PASTORALIA STIPAS Keuskupan Agung Kupang P-ISSN: 2579-9355 E-ISSN: 2797-2216 Jurnal Penelitian Dosen Volume 2 Nomor2. Edisi Desembar 2021 PEMAHAMAN ORANG MUDA KATOLIK AKAN PENTINGNYA SHARING KITAB SUCI BAGI PERKEMBANGAN IMAN DI STASI YESUS MARIA YOSEP. PENFUI-KUPANG Emilia Dolorosa TaAoek . Ursula Hibur . STIPAS Keuskupan Agung Kupang . STIPAS Keuskupan Agung Kupang . emiliataek27@gmail. ursulahibur@gmail. Abstrak Sharing Kitab Suci merupakan kegiatan yang diadakan oleh Gereja bagi perkembangan iman semua umat baik orang dewasa maupun Orang Muda Katolik (OMK). Semua umat diharapkan agar mengambil bagian dalam kegiatan ini. namun, dengan adanya perubahan zaman dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat membuat kesadaran OMK akan pentingnya mengikuti Sharing Kitab Suci di Kelompok Umat Basis, lingkungan dan paroki semakin menurun. Orang muda Katolik di stasi Yesus Maria Yoseph kurang aktif dalam kegiatan sharing Kitab Suci karena mereka beranggapan bahwa kegiatan sharing kitab suci hanyalah membosankan dan menjenuhkan. Hal ini diakibatkan oleh karena mereka kurang memahami secara baik dan benar tentang sharing Kitab Suci itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan empiris rasional, dengan mengutamakan analisi data dari observasi dan wawancara. Hasilnya sharing Kitab Suci haruslah dibiasakan agar OMK lebih mencintai Kitab Suci sebagai pegangan dan landasan hidup orang Katolik. Karena kegiatan sharing Kitab Suci sendiri bertujuan untuk menyadarkan dan meningkatkan iman Katolik secara baik dan benar. Kata Kunci Sharing Kitab suci, orang muda Katolik, perkembangan iman Abstract Sharing the Holy Bible is an activity held by the Church for the development of the faith of all people, both adults and Catholic Young People (OMK). All people are expected to take part in this activity. However, with changing times and increasingly rapid technological advances. OMK's awareness of the importance of participating in Sharing the Holy Book in Basic Community Groups, the environment and parishes is decreasing. Young Catholics at Jesus Maria Yoseph Station are less active in sharing the Holy Bible because they think that sharing the holy book is just boring and tedious. This is because they do not understand properly and correctly about sharing the Holy Scriptures themselves. The method used in this research is qualitative with a rational empirical approach, prioritizing data analysis from observations and interviews. As a result, sharing the Holy Bible must become a habit so that OMKs love the Holy Bible more as a guide and foundation for Catholic life. Because the activity of sharing the Holy Bible itself aims to raise awareness and increase the Catholic faith in a good and correct way. Keywords Sharing holy books, young Catholics, development of faith Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 PENDAHULUAN Orang Muda Katolik (OMK) merupakan tulang punggung Gereja yang mempunyai pengaruh besar di dalam pertumbuhan Gereja. Karena itu, setiap Orang Muda Katolik, baik yang masih berstatus sebagai pelajar, mahasiswa, maupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya adalah aktor-aktor penting yang sangat diandalkan untuk mewujudkan cita-cita pencerahan kehidupan Gereja di masa depan. Orang Muda Katolik yang demikian, tentu tidak terlepas dari ajaran agamanya untuk menyempurnakan hidupnya. Karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk religius. Beragama merupakan kebutuhan manusia karena manusia adalah makhluk yang lemah sehingga memerlukan tempat bertopang. Dalam kaitannya dengan agama khususnya agama Katolik kaum muda memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan menggereja. Kehidupan umat sekarang ini khususnya Orang Muda Katolik makin hari makin menjauh dari kehidupan yang sebenarnya. Banyak orang muda katolik sudah mulai berbaur dengan pengaruh dari luar sehingga lebih mengutamakan kepentingan tertentu saja dan mengesampingkan kepentingan Gereja. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknolgi perubahan dunia ini pun turut mempengaruhi wawasan dan pola kehidupan umat. Khususnya para kaum muda katolik. Kehidupan kaum muda katolik pada zaman sekarang diperhadapkan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat yang membuat kaum muda Katolik lupa diri dan hampir tidak ada minat untuk belajar membaca Kitab Suci apa lagi menghayatinya dalam hidup. Kaum muda cenderung menghabiskan waktu untuk nonton TV, menonton film di laptop, membaca novel, membaca majalah, dan facebook ketimbang membaca Kitab Suci. Memang tidak dapat disangkal bahwa dunia kaum muda merupakan dunia untuk mencari identitas diri. Kaum muda merupakan bagian terpenting dalam hidup keluarga, masyarakat. Gereja. Bangsa dan Negara. Kaum muda tak lain impian dan harapan masa depan. Karenanya pertumbuhan dan