Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 185 - 197 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 ANALISIS PERILAKU INVESTASI DITINJAU DARI BEHAVIORAL INTENTION DAN FINANCIAL LITERACY (Survey pada Masyarakat Generasi Z di Kota Tasikmalay. Viska Putria Ananda1. Dheri Febiyani Lestari2. Della Apriani3. Muhamad Zulfikar Bintang Satrio4 Universitas Cipasung Tasikmalaya1,2,3,4 Email: viskaputri@uncip. id1, dheryfebiyanilestari@uncip. id2, dellaapriani@uncip. zulfikar@uncip. ABSTRACT. The objectives of this study was to determine and analyze the description of behavioral intention, financial literacy, and investment behavior in Generation Z in Tasikmalaya City, as well as the influence of behavioral intention and financial literacy on investment behavior in Generation Z in Tasikmalaya City. The research method used in this study is the survey method, while the types of data used in this study are primary data and secondary data. The object of this study is Generation Z investors in Tasikmalaya City, with a research sample of 100 respondence and using sampling technique the non-probability sampling method. The data analysis technique used is multiple regression analysis. The results of the study indicate that behavioral intention, financial literacy, and investment behavior in Generation Z in Tasikmalaya City are included in the good category. The test results prove that behavioral intention and financial literacy simultaneously and partially have a significant effect on investment behavior in Generation Z in Tasikmalaya City. Keywords: Behavioral Intention. Financial Literacy. Investment Behavior. ABSTRAK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Gambaran behavioral intention, financial literacy, dan perilaku investasi pada Generasi Z di Kota Tasikmalaya, serta pengaruh behavioral intention dan financial literacy terhadap perilaku investasi pada Generasi Z di Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, sedangkan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Subyek penelitian ini adalah investor Generasi Z di Kota Tasikmalaya, dengan sampel penelitian sebanyak 100 responden menggunakan teknik penarikan sampel metode sampel non-probability sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa behavioral intention, financial literacy, dan perilaku investasi pada Generasi Z di Kota Tasikmalaya termasuk dalam kategori baik. Hasil pengujian membuktikan bahwa behavioral intention dan financial literacy secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap perilaku investasi pada Generasi Z di Kota Tasikmalaya. Kata kunci: Behavioral Intention. Financial Literacy. Perilaku Investasi Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 185 - 197 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 PENDAHULUAN Perilaku investasi di kalangan generasi muda, khususnya Generasi Z, semakin meningkat. Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, merupakan generasi yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi (Rosariana 2. Di Indonesia, kesadaran untuk mencapai kebebasan finansial di masa depan mendorong sebagian besar anak muda untuk mulai mempertimbangkan investasi sebagai langkah strategis. Meningkatnya popularitas investasi di kalangan anak muda sering kali dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti perilaku seseorang atau behavioral intention (Hassan et al. Berdasarkan Teori Perilaku Terencana yang dikemukakan oleh Ajzen . , niat atau intensi seseorang menjadi indikator utama dalam menentukan apakah seseorang akan melakukan suatu tindakan tertentu, termasuk dalam hal ini investasi. Behavioral intention ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti sikap norma sosial, norma subjektif, serta persepsi kontrol terhadap perilaku (Mahyarni 2013. Wibowo 2. Dalam konteks Generasi Z di Indonesia, pemahaman mengenai motif perilaku ini masih perlu diteliti lebih lanjut, terutama dalam kaitannya dengan perilaku investasi. Selain behavioral intention, financial literacy juga merupakan salah satu aspek penting yang berperan dalam pengambilan keputusan