Volume 2. No. Agustus 2023 ISSN (P) 2962-2247 | Pelatihan dan Pendampingan Warga Desa Tentang Asesmen Daya Dukung Sumber Daya Manusia Di Desa Wonokerto Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan Yudi Harianto CU1. Chriestine L Mamuaya2. Heru Dwi Herbowo3 Program Studi Kesejahteraan Sosiali. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Article Info Article history: Received Sept 24, 2023 Revised October 01, 2023 Accepted October 02, 2023 Kata kunci: Pelatihan dan pendampingan Asesmen Daya Dukung Sumber Daya Manusia ABSTRAK Pembangunan desa berkelanjutan, merupakan salah satu pilar utama dalam mencapai kesejahteraan Masyarakat dan peningkatan kualitas Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan desa Wonokerto Kabupaten Pasuruan. Metode dalam pendampingan masyarakat dalam bentuk pengabdian Menggunakan teknik Transect Walk (Jalan Transe. Focus Group Discussion (FGD) serta pelatihan dan pendampingan. Untuk menjaga keberlanjutan program kegiatan pengmasy karena melibatkan masyarakat secara penuh yaitu para perangkat desa, kader Posyandu, kader PKK, pengurus NU. Pengurus Majelis Taklim dan Karang Taruna. Tujuan kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas SDM di Desa Wonokerto. melalui kegiatan persiapan, perrencanaan kebutuhan pelatihan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, evaluasi dan pelaporan. Luaran dari kegiatan ini adalah perangkat desa mampu melakukan asesmen daya dukung sumber daya manusia dan peta daya dukung SDM. Selain itu publikasi artikel di jurnal nasioanal, laporan serta poster. ABSTRACT Keywords: Training and Mentoring Assessment Supporting power Human Resource Sustainable village development, is one of the main pillars in achieving community welfare and improving the quality of life. This activity is a community service activity carried out in Wonokerto village. Pasuruan Regency. Methods in community assistance in the form of community Using the Transect Walk technique. Focus Group Discussion (FGD) and training and mentoring. To maintain the sustainability of the community service program because it involves the community in full, namely the village officials. Posyandu cadres. PKK cadres. NU administrators. Taklim Assembly Management and Youth Organization. The purpose of this activity is expected to be able to increase the capacity and capability of human resources in Wonokerto Village. through preparation activities, planning training needs, training implementation, mentoring, evaluation and reporting. The output of this activity is that village officials are able to assess the carrying capacity of human resources and map the carrying capacity of human In addition, the publication of articles in national journals, reports and posters. Corresponding Author: Heru Dwi Herbowo Kesejahteraan Sosial. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Email: heru_fisip@uwks. id/index. php/Berdaya/index Volume 2. No. Agustus 2023 ISSN (P) 2962-2247 | Pendahuluan Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, menegaskan bahwa penyelenggaraan pemberdayaan masyarakat berdasarkan Pancasila. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Bhineka Tunggal Ika. Pembangunan desa yang berkelanjutan merupakan salah satu pilar utama dalam mencapai kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup. Seiring dengan itu, pentingnya mengoptimalkan potensi sumber daya manusia di desa semakin mendapatkan perhatian. Dalam konteks ini, asesmen daya dukung sumber daya manusia menjadi solusi untuk merencanakan dan mengarahkan upaya pengembangan SDM. Pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi masa mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Pembangunan berkelanjutan menyerukan upaya Bersama guna membangun masa depan yang inklusif, berkelanjutan dan tangguh untuk manusia dan ketersediaan sumber daya alam. Agar pembangunan berkelanjutan dapat dicapai, penting untuk menyelaraskan tiga elemen inti: pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial dan perlindungan lingkungan hidup. Elemenelemen ini saling terkait dan semuanya amat penting untuk kesejahteraan diri individu dan Desa Wonokerto, yang terletak di Kecamatan