perkembangan aspek-aspek kehidupan . ntelektual, kerohanian, moralitas, emosional, spiritualitas, fisik dan relasi sosia. yang tidak seimbang dalam diri kaum muda sangat mempengaruhi kehidupan bersama, baik itu dalam keluarga, masyarakat. Gereja. Bangsa dan Negara. Maka dari itu orang muda katolik perlu mempertahankan Salah satu sarana dalam mengembangkan iman adalah membaca Kitab Suci. Membaca Kitab suci merupakan cara yang harus ditanam dan diakrabkan ke dalam diri kaum muda sebagaimana kaum muda diakrabkan dengan membaca novel. Kaum muda yang tidak mengembangkan kehidupan spritualitasnya melalui Kitab Suci akan mengalami kekeringan iman akan Yesus Kristus. Orang muda akan terasing dari Kitab Suci akan terasing juga akan kebenaran Allah yang bersemayam dalam hati mereka. Memang tidak semua kaum muda suka akan Kitab Suci atau dengan kata lain Kitab Suci dilihat sebagai hal yang kurang menarik karena mendatangkan kebosanan bagi orang muda. Alasan lain adalah Kitab Suci dilihat sebagai buku tebal dan sulit dipahami. Maka salah satu cara untuk mengenal Kitab Suci adalah mengikuti kegiatan sharing Kitab Suci. Untuk mendalami setiap ajaran Agama yang dianut oleh pemeluk agama setiap anggota masyarakat membaca dan menemukan pesan dari setiap ajaran berdasarkan buku-buku sumber atau dogma yang sudah ada. Dan untuk mengetahui dan Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 mendalami ajaran agama katolik setiap umat beriman khususnya orang muda Katolik dianjurkan untuk lebih mendalami Kitab Suci, baik Kitab Suci Perjanjian Lama maupun Kitab Suci Perjanjian Baru. Orang Muda Katolik Stasi Yesus Maria Yosep (YMY) merupakan kaum muda yang harus mengambil bagian dalam perkembangan dan pertumbuhan Gereja. Stasi Yesus Maria Yosep merupakan salah satu stasi yang berada di Paroki St. Yosep Pekerja Penfui Keuskupan Agung Kupang yang terdiri dari 6 . Kegiatan rohani dalam stasi ini cukup baik, itu terlihat jelas keaktifan dari tiap-tiap umat beriman, mulai dari kegiatan orang dewasa. Sekami dan Orang Muda Katolik. Berbicara tentang Orang Muda Katolik di Stasi Yesus Maria Yosep (YMY) kegiatan yang menonjol adalah Koor dan kegiatan BKSN (Bulan Kitab Suci Nasiona. Sebagian besar Orang Muda Katolik di Stasi Yesus Maria Yosep (YMY) terdiri dari mahasiswa, pelajar SMA dan beberapa orang yang sudah bekerja. Kumpulan Orang Muda Katolik di Stasi Yesus Maria Yosep merupakan warga pendatang yang berasal dari beberapa Kabupaten seperti Manggarai. Belu. Bejawa. TTS. TTU. Flores Timur dan Ende. Ada yang sudah lama menetap di wilayah ini dan ada yang baru saja datang. Orang Muda Katolik di Stasi Yesus Maria Yosep aktif untuk mengikuti kegiatan pastoral lainnya seperti rekoleksi, dan mengikuti perayaan Ekaristi pada hari minggu, namun dalam hal ini penghayatan akan peranan Kitab Suci masih jauh dari harapan. Khususnya dalam kegiatan sharing Kitab Suci. Orang Muda Katolik kurang memahami akan pentingnya sharing Kitab Suci. Kegiatan yang awalnya sudah disepakati bersama tetapi tidak berjalan dengan baik, karena ketidak aktifan dari tiap-tiap angota. Orang Muda Katolik di Stasi Yesus Maria Yosep belum memahami akan pentingnya sharing Kitab Suci dalam kehidupan Gereja. Hal ini nampak jelas dalam kehidupan konkrit mereka dalam kehidupan kelompok. Bahkan kalau diajak untuk mengikuti sharing Kitab Suci ada beberapa orang muda katolik yang bertanya-tanya apa sebenarnya sharing Kitab suci? Dan apa saja yang disampaikan dalam sharing Kitab Suci?. Tujuan penelitian ini adalah untuk pemahaman dan kesadaran orang muda katolik akan pentingnya sharing Kitab Suci, menemukan nilai-nilai iman yang ada dalam Kitab Suci sehingga OMK Stasi YMY lebih mendalami Kitab Suci sebagai sarana pengembangan Iman. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan empiris-rasional, mengutamakan analisis isi data dari observasi dan wawancara. tujuannya bahwa untuk meningkatkan kesadaran orang Muda Katolik akan pentingnya mengikuti kegiatan-kegiatan rohani di KUB, lingkungan dan paroki. Orang muda katolik di stasi YMY kurang aktif dalam kegiatan sharing kitab suci. Dengan adanya sharing kitab suci mereka bisa mendalami iman sebagai landasan hidup. Di lain pihak mereka mengatakan bahwa mereka kurang memahami secara benar tentang sharing Kitab Suci dengan baik dan benar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dandokumentasi. Teknik analisa data pada penelitian ini mencakupi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN orang muda katolik stasi Yesus Maria Yosep kurang memahami tentang sharing Kitab Suci. muda katolik di stasi Yesus Maria Yosep memahami Sharing Kitab Suci sebagai kegiatan membahas Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 penglalamam. Kegiatan untuk mengerti isi Kitab Suci. Pada hal Sharing Kitab Suci merupakan komunikasih iman atau tukar pengalaman