investasi (Patoni. Ladjin, and Utami 2. Dalam konteks Generasi Z, financial literacy seringkali masih kurang optimal, di mana kurangnya literasi keuangan dapat mengakibatkan kesalahan dalam pemilihan instrumen investasi dan manajemen risiko yang buruk (Novia Utami. Kusumahadi, and SE 2. Financial literacy tidak hanya mencakup pemahaman mengenai produk keuangan, tetapi juga mencakup kemampuan untuk mengelola pendapatan dan pengeluaran secara efektif, memahami prinsip dasar investasi, serta mampu menilai risiko dan imbal hasil dari berbagai instrumen investasi. Menurut sebuah penelitian oleh Hidayat et al. , financial literacy yang rendah dapat menyebabkan perilaku investasi yang kurang rasional dan cenderung dipengaruhi oleh emosi atau tren sesaat. Berdasarkan fenomena yang telah diuraikan, terlihat bahwa Generasi Z memiliki potensi besar dalam aktivitas investasi, yang didukung oleh kemudahan akses teknologi dan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana behavioral intention dan financial literacy mempengaruhi keputusan investasi Generasi Z khusunya di Kota Tasikmalaya. Melalui analisis mendalam tentang hubungan antara behavioral intention dan financial literacy, penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam membantu Generasi Z mengoptimalkan keputusan investasi mereka di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Kontribusi tersebut meliputi pengembangan literatur keuangan perilaku, memberikan wawasan bagi praktisi keuangan, dan membantu pemangku kebijakan dalam merancang program literasi keuangan yang lebih efektif untuk Generasi Z. Dari fenomena yang telah diuraikan pula, terlihat bahwa Generasi Z memiliki potensi besar dalam aktivitas investasi, yang didukung oleh kemudahan akses teknologi dan informasi. Namun, tingginya perilaku investasi ini perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai tentang aspek behavioral intention dan financial literacy. Mengingat masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman dan perilaku investasi di kalangan Generasi Z, sebagaimana terlihat dari hasil prasurvei yang menunjukkan bahwa hanya 63,3% responden yang memahami konsep dasar investasi, maka diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku investasi generasi muda. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 185 - 197 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul "Analisis Perilaku Investasi Ditinjau dari Behavioral Intention dan Financial Literacy (Generasi Z di Kota Tasikmalay. Ay. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana Pengaruh behavioral intention dan financial literacy terhadap perilaku investasi pada Generasi Z di Kota Tasikmalaya. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengaruh behavioral intention dan financial literacy terhadap perilaku investasi pada Generasi Z di Kota Tasikmalaya. Oleh karena itu, diharapkan bahwa temuan penelitian ini dapat dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengaruh behavioral intention dan financial literacy terhadap perilaku investasi pada Generasi Z, serta meningkatkan pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan investasi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kausalitas dengan pendekatan melalui Metode kuantitatif adalah metode penelitian eksperimen dan survei (Sugiyono 2019:. Metode kuantitatif ini akan mengukur hubungan hubungan variabel terhadap obyek yang diteliti lebih bersifat sebab dan akibat . , sehingga dalam penelitiannya ada variabel independen dan dependen. Dari variabel tersebut selanjutnya dicari seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Sugiyono 2019:. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Kuesioner. Menurut Sugiyono (Sugiyono 2019:199Ae. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk di Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel. yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Selain itu, kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Kuesioner dapat berupa pertanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikitim melalui pos, atau internet. Sumber Data Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti baik itu melalui pengamatan, wawancara, kuesioner, dokumentasi, atau gabungan dari keempatnya (Sugiyono 2019:. Adapun data primer yang digunakan dalam penelitian ini didapat melalui Teknik Analisis Data Penelitian ini menggunakan serangkaian uji instrumen dan teknik analisis statistik untuk memastikan data yang diperoleh akurat, andal, dan memenuhi persyaratan analisis regresi. Seluruh proses pengolahan dan pengujian dilakukan dengan bantuan IBM SPSS. Uji Validitas dan Reliabilitas Validitas instrumen diuji menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan membandingkan nilai r hitung dan r tabel pada taraf signifikansi 5%. Item dinyatakan valid apabila r hitung > r tabel. Reliabilitas diuji menggunakan CronbachAos Alpha. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 185 - 197 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 dimana nilai di atas 0,6 menunjukkan bahwa instrumen memiliki konsistensi internal yang memadai. Uji Asumsi Klasik Untuk memastikan model regresi memenuhi kriteria BLUE, dilakukan beberapa . Uji Normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov. data dianggap normal apabila nilai signifikansi > 0,05. Uji Multikolinearitas menggunakan nilai Tolerance dan VIF. Tidak terdapat multikolinearitas jika Tolerance > 0,10 dan VIF < 10. Uji Heteroskedastisitas berdasarkan nilai signifikansi > 0,05 yang menunjukkan tidak adanya heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi menggunakan Durbin-Watson. nilai DW di antara du dan 4 Ae du menunjukkan tidak adanya autokorelasi. Analisis Regresi Linear Berganda Regresi linear berganda digunakan untuk menguji pengaruh Behavioral Intention dan Financial Literacy terhadap Perilaku Investasi. Model regresi yang digunakan adalah: Y= 1X1 2X2 e Koefisien Korelasi dan Determinasi Koefisien korelasi digunakan untuk melihat arah dan kekuatan hubungan antar variabel, dengan klasifikasi Roflin et al. Sementara itu, koefisien determinasi (RA) digunakan untuk mengukur kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Pengujian Hipotesis . Uji F digunakan untuk menguji pengaruh simultan Behavioral Intention dan Financial Literacy terhadap Perilaku Investasi pada tingkat signifikansi 5%. Uji t digunakan untuk menguji pengaruh parsial masing-masing variabel Hipotesis diterima apabila t hitung lebih besar dari t tabel pada = 0,05. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Data jenis kelamin responden dibagi menjadi dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan dapat dilihat pada Gambar 1, sebagai berikut: Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 185 - 197 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Laki - Laki Perempuan Sumber: Data Primer (Diola. , 2025 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Gambar 1. Berdasarkan karakteristik jenis kelamin responden pada Gambar 4. 1, terlihat bahwa mayoritas responden terdiri dari laki-laki sebanyak 52 orang . %), sementara perempuan sebanyak 48 orang . %). Artinya, responden laki Ae laki lebih banyak mengetahui tentang Karakteristik Responden Berdasarkan Kategori Usia Berdasarkan kategori ini, responden dalam penelitian ini dikelompokkan ke dalam tiga rentang usia utama, yaitu 17 Ae 20 tahun (Remaja awa. , 21-23 tahun (Dewasa muda awa. dan 2427 tahun (Dewasa muda akhi. Jumlah responden yang terlibat pada tiap kelompok umur dapat dilihat pada Gambar 2: Jumlah Responden Berdasarkan Kelompok Usia 17-20 tahun 21-23 tahun 24-27 tahun Sumber: Data Primer (Diola. , 2025 Gambar 2. Distribusi Responden Berdasarkan Kelompok Umur Pada Gambar 2 menunjukan bahwa mayoritas responden berada pada rentang usia 21Ae23 tahun sebanyak 46 orang . %), diikuti kelompok usia 17Ae20 tahun sebanyak 29 orang . %), dan usia 24Ae27 tahun sebanyak 25 orang . %). Artinya, responden di dominasi oleh responden dengan rentang usia 21Ae23 tahun sebanyak 46 orang . %). Dimana hal ini menunjukkan bahwa Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 185 - 197 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 minat terhadap investasi mulai tumbuh di kalangan generasi muda yang sedang dalam tahap awal perencanaan keuangan masa depan. Karakteristik Responden Berdasarkan Kategori Jenis Pekerjaan Berdasarkan karakteristik responden berdasarkan tiga kategori jenis pekerjaan. Jumlah responden yang terlibat pada tiap kelompok pekerjaan dapat dilihat pada Gambar 3: Jumlah Responden Berdasarkan Kelompok Pekerjaan Pelajar Mahasiswa Bekerja/Freelance Sumber: Data Primer (Diola. , 2025 Gambar 3. Distribusi Responden Berdasarkan Kelompok Pekerjaan Pada Gambar 4. 