Sukorejo. Kabupaten Pasuruan, memiliki potensi yang perlu diungkap dan dimaksimalkan dalam rangka pengembangan berkelanjutan. Daya dukung sumber daya manusia menjadi faktor sentral dalam menggerakkan roda pembangunan di desa ini. Maka dari itu, pelatihan dan pendampingan tentang asesmen daya dukung sumber daya manusia di Desa Wonokerto menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan potensi yang ada. Dalam PKM ini, kami telah menggali lebih dalam tentang pelatihan dan pendampingan yang dapat memperkaya pengetahuan dan keterampilan warga Desa Wonokerto terkait asesmen daya dukung sumber daya manusia. Dengan memahami daya dukung yang ada, potensi yang dapat ditingkatkan, serta tantangan yang perlu diatasi, diharapkan bahwa artikel ini dapat memberikan panduan berharga dalam merancang langkah-langkah strategis untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di Desa Wonokerto. PKM ini membahas sejumlah pelatihan dan pendampingan yang sesuai dengan konteks desa tersebut. Dari pelatihan keterampilan hingga pelatihan teknis dan pendampingan dalam merencanakan pengembangan desa, semua upaya ini dirancang untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan pada potensi sumber daya manusia di Desa Wonokerto. Dengan demikian, artikel ini berharap dapat memberikan sumbangan konstruktif bagi upaya pengembangan masyarakat lokal dan kesejahteraan bersama. Berdasarkan data-data yang dihimpun dari pemerintah desa setempat menyebutkan bahwa masih banyaknya masyarakat yang lulus Pendidikan Sekolah Sasar (SD) yaitu 871 orang (Data Demografi Desa Wonokert. Dimana terdapat remaja putus sekolah SD sebanyak 3 orang. SMP 4 orang, dan SMA 5 orang, bahkan ada yang tidak sekolah sebanyak 5 orang. id/index. php/Berdaya/index C Yudi Harianto CU | Chriestine L Mamuaya | Heru Dwi Herbowo C Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memilih tempat di di desa Wonokerto Kabupaten Pasuruan, wilayah merupakan perbatasan dengan Kota Surabaya. Permasalahan Sumber Daya Manusia yang mengenyam pendidikan formal masih sedikit, terutama perempuan masih beranggapan bahwa kewajiban Perempuan hanya 3 hal memasak, menjaga anak, tampil merawat diri. Hal ini terjadi secara turun temurun, karena kepercayaan Masyarakat atas persepsi tersebut maka tingkat Pendidikan Perempuan didesa ini terhitung masing rendah. Pendidikan masih dianggap sebagai hal yang tidak terlalu penting bagi kaum perempuan dan kemampuan finansial juga menjadi faktor masih berjalannya kebiasaan ini. Oleh karena itu perempuan merupakan ujung tombak dalam menjalankan perannya di keluarga, yaitu madhrastul ulla (Pendidikan pertam. bagi anak. Melalui komunitas yang terorganisir dengan baik yaitu Karang Taruna. PKK, serta Majelis Taklim tentunya menjadi kekuatan yang mampu mendorong dan mengajak para keluarga yang mempunyai anak usia sekolah agar dapat melanjutkan hingga Pendidikan tinggi. Dengan melibatkan keluarga dalam kegiatan di PKK. Karang Taruna, maupun Majelis Taklim akan diberikan edukasi dan motviasi untuk saling mengungkapkan permasalahannya dan terbuka atas apa yang dialami keluarga dalam rumah tangganya bukan suatu aib yang wajib ditutupi, namun permasalahan yang wajib diberikan solusi dan pemberian bantuan melalui beasiswa maupun donasi, agar tidak terjadi lagi masalah Masalah finansial dan kepercayaan secara turun temurun perlu mendapatkan perhatian yang serius dan upaya penanganan yang tidak hanya fokus pada pemberian bantuan Namun yang paling penting adalah upaya edukasi dan motivasi agar mau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Salah satunya adalah dengan melakukan pelatihan dan pendampingan warga desa tentang asesmen sumber daya manusia. Metode Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan Jalan Transek (Transect Wal. Metode ini dilaksanakan dengan cara menelusuri jalan desa, dukuh, dan perkampungan Desa Wonokerto. Jalan transek didampingi oleh kader desa yang memahami dan mengetahui kondisi sosio-kultural masyarakat Desa Wonokerto. Tujuan jalan transek adalah untuk mengetahui kondisi sumber daya manusia dan peta potensi desa (Ahmad Mustanir. Hasil dari jalan transek tersebut dijadikan sebagai bahan untuk membuat peta daya dukung