iman. Maka perlu diberi pemahaman kepada orang muda katolik tentang sharing Kitab Suci melalui katekese orang muda. Pengertian pemahaman dan kesadaran Kata pemahaman berasal dari kata dasar ApahamA, yang berarti pengertian, pendapat, pikiran. Dan jika ditambahi awalan ApeA dan akhiran AanA, maka menjadi pemahaman yang berarti suatu proses, cara perbuatan memahami atau mempelajari baik-baik supaya paham (Poerwadarminta, 2002: . Setiap orang tahu bahwa pengetahuan tentang sesuatu sangat berharga, namun setiap orang sadar bahwa paham tentang sesuatu seringkali lebih berharga dari pada pengetahuan semat-mata. Kata paham searti dengan Kata memahami searti dengan mengerti. Memahami sesuatu berarti menangkap apa yang Sedangkan kesadaran berasal dari kata dasar AuSadarAy artinya insaf. Jika ditambahkan awalan Au keAy dan akhiran Au anAy maka menjadi kesadaran yang berarti keadaan mengerti (Poerwadarminta, 200: Menurut penulis kesadaran adalah keadaan Orang Muda Katolik di mana ia tahu atau mengerti dengan jelas apa yang seharusnya dilakukan dalam kegiatan Orang Muda Katolik. Orang Muda Katolik dan Sharing Kitab Suci OMK menurut Pedoman Karya Pastoral Kaum Muda (PKPKM) yang dikeluarkan komisi kepemudaan KWI adalah mereka yang berusia 13-35 tahun dan belum menikah sambil tetap memperhatikan situasi dan kebiasaan masing-masing daerah. Menurut penulis Orang Muda Katolik adalah kumpulan muda-mudi yang beragama katolik yang sudah dibaptis dan yang berumur 17- 35 tahun. Orang muda Katolik memiliki kewajiban untuk membaca dan memahami Kitab Suci oleh karena itu Gereja menawarkan kegiatan Sharing Kitab Suci bagi OMK. Perlu dipahami bahwa Kitab Suci disebut pertamatama sebagai Kitab. Nama aslinya dalam Bahasa Yunani adalah ta biblia, artinya Kitab-Kitab. Kemudian diterjemahkan kedalam bahasa latin menjadi sacra scriptura yang artinya tulisan suci atau Kitab Suci (Darmawijaya, 2009: . Menurut penulis. Kitab Suci merupakan Sabda Allah yang tertulis di mana kita bisa berjumpa dengan Allah serta memberikan inspirasi dalam hidup serta memberi kekuatan dalam menghadapi tantangan kehidupan. Landasan Biblis tentang Sharing Kitab Suci Berbicara tentang sharing Kitab Suci dalam Perjanjian Lama memang secara eksplisit tidak ada kegiatan sharing Kitab Suci. Tetapi apa yang tertulis dalam Perjanjian Lama merupakan sebuah Pengalaman iman. Menurut penulis kita bisa melihat bagaimana kebesaran Allah yang senantiasa setia dan peduli kepada umat-Nya. Walaupun manusia seringkali tidak taat kepada Allah. Maka berkaitan dengan sharing Kitab Suci kita bisa jadikan pedoman apa yang tertulis dalam Perjanjian Lama untuk melihat bagaimana Allah senantiasa melindungi perjalanan hidup. Kitab Suci merupakan sumber tertulis yang utama untuk memahami karya penyelamatan Allah kepada manusia, serta menjadi sumber inspirasi untuk mengembangkan iman manusia. Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 Kitab Suci Perjanjian Lama juga mengajarkan kepada kita bahwa Kitab Suci menjadi sumber penuntun hidup manusia. Para pemazmur berkata bahwa Kitab Suci merupakan AyPelita bagi kakiku dan cahaya bagi langkahkuAy (Mzm,119:. Maka ayat ini mau mengatakan bahwa Kitab Suci merupakan penunjuk jalan di saat kita tersesat. Maksudnya melalui Firman-Nya, kita beroleh pengharapan, kasih, kekuatan, dan sebagainya. Ia telah mengajarkan kita arti kehidupan yang sebenarnya agar dipraktikan dalam kehidupan seharian kita. Tatkala kita jatuh, kita berduka, ketika kehilangan,dan persoalan hidup lainya. Firman Tuhanlah yang memberi kita petunjuk. Kitab Suci bukan hanya berbicara tentang Allah. Kitab Suci menampilkan diri sebagai Kitab yang mengajak orang bertemu dengan Allah. Di situ Allah mau menyapa manusia, menawarkan kasih kerahiman yang besar. Ul 32:47, menyatakan demikian: AuSebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmuAAy (Darmawijaya, 2009: . Kitab Suci merupakan ajaran kebenaran. Karena Allah sendirilah pengarang Kitab Suci. Atas alasan inilah Kitab Suci disebut Au terinspirasikanAy, dan tanpa kesalahan mengajarkan kebenaran yang perlu untuk keselamatan kita. Kitab suci memberikan dukungan,kekuatan, memberikan peneguhan iman, makanan jiwa, dan sumber hidup spiritual bagi kehidupan Gereja. Karena itu Gereja menganjurkan semua umat beriman untuk sering membaca Kitab suci. Karena iman bertumbuh dan berkembang dengan membaca Kitab Suci. Dan St. Paulus pun dalam suratnya yang kedua kepada Timotius mengatakan bahwa: Ausegala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaranAy . Tim 3:. Berbicara tentang Sharing Kitab Suci dalam Perjanjian Baru, secara implisit terdapat dalam Injil Lukas 24:13-35 tentang Yesus menampakkan diri kepada dua orang murid di jalan Emaus. Yang menunjukkan adanya sharing Kitab Suci adalah AuDan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiranAy (Luk 24:. Ayat