3 menunjukan bahwa Mayoritas responden dalam penelitian ini adalah Pela sebanyak 38 orang . %), diikuti oleh pelajar sebanyak 31 orang . %), dan responden yang sudah bekerja atau berprofesi sebagai freelance juga berjumlah 31 orang . %). Hal ini menunjukkan bahwa Generasi Z di Kota Tasikmalaya yang menjadi responden memiliki latar belakang kegiatan yang cukup beragam, baik masih menempuh pendidikan maupun sudah memasuki dunia kerja. Tanggapan Responden Mengenai Behavioral Intention (X. pada Investasi Pasar Modal Generasi Z di Kota Tasikmalaya Untuk mengetahui mengenai Behavioral Intention pada Investasi Pasar Modal Generasi Z di Kota Tasikmalaya dilakukan survei kepada 100 responden dari investor pasar modal Generasi Z di Kota Tasikmalaya dengan menggunakan kuisioner. Tabel 1. Klasifikasi dan Rekapitulasi Data Behavioral Intention Skor yang Jumlah No. Item Pernyataan Klasifikasi Ditargetkan Skor 1 Saya bersedia menyisihkan sebagian Tinggi pendapatan saya untuk berinvestasi 2 Saya siap mengalokasikan waktu untuk Tinggi mempelajari berbagai jenis investasi Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 185 - 197 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 Saya yakin investasi yang saya lakukan akan memberikan hasil yang positif di Tinggi masa depan 4 Saya percaya bahwa investasi adalah cara yang tepat untuk mencapai tujuan Tinggi keuangan jangka panjang 5 Saya berkomitmen untuk terus Tinggi berinvestasi secara rutin 6 Saya akan tetap berinvestasi meskipun Sangat menghadapi kondisi keuangan saya Tinggi tidak menentu Total Skor Tinggi Sumber: Data Olahan, 2025 Dengan demikian nilai yang diperoleh dari analisis terhadap tanggapan responden atas Behavioral Intention Investor Pasar Modal Gen Z di Kota Tasikmalaya adalah sebesar 2. 502 yang berada dalam klasifikasi tinggi. Tanggapan Responden Mengenai Financial Literacy (X. Investor Pasar Modal Gen Z di Kota Tasikmalaya Untuk mengetahui lebih jelas mengenai Financial Literacy Investor Pasar Modal Gen Z di Kota Tasikmalaya dilakukan survei kepada 100 responden disini investor Pasar Modal Gen Z di Kota Tasikmalaya dengan menggunakan kuisioner. Tabel 2. Klasifikasi dan Rekapitulasi Data Financial Literacy Skor yang Jumlah No. Item Pernyataan Klasifikasi Ditargetkan Skor 1 Saya memahami konsep dasar dalam Tinggi berinvestasi seperti return/ penghasilan dan risiko 2 Saya mengetahui berbagai jenis Tinggi investasi pasar modal 3 Saya mampu menghitung potensi Tinggi keuntungan dan kerugian dari investasi 4 Saya dapat membandingkan berbagai Tinggi pilihan investasi berdasarkan risiko dan 5 Saya merasa percaya diri dalam Tinggi mengambil keputusan investasi 6 Saya yakin dengan kemampuan saya Tinggi dalam mengeleola portofolio investasi Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 185 - 197 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 Saya selalu mempertimbangkan risiko Tinggi 8 Saya mengutamakan analisis daripada Tinggi mengikuti tren dalam berinvestasi 9 Saya rutin mencari informasi tentang Tinggi 10 Saya Tinggi rencana dan hasil investasi saya Total Skor Tinggi Sumber: Data Olahan, 2025 Dengan demikian nilai yang diperoleh dari analisis terhadap tanggapan responden atas Financial Literacy Investor Pasar Modal Gen Z di Kota Tasikmalaya adalah sebesar 4. 