Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 ANALISIS MIKROBIOTA SALURAN CERNA PADA BALITA YANGMENGALAMI STUNTING DI PUSKESMAS BENU-BENUA KOTA KENDARI MENGGUNAKAN METODE KULTUR Sugireng1. Suwarny2. Rabiatun Nisa A13 D-IV Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya Email: rabiatunnisa90@gmail. ABSTRAK Mikrobiota merupakan sekumpulan mikroorganisme berupa bakteri, virus, dan organisme lainnya yang hidup dalam organisme inang. Mikrobiota usus mempunyai peranan penting terhadap imunitas maupun penyerapan zat gizi. Mikrobiota usus berkontribusi terhadap kejadian Tujuan penelitian untuk membandingkan populasi mikrobiota patogen dan non patogen yang terdapat pada saluran pencernaan balita normal dan stunting di Puskesmas Benu-benua Kota Kendari. Jenis penelitian adalah deskriptif untuk mengetahui bakteri apakah yang terdapat pada saluran pencernaan balita stunting menggunakan metode kultur. Penelitian ini melibatkan anak stuntingdengan besar sampel sebanyak 4 yang dipilih menggunakan metode purposive sampling yaitu menurut TB/U usia 24-60 bulan dengan ambang batas <-2 SD sampai dengan -3 SD. Metode penelitian ini dimulai dari isolasi bakteri, karakteristik koloni, pemurnian, pewarnaan Gram dan uji biokimia. Berdasarkan hasil yang diperoleh mikrobiota saluran cerna pada kelompok stunting dan normal menunjukan lebih dominan terdapat bakteri patogen dari ke dua kelompok tersebut. Pada kelompok stunting terdapat 2 isolat bakteri Enterobacter aerogenes, 2isolat Klebsiella, dan 4 isolatStaphylococcus aureus, sedangkan pada kelompok normal terdapat 1 isolat bakteri Klebsiella, 3 isolatEschericia coli, dan4 isolatStaphylococcus aureus. Jenis bakteri tidak jauh berbeda antara ke dua kelompok. Namun, bakteri Enterobacter lebih dominan pada kelompok stunting dibandingkan kelompok normal, sedangkan pada kelompok normal lebih dominan Eschericia coli. Perlunya untuk menjaga dan memperhatikan kondisi bayi pada hari pertama kelahiran (HPK) dari lingkungan terutama air bersih dan makanan yang dikonsumsi, agar terhindar dari mikrobiota patogen yang masuk kedalam saluran pencernaan sehingga dapat menghindar risiko terjadinya stunting. Kata Kunci : Mikrobiota saluran cerna, balita stunting, balita normal Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 dan terapi antimikroba (Helmyati PENDAHULUAN Stunting merupakan kondisi balita yang memiliki pertumbuhan tinggi badan (Kurniawan, yang kurang jika dibandingkan dengan mempengaruhi populasi mikrobiota umurnya (Yudika dkk, 2. Anak yang pada saluran cerna manusia yaitu mengalami stunting akan mengalami faktor usia, genetik, diet, makanan, hambatan dalam perkembangan kognitif serta motorik yang akan mempengaruhi budaya, dan sosial ekonomi. Berdasarkan gangguan fisik, dan metabolisme tubuh dilakukan oleh peneliti mengenai data anak menjadi tidak sempurn. Hal ini balita stunting di kota Kendari pada terjadi setelah jangka panjang ketika saat anak sudah dewasa yaitu saat usia kecamatan yang berbeda-beda yaitu produktif (Khotimah, 2. sebanyak 365 kasus. Mandonga 10 Mikrobiota merupakan sekumpulan kasus. Baruga 6 kasus. Puuwatu 66 mikroorganisme berupa bakteri, virus, kasus. Kadia 10 kasus. Wua-wua 52 dan organisme lainnya yang hidup dalam kasus. Poasia 9 kasus. Abeli 38 kasus. Kambu 7 Kasus. Nambo 12 mempunyai peranan penting terhadap kasus. Kendari 76 kasus. Kendari imunitas maupun penyerapan zat gizi. Barat 79 kasus (Dinas Mikrobiota usus berkontribusi terhadap Kota kendari, 2. Mikrobiota kejadian stunting (Simajuntak, 2. Setiap Berdasarkan pengambilan data awal mengenai balita stunting tahun mikrobiota saluran cerna yang berbeda- 2022 di puskesmas Benu-benua kota beda (Helmyati, 2. Kendari diperoleh data tiap kelurahan Populasi Kesehatan berbeda-beda yaitu kelurahan Tipulu 8 kasus. Punggaloba 25 kasus. Benu- benua 