ini menjadi contoh tentang sharing Kitab suci, karena kedua murid tersebut berbicara tentang perstiwa-perstiwa yang sudah terjadi atau lampau dan bertukar pikiran tentang pengalaman iman mereka bersama Yesus. Landasan pastoral tentang Sharing Kitab Suci Atas dasar apa maka umat dianjurkan didorong untuk membaca, merenungkan, mendalami dan mensharingkan bersama Firman Tuhan dalam Kitab Suci? Pendasaran bagi sharing Kitab Suci dari ajakan Gereja sendiri lewat Dokumen Konsili Vatikan II. Dei Verbum (Wahyu Ilah. Bab VI dokumen ini membicarakan Kitab Suci dan hidup Gereja. Artikel 22 dokumen ini mengatakan, jalan masuk ke Kitab Suci harus terbuka lebar-lebar bagi semua orang Kristen. Kitab Suci bukan menjadi monopoli sekelompok orang saja, melainkan milik umat dan dapat digunakan oleh siapa saja yang beriman (Tisera, 2002: . Selanjutnya Dei Verbum art 25 menegaskan: AuBegitu pula Konsili Suci mendesak dengan sangat istimewa supaya seseringkali membaca Kitab Ilahi memperoleh pengertian yang mulia akan Yesus Kristus (Flp 3:. sebab tidak mengenal Alkitab berarti tidak mengenal Kristus, artinya semakin mengenal Alkitab baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru semakin kita mengenal Kristus, semakin mencintai Kristus, semakin kita rela melayani Dia. Maka mereka hendaklah dengan suka hati menghadapi naskah yang suci sendiri, entah melalui liturgi Suci yang sarat dengan sabda-sabda ilahi, entah melalui lembaga-lembaga yang cocok untuk itu serta bantuan-bantuan lainnya yang berkat persetujuan dan usaha para gembala Gereja dewasa ini tersebar di mana-mana dengan amat baik. Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 Namun hendaklah mereka ingat doa harus menyertai para pembaca Kitab Suci, supaya tesrwujudlah wawancara antara Allah dan manusia. Sebab kita berbicara dengan Dia bila kita berdoa. Kita mendengar-Nya bila kita membaca amanat-amanat ilahiAy. Dari penetapan Bapak-bapak Konsili ini dapat disimpulkan bahwa semua umat Kristiani diajak untuk selalu membaca, mendengarkan dan merenungkan Kitab Suci serta membagikan kekayaan Kitab Suci itu di antara mereka. Kitab Suci merupakan dasar dan jiwa seluruh Gereja serta menjadi kaidah segala Demikianlah pernyataan para peserta Pekan konsultasi Kerasulan Kitab Suci Nasional II yang dilakukan pada pertengahan tahun 1980 di Jakarta. Para peserta mencetuskan keyakinannya bahwa Kitab Suci adalah pedoman dan pegangan Gereja sepanjang masa (Leks, 1983: . Landasan Teologis tentang Sharing Kitab Suci Alasan lain terlihat dari terjadinya Kitab Suci. Kitab Suci adalah buku umat Allah. Menurut Carlos Mesters. Kitab Suci bukanlah buku keramat yang jatuh dari langit dalam keadaan lengkap. Kitab Suci lahir di dunia tumbuh atau berasal dari hidup umat Allah. Kitab Suci adalah buku kehidupan umat Allah, di samping dia adalah buah ilham ilahi. Kitab Suci berisi ungkapan iman mereka dan cita-cita mereka akan keadilan dan kasih. Kitab suci adalah warisan umat Allah yang diteruskan kepada generasi Karena milik umat. Kitab Suci perlu dibaca, direnungkan, bersama-sama sebagai kelompok dan sebagai umat Allah (Tisera, 2002: . Karena itu Gereja menganjurkan semua umat beriman untuk sering membaca Kitab Suci karena Autidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal KristusAy (Santo Hieronimu. Maka sangat penting bagi setiap orang Kristen memiliki hubungan pribadi yang hidup dengan Sabda Allah yang diberikan kepada kita dalam Kitab Suci. Dialog dengan Kitab Suci harus memiliki dua dimensi. Di satu sisi, dialog ini harus menjadi dialog pribadi karena Allah berbicara dengan setiap kita melalui Kitab Suci dan Kitab Suci itu juga memiliki pesan untuk setiap kita. Kita harus membaca Kitab Suci bukan sebagai kata-kata yang ditulis di masa lalu tetapi sebagai Sabda Allah yang juga disampaikan kepada kita, dan kita harus mencoba untuk mengerti apa yang ingin Tuhan katakan kepada kita. Bagaimanapun agar tidak jatuh kepada individualisme, kita harus ingat bahwa Sabda Allah diberikan kepada kita untuk membangun persekutuan dan menyatukan kekuatan dalam kebenaran dalam perjalanan kita menuju Allah. Jadi, walaupun Sabda Allah selalu merupakan Sabda pribadi, ia juga selalu merupakan Sabda yang membangun komunitas dan membangun Gereja. Maka kita harus membacanya dalam persekutuan dengan Gereja yang hidup. Tempat istimewa untuk membaca dan mendengarkan Sabda Allah adalah Liturgi, di dalamnya kita merayakan Sabda dan menjadikan Tubuh Kristus hadir dalam Sakramen, kita mengaktualisasikan Sabda dalam hidup kita dan menghadirkannya di tengah kita. Kita juga tak boleh lupa bahwa Sabda Allah melampaui waktu. Pendapat manusia datang dan pergi. Apa yang sangat modern hari ini bisa jadi sangat kuno esok hari. Di sisi lain. Sabda Allah adalah Sabda hidup abadi, ia berada dalam keabadian dan tetap benar selamanya. Dengan membawa SabdaAllah dalam hidup kita, kita membawa dalam diri kita keabadian. Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 Sejarah Sharing Kitab Suci Terjadi di Milano. Italia pada Tahun 1980 Ada seorang Kardinal bernama Carlo Maria Martini yang merupakan uskup Agung Milano. Italia. Pada tahun 1980 sekelompok anak muda dari Kota metropolitan Milano mendekati Kardinal untuk meminta bantuannya bagaimana cara menggunakan Kitab Suci dalam doa bersama. Sang Kardinal menerima tantangan tersebut dan bersepakat bersama dengan para pemuda tersebut untuk bertemu. Mereka bertemu di Katedral. Pada awalnya para pemuda tersebut berjumlah 200 orang. Begitulah bagaimana sekolah sabda lahir. Dalam sekolah tersebut sang Kardinal menetapkan tiga unsur utama dalam bermeditasi tentang satu teks Kitab Suci. Yang meliputi Membaca berarti membaca teks beberapa kali agar hal-hal penting muncul ke permukaan. Kita mulai dengan melihat apa temanya? apa yang teks mau katakan kepada kita? Membaca tek berulang kali dan menemukan hal baru. Meditasi Apa pesan dari warta teks untuk saya? Apa yang ia mau katakan kepada kita sekarang? Ketika kita berusaha menemukan pesan, kita juga mencarai situasi sekarang yang merupakan aplikasi pesan teks itu dan kita temukan dalam Kontempasi atau doa. Kita berdoa kepada Yesus sesuai dengan yang kita temukan dari teks yang kita baca. Kita bisa berbicara kepada Yesus tentang diri kita dan situasi kita. Sekolah Sabda tersebut akhirnya semakin berkembang yang awal mulanya hanya 200 ratus peserta kemudian meningkat menjadi 2000 orang. Jumlahnya terus semakin naik oleh sebab itu pada tahun 1986 pertemuan di buat lebih dari satu tempat. Bahkan untuk memudahkan peserta. Bapa Kardinal Carlo Maria Martini mulai mengajar lewat radio dan anak-anak berkumpul di Gereja untuk mendengar serta melibatkan kaum tertahbis dan kaum awam untuk memimpin sekolah sabda. Dan setelah itu berkembanglah 60 paroki yang menyelenggarakan pertemuan itu yang dilaksanakan pada tiap hari Kamis dan dilakukan pada malam hari pada jam 8:45- 10:15. Berkat sekolah sabda tersebut banyak anak muda yang mulai belajar kontak rahasia dengan Tuhan. Dan ada anak muda yang berkanjang dalam iman dan mulai memilih hidup religius, membiara, dan mengabdi diri bagi kasih (Tisera, 2002: . Terjadi di Afrika Selatan Ada seorang bernama Lumco yang berasal dari Afrika Selatan. Dia adalah seorang penggerak dan perintis sharing Kitab Suci. Tahun 1987 usaha untuk memajukan kitab suci di kalangan jemat. melakukan kegiatan tersebut bukan asal buat melainkan karena begitu banyak pertanyaan muncul Kitab Suci. Guruguru?Pengkotbah?PembacaKitabSuci perorangan? Suster-suster? Sebagai usaha awal Lumco merencanakan program visual untuk kelompok Kitab Suci. Tetapi sebelum mulai dengan programnya ia terlebih dahulu bertemu dengan uskup Huber Bucher untuk melakukan uji coba program visual ini di beberapa paroki dalam diosisnya. Tetapi seorang katekis bernama Stanley Nkabinde, mengusulkan agar tidak menggunakan program visual melainkan dengan meditasi singkat Kitab Suci. Dia mengusulkan empat langkah:Membaca teks. Mengulangi teks itu dengan kata-kata sendiri. Diam atau hening. Mengatakan kepada yang lain, kata mana yang menyentuh anda. Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 Usulan tersebut secara sepontan diterima oleh dua orang suster Afrika. Kemudian menerjemahkan emapat langkah tersebut ke dalam bahasa daerah. Serta memperbanyak bahan di kediaman uskup. Seminggu kemudian bahan empat langkah semakin populer. Keheningan dan bagi pengalaman menciptakan suasana rohani di mana kata-kata Kitab Suci menjadi bermakna untuk setiap orang dan kuasanya dapat dialami (Tisera, 2002: . Manfaat Sharing Kitab Suci Manfaat dari sharing Kitab Suci itu sendiri adalah sebagai berikut: Menempuh jalan masuk Kitab Suci. Meskipun bukan pakar Kitab Suci. Konstitusi Dogmatik tentang Wahyu Ilahi memberi petunjuk Au Bagi kaum beriman Kristiani, jalan menuju Kitab Suci harus terbuka lebar-lebarAy(DV art . Untuk mengalami bahwa Yesus mewahyukan diri dalam kelompok atau komunitas kecil dan sekaligus untuk mengalami kuasa Firman Allah dalam kelompok kecil serta bertumbuh dan diteguhkan oleh- Nya. Mempertebal cinta kita akan perayaan Ekaristi dan mempersiapkan diri untuk mengambil bagian lebih aktif di dalamnya (Kedang, 1996: . Beberapa Pedoman Sharing Kitab Suci Sikap-sikap yang perlu diperhatikan dalam Sharing Kitab Suci antara lain: Sikap beriman berarti bahwa mereka memiliki: Hati yang baru . dk 1Kor 2:14 : manusia duniawi tidak menerima apa yang yang berasal dari Roh Alla. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan Roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap perpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya (Yeh 36:26-. ( Tisera, 2002: . Hati yang dahaga: Ausama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatanAy . dk 1Ptr 2:. Dengan rendah hati selalu mencari air pemuas dahaga dari Allah. Sabda-Nya, agar bertumbuh sebagai jemat-Nya. Hati yang sedia belajar: kerelaan untuk belajar dan terus belajar. Hati yang tidak pernah mengatakan. Ausekarang sudah cukupAy: hati yang sedia belajar dari orang lain . dk Yes 50:. Hati seorang Murid: AuMintalah, carilah, ketoklah. Ay(Mat 7:. Kerelaan untuk selalu membaca Kitab Suci dan ambil bagian dalam kelompok sharing Kitab Suci. Hati yang patuh: . dk Mzm 119:98- . Kesediaan untuk menjawab apa yang ditunjukan Allah dalam Kitab Suci dengan menghayatinya dalam hidup setiap hari ( Tisera, 2002: . Terbuka kepada Roh Kudus Sikap ini penting sebab Kitab Suci ditulis karena ilham Roh Kudus . dk Yoh 20:31. 1Tim 3:. (Seran, 2007: . Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 g. Sikap doa Doa adalah unsur paling penting dalam sharing Kitab Suci. Konsili Vatikan II dalam Konstitusi Dei Verbum art 25 dengan jelas mengungkapkan betapa pentingnya doa untuk mengerti dan menghayati Sabda Allah. Hendaknya disadari akan perlunya doa menyertai pembacaan Alkitab, agar terjadi dialog antara Allah dan manusia yaitu bila manusia berdoa, ia sedang menyapa Allah dan Allah mendengarkannya dan bila manusia membaca Alkitab, ia mendengarkan Allah yang sedang berbicara kepadanya (Tisera, 2002: . Sikap-sikap moral pribadi yang diperlukan untuk sharing Kitab Suci Setiap peserta hendaknya menerima peserta lain seadanya. Sebab setiap pribadi mempunyai riwayat hidup dan kepribadian unik yang dianugerahkan Allah kepadanya. Setiap peserta punya pengalaman berharga yang dapat disharingkan atau dibagi-bagikan. Hormat Sikap ini ditunjukkan dengan mendengar penuh perhatian kepada setiap peserta sharing. Ini mesti nyata dengan tidak mempersoalkan atau menghakimi sharing teman dan membicarakan sharing mereka kepada orang lain yang tidak merupakan anggota kelompok. Terbuka Keterbukaan menjadi nyata lewat kesedian membagikan pengalaman harian iman dan Firman Allah serta kerelaan untuk diperkaya oleh pengalaman peserta lain (Seran, 2007: . sikap moral sebagai memimpin kelompok sharing Doronglah partisipasi kelompok dalam proses memutuskan. Janganlah mendominasi dengan memberikan semua jawaban atau dengan memutuskan segalanya untuk kelompok. Berilah perhatian kepada kebutuhan dan minat anggota kelompok. Hendaknya anda peka terhadap reaksi mereka. Ingatlah bahwa tugasmu ialah mendorong kelompok untuk berpartisipasi. Jangan mengajar atau menggurui mereka dengan pengetahuanmu. Berikan juga kesempatan kepada orang lain untuk memimpin kelompok. Ini akan mendorong mereka untuk lebih terlibat dalam kelompok dan orang lain mungkin lebih memberi semangat kepada kelompok dari pada anda. Jika anda terbuka kepada orang lain, mereka yang lain mengikuti contoh anda dan anggota kelompok akan mulai melihat banyak kekayaan di antara para anggota. Doronglah anggota untuk mengungkapkan diri dan perhatikanlah secara khusus agar melibatkan mereka yang cendrung diam. Mereka harus sadar bahwa gagasan mereka penting untuk kelompok. Usahakanlah agar jumlah anggota kelompok tidak terlalu banyak agar dapat diatur dan diorganisir. Jumlah ideal adalah 5 orang. Kalau bertambah menjadi delapan orang bagikanlah ke dalam dua kelompok agar relasi personal tetap ada di antara mereka. Usahakanlah suasana yang informal dalam kelompok agar para anggotanya bisa mengalami suasana relax atau santai dan tidak merasa tegang. Satu cara untuk mencapai ini misalnya dengan mengatur kursi dalam bentuk lingkaran, sehingga setiap anggota dapat memandang peserta lain. Kalau sebuah pertanyaan ditujukan kepada anda, kembalikan itu kepada kelompok agar lebih banyak orang dapat mensyeringkan pendapatnya tentang hal ini. Jika engkau menjawab semua pertanyaan Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 sendirian, anda akan terlihat berperan sebagai guru dan bukannya pemimpin dan ini tidak dihargai dalam kelompok orang dewasa. Paling penting dari semuanya adalah anggaplah peranmu sebagai orang yang mendorong orang lain dan memfasilitasi mereka untuk berbicara dan mensyeringkan pendapat mereka. Jika engaku dapat mendengarkan dengan baik, mereka akan belajar hal yang sama (Tisera, 2002: . Peran utama Fasilitator dalam sharing Kitab Suci Salah satu faktor keberhasilan sharing Kitab Suci ialah fasilitator. Fasilitator tidak seaharus orang ahli Kitab Suci. fasilitator adalah orang yang tahu memimpin kelompok, trampil menggunakan metode sharing Kitab Suci yang disepakati dan berhubungan baik dengan orang lain. Peran utama fasilitator dalam sharing Kitab Suci adalah: Sebelum sharing Mengusahakan agar tersedia sarana-sarana doa, misalnya salib, patung, lilin bernyala dan Alkitab yang terbuka dan diletakkan di tengah-tengah peserta sharing. Menciptakan suasana doa dalam