026 yang berada dalam klasifikasi Tinggi. Tanggapan Responden Mengenai Perilaku Investasi (Y) Investor Pasar Modal Gen Z di Kota Tasikmalaya Untuk mengetahui lebih jelas mengenai Perilaku Investasi Investor Pasar Modal Gen Z di Kota Tasikmalaya dilakukan survei kepada 100 responden Investor Pasar Modal Gen Z di Kota Tasikmalaya dengan menggunakan kuesioner. Tabel 3. Klasifikasi dan Rekapitulasi Data Perilaku Investasi No. Skor yang Jumlah Klasifikasi Item Pernyataan Skor Saya berani mengambil risiko tinggi untuk Tinggi mendapatkan keuntungan yang lebih besar Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Saya tetap tenang ketika menghadapi kerugian dalam investasi Saya tidak ragu mencoba jenis investasi baru meskipun berisiko tinggi Saya selalu mempertimbangkan potensi keuntungan sebelum berinvestasi Saya memiliki target keuntungan yang jelas untuk setiap investasi saya Saya bersedia menunggu lebih lama untuk mendapatkan return/keuntungan yang lebih Saya memahami bahwa semakin tinggi return, semakin tinggi pula risiko investasi Saya perbandingan risiko dan return sebelum Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 185 - 197 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 Saya mampu mengukur tingkat risiko dari setiap instrumen investasi yang saya pilih Tinggi Tinggi TOTAL SKOR Sumber: Data Diolah, 2025 Dengan demikian nilai yang diperoleh dari analisis terhadap tanggapan responden atas Perilaku Investasi Investor Gen Z di Kota Tasikmalaya adalah sebesar 3. 732 yang berada dalam klasifikasi Tinggi. Pengaruh Behavioral Intention Dan Financial Literacy Seccara Simultan Terhadap Perilaku Investasi pada Generasi Z di Kota Tasikmalaya. Untuk mengetahui Pengaruh behavioral intention dan financial literacy terhadap perilaku investasi pada Generasi Z di Kota Tasikmalaya secara simultan, maka dilakukan analisis regresi berganda dalam uji koefisien korelasi, uji koefisien determinasi dan uji atas hipotesis yang dihitung dengan bantuan program SPSS versi 26. Tabel 4. Persamaan Regresi Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Collinearity Correlations Std. Statistics Zero- Model Error Beta (Constan. Sig. Partial Part Tolerance VIF Dependent Variable: Y Sumber: Data Output SPSS, 2025 Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil perhitungan SPSS v. 26 maka persamaan regresi adalah sebagai berikut: Y = 8,361 0,179ya ya 0,474ya ya e Interpretasi dari persamaan regresi berganda tersebut adalah . Jika diasumsikan nilai dari variabel X# . ehavioral intentio. dan X$ . inancial literac. adalah konstan atau sama dengan nol, maka nilai variabel Y . erilaku investas. adalah 8,361. Variabel behavioral intention (X# ) mempunyai pengaruh positif terhadap perilaku investasi (Y) dengan koefisien regresi sebesar 0,179 yang artinya jika terjadi peningkatan variabel behavioral intention (X# ), maka perilaku investasi (Y) akan bertambah atau meningkat. Dengan catatan bahwa variabel lain dianggap konstan atau tetap dalam hal ini variabel financial literacy (X$ ). Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 185 - 197 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 . Variabel financial literacy (X$ ) mempunyai pengaruh positif terhadap perilaku investasi (Y) dengan koefisien regresi sebesar 0,474 yang artinya jika terjadi peningkatan variabel financial literacy (X$ ), maka perilaku investasi (Y) akan bertambah atau meningkat. Dengan catatan bahwa variabel lain dianggap konstan atau tetap dalam hal ini variabel behavioral intention (X# ). Tabel 5. Uji Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi Model Summaryb Std. Error Model Adjusted of the R Square Square R Square Estimate Change Change Change Statistics Sig. Durbin- Change Watson Predictors: (Constan. X2. X1 Dependent Variable: Y Sumber: Data Output SPSS, 2025 Berdasarkan Tabel 2, diperoleh nilai korelasi sebesar 0,607. Nilai tersebut dapat diinterpretasikan bahwa behavioral intention dan financial literacy dengan perilaku investasi memiliki hubungan, dengan derajat keeratan termasuk dalam kategori kuat karena berada diantara 0,60 Ae 7,99. Berarti jika behavioral intention dan financial literacy naik maka perilaku investasi akan mengalami kenaikan, hal ini disebabkan peningkatan behavioral intention dan financial literacy diikuti dengan peningkatan perilaku investasi. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS versi 26. 