5 kasus. Sodoha 11 kasus, mempengaruhi populasi mikrobiota di Sanua 11 kasus. Dapu-Dapura 25 usus yaitu gaya hidup, penyakit infeksi. Faktor-faktor Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 BA S2 Gram positif Coccus METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pencernaan balita stunting dan normal menggunakan metode kultur. HASIL Karakteristik koloni Tabel 1. Karakteristik koloni Kode Karakteristik koloni BA S3 BA S4 MC S1 MC S2 MC S3 MC S4 BA S4 MC S1 BA N1 BA N2 BA N3 BA N4 MC N1 MC N2 MC N3 MC N4 Besar Kecil Kecil Besar Sedang Sedang Kecil Sedang Besar Kecil Kecil Besar Sedang Besar Besar Sedang Kecil Besar Sedang Besar Dari Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Bulat Tabel Putih Putih Putih Putih Merah Merah Merah Merah Putih Putih Putih Putih Putih Putih Putih Merah Merah Merah Putih Putih Datar Datar Datar Datar Cembung Cembung Datar Datar Datar Datar Datar Datar Datar Datar Datar Cembung Datar Datar Datar Datar Rata Rata Rata Rata Rata Rata Rata Rata Rata Rata Rata Rata Rata Rata Rata Rata Rata Rata Rata Rata karakteristik dan morfologi koloni menggunakan media blood agar dan mac conkey kelompok stunting dan kelompok normal Coccus Coccus Bacil Bacil Bacil Bacil Coccus Bacil Coccus Coccus Coccus Coccus Bacil Bacil Bacil Bacil Tepi Berdasarkan tabel 2 menunjukan BA S1 BA S2 BA S3 BA S4 MC S1 MC S2 MC S3 MC S4 BA S1 BA S2 BA S3 BA N1 BA N2 BA N3 BA N4 MC N1 MC N2 MC N3 MC N4 BA N1 Gram positif Gram positif Gram negatif Gram negatif Gram negatif Gram negatif Gram positif Gram negatif Gram positif Gram positif Gram positif Gram positif Gram negatif Gram negatif Gram negatif Gram negatif menggunakan media blood agar terdapat Gram positif sel coccus sedangkan pada media mac conkey terdapat Gram negatif sel Uji Biokimia Tabel 3. Hasil Uji Biokima Kelompok Kode H2O2 TSIA SCA BA N1 BA N2 BA N3 BA N4 MC N1 MC N2 MC N3 MC N4 K/K. Gas (-). H2S (-) M/K. Gas (-),H2S (-) K/K. Gas ( ),H2S (-) K/K. Gas (-),H2S (-) M/K. Gas ( ),H2S () K/K. Gas ( ),H2S (-) K/K. Gas ( ),H2S (-) K/K. Gas ( ),H2S (-) Pewarnaan Gram Pada Tabel 3 Menunjukan bahwa Tabel 2. Pewarnaan Gram Kode isolat Hasil Sel BA S1 Gram positif Coccus uji biokimia pada kelompok normal Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 diperoleh hasi pada uji katalase menunjukan katalase menunjukan hasil positif pada hasil positif pada semua sampel, pada uji semua sampel, pada uji TSIA kode isolat BA S2. BA S4. MC S3 dan MC S4 TSIA kode isolat BA N2, dan MC N1 memfermentasikan glukosa, pada kode isolat MC N4 menunjukan bahwa bakteri mampu memfermentasikan glukosa, sukrosa dan isolat BA S1. BA S3. MC S1, dan MC S2 BA N1. BA N3. BA N4. MC N2. MC N3,dan memfermentasikan glukosa, sukrosa dan Pada uji sitrat kode isolat BA S1. BA S3. MC S3, dan MC S4 menunjukan bahwa bakteri menggunakan sitrat sebagai Pada uji sitrat kode isolat BA N2. BAN 3. BA N4, dan MC N1 menunjukan bahwa bakteri menggunakan sitrat sebagai sumber karbon. Pada kode isolat BA S2. BA S4. MC S1, dan MC S2 menunjukan bahwa bakteri tidak dapat menggunakan sitrat sebagai sumber karbon. sumber karbon. Pada kode isolat BA N1. MC N2. MC N3, dan MC N4 menunjukan bakteri tidak dapat menggunakan sitrat sebagai sumber karbon. Berdasarkan morfologi koloni, pewarnaan gram dan uji biokimia dari sampel kelompok stunting dan normal pada media blood agar plate Tabel 4. Hasil Uji Biokima Kelompok dan mac conkey agar yang berhasil di Stunting Kode H2O2 TSIA SCA BA S1 BA S2 BA S3 BA S4 MC S1 MC S2 MC S3 MC S4 identifikasi dapat dilihat pada Tabel 5 dan Tabel 6 K/K. Gas (-). H2S (-) M/K. Gas ( ). H2S (-) K/K. Gas (-). H2S (-) M/K. Gas ( ). H2S (-) K/K. Gas (-). H2S (-) K/K. Gas (-). H2S (-) M/K. Gas ( ). H2S (-) M/K. Gas ( ). H2S (-) Pada Tabel 4 Menunjukan bahwa hasil kelompok stunting diperoleh hasi pada uji