kelompok. Menyiapkan dan meyakinkan peserta untuk mengambil bagian secara aktif dalam sharing. Bersama peserta melihat dan membicarakan metode yang akan digunakan Mengupayakan agar peserta duduk dalam lingkaran. Pemandu tidak duduk terpisah bagaikan ketua persidangan. Selama sharing Mengupayakan agar dalam tiap langkah sharing, setiap peserta berpartisipasi aktif dan dijaga agar tidak ada yang memonopoli sharing. Pemandu mengulangi petunjuk langkah demi langkah dan mengingatkan kalau perlu, asal dengan cara yang halus sehingga tidak menimbulkan ketersinggungan. Pemandu juga harus jeli melihat, supaya unsur-unsur yang tidak sesuai dengan iman dan moral Katolik diluruskan dan dibenarkan. Hal ini perlu untuk membentuk perasaan Katolik. Mengajak anggota untuk sharing namun tidak boleh memaksa seperti dengan cara memanggil nama atau menentukan secara berurutan. Hindarilah pemakaian ungkapan seperti: Audengarkanlah penuh perhatianAAy Ausaya mau katakan padamuAAy Auanda salahAy Ausaya tidak setujuAy Aupenjelasanmu tidak tepat. Ay. Dalam sharing peserta hendaknya menggunakan kata ganti orang pertama tunggal yaitu SAYA dan tidak boleh menggunakan engkau, kita, kami, kamu atau mereka, yang memberi kesan anda berkotbah atau menasehati orang lain atau bersembunyi di balik pribadi lain. Nasihat adalah hal yang paling murah dalam dunia ini, namun tempatnya tidak pas dalam sharing. Lebih baik menemukan persoalannya dari pada memecahkanya dan lebih baik mendengar dengan sungguhsungguh sebelum berusaha menolong. Hal yang tak perlu disharingkan adalah dosa kita, karena itu hanya untuk pengakuan dosa Jangan mensharingkan apa yang anda rasa tidak enak untuk diungkapkan. Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 Sesudah sharing Memperjelas persoalan atau pertanyan-pertanyaan . ukan diskusi atau berdeba. bersama anggota tentang hal-hal yang belum jelas dalam sharing terutama meluruskan hal-hal bertentangan dengan iman dan moral Katolik. Bersama peserta menentukan waktu, tempat dan tanggal sharing kali berikut. Dengan sopan atau halus mengingatkan bahwa apa yang telah diungkapkan selama sharing tidak boleh dibicarakan atau diceritakan dengan orang lain di luar acara sharing (Kedang, 1996: . Metode-metode sharing Kitab Suci Dari berbagai metode sharing Kitab Suci ada dua macam pendekatan berdasarkan titik tolaknya. Ada metode yang mulai dengan kehidupan, masalah hidup, lalu ke Kitab Suci dan metode Kitab Suci ke kehidupan (Tisera, 2002: . Ada enam metode yang digunakan dalam pendekatan dari Kitab Suci ke kehidupan yaitu: Metode Teks Amanat Tanggapan (TAT) Metode ini disebut TAT karena menaruh perhatian khsusus pada Teks. Amanat, dan Tanggapan. Metode ini dikenal juga dengan nama Metode Tiga Tahap. Dalam metode TAT ada tiga tahap yang perlu diperhatikan yaitu: Pusat perhatian pada teks Kitab Suci Fasilitator mempersilakan peserta untuk membacanya dan yang lain mengikuti dalam Kitab Suci Masing-masing. Setelah itu fasilitator menyampaikan untuk hening selama 3 menit. Dalam suasana hening peserta memilih kata, ayat, kalimata, atau ungkapan yang menyentuh secara pribadi dan sambil mendalami maknanya untuk diri sendiri (Kedang, 1996: . Pusat perhatian pada Amanat Tuhan Dalam pusat perhatian pada Amanat Tuhan, tahap yang dilakukan adalah bacaan sama seperti dalam pusat perhatian pada Teks, hanya ada perbedaan dalam saat hening. Jika dalam pusat perhatian pada Teks yang dilakukan dalam hening adalah memilih ayat yang menyentuh. Sedangkan dalam pusat perhatian pada Amanat Tuhan adalah membuka diri untuk mendengarkan sapaan Tuhan atau amanat Tuhan secara pribadi. Dan selanjutnya adalah peserta mensyeringkan amanat pribadi dari Tuhan yang diperoleh pada saat hening tadi. Dan sharing hendaknya bersifat pribadi, maka gunakanlah ungkapan AusayaAy bukan AukamiAy(Tisera, 2002: . Pusat perhatian pada tanggapan Sama seperti dua tahap sebelumnya, pusat perhatian pada tanggapan dilakukan bacaan teks yang sama. Tetapi dalam tahap hening yang dilakukan peserta adalah berdoa dalam batin sebagai tanggapan pribadi atas amanat Tuhan. Doa bisa bermacammacam: tobat. Permohonan, syukur, puji, dan niat dan setiap peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan doanya (Kedang, 1996: . Metode TAT Plus Metode TAT Plus pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan metode TAT. Tahap-tahap dalam pelaksanaannya sama. Hanya berbeda pada tahap terakhir yang ditambah dengan membuat aksi nyata atau tekad untuk melakukan tindakan nyata (Tisera, 2002: . Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 Metode Tujuh Langkah Tujuan dari metode ini adalah 1. Mengalami kehadiran Tuhan yang bangkit. Saling membantu antara anggoa kelompok agar secara pribadi sentuh oleh Sabda. Memperdalam ikatan pribadi antara anggota kelompok. Menumbuhkan rasa saling percaya dalam kelompok. Menciptakan iklim rohani yang memungkinkan para anggota merencanakan aksi bersama komunitas Jawaban kelompok Tujuan dari metode ini adalah 1. Melihat bahwa situasi dan masalah hidup setiap hari tercermin dalam Kitab Suci. Menolong kelompok untuk melihat lebih jauh dari sekedar kebutuhan rohani mereka yang langsung. Menjadikan injil sebagai ilham, daya dorong untuk mengatasi masalah-masalah hidup Langkah-langkah dalam metode Tanya jawab a. Undangan: Dalam hal ini seorang fasilitator untuk menyampaikan metode yang digunakan dalam sharing. Membaca: Membaca teks Kitab Suci. Dibaca dua kali oleh orang yang berbeda. Melihat: Dalam hal ini peserta mendiskusikan masalah yang sesuai dengan teks Kitab Suci yang dibaca. Serta memilih satu masalah untuk didiskusikan. Mendengarkan: Dalam hal ini peserta diajak untuk hening. Dengan tujuan untuk mengetahui apa yang dikatakan Tuhan tentang masalah yang didiskusikan. Kemudian baru disharingkan bersama. Merencanakan aksi: Dalam hal ini setelah selesai didiskusikan peserta diajak untuk melakukan aksi nyata. Doa: Berdoa secara spontan secara bersama-sama (Tisera, 2002: . Metode Penokohan Metode Penokohan adalah salah satu metode biblis untuk pertemuan refleksi pendalaman Alkitab oleh kaum beriman. Dalam refleksi pendalaman Kitab Suci, tokoh-tokoh yang terdapat dalam teks Kitab Suci dapat menjadi contoh dan ilham, dijadikan sebagi narasumber refleksi iman dan pendalaman hidup kaum beriman, sebab peran mereka berhadapan dengan peserta pertemuan adalah pembicara dan pelaku. Sedangkan peserta adalah pendengar dan pelajar. Oleh sebab itu, seluruh pusat perhatian peserta terarah kepada peran tokoh-tokoh dalam teks Kitab Suci. Teks yang cocok untuk metode penokohan adalah teks yang berupa ceritera yang di dalamnya ditemukan banyak tokoh atau pelaku. Teks yang berupa wejangan dan hanya terdiri dari satu pelaku kurang cocok untuk metode ini (Seran, 2007: . Langkah-langkah dalam metode penokohan: a. Pembuka Mengundang kehadiran Tuhan dengan lagu pembukaan dan doa. Membaca Teks Kitab Suci Pemandu mempersilakan seorang peserta membaca teks Kitab Suci dengan Peserta yang lain membaca dalam hati atau mendengarkannya dengan penuh perhatian. Merenungkan Tokoh-tokoh Dalam hal ini merenungkan tokoh-tokoh yang ada dalam bacaan. Kita melihat bagaimana kata-kata yang diucapakan, tindakannya, dan sikap tokoh dalam cerita tersebut. Kita dapat menemukan apakah dia mengesan, berbicara dan menyapa kita. Penutup Pemandu mengajak dan mempersilakan peserta untuk mengungkapkan doa spontan. Kemudian doa spontan itu diakhiri dengan bersama-sama mendoakan doa Bapa Kami atau dengan menyanyikan sebuah lagu syukur (Seran, 2007: Pastoralia Vol 2 No 2. Edisi Desember 2021 Metode AuKUPAS KUNYAHAy Metode ini sering juga disebut Metode KUKU (Kupas Kunya. Metode ini biasa digunakan oleh para katekis, guru agama, atau pelancar untuk mempersiapkan bahan sharing kelompok. Langkah-langkah: a. Pembukaan: Seorang peserta diminta memimpin doa pembukaan. Atau bisa dipilih sebuah lagu dan dinyanyikan bersama. Kupas: Peserta diminta membaca teks dengan tenang dalam hati kemudian salah satu peserta membaca dengan suara lantang. Dan mengamati seluruh kisah dengan membuat atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan penuntun: siapa pelaku dalam kisah, apa yang dikatakan dan dibuat para pelaku, bagaimana awal kisah, apa dan di mana bagian inti atau pokok kisah, bagaimana kisah berakhir. Kunyah: Memahami inti kisah dengan mengajukan pertanyaan- pertanyaan pemahaman atas kisah tersebut: apa yang hendak disampaikan penulis, bagaimana dan mengapa, apa maksusd Yesus atau Allah dengan Firman-Nya, apa Firman Yesus atau Allah untuk saya, apa yang saya rencanakan sesuai dengan Firman Yesus. Penutup (Tisera, 2002: . KESIMPULAN Pemahaman dan kesadaran Orang Muda Katolik akan pentingnya sharing Kitab Suci bagi perkembangan imannya masih kurang. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan Orang Muda Katolik akan pentingnya sharing Kitab Suci bagi perkembangan iman. Kurangnya pendampingan petugas pastoral, juga memberikan andil yang besar sehingga Orang Muda Katolik cenderung apatis terhadap kegiatan sharing yang pernah dilakukan. Kegiatan sharing juga cenderung direduksi sebagai kegiatan tukar menukar pengetahuan agama atau diskusi soal agama. Minimnya ketersedian fasilitator yang memahami tugas fasilitator secara benar juga menjadi penyebab kurangnya kesadaran dan pemahaman Orang Muda Katolik akan pentingnya sharing Kitab Suci. Dari hasil penelitian ini penulis menemukan upaya pembinaan, pendampingan dan sosoialisasi serta melibatkan fasilitator yang memahami sharing Kitab Suci sangat diperlukan untuk menghidupkan kesadaran dan pemahaman Orang Muda Katolik serta mengembalikan arti sharing Kitab Suci sebagai komunikasi iman yang benar. DAFTAR PUSTAKA