya Syekh Imam Az-Zarnuji sangat relevan dengan kepribadian santri di asrama H Pondok Pesantren Ngalah. Daftar Pustaka