Tabel 5. Identifikasi kelompok stunting Bakteri Staphylococcus sp Enterobacter Klebsiella Jumlah Jumlah Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 kekuatan hemolitiknya pada sel darah Tabel 11. Identifikasi bakteri kelompok normal Bakteri Jumlah Staphylococcus sp Klebsiella Eschericia coli Jumlah Hasil menggunakan media blood agar dari 4 tersebut mampu melisiskan sel darah merah . eta hemolsi. yang di tandai PEMBAHASAN dengan terbentuknya zona jernih di Penelitian yang dilakukan adalah kultur bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri patogen dan non patogen pada saluran Penelitian ini dimulai dari isolasi bakteri. Penelitian Mikrobiologi Universtas Mandala Waluya, jumlah responden pada penelitian ini yaitu sebanyak 4 responden. Pengelompokan bakteri patogen dan non patogen dilakukan menggunakan media blood agar plate dan macconkey agar. Penggunaan Media membedakan bakteri patogen berdasarkan pinggir koloni artinya bakteri tersebut Hasil yang di peroleh sama dengan penelitian (Djannatun, 2. dengan menemukan pertumbuhan koloni pada blood agar terjadi beta hemolisis yang menunjukan zona jernih yang lebar dan hemolisis komplit pada media. Media macconkeyagar adalah media selektif dan diferensial yang digunakan Prinsip media mac conkey adalah untuk batang/basil Enterobacteriaceae Pseudomonas. Bakteri gram negatif yang tumbuh pada media mac conkey di Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 ketika ditambahkan kristal violet pada memfermentasikan laktosa yang di tandai dinding sel bakteri positif dan negatif dengan munculnya koloni berwarna merah akan menyerap warna tersebut, tetapi muda/pink pada agar, jenis bakteri ini jika di tetesi alkohol, kristal violet pada biasanya Escherichia coli. Enterobacteria Gram negatif akan luntur, dan saat dan Klebsiella. Hasil dari isolasi bakteri ditetesi safranin, bakteri Gram negatif menggunakan media macconkey agar dari 8 akan menyerap warna tersebut sehingga sampel menunjukan bahwa koloni mampu memfermentasikan laktosa yang di tandai bakteri Gram positif tetap berwarna dengan tumbuhnya koloni berwana merah ungun walaupun diberi zat warna kedua Hasil yang di peroleh sama dengan atau safranin, karena dinding selnya tersusun lapisan peptidoglikan yang tebal pertumbuhan koloni pada media macconkey sehingga tidak luntur jika di cuci oleh berwarna merah muda yang artinya bakteri alkohol (Dewi, 2. Hasil pewarnaan mampu memfermentasikan laktosa. bakteri Gram pada kelompok anak (Subadi. Sedangkan Pewarnaan Gram stunting dan normal dapat di lihat pada Tabel 2, di mana pada media blood agar mikroskopis, memperjelas ukuran dan bentuk menunjukan bakteri Gram positif di Bakteri Gram positif di tandai dengan tandai dengan warna ungu, sel coccus warna ungu karena dinding sel bakteri Gram berbentuk seperti bola atau bulat, dan positif tersusun lapisan peptitoglikan yang tebal, sedangkan pada bakteri Gram negatif bakteri Gram negatif di tandai dengan dinding selnya tersusun oleh lemak, sehingga warna merah sel bacil berbentuk seperti Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 H2S dan apabila media terangkat atau Uji katalase adalah uji biokimia yang mampu membentuk gas. Hasil uji TSIA pada kelompok stunting dapat dilihat pada Tabel 4 menunjukan 4 isolat dapat memfermentasikan gula di tandai dengan Reaksi katalase ditandai dengan perubahan warna media menjadi kuning, terbentuknya gelembung gas jika ditetesi dan 4 isolat menunjukan bakteri dapat H2O2, hal ini terjadi karena reaksi enzim memfermentasikan glukosa di tandai katalase yang dapat mengkatalis penguraian dengan slant agar berwarna merah dan hidrogen peroksida menjadi H2 dan O2 agar berwarna kuning. Hasil uji (Fadillah dkk, 2. Berdasarkan penelitian TSIA pada kelompok normal dapat yang telah dilakukan diperoleh hasil uji dilihat