sumber daya manusia di Desa Wonokerto. Focus Group Discussion (FGD) dilakukan secara formal dan informal pada saat tim pengabdian berkumpul dengan kader desa. Diskusi ini bertujuan untuk mengidentifikasi usulan, isu-isu, permasalahan, dan potensi desa yang dapat dikembangkan lebih lanjut yang di moderatori oleh salah satu anggota pengabdian (Purnama, 2. Pelatihan dan Pendampingan. Pelatihan dilaksanakan dengan melibatkan perangkat desa sebagai peserta pelatihan. Kader desa inilah yang akan didampingi untuk membuat peta daya dukung sumber daya manusia Desa Wonokerto. Pendampingan ini dilaksanakan pada saat perangkat desa membuat peta daya dukung SDM desa. Pelatihan dan Pedampingan Warga Desa Tentang Asesmen Daya Dukung Sumber Daya Manusia di Desa Wonokerto. Kec. Sukorejo. Kab. Pasuruan Volume 2. No. Agustus 2023 ISSN (P) 2962-2247 | Hasil dan Pembahasan Pentingnya Asesmen Daya Dukung Sumber Daya Manusia Daya dukung sumber daya manusia adalah kumpulan pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya manusia lainnya yang tersedia dalam masyarakat. Ini mencakup tingkat pendidikan, keterampilan kerja, kesehatan, dan kemampuan berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi dan sosial. Asesmen daya dukung sumber daya manusia adalah langkah awal yang penting untuk memahami kekuatan dan kelemahan masyarakat desa dalam konteks ini. Mengapa asesmen daya dukung sumber daya manusia penting bagi desa Wonokerto? Pertama, ini membantu mengidentifikasi area-area di desa yang memerlukan perhatian dan Dengan pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan masyarakat desa, dapat dirancang program-program pelatihan dan pendampingan yang sesuai dan efektif. Kedua, asesmen ini membantu dalam merumuskan rencana strategis yang lebih baik untuk pengembangan desa. Ini tidak hanya mencakup pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat. Dalam konteks global yang semakin kompleks, daya dukung sumber daya manusia yang tinggal atau berdomisili di desa juga melibatkan pemahaman tentang tantangan dan peluang yang mungkin muncul akibat perubahan iklim, globalisasi, dan perkembangan teknologi. Masyarakat desa yang kompeten dalam menghadapi tantangan ini akan lebih siap untuk beradaptasi dan bertahan dalam jangka panjang. Peran Pelatihan dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia Pelatihan adalah alat penting dalam mengembangkan sumber daya manusia. Ini memberikan kesempatan bagi individu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Di Desa Wonokerto, ini dapat mencakup berbagai hal, mulai dari pelatihan kewirausahaan hingga teknik pertanian berkelanjutan. Pelatihan ini dapat membantu masyarakat mengoptimalkan potensi mereka dan mengatasi hambatan dalam mencapai kesejahteraan ekonomi. Dalam pendidikan formal, pelatihan juga membantu meningkatkan akses masyarakat desa terhadap pekerjaan yang lebih baik dan lebih beragam. Ini dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, pelatihan juga memiliki dampak jangka panjang yang signifikan pada perkembangan sumber daya manusia. Ini membantu dalam merangsang minat belajar sepanjang hidup dan mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan kritis yang sangat penting dalam masyarakat yang berubah dengan cepat. Peran Pendampingan dalam Menerapkan Pengetahuan dan Keterampilan Pendampingan adalah langkah berikutnya setelah pelatihan. Ini membantu individu atau kelompok dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan id/index. php/Berdaya/index C Yudi Harianto CU | Chriestine L Mamuaya | Heru Dwi Herbowo C dalam situasi dunia nyata. Pendampingan adalah tentang memberikan dukungan praktis, bimbingan, dan pemecahan masalah kepada mereka yang telah mengikuti pelatihan. Di Desa Wonokerto, pendampingan dapat membantu petani menerapkan teknik pertanian yang lebih berkelanjutan, seperti penggunaan pupuk organik atau pengelolaan air yang efisien. Ini membantu dalam meningkatkan hasil panen dan meminimalkan dampak negatif pada lingkungan. Dengan pendampingan yang tepat, warga desa juga dapat memaksimalkan potensi mereka dalam mengembangkan usaha lokal, seperti kerajinan tangan atau produk-produk pertanian olahan. Pendampingan juga membantu dalam mengatasi kendala dan hambatan yang mungkin muncul dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh. Dalam banyak kasus, individu mungkin merasa ragu atau terhalang oleh tantangan tertentu dalam mengubah praktik-praktik lama. Pendampingan adalah alat yang membantu mereka mengatasi hambatan ini dan mendorong perubahan yang berkelanjutan. Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Penting untuk memahami bahwa pelatihan dan pendampingan yang efektif memerlukan keterlibatan aktif masyarakat desa. Masyarakat harus merasa memiliki dan mengelola proses Ini dapat mencakup partisipasi dalam perencanaan, implementasi, dan evaluasi programprogram pelatihan dan pendampingan. Masyarakat juga dapat membantu mengidentifikasi prioritas mereka sendiri. Dalam banyak kasus, mereka tahu dengan baik kebutuhan dan aspirasi mereka sendiri. Dengan mendengarkan dan melibatkan masyarakat dalam proses, program-program ini akan menjadi lebih relevan dan lebih efektif dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Tantangan dalam Implementasi Pelatihan dan Pendampingan Meskipun memiliki manfaat yang signifikan, implementasi pelatihan dan pendampingan tidak selalu berjalan mulus. Ada beberapa tantangan yang mungkin dihadapi dalam konteks pengabdian masyarakat di Desa Wonokerto dan sekitarnya: Sumber Daya Terbatas : desa ini memiliki keterbatasan sumber daya untuk mengadakan pelatihan dan mendukung pendampingan. Ini menjadi tantangan, tetapi ada banyak organisasi nirlaba dan pemerintah yang dapat membantu dalam menyediakan sumber daya. Perubahan Perilaku : Membuat perubahan dalam perilaku masyarakat sering kali memerlukan waktu. Pelatihan dan pendampingan di desa Wonokerto harus berkelanjutan untuk mencapai hasil yang signifikan. Adapatasi ke Konteks Lokal : Pendekatan yang sukses harus mengambil kenyataan dan budaya lokal menjadi pertimbangan utama. Ini memerlukan pemahaman yang mendalam tentang masyarakat dan kebutuhan mereka. Pelatihan dan Pedampingan Warga Desa Tentang Asesmen Daya Dukung Sumber Daya Manusia di Desa Wonokerto. Kec. Sukorejo. Kab. Pasuruan Volume 2. No. Agustus 2023 ISSN (P) 2962-2247 | Gambar 1. Focus Group Discussion (FGD) dengan warga Desa Wonokerto Berikut adalah pelaksakaan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan di Desa Wonokerto Kabupaten Pasuruan, dengan menggunakan metode pelatihan dan pedampingan (Anwar Prabu Mangkunegara, 2. yang juga dapat memberi manfaat dalam meningkatkan sensitivitas pemimpin lokal dalam memahami masyarakatnya, dengan aktifnya ketua komunitas dan organisasi yang mampu mengorganisir kader kadernya untuk mengikuti kegiatan PKM dalam penguatan Pendidikan dalam keluarga. Motivasi dan edukasi bagi para keluarga yang memiliki anak perempuan untuk mendorong agar mereka mau melanjutkan studi atau pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi diperlukan karena kegiatan ini tidak berjalan secara terus menerus, sehingga mereka harus mandiri. Pelatihan dan pendampingan pada kader PKK, karang taruna, dan majelis taklim bertujuan membangun konsep dan pemahaman tentang pentingnya Pendidikan dalam keluarga dan sosialisasi tentang pelatihan dan pendampingan asesmen sumber daya manusia. Materi diberikan secara detail dengan menhadirkan narasumber yang berkompeten dan berpengalaman, namun menggunakan Bahasa yang mudah dipahami oleh para peserta. Pada tahap ini, narasumber memberikan edukasi, motivasi dan sosialisasi kepada kader PKK. Karang Taruna, dan Majelis Taklim tentang asesmen daya dukung sumber daya manusia. Dalam penyampaian materi tersebut juga di berikan informasi berupa beasiswa yang diberikan oleh pemerintah bagi warga yang kurang mampu atau tinggal didaerah 3T serta beasiswa bagi santri. Hal ini dilakukan sebagai sumber informasi yang mudah diakses dan manarik untuk diikuti, sehingga kedepannya dapat menerapkan bagaimana melanjutkan studi melalui bantuan pemerintah dan sumber-sumber lainnya. Adapun hasil kegiatan optimalisasi peran kader PKK. Karang Taruna. Majelis Taklim desa id/index. php/Berdaya/index C Yudi Harianto CU | Chriestine L Mamuaya | Heru Dwi Herbowo C Wonokerto kecamatan Sukorejo kabupaten Pasuruan dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia adalah sebagai berikut: Pelatihan Keterampilan Hidup (Life Skills Trainin. : Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pribadi dan sosial warga desa. Mencakup keterampilan seperti komunikasi efektif, manajemen waktu, kepemimpinan, pemecahan masalah, dan penyesuaian diri. Pelatihan ini membantu warga desa Wonokerto meningkatkan kemampuan mereka dalam berinteraksi, mengelola konflik, dan menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Pelatihan Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha: Pelatihan ini dapat membantu warga desa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memulai dan mengelola usaha mereka sendiri. Materi yang dapat diajarkan meliputi perencanaan bisnis, manajemen keuangan, pemasaran, manajemen operasional, dan pemahaman aspek hukum yang terkait dengan usaha. Pendampingan juga penting untuk memberikan bimbingan praktis dan dukungan dalam mengembangkan usaha Pelatihan Keterampilan Teknis: Pelatihan keterampilan teknis warga desa dalam bidang-bidang tertentu yang relevan dengan potensi lokal, antara lain: karena di Desa Wonokerto merupakan lahan yang tidak begitu subur maka kita memanfaatkan lahan yang ada dengan pelatihan pertanian organik, pengolahan makanan lokal, kerajinan tangan tradisional, atau keterampilan teknologi Pendampingan juga dapat membantu dalam mengaplikasikan keterampilan tersebut dalam konteks nyata dan mengatasi kendala yang mungkin muncul. Pelatihan Literasi dan Pendidikan: Pelatihan ini fokus pada peningkatan literasi masyarakat desa Wonokerto, termasuk membaca, menulis, dan kemampuan berhitung. Pendampingan juga dapat memberikan dukungan dalam pengembangan program pendidikan informal, seperti program baca-tulis bagi anak-anak atau program kursuskursus keterampilan bagi pemuda dan orang dewasa. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat desa terhadap pengetahuan dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Termasuk meningkatkan minat mereka untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pendampingan Penyusunan Rencana Pengembangan Desa Wonokerto: Pendampingan ini bertujuan untuk membantu warga desa dalam menyusun rencana pengembangan desa yang berkelanjutan dan sesuai dengan potensi lokal. Pendampingan meliputi pemetaan potensi sumber daya manusia, identifikasi kebutuhan prioritas, perencanaan kegiatan pengembangan, dan pembuatan rencana tindak lanjut. Pendampingan juga Pelatihan dan Pedampingan Warga Desa Tentang Asesmen Daya Dukung Sumber Daya Manusia di Desa Wonokerto. Kec. Sukorejo. Kab. Pasuruan Volume 2. No. Agustus 2023 ISSN (P) 2962-2247 | dapat melibatkan pelatihan dalam pengelolaan proyek dan pemantauan kemajuan implementasi rencana desa. Pendampingan Peningkatan Akses Pemanfaatan Sumber Daya Publik: Pendampingan ini bertujuan untuk membantu warga desa memperoleh akses yang lebih baik dan memanfaatkan sumber daya publik yang tersedia, seperti layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan program pemerintah. Pendampingan meliputi bantuan dalam mengakses program-program pemerintah, memahami hak-hak warga, dan advokasi untuk meningkatkan pelayanan publik di desa Wonokerto. Kesimpulan Akhirnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat membantu pemerintah desa Wonokero kecamatan Sukorejo kabupaten Pasuruan dalam meningkatkan daya dukung sumber daya manusia yang menjadi permasalahan desa serta menjadi isu strategis dalam pengembangan kearifan lokal serta potensi desa. Selain itu, secara khusus, kegiatan ini menambah wawasan pengetahuan kader PKK. Majelis Taklim. Karang Taruna dan masyarakat tentang asesmen daya dukung SDM. Diharapkan melalui pelatihan ini keterampilan mampu memberikan ide kreatif potensi sumber daya manusia bisa optimal dan menjadikan desa yang maju dan mandiri. Ucapan Terima Kasih Terimakasih kami sampaikan kepada seluruh anggota tim yang telah bekerja keras dalam menyelesaikan kegiatan pengmasy ini, terimakasih untuk masyarakat desa Wonokerto Kabupaten Pasuruan atas antusiasmenya dalam menyambut kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Terimakasih kepada LPPM UWKS atas kesempatannya untuk menjalankan kegiatan PKM ini. Referensi