0, diperoleh juga data mengenai nilai R Square/R2 . oefisien determinas. Nilai koefisien determinasi (R. pada Tabel 5 menunjukkan besar pengaruh behavioral intention dan financial literacy terhadap perilaku investasi pada Generasi Z di Kota Tasikmalaya, sebesar 0,369 atau 36,9%. Artinya 36,9% variabilitas variabel perilaku investasi dipengaruhi secara oleh variabel bebas yang dalam hal ini adalah behavioral intention dan financial literacy, sedangkan sisanya . % - 36,9%) = 63,1% dapat dijelaskan atau dipengaruhi oleh faktor lain diluar model yang tidak dimasukan dalam penelitian ini, seperti pendapatan, risk tolerance, motivasi investasi, overconfidence dan lain Ae Dari perhitungan SPSS diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari tingkat = 0,05. Dikarenakan tingkat signifikasi lebih kecil dari 0,05 maka kaidah keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima, artinya behavioral intention dan financial literacy secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perilaku investasi pada Generasi Z di Kota Tasikmalaya. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 185 - 197 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 Pengaruh Behavioral Intention Secara Parsial Terhadap Perilaku Investasi pada Generasi Z di Kota Tasikmalaya Untuk menguji hipotesis pengaruh secara parsial behavioral intention (X. terhadap perilaku investasi (Y) pada investor Generasi Z di Kota Tasikmalaya dilakukan dengan menggunakan uji t. Dari hasil perhitungan SPSS 26. 0 diperoleh nilai correlations partial . diketahui bahwa pengaruh behavioral intention terhadap perilaku investasi pada investor Generasi Z di Kota Tasikmalaya adalah r2 = . 2 = 0,041 atau 4,1%. Artinya, jika behavioral intention mengalami peningkatan, maka perilaku investasi akan naik sebesar 4,1%. Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji t pada hasil perhitungan SPSS 26. untuk variabel behavioral intention diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,045 dari perhitungan tersebut diperoleh bahwa berdasarkan probabilitas nilai signifikansi sebesar 0,045 < 0,05. Dengan demikian hal ini berarti Ho1 ditolak dan Ha1 diterima atau dengan kata lain behavioral intention secara parsial berpengaruh siginifikan terhadap perilaku investasi pada investor Generasi Z di Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Utami dan Raharja . yang menemukan bahwa behavioral intention secara signifikan memengaruhi perilaku investasi mahasiswa di Indonesia. Pengaruh Financial Literacy Secara Parsial Terhadap Perilaku Investasi pada Generasi Z di Kota Tasikmalaya Untuk menguji hipotesis pengaruh secara parsial financial literacy (X. terhadap perilaku investasi (Y) pada investor Generasi Z di Kota Tasikmalaya dilakukan dengan menggunakan uji t. Dari hasil perhitungan SPSS 23. 0 diperoleh nilai correlations partial . diketahui bahwa pengaruh financial literacy terhadap perilaku investasi adalah r2 = . 2 = 0,261 atau 26,1%. Artinya, jika financial literacy mengalami peningkatan, maka perilaku investasi akan naik sebesar 26,1%. Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji t pada hasil perhitungan SPSS 26. untuk variabel financial literacy diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000, dari perhitungan tersebut diperoleh bahwa berdasarkan probabilitas nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian hal ini berarti Ho2 ditolak dan Ha2 diterima atau dengan kata lain secara parsial financial literacy berpengaruh signifikan terhadap perilaku investasi pada investor Generasi Z di Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Widyastuti dan Pamungkas . menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku investasi mahasiswa. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Behavioral Intention dan Financial Literacy secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Perilaku Investasi pada investor Generasi Z di Kota Tasikmalaya. Hal ini menunjukkan bahwa niat berperilaku terkait investasi serta tingkat literasi keuangan merupakan faktor penting yang mendorong perilaku investasi pada kelompok ini. Secara parsial. Behavioral Intention terbukti berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Investasi. Artinya, semakin kuat niat dan minat individu dalam melakukan investasi, maka semakin besar kecenderungan mereka untuk benar-benar Selain itu. Financial Literacy juga berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Perilaku Investasi, yang berarti semakin tinggi tingkat pemahaman dan pengetahuan keuangan yang dimiliki, semakin baik kemampuan Generasi Z dalam mengambil keputusan investasi. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 185 - 197 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 Dengan demikian, kedua variabel tersebut merupakan determinan yang penting dalam membentuk perilaku investasi pada Generasi Z, sehingga peningkatan niat berinvestasi dan pengetahuan keuangan akan berdampak positif pada aktivitas investasi mereka. Disarankan bagi Generasi Z untuk terus meningkatkan literasi keuangan melalui berbagai sumber edukasi agar mampu mengambil keputusan investasi yang lebih tepat. Pemerintah, otoritas keuangan, serta perusahaan sekuritas perlu memperluas program edukasi dan menyediakan informasi investasi yang mudah diakses untuk memperkuat niat dan kemampuan investor muda. Selain itu, platform investasi diharapkan dapat menyediakan fitur pembelajaran dan pendampingan yang ramah pemula. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan menambahkan variabel lain seperti toleransi risiko atau perilaku keuangan digital untuk memperkaya hasil penelitian. DAFTAR RUJUKAN Achmadi. Nugroho. , & Santoso. The Effect of Behavioral Intention on Investment Decision Making Among Young Investors. Journal of Behavioral Finance Studies, 5. , 45Ae58. Ajzen. The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50. , 179Ae211. Danes. , & Haberman. Teen Financial Knowledge. SelfAaEfficacy, and Behavior: A Gendered View. Financial Counseling and Planning, 18. , 48Ae60. Evstigneev. Hens. , & Schenk-Hoppy. Evolutionary Finance. Review of Finance, 13. , 1Ae36. Hassan. Rahim. , & Karim. Behavioral Intention and Financial Literacy as Predictors of Investment Decisions Among Youth. Asian Journal of Economic Perspectives, 17. , 112Ae126. Hidayat. Fitriani. , & Ramadhani. The Role of Financial Literacy in Investment Behavior of Generation Z in Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital, 6. , 87Ae96. Mahardhika. , & Restianto. Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Perilaku Investasi Mahasiswa di Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 12. , 201Ae210. Mahyarni. Theory of Planned Behavior dan Implementasinya dalam Penelitian. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 10. , 76Ae89. Novia Utami. Kusumahadi. , & SE. Financial Literacy and Investment Decision Making Among Millennials. Jurnal Ekonomi Modern, 9. , 56Ae68. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2024Ae2028. Retrieved from https://w. Patoni. Ladjin. , & Utami. Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Perilaku Investasi Generasi Muda di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Keuangan, 8. , 35Ae46. Rosariana. Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Minat Investasi Generasi Z. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 9. , 1Ae12. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Tandelilin. Portofolio dan Investasi: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Kanisius. Utami. , & Raharja. Pengaruh Behavioral Intention terhadap Perilaku Investasi Mahasiswa. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 7. , 44Ae52. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 185 - 197 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:8/12/2025 Diterima:22/12/2025 Diterbitkan:24/12/2025 Wibowo. Teori Perilaku Terencana dan Aplikasinya dalam Penelitian Ekonomi. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Bisnis, 4. , 102Ae110. Widyastuti. , & Pamungkas. Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Perilaku Investasi Mahasiswa. Jurnal Akuntansi dan Investasi, 21. , 372Ae382.