pada Tabel 3 menunjukan 6 isolat katalase pada kelompok stunting dan normal menunjukan memfermentasikan glukosa, menunjukan hasil positif di tandai dengan sukrosa dan laktosa di tandai dengan terbentuknya gelembung udara. perubahan warna media menjadi kuning Uji TSIA . riple sugar iron aga. memfermentasikan glukosa di tandai berdasarkan kemampuan memfermentasikan dengan slant agar berwarna merah dan glukosa, sukrosa dan laktosa. Perubahan butt agar berwarna kuning. dan 2 isolat menunjukan bakteri dapat Uji Sitrat menggunakan media menandakan asam, warna merah menandakan simmons citrate agar bertujuan untuk basa, warna hitam menunjukan terbentuknya Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 menggunakan sitrat sebagai satu-satunya Hasil uji sitrat pada kelompok memfermentasikan glukosa, sukrosa dan laktosa dan bakteri mampumenggunakan Tabel menunjukan 4 isolat positif di tandai dengan agar berwarna biru, artinya bakteri mampu menggunakan sitrat sebagai sumber karbon, berdasarkan buku identifikasi bakteri dan 4 isolat menunjukan hasil negatif. Pada BergeyAos Manual of kelompok normal dapat dilihat pada Tabel 3 Bacteriology menunjukan 4 isolat positif yang di tandai dkk, 1. Beberapa isolat diperoleh dengan terjadi berubahan warna biru artinya hasil bakteri tidak mampu menggunakan bakteri mampu menggunakan sitrat sebagai sitrat sebagai sumber karbon seperti pada sumber karbon, dan 4 isolat menunjukan hasil BA S2 dan BA N2. Hasil ini sama (Suerni. Staphylococcus Berdasarkan satu-satunya Kalisifikasi Determinative Seventh Edition (Breed pengamatan morfologi koloni, pewarnaan Namun hal ini bisa di akibatkan Gram dan uji biokimia yang telah di lakukan karena bisa saja bakteri mati sebelum di peroleh hasil identifikasi bakteri pada media BAP kelompok stunting dan normal mempengaruhi hasil uji biokimia. ciri-ciri Hasil dari identifikasi bakteri pada Staphylococcus kelompok stunting kode isolat MC S1 morfologi koloni berwarna putih dengan uji dan MCS 2 menyerupai ciri-ciri bakteri patogenitas beta hemolisis. Gram positif Enterobacter aerogenes yang memiliki bentuk sel coccus atau bulat bergerombol, uji Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 bentuk koloni bulat, tepi koloni rata, uji Gram Klebsiellasp yang memiliki koloni negatif sel bacil, katalase positif, mampu berwarna merah muda, bentuk koloni menggunkaan sitrat sebagai sumber karbon, bulat, tepi koloni rata, pewarnaan Gram memfermentasikan glukosa, sukrosa dan negatif sel bacil, katalase positif, mampu Kalisifikas bakteri tersebut berdasarkan buku identifikasi bakteri BergeyAos Manual of menghasilkan gas. Kalisifikas bakteri Determinative Bacteriology Seventh Edition tersebut berdasarkan buku identifikasi (Breed dkk, 1. Hasil yang di peroleh sama dengan (Dwita, 2. menemukan ciri- Determinative Bacteriology ciri Enterobacter aerogenes yaitu Gram Edition (Breed dkk, 1. Hasil yang di negatif batang, koloni berwarna merah muda, peroleh sama dengan (Darna, 2. yang mampu memfermentasikan glukosa, laktosa dan sukrosa serta mampu menggunakan sitrat Klebsiella sebagai sumber karbon. Hasil ini diperoleh berwarna merah muda pada media mec conkey. Gram negatif batang, pada uji Enterobacter biokimia uji TSIA glukosa, uji sitrat ( ), arogenespada feses anak yang menyebabkan katalase ( ). Hasil yang diperoleh sama (Siti. BergeyAos Seventh ciri-ciri peningkatan jumlah Klebsiella kelompok stunting media macconkey MC S3 dan MC S4 dan kelompok anak normal kode stunting dibandingkan kelompok normal. Hasil N1, Hasil (Monira. Manual Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 kelompok anak normal media macconkey mikrobiota saluran cerna pada kelompok kode isolat MC N2. MCN3. MC N4 stunting dan normal di dapatkan Bakteri menyerupai ciri-ciri Eschericia coli dengan coli, walaupun pada kelompok normal bentuk koloni bulat berwarna merah, elevasi lebih dominan terdapat E. coli di banding datar, tepi koloni rata, uji Gram negatif sel kelompok stunting. Berdasarkan menggunkaan sitrat sebagai sumber karbon, perbedaan antara mikrobiota saluran halis ini sama dengan penelitian (Bambang, cerna anak stunting dan normal adalah 2. bahwa Escherichia coli tidak mampu populasi Enterobacter aerogenes yang Escherichia merupakan bakteri yang terdapat pada memfermentasikan glukosa, laktosa Bakteri Enterobacter aerogenes Kalisifikas lebih dominan pada kelompok stunting. bakteri tersebut berdasarkan buku identifikasi Enterobacter bakteri BergeyAos Manual of Determinative Bacteriology Seventh Edition (Breed dkk. Hasil yang di peroleh sama dengan Sedangkan Bakteri E. coli terdapat pada (Gunawan, 2. dengan hasil ciri-ciri kelompok normal namun tidak terdapat pada kelompok stunting padahal bakteri menunjukan hasil Gram negatifbacil, koloni coliadalah flora normal yang ada pada bulat berwarna merah muda, uji TSIA (K/K) usus besar manusia tetapi tidak di gas ( ), uji sitrat (-). Hasil yang di peroleh temukan pada kelompok stunting. Hal ini sama dengan (Helmyati, 2. menemukan bisa terjadi karena terdapat kendala pada Eschericia Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 atau pemurnian yang mikrobiota dapat dipengaruhi oleh mengakibatkan beberapa isolat tidak tumbuh. genetik, dan dapat berubah akibat gaya Oleh karena itu, hanya beberapa isolat yang hidup, penyakit infeksi, penggunaan berhasil di murnikan dan di lanjutkan ke uji antibotik, asupan makanan. Sedangkan Kemudian higiene dan sanitasi juga faktor risiko stunting diantaranya karena berperan penting dalam pertumbuhan E. tidak terpenuhinya jumlah atau jenis yang meningkat misalnya pada air minum. bahan makanan yang di butuhkan dan Apabila air minum yang di konsumsi juga lamanya infeksi, dari keadaan ini terkontaminasi adanya E. coli maka dapat dapat menimbulkan perubahan komposisi menyebabkan bakteri tersebut di dalam mikrobiota saluran cerna antara bakteri saluran pencernaan menjadi meningkat Hal patogen dan non patogen. tersebut sama dengan penelitian (Zikra, 2. Usus manusia dikelilingi oleh yaitu adanya kontaminas Bakteri E. banyak mikroorganisme yang sebagian sampel air minum padang. Kemdian Bakteri besar memainkan peran penting dalam coli ini bersifat patogen apabila jumlahnya perkembangan sistem kekebalan tubuh lebih lebih dari normal yang ada pada tubuh. Stunting berhubungan dengan bakteri ini menghasilkan enterotoksin yang mikrobiota usus manusia dan sistem dapat menyebabkan diare. kekebalam tubuh. Oleh karena itu. Setiap komposisi mikrobiota usus balita stunting komposisi mikrobiota saluran cerna yang berbeda dengan balita yang normal. Saat berbeda-beda. Faktor usia dan daerah tempat mikroorganisme patogen lebih dominan tinggal juga dapat menentukan komposisi dari pada mikrobiota non patogen maka Populasi Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 8 No 1. Juli 2024 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/index. php/JMMedila. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 menyerap zat gizi dari makanan yang di jumlah bakteri Staphylococcus pada kelompok stunting dan normal masih Di dalam saluran pencernaan terdapat dalam batas populasi yang seimbang. mikrobota usus patogen dan non patogen. Komposisi Namun, mikrobiota yang dapat menimbulkan Klebsiella dan E. Coli tidak jauh berbeda penyakit infeksi adalah mikrobiota patogen. Mikrobiota patogen dapat masuk ke dalam kecenderungannya jumlah Enterobacter aerogenes lebih dominan terdapat pada perantara sumber air dan makanan. Sehingga kelompok stunting, sedangkan jumlah Enterobacter Namun dominan pada terutama pada balita dan penyerapan zat gizi kelompok normal. yang terdapat dalam makanan tidak optimal. DAFTAR PUSTAKA